Kembali
16
1
2022 IJAL (Indonesian Journal of Academic Librarianship) Vol 5 · 3 ISSN 2597-9957

Meningkatkan minat baca siswa melalui perpustakaan di SMAN 1 Tegalombo Pacitan

SMK Ma?arif Hasyim Asyar?i Tegalombo Pacitan; Institut Agama Islam Negeri Ponorogo; Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Abstrak

Perpustakaan sebagai sumber belajar dan penyedia informasi memiliki peran penting dalam meningkatkan minat baca siswa. Riset ini bertujuan mengetahui kebijakan, menganalisis pelaksanaan kebijakan, menganalisis faktor pendukung dan penghambat kebijakan pelayanan perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa di SMA Negeri 1 Tegalombo. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data melalui observasi partisipasi dan wawancara mendalam. Teknik analisis data menggunakan teknik interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil menunjukka n bahwa kebijakan pelayanan perpustakaan oleh kepala sekolah diantaranya promosi perpustakaan, melakukan kerjasama, reading time, pojok baca, dan kebijakan perpustakaan online (Inside Lan). Pelaksanaannya kebijakan promosi perpustakaan dengan metode dan cara yang dapat menarik kunjungan siswa, kebijakan kerjasama dilakukan dengan guru, kebijakan pojok baca dengan menyediakan fasilitas ruang baca di sudut kelas dan beberapa sudut sekolah, kebijakan Reading Time membuat jam wajib membaca sebelum pelajaran, kebijakan inside lan dengan menyediakan informasi perpustakaan online. Faktor pendukung internal berupa kebijakan kepala sekolah tentang pelayanan perpustakaan, tersedianya ruang perpustakaan, dan tersedianya layanan digital library. Sedangkan faktor penghambat berupa anggaran dana pengembangan perpustakaan yang belum maksimal.

Abstract

Libraries as learning resources and information providers have an important role in increasing students' reading interest. This research aims to determine the policy, and analyze the implementation of the policy, analyze the supporting and inhibiting factors of library service policies in increasing student interest in reading at SMA Negeri 1 Tegalombo. Using a quali tative approach with the type of case study. Collecting data through participatory observation and in -depth interviews. The data analysis technique uses Miles and Huberman's interactive technique which includes data reduction, data presentation, and conclu sion drawing. The results show that the library service policies by the principal include library promotion, collaboration, reading time, reading corner, and online library policy (Inside lan). The implementation of library promotion policies with methods and methods that can attract student visits, cooperation policies are carried out with teachers, reading corner policies by providing reading room facilities in classroom corners and several school corners, Reading Time policy making reading hours mandator y before lessons, inside lan policies with provide online library information. Internal supporting factors are the principal's policy on library services, the availability of library space, and the availability of digital library services. While the inhibi ting factor in the form of a library development budget that has not been maximized.
Keywords: Interest in reading · library service

Introduction

Perpustakaan sekolah merupakan salah satu unit yang ada di lingkungan pendidikan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Perpustakaan bersama-sama dengan sub sistem lainnya berperan penting untuk meningkatkan kualitas peserta didik melalui penyediaan berbagai sumber belajar yang memadai. Perpustakaan dengan desain ruang baca yang nyaman dan letak strategis diharapkan bisa memberi suasana lingkungan belajar yang kondusif. Kemudian dalam mendukung penyelesaian tugas-tugas pembelajaran siswa di sekolah maka perpustakaan menyediakan berbagai sumber referensi yang memadai dan memberikan informasi-informasi penting (E. Mulyasa, 2005, p. 179) Dengan demikian perpustakaan sebagai salah satu media sumber informasi diharapkan bisa memberi solusi-solusi terhadap masalah yang dihadapi siswa dalam pembelajaran. Perpustakaan hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan siswa dalam menyiapkan bahan pelajaran dan menyelesaikan tugas-tugas pembelajaran. Pentingnya perpustakaan dalam mendukung belajar mengajar di sekolah, diharapkan bisa terus berkembang dengan menambah program layanan. Layanan perpustakaan berkembang dari waktu ke waktu sejalan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat terhadap informasi (Darmono, 2001, p. 134) Masyarakat yang dimaksud merupakan masyarakat di lingkungan sekolah yang terdiri dari guru, siswa, tenaga kependidikan dan stackholder. Sebagaimana pentingnya peran perpustakaan dalam mendukung proses pembelajaran, maka kemampuan membaca siswa menjadi kunci utama dalam keberhasilan proses pembelajaran. Kegiatan membaca perlu terus dibangun dan dibudayakan bagi siswa. Penyediaan materi bacaan dari perpustakaan yang mengarah pada perluasan ilmu pengetahuan dan teknologi, misalnya buku-buku ilmiah dan non ilmiah seperti fiksi dan beberapa koleksi lain yang menarik penting dilakukan untuk meningkatkan minat baca bagi siswa. Minat adalah suatu keinginan atau kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu. Minat baca berarti suatu keinginan atau kecendurangan hati yang tinggi terhadap bahan bacaan (Sutarno NS, 2006, p. 107) Menurut sebagian kelompok orang, bahan bacaan atau koleksi ini mengandung manfaat atau nilai yang sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh pembaca yang bersangkutan. Seseorang yang berminat terhadap sesuatu karena tertarik dan ingin tahu. Oleh sebab itu orangtua seharusnya mengarahkan keingintahuan anak-anak kearah yang positif, seperti kreatif, imajinatif, dan inovatif. Namun demikian, berdasarkan hasil observasi minat membaca siswa di sekolah masih cenderung kurang. Keberadaan beberapa perpustakaan sekolah di SMA/MA Kecamatan Tegalombo Pacitan, sebagaian besar belum dimanfaatkan secara maksimal. Indikasinya banyak koleksi yang masih baru dan belum pernah tersentuh. Kemudian ketika dilihat dari slip pengembalian masih kosong, artinya buku tersebut belum ada sejarah dipinjam. Fakta lain bisa dilihat dari grafik statistik kunjungan siswa juga masih rendah. Kemudian jumlah siswa yang mendaftar menjadi anggota perpustakaan masih sedikit. Dari beberapa indikasi tersebut minat membaca siswa masih kurang dan rendah. Kondisi lain yang memprihatinkan adalah pengelolaan perpustakaan di sekolah. Dari hasil observasi peneliti pada dasarnya perpustakaan sekolah seharusnya merupakan pusat informasi di sekolah yang memberikan pelayanan yang optimal kepada siswa, disamping menjadi tempat informasi yang dikumpulkan, diorganisasikan, dan disebarkan. Namun kenyataannya hampir sebagian besar pengelolaan perpustakaan sekolah belum mencapai hasil yang maksimal. Penyediaan tempat, penempatan petugas, penyediaan sarana dan prasarana, pengalokasian dana masih terkesan seadanya. Fakta berbeda penulis temukan di SMAN 1 Tegalombo Pacitan. Perpustakaan dikelola dengan baik, dan kondisi yang menarik. Sehingga banyak siswa senang datang dan berkunjung ke perpustakaan, baik untuk membaca, mencari tugas-tugas atau sekedar refreshing. Hal ini sebagaimana yang penulis temukan di SMAN 1 Tegalombo. Minat baca yang tinggi yang ditunjukkan oleh siswa-siswa di SMAN 1 Tegalombo merupakan cermin positif dari pengelolaan perpustakaan di sekolah tersebut. Namun demikian pengembangan program masih kurang yang terlihat dari penyediaan sarana prasarana yang terbatas. Berangkat dari potensi pengalaman baik dan masalah tersebut maka penulis perlu melakukan penelitian lebih jauh tentang bagaimana peran perpustakaan SMAN 1 Tegalombo Pacitan dalam meningkatkan minat baca siswa di sekolah. Diskusi mengenai peran perpustakaan dalam meningkatkan minat baca ini pada dasarnya telah dilakukan sebelumnya, diantaranya, Umar (2013) membahas tentang peran perpustakaan yang menjadi salah satu pilar penting dalam proses pembelajaran di sekolah. Perpustakaan bersifat aktif dan dinamis dimana perpustakaan ikut mempersiapkan bahan pelajaran bagi guru dan siswa. Dalam rangka meningkatkan budaya baca, maka guru ikut memberi motivasi dan mengarahkan siswa untuk datang dan membaca koleksi di perpustakaan. Selain itu juga ada program membaca 10 menit pada jam pelajaran pertama oleh masing masing wali kelas. Kemudian menyediakan koleksi yang beragam dan bervariasi di perpustakaan agar menimbulkan rasa senang membaca bagi siswa, yang kemudian menjadi kebiasaan membaca. Kasiyun (2015) membahas tentang cara alternatif untuk meningkatkan minat baca bagi masyarakat khususnya warga sekolah. Memberikan stimulan merupakan cara untuk meningkatkan minat membaca. Keluarga, masyarakat, dan lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan keterampilan membaca. Semua elemen masyarakat seperti guru, pustakawan, dan masyarakat sama-sama memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan kegemaran membaca. Perpustakaan menjadi kekuatan efektif dalam menyediakan koleksi bacaan agar masyarakat bisa membaca tanpa harus membeli buku. Kemudian Dwijati (2006) berpendapat bahwa perpustakaan di era global memiki peran strategis dan peluang di bidang pengelolaan dan penyebaran informasi. Perpustakaan harus merespon kebutuhan pengguna untuk memperoleh informasi yang akurat, relevan dan tepat waktu. Melihat hal tersebut, tentunya perlu dilakukan optimalisasi penggunaan layanan yang ada baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Selain itu kualitas pelayanan berkaitan dengan sikap profesional pustakawan, prosedur sederhana dan suasana menyenangkan. Pada saat yang sama, jumlah layanan terkait dengan jenis dan jumlah layanan yang dapat diberikan kepada pengguna. Untuk itu, jika ketiga faktor utama pustakawan, fasilitas dan layanan terbaik memberikan dukungan bagi perpustakaan, maka perpustakaan akan berupaya meningkatkan kualitas layanan. Pengelola berusaha mendukung pelayanan yang lebih baik dengan meningkatkan pendidikan, pelatihan dan fasilitas, sehingga meningkatkan kualitas dengan meningkatkan sumber daya manusia. Semuanya akan menentukan keberadaan perpustakaan itu sendiri. Hal yang sangat penting diperhatikan adalah kepuasan pengguna dalam memenuhi kebutuhan informasi. Peran perpustakaan sekolah dijelaskan juga oleh Supriati (2021) bahwa perpustakaan sekolah berperan penting dalam memberikan informasi digital kepada siswa. Hal ini ditunjukkan dalam sebuah perencanaan program literasi digital yang dilakukan perpustakaan berbasis kelas, budaya sekolah, dan masyarakat. Proses perumusan perencanaan program literasi digital menggunakan analisis rencana kerja madrasah, analisis program sebelumnya, analisis faktor internal dan eksternal, analisis kompetensi dan potensi pelaksanaan program, dan sosialisasi. Untuk ketercapaian maksimal sesuai tujuan maka perpustakaan sekolah juga melakukan evaluasi berupa evaluasi internal oleh kepala perpustakaan dan kepala madrasah, evaluasi kinerja oleh tim pelaksana, evaluasi hasil kinerja, dan evaluasi ketercapaian program. Wulanjani, A. N., & Anggraeni, C. W. (2019) menjelaskan bahwa membaca menjadi hal yang penting dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Melalui penerapan kegiatan literasi membaca yaitu membaca 15 menit sebelum pelajaran menjadi salah satu cara agar siswa senang membaca. Baadilla & Puspita (2019) menjelaskan suatu model pembelajaran talking stick, yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam proses pembelajaran, dimana siswa diminta membaca dan memahami isi bacaan yang diberikan guru. Kemudian siswa diharapkan bisa mempresentasikan pendapatnya masing-masing. Guru memiliki macam variasi cara mengajar dan selalu mengembangkan inovasi dalam masalah minat membaca. Di antara kesamaan tulisan ini dengan sebelumnya adalah sama-sama membahas tentang peran perpustakaan dan upaya meningkatkan minat membaca baik yang dilakukan oleh perpustakaan maupun guru. Namun, dari beberapa tulisan tersebut belum ada pembahasan mendalam dari sisi kebijakan kepala sekolah tentang pelayanan perpustakaan. Berdasarkan latar belakang di atas maka peneliti merasa penting melakukan penelitian untuk melengkapi kajian sebelumnya dan menambah wawasan keilmuan terkait kebijakan pelayanan perpustakaan dalam meningkatkan minat baca. Penelitian ini membahas lebih mendalam tentang kebijakan, menganalisis pelaksanaan kebijakan, dan menganalisis faktor pendukung dan penghambat kebijakan pelayanan perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa di SMA Negeri 1 Tegalombo. Tujuannya untuk memahami apa saja kebijakan pelayanan perpustakaan, cara merumuskannya, menganalisis pelaksanaan kebijakannya, dan mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat kebijakan pelayanan perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa terhadap minat baca siswa di SMA Negeri 1 Tegalombo.

Method

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana metode ini mempunyai sifat alami yaitu sumber data deskriptif langsung, dan proses lebih penting daripada hasil. Dalam hal ini jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus yaitu penelitian hanya berfokus pada satu fenomena saja meliputi seleksi dan pemikiran, memahami secara mendalam, dan mengabaikan fenomena-fenomena lain (Syaodih Sukmadinata, 2009, p. 99). Tujuannya adalah untuk mempelajari secara mendalam tentang konteks situasi saat ini dan interaksi lingkungan dari unit-unit sosial, individu, kelompok, institusi dan masyarakat (Suryabrata, 2013, p. 80). Setiap analisis kasus berisi data berbasis wawancara, data berbasis observasi, data dokumen, kesan, dan pernyataan lain tentang kasus tersebut. Khusus untuk individu, data dapat berupa catatan klinis, data statistik tentang orang yang terlibat, informasi tentang latar belakang, resume, dan buku harian (Dedy, 2004, p. 202). Studi kasus merupakan bagian dari studi kualitatif. Karakteristik studi kasus adalah studi mendalam tentang suatu unit sosial tertentu, yang hasilnya berupa uraian unit secara lengkap dan tertata dengan baik. Bergantung pada tujuannya, ruang lingkup penelitian ini mencakup seluruh siklus hidup atau hanya bagian-bagian tertentu, penelitian tersebut dapat berfokus pada faktor-faktor tertentu tertentu, atau dapat mencakup seluruh faktor dan peristiwa. Selanjutnya pengumpulan data melalui observasi partisipasi dan wawancara mendalam. Sementara teknik analisis data menggunakan teknik Mathew B. Miles dan A. Michael Huberman, yang menawarkan metode analisis interaktif, yakni melakukan analisis data secara simultan dan terusmenerus sejak pengumpulan data, melalui proses kondensasi data(data condensation), penyajian data(data display) dan penarikan kesimpulan(conclution: drawing/verifying).(Sugiyono, 2014)

Result & Discussion

Perpustakaan sekolah memiliki peran yang sangat signifikan dalam meningkatkan minat baca siswa. Berbagai program layanan yang didukung beberapa kebijakan dari sekolah, keberadaan perpustakaan dapat dimanfaatkan menjadi ruang baca yang sangat nyaman. Membaca itu sangat penting, agar bisa memperoleh ilmu dan informasi yang aktual. Selengkaplengkapnya informasi yang diperoleh dari internet, tetap saja buku yang menjadi sumber utama. Semua buku mengandung ilmu, tetapi untuk seorang pelajar, buku pelajaran adalah bacaan yang tepat untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Pelayanan perpustakaan dalam mendukung minat baca siswa, SMA Negeri 1 Tegalombo memiliki beberapa kebijakan sebagaimana disampaikan oleh Sutrisno, kepala sekolah yaitu; promosi perpustakaan, melakukan kerjasama, program reading time, menyediakan pokok baca, menyediakan layanan OPAC (Online Public Acces Catalog). Promosi perpustakaan bertujuan untuk menarik siswa mengunjungi dan memanfaatkan koleksi perpustakaan yang ada di perpustakaan. Promosi perpustakaan berkaitan dengan program layanan yang di sediakan perpustakaan, koleksi yang dimiliki berkaitan dengan mata pelajaran, dan koleksi umum yang bisa menambah wawasan siswa. Diantara koleksi yang berhubungan dengan mata pelaran wajib yang dimiliki perpustakaan SMAN 1 Tegalombo diantaranya; Bahasa Indonesia, IPA, IPS, PPkN, Pendidikan Agama, Matematika, Bahasa Inggris, Seni dan Prakarya. Koleksi umum yang memuat materi-materi serta referensi informatif untuk menambah wawasan diantaranya; koleksi fiksi yang memuat cerita khayalan maupun cerita rakyat yang bisa memberikan hiburan bagi siswa, koleksi non fiksi tentang ilmu pengetahuan untuk menambah wawasan, koleksi ilmiah berupa hasil studi kegiatan ilmiah untuk menambah daya intelektual siswa, seperti; jurnal, handbook, buku teks dan sejenisnya. Dengan rajin datang ke perpustakaan tentu siswa akan melihat lihat judul buku, kemudian timbul ketertarikan untuk membacanya. Promosi perpustakaan dilakukan menggunakan berbagai metode dan cara, agar dapat manrik siswa untuk mau mengunjungi perpustakaan. Dengan demikian minat baca akan muncul jika dalam promosi ini berjalan dengan lancar. Strategi-strategi tersebut adalah: (a) Sosialisasi, bentuk pengenalan di awal masuk sekolah, bersamaan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah; (b) Publikasi, yaitu menyajikan berbagai informasi perpustakaan; (c) Iklan, yaitu upaya memperkenalkan perpustakaan melalui iklan-iklan yang diperagakan pada media elektronik dan atau media cetak sekolah; (d) Kontak perorangan, yaitu suatu upaya mengenalkan perpustakaan yang dilakukan untuk mempengaruhi seseorang agar dapat tertarik untuk berkunjung ke perpustakaan; (e) Insentif, yaitu suatu upaya yang berupa dorongan atau rangsangan bagi publik agar dapat tertarik pada perpustakaan (f) Penciptaan suasana yang nyaman di lingkungan perpustakaan. Program kerjasama dilakukan dengan guru mata pelajaran dalam hal kegiatan pembelajaran guru mengarahkan siswa untuk belajar di perpustakaan. Guru memberi tugas membuat makalah atau artikel yang mana informasi referensi dapat meminjam di perpustakaan. Dengan demikian siswa akan berkunjung dan membaca buku di perpustakaan sesuai dengan tugas yang diberikan oleh guru. Kerjasama dengan guru mata pelajaran dilakukan dengan sebelumnya, guru-guru tersebut melakukan koordinasi dan komunikasi dengan petugas perpustakaan untuk menyediakan materi yang berkaitan dengan tugas pembelajaran. Dan hal yang paling menggembirakan dari adanya kerjasama tersebut bahwa para siswa di lingkungan SMAN 1 Tegalombo sangat antusias dalam kegiatan program tersebut. Ini adalah nilai positif yang ditawarkan pihak sekolah dengan kebijakan program kerjasama perpustakaan sekolah dan guru. Dengan demikian, kerjasama yang dilakukan yaitu guru melakukan kegiatan pembelajaran di perpustakaan Melalui program kerjasama antara pengelola perpustakaan dengan guru mata pelajaran, maka siswa bisa melakukan kegiatan belajar di perpustakaan dan bisa meningkatkan ketertarikan siswa untuk membaca buku lain yang ada diperpustakaan. Selanjutnya program reading time, merupakan salah satu program perpustakaan yang didukung kepala sekolah untuk meningkatkan budaya baca di SMA Negeri 1 Tegalombo. Pada pelaksanaanya sekolah mewajibkan guru untuk jam wajib membaca 10 menit sebelum jam pelajaran di mulai. Dengan demikian membaca akan menjadi kebiasaan tiap hari di lakukan oleh semua siswa. Reading Time merupakan strategi yang sangat baik untuk meningkatkan minat baca. Karena dengan adanya kegiatan wajib ini, maka semua siswa wajib membaca, walaupun terpaksa dan sangat sedikit yang dibaca. Program lain yang bisa meningkatkan minat baca siswa, yakni pelayanan pojok baca. Layanan ini merupakan upaya sekolah untuk menyediakan fasilitas berupa tempat-tempat baca di sudut kelas dan beberapa sudut sekolah dengan menyediakan buku perpustakaan. Tentu penyediaan pojok baca ini tetap dipantau jumlah koleksi dan keamanan koleksi oleh petugas perpustakaan. Perpustakaan membentuk tim yang terdiri dari perwakilan siswa dari masing masing kelas untuk menjadi pengurus dan mengelola koleksi yang di sediakan di pojok baca. Disana juga disediakan absensi pengunjung, dimana siswa menuliskan tanggal kunjungan, nama siswa, judul buku yang dibaca, dan membubuhkan tanda tangan sebelum membaca. Terkahir program perpustakaan dengan sistem online (Inside Lan), bapak Hadi Winoto kepala perpustakaan menyampaikan bahwa kebijakan pelayanan perpustakaan meyediakan layanan OPAC (Online Public Acces Catalog) dimana siswa dapat melakukan penelusuran judul-judul buku koleksi yang dilimiki perpustakaan SMAN 1 Tegalombo secara online. Sistem layanan ini memberikan informasi terkait judul buku, pengarang, penerbit, kota terbit, dan tahun terbit. Dan bukunya dapat di pinjam dengan datang langsung ke perpustakaan. Program ini juga sangat bermanfaat pada situasi pandemi Covid-19. Dalam proses perpustakaan online (inside lan) ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Tegalombo, yakni scanning, editing, uploading. Kegiatan ini dilakukan terutama untuk koleksi yang rusak. Penyediaan komputer server, jaringan internet, mesin scanner, dan lain-lain; sebelum menyiapkan koleksi yang akan di digitalkan. Selain itu, kegiatan lanjutannya adalah mengelola pelayanan serta fasilitas online nya. Diantaranya dalam bentuk file-file pdf atau ebook, buku yang telah ada di perpustakaan konvensional, hanya men-scan sampul judul dan memberikan sinopsis dari buku tersebut, dan koleksi berupa video compact disc (VCD) dan ada pula foto-foto. Selebihnya, siapapun bisa mengakses dan menggunakan layanan perpustakaan, tanpa harus datang langsung keperpustakaan. Dengan adanya berbagai kebijakan yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Tegalombo ini diketahui bahwa minat baca siswa semakin terlihat mengalami peningkatan. Kebijakan yang dibuat oleh seluruh komponen sekolah tersebut, tentang pelayanan dan pengelolaan perpustakaan menghasilkan sesuatu yang sangat memuaskan. Hal ini sangat terlihat dari hasil wawancara peniliti dengan beberapa siswa siswi di SMA Negeri 1 Tegalombo. Mereka rata-rata mengatakan bahwa awalnya memang sangat terpaksa, tapi pada akhirnya bnyak yang semakin cinta dengan buku. Minat baca itu pada dasarnya timbul dari hati nurani dari masing-masing individu. Akan tetapi, untuk memunculkan kesadaran tersebut sangat perlu bantuan dan motivasi dari berbagai pihak internal maupun eksternal. Pihak-pihak tersebut kemudian membuat sebuah kebijakan dalam meningkatkan pelayanan perpustakaan di SMAN 1 Tegalombo. Dalam pelaksanaannya pelayanan perpustakaan kebijakan layanan perpustakaan di SMAN 1 Tegalombo memiliki faktor pendukung internal dana eksternal. Faktor internal, yakni; adanya sumber daya manusia perpustakaan yang berkompeten dengan kualifikasi pendidikan sarjana di bidang ilmu perpustakaan, tersediaanya sarana prasarana komputer, scan dan fasilitas lain yang memadai, tersedianya ruang perpustakaan yang strategis dan nyaman, tersedianya berbagai koleksi yang mendukung mata pelajaran dan koleksi umum yang bisa menambah wawasan siswa dan, tersedianya aplikasi perpustakaan online; dimana pengelolaan koleksi yang meliputi: pengecekkan bahan pustaka atau koleksi baru, penentuan subjek, pemberian katalog, pembuatan perlengkapan fisik seperti label, kartu buku, slip, dan stempel, entri ke buku induk, inventarisasi, peminjaman, pengembalian dan daftar hadir pengunjung yang menggunakan sistem komputer. Ini merupakan kekuatan yang dimiliki perpustakaan SMAN 1 Tegalombo sebagai faktor pendukung lancarnya kegiatan pelayanan perpustakaan. Kemudian faktor pendukung eksternal diluar perpustakaan berupa kebijakan dari kepala sekolah, tentang pelayanan perpustakaan, seperti; kebijakan promosi perpustakaan, kebijakan melakukan kerjasama, kebijakan program reading time, kebijakan menyediakan pokok baca, kebijakan menyediakan layanan OPAC (Online Public Acces Catalog). Ini artinya sangat mendukung dan memudahkan pengelola perpustakaan dalam menjalankan programnya karena memiliki legalitas yang kuat. Sedangkan faktor penghambat kebijakan layanan perpustakaan di SMA Negeri 1 Tegalombo dari sisi internal: (1) kurangnya pengawasan sehingga seringnya terjadi buku rusak dan bahkan hilang, (2) jumlah eksemplar koleksi yang terbatas, ditambah adanya keterlambatan pengembalian buku sehingga mengurangi kesempatan bagi siswa lain untuk meminjam buku, (3) penyalahgunaan kartu anggota perpustakaan dimana kartu dipinjamkan kepada anggota lain, (4) meja kursi baca masih sedikit, (5) ruangannya pelayanan dan ruang baca masih menjadi satu sehingga mengurangi ketenangan siswa dalam membaca. Harusnya ada ruang untuk mengolah dan memelihara bahan pustaka, ruang bagi pengguna perpustakaan, dan tempat pengelolaan perpustakaan). Selanjutnya faktor eksternalnya yang menjadi penghambat pengembangan perpustakaan adalah anggaran dana yang terbatas dan cenderung kurang, dukungan dari lingkungan keluarga siswa untuk mengarahkan siswa rajin membaca.

Conclusion

Hasil penelitian menunjukkan bahwa; Upaya yang dilakukan SMA Negeri 1 Tegalombo untuk meningkatkan minat baca siswanya adalah melalui berbagai kebijakan, di antaranya dengan melakukan promosi perpustakaan, melakukan kerjasama dengan guru mata pelajaran, reading time, pojok baca, serta perpustakaan online (Inside Lan). Dengan adanya berbagai kebijakan tersebut, minat baca siswa semakin terlihat mengalami peningkatan. Minat baca itu pada dasarnya timbul dari hati nurani dari masing-masing individu. Akan tetapi, untuk memunculkan kesadaran tersebut sangat perlu bantuan dan motivasi dari berbagai pihak internal maupun eksternal. Kebijakan layanan perpustakaan untuk meningkatkan pelayanan dan minat baca siswa SMA Negeri 1 Tegalombo dipengaruhi oleh berupa faktor pendukung dan penghambat baik secara Internalnya maupun eksternal, yakni; melakukan promosi perpustakaannya menggunakan berbagai metode, melakukan kerjasama dengan guru mata pelajaran, menyediakan fasilitas berupa tempattempat baca di beberapa sudut sekolah (pojok baca), waktu baca (Reading Time), perpustakaan online (Inside Lan), menambah koleksi perpustakaan seperti bahan bacaan ringan untuk rekreasi seperti; komik, buku bergambar, buku cerita dan lain-lain. Sebagai rekomendasi dan saran penulis berharap hasil penelitian ini dapat dikembangkan pada perpustakaan sekolah lain, dan dikembangkan dalam penelitian selajutnya dengan tema yang lebih menarik.