Kembali
16
1
2008 Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 4 · 2 ISSN 2477-0361

Pemanfaatan Koleksi Referensi Sebagai Bahan Rujukan Di Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Universitas Gadjah Mada

Abstract

This research on the use of reference collection as reconciliation material at Library Library of Gadjah Mada University aims to know how far the use of reference collection level Main Library Gadjah Mada University, by focusing on visiting intensity, knowledge of the benefit, and the benefit value of reference book. The research uses a qualitative descriptive method. With the non random samplings that chooses respondents by accident. The number of sample is 75 respondent. The techniques used in collecting data are observation, questionnaire, interview, and documentation. Data analysis use in this research is a qualitative descriptive analysis with across tabulation technique method, which is presented in the from of frequency distribution and percentage table. The research show that in visiting intensity 45% respondent often come albeit the visiting frequency only 3 up to 5 times in a month with the time duration for more than 2 hours in one visit so it can be said that the visiting intensity is still high, 73% respondents read reference books to get information. In the knowledge of reference book collection, the research shows that 92% respondents know that reference books are used as reference materials; a profound book that is not needed to be read thoroughly. 49% respondents use reference book for the first time at the university. Their reason to use the reference books because they want to know, increase their knowledge and search for information. 73% respondents get reference book from UGM's library. In the use of reference collection activity, 59% respondents often use it. Although there is still a reason in using reference book rarely because they have not needed it yet 56% responden never find difficulties. Nevertheless there are still respondents who find difficulties in understanding the language. 71% respondents ask help from librarians if they get difficulty in using reference book. The knowledge of the benefit and the benefit value of reference collection as a reference materials in helping to finish study assignment is that 49% respondents use reference book as reference materials in finishing their study assignment. 57% respondents said that the reference collections of Main Library of UGM support their study. As a final conclusion of this research is that in general, the reference collection at Main Library of Gadjah Mada University has been used to search information which can be used as reference material in helping to finish study assignments, including assignment in writing paper and final assignment, etc.
Keywords: Reference Collection · Library

Introduction

Informasi telah menjadi suatu komoditi yang memegang peranan penting dalam perkembangan suatu bangsa. Informasi merupakan sumber daya yang strategis sepanjang hidup kita. Abad 21 menjadi abad membanjirnya arus informasi di mana muncul suatu masyarakat informasi (information society) yang benar-benar menggunakan informasi tidak lagi sebagai sumber pengetahuan tetapi sebagai sarana untuk memecahkan masalah, sebagai barang dagangan, dan sarana untuk meningkatkan status sosial (Zulaikha, 2000:1). Kebutuhan akan informasi menjadi semakin mendesak dikarenakan tuntutan zaman dan pengetahuan. Perpustakaan Universitas Gadjah Mada dalam melaksanakan tugasnya mendukung kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu mencakup kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Kegiatan pendidikan dan penelitian membutuhkan berbagai bahan pustaka sebagai bahan rujukan atau biasanya disebut literatur, seperti buku, jumal, majalah, laporan penelitian, dan koleksi referensi. Disebut koleksi referensi atau bahan rujukan karena buku-buku tersebut merupakan sumber-sumber yang dapat memberikan rujukan atau dapat memberikan keterangan tentang suatu topik, perkataan, tema, kejadian, keteranganketerangan perseorangan, tanggal, tempat-tempat tertentu dan lain-lain. Koleksi referensi pada suatu perpustakaan biasanya ditempatkan tersendiri dan tidak boleh dibawa pulang hanya di baca ditempat. Hal ini disebabkan karena buku-buku tersebut setiap saat akan dipergunakan oleh banyak pembaca dan karena buku-buku tersebut direncanakan dan ditulis untuk memberikan jawaban atau informasi, dan bukan merupakan buku-buku yang harus dibaca secara keseluruhan. Tinjauan Pustaka Penelitian tentang pemanfaatan koleksi pernah dilakukan oleh peneliti terdahulu dengan obyek yang beragam mulai dan buku teks hingga majalah. Beberapa topik yang ada akan dijadikan sebagai dasar penelitian yang akan dilakukan. Penelitian tentang pemanfaatan koleksi majalah ilmiah pernah dilakukan Parwati (2003) tentang Keterpakaian Koleksi Majalah Ilmiah Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian Oleh peneliti Badan Litbang Pertanian. Responden berjumlah 53 orang. Dalam Penelitian ini digunakan metode survei dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan sampel menggunakan non probability sampling, yaitu memilih responden secara accidental. Penentuan sampel dihitung berdasarkan rumus T Yamane dengan presisi ± 5% dan tingkat kepercayaan 95% (z = 1,96), sehingga diperoleh sampel 47 orang. Penelitian seperti ini juga pernah dilakukan oleh Elnumeri (2002) yaitu Analisis Pemanfaatan Koleksi Perpustakaan Ki Hajar Dewantara. Penelitiannya menggunakan metode deskriptif kuantitatif. di Perpustakaan Pramuka Ki Hajar Dewantara sebagai subjek penelitian dan objek penelitian koleksi buku teks. Pemanfaatan koleksi di Perpustakaan Pramuka Ki Hajar Dewantara ternyata tidak terfokus pada satu kelas atau subjek tertentu dan secara keseluruhan pemanfaatan koleksi di Perpustakaan Pramuka Ki Hajar Dewantara pada umumnya merata di semua kelas. Sedangkan penelitian serupa yang pernah dilakukan di Perpustakaan UGM oleh Suciati(2006) yaitu Pemanfaatan Teknologi Komputer di UPU Perpustakaan Universitas Gadjah Mada. Penelitian ini menggunakan metode survai dengan pendekatan kualitatif. Populasi sampel adalah seluruh pemakai UPU Perpustakaan UGM dengan metode observasi, wawancara dan penyebaran kuesioner. Hasil kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini yaitu bahwa teknologi komputer mampu mempercepat temu kembali informasi yang dibutuhkan. Melalui layanan internet gratis yang ada di perpustakaan memberikan dampak positif di mana pemakai termotivasi untuk datang ke perpustakaan. Perpustakaan yang memiliki jumlah koleksi yang besar (large library) bukan faktor yang menentukan dalam hal pemanfaatan koleksi perpustakaan. Besarnya nilai koleksi perpustakaan (great library) dalam artian koleksi memiliki relevansi dengan kebutuhan pengguna adalah faktor utama yang akan menentukan tingkat pemanfaatan koleksi oleh sivitas akademika (Ratcliffe,1980:7). Relevansi koleksi dengan kebutuhan informasi di lingkungan perguruan tinggi adalah sebuah desain konseptual yang mengarah pada terbentuknya koleksi inti (core collection). Oleh karena itu, perpustakaan harus memahami kebutuhan informasi sivitas akademika, yakni bahan literatur apa yang secara faktual dibaca (in fact read) dan apa yang seharusnya dibaca (ought to read) (Saunders, 1983: 10). Pengertian Koleksi Referensi Koleksi referensi atau buku rujukan dapat dilihat dad karakteristiknya yaitu: 1. Menunjukkan atau merujuk secara langsung informasi yang diinginkan misalnya kamus, ensiklopedi, atlas, dsb. 2. Menunjukkan tempat suatu informasi dapat dicari, merupakan rujukan secara tidak langsung, misalnya bibliografi, indeks, dan sebagainya. Koleksi referensi dapat dibedakan menurut sifat maupun isi informasinya, yaitu : 1. Bahan rujukan umum adalah rujukan yang memberikan informasi umum, ruang lingkupnya luas tanpa batas-batas subjek atau batas lain yang dapat memberikan spesifikasi tertentu. 2. Bahan rujukan khusus adalah bahan rujukan yang memberikan informasi khusus mengenai subjek atau pokok pembahasan tertentu. Tidak semua bahan rujukan memuat informasi secara lengkap, terlebih koleksi rujukan bidang ilmu yang cakupan informasinya terbatas (Lasa HS, 1994: 78). Jenis-Jenis Koleksi Referensi dan Kegunaannya Jenis-jenis koleksi referensi menurut Purwono dalam Bahan Rujukan (Referensi), 1990 antara lain yaitu : 1. Kamus. Kamus adalah koleksi referensi yang berisi kumpulan atau daftar kata-kata yang terpilih dan disusun secara alfabetis, biasanya dilengkapi dengan pengejaan, pengucapan, pembagian suku kata, asal kata, penggunaannya serta keteranganan lain yang sehubungan. Kamus dapat digolongkan menurut : jenis yaitu kamus bahasa, kamus khusus atau subjek, 2. Ensiklopedi Buku ini merupakan bahan rujukan yang berisi informasi atau uraian ringkas tentang berbagai hal atau ilmu pengetahuan, yang disusun secara alfabetis atau menurut subjek. 3. Sumber Rujukan Fakta. Yang di maksud sumber rujukan fakta yaitu bentuk sumber rujukan yang dirancang untuk keperluan khusus berisi informasi berupa data atau fakta tertentu dari suatu hal misalnya data statistik, alamat, dsb. Sumber rujukan fakta meliputi : 3.1 Almanak dan Buku Tahunan Berisi bunga rampai data, fakta, peristiwa, dan informasi statistik. Almanak adalah ikhtisar data, dan statistik mengenai wilayah, perseorangan, instansi, peristiwa, subjek, dan sebagainya. 3.2 Buku Pegangan dan Manual Buku pegangan (handbooks) dan manual adalah bahan rujukan yang memuat bunga rampai informasi yang dipusatkan pada pokok bahasan atau subjek tertentu, yang dipakai sebagai pedoman untuk mengerjakan sesuatu. 3.3 Direktori. Adalah bahan rujukan yang memuat nama-nama orang atau badan organisasi yang disusun secara sistematis, biasanya alfabetis atau menurut golongan, dilengkapi dengan alamat, kegiatan dan data lain. 4. Indeks dan Abstrak. Adalah bahan rujukan yang berisi daftar karya tulis yang disusun secara sistematis untuk menunjukan dimana bahan-bahan tersebut dapat diketemukan. Karya tulis tersebut dapat berupa artikel terbitan berkala, bagian-bagian buku teks, thesis, disertasi, laporan penelitian, pidato-pidato, penerbitan pemerintah, dan sebagainya Abstrak merupakan perluasan dari indeks, memuat ringkasan isi (sari karangan) dari karya tulis yang diindeks dan sering terbatas pada subjek tertentu. 5. Sumber Biografi Adalah bahan rujukan yang memuat informasi mengenai tanggal kelahiran dan atau kematian seseorang, kualifikasinya, kedudukannya, alamatnya dan riwayat hidup. 6. Sumber Geografi. Adalah bahan rujukan yang khusus memuat informasi geografi dalam bentuk penyajian yang berupa atlas, peta, globe, kamus geografi / ilmu bumi (gazetter) atau buku petunjuk (guidebooks). Atlas, peta dan globe menyajikan informasi mengenai letak, luas, dan keadaan geografis lainnya dad suatu wilayah. 7. Bibliografi. Adalah bahan rujukan yang berisi daftar bahan pustaka dalam susunan yang sistematis. Bibliografi tidak memberikan uraian mengenai subjeknya tetapi hanya menunjukan baha-bahan pustaka yang memuat informasi mengenai subjek itu. 8. Sumber-sumber rujukan lain Penerbi tan resmi pemerintah (Lembaran Negara, Berita Negara dan sebagainya), laporan penelitian, brosur, pamflet dan lainlain dapat pula menjadi sumber rujukan untuk informasi mengenai perundaundangan, peraturan pemerintah, data statistik, hasil penelitian dan keterangan lain yang dibutuhkan pemakai. 9. Kumpulan Karangan (Bunga Rampai) : 9.1 Kumpulan karya terpilih atau kutipan karangan (essay) puisi, drama, cerita pendek, artikel, majalah dan berbagai bentuk literatur yang lain. 9.2 Berguna sebagai bahan sumber penelitian kesusasteraan, sejarah pendidikan, psikologi dan bidang subjek yang lain. 10. Rujukan sejarah Memberikan informasi faktual arah perkembangan, yang meliputi : a. Kronologi b. Interpretasi kejadian c. Data biografi d. Informasi bibligrafis

Method

Dalam penelitian ini penulis mengambil Perpustakaan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta sebagai subjek penelitian. Sedangkan objek yang diteliti adalah Mahasiswa UGM sebagai pemustaka koleksi referensi di Perpustakaan Universitas Gadjah Mada. Jenis penelitian yang digunakan penelitian deskriptif kualitatif, dan variabel yang digunakan adalah variabel tunggal yaitu pemanfaatan koleksi referensi di Perpustakaan UGM sebagai bahan rujukan oleh mahasiswa UGM dan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Pengukuran Variabel Pengukuran terhadap pemanfaatan koleksi referensi di Perpustakaan UGM sebagai sumber belajar dilihat dengan indikator-indikator sebagai berikut : 1. Intensitas Kunjungan ke bagian koleksi referensi Perpustakaan UGM a. Sering berkunjung ke bagian koleksi referensi b. Frekuensi kunjungan ke bagian koleksi referensi c. Lamanya kunjungan di bagian koleksi referensi 2. Pengetahuan tentang koleksi referensi a. Pengetahuan tentang koleksi referensi sebagai bahan rujukan b. Pengetahuan tentang koleksi referensi itu sendiri c. Pengetahuan tentang ruang lingkup bahasan koleksi referensi d. Pertama kali menggunakan koleksi referensi e. Tujuan menggunakan koleksi referensi f. Pengetahuan tentang tempat memperoleh koleksi referensi 3. Kegiatan pemanfaatan koleksi - koleksi referensi a. Intensitas pemanfaatan koleksi referensi b. Alasan jarang atau tidak menggunakan koleksi referensi c. Mengalami kesulitan dalam memanfaatkan koleksi referensi d. Kesulitan dalam memanfaatkan koleksi referensi e. Bentuk kesulitan dalam memanfaatkan koleksi referensi 4. Pengetahuan pemanfaatan dan nilai guna koleksi referensi sebagai bahan rujukan dalam menyelesaikan tugas perkuliahan a. Pemanfaatan koleksi referensi sebagai bahan rujukan dalam menyelesaikan tugas perkuliahan b. Sering mengalami kesulitan menyelesaikan tugas dengan memanfaatkan koleksi referensi c. Kesulitan yang dihadapi dal am menyelesaikan tugas tanpa memanfaatkan koleksi referensi d. Kontribusi koleksi referensi dalam mendukung materi perkuliahan Reliabilitas tidaknya instrumen ini, hasil perhitungan dikonsultasikan dengan harga kritik (a) dengan N = 10 Diketahui rt 5% = 0,632 rl = 0,711 Maka rl > 0,632, dengan demikian kuesioner pemanfaatan koleksi referensi di Perpustakaan Universitas Gadjah Mada, dinyatakan signifikan di atas harga 5%. Maka kuesioner dengan teknik belah dua ini dapat dipergunakan dalam penelitian ini. Analisis data dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemanfaatan koleksi referensi sebagai bahan rujukan di Perpustakaan UGM. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Data diolah dengan menggunakan teknik tabulasi silang dengan menyajikan basil penelitian pada tabel distribusi frekuensi dan prosentase. Kegiatan tabulasi yang akan dilakukan menggunakan penghitungan frekuensi dan prosentasi dart jawaban-jawaban atas pertanyaan yang diisi responden. Untuk menghitung basil frekuensi dibuat dalam prosentase dengan menggunakan rumus menurut Sudijono (1987:40) sebagai berikut: Rumus : P = X 100 N Keterangan : P = Persentase F = Frekuensi N = Jumlah responden/sampel yang diolah

Result & Discussion

Pelayanan Referensi bertempat di UPU Perpustakaan Unit I Universitas Gadjah Bulaksumur meliputi beberapa jenis pelayanan yaitu: 1. Pelayanan Penelusuran Informasi 2. Pelayanan Internet 3. Pelayanan penelusuran OPAC Jenis Koleksi Koleksi referensi yang dimiliki oleh Perpustakaan UGM kurang lebih ada 14.398 eksemplar yang terdiri dart kamus, ensiklopedi, almanak dan buku tahunan, buku pegangan dan manual, direktori, indeks dan abstrak, sumber biografi, sumber geografi, bibligrafi, lembar negara, peraturan pemerintah, peraturan perundang-undangan, dan data statistik Sampai dengan tahun 2006, keadaan koleksi referensi di Perpustakaan Universitas Gadjah Mada dapat dilihat pada tabel sebagai berikut: Keadaan Koleksi Referensi Perpustakaan Universitas Gadjah Mada Menurut jenisnya per Desember 2006 Denis Koleksi Judul Eksemplar Kamus 906 1.356 Ensiklopedi 907 1.088 Almanak dan Buku Tahunan 384 413 Handbook dan Manual 493 494 Direktori 489 406 Indeks dan Abstrak 172 249 Sumber Biografi 94 110 Sumber Geografi 123 198 Bibliografi 537 755 Penerbitan Pemerintah 1.370 2.386 Sumber Statistik 2.108 4.786 Koleksi Lain-lain 450 2.157 Jumlah 8.033 14.398 Sumber Satatistik Perpustakaan UGM tahun 2006 Tenaga yang siap memberikan pelayanan kepada pemakai di ruang Referensi hanya ada 2 orang. Terdiri dari 1 orang sebagai penanggung jawab lorang sebagai pelaksana, dan menggunakan sistem pelayanan terbuka (open access). Sistem ini memberikan keleluasaan kepada pemakai untuk mengambil sendiri buku yang mereka perlukan yang tersusun di rak untuk dibaca atau difotokopi. Dengan cara ini secara tidak langsung pemustaka dapat melakukan seleksi awal tentang koleksi yang akan dibaca atau difotokopi. Koleksi referensi ini tidak diperbolehkan untuk dipinjam dibawa pulang, dan hanya dibaca di tempat atau pesan untuk difotokopi. Pemakai dapat menelusur buku yang diinginkan melalui komputer OPAC (Online Public Access Catalog), kemudian mencatat nomor buku. Dengan menggunakan sistem OPAC ini diharapkan seluruh koleksi yang disediakan dapat dimanfaatkan oleh pemakai secara maksimal. Pelayanan koleksi referensi Perpustakaan mulai tahun 2005 dilaksanakan sesuai jam kerja yang telah ditetapkan oleh Universitas Gadajah Mada yaitu 5 hari kerja sebagai berikut: a. Senin — Kamis pukul 7.30 — 16.00 b. Jum' at pukul 7.30 — 15.00 Penelusuran informasi judul/ nama pengarang/ subjek buku yang dicari di Perpustakaan Universitas Gadjah Mada saat ini telah menggunakan bantuan komputer, dengan program SIPUS (Sistem Informasi Perpustakaan). Koleksi Perpustakaan Universitas Gadjah Mada maupun koleksi fakultas yang telah terhubung dapat diakses dengan menggunakan OPAC atau katalog induk. Pemustaka di bagian koleksi referensi Perpustakaan Universitas Gadjah Mada dapat memanfaatkan pelayanan internet gratis melalui jaringan nir kabel wifi yang ada area bagian koleksi referensi. Internet ini dapat diakses dengan fasilitas komputer yang tersedia atau pemustaka dapat membawa sendiri note book (laptop). Pemustaka dapat menelusur jurnal elektronik diantaranya EBSCO, PRO QUEST maupun menelusur informasi lainnya. Karena keterbatasan fasilitas komputer (ada 4 buah) maka setiap pemakai dibatasi akses internet selama 60 menit (ljam) untuk kemudian bergantian dengan pemakai lainnya. Menurut pengamatan penulis pelayanan internet ini dimanfaatkan pemustaka secara optimal. Terbukti setiap saat jumlah komputer yang disediakan selalu digunakan pemakai sampai menjelang tutup perpustakaan. Hasil Penelitian dan Pembahasan Data yang diolah diperoleh dari kuesioner yang telah isi oleh responden dalam penelitian ini yang berjumlah 75 orang mahasiswa sebagai pemustaka koleksi referensi di Perpustakaan Universitas Gadjah Mada. 1. Pemanfaatan Koleksi Referensi di Perpustakaan Universitas Gadjah Mada Diskripsi Obyek Penelitian bahwa jumlah responden terbanyak adalah mahasiswa dari Fakultas ISIPOL UGM yaitu 13 orang dan yang mendapat responden terendah adalah masingmasing Fakultas Biologi, Farmasi, Filsafat, Kehutanan dan Program Pasca Sarjana yang masing-masing mendapat 1 orang. Mengapa mereka jarang datang ke Perpustakaan Universitas Gadjah Mada kemungkinan karena di masing-masing fakultas dan jurusan telah memiliki perpustakaan, sehingga kebutuhan informasi dapat diperoleh di perpusatakaan fakultas maupun jurusan. Gambaran responden berdasarkan karakteristik jenis kelamin terbanyak adalah responden perempuan yaitu 42 responden = 56%, sedangkan responden laki-laki berjumlah 33 responden = 44%. Sedangkan menurut usia responden termuda adalah 17 tahun dan usia responden tertua adalah 28 tahun. Sedangkan urutan usia responden dari yang tertinggi sampai yang terendah adalah sebagai berikut : Responden dengan usia 22 tahun menempati jumlah urutan teratas yaitu 22 responden, usia 20 tahun 13 responden, usia 23 tahun 9 responden, usia 24 tahun 7 responden, usia 18 tahun 6 responden, usia 19 tahun dan 25 tahun masingmasing 5 responden, usia 21 tahun 4 responden, sedangkan usia 17 tahun dan 28 tahun masingmasing 1 responden. 2. Diskripsi Data Pemanfaatan Koleksi Referensi di Perpustakaan Universitas Gadjah Mada a. Intensitas kunjungan pemustaka ke Bagian Koleksi referensi Perpustakaan UGM, menunjukkan bahwa hasil kunjungan ke bagian koleksi referensi bagi pemustaka yaitu 34 responden = 45% mengatakan sering berkunjung, 23 responden = 31% mengatakan kadang-kadang, sedangkan yang mengatakan sering sekali berkunjung ke bagian koleksi referensi adalah 18 responden = 24% b. Frekuensi kunjungan ke bagian koleksi referensi dalam satu bulan adalah 32 = 43% responden melakukan kunjungan 3-5 kali, 25 responden = 33% melakukan kunjungan lebih dari 6 kali, sedangkan yang melakukan kunjungan 1-2 kali dalam satu bulan ada 18 responden atau 24%. Meskipun frekuensi kunjungan hanya 3-5 kali dalam satu bulan, berdasarkan wawancara dan kuesioner, durasi waktu bekunjung pemustaka rata-rata lebih dart 2 jam. c. Lamanya berkunjung ke perpustakaan juga merupakan tolok ukur untuk mengetahui intensitas kunjungan ke perpustakaan. dapat dikatakan lama yaitu 43 responden = 57% mengatakan lama berkunjung lebih dart 2 jam. Meskipun waktu kunjungan dapat dikatakan sedang yaitu rata-rata hanya 3-5 kali dalam satu bulan. d. Tujuan pemustaka datang ke perpustakaan terutama ke ruang koleksi referensi UPU Perpustakaan UGM adalah mencari informasi menempati urutan tertinggi yaitu 92% dengan 69 responden, tujuan mencari koleksi yang bersifat umum dengan 2 responden yitu 3% dan yang bertujuan mencari liburan ada 5% dengan 4 responden. e. Kegiatan selama berkunjungdi ruang referensi Kegiatan selama di ruang referensi Frekuensi Prosentase (%) - Membaca koleksi referensi 57 75,5 - Diskusi dengan menggunakan bahan koleksi referensi 18 24,5 Jumlah 75 100 % Tingkat intensitas kunjungan ke bagian koleksi referensi Pernustakaan UGM Tingkat intensitas kunjungan ke bagian ruang koleksi referensi Frekuensi Kunjungan (orang) Prosentase ( % ) Tinggi 40 53 Sedang 18 24 Rendah 17 23 Jumlah 75 100 % Artinya bahwa banyak pemustaka yang sering berkunjung ke bagian koleksi referensi dan bertujuan mencari informasi yang berkaitan dengan tugas pekuliahan serta dapat menambah ilmu pengetahuan melalui pemanfaatan koleksi referensi dan dapat menggunakan atau mengakses internet secara gratis seperti yang tersedia di bagian koleksi referensi Perpustakaan UGM. 4. Pengetahuan tentang koleksi referensi. Pengetahuan koleksi referensi sebagai bahan rujukan menunjukan bahwa sebagian besar responden mengerti bahwa koleksi referensi juga merupakan buku/bahan rujukan yaitu 71 responden = 95%. Sedangkan yang tidak mengetahui kalau koleksi referensi merupakan bahan rujukan hanya 4 responden = 5%. Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa responden mengetahui koleksi referensi sebagai bahan rujukan. Pengetahuan tentang buku referensi Pengetahuan tentang buku yang termasuk koleksi referensi Frekunsi Prosentase ( % ) • Buku yang menjediakan informasi tertentu 21 28 • Buku dengan kajian yang mendalam 6 8 • Buku yang mendalam tentang informasi tertentu dan penggunaanya tidak perlu dibaca keseluruhannya 37 49 • Buku sebagai bahan pembuatan tugas dan karya ilmiah 5 7 • Buku yang hanya dibaca di perpustakaan 6 8 • Buku dalam penyusunannya menggunakan bahasa asing 0 0 Jumlah 75 100 % Sumber : data diolah 2007 Dari tabel di atas menunjukan bahwa sebagian besar responden mengetahui tentang suatu buku yang termasuk dalam koleksi referensi. Pengetahuan tentang tempat memperoleh koleksi referensi ditunjukkan 7% di toko buku, 4% milik pribadi, 73% di Perpustakaan UGM dan 16% di Perpustakaan selain Perpustakaan UGM. 5. Kegiatan pemanfaatan koleksi referensi Intensitas penggunaan koleksi referensi dapat dilihat pada tabel berikut ini: Jenis koleksi buku referensi Frekuensi penggunaan Koleksi referensi Juinlah Sering sekali Sering Kadangkadang Tidak Pernah f % f % f % f % f % Kamus 18 24 44 57 10 13 3 4 75 100 Ensiklopedi 6 8 41 55 23 31 5 6 75 100 Almanak dan buku tahunan 4 5 II 15 33 44 27 36 75 100 Handbook dan Manual 5 6 15 20 30 40 25 33 75 100 Direktori 5 6 28 37 32 43 10 13 75 100 Indeks dan Abstrak 6 8 II 15 34 45 24 32 75 100 Sumber Biografi 4 5 10 13 33 44 28 37 75 100 Sumber Geografi 4 5 14 19 31 41 26 35 75 100 Biblio- .rafi 4 5 12 16 29 39 30 40 75 100 Atlas 4 5 13 17 40 53 18 24 75 100 Sumber Statistik 7 9 19 25 20 27 29 39 75 100 Terbitan pemerinh tah 2 3 9 12 25 33 39 52 75 100 Sumber : data primer chetah 2007 Data tabel di atas menunjukkan bahwa untuk buku koleksi referensi kamus menempati urutan teratas yaitu responden yang mengatakan sering sekali sebesar 24% dan yang mengatakan sering sebesar 57 %. 4. Alasan jarang atau tidak pernah memanfaatkan koleksi referensi Mengapa responden jarang atau tidak pernah memanfaatkan koleksi referensi, masing-masing responden memiliki seba-sebab dan alasan tersendiri. Alasan mengapa responden jarang atau tidak pernah memanfaatkan koleksi referensi. Hal ini karena pemanfaatan koleksi referensi yang ada di Perpustakaan UGM belum maksimal Artinya tingkat pemanfaatan koleksi referensi kurang begitu tinggi, sebab informasi yang dibutuhkan pemakai dapat ditemukan tanpa menggunakan koleksi referensi Seperti yang diungkapkan oleh informan YY. Fak Kedokteran : "S aya kadang-kadang saja bahkah dapat dikatakan jarang memanfaatkan koleksi referensi di Perpustakaan UGM, karena koleksi referensi terutama bidang kedokteran (kebidanan) sudah ada di perpustakaan fakultas dan sudah tercukupi, sehingga saya tidak pernah menggunakan koleksi referensi disini. Nah kalau datang ke Perpustakaan UGM saya hanya pinjam buku teks yang bisa di bawa pulang dan untuk mengakses internet".

Conclusion

Diperoleh kesimpulan bahwa koleksi referensi di Perpustakaan Universitas Gadjah Mada telah dimanfaatkan dengan baik. Hal ini dapat dilihat secara garis besar adalah sebagai berikut : Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 75 responden pengguna yang berstatus mahasiswa UGM yang terjaring yang sering berkunjung dan memanfaatkan koleksi referensi adalah dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM sebesar 17,4%, responden berjenis kelamin perempuan 56% dengan rata-rata usia 22 tahun Intesitas kunjungan ke bagian koleksi referensi Perpustakaan Universitas Gadjah Mada, menunjukkan bahwa mereka sering berkunjung dan memanfaatkan koleksi yang tersedi a dengan maksimal. Frekuensi kunjungan 3-5 kali berkunjung dalam satu bulan meskipun frekuensi kunjungan rendah namun durasi waktu berkunjung lebih banyak yaitu rata-rata lebih dari 2 jam, sehingga dapat disimpulkan bahwa intensitas kunjungan ke bagian koleksi referensi Perpustakaan Universtas Gadjah Mada termasuk tinggi dengan tujuan mencari informasi dan membaca koleksi referensi. Tingkat pemanfaatan koleksi referensi berhubungan dengan pengetahuan tentang koleksi referensi dapat dikatakan sangat mengetahui, yaitu bahwa koleksi referensi sebagai bahan rujukan, buku yang mendalam tentang informasi tertentu dan penggunaannya tidak perlu dibaca secara keseluruhan, ruang lingkup dan bahasannya mencakup umum dan khusus membahas semua bidang dan dapat membahas satu bidang, dengan tujuan menggunakan koleksi referensi untuk menambah pengetahuan, ingin tahu dan mencari informasi. Hal ini menandakan bahwa mahasiswa mengetahui keberadaan koleksi referensi dan telah memanfaatkaanya. - Tingkat pemanfaatan koleksi referensi berhubungan dengan tingkat pengetahuan mahasiswa dalam kegiatan pemanfaatan dan pengetahuan tentang pemanfaatan dan kegunaan koleksi referensi sebagai bahan rujukan dalam menyelesaikan tugas perkuliahan, dapat di kategorikan tin ggi, meskipun masih ada yang bel um membutuhkan koleksi referensi karen a informasi yang dicari yang dibutuhkan ada di tempat lain. Dengan mahasiswa sering memanfaatkan koleksi yang tersedia seperti kamus, ensiklopedi, dll. diharapkan bahwa koleksi referensi juga memiliki kontribusi dalam mendukung materi perkuliahan, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan rujukan dalam menyelesaikan tugas perkuliahan.