Kembali
16
1
2020 PUBLIS (Publication Library and Information Science) Vol 4 · 1 ISSN 2598-7852

DAMPAK KONSERVASI MANUSKRIP TERHADAP MINAT TULIS KADER MUHAMMADIYAH (Studi Kasus Muhammadiyah Corner Perpustakaan UMY)

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Abstrak

Lebih dari satu abad persyarikatan Muhammadiyah didirikan di Yogyakarta. Berbagai macam manuskrip saat ini dikelola di Muhammadiyah corner perpustakaan Universitas Muhamadiyah Yogyakarta (UMY), sebagai langkah awal perawatan dilakukan konservasi digitalisasi manuskrip dalam upaya melestarikan dan menjaga keotentikan naskah tersebut. konservasi dilakukan di ruangan Muhammadiyah corner sehingga pengunjung Muhammadiyah corner dapat menyaksikan proses yang dilakukan oleh pustakawan disetiap tahapannya.Tujuan penetian ini untuk mengetahui sejauhmana dampak dari proses konservasi manuskrip di Muhammadiyah corner terhadap minat tulis kader Muhammadiyah yang saat itu menyaksikan proses konservasi manuskrip. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. menggunakan tiga informan, wawancara dan dokumentasi sebagai teknik pengolahan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan konservasi manuskrip memiliki dampak terhadap ketertarikan menulis pada kader Muhammadiyah.

Abstract

More than a century the Muhammadiyah organization was founded in Yogyakarta. Various kinds of manuscripts are currently being managed at the Muhammadiyah corner of the Yogyakarta Muhamadiyah University (UMY) library. As a first step, the conservation of digitization of the manuscripts is carried out to preserve and maintain the authenticity of the manuscript. The conservation was carried out in the Muhammadiyah corner room so that visitors to the Muhammadiyah corner could witness the process carried out by the librarian at each stage. The purpose of this study was to determine the extent of the impact of the manuscript conservation process at the Muhammadiyah corner on the writing interest of Muhammadiyah cadres who at that time watched the manuscript conservation process. This study uses a qualitative method. using three informants, interviews and documentation as data processing techniques. The results showed that the manuscript conservation activities had an impact on writing interest in Muhammadiyah cadres.
Keywords: Conservation · Manuscript · Writing Interest

Introduction

Latar Belakang Dapat dijelaskan bahwa perpustakaan memiliki beberapa pengertian yang tidak lepas dengan koleksi dan ruangan. Menurut salah satu Begawan ilmu perpustakaan di Indoensia, Prof Sulistyo basuki makna perpustakaan adalah sebagai gedung untuk menyimpan bahan pustaka, disusun sesuai aturan tertentu dan dimanfaatkan untuk pemustaka. Definisi tersebut adalah serangkaian hasil kolaborasi dari pengertian perpustakaan secara umum, begitu juga devinisi perpustakaan menurut IFLA. (Sulistyo Basuki, 1993). Sebagai payung hukum pelaksanakaan pengelolaan perpustakaan. Pemerintah telah membuat aturan baku yaitu melalui Undang-Undang Nomor 43 tentang perpustakaan sebagai beikut: “Perpustakaan merupakan institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka”.(UU RI No 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, 2007). Salah satu koleksi yang harus dilestarikan di Muhammadiyah corner UMY adalah naskah kuno atau biasa disebut sebagai manuskrip. Manuskrip merupakan saksi otentik sejarah dimana ilmu pengetahuan diabadikan melalui tulisan tangan. Undak dapat melestarikan baik isi maupun kebendaan dari manuskrip dijelaskan pula melalui PP no 24 tahun 2014, mengenai pelestarian manuskrip untuk tetap memperhatikan dan menjaga bentuk fisiknya meskipun telah dilakukan alih media kedalam bentuk digital.(PP No 24 Tahun 2014, 2014). Muhammadiyah merupakan satu dari beberapa organisasi sosial keagamaan di Indonesia, dalam perkembanganya Muhammadiyah saat ini sudah memilki 177 Perguruan tinggi. Semua perguruan tinggi di Muhammadiyah telah terfasilitasi Perpustakaan beserta koleksi bahan pustaka termasuk manuskrip didalamnya. (Suara Muhammadiyah, 2018). Sejarah mencatat persyarikatan Muhammadiyah pada awal pereode berdirinya telah meletakan empat pondasi yang menjadi ruang gerak organisasi. Diantaranya, Hoofd Bestuur Muhammadiyah bahagian sekolahan, Hoofd Bestuur Muhammadiyah bahagian Tabligh, Hoofd Bestuur Muhammadiyah bahagian Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO), Hoofd Bestuur Muhammadiyah Bahagian Taman Pustaka yang saat ini dikenal dengan Majlis Pustaka dan Informasi (MPI PP Muhammadiyah, 2020). Sejalan dengan perkembangan dan pesatnya laju perjuangan dakwak Muhammadiyah. Sudah tentu tidak sedikit peninggalan yang menjadi bukti catatan sejarah masa lalu Muhammadiyah yang saat ini di simpan melalui perpustakaan Muhammadiyah atau menjadi koleksi pribadi dari kalangan keluarga Muhammadiyah. Muhammdiyah sudah sejak lama mengabdikan kader-kader terbaiknya dalam dunia pendidikan, budaya menulis sudah menjadi tradisi dalam mewujudkan aktualisasi ilmu pengetahuan, dengan keterbatasan ruang dan waktu Buya Hamka mampu menulis tafsir Al-Azhar dan masih banyak tokoh yang lahir dari rahim Muhammadiyah yang telah memberikan sumbangsih melalui karya ilmiah dalam upaya mencerdaskan ummat di negeri ini.(Al Amin, 2014). Melihat proses konservasi manuskrip di Muhammadiyah corner UMY penulis tertarik untuk membahas lebih lanjut tentang dampak konservasi manuskrip terhadap minat tulis kader Muhammadiyah dengan studi kasus Muhammadiyah corner UMY. Rumusan Masalah Sesuai dengan latar belakang diatas, di hasilkan rumusan masalah yaitu bagaimana dampak konservasi manuskrip terhadap minat tulis kader Muhammadiyah?(civitas akademika UMY). Tujuan Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan dampak konservasi manuskrip terhadap minat tulis kader Muhammadiyah (civitas akademika UMY). Landasan Teori Konservasi Kata konservasi dijelaskan dalam KBBI mengandung arti pemeliharaan serta perlindungan sesuatu yang tersetruktur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan melalui pelestarian.(KBBI, 2020). Dapat pula konservasi diartikan dengan proses pelestarian. Begitu juga konservasi dalam dunia perpustakaan dapat diambil pengertian adalah sebagai kebijakan dan kegiatan dalam melindungi bahan pustaka dari kerusakan. Dalam cakupan kebijakan yang megikat jalanya proses pelestarian yaitu penerapan dalam pemeliharaan sesuai dengan prosedur dan menyimpan untuk menjaga keutuhan pustaka. (Lasa HS, 2009). Pernyataan diatas sejalan dengan pendapat Primadesi, yang mengemukakan bahwa konservasi adalah pemeliharaan, pengawetan serta perlindungan bahan pustaka dalam keadaan terselamatkan dari segala yang mampu menjadikanya rusak.(Primadesi, 2012). Martoadmojo mempertegas, konservasi merupakan kebijakan dan cara khusus dalam melindungi bahan pustaka dari kehancuran hingga menghilangnya sebuah informasi.(Martoatmojo K, 2009). Adapun proses konservasi sebagaimana devinisi diatas antara lain : a) Membersihkan kotoran Naskah kuno atau (manuskrip) harus selalu dijaga keberadaanya dari hal-hal yang membuatnya rusak, salah satu penyebab rusaknya manuskrip adalah kotoran yang melekat dalam debu, cara membersihkan manuskrip dari debu dapat menggunakan kapas atau tsyu kering kemudian di usapkan diatas manuskrip yang sekiranya terdapat debu. b) Penyimpanan naskah kuno (manuskrip) Salah satu upaya paling penting dalam mencegah kerusakan manuskrip adalah dengan menempatkan manuskrip kedalam tempat yang seteril dari debu, rayap maupun unsur lainya yang dapat merusaknya. Naskah kuno (manuskrip) dapat disimpan di dalam kotak kaca atau acrylic dengan mengatur tingkat kelembaban udara didalam kotak tersebut menggunakan alat pengukur temperatur suhu yang biasa digunakan untuk mengukur tingkat kelembaban udara di dalam ruangan. Dengan cara tersebut kita mampu mencegah anti oksidan dari lingkungan sekitar terhadap bahan pustaka naskah kuno yang sangat rawan akan kerusakan. c) Proses alih media Salah satu proses konservasi dalam mengupayakan menyelamatkan keutuhan isi naskah kuno (manuskrip) adalah alih media, dengan cara men scan satu persatu naskah kuno (manuskrip) kemudian menyimpanya dalam bentuk digital. Naskah kuno (manuskrip) yang sudah ter alih mediakan akan lebih mudah untuk dimanfaatkan baik dalam melihat isinya maupun sebagai bahan penelitian oleh pengguna userPerpustakaan, dengan tanpa ada keraguan terhadap aktifitas yang dilakukanya yang berdampak terhadap kerusakan naskah kuno (manuskrip) tersebut. Melalui proses alih media kelangsungan informasi akan terus dapat dimanfaatkan oleh siapa saja tanpa terhalang ruang dan waktu. Proses digitalisasi secara umum merupakan konversi dokumen dari bentuk fisik ke dalam bentuk digital.(Marilyn Deegan & Simon Tanner, 2002). Tujuan konservasi dan pelestarian menurut IFLA adalah untuk memastikan bahwa perpustakaan dan bahan arsip yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dalam semua format unjtuk dapat di pertahankan dan diakses selama mungkin.(IFLA, 1984). Melalui pelestarian dan konservasi naskah kuno dapat terjaga bentuk fisik kebendaan serta kandungan informasinya. Menjaga dan mempelajari naskah kuno adalah bentuk apreasiasi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan informasi yang terkadung didalamnya. Sehingga dengan mempelajari naskah kuno mampu membuat kita tertarik dan terilhami akan kebesaran sang penulis atas segala karyanya dengan keterbatasan alat serta media di masanya. Manuskrip Naskah kuno dalam dunia ilmu perpustakaan disebut juga dengan istilah manuskrip (manuscripts) terbentuk dari dua kata Manu dan scriptus yang berarti dokumen kuno yang dihasilkan dalam tulisan tangan. Manuskrip merupakan sebuah bukti nyata sebuah karya otentik masa lalu sebagai cermin perkembangan teknologi dan karya ilmiah dieranya. Sebagaimana dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Departemen Pendidikan Pusat Bahasa Nasional, 2008) “manuskrip merupakan yang menjadi kajian filologi; naskah baik tulisan tangan (dengan pena, pensil maupun ketikan bukan cetakan)”. Melalui Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 tahun 2007. “manuskrip adalah semua dokumen tertulis yang tidak dicetak atau tidak diperbanyak dengan cara lain, baik yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri yang berumur sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun, dan yang mempunyai nilai penting bagi kebudayaan nasional, sejarah dan ilmu pengetahuan”.(UU RI No 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, 2007). Dijelaskan pula menurut Alimin, penelitian mengenai sejarah, budaya, sastra, sosial politik dengan menggunakan sumber asli akan menjadikan hasil penelitian tersebut lebih obyektif.(Alimin, K, 2010). Keotentikan manuskrip sebagai koleksi yang bernilai sejarah secara kebendaan maupun konten muatan informasi didalamnya di proses melalui alih media agar tidak musnah dan menghilang. Sehingga keberadaanya dapat dimanfaatkan oleh pemustaka dalam waktu yang tak terbatas. Melihat beberapa pendapat diatas, penulis dapat menyimpulkan bahwasanya manuskrip (manuscript) atau naskah kuno adalah produk atau hasil karya asli dari masyarakat terdahulu disuatu tempat, baik berupa nilai sejarah beserta wujud kebendaan yang tertuang diatasnya yaitu kertas, lontar dan sebagainya, ilmu pengetahuan dari muatan isi tulisan maupun adat istiadat yang di sampaikan menggunakan tulisan berusia kurang lebih 50 tahun dari masa sekarangyang wujud dan isinya harus harus dijaga untuk dilestarikan. Mengenai dalam bentuk apa saja keberaan manuskrip, Suprihati menjelaskan bahwa naskah kuno atau manuskrip terdiri dari berbagai unsur aksara dan bahasa daerah, ditulis dengan pada daunt al atau lontar, bamboo, rotan, daun nipah, tanduk, tulang, kulit binatang, luwang, kertas, kain dan lain-lain.(Suprihati, 2004).

Method

Penelitian ini melalui pendekatan kualitatif. induktif karena penelitian ini membangun melalui pola pengembangan konsep dan teori, sehingga dalam prakteknya dapat dilaksanakan secara fleksibel. (Ismail Nawari, 2015). Pengumpulan data melalui pengamatan secara langsung. Peneliti terlibat secara langsung dalam konservasi manuskrip di Muhammadiyah corner. Teknik wawancara, ada (3) tiga informan yang digunakan, yaitu ketua pimpinan wilayah Muhammadiyah (PWM) Yogyakarta yang saat ini menjabat sebagai dosen tetap UMY, pustakawan Perpustakaan UMY dan mahasiswa kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) UMY. Triangulasi sumber di gunakan peneliti sebagai uji keabsahan data.

Result

Hasil penelitian yang dilaksanakan dari tanggal 1 Mei hiingga 25 Mei 2019, adalah sebagai berikut: Berjalanya program konservasi manuskrip di Muhammadiyah corner UMY saat ini ini tidak sekedar hanya menyelesaikan tugas. Sebagaimana mestinya dalam upaya proses penyelamatan naskah kuno atau manuskrip terhadap hal-hal yang membuatnya rusak atau musnah. Namun hal tersebut mampu memberikan layanan terhadap pengunjung Muhammadiyah corner UMY untuk ikut berperan aktif dalam upaya menjaga dan melestarikan koleksi naskah kuno (manuskrip) sebagai aset yang sangat berharga. Kecenderungan pengunjung Muhammadiyah corner dalam melihat proses konservasi berdampak rasa keingintahuan yang lebih terhadap sebuah naskah kuno, yang menjadikan tantangan tersendiri bagi setiap pengunjung untuk mampu menghasilkan sebuah karya dalam tulisan seperti naskah kuno yang saat itu dilihatnya. Dalam hal ini penulis mengambil tiga sampel yang dijadikan informan terkait dampak kegiatan konservasi di Muhammadiyah corner terhadap minat tulis kader Muhammdiyah. Pada tanggal 2-05-2019 dilakukan wawancara yang pertama dengan salah satu kader Muhammadiyah yaitu ketua PWM (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah) Daerah Istimewa Yogyakarta sekaligus sebagai dosen tetap di UMY dengan inisial GDP. Beliau mengatakan “proses konservasi manuskrip merupakan tamparan bagi kita kader Muhammadiyah yang saat ini malas kalau diajak menulis”, bagi GDP adanya proses konservasi manuskrip merupakan pekerjaan pustakawan yang perlu diapresiasi begitu juga sebagai layanan yang bagus dan harus diagendakan lebih baik, terlebih masih banyak koleksi manuskrip yang dimiliki di kalangan warga Muhammadiyah yang belum terkonservasi, selebihnya bagi GDP sendiri dengan adanya proses konservasi menjadikan obor semangat baru untuk lebih giat menulis dan menghasilkan karya ilmiah”. Wawancara yang kedua dilakukan pada tanggal 4-05-2019 dengan salah satu pustakawan UMY berinisial NDF. Kesan pertama yang dirasakan NDF melihat proses konservasi manuskrip di Muhammadiyah corner adalah takjub dengan adanya salah satu manuskrip Al-Qur’an tulis tangan dengan terjemahan tulisan huruf jawa yang ditengarai ditulis di tahun 1920 M. “Ini merupakan bukti otentik bahwa ilmu pengetahuan tidak terbatas ruang dan waktu dan sampai saat ini pun hal serupa dengan kemajuan teknologinya tidak banyak yang mampu melahirkan sebuah karya yang begitu bagusnya seperti kusamnya manuskrip yang menunjukan begitu dalam dan cadasnya pemikiran para pendahulu kita”, bagi NDF dampak konservasi manuskrip adalah langkah kongkrit untuk segera berani menulis apapun bentuknya, dengan adanya konservasi manuskrip di Muhammadiyah corner NDF berkeinginan menulis dengan tema konservasi. Wawancara ke tiga adalah dengan salah satu kader IMM yang juga aktifitis takmir masjid kampus Ahmad dahlan UMY dengan inisial MSR. Kesan kunjungan ditengah konservasi manuskrip yang berlangsung di Muhammadiyah corner adalah kembali lebih dekat dengan generasi sebelumnya dengan berbagai macam hasil karya ilmiah yang sampai saat ini masih terjaga dan dilestarikan keberaanya. Bagi MSR proses konservasi manuskrip di Muhammadiyah corner berdampak memacu minat tulis bagi setiap kader Muhammadiyah dan civitas akademika UMY pada umumnya yang menyaksikan adanya hasil karya yang sangat mulia, dan kelak menjadikan 3 amalan yang tak terputus bagi setiap orang yang mampu menciptakanya.

Discussion

Gambaran umum Pelestarian bahan pustaka merupakan unsur yang penting di perpustakaan, sehingga harus dilaksanakan sebagai upaya untuk menjaga kelangsungan informasi yang terkandung. Bahan pustaka disini merupakan naskah kuno (manuskrip). (Hidayah, FN, 2010) menyampaikan bahwa pelestarian bahan pustaka yang dimaksud meliputi bidang fisik begitu juga keotentikan yang menyeluruh dari semua yang terdapat dari bahan pustaka tersebut. Keontentikan informasi merupakan bagian penting yang dapat digunakan sebagai media baca dalam memahami realita kejadian masa lalu baik dalam penelitian maupun penyebar luasan informasi sendiri yang saat ini menjadi pengetahuan. Menurut, Stephen, dalam kajian ilmu politik untuk melihat nilai kesejarahan dari sisi empiris, naskah kuno merupakan salah satu referensi yang dapat dipakai dalam membantu melihat karakteristik psikologis aktivis politik mahasiswa dan non aktivis.(Stephen I. Abramowitz, 1975). Muhammadiyah corner UMY menilai proses konservasi merupakan media pembelajaran secara langsung yang mampu menunjukan betapa hebatnya para pendahulu kita dalam mengemas gagasan ilmu pengetahuanya melalui tulisan atau saat ini yang biasa kita sebut sebagai (manuskrip). Proses konservasi manuskrip di Muhammadiyah corner UMY mampu memberikan perhatian dan pertunjukan yang artistik penuh dengan seni dalam mengolah dan merawat naskah kuno tersebut. Ketelatenan dan kehati-hatian diperlukan dalam setiap langkah yang dipertunjukan oleh setiap pustakawan yang melakukan proses konservasi, sehingga dalam setiap prosesnya membawa daya tarik tersendiri terhadap pengunjung Muhammadiyah corner UMY untuk senantiasa memperhatikan juga melihat disetiap langkahnya sampai tahap akhir kedalam proses digitalisasi koleksi. Proses konservasi memberikan nilai layanan berbeda dengan layanan perpustakaan pada umumnya. Menurut Bernhard, menjelaskan bahwa layanan merupakan serangkaian aktifitas didalam perpustakaan yang mampu memberikan kepuaskan bagi penggunanya. (Bernhard dan Krenten 1995). Penjelasan tersebut sesuai dengan pelaksanaan konservasi sebagaimana sebuah proses pekerjaan dan juga layanan bagi pengunjung Muhammadiyah corner UMY yang terpuaskan dengan kegiatan yang dirasa langka dan berbeda dari layanan pada umumnya. Keberlangsungan konservasi di Muhammadiyah corner merupakan bagian dari proses layanan terhadap koleksi manuskrip yang ada, keingintahuan pengunjung terhadap proses konservasi dan koleksi manuskrip membuat suasana kunjungan di Muhammadiyah corner UMY menjadi semakin dinamis untuk saling mempelajari keberadaan manuskrip tersebut. Berdasarkan pengamatan penulis melihat proses konservasi manuskrip memberikan dampak yang positif bagi pengunjung, tidak hanya sekedar melihat prosesnya malainkan mampu memicu keinginan untuk melahirkan ide dan gagasan yang disampaikan dalam tulisan. Sebagaimana melihat betapa hebatnya para pendahulu dengan keterbatan ruang, waktu dan alat mampu melahirkan produktifitas dalam berbagai karya tulis. Pelajaran penting yang diperoleh dalam menyaksikan proses konservasi manuskrip adalah terpeliharanya motivasi untuk terus belajar dan menulis. Sebagaimana berharganya sebuah manuskrip untuk tetap dijaga serta dimanfaatkan sepanjang masa oleh setiap orang yang membutuhkan informasi di dalamnya . Dalam pandangan Islam melalui hadist dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِذَا مَاتََ ا إ لِْ إ نسَا نَ ا إ نقَطَعََ عَمَل هَ إِلََّ مِ إ نَ ثَلََثَ ةَ مِ إ نَ صَدَقَ ةَ جَارِيَ ةَ وَعِ إ ل مَ ي إ نتَفَ عَ بِهَِ وَوَلَ دَ صَالِحَ يَ إ د عو لَهَ “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh”.(HR. Muslim no. 1631, 2020) Merujuk hadist diatas menulis terdapat tiga poin dalam kita berinvestasi untuk kehidupan di akhret kelak, salah satunya yaitu dengan ilmu yang bermanfaat sebagai jariah kelak dikemudian hari bagi kita. Karya tulis dengan segala manfaat yang dihasilkan sudah tentu akan menjadikan generasi penerus kita sebagai generasi yang lebih baik. Al-Qur’an dalam Surat Ali-Imrom ayat 104 yang artinya: “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyeru (berbuat) yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”.(Mizan, 2013). Seperti isi dari kandungan ayat diatas, maka sesunggunya kegiatan konservasi manuskrip di Muhammadiyah corner UMY tidak hanya merupakan salah satu proses dalam upaya menjaga pelestarian serta kemanfaatan nilai informasi dari naskah kuno. Dalam praktiknya konservasi manuskrip di Muhammadiyah corner telah mampu menggerakan semangat dalam berbuat baik. Baik dari segala proses konservasi sebagai upaya penyelematan naskah kuno maupun dampak positif yang ditimbulkan untuk civitas akademika UMY. Tentunya janji Allah SWT akan pasti selalu terpenuhi. Untuk kita kelak dikemuan hari atas perbuatan amar ma’ruf nahi mungkar seperti yang sudah dilaksanakan oleh pustakawan dalam menyelamatkan naskah kuno melalui konservasi.

Conclusion

Hasil penelitian tersebut dapat disimpukan, bahwa konservasi manuskrip di Muhammadiyah corner UMY berdampak terhadap minat tulis kader Muhammadiyah. Begitu juga civitas akademika UMY pada umumnya yang telah berkunjung dan menyaksika proses konservasi manuskrip. Konservasi manuskrip beserta kegiatan layanan di perpustakaan UMY diharapkan mampu menjadi model atau menginspirasi bagi perpustakaan perguruan tinggi Muhammadiyah lainya maupun perpustakaan perguruan tinggi pada umumnya, untuk dapat melakukan inovasi dalam melakukan kegiatan konservasi naskah kuno (manuskrip). Upaya untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas minat tulis bagi kader Muhammadiyah sangat efektif melalui kegiatan inovatif di perpustakaan seperti proses konservasi manuskrip. Sebagaimana bagi setiap orang yang berkunjung akan mendapatkan motivasi yang luar biasa ketika melihat sebuah naskah kuno yang sampai saat ini mampu dilestarikan untuk dimanfaatkan lebih luas. Dengan adanya kunjungan yang aktif pada saat konservasi manuskrip, terjadilah tranformasi ilmu pengetahuan antara pengunjung (user) dengan pustakawan. Sehingga tercipta suasana kebersamaan untuk saling berbagi ilmu pengetahuan, berlomba-lomba dalam menciptakan sebuah karya tulis ilmiah yang terinspirasi dari sebuah naskah kuno atau manuskrip sebagai maha karya ilmiah yang layak untuk di jaga secara kebendaan maupun kandungan informasinya.