PROMOSI PERPUSTAKAAN MELALUI INSTAGRAM : STUDI DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
Universitas Diponegoro; Universitas Diponegoro
Abstrak
Artikel berisi tentang bagaimana promosi perpustakaan lewat media sosial Instagram. Interaksi antara pustakawan dengan pemustaka saat ini bisa dilakukan secara virtual dengan memanfaatkan teknologi informasi yang ada. Peneliti secara khusus mengamati salah satu akun perpustakaan perguruan tinggi yaitu Universitas Airlangga. Bagaimana berkomunikasi dengan pemustaka lewat Instagram merupakan salah satu cara yang efektif dalam melakukan sebuah promosi di perpustakaan perguruan tinggi. Artikel ini juga melihat bagaimana bentuk-bentuk interaksi yang ditawarkan aplikasi Instagram dan bagaimana pihak Perpustakaan Universitas Airlangga menggunakan fasilitas yang terdapat di Instagram Itu sendiri. Metode pengambilan data melalui observasi di akun Instagram Universitas Airlangga dan melakukan studi pustaka yang telah ada. Kajian ini dilakukan secara intensif selama 3 (tiga) bulan, yaitu dari bulan Agustus - Oktober 2019 untuk melihat bagaimana perpustakaan melakukan promosi perpustakaan lewat Instagram. Hasil dari kajian yang kami lakukan perpustakaan Airlangga telah memanfaatkan semua fasilitas yang ada di Instagram dalam melakukan promosi perpustakaan. Perpustakaan telah menggunakan Fasilitas Instagram Story, Upload Video, upload Foto, bahkan melakukan Live Instagram guna melakukan promosi perpustakaan.
Abstract
The article is about how to promote a library through social media Instagram. Interaction between librarians and library users nowadays can be done virtually by ut ilizing existing information technology. Researchers specifically looked at one of the tertiary library accounts, namely Airlangga University. How to communicate with users through Instagram is an effective way to carry out a promotion in the college libra ry. This article also looks at the forms of interaction that the Instagram application offers and how the Airlangga University Library uses the facilities found on Instagram itself. The method of collecting data through observation in the Airlangga Univers ity Instagram account and conducting existing library studies. This study was conducted intensively for 3 (three) months, namely from August to October 2019 to see how library promotes library through Instagram. The results of our study of the Airlangga li brary have taken advantage of all the facilities in Instagram in promoting libraries. The library has used the Instagram Story Facility, Upload Videos, upload Photos, and even do Live Instagram to promote the library.
Keywords:
library promotion
· academic library
· social media
· instagram
Introduction
Perkembangan teknologi telah berkembang secara pesat. Dahulu komunikasi memiliki banyak keterbatasan. Namun sekarang, dengan smartphone kita dapat berkomunikasi bukah hanya secara verbal namun juga lewat gambar. Tingginya pengguna internet di Indonesia diyakini selaras dengan meningkatnya aktifitas di media sosial. Selain Facebook, aplikasi yang kerap digunakan oleh banyak kalangan adalah Instagram. Salah satu aplikasi yang mendukung komunikasi lewat gambar. Instagram sendiri fokus terhadap komunikasi lewat gambar ini. Facebook sebenarnya juga mengakomodasi komunikasi lewat gambar, namun Facebook tidak fokus terhadap komunikasi lewat gambar tersebut. Walaupun kini fitur- fitur yang ada di Instagram telah ada sebagian di Facebook namun tidak berarti penggunanya sama. Data yang dikeluarkan CupoNations tahun 2019, Indonesia menjadi pengguna ke 4 terbesar di dunia yang mencapai 56 juta penduduk atau 20,97% dari jumlah penduduk. Urutan pertama Amerika Serikat, ke-2 Brasil dan ke 3 India (Mudassir 2019). Jenjang usia pengguna instagram dan pengguna facebook sangat terlihat bedanya. Apabila Facebook dari usia 18 - 34 tahun maka rentang usia pengguna instagram adalah 18 - 24 tahun dimana merupakan usia aktif seorang menjadi mahasiswa. Dengan pengguna lebih dari 20% jumlah populasi di Indonesia tentu saja instagram bisa di pertimbangkan sebagai sarana promosi di perpustakaan perguruan tinggi. Penelitian yang dilakukan DeCoster & Naatus (2017) mengatakan bahwa transisi ke media sosial yang dilakukan di perpustakaan akademik di Perpustakaan Universitas Saint Peter's, dari Facebook ke Instagram. Penelitian dilakukan dari responden mahasiswa jurusan/ program studi Digital dan Media Pemasaran Sosial yang hasilnya memberikan manfaat yang signifikan bagi perpustakaan akademik, selain itu manfaat lainnya adalah perpustakaan dapat menjalin hubungan kolaboratif dengan departemen akademik, meningkatkan kualitas dan frekuensi posting media sosial (Instagram), meningkatkan keterlibatan siswa dengan perpustakaan, dan mengurangi tekanan pada pustakawan profesional. Sedangkan di Indonesia, promosi perpustakaan perguruan tinggi di Pekan Baru (yang terdiri dari, Universitas Lancang Kuning, Universitas Riau, Universitas Islam Riau, Universitas Islam Negeri Sutan Syarif Khasim, Universitas Abdurrab, dan Universitas Muhammadiyah Pekanbaru) menggunakan media lain di banding menggunakan instagram maupun media sosial lainnya. Promosi masih dilakukan dengan cara yang tradisional seperti membuat brosur, membuat baliho, dll. Hal ini berdasar penelitian yang dilakukan Sudiar, Mafar, & Rosman (2017). Saat ini banyak kegiatan promosi yang dapat dilakukan oleh perpustakaan. Perpustakaan perguruan tinggi dapat menyebarkan promosi lewat instagram dengan berkonsentrasi pada komunikasi gambar. Penyebaran informasi dapat berupa penyampaian kegiatan perpustakaan, koleksi baru atau hal-hal yang berkaitan dengan perpustakaan yang nantinya akan disampaikan melalui akun Instagram yang dimiliki oleh perpustakaan. Perpustakaan adalah lembaga non-profit yang memiliki banyak fungsi yang bisa dimanfaatkan sebanyak-banyaknya oleh pemustaka. Pemanfaatan Perpustakaan di Indonesia masih tergolong rendah rendah. Salah satu cara untuk meningkatkan pemanfaatan Perpustakaan adalah meningkatkan jumlah kunjungan pemustaka. Dan salah satu cara untuk meningkatkan jumlah kunjungan adalah dengan melakukan kegiatan promosi. Dengan melakukan kegiatan promosi maka pemustaka akan mengenal perpustakaan. Mengenal perpustakaan oleh para pemustaka dan pengguna potensial akan mempermudah pihak perpustakaan sendiri dalam menyebarkan kegiatan perpustakan serta dapat membantu perpustakaan mendapatkan citra positif dimata masyarakat umum. Tentu saja bahwa perpustakaan tidak memiliki dana berlebih dalam melakukan promosi. Namun dilain sisi bahwa perpustakaan wajib dimanfaatkan bagi pemustaka. Instagram bisa menjadi salah satu opsi Perpustakaan Perguruan Tinggi dalam melakukan promosi secara efektif karena dilihat dari pengguna yang cukup mencakup kalangan mahasiswa. Selain itu pembuatan akun instagram tidak memerlukan biaya tambahan. Tantangannya ada pada pemanfaatan Instagram itu sendiri. Cara bagaimana pustakawan bisa mengexplor lebih banyak aplikasi Instagram sebagai media promosi di perpustakaan perguruan tinggi. Penggunaan sosial media seperti instagram menurut penelitian yang dilakukan Aras & Çolaklar (2015) bahwa Perpustakaan Perguruan Tinggi dapat menggunakan media sosial untuk memberi tahu penggunanya tentang materi dan sumber daya baru, untuk memberikan informasi tentang perpustakaan, mensosialisasikan acara, melakukan campaign perpustakaan, serta kegiatan yang berkaitan dengan sosial dan budaya. Perpustakaan Universitas Airlangga (Unair) merupakan salah satu perpustakaan perguruan perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia yang telah memanfaatkan teknologi informasi dalam memberikan jasa layanan kepada seluruh civitas akademika di lingkungan Universitas Airlangga dan kepada masyarakat luas khususnya dunia pendidikan. Pemanfaatan media sosial seperti Instagram, Twitter, Line, WhatsApp dan Facebook telah dimanfaatkan oleh institusi perpustakaan. Peran penting media sosial saat ini dalam pengelolaan perpustakaan telah menjadi bagian penting dalam memberikan sebagian jasa layanan yang tersedia (Rachman, Mutiarani, and Putri 2018; Wilkinson 2018). Hal tersebut sejalan dengan kesadaran pemanfaatan media sosial instagram di Perpustakaan Universitas Airlangga yang memiliki akun instagram bernama @unairlibrary. Perpustakaan tersebut menggunakan akun instagram tersebut untuk melakukan kegiatan promosi dan penyebaran Informasi lainnya yang berkaitan dengan Perpustakaan. Konten yang diposting diantaranya adalah kegiatan Perpustakaan Universitas Airlangga, Mempromosikan buku yang baru datang, memperkenalkan layanan dan cara pemanfaatan layanan di Perpustakaan Universitas Airlangga, selain itu masih banyak hal lainnya yang di unggah di akun instagram tersebut. KAJIAN LITERATUR Promosi Perpustakaan Kegiatan promosi perpustakaan perlu dilakukan agar seluruh kegiatan yang berhubungan dengan perpustakaan dapat diketahui oleh masyarakat pengguna perpustakaan. Namun, pada kenyataannya menunjukkan jumlah pengunjung yang datang ke perpustakaan masih belum sesuai dengan target yang diharapkan. Ironinya, saat ini apresiasi masyarakat terhadap perpustakaan masih relatif rendah. Kegiatan promosi perpustakaan menjadi bagian penting dalam menyadarkan masyarakat akan arti penting ilmu pengetahuan yang disediakan oleh perpustakaan melalui berbagai jenis sumber informasi yang diberikan oleh perpustakaan. Menurut Islam & Islam (2009) promosi merupakan faktor penentu keberhasilan suatu program pemasaran, betapapun berkualitasnya suatu produk dan jasa, bila konsumen/masyarakat belum pernah mendengarnya dan tidak yakin bahwa produk ini akan berguna bagi mereka, maka mereka tidak akan pernah membelinya. Begitupun perpustakaan, tidak dpat dipungkiri bahwa perpustakaan memiliki banyak manfaat bagi masyarakat. Namun, apakah masyarakat itu sendiri mengenai manfaat perpustakaan yang bisa mereka pergunakan? Disinilah peran promosi perpustakaan dibutuhkan. Disisi lain masyarakat telah mengenal dan banyak memanfaaatkan media lain dalam memenuhi kebutuhan informasinya. Perkembangan media (bacaan digital) telah menjadi bagian gaya hidup masyarkat. Perpustakaan harus mampu melakukan promosi perpustakaan untuk meningkatkan kesan masyarakat terhadap citra positif perpustakaan (Suharso 2019). Promosi melalui instagram ini diharapkan ada citra positif yang meningkat dimata masyarakat dengan harapan masyarakat dapat tertarik dan memanfaatkan dan datang ke perpustakaan (Utomo 2019). Promosi sendiri menjadi ajang komunikasi antara perpustakaan dan pemustaka. Komunikasi ini nantinya akan meningkatkan interaksi antara perpustakaan dan pemustaka sehingga memiliki keterikatan yang kuat antara perpustakaan dan pemustaka. Apabila hal ini berhasil dilakukan dan masyarakat disekitar berdirinya perpustakaan tersebut sudah memahami bahwa ada hasil yang makan mereka dapatkan apabila memanfaatkan perpustakaan dengan baik maka dengan sendirinya jumlah pemanfaatan perpustakaan akan meningkat dengan sendirinya. Tujuan dilakukannya promosi perpustakaan menurut Mustofa (2017) memperkenalkan semua informasi dan sumber informasi yang dimiliki perpustakaan guna menarik perhatian masyarakat dan nantinya perpustakaan akan memanfaatkannya secara optimal. Pada akhirnya tujuan utama perpustakaan adalah untuk dapat dimanfaatkan oleh pemustaka secara maksimal. Promosi sendiri merupakan salah satu jalan menuju tujuan akhir tersebut. Dengan promosi yang beberapa fungsinya adalah untuk memberikan informasi dan pemberi kesan kepada masyarakat maka akan sangat mendukung tujuan akhir perpustakaan itu sendiri. Instagram Instagram merupakan situs jejaring sosial (media sosial) dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Menurut Sheldon & Bryant (2016) instagram diciptakan sehingga para pemilik smartphone akan merasa bahwa kamera yang terpasang di gawainya tidak sia-sia. Kamera gawainya akan dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam menangkap gambar maupun video. Instagram adalah sebuah aplikasi berbagi foto dan Video yang memungkinkan pengguna mengambil foto dan video, menerapkan filter digital dan stiker digital, dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial, termasuk milik Instagram sendiri. Instagram dapat terkoneksi langsung dengan aplikasi media sosial yang lain seperti Twitter dan Facebook. Instagram juga mampu melakukan proses edit terhadap foto dan video sebelum diunggah ke jaringan. Foto dan video yang diunggah melalui Instagram dapat diunggah sebanyak-banyaknya tanpa adanya batasan jumlah unggahan tertentu. Ukurannya pun bukan menjadi masalah, namun untuk video dibatasi menjadi 1 menit. Selain itu dalam satu link upload bisa memuat 10 slide foto/video. Aplikasi Instagram sekilas mirip dengan aplikasi Facebook dimana penggunanya bisa melakukan upload foto dan video, bisa memberikan like serta bisa menuliskan komentar- komentar. Namun, Instagram dan Facebook memiliki perbedaan. Instagram sangat fokus pada tujuannya yaitu komunikasi melalui gambar baik foto maupun video. Melalui Instagram penggunanya dapat memaksimalkan fitur kamera yang terdapat pada gawainya. Pengguna Instagram dituntut untuk kreativ dalam mengungah sesuatu karena komunikasi yang dilakukan bukan secara verbal, namun melalui gambar. Bagaimana dengan gambar para pengikut memahami hasil unggahan dari pengunggah. Untuk mengunggah gambar di Instagram bukanlah suatu hal yang rumit. Pengguna tinggal mengambil gambar, mengambil video, atau memilih gambar/video dari galeri smartphone. Kemudian koneksikan ke internet, dan membuka aplikasi Instagram di Smartphone. Kemudian upload ke server Instagram. Foto yang telah diupload secara otomatis dibagikan kepada followers sekaligus server pusat. Setiap orang dapat ”berkomunikasi” dengan foto. Ini adalah bentuk komunikasi yang baru dimana komunikasi tidak lagi berupa verbal tapi juga dalam bentuk gambar. Promosi Perpustakaan melalui Instagram Instagram digunakan oleh pelaku bisnis dalam memasarkan produknya menjadi lebih mudah karena sasaran pertama adalah orang yang paling dekat dengannya, yang bisa jadi merupakan followersnya, bisa juga melalui teman yang awalnya dari mulut ke mulut sambil menunjukan akun instagram, yang mana terdapat foto barang dagangan yang akan menarik konsumen. Komunikasi tersebut sangat efektif bagi para penjual, karena dengan adanya media Instagram semakin mudahnya penjual menunjukkan foto atau catalog barang jualannya. Menururt Indika & Jovita (2017) bahwa hal yang menarik dari melakukan promosi melalui Instagram adalah memberikan keuntungan baik bagi pelaku usaha maupun calon pembeli. Dalam dunia perpustakaan pihak perpustakaan yang merupakan pelaku usaha yang menawarkan produk jasa. Lewat Instagram Perpustakaan dapat menginformasikan mengenai produk perpustakaan yang ditawarkan. Buku baru, Koleksi lain perpustakaan, layanan yang ada di perpustakaan, pemanfaatan perpustakaan, dll. Disini perpustakaan menginformasikan kepada pemustaka sebagai calon pengguna jasa lewat Instagram. Pemustaka dapat melihat secara langsung apa saja produk yang ditawarkan perpustakaan sehingga tidak asing dengan produk-produk tersebut dan tahu apa yang berguna dan bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan masing-masing pemustaka. Disamping gambar terdapat pula caption yang dapat dituliskan oleh akun instagram perpustakaan guna memperjelas maksud unggahan gambar, dan pemustaka pun dapat menuliskan komentar sebagai bentuk respon akan interaksi keduanya.
Method
Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan paper ini adalah kajian komunikasi berupa studi literatur dan observasi langsung. Dalam penelitian komunikasi mengambil data secara langsung dari media yang ada, dan menggunakan pendekatan interdisipliner keilmuan (Pawito 2007; Zelkr 2017). Penulis mengumpulkan berbagai literatur berupa buku teks dan publikasi jurnal yang berkaitan dengan topik bahasan. Berdasarkan literatur yang telah dikumpulkan, penulis melakukan pemilihan untuk mengembangkan ide dalam menyusun penulisan paper ini (Pendit 2003). Data diambil selama 3 (tiga) bulan, yaitu dari bulan Agustus-Oktober 2019. Pemanfaatan media sosial yang dimiliki Perpustakaan Universitas Airlangga dilakukan pengamatan secara online. Dalam penelitian ini secara khusus hanya media Instagram yang akan dibahas. Penulis mengobservasi akun instagram milik perpustakaan Universitas Airlangga “@unairlibrary” melalui aplikasi android di handphone dan mengakses link sebsite di https://www.instagram.com/unairlibrary/. Observasi dilakukan untuk melihat interaksi yang dilakukan oleh pihak perpustakaan melalui akun instagram tersebut.
Result & Discussion
Perpustakaan Universitas Airlangga merupakan salah satu Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri di Jawa Timur yang menggunakan Instagram sebagai alat Promosi perpustakaan. Dengan jumlah pengikut lebih dari 3.010 orang, akun instagram perpustakaan universitas Airlangga menjadi Akun Perpustakaan Perguruan Tinggi di Jawa Timur yang memiliki paling banyak Pengikut. Akun Instagram Perpustakaan tidak hanya dapat dilihat secara mobile namun juga dapat dilihat melalui website. Gambar 1. Halaman awal akun Instagram Perpustakaan Universitas Airlangga cukup aktif membagikan kegiatan-kegiatan perpustakaan lewat Instagram Story. Unggahan Fotonya pun cukup rutin dilakukan dan kontennya sangat informatif (Gambar 1). Telah ada 126 unggahan/postingan selama 2 tahun dibuat. Konten unggahannya bermacam-macam, selain mengenai layanan juga mengenai kegiatan yang dilakukan perpustakaan, pengenalan fasilitas perpustakaan. Pengenalan Staff perpustakaan dan pustakawan, peringatan hari-hari khusus perpustakaan, Infograis buatan Perpustakaan, koleksi-koleksi perpustakaan, bahkan pemberitahuan khusus hinga pengumunan barang hilang dan penemuan barang di perpustakaan. Gambar 2. Feed akun Instagram Selain mengunggah foto dan Video, Perpustakaan Universitas Airlangga juga aktif dalam melakukan Instagram Story dan menggunakan filter dan tools yang dimiliki instagram story seperti merepost foto, melakukan polling, pengumuman kehilangan, pemberitahuan kendala perpustakaan, rekomendasi buku setiap hari, bahkan menggunakan filter kekinian (Gambar 2). Setiap hari selalu ada konten yang di upload, Followers (pengikut) pun dapat ikut serta dalam voting di story instagram. Voting sederhana yang melibatkan pemustaka dapat menjadi jembatan dalam pendekatan perpustakaan kepada pemustaka. Dalam foto yang di repost oleh pihak perpustakaan pun memperlihatkan bagaimana respons dan apresiasi pemustaka ditunjukkan kepada perpustakaan. Gambar 3. Repost Story Instagram Dalam Gambar 3 terlihat apresiasi pemustaka mengenai fasilitas ruang belajar indovidu yang disediakan oleh pihak perpustakaan. Akun @mochamadalviensyah menyoroti layanan perpustakaan yang dianggap membantu dirinya yang seorang introvert untuk merasa nyaman di perpustakaan. Selain itu Perpustakaan Unair juga menggunakan fasilitas Live. Live Instagram sendiri merupakan sarana broadcast pribadi. Dapat mengupload video lebih dari 30 menit. Fasilitas Live Instagram digunakan untuk memperkenalkan Perpustakaan, Prosedur bebas perpus di perpustakaan, Tips dan Trik searching, Fasilitas Penunjang perpustakaan, dan kegiatan lainnya. Gambar 4. Voting Pengguna Gambar 4 menunjukkan bahwa tingkat partisipasi followers akun Instagram Perpustakaan Universitas Airlangga cukup tinggi. Pihak perpustakaan aktif mengajak followers untuk berpartisipasi dalam jajak pendapat terhadap pengguna perpustakaan terhadap persiapan layanan meminjam secara mandiri oleh pemustaka. Hasil yang diperoleh mayoritas setuju dengan jawaban 92% menjawab “ya” atau telah siap dengan sistem yang akan diberlakukan, sedangkan yang “tidak” hanya 8% saja. Selain itu Perpustakaan Unair juga menggunakan fasilitas Live. Live Instagram sendiri merupakan sarana broadcast pribadi. Dapat mengupload video lebih dari 30 menit. Fasilitas Live Instagram digunakan untuk memperkenalkan Perpustakaan, Prosedur bebas perpus di perpustakaan, Tips dan Trik searching, Fasilitas Penunjang perpustakaan, dan kegiatan lainnya. Gambar 5. Live Instagram Video live (Gambar 5) berjudul Virtual Reality mendapatkan jumlah penonton terbanyak yakni sebanyak 606 tayang, dan video dengan judul Bebas Perpustakaan diuruutan ke-2 dengan jumalh ditonton sebanyak 425 kali tayang. Selain itu komentar yang lontarkan dalam video cukup positif yang artinya apresiasi terhadap inovasi yang dilakukan oleh perpustakaan disambut baik oleh pemustaka. Cukup banyak interaksi yang dilakukan di akun instagram ini. Seperti admin yang membalas komentar, dan merepost foto yang menandai akun instagram perpustakaan Universitas Airlangga. Jumlah Like dari postingan di akun tersebut tidak pernah kurang dari 100 like, yang artinya cukup banyak yang mengapresiasi perpustakaan. Perpustakaan cukup kreatif dalam melakukan pengunggahan sehingga respon yang didapat cukup baik. Komunikasi yang coba dibangun oleh perpustakaan cukup baik karena mengharapkan komunikasi balik dari pemustaka, contohnya adalah saat melakukan polling di instagram. Dan membuat pemustaka merasa menjadi bagian perpustakaan dengan me-repost foto yang menandai perpustakaan. Dapat dilihat dari komentar yang terdapat pada unggahan tiap foto hasilnya cukup positif yang artinya fungsi promosi perpustakaan telah berjalan karena meniciptakan citra yang baik dimasyarakat. Keempat fungsi Promosi telah dirasakan oleh perpustakaan dilihat dari Like, komen, dan jumlah pengikutnya. Perpustakaan juga telah memanfaatkan hampir seluruh fasilitas yang dimiliki instagram sebagai alat bantu promosi perpustakaan. Dari Unggah Video, unggah Foto, Story Instagram dengan berbagai tools dan filter, hingga melakukan Live Self-Bloadcast secara mandiri. Perpustakaan saat ini diyakini oleh banyak pihak bisa berperan aktif dan strategis sebagai sarana literasi masyarakat (Unesco 2006). Program pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, program-program yang ada di layanan perpustakaan banyak yang bisa mendukung hal tersebut (Suharso, Sudardi, et al. 2018; Suharso, Yanto, et al. 2018). Semangat ini secara masif dikembangkan di kalangan pustakawan dan pengelola perpustakawan. Harapannya, tentu ini menjadi tantangan bagi para pustakawan agar layanan perpustakaan bisa berbasis teknologi informasi khususnya media sosial mampu memberdayakan pemustakanya. Dalam konteks inilah perpustakaan dengan didukung para pustakawan dan beberapa lembaga terkait diharapkan bisa memberikan kontribusinya dengan menggairahkan budaya literasi masyarakat.
Conclusion
Perpustakaan Universitas Airlangga telah melakukan promosi perpustakaan lewat instagram. Fungsi promosi lewat instagram juga telah di rasakan oleh sivitas akademika berupa pengenalan, komunikasi, dan citra yang baik di pemustaka/ masyarakat. Pengembangan content instagram merupakan tuntutan akan pemanfaatan teknologi informasi dalam layanan yang diperlukan oleh pemustaka. Hasil dari promosi melalui media sosial ini secara langsung berdampak positif terhadap Perpustakaan Universitas Airlangga.