Kembali
16
1
2019 Nusantara Journal of Information and Library Studies (N-JILS) Vol 2 · 1 ISSN 2654-6469

URGENSI LITERATUR REMAJA TERHADAP PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASI PEMUSTAKA DI DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN KABUPATEN LOMBOK BARAT

Universitas Muhammadiyah Mataram; Universitas Muhammadiyah Mataram; Universitas Muhammadiyah Mataram

Abstrak

Keberadaan layanan remaja di dinas kearsiapan dan perpustakaan kabupaten lombok barat atau dikenal dengan perpustakaan daerah lombok barat belum dimanfaatkan dengan baik oleh pemustaka. Padahal, dari segi koleksinya atau bahan bacaan disana sangat menarik dan terbaru untuk dibaca. Bahan bacaan atau koleksi dilayanan remaja biasanya terdiri dari novel - novel remaja. Perpustakaan keliling merupakan suatu cara perpustakaan umum untuk meningkatkan minat baca para pemustakanya d i perpustakaan daerah kabupaten Lombok barat. Perpustakaan keliling ini tidak hanya bertujuan meningkatkan minat baca pemustaka akan tetapi juga mensejahterakan masyarakat yang ada di wilayah Lombok barat dengan cara memberikan layanan berupa pelatihan kep ada pemustakanya.

Abstract

The existence of youth services in the service of the archeology and lombok west library or known as the lombok barat library has not been utilized properly by the library. In fact, in terms of collection or reading material there is very interesting and the latest to read. Reading materials or collections in youth services usually consist of teenage novels. The mobile library is a way for public libraries to increas e the reading interest of the libraries in the West Lombok district library. The mobile library is not only aimed at increasing the reading interest of visitors but also for the welfare of the people in the West Lombok region by providing services in the f orm of training to visitors.
Keywords: Literatur Remaja · Pemenuhan Informasi

Introduction

Perkembangan zaman yang semakin pesat apalagi dengan berkembangnya teknologi informasi membuat perpustakaan mengikuti perkembangan zaman yang ada. Perpustakaan yang awalnya melakukan kegiatan ataupun layanannya secara manual kini tidak mau ikut ketinggalan dalam memberikan layanan informasi kepada penggunanya. Oleh karena itu perpustakaan juga ikut mengembangkan teknologi informasinya dalam menunjang layanannya agar tidak manual lagi. Perpustakaan di Lombok Barat tidak hanya mengadakan layanan dalam bentuk digital untuk menarik minat baca atau pemenuhan informasi pemustaka. di dinas kearsipan dan perpustakaan kabupaten Lombok barat. Dinas dan kearsipan perpustakaan di Lombok barat ini dalam meningkatkan minat baca atau peningkatan layanan literatur remaja para penggunanya, ia mengadakan kegiatan yang menjadi layanan utama di dinas kearsipan dan perpustakaan kabupaten Lombok barat yaitu perpustakaan keliling. Keberdaan layanan remaja semestinya dapat membantu perpustakaan umum untuk meleksanakan peranannya dalam pembinaan minat baca dan kebutuhan informsi khususnya kalangan remaja. Tidak hanya itu, perpustakaan juga dapat meningkatkan minat baca remaja. Menurut piaget dalam Alim (2012), remaja adalah suatu usia dimana individu menjadi terintegrasi kedalam masyarakat dewasa, suatu usia dimana anak tidak merasa bahwa dirinya berada dibawah tingkat orang yang lebih tua melainkan merasa sama, atau paling tidak sejajar. Seorang remaja dalam proses penyusuaian diri menuju kedewasaan, ada dua tahap perkembangan remaja yang di tempuhnya sebagai berikut.pertama, tahap remaja dimana seorang remaja akan mengalmi kesulitan dalam mengendalikan egonya dan memiliki kepekaanya yang berlebihan. Kedua, tahap remaja madiyah dimana seorang remaja memiliki sifat mencintai diri sendiri dan suka berteman dengan orang-orang yang mempunyai sifat yang sama dengannya. Adapun keadaan perpustakaan di daerah Lombok Barat, mengenai bahan bacaan untuk anak dan remaja masih tecampur antara buku yang memang di khususkan untuk anak-anak dan untuk remaja. Ini jelas sangat menghawatirkan karena antara bacaan anak-anak dan remaja pasti pembahasannya berbeda, begitupun dengan ruangan membaca antara anak-anak dan remaja masih di samakan. 1.1 Rumusan Masalah Adapun dalam latar belakang diatas dapat kita simpulkan beberapa rumusan masalah diantaranya: 1. Bagaimana peran literatur remaja dalam pemenuhan kebutuhan informasi di dinas kearsipan dan perpustakaan kab lombok barat ? 2. Bagaimana kendala-kendala literatur remaja terhadap pemenuhan informasi ? 1.2 Tujuan Dan Manfaat a. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini untuk memahami kebutuhan informasi terhadap literatur pada layananan remaja 1. Agar dapat mengetahui peran literatur remaja dalam pemenuhan kebutuhan informasi. 2. Agar dapat mengetahui kendala-kendala literatur remaja terhadap pemenuhan informasi. b. Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian yang kami lakukan adalah kami menjadi lebih mengetahui apa dan seperti apa layanan literatur remaja terhadap pemenuhan kebutuhan informasi pemustaka khususnya di dinas kearsipan dan perpustakaan Kab Lombok Barat. B. Tinjauan Pustaka Kebutuhan informasi pada saat sekarang ini sangat beragam, karena itu perpustakaan dituntut kreatif dalam memberikan informasi yang ada sehingga kebutuhan informasi pemustaka dapat terpenuhi. Literatur remaja pada saat sekarang ini banyak dibutuhkan terbukti dengan semakin meningkatnya kebutuhan koleksi seperti Novel, Buku Cerita, Majalah dll. Sudah seharusnya pemustaka dimanjakan dengan fasilitas dan koleksi literature remaja yang update agar pemustaka berlomba-lomba menuju perpustakaan. 1. Literatur remaja Literarur remaja adalah bahan bacaan yang sudah di sesuiakan dengan usia remaja seperti buku pelajaran matematika, novel, majalah, dan buku-buku fiksi. 2. Jenis-jenis literatur remaja Adapun jenis-jenis dari literatur remaja yaitu sebagai berukut : a. Buku pelajara n b. Komik c. Novel d. Buku-buku fiksi e. Sastra 3. Kebutuhan literatur remaja Pada masa remaja adalah fase mendekati kedewasaan, pada proses ini sikap remaja yang masih tidak teguh pendirian (labil). Di mana pada masa ini banyak remaja yang mulai salah dalam mengartikan persahabatan dan akhirnya berlanjut ke jenjang percintaan (cinlok). Untuk kriteria pada masa remaja sebaiknya di perbanyak koleksi fiksi yang bersifat rel igi agar para remaja pada usia ini lebih mengenal tentang keagamaan dan merubah pola pikir persahabatan yang berujung cinta menjadi larangan pada agamanya sehingga di harapkan dengan adanya bacaan yang sifatnya relgi dapat mengontrol rasa ingin tahu pada r emaja. 4. Informasi Informasi adalah keterangan, pernyataan, gagasan, dan tanda-tanda yang mengandung nilai, makna, dan pesan baik yang berupa data, fakta maupun penjelasanya yang dapat dilihat, di dengarkan, dan dibaca yang disajikan berbagai informasi, komunikasi secara elektronik. 5. Jenis-jenis informasi Dari definisi informasi yang telah di jabarkan, maka dapat di simpulkan jenis-jenis informasi sebagai berikut : a. Informasi yang nyata atau real b. Informasi yang berisi hoax 6. Fungsi literatur remaja a. Membantu pengguna dalam mencari informasi yang di butuhkan b. Membantu memperkuat informasi hasil dari suatu analisis atau hipotesis untuk remaja. c. Memberi tambahan informasi untuk bahan bacaan remaja Agar pada bacaan remaja lebih mudah dipahami oleh remaja, dan agar remaja dapat mengetahui bacaan apa saja yang harus di baca oleh usia remaja. Keberadaan suatu perpustakaan bagi masyarakat sangatlah penting, sebab, bangsa. Menurut sutarno (2006) perpustakaan yang ada dan berkembang sekarang telah di pergunakan sebagai salah satu pusat informasi, sumber ilmu pengetahuan, pendididkan, penelitian rekreasi, dan pelestarian khasanah budaya bangsa, serta memberikan berbagai layanan jasa lainnya. Perpustakaan dapat berfungsi dengan baik apabila pemustakanya dapat memenfaatkan layanan-layanan yang telah di sediakan. Semestinya layanan-layanan yang telah disediakan oleh perpustakaan dapat dimanfaatkan oleh pemustaka yang baik. Namun, ada beberapa layanan yang belum dimanfaatkan dengan baik oleh pemustaka. Bahkan perlu mendapatkan perhatian secara khusus dari pemustaka, salah satunya yaitu layanan remaja.. layanan remaja adalah suatu layanan yang diselenggarakan oleh perpustakaan atau umumnya yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca remaja dengan menyediakan bahan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan remaja. Menurut crenata (2013), kebiasaan membaca remaja ini harus dipelihara oleh perpustakaan dengan caraa menyediakan bahan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka dan bahan bacaan yang di sediakan harus pula mendukung kurikulum sekolah baik, fiksi maupun bahan bacaan lain yang mencakup pengetahuan populer yang bermanfaat bagi remaja. Keberdaan layanan remaja semestinya dapat membantu perpustakaan umum untuk meleksanakan peranannya dalam pembinaan minat baca dan kebutuhan informsi khususnya kalangan remaja. Tidak hanya itu, perpustakaan juga dapat meningkatkan minat baca remaja. Menurut piaget dalam Alim (2012), remaja adalah suatu usia dimana individu menjadi terintegrasi kedalam masyarakat dewasa, suatu usia dimana anak tidak merasa bahwa dirinya berada dibawah tingkat orang yang lebih tua melainkan merasa saama, atau paling tidak sejajar. Seorang remaja dalam proses penyusuaian diri menuju kedewasaan , ada tiga tahap perkembangan remaja yang di tempuhnya sebagai berikut.pertama, tahap remaja dimana seorang remaja akan mengalmi kesulitan dalam mengendalikan egonya dan memiliki kepekaanya yang berlebihan. Kedua, tahap remaja madiyah dimana seorang remaja memiliki sifat mencintai diri sendiri dan suka berteman dengan orang-orang yang mempunyai sifat yang sama dengannya. Ketiga , tahap remaja akhir dimana seorang remaja telah mampu mengontrol dirinya dan tidak lagi mengedepankan egonya, melainkan telah dapat memisahkan antara kepentingan diri sendiri dengan kepentingan orang lain serta berusaha mencari kesempatan untuk bersatu dengan orang lain. Keberadaan layanan remaja di didinas kearsiapan dan perpustakaan kabupaten lombok barat atau dikenal dengan perpustakaan daerah lombok barat belum dimanfaatkan dengan baik oleh pemustaka. Padahal, dari segi koleksinya atau bahan bacaan disana sangat menarik dan terbaru untuk dibaca. Bahan bacaan atau koleksi dilayanan remaja biasanya terdiri dari novel- novel remaja. Novel-novel remaja tersebut banyak ragam atau jenisnya. Novel remaja ini dapat dibedakan berdasarkan isi cerita dan mutu novel. Pembagian novel berdasarkan isi cerita sebagai berikut:1. Novel idealisme abstrak; 2. Novel romantisme keputusan; 3. Novel pendidikan. Keberdaan layanan remaja yang belum dapat meningkatkan minat baca remaja ini ,dapat dilihat dari tingkat peminjmaan koleksi dilayanan remaja yang masih minim.. minat baca akan terbentuk dengan ketersedian dan pengaruh dari beberapa faktor sebagai berikut: (1 ) Mesti dimulai dari dalam diri orang yang bersangkutan; ( 2 ) Adanya unsur dari luar orang yang bersangkutan yang bisa dan mampu mempengaruhi, menarik ,memberi, dan menimbulkan keinginan; ( 3 ) Dilakukan secara teratur dan berlalu dalam jangka waktu yang lama;) 2.1.Peran Layanan Literatur Remaja Di Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kab . Lombok Barat Peran perpustakaan sebagai pusat informasi perlu mendukung program layanan remaja menyeleksi, memperkenalkan dan menyajikan bahan pustaka yang disesuaikan dengan kebutuhan remaja.penyesuaian bacaan disesuaikan dengan tingkat atau kriteria bacaan bagi remaja. Misalnya bacaan disesuaikan dengan tingkatan umur, berdasarkan tingkatan pendidikan ( edukatif ), tingkatan informasi ( informative ) yang disampaikan ketingkat rekreasi yang terkandung dalam sebuah bacaan. 2.2.Strategi Untuk Meningkatkan Literatur Layanan Remaja Guna Pemenuhan Informasi Pemustaka Dinas kearsipan dan Perpustakaan yang ada di kabupaten Lombok barat ini memiliki banyak cara agar dapat meningkatkan literatur layanan remaja guna untuk pemenuhan informasi para pemustakanya. Berikut ini ada beberapa strategi yang dilakukan oleh perpustakaan yang berada di Lombok barat ini : 1. Dengan cara memberikan pemustaka meminjam koleksinya dalam bentuk e-book dalam batas waktu peminjaman satu bulan. 2. Mengadakan sosialisasi dengan pemustaka, biasanya pihak perpustakaan daerah Lombok barat mengundang pematerinya dari instansi – instansi terkait demi kesejahteraan masyarakat yang ada di Lombok barat. biasanya pihak perpustakaan akan mengundang pemateri dari perbankan dan pegadaian. Tergantung apa yang menjadi temanya. 3. Megadakan kerja sama dengan instansi seperti STMIK untuk meningkatkan pengetahuan pustakawannya tentang IT agar bisa memberikan layanan yang maksimal kepada pemustakanya 4. Berkunjung ke setiap sekolah mulai dari tingkat SD sampai dengan SMA

Method

Dalam metode penelitian, ada beberapa cara yang dapat di gunakan yaitu sebagai beikut: a. Observasi adalah aktifitas terhadap suatu proses ata objek dengan maksud merasakan dan kemudian memahami pengetahuan dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang sudah diketahui sebeelumnya, untuk mendapatkan informasi - informasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan suatu penelitian. b. Wawancara merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara naras umber dan pewawancara. Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasi yang tepat dari narasumber yang terpercaya. Wawancara dilakukan dengan cara penyampaian sejumlah pertanyaan dari pewawancara kepada narasumber. c. Dokumentasi adalah aktifitas ata u proses sistematis dalam melakukan pengumpulan, pencarian, penyelidikan, pemakaian, dan penyediaan dokumen untuk mendapatkan keterangan, penerangan pengetahuan dan bukti serta menyebarkannya kepada pengguna.

Result & Discussion

Perpustakaan keliling ini biasanya keliling dari hari senin sampai dengan kamis. Perpustakaan keliling ini biasanya lebih sering mengunjungi sekolah – sekolah seperti pondok, SMP dan SMA yang ada di wilayah Lombok barat. Perpustakaan keliling ini, koleksinya lebih banyak mengenai cerita anak karena tujuan keliling dari perpustakaan ini lebih ke sekolah – sekolah. Perpustakaan keliling ini juga memiliki fasilitas e-book, dan e- book ini akan di diberikan pinjaman kepada pemustaka dengan batas waktu satu bulan sekali dan setelah itu akan diganti dengan e-book yang baru. Untuk fasilitas internet perpustakaan keliling ini belum bisa memenuhinya dikarenakan masalah sarana dan prasana yang masih terbatas. Menurut Baiq Rini Arsiyanti, S.kom., M.M, selaku kepala bidang pelayanan dan otomasi perpustakaan menerangkan bahwa di perpustakaan ini ada staf yang mendukung antara lain bagian fron office untuk melayani pengunjung dimana tugas mereka adalah melayani pengunujung di mulai dari mengisi buku kunjungan, membuat kartu anggota, layanan internet dll. Di perpustakaan ini juga ada program atika yang di tujukan untuk pelayanan pada pengunjung perpustakaan . Diruang perpustakaan remaja di sediakan buku koleksi untuk remaja, tetapi untuk koleksi remaja terdapat juga di ruang karya umum. Di perpustakaan ini terdapat ruang referensi yang terletak di lantai dua gedung perpustakaan dimana koleksi di ruang referensi tidak dapat pinjam artinya buku-buku hanya untuk di baca perpustakaan. Terkait pemenuhan informasinyaa sudah memenuhi bagi pemustaka akan tetapi kurang kesadaran dari pemustaka untuk datang ke dinas kearsipan dan perpustakaan kab lombok barat. Peran layanan literatur remaja atau perpustakaan keliling dalam meningkatkan minat baca dan pemenuhan informasi bagi pemustaka di kalangan masyarakat umum, khususnya anak anak dan remaja tingkat (SD sampai SMA), itu sangat besar tetapi beliau mengatakan bahwa kebanyakan pengunjung atau pemustakanya itu dari anak SD, dan kami sempat menanyakan “bagaimana dengan minat bacanya dan pemenuhan informasinya bagi pemustaka apakah meningkat atau menurun”, beliau menjawab untuk minat bacanya dan pemenuhan informasi kalau di kalangan anak anak terus terang agak meningkat tetapi kalau di kalangan remaja (SMP DAN SMA) itu tidak pernah meningkat malah menurun seperti yang kita tahu sekarang tentang perkembangan IT yang begitu cepat itu merupakan pengaruh besar bagi mereka dan itu juga suatu tantangan bagi pustakawan dalam meningkatkan atau menumbuhkan minat baca masyarakat”, padahal ketersedian informasi sudah sangat memadai bagi remaja beliau juga mengatakan bahwa dalam menjalankan perpustakaan keliling ini terdapat kendala yaitu kurangnya prasarana untuk melakukan operasional kurangnya mobil perpustakaan keliling, dan juga untuk SDMnya masih sangat kurang, dengan adanya kendala itu beliau melakukan perpustakaan keliling itu terjadwal supaya pemenuhan informasi bagi pemustaka bisa merata keseluruh kecamatan di kabupaten Lombok barat. Hasil wawancara dengan pemustaka dibagian layanan literatur remaja Bahwasannya buku yang tersedia pada perpustakaan khususnya untuk anak-anak remaja dirasakan cukup. Tetapi perlu adanya penambahan buku, misalnya buku untuk usia remaja tingkat SMP, SMA atau Perguruan Tinggi. Untuk remaja SMP dan SMA mereka membutuhkan bahan bacaan berupa komik atau novel yang berkisah atau bercerita tentang kehidupan remaja pada masa kini, tokoh-tokoh yang didalamnya dapat menjadi inspirasi atau contoh bagi mereka. Selain buku-buku komik, novel dan fiksi mereka juga membutuhkan mulai dari cerita rakyat sampai buku-buku pelajaran yang edukatif. Mereka menyadari bahwa informasi yang mereka butuhkan tidak hanya mereka dapatkan melalui kemajuan teknologi seperti HP, Televisi, Radio dan lain-lain melainkan juga melalui perpustakaan. Dimana mereka juga dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi .sehingga untuk datang mengujungi perpustakaan bukan lagi hal yang membosankan tetapi menjadi bagian dan keharusan bagi mereka, karena perpustakaan merupakan pusat sumber informasi dimana di dalamnya terdapat begitu banyak buku – buku yang menarik untuk menambah pengetahuan. Sedangkan untuk remaja yang telah memasuki perguruan tinggi, buku-buku yang dibutuhkan lebih kepada buku-buku hasil riset karya ilmiah. Di perpustakaan ini terdapat berbagai macam buku-buku karya ilmiah guna memenuhi kebutuhan informasi bagi mahasiswa yang membutuhkannya. Dari semua fasilitas yang telah disediakan oleh perpustakaan, remaja khususnya yang berada di wilayah tersebut telah memanfaatkan perpustakaan sebagai tempat pembelajaran bagi mereka. secara tidak langsung dampak yang dirasakan mereka adalah tumbuhnya gemar membaca dan mencintai buku. Nara sumber juga mengatakan bahwa pada umumnya penataan buku-buku sudah bagus dan mudah untuk mendapatkan buku yang diperlukan. Jika mereka kesulitan dalam mencari buku-buku, petugas pelayanan pembaca membantu mereka sehingga dapat dengan cepat mendapatkan buku tersebut. Nara sumber mengatakan bahwa peran literatur remaja terhadap pemenuhan sumber informasi telah memadai untuk kebutuhan remaja, baik dari buku-buku komik, novel, fiksi serta buku-buku penunjang lainnya. Buku-buku yang ada di perpustakaan turut membantu dalam meningkatkan mutu dan wawasan remaja. Kendala yang di yang dihadapi remaja dalam memperoleh bahan informasi di perpustakaan, lebih kepada ketidaktahuan mereka ketika mencari bahan atau buku-buku yang dibutuhkan, disinilah peran petugas dibutuhkan guna memberikan pelayanan dan informasi kepada remaja atau pemustaka. Sehingga kendala yang dihadapi cepat dapat teratasi.

Conclusion

Keberdaan layanan remaja semestinya dapat membantu perpustakaan umum untuk meleksanakan peranannya dalam pembinaan minat baca dan kebutuhan informsi khususnya kalangan remaja. Tidak hanya itu, perpustakaan juga dapat meningkatkan minat baca remaja. Menurut Piaget dalam Alim (2012:9), remaja adalah suatu usia dimana individu menjadi terintegrasi kedalam masyarakat dewasa, suatu usia dimana anak tidak merasa bahwa dirinya berada dibawah tingkat orang yang lebih tua melainkan merasa saama, atau paling tidak sejajar. Seorang remaja dalam proses penyusuaian diri menuju kedewasaan. Sedapat mungkin perpustakaan sebagai garda terdepan dalam memenuhi kebutuhan informasi khususnya literatur remaja.