Kembali
16
1
2012 Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 8 · 2 ISSN 2477-0361

Preferensi Pemustaka Dalam Menyusun Tugas Akhir (Skripsi/Tesis/Disertasi) Menggunakan Sumber Informasi Database Online

Universitas Gadjah Mada; Universitas Gadjah Mada; Universitas Gadjah Mada

Abstract

The phenomena that appear in the library as an information center, there are not all of information sources are available in the library. It indicates that user has a special consideration to preparing the theses, and dissertation using the information sources by internet in the Library of the Faculty of Philosophy of Gadjah Mada University. The purpose of the research is to analyze the attributes as a major preference for the users who is writing the thesis and dissertation using internet information sources. The attribute that is used in research is the ease factor to find the information, accessibility, availability of the library collections, librarian behavior and user behavior. The data that is used in this research is the primary data that founded by questionnaire of respondents who are writing the thesis and dissertation in the library of the Faculty of Philosophy of Gadjah Mada University between 2005 to 2010 academic years. The instrument are used in this research using SPSS to get the variables that is considered writing thesis and dissertation as well as to find the most coveted combination for the user looking for information source from online databases. The result of the research show that the user references of the information sources from online databases however the collections that are available in print in the library of the Faculty of Philosophy of Gadjah Mada University are still needed. Based on the demographic of respondents, the most user who come in the library of the Faculty of Philosophy of Gadjah Mada University is man in bachelor degree with the rate is 50,8%, 72,9 % are the bachelor degree respondents In productive age between 21-30 years old, and the most respondents is bachelor degree (S1) is 55%. While the use of internet is 3-5 hour a day, the use of online databases as references in write the thesis and dissertation is 83,1 %. The research show that the users who access of the information sources using online databases in the library of the Faculty of Philosophy of Gadjah Mada University to writes the thesis and dissertation is more than the users who looks for print references in the Library of the Faculty of Philosophy of Gadjah Mada University to writes the thesis and dissertation. The users choose the online databases as a means of accessing information because of low cost, the information is up date, and complete, it can used to share the information, and easy to use depend use print collection in the library.
Keywords: online databases · user · information sources · preferences · behavior

Introduction

A. Latar Belakang Universitas Gadjah Mada merupakan universitas yang bervisi menjadi universitas riset bertaraf internasional, dan mengabdi kepada kepentingan masyarakat, dan dilaksanakan berdasarkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Perpustakaan mempunyai andil yang cukup besar, karena perpustakaan di perguruan tinggi merupakan salah satu pendukung terlaksananya kegiatan akademik. Perpustakaan sebagai salah satu sumber informasi merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan suatu institusi pendidikan dalam mencapai visi dan misi perguruan tinggi. Perpustakaan merupakan jantungnya universitas, jantung yang akan memompa darah yang berupa informasi ke seluruh aktivitas akademika. Seperti diungkap oleh Paul Buck dalam Wilson (1977: 87) : The library is a vital organ 0f educational institution; it can appropriately be described as the heart because its strength and vigor directly affect the organization's general health and capacity for productive work and continued growth. The library is the great conservator of learning, yet it is not an obstacle to change; on the contrary, a strong library enables its university to move with the times and to realize new aims. The library’s quality is a major factor in determining the quality of the education that in institution can provide and the quality of the faculty it can recruit. Strong libraries are essential to the full exploitation of intellectual resources and to the maintenance of free access to ideas. These convictions, formed during years of university life as student, instructur, professor, dean, and provost, have only been confirmed by more than a hundred months of experiences librarian. Informasi yang tersedia saat ini tidak hanya dalam bentuk cetak namun juga dalam bentuk digital. Untuk itu perpustakaan berupaya untuk menyediakan sarana dan prasarana untuk menghadapi ledakan informasi. Tidak hanya sarana demikian juga pustakawannya harus mampu mengimbangi dalam menangani ledakan informasi, kemajuan teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan. Perpustakaan sendiri memiliki fungsi sebagai institusi yang bertugas mengelola, mendiseminasikan, melestarikan informasi seperti disebutkan dalam Undang-undang Perpustakaan Bab I pasal 1, 2, 3 (2007; 2-4) sebagai berikut: Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rckam secara profesional dengan sistem baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para pemustaka. Perpustakaan diselenggarakan berdasarkan asas pembelajaran sepanjang hayat, demokrasi, keadilan, keprofesionalan, keterbukaan, keterukuran dan kemitraan. Perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian informasi, dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa Perpustakaan bertujuan memberikan layanan kepada pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca, serta memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Kondisi saat ini perpustakaan tidak lagi sebagai perpustakaan konvensional, di mana sumber informasi pada koleksi cetak, namun adanya perkembangan zaman sumber informasi dapat ditemukan dimana saja tanpa ada batas tempat, waktu, yaitu menggunakan teknologi internet. Teknologi — internet merupakan isu teknologi yang sangat lazim di masa sekarang ini. Teknologi internet sangat penting untuk dimanfaatkan guna meningkatkan kinerja individu ataupun organisasi. Dalam perkuliahan mahasiswa sering dituntut untuk menyelesaikan beberapa tugasnya dengan membutuhkan dukungan informasi. Informasi ini dapat ditemukan dalam koleksi konvensional yang berupa koleksi tercetak, bila tidak ditemukan maka mahasiswa akan mencari di internet. Internet merupakan salah satu produk teknologi informasi telah menjadi perhatian dan pilihan bagi mahasiswa karena memberikan kemungkinan positif dalam mengakses informasi. Internet yang memberikan akses kenyamanan dan kemudahan dalam penelusuran referensi bagi mahasiswa. Pemanfaatan internet sebagai sumber pembelajaran mengkondisikan mahasiswa untuk belajar secara mandiri. (Cobine, 1997: dalam Zahra, 2009 hlm.3). Namun demikian, masih ada mahasiswa yang masih enggan untuk menggunakan internet untuk menunjang tugas perkuliahan maupun penulisan skripsi, tesis dan disertasi. Kemampuan untuk menggunakan sarana elektronik ini ada juga yang ‘gaptek’, malas untuk belajar memanfaatkan fitur-fitur yang disajikan di media internet ini. Dukungan kemampuan menggunakan bahasa asing masih juga menjadi salah satu kendala mengapa sarana ini dihindari penggunaannya. Salah satu kemungkinan lain yang menyebabkan keengganan adalah masalah kualitas informasi yang didapatkannya melalui media internet yang mungkin saja kurang relevan, kurang dapat dipercaya dengan informasi yang dibutuhkannya, maka hal ini menjadi tidak bermanfaat bagi mahasiswa. Beberapa informasi yang tersedia tidak semuanya berkualitas dan dapat dipercaya, semua bercampur dengan informasi yang tidak berguna atau biasa disebut “sampah informasi’. Oleh karena itu mahasiswa harus bisa membedakan mana informasi yang dapat dipercaya dan mana yang tidak. Dalam beberapa hal ada juga beberapa mahasiswa merasakan bahwa internet terkadang memberikan informasi yang tidak selalu up 10 date lagi. Tidak semua mahasiswa memiliki kemampuan individual yang sama ketika mengoperasikan internet untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Ada juga mahasiswa yang merasa enggan menggunakan internet sebagai sumber informasi, hal ini dikarenakan masalah ketakutan (anxiety) dan kepercayaan diri (self efficacy) dalam menggunakan internet. Oleh karena itu ada beberapa mahasiswa yang dengan kemampuannya — dalam menggunakan internet di atas rata-rata, lebih tahu bagaimana memanfaatkan sarana internet untuk dapat menemukan sumber informasi khususnya yang lebih up to date, ilmiah dan berkualitas. Tidak tersedianya koleksi tercetak secara lengkap, menimbulkan keinginan mahasiswa untuk mengakses informasi yang cepat, mudah dan murah, yaitu melalui internet dengan menggunakan database digital yang dilanggan Universitas Gadjah Mada. Berdasarkan pada latar belakang dan rumusan masalah tersebut, maka dapat dirumuskan tujuan penelitian sebagai berikut 1. Untuk mengetahui preferensi pemustaka dalam menyusun skripsi, tesis, dan disertasi menggunakan sumber informasi digital database dengan ketersediaan koleksi secara fisik di Perpustakaan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada 2. Untuk mengetahui preferensi pemustaka terhadap layanan akses internet di Perpustakaan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada guna mendukung penyusunan skripsi, tesis, dan disertasi sebagai sumber informasi B. Kajian pustaka a. Preferensi pemustaka Peningkatan kualitas produk sangat tergantung pada preferensi pasar, di mana preferensi menunjukkan tingkat ketertarikan terhadap suatu obyek benda tertentu. Dalam penelitian ini preferensi pemustaka terhadap koleksi Perpustakaan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada dibandingkan dengan preferensi pemustaka terhadap penggunaan internet untuk menyusun skripsi, tesis, dan disertasi. Menurut Rakke, Martinus (2008; 15) dalam kaitannya dengan pariwisata, preferensi berarti tingkat ketertarikan wisatawan atau pengunjung terhadap produk wisata yang mencakup atraksi wisata, amenitas, dan aksesibilitas. Secara umum, preferensi akan menentukan perilaku seseorang dalam mengkonsumsi barang, dan jasa. Preferensi diartikan sebagai pilihan suka atau tidak suka oleh seseorang terhadap suatu produk barang dan jasa yang dikonsumsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi utama pengunjung terhadap aktivitas wisata yang bersifat aktif adalah berenang, menyelam, dan berperahu karena tersedia laut yang cukup luas dan biaya yang dibutuhkan masih terjangkau. Teori preferensi diambil dari teori preferensi konsumen dalam Heirshleifer dan glazer (1992:56) dalam Triwahyuningsih (2007: 14) memberikan gambaran ideal dari preferensi individual atas alternative barang barang konsumsi dalam 2 hukum (revealed preference) yaitu: 1. Aksioma perbandingan Setiap barang yang berbeda antara A dan B dapat diperbandingkan semacam preferensi oleh individu. Setiap perbandingan pasti mengarah pada salah satu diantara 3 hal berikut ini: a. Barang A lebih disukai dari barang B b. Barang B lebih disukai dari barang A c. Barang A dan B sama saja 2. Aksioma Transivitas Apabila ada 3 barang yaitu A, B dan C. Barang A lebih disukai daripada barang B dan barang B lebih disukai daripada barang C, maka barang A lebih disukai dari barang C Kedua aksioma tersebut apabila digabung akan berbentuk proporsi pengurutan kesukaan, yaitu seluruh barang yang ada secara konsisten diurutkan menurut urutan kesukaan seseorang, pengurutan kesukaan ini disebut preferensi. Dalam kaitannya dengan sumber informasi yang dibutuhkan, preferensi berarti tingkat ketertarikan pemustaka terhadap produk kebutuhan informasi dari 2 sumber informasi yaitu koleksi perpustakaan tercetak dan melalui layanan internet yang mencakup kemudahan temu kembali informasi, aksesibilitas, ketersediaan koleksi, perilaku pustakawan dan perilaku pemakai. Secara umum telah dijelaskan di awal, bahwa preferensi akan menentukan perilaku seseorang dalam mengkonsumsi barang dan jasa. Preferensi diartikan sebagai pilihan kesukaan oleh seseorang terhadap suatu produk barang dan jasa yang dikonsumsi. Preferensi pemustaka merupakan apa yang dibutuhkan, disukai, diinginkan dan dipilih oleh pemustaka, dalam konteks pemustaka disini sebagai pemilih atas ketersediaan layanan yang diberikan perpustakaan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada. Kotler dalam Rakke (2008: 16) berpendapat bahwa preferensi konsumen menunjukkan kesukaan konsumen dari berbagai pilihan produk atau jasa yang ada. Kesukaan itu dapat berupa menyenangi terhadap salah satu layanan yang disediakan oleh Perpustakaan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada seperti kemudahan mendapat informasi yang dibutuhkan melalui media internet, dibandingkan dengan keberadaan koleksi secara fisik (tercetak). b. Pemanfaatan database online Menurut Alam (2007: 40) kehadiran teknologi informasi seperti internet, multi media dan audio visual dapat dan telah merubah konsep dasar maupun peranan perpustakaan. Konsep perpustakaan tradisional — yang menekankan pada penyediaan akses ke informasi yang dimiliki, berubah arah mengikuti perkembangan teknologi yaitu konsep tanpa harus memilikinya tetapi dapat memperoleh informasi di manapun berada. Hal ini seringkali — disebut dengan adanya perpustakaan digital, yang mana semua informasi yang terkandung di dalam perpustakaan tersebut hanya ada dalam bentuk elektronika digital. Sedangkan penelitian Rohmah (2008: 74) menunjukkan pengalaman optimal yang dialami oleh para pengguna dalam menggunakan internet berpengaruh terhadap penggunaan internet, dalam hal ini browsing dan searching. Pengalaman optimal akan mempengaruhi sikap dari penggunanya terhadap browsing dan searching. Pengguna yang mengalami pengalaman optimal akan merasa kehilangan kontrol atas dirinya sendiri serta merasa senang dengan aktivitas yang tengah dilakukannya. Dengan mengalami pengalaman optimal ini, pengguna akan mempunyai sikap positif atas aktivitas yang tengah dilakukannya. Penelitian — Suciati (2006:132) menunjukkan bahwa teknologi komputer sangat berpengaruh pada perkembangan informasi dan ilmu pengetahuan. Hal ini berdampak pada pencari informasi. Tolok ukur suatu keberhasilan sebuah pelayanan adalah kepuasan pemakainya, karena pemakai merasakan adanya kenyamanan dan pemenuhan kebutuhan informasi secara cepat, tepat, akurat, dan murah. Teknologi komputer mampu mempercepat temu kembali informasi yang dibutuhkan. Menurut Zahra (2009: 11) dijelaskan bahwa “Pemanfaatan internet sebagai sumber pembelajaran mengkondisikan mahasiswa untuk belajar mandiri.” Para mahasiswa dapat mengakses secara online dari berbagai perpustakaan, museum, database, dan mendapatkan sumber informasi rimer tentang berbagai peristiwa sejarah, biografi, rekaman, laporan, data statistik, atau kutipan yang berkaitan dengan hal yang diinginkannya. Mahasiswa dapat berperan sebagai seorang peneliti, menjadi seorang analis, tidak hanya mengkonsumsi informasi saja, akan tetapi mereka menganalisis informasi yang relevan dengan pembelajaran dan melakukan pencarian yang sesuai dengan kejadian nyata (real life). Mahasiswa juga dapat mempelajari bahan ajar dan mengerjakan tugas-tugas pembelajaran serta ujian dengan cara mengakses jaringan internet secara online. Selain itu mahasiswa juga dapat belajar bekerjasama (collaborative) satu sama lain. Mereka dapat saling berkirim e-mail (electronic mail) untuk mendiskusikan bahan ajar serta berkomunikasi dengan teman sekelasnya (classmates) melalui instant messenger secara online). Bahkan untuk dialog tugas akhir pun bisa dilakukan dengan e-mail dengan dosen. Sedangkan Junni (2007: 4) menyatakan dengan menggunakan internet mahasiswa dapat mencari informasi lintas bidang ilmu. Mahasiswa jurusan ilmu sosial dapat mengakses informasi di bidang ilmu yang lain. Hal ini dapat dipahami karena perkembangan ilmu pengetahuan menyebabkan pemustaka tidak harus mencari sumber informasi setempat saja. Bisa saja melakukan penelusuran informasi lintas bidang ilmu yang lain, dan ini dilakukan menggunakan internet dengan sangat mudah. ¢. Pemustaka Pemustaka perpustakaan menurut Undang-undang Perpustakaan (2007: 3) adalah pengguna perpustakaan, yaitu perseorangan, kelompok orang, masyarakat, atau lembaga yang memanfaatkan fasilitas layanan perpustakaan. Perpustakaan adalah milik masyarakat luas yang dapat diakses seluruh masyarakat. Sesuai dengan penelitian di perpustakaan perguruan tinggi khususnya perpustakaan fakultas maka pemustaka yang ada di dalamnya sebagian besar adalah mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada. d. Pustakawan Pustakawan menurut Undang-undang Perpustakaan (2007: 3) adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. Pustakawan bertugas membantu pemustaka untuk dapat menemukan kembali informasi yang dibutuhkan, baik secara konvensional maupun digital. Profesi pustakawan diartikan sebagai jabatan yang memerlukan pendidikan khusus untuk mendapatkannya, Kamus Besar Ilmu Pengetahuan (cet.2, 1999) dalam Naibaho, 2006: 52). Turunan istilah ini adalah profesional, yang berarti orang yang mengerjakan sesuatu bukan berdasarkan dorongan rasa senang belaka, melainkan juga karena merupakan pekerjaan, jabatan, atau profesi yang diemban sebagai suatu mata pencaharian. Tugas pustakawan tidak dapat dipisahkan dari tugas dan fungsi perpustakaan sebagai lembaga penyedia dan pengelola informasi yang bertugas memberikan akses seluas-luasnya bagi pengguna untuk mendapatkan informasi yang tepat secara efisien. e. Koleksi dan Sumber Informasi Koleksi perpustakaan dalam Undang Undang Perpustakaan (2007:3) bahan perpustakaan adalah semua hasil karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam. Ellis menyatakan bahwa ada suatu proses yang dilalui seseorang untuk mengikuti perkembangan informasi yang mereka butuhkan dengan menjaga perkembangan informasi dalam berbagai bidang dengan secara teratur, yang dilakukan dengan mencari sumber-sumber tertentu (misalnya jurnal, surat kabar, konferensi, majalah, buku, dan katalog) (Meho, 2003). Dalam hal ini dikenal dengan istilah sumber informasi. Sedangkan menurut Suwanto dalam Harisanty (2009:65) sumber informasi merupakan sarana penyimpanan informasi. Informasi dapat tersimpan dalam dokumen dan non-dokumen. Sumber informasi yang berupa dokumen dapat berbentuk koleksi buku, majalah, laporan, penelitian, jurnal sedangkan sumber informasi non-dokumen adalah manusia, teman, pustakawan, pakar, atau spesialis.

Method

a. Lokasi dan Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan di Perpustakaan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada, mulai tanggal 28 April 2011 sd 10 Juni 2011, dengan responden mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada yang sedang menyusun skripsi, tesis, dan disertasi. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan survei terhadap responden, yaitu teknik pengukuran yang digunakan untuk mengumpulkan informasi dengan interview yang sangat terstruktur (Cooper dan Schindler, 2006) instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Setting penelitian ini adalah pemustaka yang pernah dan sering menggunakan internet untuk menyusun skripsi, tesis dan disertasi sebagai sumber informasi. Apabila diperlukan penambahan informasi untuk memperjelas akan dilakukan wawancara, akan tetapi wawancara tidak menjadi alat ukur yang utama. b. Sumber Data Agar dapat mendukung kelancaran penelitian diperlukan beberapa data pendukung yang terdiri dari data primer dan data sekunder. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan membagikan kuesioner. Kuesioner disampaikan secara langsung kepada responden, dengan mendata dan memilah agar responden betul-betul pemustaka yang sedang menyusun skripsi, tesis, dan disertasi. Pemustaka yang hadir pada setiap hari pada kurun waktu penelitian ada beberapa pengunjung yang sama. Sehingga diperlukan kejelian dalam penyampaian kuesioner ke responden. Kuesioner disusun berdasarkan atribut-atribut sebagai berikut yaitu faktor kemudahan temu kembali informasi, faktor aksesibilitas, faktor ketersediaan koleksi, faktor perilaku pustakawan dan faktor perilaku pemakai. Secara rinci akan diuraikan dalam bentuk kuesioner. Sedangkan wawancara dilakukan bertujuan mengetahui hal-hal dari responden lebih mendalam dengan cara tatap muka atau melalui telepon (Arikunto, 1998). ‘Wawancara dalam penelitian ini menggunakan wawancara tidak terstruktur yaitu wawancara bebas dengan tidak menggunakan pedoman wawancara yang disusun secara sistematis, dan dilakukan peneliti untuk menambah kelengkapan data dalam menjawab rumusan masalah penelitian. ¢. Alat Penelitian Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Jenis kuesioner adalah kuesioner tertutup dimana pertanyaan dalam kuesioner disajikan beserta pilihan jawaban dan responden diminta untuk memilih salah satu jawaban yang sesuai dengan karakteristik dirinya. Pengukuran dengan kuesioner menggunakan skala Likert. Data yang diperoleh selanjutnya akan diolah dengan perangkat lunak statistik SPSS versi 15, Skala Likert (Kumiawan, 2007: 19) seringkali dikenal juga dengan nama summated scales, yang mengharuskan responden untuk memilih tingkat kesepahaman atau tingkat persetujuan (degree of agreement) terhadap pertanyaan pertanyaan yang diajukan pada kuesioner. Untuk menganalisis respon yang diukur dengan mengikuti skala likert ini, setiap respons mendapatkan nilai numeric (pembobotan. Adapun tingkat persetujuan yang dipakai pada skala likert dapat dilihat STS (Sangat Tidak Setuju) nilai 1; TS (Tidak Setuju) nilai 2; N (Netral) nilai 3: S (Setuju) nilai 4; dan SS (Sangat Setuju) nilai 5 d. Populasi dan Sampel Pengambilan sampel dilakukan secara non probability sampling dengan teknik convenience sampling, pemilihan sampel berdasarkan kemudahan (Cooper dan Schindler, 2006). Sampel yang diambil adalah pemustaka yang dalam hal ini adalah mahasiswa Sl, S2, dan S3 yang mempergunakan internet sebagai sumber informasi penulisan skripsi, tesis, dan disertasi. Populasi dalam penelitian ini adalah pemustaka dalam hal ini mahasiswa S1, S2, dan S3 yang sedang menyusun skripsi, tesis, dan disertasi dan menggunakan sarana di Perpustakaan Fakultas Filsafat UGM. Berikut ini pengguna karya ilmiah 3 bulan terakhir Tabel 1 Statistik Pengguna karya ilmiah Perpustakaan Fakultas Filsafat UGM Februari, Maret, April 2011 1 Februari | 108 | 39 | 18 | 465 2 Maret | 133 [ 36 | 32 | 221 3 April | 93 | 31 | 14 | 138 Sumber: Data primer (diolah) 2011 Berdasarkan jumlah pengunjung di atas pemustaka yang menjadi populasi tetap harus dipilih yang benar-benar sedang menyusun skripsi, tesis, disertasi. Untuk itu diambil sampel dari populasi semua mahasiswa yang diperkirakan sedang menyusun skripsi, tesis, disertasi baik mahasiswa S1, S2, dan S3, periode akademik antara 2005 s.d 2009 dengan jumlah 10 orang dengan rincian 5 mahasiswa S1, 3 mahasiswa S2 dan 2 mahasiswa S3. Melihat periode mahasiswa menyusun skripsi yaitu rata-rata mahasiswa angkatan 2005 ke bawah masa studi SI selama 4 tahunan, mahasiswa S2 antara 2 s.d 3 tahun bisa juga lebih, dan mahasiswa S3 kurun waktu 4 tahun lebih. Peneliti menyiapkan waktu untuk pengumpulan data yaitu saat penyebaran kuesioner selama 2 minggu. Peneliti menyebarkan — 100 kuesioner, akan tetapi dari hasil pantauan pemustaka yang datang khususnya yang sedang melakukan penyusunan skripsi, tesis, disertasi terkumpul 59 responden. Dari 59 responden terbagi dalam kelompok mahasiswa S1 ada 33 orang, 6 orang mahasiswa S2 dan 5 orang mahasiswa S3. Untuk menguatkan hasil pengolahan kuesioner dilakukan wawancara tidak terstruktur hanya mengikuti atribut yang dimunculkan dalam pertanyaan di kuesioner dengan 3 responden yang masing-masing mewakili strata 1, strata 2, dan strata 3. e. Analisis Data Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode kualitatif dan kuantitatif, dengan tujuan untuk memecahkan permasalahan yang diajukan sehingga tujuan dan manfaat dari penelitian ini dapat tercapai. Metode analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan statistik distribusi frekuensi, sedangkan metode kualitatif ~ adalah dengan melakukan interpretasi terhadap hasil-hasil analisis: profil demografi pemustaka, jenis kelamin, tingkat pendidikan, usia, lama menggunakan internet dalam sehari, menggunakan internet sebagai sumber informasi dalam penyusunan skripsi, tesis, disertasi. Dan mendeskripsikan atribut-atribut dalam kuesioner. Metode ini digunakan untuk menjelaskan sejauh mana sebaran data menampilkan konsentrasi dan kecenderungan-kecenderungan preferensi pemustaka dalam menyusun skripsi, tesis dan disertasi. Sedangkan analisis yang digunakan adalah analisis tabulasi yaitu mendeskripsikan hasil frekuensi kuesioner yang disebarkan. Dan ditambahkan dengan wawancara dengan 3 responden yang 32 mewakili masing-masing strata yaitu F (inisial) mahasiswa S3 wawancara tanggal 27 Juni 2011 pukul 10.00 -11.15 wib, LM. (inisial) mahasiswa S2 tanggal 28 Juni 2011 pukul 10.10- 12.10 wib dan D.A. (inisial) mahasiswa SI pada tanggal 27 Juni 2011 pukul 08.15-09.45 wib. Berikut ini tabel data matrik penelitian yang mengungkapkan preferensi pemustaka menggunakan internet sebagai sumber informasi di Perpustakaan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada.

Result & Discussion

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan di Perpustakaan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada, yang merupakan satu dari 18 fakultas yang ada di Universitas Gadjah Mada dengan jumlah petugas perpustakaan, ada 4 orang terdiri dari 1 orang pustakawan, dibantu tenaga administrasi 3 orang dan 1 orang dosen sebagai penanggung jawab. Mahasiswa dapat mengakses katalog koleksi yang disediakan, atau bahkan mengakses internet dengan Wifi setempat juga bisa dilakukan di ruang sirkulasi. Sedangkan katalog yang bisa diakses melalui website khusus Perpustakaan Fakultas Filsafat belum tersedia, untuk mendapatkan informasi katalog tersebut dapat ditelusur menggunakan http: www.lib.ugm.ac.id Sebagian besar pemustaka membawa sarana untuk penelusuran yang berupa notebook sendiri-sendiri dan kemudian melakukan searching menggunakan Wifi setempat. Sambil menunggu akses menggunakan internet, pemustaka mencari koleksi yang dibutuhkan menggunakan katalog yang tersedia. Katalog yang digunakan merupakan katalog terhubung server secara intranet, dan belum dapat diakses informasinya melalui katalog yang terhubung secara internet. Koleksi Perpustakaan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada meliputi koleksi buku teks, buku referensi, jurnal cetak dan hasil penelitian yang berupa skripsi, tesis, dan disertasi (khususnya Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada). Universitas Gadjah Mada melanggankan beberapa database e-journal dan e-book, database yang dilanggan ini tidak semua item dapat didownload secara gratis, hanya beberapa item (artikel, e-book) yang dapat didownload secara gratis. Bentuk fisik dari koleksi yang berupa database e-journal dan e-book yang dilanggan tidak ada termasuk di sini back up-nya, sehingga bila langganan sudah selesai batas waktunya maka perpustakaan Universitas Gadjah Mada tidak memiliki koleksi yang dilanggankan sebelumnya, kecuali sudah dilakukan pencetakan file-file yang didownload. Koleksi Perpustakaan Fakultas Filsafat UGM dapat dipinjam selama 6 hari sebanyak 6 eksemplar dan dapat diperpanjang selama 2 X peminjaman bila tidak ada pemesanan. Layanan yang diberikan menggunakan sistem setengah terbuka dan setengah tertutup, artinya beberapa koleksi buku teks dipinjamkan dapat diakses secara terbuka, artinya mahasiswa mengambil sendiri koleksi yang diinginkan. Sedangkan ada koleksi tertentu seperti tesis, skripsi dan disertasi yang dapat dipinjam setempat untuk dibaca, dan sistem layanannya tertutup yakni koleksi diambilkan petugas dan selesai dibaca dikembalikan ke petugas. B. Demografi Responden 1. Jenis kelamin Berdasarkan hasil kuesioner dapat dilihat deskripsi responden perihal jenis kelamin, terlihat bahwa sebagian besar pemustaka yang menggunakan fasilitas perpustakaan adalah pria. Perbandingan presentase pemustaka pria dibandingkan wanita adalah 50,8% pemustaka pria dan 47,5% pemustaka wanita. Hal ini menunjukkan bahwa pemustaka pria lebih banyak berkunjung ke perpustakaan. 2. Usia Klasifikasi umur responden terbagi dalam 4 kategori usia, yaitu usia kurang dari usia 20 tahun sebanyak 18,6%, biasanya pada usia ini mahasiswa S1 sedang proses penyusunan skripsi di awal-awal semester. Sebagian besar responden usia 21-30 tahun yang paling banyak, yaitu 72,9 % karena pada usia ini cukup banyak mahasiswa Fakultas Filsafat yang sedang menyusun skripsi, tesis, dan disertasi. Pada usia-usia ini adalah usia dewasa di mana orang sudah bekerja dan berkeluarga membutuhkan kecepatan untuk segera menyelesaikan studi. Mahasiswa dengan rentang usia 31-40 tahun merupakan usia produktif dan juga merupakan usia dewasa, sudah bekerja dan berkeluarga. 3. Tingkat Pendidikan Berdasarkan tabel 6 dapat dilihat bahwa dari 59 responden tampak bahwa ada missing system sebanyak 25%. Pemustaka yang sedang menyusun skripsi yang paling banyak yaitu sebesar 55%. Sedangkan S2 dan S3 sebesar 10,2% dan 8,5 %. Hal ini menunjukkan bahwa responden yang mewakili berdasarkan data herregistrasi bahwa mahasiswa periode 2005-2009 mulai menyusun skripsi, tesis, dan disertasi mengikuti strata S1 periode masa kuliah 4 tahun (perkuliahan dengan kelulusan normal/standar = 4 tahun) demikian juga untuk S2, dan S3 periode masa perkuliahan 2 tahun sampai dengan 4 atau 5 tahun. 4. Pemanfaatan internet dalam sehari Pemustaka dapat secara bebas menggunakan internet untuk memuaskan kebutuhannya berkomunikasi. Menggunakan e-mail, chatting, milis, orang-orang dapat berkomunikasi sekaligus sharing ide dan informasi. Orang-orang dapat secara bebas mendownload dan mengupload berbagai informasi yang mereka inginkan. Dalam penelitian ini nampak bahwa pemustaka dengan kala waktu 1 — 2 jam sehari menggunakan internet ada 33,9%, 3 — 5 jam schari ada 49,2%, hal ini menunjukkan ada batas waktu tertentu pemustaka menggunakan waktunya untuk akses internet. Akses internet ini ketika dicross cek dengan wawancara 3 responden dua diantaranya yaitu responden F menjawab: “ Terlalu lama di depan layar monitor, mata tidak dapat bertahan lama, terasa capek, lelah, pedih di mata, dan konsentrasi menurun " Ketika ditanyakan bagaimana mengatasi hal tersebut? Responden .M menjawab: “Biasanya saya searching informasi, sekaligus facebook dengan keluarga, teman, dan saudara. Ini sekaligus membagi informasi/sharing berita baru, kirim foto-foto anak-anak. “ Sedangkan Responden D menjawab: " Sering sekali akses lambat kami menunggu hasil download dengan facebook dengan teman atau saudara, yaah sharing informasi dan berita.” Adanya fenomena perkembangan teknologi internet, realitas virtual dan trend cyberspace telah membawa perubahan besar dan fundamental pada tatanan sosial dan budaya dalam skala universal. Kebutuhan berkomunikasi menggunakan internet mempunyai konsekuensi sosial dan kultural. Hal ini merupakan konsekuensi sosial yang merupakan sesuatu yang bisa dilihat pada perubahan hubungan individu dengan individu, individu dengan komunitas, individu dengan lembaga sosial, individu dengan komunikasi massa, komunitas dan media massa, komunitas dengan lembaga sosial. 5. Penggunaan internet sebagai sumber pustaka dalam penyusunan skripsi/ tesis/disertasi Berdasarkan hasil kuesioner yang disebarkan ternyata penggunaan internet sebagai sumber informasi dalam penyusunan skripsi, tesis ataupun disertasi.menjadi alternative pilihan hingga 83,1 % atau sebanyak 49 responden. Hal ini menunjukkan bahwa sumber informasi tidak hanya pada koleksi yang tersedia di perpustakaan secara fisik, namun juga sumber informasi yang ada di dunia maya dapat diakses dengan menggunakan fasilitas layanan internet. Kecenderungan menggunakan sumber informasi di internet menurut responden F sangat membantu untuk menyempurnakan analisis, karena untuk mahasiswa S3 tidak hanya menggunakan pengetahuan di bidangnya tetapi harus di cross cek dengan bidang ilmu yang terkait, walaupun secara tidak langsung. Terutama sekali apakah dibidang ilmu tersebut sudah pernah ada yang meneliti. 6. Internet sebagai pilihan dalam mengakses informasi Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memilih 23 pilihan mengarah dengan alasan biayanya murah, 18 pilihan dengan alasan informasi up to date, sharing informasi (facebook, twitter dll), pilihan berikutnya dengan jumlah pilihan sama yaitu 14 dengan alasan mudah menggunakan dan informasinya lengkap. Sedangkan responden lain ada yang menganggap sumber informasi yang ada tidak dapat dipertanggungjawabkan, yaitu sekitar 3 responden. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 3 Prosentase Internet sebagai pilihan dalam mengakses sumber informasi Sumber: Data primer (diolah) 2011 Keterangan: A: Mudah menggunakan B: Informasi lengkap C: informasi up to date D: biayanya murah E: sharing informasi(facebook, twitter dll) F: Lainnya...(sebutkan) “ : ada option jawaban ganda Berikut ini disusun instrument-instrumen yang dikelompokkan dalam 5 variabel yaitu: a) Faktor kemudahan temu kembali informasi di internet : Faktor temu kembali informasi dalam mencari sumber informasi dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu secara konvensional seperti ketersediaan koleksi cetak, dan yang kedua secara digital. Ketersediaan secara tercetak di Perpustakaan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada meliputi koleksi buku text, jurnal, karya akademik (skripsi, tesis, dan disertasi), koleksi referensi, surat kabar, dan karya penelitian yang lainnya. Sedangkan ketersediaan koleksi berbentuk digital hanya dapat diakses melalui sarana internet, dan koleksi tersebut dalam bentuk file (pdf, jpg, image, word dll.) dan memerlukan sarana komputer untuk membuka file tersebut. Pemustaka memerlukan sarana dan sumber informasi guna menyusun karya akademiknya. Faktor kemudahan temu kembali informasi di internet dijabarkan dalam 16 pertanyaan. Pemustaka suka menggunakan fasilitas internet untuk memenuhi kebutuhan informasi baik database digital online e-book dan e journal dalam penyusunan skripsi/tesis/disertasi. Pemustaka mudah menemukan web directory atau portal site, mendownload software dan data, menggunakan alamat website: http:/www.google.com,: mudah menggunakan mesin pencari (search engine). Database digital online menurut pemustaka informasinya konsisten dari waktu ke waktu dan dapat dipercaya, tepat informasi dan variabilitas informasi dapat diakui pengukurannya. Faktor Aksesibilitas menggunakan internet Akses menggunakan internet saat ini menjadi hal yang biasa dilihat, apalagi di sekitar kampus, tidak hanya di dalam ruangan tetapi dimanapun pengguna internet berada. Seperti halnya dalam penelitian ini hanya difokuskan pada akses sumber informasi menggunakan internet di dalam ruangan Perpustakaan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada. Pemustaka menggunakan wifi setempat, apabila aksesnya lambat maka pemustaka tidak dapat mengakses informasi dengan cepat. Pemustaka ketika mengakses menggunakan internet mudah akses informasi, menggunakan database ejournal di http://www.lib.ugm.ac.id, artikel yang dibutuhkan mudah ditemukan dan terbiasa menggunakan. Ketersediaan koleksi di Perpustakaan Fakultas Filsafat UGM Ketersediaan sumber informasi ada yang berbentuk cetak dan non cetak, biasanya yang tercetak ada di ruangan koleksi perpustakaan sedangkan yang non cetak bisa diakses melalui internet. Pemustaka dapat dengan mudah menemukan informasi yang dibutuhkan di perpustakaan dalam bentuk cetak dan ada juga koleksi terbaru. Koleksi Perpustakaan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada cukup memadai dalam hal ketersediaan koleksi, kecepatan temu kembali koleksi pun juga cepat dan tepat, namun bagi mahasiswa S2 dan S3 masih dirasa kurang lengkap. Hal ini dikroscek dengan responden F (mahasiswa S3): “Beberapa karya dosen senior disini tidak mungkin ada di tempat lain... ini merupakan karya intelektual...sayangnya belum semua bisa dibuat e-book, sehingga bisa diakses dari luar UGM. Bagaimanapun juga tetap membutuhkan karya cetak civitas akademika " d) Perilaku pustakawan dalam melayani pemustaka Perilaku pustakawan dalam melayani pemustaka dalam penelitian ini ditunjukkan dengan cara pustakawan dengan ramah dibimbing ketika mencari topik-topik informasi tertentu menggunakan database digital online dan bahkan membantu menemukan solusi ketika pustakawan tidak dapat menemukan informasi yang dibutuhkan. Hasil dari kuesioner menunjukkan pustakawan dan petugas perpustakaan cukup ramah dan membantu pemustaka dalam mencari sumber informasi yang dibutuhkan. Seperti dikroscek dengan wawancara pada responden F (mahasiswa S3) “Saya dibimbing pustakawan — untuk mengakses database e-journal melalui website http:/Awww.lib.ugm.ac.id selanjutnya disarankan ke perpustakaan pusat, karena aksesnya lebih mudah dan cepat.” Saya senang di perpustakaan pusat ada pelatihan sosialisasi e-journal, hal ini membantu saya mengakses artikel-artikel asing. " DA (mahasiswa S1) “ketika kami perlu mencetak tugas-tugas perkuliahan kami dapat melakukan cetak (print), lumayan dan murah...., dan kami mahasiswa walau hanya print 1 atau 2 halaman tetap dilayani dengan ramah....” Perilaku Pemustaka Perilaku pemustaka ketika melakukan penelusuran untuk mencari sumber informasi guna penyusunan skripsi tesis, dan disertasi maka pemustaka dapat menggunakan katalog yang tersedia di perpustakaan. Kemudahan dalam mengakses informasi dalam bentuk cetak lebih nyaman. Hal ini seperti terungkap dalam wawancara Responden DA : “ Koleksi cetak di Perpustakaan Fakultas Filsafat cukup lengkap buat kami, namun kami masih perlu membaca karya-karya akademik milik universitas lainnya, seperti contoh skripsi universitas lain yang se-subjeknya™ Sedangkan Mahasiswa S3 Responden F: “Untuk disertasi saya diharuskan membaca disertasi asing dan Indonesia yang mirip atau mendekati topik saya, dan saya harus merangkumnya untuk didiskusikan dengan promotor saya. Adakah kemiripan, kedekatan atau penelitian awal, beberapa tulisan harus saya akses melalui internet sekalipun hasil penelitian lokal (Indonesia). Sedangkan tulisan ilmiah dari luar negeri juga saya akses melalui database yang dilanggankan oleh UGM, dan aksesnya saya lakukan di Perpustakaan Pusat.” Menurut pemustaka berdasarkan hasil wawancara sebagai kroscek ternyata mereka lebih menyukai menggunakan internet, seperti cuplikan berikut ini: 1. “Saya lebih suka mencari topik-topik informasi tertentu menggunakan internet™ 2. “Koleksi Perpustakaan Fakultas Filsafat lebih mudah ditemukan dibandingkan mencari informasi online guna penyusunan skripsi/tesis/disertasi” . “Saya lebih suka menggunakan sarana di Perpustakaan Fakultas Filsafat karena membuat saya lebih mudah menemukan informasi baik data primer dan data sekunder™ “Saya lebih suka menggunakan Perpustakaan Universitas Gadjah Mada dibandingkan di Perpustakaan Fakultas Filsafat UGM™ . “Ketika menggunakan internet saya lebih suka facebook, twitter, chatting daripada akses informasi untuk penyusunan skripsi/tesis/disertasi”

Conclusion

A. Kesimpulan Berdasarkan pengolahan data dan analisis hasil pengolahan data pada bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan dan saran sebagai berikut: A. Kesimpulan 15 Berdasarkan demografi responden maka pemustaka yang datang ke Perpustakaan Fakultas Filsafat UGM sebagian besar pria 50,8% orang, dengan tingkat pendidikan S1, usia responden berkisar antara 21 — 30 tahun sekitar 72,9% merupakan usia produktif, dan pendidikan responden terbanyak SI sebanyak 55%. Sedangkan pemanfaatan internet dalam sehari responden lebih suka antara 3 — 5 jam, penggunaan internet sebagai sumber pustaka dalam penyusunan skripsi, tesis dan disertasi 83,1%. Hal ini menunjukkan bahwa pemustaka lebih banyak mengakses sumber informasi melalui internet untuk menyusun skripsi, tesis, dan disertasi di Perpustakaan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada. Pemustaka memilih internet sebagai sarana mengakses informasi karena biayanya murah, informasinya up to date, dan lengkap, bisa untuk sharing informasi, dan mudah menggunakannya. Responden yang menganggap sumber informasi dari internet dapat dipertanggungjawabkan bila diakses melalui database yang dilanggankan Universitas Gadjah Mada sehingga pemustaka akan lebih senang menggunakan internet sebagai sumber informasi. Ketersediaan koleksi di Perpustakaan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada masih sangat dibutuhkan, sekalipun bentuk cetak. Analisis preferensi pemustaka terhadap penggunaan internet sebagai sumber informasi lebih banyak 83,1% dibandingkan dengan ketersediaan koleksi. Hal ini dikarenakan mudah dan cepat menemukan informasi-informasi terbaru yang dibutuhkan, dengan biaya yang lebih murah. Dengan dilanggannya database e-journal yang cukup banyak, membantu pemustaka untuk memanfaatkan sumber informasi database tersebut untuk untuk menyusun skripsi, tesis, disertasi. Akses informasi melalui internet lebih mudah terjangkau apabila akses tidak terhambat. Penggunaan alamat website http://www.lib.ugm.ac.id membantu untuk mengakses informasi database e journal yang dilanggan. Dengan menggunakan internet sebagai sarana penelusuran membantu pemustaka mengecek kembali topik penelitian yang akan dilakukan dengan penelitian penelitian yang sudah ada sebelumnya. Pustakawan dan petugas perpustakaan cukup ramah dan profesional dalam memberi layanan kepada pemustaka. Perilaku pemustaka dalam mengakses informasi melalui internet masih menggunakan notebook sendiri. Namun untuk ketrampilan mengakses ke dalam database yang dilanggankan Universitas Gadjah Mada masih perlu sosialisasi, karena belum bisa dimanfaatkan secara maksimal.B. Saran Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan dapat diberikan saran sebagai berikut: 1. Memperhatikan preferensi pemustaka diharapkan pihak fakultas bisa lebih memberikan perhatian khususnya pada akses internet ditambah kecepatannya. 2. Dengan adanya sarana laboratorium komputer yang tersedia dapat difungsikan secara maksimal bagi pemustaka untuk mengakses informasi baik melalui internet maupun intranet (database karya akademik yang dapat diakses intranet secara full text), tidak hanya untuk sarana bantu mencetak saja. 3. Perlu adanya sosialisasi database e journal yaitu cara-cara mengakses secara mendalam, sehingga semua fasilitas yang tersedia di dalam database tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal. 4. Koleksi bentuk cetak tetap dipertahankan dan lebih dilengkapi karena karya-karya akademik civitas Universitas Gadjah Mada merupakan salah satu karya perguruan tinggi vang dicari oleh perguruan tinggi lainnya.