Kembali
16
1
2018 PUBLIS (Publication Library and Information Science) Vol 2 · 2 ISSN 2598-7852

RESTORASI BAHAN PUSTAKA DI SMP BINA TAMA PALEMBANG

Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang; Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang; Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang; Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang; Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Abstrak

Kerusakan bahan pustaka merupakan hal yang sering dialami oleh setiap perpustakaan, khususnya pada jenis perpustakaan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab kerusakan bahan pustaka dan cara mengatasi bahan pustaka di Perpustakaan SMP Bina Tama, Palembang. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang memberikan gambaran mengenai apakah faktor penyebab kerusakan bahan pustaka serta bagaimana cara restorasi bahan pustaka. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi mengamati langsung dilapangan, serta wawancara kepada pengelola perpustakaan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bawah faktor penyebab kerusakan bahan pustaka di Perpustakaan SMP Bina Tama Palembang terbagi atas dua yaitu: kerusakan yang diakibatkan oleh siswa-siswi dan kerusakan yang diakibatkan oleh serangga yakni kecoa dan rayap. Adapun penanggulangan yang dilakukan pustakawan yaitu pemberian sanksi kepada pemustaka, pembersihan debu di rak dan pemberian kapur barus kesela- sela buku.

Abstract

Damage to library materials is something that is often experienced by each library, especially in the type of school library. This study aims to determine the factors that cause damage to library materials and how to deal with library materials at the Bina Tama Middle School Library, Palembang. This research is descriptive with a qualitative approach that provides an overview of what factors cause damage to library materials and how to restore library materials. Data collection techniques are carried out by observing directly in the field, as well as interviewing the school library manager. The results showed that the factors causing damage to library materials at the Palembang Bina Tama Middle School Library were divided into two, namely: damage caused by students and damage caused by insects namely cockroaches and termites. The response carried out by librarians is giving sanctions to users, cleaning dust on the shelves and giving camphor between books.
Keywords: Library Material Damage · School Library · Preservation of library materials

Introduction

Pengertian perpustakaan menurut Sulistyo Basuki (1991) perpustakaan adalah sebuah ruangan, bagian dari gedung, atau gedung itu sendiri yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu untuk digunakan pembaca bukan untuk dijual. Dan Menurut IFLA (International Federation of Library Association) perpustakaan merupakan kumpulan bahan tercetak dan non cetak atau sumber informasidalam komputer yang tersusun secara sistematis untuk kepentingan pemakai (Sulistyo-Basuki, 1991) Dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa perpustakaan merupakan suatu tempat yang di dalamnya terdapat kumpulan berbagai informasi baik cetak maupun non cetak yang disusun secara sistematis untuk memenuhi berbagai kebutuhan pengguna. Pengertian restorasi menurut Sutarno yaitu suatu kegiatan perbaikan koleksi langka yang sudah rusak agar dapat dipergunakan lagi dalam keadaan utuh dan lengkap (Sutarno, 2008). Pengertian restorasi menurut IFLA (International Federation Library of Association) dalam jurnal Joachim Wieder yaitu perbaikan yang merujuk pada pertimbangan dan cara yang digunakan untuk memperbaiki bahan pustaka dan arsip yang rusak, hal ini mencangkup adanya kebijakan spesifik dan teknis yang terlibat dalam melindungi bahan perpustakaan dari kerusakan dan kehancuran, termasuk metode dan teknik yang dibuat oleh teknis konservator (Fatmawati, 2018). Dalam melakukan restorasi harus memperhatikan metode yang sesuai dan teknik bahan yang sesuai dengan bahan asli dokumennya, karena jika tidak sesuai maka hasil menjadi tidak seperti dokumen asli. Untuk menjaga keaslian dokumen, pada waktu membersihkan noda pada dokumen biasanya dengan penghilangan warna, namun kemudian jika saat membersihkan noda tetapi karena juga ikut hilang maka harus dilakukan pewarnaan ulang walaupun warna dokumen tidak asli lagi. Sedangkan menurut Sutarno dalam jurnal Neneng Asaniyah restorasi adalah suatu kegiatan perbaikan koleksi langka yang sudah rusak agar dapat di pergunakan lagi dalam keadaan utuh dan lengkap (Asaniyah, 2017). Jadi dapat disimpulkan bahwa restorasi yaitu pelestarian bahan pustaka dengan teknik yang sesuai dengan kerusakan bahan pustaka, tujuannya agar koleksi tersebut dapat di pergunakan lagi. Sekolah merupakan tempat berlangsungnya kegiatan proses belajar mengajar para siswa dan tenaga pendidik. Tujuan diadakannya sekolah tidak lain yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana tercantum di Undang- Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 pasal 3 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, memiliki kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan (Yusuf, 2007). Untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut diperlukan banyak sarana dan prasarana salah satunya adalah tersedianya perpustakaan sekolah. Perpustakaan sekolah merupakan salah satu sarana pendukung sekolah yang wajib disediakan oleh sekolah di mana tempat perpustakaan tersebut berada (Lasa, 2002). Peran utama sebuah perpustakaan sekolah yaitu menyimpan dan menyediakan bahan-bahan pustaka dan ruang baca yang nyaman bagi para pengunjungnya. Penyelenggaraan perpustakaan sekolah itu sendiri (Almah, 2012) Mengacu kepada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Di mana pada pasal 35 tersebut dikemukakan bahwa salah satu sumber belajar yang amat penting tetapi buka satu-satunya adalah perpustakaan, yang harus memungkinkan para tenaga kependidikan dan para peserta didik memperoleh kesempatan untuk memperluas dan memperdalam pengetahuan melalui membaca buku dan koleksi lain yang diperlukan (Yusuf, 2007). Bahan pustaka atau koleksi perpustakaan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan di sini, mengingat koleksi-koleksi tersebut akan digunakan oleh para pengunjungnnya. Supaya bahan pustaka dapat terus digunakan oleh yang membutuhkan, maka pihak perpustakaan harus menjaga keutuhan bahan pustaka tersebut. Hal ini dilakukan agar informasi dan ilmu pengetahuan yang berada di dalamnya tidak hilang dan rusak. Perpustakaan SMP Bina Tama Palembang merupakan salah satu perpustakaan SMP di Kecamatan Sako Sumatera Selatan. SMP Bina Tama Palembang merupakan sekolah menengah pertama swasta yang terletak di jalan Mgs.H.A.Rachman, Sako Palembang dengan dipimpin oleh bapak Kgs. Fathillah dan dibantu oleh para guru-guru yang berjumlah 29 orang. Sekolah SMP ini terdiri dari kelas 7, kelas 8 dan kelas 9. Saat ini perpustakaan tersebut memiliki beberapa kegiatan, seperti kegiatan pengadaan, sirkulasi serta kegiatan perawatan. Kegiatan perawatan merupakan kegiatan yang paling sering dilakukan oleh pengelola perpustakaan sekolah ini dikarenakan tingginya tingkat kerusakan bahan pustaka yang ada di perpustakaan yang diperolah dari laporan pengelola perpustakaan. Dari data yang telah diperoleh bahwa restorasi bahan pustaka di perpustakaan SMP Bina Tama Palembang yaitu karena restorasi sangat penting untuk setiap koleksi perpustakaan. Hal ini menarik untuk diteliti, sebagaimana yang telah diungkapkan di atas bahwa koleksi perpustakaan merupakan hal yang mendapat perhatian utama oleh setiap pengunjung perpustakaan. Oleh karena itu, penting untuk diketahui, sudah sepatutnya perpustakaan sekolah menyediakan koleksi-koleksi yang siap untuk dimanfaatkan oleh pengunjungnya. 2. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan uraian singkat yang dikemukakan di atas, maka dapat dirumuskan masalah penelitian yaitusebagai berikut: 1. Apa-apa saja faktor penyebab kerusakan bahan pustaka di Perpustakaan SMP Bina Tama Palembang? 2. Bagaimana restorasi bahan pustaka di Perpustakaan SMP Bina Tama Palembang? 3. TUJUAN PENELITIAN Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini yaitu : 1. Untuk mengetahui faktor penyebab kerusakan bahan pustaka di Perpustakaan SMP Bina Tama Plembang. 2. Untuk mengetahui bagaimana restorasi bahan pustaka di Perpustakaan SMP Bina Tama Palembang. TINJAUAN TEORITIS a. Definisi Analisis Analisis bisa sebagai kajian yang dilaksanakan terhadap sebuah bahasa guna meneliti struktur bahasa tersebut secara mendalam. Sedangkan pada kegiatanlaboratorium untukmemeriksa suatu zat atau cuplikan. Sedangkan dalam kamus besar ekonomianalisis yaitu melakukan evaluasiterhadap kondisi dari pos-pos atau ayat-ayat yang berkaitan dengan akuntansi danalasan-alasan yang memungkinkantentang perbedaan yang muncul.Analisis adalah kegiatan berfikir untukmenguraikan suatu keseluruhan menjadikomponen, sehingga dapat mengenaltanda-tanda komponen, hubungannyasatu sama lain dan fungsi masing-masingdalam satu keseluruhan yang terpadu (Komarudin, 1986). b. Definisi Bahan Pustaka Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia bahan diartikan segala sesuatu yang dapat dipakai atau diperlukan untuk tujuan tertentu. Sedangkan bacaan memiliki artibuku, yang dibaca (Sutarno, 2002). Sedangkan pustaka mempunyai arti buku (Gunawan, 2000) Bahan pustaka memiliki peran penting dalam sebuah perpustakaan sekolah karena dapat mendukung proses belajar-mengaja di sekolah tersebut. Kurangnya jumlah bahan pustaka atau kualitas yang tidak baik pada bahan pusataka sebuah perpustakaan juga akan mempengaruhi proses belajar mengajar (Yulia, 2014). c. Pengertian Perpustakaan Sekolah Perpustakaan sekolah merupakan merupakan semua perpustakaan yang ada atau diselenggarakan disekolah baik itu sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas sampai sekolah lanjutan seperti perguruan tinggi (Muljani, 1983) d. Penyebab Kerusakan Bahan Pustaka Masalah kerusakan bahan pustaka telah menjadi bahan pembicaraan semenjak zaman Aristoteles (335 SM) para cendikiawan telah membuktikan bahwa berbagai jenis serangga tertentu adalah perusak bahan pustaka (Martoatmodjo, 1997). Bahan pustaka yang terbuat dari kertas merupakan bahan yang mudah terbakar,mudah sobek, mudah rusak karena pengguna, mudah timbul noda dan sebagainya. Kekuatan kertas semakin lama semaki menurun, akibatnya kertasakan berubah warna menjadi kuning kecoklatan dan akhirnya menjadi rapuh dan hancur. Walaupun demikian cepat atau lambat proses kerusakan pada kertas tergantung juga dari mutu kertas daniklim daerah di mana kertas itu berada serta cara perawatannya. Jenis perusak bahan pustaka di daerah yang beriklim sedang atau tropis berbeda dengan perusak bahan pustaka dari daerah beriklim dingin begitu pula cara penanggulangannya. Di daerah yang beriklim tropis memiliki perusak bahan pustaka yang lebih banyak dan ganas dari daerah yang beriklim dingin. Menurut Martoatmodjo (1997) kerusakan bahan pustaka secara garis besar dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu: 1. Faktor Fisika Kerusakan bahan pustaka salah satunya disebabkan oleh fisika. Faktor fisika yang dapat merusak bahan pustaka adalah debu, suhu dan kelembaban, cahaya. Debu dapat masuk secara mudah ke dalam ruang perpustakaan melalui pintu, jendela, atau lubang-lubang angin perpustakaan. Apabila debu melekat pada kertas, maka akan terjadi reaksi kimia yang meninggikan tingkat keasaman pada kertas. Kemudian kerusakan yang diakibatkan oleh suhu yangg terlalu tinggi dapat menyebabkan perekat pada jilidan buku menjadi kering, sedangkan jilidannya sendiri menjadi longgar, hubungan suhu dan kelembaban sangat erat. Jika suhu naik kelembaban turun dan kandungan air dalam kertas akan berkurang sehingga kertas menyusut.dan jika udara lembab maka kandungan air dalam kertas akan meningkat. Kerusakan yang diakibatkan oleh cahaya yaitu kertas yang kepanasan akan rusak berubah warna menjadi kuning dan rapuh akhirnya rusak. 2. Faktor Kimia Terjadinya reaksi oksidasi dan hidrolis menyebabkan susunan kertas yang terdiri atas senyawa-senyawa kimia akan terurai. Oksidasi pada kertas yang terjadi karena adanya oksigen dari udara menyebabkan jumlah gugusan karbonat dan korboksil bertambah dan diikuti dengan memudarnya warna kertas. 3. Faktor Biologi Hal yang sangat perlu diperhatikan oleh pustakawan dalam memelihara bahan pustaka adalah binatang pengerat serangga, dan jamur. Karena bahan pustaka terdiri dari kertas dan perekat yang merupakan sumber makanan bagi mahluk tersebut. Oleh sebab itu bahan pustaka harus dipelihara agar tidak habis. 4. Faktor Lain a. Manusia Manusia dapat bertindak sebagai penyayang buku, tetapi juga bisa menjadi perusak buku yang hebat. Berdasarkan kenyataan yang ada, kerusakan buku terjadi karena ulah manusia. Misalnya, pembaca di perpustakaan secara sengaja merobek bagian tertentu dari sebuah buku. b. Bencana alam seperti kebakaran atau banjir, dapat mengakibatkan kerusakan koleksi bahan pustaka dalam jumlah besar dann dalam waktu yang relatif singkat. e. Pencegahan Dalam mencegah kerusakan bahan pustaka hendaklah disesuaikan dengan faktor-faktor kerusakan yang terjadi padabahan pustaka, misalnya: a. Mencegah keruskan faktor fisika b. Mencegah kerusakan karena faktor kimia c. Mencegah kerusakan karena faktor biologi d. Mencegah kerusakan karena faktor lain seperti oleh manusia dan bencana alam

Method

a. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Menurut Bogdan dan Taylor yang dikutip oleh Moloeng metode kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang diminati (Moleong, 2002) b. Sumber Data Adapun jenis dan sumber data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah : 1. Data Primer Data primer yaitu data yang dipeeoleh langsung dari sumber data yakni ibu Pipit yang menjabat sebagai pustakawan di SMP Bina Tama Palembang. 2. Data Sekunder Data sekunder yaitu data yang sumbernya diperoleh dari beberapa buku dan hasil penelitian yang relevan dengan maslah penelitian ini. c. Instrumen Penelitian Dalam melakukan penelitian ini penulis mengunakan instrumen penelitian berupa tabel wawancara yakni sejumlah daftar yang berisi pertanyaan yang akan diberikan kepada informan sebagai upaya untuk mendapatkan keterangan yang dibutuhkan sesuai dengan judul yang diteliti. Smart Phone Vivo Y21 yakni alat yang digunakan peneliti untuk merekam dan mendokumentasikan suatu penelitiann sesuai dengan judul yang akan diteliti yakni restorasi bahan pustaka di SMP Bina Tama Palembang. d. Teknik Pengumpulan Data Dalam mengumpulkan data ada dua cara yang dipakai, yaitu : 1. Library Research (data kepustakawanan) yaitu pengumpulan data atau penyelidikan melalui perpustakaan dengan membaca buku-buku karya ilmiah yang ada huibungannya dengan permasalahan yang di bahas. 2. Field Research (data lapangan) yaitu berdasarkan hasil yang diperoleh melalui penelitian lapangan dalam artian penulis mengadakan penelitian melalui orang yang dianggap tahu mengenai hal yang berhubungan dengan permasalahan yang akan dibahas.

Result & Discussion

Berikut hasil penelitaian sekaligus pembahasan yang berdasarkan rumusan masalah yang telah disebutkan sebelumnya. a. Faktor-Faktor Penyebab Kerusakan Bahan Pustaka di SMP Bina Tama Palembang Masalah kerusakan bahan pustaka telah menjadi bahan pembicaraan semenjak zaman Aristoteles, kerusakan bahan pustaka juga telah menjadi hal yang lumrah pada setiap jenis perpustakaan. Beberapa diantara perpustakaan tersebut memiliki tingkat kerusakan yang ditinggi dibanding dengan perpustakaan lainnya. Tentu ada hal-hal yang mengakibatkan bahan pustaka di SMP Bina Tama Palembang. Keruskan bahan pustaka yang diakibatkan oleh faktor lain dan juga faktor biologi, seperti : a. Manusia Manusia dapat bertindak sebagai penyayang buku, tetapi juga bisa menjadi perusak buku yang hebat. Berdasarkan kenyataan yang ada, kerusakan buku terjadi karelahh ulah manusia. Misalnya, pembaca di perpustakaan secara sengaja merobek bagian tertentu dari sebuah buku. b. Bencana alam seperti kebakaran atau banjir, dapat mengakibatkan kerusakan koleksi bahan pustaka dalam jumlah besar dann dalam waktu yang relatif singkat. c. Hal yang sangat perlu diperhatikan oleh pustakawan dalam memelihara bahan pustaka adalah binatang pengerat serangga, dan jamur. Karena bahan pustaka terdiri dari kertas dan perekat yang merupakan sumber makanan bagi mahluk tersebut. Oleh sebab itu bahan pustaka harus dipelihara agar tidak habis. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang terjadi di perpustakaan SMP Bina Tama Palembang yaitu sebagai berikut : 1. Kerusakan bahan pustaka yang disebabkan oleh manusia yang ada di perpustakaan SMP Bina Tama Palembang yakni bersumber dari pemustakanya atau siswanya sendiri, seperti mencoret, dan merobek-robek bahan pustaka yang ada di perpustakaan. Bahkan ada beberapa buku yang terlepas dari sampulnya. Berdasarkan wawancara kepada pustakawan yaitu ibu Pipit bahwa banyak siswa-siswi yang tidak menghargai koleksi perpustakaan sendiri, bahkan hingga merobek dan mencoret isi buku tersebut. Ini menyangkut karakter siswa-siswi yang tentu berasal dari lingkungan yang berbeda-beda. Dari jawaban diatas dapat dikatakan bahwa hal tersebut merupakan hal yang memang sering terjadi di perpustakaan sekolah. Di usia siswa-siswi seperti ini terkadang memang ada tindakan-tindakan yang kurang dipahami oleh para siwa-siswi sebagai tindakan yang tidak beretika, mencoret terlebih lagi merobek bahan pustaka tentu saja dapat merugikan orang lain. 2. Keruskan bahan pustaka yang diakibatkan oleh binatang pengerat seperti (tikus, serngga seperti rayap, kecoa, ikan perak, kutu buku, kumbang), dan jamur. Binatang-binatang seperti ini merupakan musuh setiap pustakawan atau pengelola pepustakaan, binatang-binatang seperti ini juga jika tidak diantisipasi secepat mungkin dapat memberikan kerusakan yang parah terhadap koleksi perpustakaan. Dari komentar ibu Pipit sebagai pustakawan perpustakaan tersebut bahwa banyak terdapat koleksi perpustakaan yang dimakan oleh rayap. Bahkan rak perpustakaan yang juga terbuat dari kayu menjadi santapan rayap tersebut. Selain itu, terkadang ada siswa-siswi yang meletakkan sisa makanan atau minuman ke dalam perpustakaan yang akhirnya dapat memancing binatang kecoa dan semut. Penyebab ini mungkin sering terabaikan oleh pustakawan. b. Upaya Restorasi Bahan Pustaka di Perpustakaan SMP Bina Tama Palembang Dari hasil penelitian yang telah didapatkan di atas tentang faktor penyebab kerusakan bahan pustaka di Perpustakaan SMP Bina Tama Palembang maka selanjutnya peneliti akan membahas mengenai upaya penanggulan penyebab kerusakan bahan pustaka di Perpustakaan SMP Bina Tama Palembang. Perbaikan kerusakan bahan pustaka di Perpustakaan SMP Bina Tama Palembang salah satu upaya yang dilakukan untuk melestarikan bahan pustaka agar dapat di peergunakan lebih lama. Untuk mengatasi kerusakan bahan pustaka maka pustakawan akan menyesuaikan faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab kerusakan bahan pustaka tersebut. Adapun upaya yang dilakukan pengelola perpustakaan dalam mengatasi penyebab kerusakan bahan pustaka di Perpustakaan SMP Bina Tama Palembang sebagai berikut : 1. Sanksi Menerapkan sanksi kepada pemustaka yang merusak bahan pustaka dan mengganti buku yang dirusak oleh pemustaka sesuai dengan bahan pustaka yang dirusak atau dengan membayar sesuai dengan harga buku yang dirusak. 2. Pembersihan dan kapur barus Adapun upaya yang dilakukan pustakawan dalam mengatasi faktor kerusakan bahan pustaka yang diakibatkan oleh serangga maupun yang lainnya di perpustakaan SMP Bina Tama Palembang yaitu membersihkan debu yang ada dirak buku, kemudian membungkus kapur barus dan meletakkannya di sela-sela buku sehingga serangga tersebut tidak lagi merusak. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kerusakan bahan pustaka di perpustakaan SMP Bina Tama Palembang yaitu disebabkan oleh siswa-siswi dan juga binatang pengerat. Dilakukannya restorasi untuk melestarikan bahan pustaka tersebut dan agar bahan pustaka tersebut bisa dimanfaatkan dan dipergunakan kembali oleh siswa-siswi SMP Bina Tama Palembang. Agar hal seperti kerusakan bahan pustaka yang terjadi di SMP Bina Tama akibat siswa-siswi dan juga binatang pengerat tidak terjadi lagi maka, hal yang dapat dilakukan adalah memberi sanksi kepada siswa-siswi yang merusak bahan pustaka tersebut dan untuk mencegah kerusakan akibat binatang pengerat hal yang dapat dilakukan adalah membersihkan debu dirak, meletakan kapur barus sehingga hewan tersebut tidak datang dan merusak.

Conclusion

Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan dengan cara mewawancarai pustakawan atau pegawai perpustakaan tentang faktor penyebab kerusakan bahan pustaka di perpustakaan SMP Bina Tama Palembang dan cara restorasi bahan pustaka di SMP Bina Tama Palembang. Untuk itu penulis mengemukakan beberapa kesimpulan antara lain sebagai berikut : 1. Kerusakan bahan pustaka yang diakibatkan oleh manusia 2. Kerusakan bahan pustaka yang diakibatkan oleh binatang pengerat dan jamur. Ternyata faktor mahluk hidup adalah penyumbang terbesar kerusakan bahan pustaka di SMP Bina Tama dan kerusakan akibat mahluk hidup tersebut sangat fatal jika dibiarkan terus menerus oleh pengelola perpustakaan. Adapun upaya restorasi bahan pustaka di perpustakaan SMP Bina Tama Palembang yaitu dikenakan sanksi kepada pemustaka yang merusak bahan pustaka dan mengganti bahan pustaka sesuai dengan bahan pustaka yang dirusak atau dengan membayar sesuai dengan harga buku yang dirusak. Kemudian upaya restorasi yang diakibatkan oleh binatang pengerat dan jamur yaitu membersihkan debu yang ada dirak buku dan kemudian membungkus kapur barus dan meletakkannya di sela-sela buku sehingga serangga tersebut tidak dapat lagi merusaknya. Upaya yang dapat peneliti tarik yaitu selalu menjaga kebersihan, tidak membuang sampah atau kotoran lain di sembarang tempat pada saat di dalam perpustakaan agar binatang pengerat tidak datang untuk merusak bahan pustaka dan juga memberi sanksi yang tegas bagi pustakawan kepada pemustaka yang merusak bahan pustaka.