Kembali
16
1
2019 PUBLIS (Publication Library and Information Science) Vol 3 · 1 ISSN 2598-7852

ANALISIS PENERIMAAN DAN KEPUASAN PEMUSTAKA TERHADAP SISTEM INFORMASI DI PERPUSTAKAAN INSTITUT SENI INDONESIA SURAKARTA

ISI Surakarta

Abstrak

Penelitian ini berjudul Analisis Penerimaan dan Kepuasan Pemustaka terhadap Sistem Informasi di Perpustakaan Institut Seni Indonesia Surakarta ””. Tujuan penelitian untuk menguji penerimaan dan kepuasan pemustaka menggunakan Model End User Computing Satisfaction (EUCS) yang dikembangkan oleh Doll dan T orzhadeh (1998). Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yakni meneliti sekelompok manusia, suatu objek tertentu dengan tujuan membuat deskripsi, gambaran sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta fakta, sifat sifat, hubun gan antara fenomena yang diteliti. Subjek penelitian adalah para pengguna akhir sistem informasi di Perpustakaan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Pengguna sistem informasi di dalam penelitian ini merupakan pemustaka (responden) potensial yang secara acak (random) ditemui di perpustakaan dan diberikan kuisioner yang terdiri dari 20 pernyataan. Variabel penelitian merupakan variabel dalam model EUCS yakni mencakup isi ( akurasi (accu racy)racy), bentuk (format), kemudahan penggunaan (ease of use) dan ketepatan waktu informasi (time liness ) dalam sistem informasi untuk mendukung pelayanan di Perpustakaan ISI Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan sistem informasi perpusta kaan telah diterima dengan baik oleh pemustaka dan pemustaka merasakan manfaat yang tinggi. Pemustaka menyatakan sudah cukup puas menggunakan sistem informasi perpustakaan. Namun pada dimensi keakuratan (accuracy) dan kecepatan (timeli nes) pemustaka merasa kurang puas dengan kinerja sistem informasi. Diharapkan penelitian ini menjadi landasan bagi pihak perpustakaan dalam menentukan kebijakan terkait dengan pengembangan sistem informasi perpustakaan, perbaikan dan penyempurnaan sistem informasi yang sudah ada di Perpustakaan ISI Surakarta.

Abstract

This research is entitled "Analysis of Acceptance and Satisfaction of Library Users to System Infor mation at the Library of the Indonesian Institute of Art s at Surakarta ". The purpose of the study is to test the acceptance and satisfaction of library user s using End User Computing Satisfaction Model (EUCS) developed by Doll and Torzhadeh (1998). Metho ds in this study using a quantitative approach, namely to examine a group of people, a particular object with the aim of making a systematic, factual and accurate description, description of the facts, properties, the relationship between the phenomena stu died. Research subjects are end users information system at the Indonesian Institute of The Art s (ISI) Library, Surakarta. System users the information in this study is a random potential user ( encountered in the library and given a questionnai re consisting of 20 statements. The research variables are variables in EUCS model that includes content, accuracy, form (format), ease of use (ease of use) and timeliness information (time) in the information system to support services in the ISI Library Surakarta. The results show that the library information system has been received with both by the user and the user who feels the high benefit. The reader states are quite satisfied using library information system. But on dimensions accuracy and speed (t imelines s ) library users feel less satisfied with the performance information systems.
Keywords: library information system · End User Computing Satisfaction · acceptance and satisfaction

Introduction

Era globalisasi telah menuntut segala informasi dapat diakses secara cepat dan pra ktis. Implementasi dan perkembangan Teknologi Informasi (TI) dalam suatu organisasi atau lembaga mempunyai dampak yang sangat berarti, baik dalam sistem yang berlaku maupun sumber daya manusia yang ada. Sumber daya manusia merupakan faktor utama sebagai p endukung dari pada implementasi sistem ini. Namun, dampak dari pengembangan sistem TI tersebut bukan merupakan halangan. Sikap antisipatif dengan cara memotivasi kerja staf merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan dan dikembangkan, yaitu dengan c ara merubah paradigma, pelatihan secara intensif dan melibatkan secara langsung dalam penerapan dan pengembangannya. Penggunaan TI sudah tidak asing lagi bagi para pengelola perpustakaan, terutama bagi mereka yang telah mendapat kesempatan untuk menambah wawasan, baik melalui pendidikan, seminar, lokakarya, atau membaca literatur sendiri atau memperoleh informasi dari media massa. Telah banyak teknologi informasi diaplikasikan di perpustakaan. Hal ini tentunya untuk meningkatkan keberadaan perpustakaan yan g akhirnya bermuara pada peningkatan kualitas dan kuantitas layanan. Menurut Sulistyo Basuki (1991), teknologi informasi adalah teknologi yang digunakan untuk menyimpan, menghasilkan, mengolah, serta menyebarluaskan informasi. Informasi ini mencakup 4 kat egori yaitu (a) numerik, lazimnya berupa angka; (b) audio, lazimnya berupa suara; (c) teks, lazimnya berupa tulisan; dan (d) citra, lazimnya berupa gambar dan santir ( Sedangkan sistem menurut Lucas (dalam Kumorotomo, 194: 8) diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel variabel yang terorganisasi, saling berinteraksi, saling bergantung satu sama lain dan terpadu Selanjutnya, Davis (1988: 28) menyatakan informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentu k yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang. Berdasarkan definisi ini, maka dapat dikatakan bahwa sebuah informasi adalah data yang mempunyai makna, artinya ketika sesuatu hal (data) tidak mempunyai makn a maka belum dapat dikatakan sebagai sebuah informasi. Informasi sangat bermanfaat bagi pengguna, apalagi jika memiliki kualitas yang baik dan memberikan dampak yang signifikan sebagai alat pengambilan kebijakan. Informasi merupakan data yang telah diolah menjadi bentuk yang berguna bagi pemakainya. Agar informasi berguna, setidaknya informasi tersebut didukung tiga pilar, yakni: (a) relevance artinya informasi yang diberikan tepat, (b) timeliness artinya informasi yang disampaikan tepat waktu pada saat dib utuhkan, (c) accurate artinya nilai atau informasi yang disampaikan benar dan tepat (Hartono, Seiring perkembangan teknologi, sistem informasi perpustakaan berbasis web merupakan pilihan yang dapat digunakan perpustakaan untuk dapat memenuhi tuntuta n perkembangan internet. Pengembangan sistem informasi berbasis web menjadikan perpustakaan dapat menyediakan informasi sepanjang waktu kepada pemustaka, karena dengan website ini pemustaka dapat mengakses sistem tersebut secara online. Perpustakaan Insti tut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dengan salah satu misi dan visinya yakni berperan sebagai pusat layanan informasi kehidupan kreativitas dan keilmuan seni budaya bagi kemaslahatan manusia , mewujudkan layanan yang berkualitas sesuai dengan perkembangan te knologi informasi. Perpustakaan ISI Surakarta pada awalnya menggunakan sistem informasi yang serba konvensional, pencarian informasi melalui catalog tercetak, pelayanan sirkulasi pun masih secara manual. Seiring perkembangan teknologi pada tahun 2005 an te lah mengembangkan sistem informasi perpustakaan, yang diberi nama Sigilib (Sistem Digital Library) ISI Surakarta. Sigilib saat ini merupakan versi baru, sistem otomasi perpustakaan berbasis database MySQL yang dikembangkan oleh tim otomasi perpustakaan dan Pusat Informatika ISI Surakarta. Dengan fitur fitur barunya, merupakan pilihan utama dalam peningkatan kinerja otomasi perpustakaan, yakni (Fuandara, 2005;1): 1. Sistem otomasi ini berbasis web yang dikembangkan dengan software open sources, yaitu bahasa scripting PHP, database MySQL, dan Web Server Apache. 2. Sistem ini dapat diakses baik dari dalam perpustakaan dengan jaringan lokal intranet maupun jaringan global/internet. 3. Civitas akademika ISI Surakarta yang melakukan pencarian informasi dan melakukan transaksi sirkulasi (peminjaman/pengembalian dan perpanjangan) buku yang dibantu pustakawan melalui internet. Dapat diakses internet dengan alamat http://sipadu.isi-ska.ac.id/sigilib/. Gambar 1 Tampilan Sistem Informasi Sigilib ISI Surakarta Sumber: http://sipadu.isi ska.ac.id/sigilib/cari.php 201 7 Gambar 2 . Tampilan OPAC Sigilib ISI Surakarta Sumber : http://sipadu.isi ska.ac.id/sigilib/cari.php 201 7) Dengan adanya sistem informasi layanan informasi perpustakaan dapat berjalan dengan efektif. Observasi awal yang penulis lakukan terhadap penerapan sistem inform asi perpustakaan Sigilib di Perpustakaan ISI Surakarta, terjadi fenomena yang menarik untuk diteliti lebih lanjut, seperti contoh kasus terkendalanya pada proses peminjaman karena pemustaka yang akan meminjam tersebut telah dinyatakan meminjam koleksi, pad ahal pemustaka tersebut belum meminjam koleksi sama sekali. Fenomena yang ke dua, pemustaka sering tidak menemukan koleksi di rak buku, padahal di sistem informasi buku tersebut ada. Kekurangan lainnya yakni fitur yang ditampilkan masih sangat minim dan ta mpilan sistem informasi yang kurang menarik. Penulis tertarik melakukan penelitian karena melihat kekukarang kekurangan pada sistem informasi tersebut di atas, selain itu penulis tertarik karena selama ini belum pernah ada yang melakukan penelitian pada s istem informasi perpustakaan di ISI Surakarta. Dengan penelitian ini diharapkan menemukan kendala yang dihadapi dalam sistem informasi yang berbasis komputer tersebut. Terdapat beberapa model yang dapat digunakan dalam evaluasi sebuah sistem informasi, mo del model ini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sebuah sistem terutama dalam pemanfaatannya dan untuk mengetahui kepuasan pengguna dalam sebuah organisasi informasi. Model ini antara lain Technology Acceptance Model ( End User Computing S atisfaction (EUCS), Human Organization Technology (HOT) dan Task Technology Fit (TTF). Fokus penelitian yang akan dilakukan di Perpustakaan ISI Surakarta ini adalah penelitian terhadap sistem informasi menggunakan pendekatan yang dikembangkan oleh Doll da n Torzhadeh (1998) yakni End User Computing Satisfaction (EUCS). Pendekatan ini meneliti sistem informasi perpustakaan dalam hal isi (content), akurasi ( bentuk (format), kemudahan penggunaan (ease of dan ketepatan waktu informasi (time). Si stem tersebut apakah sudah diterima dengan baik dan dapat memberikan kepuasan pemustaka di Perpustakaan ISI Surakarta. Pada evaluasi sistem informasi perpustakaan ini, penulis akan menggunakan model EUCS dengan asumsi bahwa sistem informasi suatu organis asi dapat diandalkan apabila memiliki kualitas yang baik dan mampu memberikan kepuasan pemustaka. Dapat disampaikan secara sederhana, Model EUCS terdiri dari 5 sub variabel yakni: 1. Isi (content) yaitu ketersediaan informasi, kesesuaian isi, ketepatan hasil dan informasi yang memadai. 2. Keakuratan (accuracy) yaitu keakuratan data dan kepuasan sistem. 3. Bentuk (format) yaitu kemanfaaatan format dan kejelasan format. 4. Kemudahan penggunaan (ease of use) 5. Waktu (timelines) yaitu ketepatan waktu dan informasi yang uptodate. Riset ini layak untuk diteliti, karena hasil penelitian ini dapat menjadi landasan bagi pihak perpustakaan dalam menentukan kebijakan terkait dengan pengembangan sistem informasi perpustakaan dan dapat menjadi bahan evaluasi yang digunakan sebagai acu an bagi perpustakaan dalam penyempurnaan sistem informasi di Perpustakaaan ISI Surakarta. Selain diharapkan adanya manfaat bagi perpustakaan, penelitian ini juga dilakukan untuk melihat adanya pengaruh ke 5 (lima) komponen tersebut di atas dalam mengevalu asi sistem informasi perpustakaan. Penelitian ini juga akan melihat apakah terdapat faktor penentu yang mempengaruhi kepuasan pengguna akhir sistem informasi perpustakaan di Perpustakaan ISI Surakarta. Dari uraian di atas terlihat bahwa ada permasalahan ya ng terjadi pada pemustaka dalam menggunakan sistem informasi perpustakaan. Untuk itu, sistem informasi perpustakaan ini memerlukan evaluasi, untuk mengetahui kondisi yang terjadi pada saat ini dan kemungkinan pengembangan yang dilakukan pada waktu mendatan g. Agar masalah yang diangkat oleh penulis ini tidak meluas, mudah dilaksanakan dan terarah sehingga tidak mengakibatkan salah pemahaman dalam penelitian, penulis memberikan rumusan yang jelas yakni terbatas pada: Bagaimana faktor isi ( content ), akurasi accuracy ), bentuk format ), kemudahan (ease of dan ketepatan waktu (timeliness ) dalam model End User Computing Satisfaction ( dalam mempengaruhi penerimaan sistem informasi di Perpustakaan ISI Surakarta. KAJIAN PUSTAKA a. Sistem Informasi Perpustakaan Menurut Alter (dalam Kadir, 2009: 546) sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi. Sistem teknologi dan informasi telah me njadi komponen yang sangat penting dan luas perannya bagi keberhasilan organisasi, tak terkecuali organisasi perpustakaan, karena sistem informasi dapat membantu segala jenis kegiatan yaitu meningkatkan efisiensi dan efektifitas, komunikasi, kolaborasi dan daya saing organisasi. b. Penerimaan dan Kepuasan Pemustaka Layanan yang baik adalah bagaimana mengerti keinginan pemustaka dan memberikan nilai tambah di mata pemustaka. Selama pemustaka telah menerima dan menggunakan layanan, mereka secara sadar atau tida k akan membuat suatu penilaian tentang kualitas layanan yang telah diterimanya. Hasil penilaian ini akan membawa pemustaka pada kondisi emosi tertentu, yaitu puas atau tidak puas. Kepuasan didefinisikan sebagai keseluruhan sikap yang ditunjukkan pengguna atas suatu produk (barang atau layanan) setelah mereka memperoleh dan menggunakannya. Ini merupakan penilaian evaluatif pasca pemilihan yang disebabkan oleh seleksi pembelian khusus dan pengalaman menggunakan suatu produk (Mowen, 2009: c. Evaluasi Evalua si pada dasarnya adalah penilaian. Dengan kata lain, kita mengevaluasi sistem untuk memastikan tingkat nilainya. Dalam lingkungan penemuan informasi mungkin kita ingin menilai mana yang lebih baik diantara dua sistem, atau kita dapat mencoba untuk menilai bagaimana tingkat kinerja suatu sistem yang diberikan itu dapat ditingkatkan. Dengan demikian cukup jelas bahwa selama evaluasi, kita mengukur kinerja sistem yang diteliti terhadap beberapa jenis skala (Chowdhury,1999). Sedangkan menurut M. Manullang “eva luasi adalah membandingkan hasil pekerjaan ( actual result ) dengan alat pengukur (standar) yang sudah ditentukan (Manullang, 2005: 141). Evaluasi yang dilakukan agar dapat memberikan gambaran kondisi nyata keberadaan sebuah sistem informasi tersebut serta dapat memberikan masukan bagi institusi untuk pengembangan yang dapat mengikuti kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. d. Model EUCS End User Computing Satisfaction) Peneliti menggunakan instrumen untuk mengukur prestasi, kemampuan individu, mengamati perilaku, pengembangan profil perilaku individual dan sebagai alat untuk wawancara (Creswell: 2010, 166). Penelitian kuantitatif dalam mengumpulkan data menggunakan instrumen. Instrumen penelitian akan digunakan untuk melakukan pengukuran dengan menghasilkan data kuantitatif yang akurat, maka setiap instrumen tergantung pada jumlah variabel yang diteliti dan harus memiliki skala. Variabel sebagai konsep atau objek yang sedang diteliti memiliki variasi (vary-able) ukuran, kualitas yang ditetapkan oleh peneliti berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki konsep (variabel) itu sendiri (Idrus, 2009: 124). Variabel dalam penelitian ini adalah variabel tunggal yaitu sistem informasi di Perpustakaan ISI Surakarta. Dalam penelitian ini variabel penelitiannya terbagi menjadi beberapa sub-variabel dari teori EUCS. Berdasarkan teori atau model EUCS terdiri dari 5 sub variabel yakni: 1. Isi (content) a) Sistem informasi perpustakaan menawarkan informasi berbagai pilihan b) Isi dari sistem informasi sesuai yang diperlukan c) Sistem informasi perpustakaan berisi informasi yang menarik d) Sistem informasi menyediakan informasi secara memadai. 2. Keakuratan (accuracy) a) Sistem informasi perpustakaan menyajikan informasi akurat b) Informasi yang diperoleh dapar dipegangi/digunakan tanpa ragu c) Keakuratan sistem informasi pepustakaan memberikan kepuasan 3. Bentuk (format) yaitu kemanfaaatan format dan kejelasan format. a) Output yang ditampilkan sistem informasi perpustakaan sangat berguna b) Informasi yang ada di sistem informasi perpustakaan jelas. 4. Kemudahan (Ease of Use), bahwa sistem ini mudah dalam penggunaannya; a) Fitur sistem informasi perpustakaan mudah dipahami b) Sistem informasi perpustakaan mudah dioperasikan c) Sistem informasi perpustakaan mudah diakses d) Fasilitas pada sistem informasi perpustakaan mudah dipahami e) Desain sistem informasi perpustakaan gampang/familier 5. Waktu (timelines) a) Sistem informasi perpustakaan memberikan informasi yang diperlukan sangat cepat b) Sistem informasi perpustakaan memberikan informasi terkini (uptodate). c) Sistem informasi memberikan informasi yang efisien dan efektif (Li Xiao and Subhasish Dasgupta, 2002: 1555) Gambar 3 End User Computing Satisfaction (EUCS) Instrument By. Doll & Torkzadeh 1988

Method

a. Metode Penelitian Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pe ndekatan penelitian kuantitatif, yakni meneliti sekelompok manusia, suatu objek tertentu dengan tujuan membuat deskripsi, gambaran sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta fakta, sifat sifat, hubungan antara fenomena yang diteliti (Nasir, 2003: 54). Penelitian kuantitatif adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk memberi gambaran yang lebih detail mengenai suatu gejala atau fenomena dan dari hasil penelitian ini biasanya diberupa tipologi atau pola pola mengenai fenomena yang sedang dibahas. Sedang kan deskriptif kuantitatif yaitu pengumpulan data untuk memberikan gambaran atau penegasan suatu konsep atau gejala, juga menjawab pertanyaan pertanyaan sehubungan dengan status subjek penelitian saat ini (Prasetyo, 2010: 42). b. Populasi dan Pengambilan Sampel Dalam penelitian ini yang menjadi populasi penelitian adalah seluruh pengguna potensial yang Perpustakaan Institut Seni Indonesia Surakarta yang merupakan pengguna Sistem Informasi Perpustakaan. Untuk memperoleh tanggapan dari responden, maka dari kese luruhan pengguna sistem maka diambil beberapa sampel. Sampel merupakan bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2010: 62). Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Simple Random Sampling dimana pengambilan s ampel dilakukan secara acak sehingga seluruh anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel. Simple random sampling termasuk dalam metode sampling probibilitas sampling , dimana pengambilan sampel dari anggota populasi dilakukan seca ra acak tanpa memperhatikan strata atau tingkatan dalam anggota populasi tersebut. Dalam penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampling non probabilitas dengan pendekatan purposive sampling . Purposive sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan memilih secara sengaja menyesuaikan dengan tujuan penelitian (Purwanto, 2010: 23). Penentuan sampel menggunakan teknik slovin sebagai model perhitungan dalam menentukan sampel sebagai responden penelitian. Dalam penelitian ini target responden adalah pengguna potensial (mahasiswa) sistem informasi (Sigilib) di Perpustakaan ISI Surakarta yang secara khusus diberi kuesioner yang berisi 20 pernyataan. Jumlah populasinya adalah 2300, menggunkan rumus Slovin dalam menentukan sampel penelitian, dengan tingkat kesalahan (5%) yakni memperoleh 96 c. Teknik Pengumpulan Data Dalam keperluan analisis data, teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti adalah dengan Observasi, Observasi merupakan pengamatan meliputi kegiatan pem uatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra (Arikunto, 2010: 199). Teknik pengumpulan data lainnya dengan menyebarkan kuesioner yakni sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal hal yang ia ketahui. Teknik kuesioner (angket) merupakan pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan daftar pertanyaan kepada responden untuk dijawab (Arikunto, 2010:194). Selanjutnya dengan studi l iterature, cara ini dilakukan peneliti melalui pencatatan data literatur, mencermati arsip dan dokumentasi terkait penelitian ini. Pengumpulan data yang terakhir adalah dokumentasi, metode ini dilakukan dalam mengamati data data tercatat record ) yang kemu dian digunakan sebagai data mengenai sesuatu hal meliputi lokasi penelitian, profil perpustakaan tempat penelitian, sistem informasi perpustakaan dan struktur organisasi. Data yang diperoleh melalui kedua metode ini berfungsi untuk memperkuat data hasil wa wancara dan pengamatan.

Discussion

a. Kondisi Hubungan Antara Ease of Use dengan Satisfaction Proses hitung ini akan melihat hubungan antar variabel terhadap variabel satisfaction (kepuasan). Uji korelasi pertama dilakukan pada variabel Ease of Use terhadap satisfaction, dimana uji korelasi pada masing-masing pernyataan dinyatakan berhasil apabila dihasilkan nilai signifikan < 0,05. Berikut merupakan hasil analisis uji korelasi terhadap variabel ease of use terhadap satisfaction. Tabel 1. Hasil Uji Korelasi Ease Of Use terhadap Satisfaction Ease of Use Satisfaction Hasil Perhitungan Keterangan Pearson C. Sig EOU_1 Satis_3 0,279 0,006 Siginifikan EOU_2 Satis_1 0,257 0,012 Signifikan EOU_2 Satis_3 0,233 0,022 Signifikan EOU_3 Satis_1 0,398 0,000 Signifikan EOU_3 Satis_3 0,310 0,002 Signifikan EOU_4 Satis_2 0,278 0,006 Signifikan EOU_5 Satis_1 0,242 0,017 Signifikan Berdasarkan tabel 1, dapat dijelaskan bahwa terdapat hubungan antara kemudahan yang diberikan sistem informasi perpustakaan dengan kepuasan pengguna, hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi beberapa pernyataan bernilai < 0,05. Adapun hasil analisis uji korelasi dapat dijelaskan sebagai berikut ; 1) Kemudahan pengoperasian sistem, kemudahan akses, dan desain sistem yang familiar berkaitan terhadap kepuasan pemustaka saat menggunakan sistem informasi perpustakaan. Hal ini dikuatkan dengan hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan antara EOU_1 , EOU_3 dan EOU_5 terhadap pernyataan SATIS_1. 2) Fasilitas sistem yang mudah dipahami dapat membuat pemustaka merasa senang menggunakan sistem informasi perpustakaan, hal ini diperkuat dengan hasil uji korelasi yaitu EOU_4 memiliki hubungan terhadap SATIS_2. 3) Fitur sistem yang mudah dipahami, kemudahan pengoperasian sistem dan kemudahan akses berkaitan terhadap persepsi positif pemustaka dalam hal informasi yang diberikan sistem informasi perpustakaan telah sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Hal ini didukung dengan temuan dari hasil uji korelasi yaitu EOU_1, EOU_2 dan EOU_3 memiliki hubungan terhadap SATIS_3 karena memiliki nilai signifikan < 0,05. b. Kondisi Hubungan Antara Content dengan Satisfaction Uji korelasi selanjutnya dilakukan pada variabel content terhadap satisfaction, dimana uji korelasi pada masing-masing pernyataan dinyatakan valid apabila nilai signifikan < 0,05. Berikut hasil analisis uji korelasi terhadap variabel content terhadap satisfaction. Tabel 2. Hasil Uji Korelasi Content terhadap Satisfaction Content Satisfaction Hasil Perhitungan Keterangan Pearson C. Sig Cont_1 Satis_1 0,291 0,004 Signifikan Cont_2 Satis_1 0,253 0,021 Signifikan Cont_3 Satis_1 0,456 0,000 Signifikan Cont_4 Satis_1 0,303 0,003 Signifikan Cont_1 Satis_2 0,404 0,000 Signifikan Cont_2 Satis_2 0,287 0,005 Signifikan Cont_3 Satis_2 0,417 0,000 Signifikan Cont_4 Satis_2 0,426 0,000 Signifikan Cont_1 Satis_3 0,210 0,040 Signifikan Cont_2 Satis_3 0,291 0,004 Signifikan Cont_3 Satis_3 0,354 0,000 Signifikan Cont_4 Satis_3 0,298 0,003 Signifikan Berdasarkan tabel 2, dapat dijelaskan bahwa terdapat hubungan antara konten yang dihasilkan sistem informasi perpustakaan dengan kepuasan pengguna, hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi beberapa pernyataan bernilai < 0,05. Adapun hasil analisis uji korelasi dapat dijelaskan sebagai berikut ; Adanya pilihan informasi, konten sesuai kebutuhan, informasi yang menarik dan adanya informasi yang memadai berkaitan terhadap kepuasan pemustaka saat menggunakan sistem informasi perpustakaan meliputi kepuasan menggunakan sistem, kesenangan mengaplikasikan sistem informasi perpustakaan dan informasi telah sesuai kebutuhan. Hal ini dikuatkan dengan hasil uji korelasi menunjukkan bahwa seluruh pernyataan pada variabel content memiliki hubungan dengan seluruh pernyataan pada variabel satisfaction. c. Kondisi Hubungan Antara Accuracy dengan Satisfaction Uji korelasi selanjutnya dilakukan pada variabel accuracy terhadap satisfaction, dimana uji korelasi pada masing-masing pernyataan dinyatakan valid apabila nilai signifikan < 0,05. Berikut hasil analisis uji korelasi terhadap variabel accuracy terhadap satisfaction. Tabel 3. Hasil Uji Korelasi Accuracy terhadap Satisfaction Accuracy Satisfaction Hasil Perhitungan Keterangan Pearson C. Sig Accuracy_1 Satis_1 0,341 0,001 Signifikan Accuracy_2 Satis_1 0,248 0,015 Signifikan Accuracy_3 Satis_1 0,269 0,008 Signifikan Accuracy_1 Satis_2 0,388 0,000 Signifikan Accuracy_2 Satis_2 0,425 0,000 Signifikan Accuracy_3 Satis_2 0,506 0,000 Signifikan Accuracy_1 Satis_3 0,424 0,000 Signifikan Accuracy_2 Satis_3 0,325 0,001 Signifikan Accuracy_3 Satis_3 0,348 0,001 Signifikan Berdasarkan tabel 3, dapat dijelaskan bahwa terdapat hubungan antara ketepatan sistem informasi perpustakaan dengan kepuasan pengguna, hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi beberapa pernyataan bernilai < 0,05. Adapun hasil analisis uji korelasi dapat dijelaskan sebagai berikut ; Akurasi informasi, informasi tepat guna, dan kepuasan pengguna terhadap akurasi informasi terkait dengan adanya kepuasan pemustaka saat menggunakan sistem informasi perpustakaan yang meliputi kepuasan menggunakan sistem, kesenangan mengaplikasikan sistem informasi perpustakaan dan informasi telah sesuai kebutuhan. Hal ini dikuatkan dengan hasil uji korelasi menunjukkan bahwa seluruh pernyataan pada variabel accuracy memiliki hubungan dengan seluruh pernyataan pada variabel satisfaction. d. Kondisi Hubungan Antara Format dengan Satisfaction Uji korelasi selanjutnya dilakukan pada variabel format terhadap satisfaction, dimana uji korelasi pada masing-masing pernyataan dinyatakan valid apabila nilai signifikan < 0,05. Berikut hasil analisis uji korelasi terhadap variabel format terhadap satisfaction. Tabel 4. Hasil Uji Korelasi Format Terhadap Satisfaction Format Satisfaction Hasil Perhitungan Keterangan Pearson C. Sig Format_1 Satis_2 0,293 0,004 Signifikan Format_2 Satis_2 0,375 0,000 Signifikan Format_2 Satis_3 0,230 0,024 Signifikan Berdasarkan tabel 4, dapat dijelaskan bahwa terdapat hubungan antara format (tampilan layout) dari sistem informasi perpustakaan dengan kepuasan pengguna, hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi beberapa pernyataan bernilai < 0,05. Adapun hasil analisis uji korelasi dapat dijelaskan sebagai berikut ; Adanya tampilan menarik dan bermanfaat serta tampilan informasi yang jelas memiliki hubungan dengan kepuasan pemustaka terutama terhadap perasaan senang dari pemustaka saat menggunakan sistem informasi perpustakaan. Hal ini dikuatkan dengan hasil uji korelasi yang menunjukkan bahwa FORMAT_1 dan FORMAT_2 berhubungan dengan SATIS_2. Adapun hasil analisis uji korelasi dapat dijelaskan sebagai berikut ; Adanya informasi yang ditampilkan secara jelas oleh sistem informasi perpustakaan memberikan persepsi positif dari pemustaka karena informasi yang disajikan oleh sistem mampu memenuhi kebutuhan pemustaka. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji korelasi yang menunjukkan bahwa FORMAT_2 memiliki hubungan dengan SATIS_2. e. Kondisi Hubungan Antara Timeliness dengan Satisfaction Uji korelasi selanjutnya dilakukan pada variabel timeliness terhadap satisfaction, dimana uji korelasi pada masing-masing pernyataan dinyatakan valid apabila nilai signifikan < 0,05. Berikut hasil analisis uji korelasi terhadap variabel timeliness terhadap satisfaction. Tabel 5. Hasil Uji Korelasi Timelines Terhadap Satisfaction Timeliness Satisfaction Hasil Perhitungan Keterangan Pearson C. Sig Timeliness_1 Satis_1 0,474 0,000 Signifikan Timeliness_2 Satis_1 0,416 0,000 Signifikan Timeliness_3 Satis_1 0,326 0,001 Signifikan Timeliness_1 Satis_2 0,285 0,005 Signifikan Timelines_2 Satis_2 0,427 0,000 Signifikan Timeliness_3 Satis_2 0,392 0,000 Signifikan Timeliness_1 Satis_3 0,450 0,000 Signifikan Timelines_2 Satis_3 0,360 0,000 Signifikan Timelines_3 Satis_3 0,391 0,000 Signifikan Berdasarkan tabel 5, dapat dijelaskan bahwa terdapat hubungan antara timelines ketepatan waktu dari sistem informasi perpustakaan dengan kepuasan pengguna, hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi beberapa pernyataan bernilai < 0,05. Adapun hasil analisis uji korelasi dapat dijelaskan sebagai berikut ; Kecepatan sistem informasi perpustakaan dalam memberikan informasi, kemutakhiran informasi, dan efektifitas serta efisiensi informasi yang ditawarkan sistem informasi perpustakaan menimbulkan adanya hubungan dengan kepuasan pemustaka. Hal ini dapat dilihat dari uji korelasi yang menunjukkan seluruh pernyataan pada variabel timeliness memiliki nilai signifikan terhadap semua pernyataan pada variabel satisfaction. F. Faktor Pendukung dan Penghambat Sistem Informasi Perpustakaan Sistem Informasi perpustakaan di Perpustakaan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta sudah berjalan dengan baik dan dari pernyataan pemustaka dapat dikatakan sistem telah diterima dengan baik dan puas terhadap sistem yang ada. Dalam penelitian ini juga t elah ditemukan bagaimana sistem informasi perpustakaan dapat berjalan dengan baik antara lain, sudah t erdapat anjungan penelusuran informasi yang ada berbagai tempat seperti di ruang atau lobby gedung di ISI Surakarta dan di setiap perpustakaan yang ada d i ISI Surakarta. Hal ini akan memudahkan pemustaka melakukan penelusuran informasi yang ada pada sistem informasi perpustakaan. Sedangkan faktor penghambat sistem informasi perpustakaan sehingga belum bisa berjalan dengan baik antara lain; k urang sosialis asi sistem informasi yang telah dimiliki Perpustakaan ISI Surakarta. Waktu yang sering digunakan sosialisasi perpustakaan kepada pemustaka sangat sedikit yakni hanya sekitar 15 menit pada saat orientasi mahasiswa baru dan dilakukan satu kali kegiatan dalam satu tahun. Faktor lainnya yang sangat signifikan yakni faktor keakuratan sistem, sering sekali ditemukan kurang keakuratan antara informasi myang ada pada sistem dengan informasi yang ada di rak buku. Hal ini kemungkinan karena perpustakaan belum pernah melakukan stok opname atau kegiatan pengecekan data tertulis dengan data atau dokumen yang ada pada rak buku (kenyataannya). Faktor kecepatan akses informasi, internet di ISI Surakrata selain menggunakan kabel juga menggunakan sarana WIFI Wireless Fidelit y Namun, kekuatan sinyal WIFI yang ada di wilayah atau gedung di ISI Surakarta belum semuanya kuat. Untuk itu diharapkan diadakan penambahan kekuatan sinyal WIFI di sekitar gedung ISI Surakarta sehingga akan menambah kecepatan akses.

Conclusion

Dari penelitian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem informasi perpustakaan berbasis web di Perpustakaan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta telah diterima dengan baik oleh pemustaka dalam hal ini mahasiswa di ISI Surakarta. Melalui model analisis e nd user computing satisfaction (EUCS) dapat dikatakan bahwa pemustaka sudah cukup puas menggunakan sistem informasi perpustakaan yang ada. Pemustaka secara umum juga sudah merasakan manfaat yang tinggi dengan adanya sistem informasi perpustakaan. Namun mas ih ditemukan pernyataan pemustaka pada dimensi keakuratan ( pemustaka merasa kurang puas dengan kinerja sistem karena informasi yang ada pada sistem tidak sesuai dengan kenyataan yang ada salah satunya adalah informasi akan ketersediaan koleksi pa da sistem informasi dengan yang ada pada rak buku. Selain itu sistem informasi perpustakaan jika lihat dari dimensi kecepatan (timelines s ) juga masih kurang, hal ini dapat dilihat dari pernyataan kurang setuju pemustaka terhadap dimensi kecepatan tersebut di atas. Sistem informasi perpustakaan belum mampu membuat laporan secara detail seperti pengunjung, peminjam buku, pengembalian buku berdasarkan program studi dan dalam jangka waktu tertentu per bulan atau per tahun. Selain itu juga sitem belum mampu mem buat laporan daftar pustaka sesuai klasifikasi bahan pustaka yang dimiliki Perpustakaan ISI Suarakarta