Kembali
16
1
2024 Unilib: Jurnal Perpustakaan Vol 15 · 1 ISSN 2715-274X

Strategi Promosi Perpustakaan Universitas Jember Melalui Media Sosia

Universitas Jember; Universitas Jember

Abstrak

Strategi promosi perpustakaan di media sosial saat ini sangat penting karena mayoritas pemustaka adalah generasi Z yang menggunakan media sosial sebagai media informasi dan komunikasi yang paling digemari. Hal ini menarik untuk dikaji dan dilakukan penelitian karena karakteristik pemustaka di setiap universitas berbeda. Universitas Jember mengandalkan stategi promosi perpustakaan melalui sosial media dengan cara yang unik . Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui strategi promosi dan media sosial yang efektif dalam promosi di Perpustakaan Universitas Jember (UNEJ). Metode penelitian menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif yaitu memberikan gambaran tentang strategi promosi dan media sosial yang paling efektif dalam promosi. Subjek penelitian sebanyak 40 pemustaka dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu dari pemustaka yang memiliki minimal dua media sosial yang aktif yaitu facebook, instagram, twitter, youtube dan tik tok. Skala pengukuran menggunakan skala likert yaitu Sangat Setuju, Setuju, Tidak Setuju, Sangat Tidak Setuju. Penelitian dilakukan di Perpustakaan UNEJ tanggal 11 Mei – 11 Juli 2023. Teknik pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner melalui google form, observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan strategi promosi diterapkan dengan teknik mengelompokkan jenis konten yaitu all for user, library event, library services promotionserta literacy campaign dan strategi promosi yang paling efektif dilakukan adalah melalui Instagram 37 mahasiswa (92,5%).

Abstract

Library promotion strategies on social media are currently very important because the majority of users are generation Z who use social media as the most popular information and communication medium. This is interesting to study and carry out research because the characteristics of users at each university are different. Jember University relies on library promotion strategies through social media in a unique way. The aim of the research is to find out effective promotion and social media strategies in promotion at the Jember University Library (UNEJ). The research method uses a quantitative descriptive research design, which provides an overview of the most effective promotional strategies and social media in promotion. The research subjects were 40 library users using a purposive sampling technique, namely from users who had at least two active social media, namely Facebook, Instagram, Twitter, YouTube and Tik Tok. The measurement scale uses a Likert scale, namely Strongly Agree, Agree, Disagree, Strongly Disagree. The research was conducted at the UNEJ Library on 11 May – 11 July 2023. Data collection techniques were by distributing questionnaires via Google Form, observation, documentation and interviews. The research results showed that the promotion strategy was implemented using the technique of grouping content types, namely all for users, library events, library services promotion and literacy campaigns and the most effective promotion strategy carried out was via Instagram for 37 students (92.5%)</p>
Keywords: Promosi · Strategi Promosi · Media Sosial · Perpustakaan Universitas Jember

Introduction

Masifnya perkembangan teknologi informasi mendorong perpustakaan untuk bertransformasi dalam melakukan promosi yang merupakan bagian dari upaya meningkatkan mutu layanan. Upaya yang dilakukan salah satunya adalah menentukan strategi promosi yang sesuai dengan karakteristik pemustaka berbasis dijital melalui media sosial seperti facebook, twiter, instagram dan youtube. Media sosial merupakan media yang tercipta dari adanya revolusi teknologi informasi, yang memun-gkinkan bagi penggunanya untuk menciptakan, membagikan informasi, berkomunikasi atau berje-jaring dengan berbasis internet (Rahma, 2014). Era revolusi teknologi saat ini hampir setiap orang terutama generasi Z (Gen Z) menggunakan media sosial sebagai bentuk eksistensi diri dan upaya melakukan interaksi sosial. Hal tersebut sesuai dengan data yang ditunjukkan oleh Hoosuite (We Are Social) (dalam Riyanto, 2020) menyatakan bahwa: “Penduduk dunia sebanyak 7.750 milyar penduduk, terdapat 3.800 milyar yang aktif menggunakan media sosial. Di Indonesia sendiri dengan jumlah populasi penduduk sebanyak 272,1 juta jiwa, terdapat 160 juta jiwa yang menggunakan media sosial secara aktif ” (Riyanto, 2020). Maka dari itu Perpustakaan Universitas Jember (UNEJ) perlu melakukan adaptasi dan segera bertransformasi sesuai perkembangan jaman yang ada salah satunya memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi perpustakaan.Melalui media sosial Perpustakaan UNEJ, pemustaka dapat mengetahui dan memanfaatkan informasi maupun program kerja perpustakaan yang dapat meningkatkan pengetahuan dan kompetensinya. Pemustaka dapat mengikuti perkembangan koleksi terbaru, bergabung pada kegiatan kepustakawanan seperti mengikuti bimbingan pemustaka, kongkow kepustakawanan dan lain-lain. Haenlein & Haenlein (2014) menya-takan bahwa media sosial merupakan kelompok aplikasi yang berbasis internet dan berfondasi ideologis serta teknologi web 2.0, yang berfungsi untuk pertukaran ilmu pengetahuan atau konten yang diciptakan oleh penggunanya. Perpustakaan akademik di Indonesia melakukan promosi menggunakan media sosial seperti layanan, fasilitas, dan koleksi serta untuk menye-barkan informasi. Dalam surveynya teridentifikasi hanya 31% perpustakaan yang mengklaim tidak memiliki dan mengimplementasikan kebijakan, kerangka kerja atau pedoman menggunakan media sosial yang dimiliki (Rachman & Putri, 2018).UPA Perpustakaan UNEJ sebagai salah satu perpustakaan perguruan tinggi berupaya untuk membuat sebuah kebijakan strategi promosi agar promosi yang dilakukan dapat efektif dan efisien. Staf tim media yang bertugas membuat konten terbatas hanya dua orang, dengan mengoper-asikan seluruh media sosial yang dimiliki tentu saja memiliki keterbatasan waktu dan kompetensi, sehingga perlu adanya kajian khusus terkait media promosi yang tepat sasaran dan sesuai dengan karakteristik pemustaka UPA Perpustakaan UNEJ. Berdasarkan latar belakang tersebut maka perlu dilakukan kajian khusus terkait penelitian tentang strategi promosi Perpustakaan UNEJ melalui media sosial yang sesuai dengan karakteristik pemustaka. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk untuk mengetahui strategi promosi yang dilakukan oleh Perpustakaan UNEJ melalui media sosial dan mengetahui media sosial apa yang paling efektif dalam melakukan promosi Perpustakaan UNEJ.

Method

Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Memberikan gambaran tentang strategi promosi Perpustakaan UNEJ melalui media sosial dan mengetahui media sosial yang paling efektif dalam promosi. Subjek penelitian berjumlah 40 mahasiswa sebagai pemustaka Perpustakaan UNEJ. Sampel diambil berdasar teknik purposive sampling yaitu pemustaka yang memiliki minimal dua media sosial yang aktif. Skala pengukuran menggunakan skala likert 4 tingkat (Hertanto, 2017) yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS) dengan media sosial sebagai obyek penelitian adalah Facebook (FB), Instagram (IG), Twitter (TW), Youtube (YT), Tiktok (TK). Penelitian dilakukan di Perpustakaan UNEJ dari tanggal 11 Mei – 11 Juni 2023. Teknik pengumpulan data dengan menye-barkan kuesioner melalui google form, observasi, dokumentasi dan wawancara

Discussion

Secara umum hasil kuesioner menghasilkan data sebagai berikut: A. Karakteristik Pemustaka dalam Penggunaan Media Sosial1. Karakter sampel berdasar jenis kelaminHasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kelamin subyek penelitian yang berkunjung ke Perpustakaan UNEJ pada 11 Mei – 11 Juni 2023 tertinggi dengan jenis kelamin perempuan yaitu 29 mahasiswi (72,5%). Sedangkan jenis kelamin laki laki berjumlah 11 mahasiswa (72,5%). Nadhifah (2020) dalam penelitiannya juga menyatakan bahwa pengunjung Perpustakaan UNEJ mayoritas adalah mahasiswi (79%) dan mahasiswa( 21%) (Nadhifah, 2020). Hal ini dikarenakan aspek regulasi diri dalam belajar Self regulated learning) perempuan mempunyai metakognisi, motivasi dan perilaku yang lebih tinggi dalam belajar dibanding laki-laki (Anggraini, 2015) Selain itu, pengguna IG paling aktif adalah perempuan (63%) dan laki-laki (37%) (Priha-tiningsih, 2017). Data tersebut juga sesuai dengan hasil pengamatan di media sosial instagram Perpus-takaan UNEJ pada tahun 2023 yaitu pemirsa yang berinteraksi tertinggi berjenis kelamin perempuan sebanyak 76% sedangkan laki-laki 32,9%.Gambar 5. Insight InstagramSumber: Instagram @perpustakaan.unej2. Karakter Pemustaka dalam Pemanfaatan Media SosialGambaran karakter pemustaka dalam peman-faatan media sosial diidentifikasi berdasarkan: 1). Media sosial perpustakaan yang diikuti pemustakaHasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial tertinggi yang diikuti oleh pemustaka adalah instagram sejumlah 37 orang (92,5%) dan terendah adalah Youtube sejumlah 1 orang (2,5%). Kondisi ini didukung dengan penelitian Arianti, (2017) yang menyatakan bahwa mahasiswa merupakan pengguna instagramtertinggi tingkat kepuasannya. Mahasiswa merasa sangat puas terhadap fitur dan kelebihan instagram. Secara umum, remaja merasa puas. Hasil penelitian menunjukkan usia subjek penelitian tertinggi pada usia 20 dan 21 tahun sejumlah 13 orang (32,5%). Prihatiningsih, (2017) menyatakan bahwa jumlah pengguna instagramrata-rata berusia 18-24 tahun sebanyak 59%, menggunakan instagram. 2). Ketertarikan pencarian informasi melalui media sosialHasil penelitian menunjukkan bahwa pemustaka tertinggi tertarik mencari informasi melalui media sosial instagram sejumlah 36 orang (90%), dan terendah melalui facebook dan tiktoksebanyak 2 orang (5%). Pemanfaatan instagrammenunjukkan salah satu media sosial yang dapat berperan mempengaruhi komunikan dari segi persepsi dalam bentuk promosi perpus-takaan. Saat ini instagram tidak hanya berfungsi sebagai hiburan saja, tetapi juga sebagai media sosial yang berpeluang besar untuk melakukan kegiatan bisnis melalui promosi, Memberikan pesan yang persuasif sehingga menarik perhatian pemustaka. Komunikasi persuasif sering digunakan banyak orang untuk menyele-saikan masalah atau mempengaruhi komunikan dari segi persepsi, sikap, dan perilaku (Maryam & Paryontri, 2021).3). Konten dijital yang disukaiHasil penelitian menunjukkan bahwa pemustaka lebih menyukai konten dijital berupa gambar sejumlah 17 orang (42,5%) dan terendah berupa video sejumlah 9 orang (22,5%). Hal ini juga didukung dengan penelitian yang menyatakan bahwa pembelajaran menggunakan media gambar memberikan peningkatan hasil belajar yang tinggi (Zainuri, 2016).4). Interaksi dengan perpustakaan melalui media sosialHasil penelitian menunjukkan bahwa pemustaka melakukan interaksi dengan Perpustakaan UNEJ tertinggi melalui media sosial instagramsebanyak 38 orang (95%) dan terendah melalui media sosial facebook dan youtube sebanyak 1 orang (2,5%). Berikut hasil wawancara dengan pemustaka dari mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis jurusan S1 Manajemen, angkatan 2022. Nabila Salsabila Rahman mengatakan bahwa: “Saya memiliki akun media sosial instagram, tiktok, youtube dan facebook., oh ya twitter. Eehmm saat ini yang paling aktif saya gunakan itu ada di instagram dan tiktok. Ehmm untuk kalau misalnya mencari sesuatu atau berita-berita itu kebanyakan yang terbaru, yang paling cepat updatenya itu dari tiktok dan instagram, kalau di tiktok itu ada FYP dan instagram itu ada explore, nahh di beranda media sosial tersbeut kita sudah bisa mendapatkan berita terkini atau berita yang lagi viral, termasuk instagram Perpustakaan UNEJ”Gambar 6. Wawancara kepada mahasiswi, 2023 B. Efektifitas Promosi Perpustakaan UNEJ melalui Media SosialTabel 1 menunjukkan tentang efektifitas promosi Perpustakaan UNEJ ditinjau dari media sosial yang digunakan, yaitu:1). Pemustaka mendapatkan informasi tentang berbagai layanan yang disajikan Perpustakaan UNEJ melalui media sosial instagram sebanyak 37 orang (92,5%) dan terendah melalui media sosial facebook sebanyak 1 orang (2,5%). Berikut adalah contoh informasi layanan Perpustakaan UNEJ yang menjadi salah satu konten di instagram. Gambar 7. Info layanan Perpustakaan UNEJ di instagram, 2023Sumber: Instagram @perpustakaan.unej2). Pemustaka mendapatkan informasi terkait tutorial pemanfaatan layanan Perpustakaan UNEJ melalui media sosial instagram sebanyak 24 orang (60%) dan terendah melalui media sosial facebook sebanyak 2 orang (5%). Berikut adalah contoh tutorial pemanfaatan layanan Perpustakaan UNEJ yang menjadi salah satu konten di instagram, yaitu tutorial pemanfaatan Open Archive Initiative (OAILib) UNEJ. Merupakan salah satu koleksi dijital Perpustakaan UNEJ.Gambar 8. Tutorial OAILib UNEJSumber: Instagram @perpustakaan.unejC. Efektifitas Promosi Perpustakaan UNEJ ditinjau dari konten Media Sosial Perpus-takaan UNEJTim media Perpustakaan UNEJ menyusun rancangan program promosi perpustakaan yang terbagi dari beberapa jenis konten diantaranya konten all for user, konten literacycampaign, kontenlibrary event dan konten library services promotion. Berdasarkan hasil penelitian yang ditunjukkan pada tabel 2 menunjukkan bahwa :1). Pemustaka dominan berpendapat setuju bahwa konten pada media sosial Perpustakaan UNEJ dapat memberikan edukasi kepada pemustaka sebanyak 40 orang (100%). Hal ini membuk-tikan bahwa jenis konten all for user dapat memberikan proses pembelajaran secara tidak langsung kepada pemustaka. Hal ini ditun-jukkan dengan salah satu konten di instagram(@perpustakaan.unej) pada kegiatan Kongkow Kepustakawanan. Kongkow Kepustakawanan bagian dari program kerja Perpustakaan UNEJ yang dilakukan secara rutin setiap bulan untuk sharing ilmu baik tentang kepustakawanan, kepenulisan maupun keilman yang lain. Peserta Kongkow Kepustakawanan diikuti sivitas akademika UNEJ maupun dari luar UNEJ. Konten all for user juga bertujuan untuk menerapkan customer relationship guna menjalin hubungan baik antara perpustakaan dengan pemustaka, seperti yang ditunjukkan pada gambar 9 dan gambar 10.Gambar 9: Flyer Pendidikan Pemustaka Sumber: Instagram @perpustakaan.unej Gambar 10. Flyer Kongkow kepustakawananSumber: Instagram @perpustakaan.unej2). Pemustaka dominan berpendapat setuju bahwa konten media sosial Perpustakaan UNEJ menarik minat pemustaka untuk berkunjung ke Perpustakaan UNEJ sebanyak 35 orang (87,5%). Hal ini membuktikan bahwa konten library eventefektif berpengaruh terhadap minat pemustaka terhadap kegiatan perpustakaan. Kolaborasi Perpustakaan UNEJ dan Sahabat Perpustakan sebagai mitra, merancang berbagai macam program literasi sebagai daya tarik pemustaka untuk datang/berkunjung ke perpustakaan. Salah satu program literasi tersebut yaitu tersedianya sarana Ekspresi Seni dan Literasi (EKSITSpace) bagi pemustaka di perpustakaan.Gambar 11. Program EKSITspaceSumber: Instagram @sahabatperpus.uj3). Pemustaka dominan berpendapat setuju bahwa konten media sosial Perpustakaan UNEJ menarik minat pemustaka untuk memanfaatkan layanan dan sarana perpustakaan sebanyak 36 orang (90%). Hal ini membuktikan bahwa konten Library Services Promotion yang bertujuan untuk mempromosikan layanan perpustakaan efektif memberikan informasi terkini terkait layanan perpustakaan. Berikut salah satu konten dari Library Services Promotion yang dilakukan oleh Perpustakaan UNEJGambar 12. Konten Jam Layanan Perpustakaan 2023Sumber: Instagram @perpustakaan.unej4). Pemustaka dominan berpendapat setuju bahwa konten media sosial Perpustakaan UNEJ menarik minat pemustaka untuk memanfaatkan koleksi perpustakaan sebanyak 35 orang (87,5%). Tim media sosial Perpustakaan UNEJ aktif dalam membuat konten literacycampaign yaitu literasi informasi yang bertujuan memberikan edukasi pemustaka terkait pemanfaatan koleksi cetak ataupun dijital, terutama tentang pemanfaatan e-resources, penelusuran informasi dan etika dalam penyebaran informasi yang mendukung proses perkuliahan di lingkungan UNEJ. Berikut salah satu konten literacy campagin pada media sosial Gambar 13. Konten Koleksi e-resourches, 2023Sumber: Instagram @perpustakaan.unej5). Pemustaka dominan berpendapat setuju bahwa media sosial perpustakaan membantu menguhubungkan pemustaka dengan pustakawan sebanyak 29 orang (72,5%). Tersedianya menu direct message dan contact person pada setiap konten promosi di media sosial membantu pemustaka menghubungi pustakawan untuk mendapat informasi yang dibutuhkan.D. Pemanfaatan Media SosialGambaran pemanfaatan media sosial diidenti-fikasi berdasarkan berikut:Jenis media sosial yang dimilikiPada tabel 3 menunjukkan hasil sebagai berikut:1). Pemustaka dominan memiliki media sosial instagram sebanyak 38 orang (41,3%) dan paling sedikit dimiliki adalah media sosial twitter sebanyak 3 orang (3,2%). Berdasarkan wawancara dari mahasiswi Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) mengatakan bahwa: “Tampilan beranda di twitter itu menurut kurang menarik. Selain itu, apa e tampilan user interface atauUI dari twitter tidak sesuai dengan yang saya inginkan. Misalnya, saya menyukai tentang mesin, maka yang muncul di beranda lini masa banyak yang selain mesin.Gambar 14. Wawancara pustakawan dengan mahasiswi Fasilkom, 2023Jenis media sosial yang sering diakses pemustaka Perpustakaan UNEJ adalah instagram sebanyak 31 orang (77,5%) dan paling sedikit diakses adalah media sosial facebook sebanyak 1 orang (2,5%). Berdasar wawancara dengan mahasiswa FEB, Nabila mengatakan “Jadi menurut saya itu lebih menarik sedangkan Prihatiningsih (2017) juga menyimpulkan dalam penelitiannya bahwa instagrammerupakan media sosial yang mampu memenuhi kebutuhan seseorang, diantaranya adalah kebutuhan kognitif, afektif, integrasi pribadi, integrasi sosial dan berkhayal.2). Intensitas akses media sosial pemustakaBerikut hasil penelitian berdasarkan tabel 4 tentang intensitas akses media sosial oleh pemustaka:a. Pemustaka Perpustakaan UNEJ dominan tidak pernah mengakses media sosial facebooksebanyak 32 orang (80%) dan 1 orang (2,5%) yang sering mengakses facebook.b. Pemustaka Perpustakaan UNEJ dominan tidak pernah mengakses media sosial twittersebanyak 31 orang (77,5%) dan 5 orang (12,5%) yang sering mengakses twitter. c. Pemustaka Perpustakaan UNEJ dominan sangat sering mengakses media sosial instagram sebanyak 38 orang (95%) dan 2 orang (5%) yang sering mengakses instagram. d. Pemustaka Perpustakaan UNEJ dominan sangat sering mengakses media sosial youtube sebanyak 31 orang (77,5%) dan 9 orang (22,5%) yang sering mengakses youtube.e. Pemustaka Perpustakaan UNEJ dominan sering mengakses media sosial tiktok sebanyak 18 orang (45%) dan 9 orang (12,5%) yang sering mengakses twitter.

Result & Discussion

Berdasarkan analisis dari hasil temuan data yang telah dipaparkan, maka dapat ditarik simpulan bahwa strategi promosi yang diterapkan di Perpustakaan UNEJ adalah menggunakan teknik pengelompokkan jenis konten yaitu All for User, Library Event, Library Services Promotion serta literacy campaign. Strategi promosi yang paling efektif dilakukan Perpustakaan UNEJ adalah melalui media sosial instagram