Kembali
16
1
2023 PUBLIS (Publication Library and Information Science) Vol 7 · 1 ISSN 2598-7852

PENGARUH LIBRARY ANXIETY DALAM AKSES LAYANAN REFERENSI MAHASISWA DI UPT PERPUSTAKAAN IAIN KEDIRI

Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung; Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Abstrak

Layanan referensi dapat diakses secara fleksibel melalui website adalah salah satu dari inovasi perpustakaan. Namun, penerpan inovasi tersebut dapat menimbulkan rasa cemas bagi pemustaka yang kurang terampil saat mengakses layanan referensi. Sehingga dapat menghambat proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh library anxiety yang dialami mahasiswa saat mengakses layanan referensi di Perpustakaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif asosiatif. Sampel diambil sebanyak 96 mahasiswa IAIN Kediri angkatan 2020/2021 dengan teknik pengambilan Simple Random Sampling. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan kuisioner (tertutup), observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa terdapat dua faktor yang mempengaruhi adanya library anxiety, pertama faktor eksternal adalah terbatasnya koleksi referensi digital yang dijadikan sumber rujukan sehingga mahasiswa sering memanfaatkan website lain. Kedua, faktor internal yang terjadi pada diri mahasiswa karena merasa kesulitan dalam menemukan referensi yang dibutuhkan. Penelitian ini menemukan fakta bahwa library anxiety telah mempengaruhi mahasiswa sebesar 49,4% saat mengakases layanan referensi di perpustakaan IAIN Kediri sedangkan sisanya dipengaruhi hal lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Abstract

Reference services that can be accessed flexibly through the website are one form of library innovation. However, the application of these innovations can cause anxiety for less skilled users when accessing reference services. So that it can hinder the learning process. The purpose of this study is to find out how much influence Library Anxiety experienced by students when accessing reference services in the library. This study used associative quantitative methods. Samples were taken by 96 IAIN Kediri students class of 2020/2021 using a simple random sampling technique. This research data collection technique uses questionnaires (closed) and observation. The results of this study stated that there are two factors that influence the existence of Library Anxiety, first the external factor is the limited collection of digital references that are used as reference sources so that students often use other websites. Second, these internal factors occur in students because of the difficulty in finding the references needed. This study found that libra alsaidi has influenced students as much as 49.4% when accessing reference services at the IAIN Kediri library while the rest was influenced by other things that were not studied in this study.
Keywords: Library Anxiety · Reference Service · Collage Library · IAIN Kediri

Introduction

Layanan referensi merupakan salah satu layanan di perpustakaan yang memberikan jasa informasi untuk keperluan studi, penelitian atau kepentingan lain salah satunya kepada mahasiswa. Layanan referensi dapat membantu mahaiswa untuk menemukan informasi dengan cara menjawab pertanyaan mereka melalui koleksi referensi (Muslih, 2021). Semakin lengkap referensi yang dimiliki perpustakaan, maka mahasiswa akan semakin mudah menemukan informasi yang dibutuhkan. Pada awalnya layanan referensi merupakan layanan dalam ruangan yang menunggu mahasiswa datang. Namun, seiring berjalannya waktu layanan referensi di perpustakaan mampu berinovasi mengembangkan sumber informasinya menjadi akses terbuka. Perkembangan teknologi informasi menjadikan layanan referensi berinovasi menjadi akses terbuka karena bisa diakses melalui jaringan internet tanpa batas waktu. Akses layanan referensi juga telah membantu mahasiswa mendapatkan bahan pustaka (informasi) yang sesuai dengan kebutuhannya secara instan (Nurlina, 2016). Koleksi referensi dapat diakses secara cepat dan tepat untuk memenuhi kebutuhan informasi yang semakin beragam. Seperti hadirnya kamus online, e-journal, dan ensiklopedia online yang bisa diakses melalui jaringan internet dan perangkat elektronik pendukung. Sistem akses terbuka pada layanan referensi akan menghemat waktu mahasiswa dalam pencarian informasi tanpa harus datang ke perpustakaan. Melalui perangkat elektronik digital mahasiswa dapat mengakses layanan referensi dimanapun dan kapanpun yang mereka inginkan. Penerapan layanan referensi berbasis informasi digital tidak dapat langsung diterima dengan mudah oleh mahasiswa. Sebelumya, mahasiswa harus memiliki kemampuan untuk dapat mengoperasikan teknologi informasi dan perangkat teknologi pendukung yang dapat digunakan untuk mengakses layanan referensi. Apabila salah satu atau keduanya tidak dimiliki maka akan mempersulit mahasiswa untuk menemukan referensi yang dibutuhkan. Sehingga dapat menghambat proses pembelajaran yang sedang dilakukan. Kondisi tersebut merupakan gejala library anxiety atau bisa disebut sebagai kecemasan dalam perpustakaan. Gejala library anxiety dapat berupa rasa tidak nyaman dan rasa cemas yang dialami pemustaka pada saat mengakses layanan referensi di perpustakaan (Hartini & Rohmiyati, 2017). Constance A. Mellon (1986) dalam risetnya yang berjudul “Library Anxiety: A Grounded Theory and Its Development” menyatakan terdapat 5 faktor adanya library anxiety yaitu 1) Barriers with staff (Hambatan dengan staf); 2) Affective berries (Hambatan efektif); 3) Library comfort barriers (Kenyamanan dengan perpustakaan); 4) Library knowledge barriers (Pengetahuan tentang perpustakaan); 5) Mechanical and technological berries (Hambatan sarana prasarana). Berdasarkan 5 faktor tersebut dapat mempengaruhi mahasiswa mengalami library anxiety pada saat mengakses layanan referensi di perpustakaan perguruan tinggi. UPT Perpustakaan IAIN Kediri merupakan salah satu perpustakaan perguruan tinggi yang memiliki akses layanan referensi berbasis digital. Berdasarkan observasi peneliti UPT Perpustakaan IAIN Kediri telah memiliki layanan referensi dalam bentuk digital yang dapat diakses melalui jaringan internet seperti e-thesis, jurnal online IAIN Kediri, terdapat juga langganan e-journal IAIN Kediri yang dapat diakses civitas akademik. Layanan referensi tersebut hanya bisa diakses oleh civitas akademik. Namun, untuk mengakses koleksi referensi secara penuh sebelumnya harus melakukan registrasi di ruang repository secara langsung. Layanan referensi berbasis digital di UPT Perpustakaan IAIN Kediri belum dimanfaatkan dengan baik oleh mahasiswa. Berdasarkan observasi mahasiswa lebih sering mengakses referensi dari website lain seperti google scholars atau referensi sejenisnya. Dikarenakan sudah menjadi kebiasaan sewaktu masih menjadi mahasiswa baru. Selain itu, alasan lainnya karena pandemi selama kurang lebih 2 tahun yang mengharuskan mahasiswa melakukan pembelajaran secara daring sehingga untuk memenuhi kebutuhan informasinya mahasiswa mengandalkan sumber referensi dari website lain dibandingkan pergi ke perpustakaan. Dan untuk mengakses layanan referensi di perpustakaan memerlukan registrasi langsung sedangkan aktivitas diluar rumah sangat terbatas akibat pandemi. Sehubungan dengan penyataan di atas peneliti tertarik melakukan penelitian di UPT Perpustakaan IAIN Kediri dikarenakan merupakan salah satu perpustakaan perguruan tinggi yang sudah lama berdiri dan telah menggunakan sistem otomasi perpustakaan sejak tahun 2004. Selain itu, UPT Perpustakaan IAIN Kediri telah menyediakan layanan referensi dengan akses terbuka yang dapat dimanfaatkan oleh civitas akademik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh library anxiety yang dialami mahasiswa saat mengakses layanan referensi di UPT Perpustakaan IAIN Kediri. Penelitian serupa mengenai library anxiety telah dilakukan oleh Rahadhian Nindya Pratama dan Yuli Rohmiyati (2017) yang manjelasakan bahwa UPT Perpustakaan Potiteknik Maritim Negeri Indonesia Semarang perlu mengembangkan fasilitas yang belum ada untuk meningkatkan daya tarik para taruna untuk berkunjung ke perpustakaan. Lebih menyediakan fasilitas yang memumpuni serta perlunya pendidikan penggunaan perpustakaan agar dapat dimanfaatkan secara maksimal (Pratama & Rohmiyati, 2017). Penelitian serupa juga dilakukan oleh Aufiar Riesvi Safira (2020). Hasil penelitian ini adalah library anxiety berpengaruh terhadap rendahnya pemanfaatan layanan di Perpustakaan SMA Plus Negeri 17 Palembang dikarenakan pelayanan kurang optimal akibat staf perpustakaan disibukkan dengan aktivitas lain dan kurang fokus dalam memberikan pelayanan (Safira, 2020). Mengenai perbedaan antara penelitian sebelumnya dengan penelitian ini terletak pada fokus masalah yang mempengaruhi adanya library anxiety. Pada penelitian sebelumnya yang pertama memiliki fokus masalah mengenai fasilitas dan pendidikan penggunaan perpustakaan dan yang kedua memiliki fokus penelitian optimalisasi pelayanan perpustakaan oleh pustakawan. Sedangkan penelitian ini memiliki fokus masalah terhadap akses koleksi layanan referensi pada website perpustakaan. Berdasarkan observasi awal peneliti tertarik melakukan penelitian di UPT Perpustakaan IAIN Kediri karena telah memiliki layanan referensi digital yang dapat diakses secara fleksibel namun mahasiswa cenderung lebih suka memanfaatkan akses referensi dari website lain. Berdasarkan latar belakang tersebut penulis tertarik melakukan penelitian mengenai "Pengaruh Library Anxiety pada Akses Layanan Referensi di UPT Perpustakaan IAIN Kediri” dan juga peneliti memberi batasan untuk penelitian yaitu: (1) Bagaimana pengaruh library anxiety dalam akses layanan referensi mahasiswa di UPT Perpustakaan IAIN Kediri; (2) Bagaimana pengaruh ketersediaan koleksi referensi yang dapat diakses mahasiswa melalui website di UPT Perpustakaan IAIN Kediri.

Method

Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian asosiatif merupakan tipe penelitian yang memiliki tujuan mencari hubungan sebab akibat (Siregar, 2014: 7). Metode penelitian kuantitatif merupakan kenyataan yang bisa diukur menggunakan populasi dan sampel tertentu, dengan pengumpulan data yang berbentuk angka. Penelitian ini lebih menekankan analisis pada data-data numerik yang diolah menggunakan metode statistika. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Variabel dan Indikator Variabel penelitian merupakan konsep yang memiliki variasi nilai atau memiliki lebih dari satu nilai, keadaan, kondisi, dan kategori. Para peneliti sering memusatkan fokusnya pada variabel karena berusaha menguji dan menjelaskan keterkaitan dua variabel atau lebih dalam penelitian. Penelitian ini memiliki dua variabel yaitu variabel bebas (independen variable) dan variabel terikat (dependen variable). Variabel bebas adalah variabel yang menjadi sebab atau mempengaruhi variabel lain (dependen variable). Sedangkan variabel terikat adalah variabel yang menjadi sebab akibat karena adanya variabel lain (independen variable) (Siregar, 2014). Maka dari itu, pada penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah library anxiety (X) sedangkan variabel bebasnya adalah layanan referensi (Y). Indikator variabel (X) library anxiety yang digunakan peneliti untuk menuntun dalam melakukan pengumpulan data diambil dari penelitian Constance A. Mellon tahun 1986 yang berjudul “Library Anxiety: A Grounded Theory and Its Development” yaitu: a. Barriers with staff (Hambatan dengan staf) b. Affective berries (Hambatan efektif) c. Library comfort barriers (Kenyamanan dengan perpustakaan) d. Library knowledge barriers (Pengetahuan tentang perpustakaan) e. Mechanical and technological berries (Hambatan sarana prasarana) Pada indikator tersebut diuraikan kembali menjadi sub indikator, di antaranya yaitu: Tabel 1. Indikator dan sub indikator variabel x Indikator Sub Indikator Barriers with staff 1. Kemampuan sosial pumustaka 2. Sikap pelayanan pustakawan Affective berries 1. Kemampuan pencarian koleksi 2. Petunjuk pencarian koleksi Library comfort barriers 1. Perpustakaan sebagai tempat belajar 2. Perpustakaan penyedia sumber informasi Library knowledge barriers 1. Sumber informasi up to date 2. Kesesuaian data informasi Mechanical and technological berries 1. Efisiensi sarana elektronik 2. Operasional sarana elektronik Indikator yang digunakan peneliti pada variabel (Y) layanan referensi diambil dari riset penelitian yang dikenalkan oleh ARL (Association of Research Libraries) dalam penemuannya LibQUAL+™ untuk mengukur kepuasan pemustaka yaitu: a. Affec of service (Kinerja Pustakawan) b. Information control (Akses Informasi) c. Library as place (Sarana Perpustakaan) Pada indikator tersebut diuraikan kembali menjadi sub indikator, di antaranya yaitu: Tabel 2. Indikator dan sub indikator variabel y Indikator Sub Indikator Affec of service 1. Penguasaan profesi pustakawan 2. Sikap tanggap pustakawan Information control 1. Ketersediaan informasi yang akurat 2. Kemudahan informasi untuk diakses 3. Kecepatan informasi saat diakses Library as place 1. Ketersediaan sistem teknologi informasi 2. Ketersediaan sarana teknologi informasi Populasi dan Sampel Peneliti menggunakan data mahasiswa IAIN Kediri angkatan 2020/2021 sebagai populasi penelitian. Alasan peneliti menggunakan populasi mahasiswa angkatan 2020/2021 dikarenakan saat ini mereka berada di semester 5-6 yang sedang memperbanyak riset untuk persiapan tugas akhir/skripsi penelitian. Sehingga, membutuhkan banyak referensi untuk menunjang proses penyelesaian tugas akhir. Penelitian ini menggunakan teknik probability sampling yaitu memberikan kesempatan atau peluang anggota populasi yang sama menjadi sampel penelitian. Untuk mendapatkan sampel peneliti menggunakan Simple Random Sampling sebagai teknik pengambilan sampel dengan cara memberikan kesempatan kepada setiap anggota populasi yang ada untuk dijadikan sampel penelitian (Siregar, 2014). Dari banyaknya populasi yang berjumlah 2.347 peneliti mempersempit dengan menghitung ukuran sampel menggunakan rumus Slovin. Berikut adalah rumus Slovin yang digunakan: ( ) Keterangan: n : Ukuran sampel N : Ukuran Populasi e : 0,1 (dikarenakan jumlah populasi yang besar) Populasi yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 2.347 mahasiswa IAIN Kediri angkatan 2020/2021 dengan presentase kelonggaran ketelitian kesalahan pengambilan sampel yang masih bisa ditolerir 0,1 atau 10%. Sampel yang diambil adalah: Berdasarkan perhitungan tersebut sampel yang menjadi responden dalam penelitian ini sebanyak 96 mahasiswa IAIN Kediri angkatan 2020/2021. Teknik Pengumpulan Data Peneliti menggunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu: a. Kuisioner Penelitian ini menggunakan kuisioner tertutup dengan jenis pengukuran skala likert. Kuisioner tertutup berisi beberapa pertanyaan dari indikator variabel library anxiety dan indikator variabel layanan referensi. Kemudian diberikan kepada responden dalam bentuk pilihan ganda. Jawaban setiap item instrument atau pertanyaan yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari paling positif sampai paling negetif atau sebaliknya. Untuk mempermudah menganalisis maka jawaban tersebut diberikan skor, sebagai berikut: Tabel 3. Pengukuran Skala Likert Jawaban Skor Pertanyaan Positif Pertanyaan Negatif Sangat setuju 5 1 Setuju 4 2 Ragu-ragu 3 3 Tidak setuju 2 4 Sangat tidak setuju 1 5 b. Observasi Obeservasi adalah pengamatan langsung yang dilakukan peneliti untuk mengumpulkan data kondisi lingkungan objek penelitian (Siregar, 2014). Observasi dilakukan dengan cara terjun langsung di lokasi tempat penelitian secara langsung agar peneliti dapat gambaran yang jelas mengenai kondisi lingkungan dan objek penelitian. Observasi penelitian dilakukan di UPT Perpustakaan IAIN Kediri dengan cara melihat secara langsung kondisi di dalam perpustakaan khususnya pada ruang layanan referensi. c. Dokumentasi Dokumentasi merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan mencari data berupa catatan, buku, notulen, surat kabar, majalah dan lain sebagainya (Siyoto & Sodik, 2015). Disamping itu peneliti dapat mempelajari informasi yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti berdasarkan data yang telah dikumpulkan melalui teknik ini. Penelitian ini mendapatkan data dokumentasi yang berasal dari staf perpustakaan berupa softfile yang berisi profil perpustakaan dan rekapitulasi sarana prasarana yang ada di perpustakaan. Teknik Pengolahan Data Teknik pengolahan dan analisis data pada penelitian ini, dilakukan dengan menggunakan analisis regresi sederhana yang perhitungannya dibantu dengan adanya softwere IBM SPSS v.26 dan diolah dengan cara kaidah yang telah ditentukan.

Result

Uji validitas Validitas dalam penelitian menunjukkan sejauh mana kemampuan alat ukur untuk mengetahui ketepatan pertanyaan dalam mengukur variabel penelitian (Siregar, 2014). Peneliti akan melakukan uji validitas menggunakan alat bantu software IBM SPSS v.26. Kemudian terdapat dasar pengambilan keputuasan yang akan di uji pada setiap item pertanyaan dalam kuisioner dengan kriteria sebagai berikut: apabila rhitung > rtabel maka kuisioner dianggap valid sedangkan apabila rhitung < rtabel maka kuisioner dianggap tidak valid. Selain kriteria di atas yang tertera dasar pengambilan uji validitas bisa dilakukan dengan mencari nilai rtabel dan mengambil 15 responden diluar sampel. Sehingga, n=15 dengan signifikansi 5% pada distribusi rtabel statistik maka diperoleh nilai rtabel sebesar 0,514. Tabel 4. Hasil Uji Validitas Library Anxiety (Sumber: data primer yang diolah dengan softwere IBM SPSS v.26) No Butir Pertanyaan Nilai rhitung Nilai rtabel Keterangan P1 0,733 0,514 Valid P2 0,493 0,514 Tidak Valid P3 0,627 0,514 Valid P4 0,703 0,514 Valid P5 0,882 0,514 Valid P6 0,546 0,514 Valid P7 0,549 0,514 Valid P8 0,830 0,514 Valid P9 0,877 0,514 Valid P10 0,834 0,514 Valid P11 0,562 0,514 Valid P12 0,310 0,514 Tidak Valid No Butir Pertanyaan Nilai rhitung Nilai rtabel Keterangan P13 0,898 0,514 Valid P14 0,841 0,514 Valid P15 0,616 0,514 Valid Berdasarkan hasil dari perhitungan pada variabel (X) library anxiety diatas dapat diketahui bahwa sebanyak 15 pertanyaan 2 diantaranya tidak valid karena rhitung < rtabel. Dengan demikian pertanyaan tersebut tidak dapat digunakan atau tidak layak untuk dimasukkan ke kuisioner yang akan disebarkan kepada responden. Tabel 5. Hasil Uji Validitas Variabel Layanan Referensi (Sumber: data primer yang diolah dengan softwere IBM SPSS v.26) No Butir Pertanyaan Nilai rhitung Nilai rtabel Keterangan P16 0,897 0,514 Valid P17 0,917 0,514 Valid P18 0,613 0,514 Valid P19 0,848 0,514 Valid P20 0,741 0,514 Valid P21 0,900 0,514 Valid P22 0,568 0,514 Valid P23 0,869 0,514 Valid P24 0,862 0,514 Valid P25 0,561 0,514 Valid Berdasarkan hasil uji validitas pada variabel (Y) layanan referensi, dapat diketahui dari banyaknya 10 pertanyaan semua dinyatakan valid karena rhitung > rtabel. Sehingga semua pertanyaan tersebut dapat digunakan dan layak untuk dimasukkan ke kuisioner yang akan disebarkan kepada responden. Uji Reliabilitas Reabilitas merupakan alat untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran pada setiap instrumen variabel dengan teknik tertentu (Siregar, 2014: 55). Uji reabilitas dilakukan setelah instrumen dinyatakan valid. Tujuan dari uji reabilitas adalah untuk mengetahui kestabilan alat ukur. Pengujian reabilitas pada penelitian ini menggunakan teknik Cronbanh Alpha. Instrumen dapat dikatakan reliable jika nilai cronbach alpha >0,6. Apabila nilai instrumen >0,6 maka dikatakan kurang baik sedangkan jika nilai instrumen <0,6 dapat dikatakan baik dan dapat diterima. Menurut Syofian Siregar terdapat tahapan menghitung uji reabilitas menggunakan teknik ini yaitu: 1. Menentukan nilai varians setiap butir pertanyaan. 2. Menentukan total nilai varians. 3. Menghitung reabilitas instrumen dengan rumus Cronbanh Alpha. Tabel 6. Hasil Uji Reliabilitas (Sumber: data primer yang diolah dengan softwere IBM SPSS v.26) Variabel Cronbach alpha Nilai Keterangan Library Anxiety 0,931 0,6 Reliable Layanan Referensi 0,927 0,6 Reliable Berdasarkan data diatas dilihat bahwa variabel library anxiety dan variabel layanan referensi telah menghasilkan Cronbach Alpha di atas 0,6. Sehingga variabel dinyatakan reliable karena nilai Cronbach Alpha telah melebihi 0,6. Uji Koefisien Korelasi Uji koefisien korelasi merupakan bilangan yang menyatakan kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih. Dalam melakukan pengujian ini peneliti menggunakan alat bantu program komputer SPSS v.26. Untuk mengetahui besarnya pengaruh antara variabel library anxiety (X) dengan variabel layanan referensi (Y), maka digunakan tabel interpretasi nilai dari Syofian Siregar (2014) sebagai berikut: Tabel 7. Tingkat Korelasi dan Kekuatan Hubungan (Sumber: Siregar, 2014: 251) Nilai Korelasi (r) Tingkat Hubungan 0,00 – 0,199 Sangat lemah 0,20 – 0,399 Lemah 0,40 – 0,599 Cukup 0,60 – 0,799 Kuat 0,80 – 0,100 Sangat kuat Berdasarkan perhitungan diketahui bahwa nilai sig. 0,000 < 0,05 sedangkan nilai pearson correlation sebesar 0,703 berada dikategori kuat. Maka dapat disimpulkan bahwa library anxiety berhubungan terhadap layanan referensi dengan derajat hubungan korelasi kuat. Berikut dibawah ini merupakan hasil perhitungan uji koefisien korelasi menggunakan softwere IBM SPSS v.26: Tabel 8. Hasil Uji Koefisien Korelasi (Sumber: data primer yang diolah dengan softwere IBM SPSS v.26) Correlations Library Anxiety Layanan Referensi Library Anxiety Pearson Correlation 1 ,703** Sig. (2-tailed) ,000 N 96 96 Layanan Referensi Pearson Correlation ,703** 1 Sig. (2-tailed) ,000 N 96 96 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Uji Koefisien Determinasi (R2) Uji koefisien determinasi yaitu angka yang menyatakan atau digunakan untuk mengetahui kontribusi yang diberikan variabel bebas terhadap variabel terikat (Siregar, 2014: 252). Nilai koefisien determinasi yaitu antara 0 – 1. Semakin kecil nilai R2 maka semakin kecil pula pengaruh yang diberikan variabel bebas kepada variabel terikat, jika sebaliknya nilai R2 mendekati 1 maka pengaruh yang diberikan oleh variabel bebas kepada variabel terikat semakin besar. Dalam melakukan pengujian ini peneliti menggunakan alat bantu softwere IBM SPSS v.26. Dapat diketahui hasil dari pengujian diatas nilai R Square (koefisien determinasi) sebesar 0,494 yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat sebesar 49,4%. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa layanan referensi mahasiswa pada UPT Perpustakaan IAIN Kediri 49,4% dipengaruhi oleh library anxiety sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berikut adalah hasil perhitungannya: Tabel 9. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) (Sumber: data primer yang diolah dengan softwere IBM SPSS v.26) Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 ,703a ,494 ,489 5,22918 a. Predictors: (Constant), Library Anxiety Uji Hipotesis Uji hipotesis dilakukan untuk mengetahui jawaban sementara penelitian yang perlu diuji melewati data mengenai kebenarannya (Siregar, 2014: 38). Dalam pengujian hipotesis peneliti menggunakan uji f untuk mengetahui pengaruh variabel bebas dan variabel terikat. Berikut merupakan hipotesis penelitian yang digunakan: Ha : Library anxiety berpengaruh dalam akses layanan referensi mahasiswa IAIN Kediri Ho : Library anxiety tidak berpengaruh dalam akses layanan referensi mahasiswa IAIN Kediri Dasar pengambilan keputusan: (1) Jika nilai sig. < 0,05 atau Fhitung > Ftabel maka terdapat pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat (2) Jika nilai sig. > 0,05 atau Fhitung < Ftabel maka tidak terdapat pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat Sebelum menentukan Ftabel pada presentase distribusi F yang telah tersedia diperlukan rumus sebagai berikut: f (k ; n – k) Keterangan: k : jumlah variabel bebas n : jumlah sampel Dalam melakukan perhitungan F tabel dilakukan dengan bantuan software IBM SPSS v.26. Berikut adalah hasil perhitungannya Tabel 10. Hasil Uji Regresi Sederhana ANOVAa Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 2510,968 1 2510,968 91,828 ,000b Residual 2570,365 94 27,344 Total 5081,333 95 a. Dependent Variable: Layanan Referensi b. Predictors: (Constant), Library Anxiety Sumber: data primer yang diolah Diketahui hasil dari pengujian di atas bahwa nilai sig. 0,000 < 0,05 sedangkan fhitung 91,828 > ftabel 3,94. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara variabel bebas dan variabel terikat. Sehingga H0 ditolak dan Ha di terima yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara library anxiety dalam akses layanan referensi mahasiswa.

Discussion

a. Library anxiety dalam akses layanan referensi mahasiswa di UPT Perpustakaan IAIN Kediri Kecemasan adalah suatu yang mempengaruhi seseorang di beberapa titik dalam hidup mereka. Kecemasan merupakan perasaan normal dalam hidup manusia ketika berada pada situasi menekan. Rasa cemas dalam diri seseorang tergolong wajar asalkan masih bisa mengendalikan rasa itu. Sedangkan, rasa cemas yang berlebihan dapat mengakibatkan gangguan saat melakukan aktivitas sehari-hari. Fenomena ini dapat terjadi juga dalam dunia perpustakaan. Library anxiety adalah bentuk perasaan tidak nyaman yang dialami pemustaka disertai dengan rasa cemas karena bingung saat menggunakan fasilitas di perpustakaan (Yusrawati, 2016). Faktor library anxiety dapat diketahui dalam pengembangan indikator yang digunakan untuk penyebaran angket penelitian ini. Beberapa indikator tersebut adalah: 1) Barriers with staff (Hambatan dengan staf); 2) Affective berries (Hambatan efektif); 3) Library comfort barriers (Kenyamanan dengan perpustakaan); 4) Library knowledge barriers (Pengetahuan tentang perpustakaan); 5) Mechanical and technological berries (Hambatan sarana prasarana) (Mellon, 1986). Permasalahan ini telah menyebabkan mahasiswa IAIN Kediri mengalami anxiety pada saat mengakses layanan referensi di perpustakaan. Hasil penelitian menemukan fakta bahwa terdapat dua faktor penyebab library anxiety pada mahasiswa IAIN Kediri saat mengakses layanan referensi. Pertama faktor eksternal dikarenakan terbatasnya sumber informasi di perpustakaan yang relevan dengan penelitian membuat mahasiswa lebih memilih untuk mengakses layanan referensi dari website lain. Karena menurut mereka memiliki jangkauan referensi dari website lain lebih luas dibandingkan referensi yang disediakan di perpustakaan. Kedua faktor internal, berasal dari diri mahasiswa yang merasa memiliki keterbatasan dalam melakukan pencarian informasi pada koleksi referensi perpustakaan karena sulit menemukan informasi yang lebih spesifik dengan apa yang diinginkan. Sehingga membuat mahasiswa kesulitan dalam memanfaatkan layanan referensi di perpustakaan. Selain itu, keterbatasan kepemilikan perangkat elektronik sebagai pendukung untuk mengakses layanan referensi juga menjadi bagian dari timbulnya kecemasan dalam perpustakaan. Hasil penelitian tersebut sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dikemukakan oleh Rahadhian Nindya Pratama dan Yuli Rohmawati (2017) menyatakan bahwa mengembangkan fasilitas yang dimiliki dan mencoba merencanakan fasilitas yang belum dimiliki akan berdampak pada frekuensi pemanfaatan perpustakaan. Berdasarkan hasil angket dari 96 responden dengan pertanyaan mengenai library anxiety di UPT Perpustakaan IAIN Kediri yang berjumlah 13 butir pertanyaan, hasil data kuisioner menyatakan bahwa nilai rata-rata sebesar 3,30 yang berada di kategori penilaian cukup setuju. Hal ini menggambarkan jika responden mengakui apabila mereka mengalami library anxiety di UPT Perpustakaan IAIN Kediri pada saat mengakses layanan referensi disebabkan oleh sebagian besar faktor yang disebutkan di atas. b. Ketersediaan koleksi referensi yang dapat diakses mahasiswa melalui website di UPT Perpustakaan IAIN Kediri. Layanan referensi adalah layanan yang disediakan oleh perpustakaan untuk membantu pemustaka mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Layanan referensi menjadi salah satu layanan di perpustakaan yang dilaksanakan untuk memberikan bantuan pemenuhan informasi secara cepat dan efisien kepada pemustaka (Nurlina, 2016). Layanan referensi membantu mahasiswa untuk merujuk atau melakukan pencarian informasi yang dibutuhkan. Layanan referensi di perpustakaan IAIN Kediri tidak hanya memberikan koleksi referensi cetak maupun digital saja tetapi juga memberikan akses untuk penelusuran informasi atau mengarahkan agar pemustaka mudah menemukan referensi yang dibutuhkan melalui website. Akses referensi di perpustakaan merupakan jasa rujukan untuk memenuhi kebutuhan informasi pemustaka. Perpustakaan IAIN Kediri memiliki beberapa layanan referensi yang dapat diakses melalui teknologi digital seperti e-thesis, jurnal online IAIN Kediri, terdapat juga langganan e-journal IAIN Kediri yang dapat diakses civitas akademik. Berikut adalah alamat website jurnal yang dapat diakses mahasiswa melalui smartphone atau laptop pribadinya https://jurnal.iainkediri.ac.id/. Mahasiswa dapat mengakses website tersebut tanpa dibatasi waktu, namun yang terpenting memiliki jaringan internet dan perangkat pendukung elektronik untuk mengakses layanan referensi digital tersebut. Akses referensi berbasis digital dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk memanfaatkan layanan perpustakaan kapan saja dan dimana saja. Sehingga mahasiswa dapat mendapatkan informasi yang diinginkan secara instan. Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti perpustakaan IAIN Kediri memiliki sebanyak 3.396 judul/koleksi referensi cetak yang memuat 4.679 eksemplar. Sedangkan untuk koleksi referensi digital sebanyak 1.586 koleksi terhitung pada akhir 2022. Ketersediaan koleksi referensi digital hanya setengah bahkan tidak sampai dari setengah jumlah ketersediaan koleksi referensi cetak. Faktor tersebut sejalan dengan yang dikemukakan oleh Endri Atna Retno Hartini dan Yuli Rohmiyati (2017), hasil penelitiannya adalah kurang optimalnya sebuah pangkalan data terpasang menyebabkan informasi yang di dapatkan terbatas. Sehingga mahasiswa lebih memilih mengakses referensi dari website lain yang jangkauan informasinya lebih luas. Hasil penelitian mengenai akses layanan referensi digital dari data kuisioner yang dikumpulkan sebanyak 10 butir pertanyaan dan disebarkan kepada 96 responden dari mahasiswa IAIN Kediri angkatan 2020/2021, menyatakan bahwa nilai rata-rata sebesar 3,49 berada di kategori setuju. Hal ini menggambarkan jika koleksi layanan referensi yang diberikan belum memasuki standar apa yang mahasiswa harapkan ketika mengakses layanan referensi digital perpustakaan IAIN Kediri. Namun, demikian pihak perpustakaan masih terus mengupayakan untuk mengembangkan koleksi referensi baik cetak maupun digital.

Conclusion

1. Terdapat pengaruh antara library anxiety dalam akses layanan referensi mahasiswa di UPT IAIN Kediri. Dapat dilihat dari pengujian hipotesis yang memperoleh nilai signifikasi Library Anxiety sebesar 0,000 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Sedangkan pada uji koefisien determinasi (R2) terdapat nilai R Square sebesar 0,494 yang memiliki artian bahwa pengaruh variabel bebas (library anxiety) terhadap variabel terikat (layanan referensi) sebesar 49,4% dan 50,6% adalah pemicu berkurangnya pemanfaatan terhadap akses layanan referensi disebabkan oleh faktor lain. 2. Terdapat hubungan antara library anxiety dalam akses layanan referensi mahasiswa di UPT Perpustakaan IAIN Kediri. Dapat dilihat dari hasil uji koefisien korelasi dapat diketahui bahwa nilai pearson correlation sebesar 0,703 yang berada dikategori kuat. Memiliki arti terdapat hubungan yang kuat antara variabel library anxiety dan variabel layanan referensi. 3. Terdapat dua faktor penyebab adanya library anxiety pada saat mahasiswa mengakses layanan referensi digital yaitu, faktor eksternal dikarenakan terbatasnya sumber informasi di perpustakaan yang relevan dengan penelitian. Sedangkan faktor internalnya adalah terjadi pada diri mahasiswa karena memiliki keterbatasan dalam melakukan pencarian informasi pada koleksi referensi perpustakaan. RECOMMENDATION 1. Bagi mahasiswa jangan pernah merasa sungkan untuk meminta bantuan petugas perpustakaan karena sudah menjadi tanggung jawab mereka untuk membantu terkait permasalahan yang kalian hadapi mengenai perpustakaan. Selain itu, jangan merasa tidak percaya diri menggunakan layanan akses referensi berbasis teknologi karena itu sudah menjadi hak kalian untuk memanfaatkan fasilitas tersebut. 2. Bagi perpustakaan semoga segera membentuk tim khusus untuk menyeleksi dan mengumpulkan data kebutuhan koleksi untuk tiap mata kuliah. 3. Bagi peneliti selanjutnya, peneliti berharap untuk mencari faktor lain yang mempengaruhi akses layanan referensi selain pengaruh library anxiety mahasiswa di UPT Perpustakaan IAIN Kediri.