Kembali
16
1
2021 Nusantara Journal of Information and Library Studies (N-JILS) Vol 4 · 1 ISSN 2654-6469

Aktivitas Komunikasi Interpersonal Pustakawan Dalam Meningkatkan Etos Kerja

Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung; Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung; Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung; Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Abstrak

Aktivitas komunikasi interpersonal terjadi diberbagai tempat, tidak luput juga pada dunia perpustakaan, hubungan antara pustakawan dan pemustaka maupun sebaliknya. Pengamatan yang dilakukan pada tulisan ini mengenai aktivitas komunikasi interpersonal pustakawan dengan tujuan untuk meningkatkan etos kerja yang dilakukan pada lingkungan perpustakaan di MTs N 2 Bandar Lampung, yang meliputi aktivitas komunikasi interpersonal antara pustakawan dengan pemustaka; komunikasi interpersonal antara pustakawan dengan tenaga pendidik; komunikasi interpersonal antara kepala perpustakaan dengan pustakawan; dan komunikasi interpersonal antara pustakawan, kepala perpustakaan, dengan kepala sekolah. Selain itu dalam penelitian ini juga dibahas mengenai komunikasi interpersonal dalam Islam. Meto de yang digunakan dalam penulisan ini adalah dengan metode kaualitatif dengan analisis deskriptif untuk melihat aktifitas komunikasi interpersonal yang dilakukan pustakawan, menggunakan metode pengumpulan data dengan cara mewawancarai secara langsung pusta kawan yang ada di perpustakaan MTs N 2 Bandar Lampung, mengamati dan melakukan praktek secara langsung dengan melaksanakan kuliah praktik, serta dokumentasi berupa foto kegiatan hasil penelitian, selain itu juga penulisan ini menggunakan metode library research dan memperoleh data dari buku bacaan. Hasil dari pengamatan dan penelitian ini yaitu aktivitas komunikasi interpersonal yang terjadi di perpustakaan tersebut terjalin baik antara pustakawan dengan pemustaka maupun antara pustakawan satu dengan yang lain, serta akibat jika kurangnya komunikasi interpersonal yang terjadi di perpustakaan terhadap etos kerja pustakawan .

Abstract

Interpersonal communication activities occur in various places, also in the world of libraries, how is the relationship between librarians and users and vice versa. Observations made in this paper regarding interpersonal communication activities of librari ans to improve the work ethic carried out in the library environment at MTs N 2 Bandar Lampung, which include interpersonal communication activities between librarians and users, interpersonal communication between librarians and educators, interpersonal c ommunication between librarians and educators. The head of the library with the librarian, and interpersonal communication between the librarian, the head of the library, and the principal. In addition, this study also discusses interpersonal communication in Islam. The method used in this paper is a qualitative method with descriptive analysis to see interpersonal communication activities carried out by librarians, using data collection methods by interviewing librarians in the library of MTs N 2 Bandar La mpung, observing and practicing directly by carrying out practical lectures, as well as documentation in the form of photos of research activities, besides that this writing uses the library research method & obtains data from reading books. The results of this observation and research are that interpersonal communication activities that occur in the library are intertwined both between librarians and users and between librarians with one another, as well as the consequences if there is a lack of interperso nal communication that occurs in the library on the librarian’s work ethic.
Keywords: interpersonal communication · work ethic · librarian Kata kunci: komunikasi interpersonal · etos kerja · pustakawan

Introduction

Manusia adalah makhluk sosial yang mana memiliki arti bahwa manusia tidak bisa hidup sendirian, sejak lahir sampai masuk ke dalam liat lahat manusia selalu membutuhkan orang lain, dengan begitu manusia di tuntut untuk melakukan suatu interaksi sosial dengan manusia maupun anggota keluarga. ( A wi, 2016) Bahkan ada yang mengatakan jika seseorang tidak berinteraksi atau berkomunikasi dengan orang lain, maka seseorang tersebut belum dikatakan sebagai manusia. Maka dari itu komunikasi interpersonal sangat diperlukan dalam kehidupan sehari - hari bahkan komunikasi sudah menjadi suatu hal yang lazim dalam masyarakat. Komunikasi interpersonal akan terus terjadi dimana saja dan kapan saja mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, kerja, dan lain sebagainya. Di era digitalisasi yang berkembang semakin pesat ini dunia penuh dengan persaingan, m aka dari itu setiap lembaga perlu berfikir lebih kompleks agar lembaga tersebut mampu bertahan dan terus maju. Menurut priansa karyawan (pustakawan) merupakan salah satu unsur yang dapat berpengaruh dalam menentukan keberhasilan suatu organisasi dalam menc apai tujuannya . (Widodo, 2015) Seorang pustakawan tentunya membutuhkan sebuah motivasi serta dukungan dari seorang atasan ataupun teman pustakawannya sendiri, yang mana jika dalam ruang lingkup perpustakaan yaitu seorang seorang pus takawan yang membutuhkan motivasi dari seorang kepala perpustakaan ataupun pustakawan pustakawan lainnya. Upaya tersebut dilakukan agar pustakawan atau karyawan bisa bekerja dengan maksimal. Maka, akan terjadilah suatu aktivitas komunikasi interpersonal da lam lingkungan kerja. Di dalam komunikasi interpersonal memiliki beberapa asas . Misalnya k omunikasi yang terjadi berasal dari pemikiran sese orang , maka orang yang menyampaikan informasi dan yan g menerima informasi harus memiliki pengalaman yang sama dalam memahami pesan yang disampaikan . S eseorang yang memahami informasi yang disampaikan harus memiliki pengetahuan serta pengalaman yang memang sudah dimengerti , sehingga tidak akan terjadi komunikasi yang hanya di pahami oleh satu pihak saja . K omunikasi inter personal tentu saja memiliki tujuan tertentu yang langsung di aplikasikan melalui tindakan. S eseorang yang menerima informasi juga harus mampu meyakinkan dirinya bahwa dia paham betul dengan informasi yang disampaikan . D alam hal ini t indakan pengkodean sangat dibutuhkan . J ika seseorang kurang memahami informasi yang disampaikan , maka mintalah untuk dijelaskan kembali agar tidak terjadi kesalah pahaman dalam penerimaan informasi. ( Husna, 2017) Dari asas yang dimiliki oleh komunikasi interpersonal seperti yang di uraikan diatas dapat kita p ahami bahwa dalam melakukan komunikasi interpersonal tentunya ada beberapa hal yang harus kita pahami. Hal ini bertujuan untuk menjalin suatu komunikasi interpersonal dengan baik. Penerapan komunikasi interpersonal ini tentunya perlu diterapkan pada semua perpustakaan termasuk perpustakaan sekolah. Apalagi pustakawan adalah jembatan antara bahan Pustaka dan berbagai layanan perpustakaan dengan pemustaka atau pengguna perpustakaan (Rahayu, dkk., 2014). Hal ini tentunya penting seorang pustakawan harus memil iki kemampuan komunikasi interpersonal yang nantinya juga dapat memberikan dampak pada etos kerjanya. Berdasarkan observasi yang penulis lakukan diketahui bahwa salah satu perpustakaan sekolah yang pustakawannya sudah menerapkan adanya komunikasi interpers onal dalam kegiatan di perpustakaan adalah pustakawan di Perpustakaan MTs N 2 Bandar Lampung . Adanya hasil observasi ini yang me latar belakang i penulis perlu mengkaji penerapan komunikasi interpersonal yang dilaksanakan selama ini dalam pengingkatan etos k erja pustakawannya. Dengan demikian, penelitian ini berjudul “ Aktivitas Komunikasi Interpersonal Pustakawan Dalam Meningkatkan Etos Kerja ”. B. TINJAUAN PUSTAKA Ini bukan penelitian pertama yang pernah di lakukan, tetapi sudah ada penelitian lain sebelum pene litian ini yang dilakukan dan berkaitan dengan komunikasi interpersonal pustakawan di perpustakaan. Di bagian tinjauan pustaka ini akan di jelaskan dan dipaparkan secara rinci mengenai penelitian lain baik itu kelebihan maupun kekurangan penelitian tersebut yang berkaitan dengan komunikasi interpersonal pustakawan di perpustakaan. Pertama, penelitian yang dilakukan oleh Sari & Marajari (2019) yang berjudul Efektivitas Komunikasi Interpersonal Pustakawan Dengan Pemustaka Pada Layanan Sirkulasi P erpust akaan Universitas Sari Mutiara Indonesia . K elebihan dari penelitian ini penulis memaparkan dengan lengkap sehingga informasi yang terdapat di dalam jurnal tersebut juga dapat di pahami dan dimengerti bahwa layanan sirkulasi dengan melibatkan kegiatan komun ikasi interpersonal di perpustakaan Universitas Sari Mutiara Indonesia kurang berjalan dengan baik kepada pemustaka misalnya saat pemustaka akan meminjam ataupun mengembalikan buku pemustaka harus menunggu karena pustakawan yang tidak selalu berada di bagi an layanan sirkulasi tersebut , d an lain - lain . Kekurangan dari penelitian ini yaitu hanya menjelaskan dan memaparkan komunikasi interpersonal antara pustakawan dengan pemustaka serta kegiatan tersebut juga hanya terjadi di bagian sirkulasi nya saja belum me ncakup semua kegiatan yang ada di perpustakaan. Kedua, penelitian dari Daryono (2019) yang berjudul Kemampuan Komunikasi Interpersonal Pemimpin Perpustakaan Universitas Bengkulu Dengan Pustakawan . Kelebihan dari penelitian yaitu penulis menjelaskan secara rinci berbagai aspek yang dimiliki dan dilakukan oleh pemimpin atau kepala perpustakaan tersebut untuk dapat berkomunikasi dengan baik kepada para pustakawannya dan untuk dapat menciptakan kerjasama dalam membangun perpustakaan agar menjadi lebih baik , seh ingga pembaca dapat mengetahui dan memahami aspek - aspek tersebut dengan baik. Untuk kekurangan dalam penelitian ini yaitu pembahasan nya hanya mencakup komunikasi interpersonal yang terjalin antara pemimpin atau kepala perpustakaan dengan para pustakawan nya saja tanpa menjelaskan keseluruhan kegiatan komunikasi interpersonal yang ada di perpustakaan Universitas Bengkulu tersebut. Dalam penelitian ini penulis membahas dan menjelaskan aktivitas komunikasi interpersonal di perpustakaan sebagai ba gian dari menyempurnakan dan mengembangkan penelitian - penelitian terdahulu dimana pembahasan pada penelitian terdapat perbedaan yaitu tidak hanya membahas aktivitas komunikasi interpersonal antar pustakawan dengan pemustaka ataupun pemimpin/kepala perpusta kaan dengan pustakawan nya saja, melainkan komunikasi interpersonal yang terjalin antara pustakawan dengan pemustaka, pustakawan dengan pemustaka, pustakawan dengan tenaga pendidik yang ada di MTs N 2 Bandar Lampung, kemudian kepala perpustakaan nya dengan pustakawan, dan kepala perpustakaan dengan kepala sekolah di MTs N 2 Bandar Lampung. Kegiatan komunikasi interpersonal tersebut juga tidak hanya terjadi pada layanan sirkulasi saja melainkan pada bagian pengelolaan bahan pustakanya juga persfektif Komunik asi Islam dalam komunikasi Interpersonal yang dilakukan Pustakawan . Kegiatan komunikasi interpersonal sudah ada sejak zaman dahulu yakni saat Nabi Adam diturunkan ke bumi. Hal itu bisa kita lihat kembali kisahnya yang diabadikan dalam Al - Qur’an surah Al - Ba qarah ayat 30 - 39 yang mana di dalamnya menceritakan tentang kisah nabi Adam yang di goda oleh iblis untuk memakan buah khuldi. Kemudian dijelaskan juga tentang kisah diturunkannya nabi Adam dan istrinya ke bumi, dari kisah tersebut dapat kita ketahui bahwa komunikasi interpersonal sudah ada sejak zaman dahulu. Dalam Islam komunikasi merupakan sebuah proses penyampaian pesan menggunakan prinsip - prinsip Islam, contohnya Da’wah, Balagh, Nadhar, Mawi’zah, Dan Basher . (Na’imah, 2019) Komunikasi interpersonal dalam Islam biasa disebut dengan dakwah fardiyah atau usaha seorang dai yang dilakukan secara individu untuk untuk mengenalkan tentang Islam dan imam kepada masyarakat, serta menegakkan amar ma’ruf nahi munkar . Dalam komunikasi interpersonal pasti ada seorang komunikan dan komunikator yang mana jika dalam Islam ialah da’i dan mad’u , namun da lam pembahasan jurnal kali ini lebih mengarah pada ruang lingkup perpustakaan maka yang ada di dalam komunikasi interpersonal ialah pustakawan dan pemustaka, atau bisa saja kepala perpustakaan dan pemustaka. Dalam melakukan komunikasi tentunya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan salah satunya adalah untuk berkata yang benar atau jika dalam Al - Qur’an disebut dengan Qaulan Sadidan, yaitu Ketika menyampaikan pesan maka berbicaralah dengan benar sebagaimana yang dijelaskan dalam Al - Qur’an surah An - Nisa aya t 9: ْ ّللاه وَلْيَقُو " وَلْيَخْش َ الَّذِيْن َ لَو ْ تَر َ كُوْا مِن ْ خَلْفِهِم ْ ذُره ِيَّة ً ضِعفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْ. فَلْيَتَّقُوا لُوْا قَوْال ً سَدِيْدًا." Artinya: “Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang - orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah berbicara dengan tutur kata yang benar.” Selain itu ada beberapa cara atau metode komunikasi ya ng telah di jelaskan dalam Al - Qur’an diantara nya seperti Qaulan masyura atau perkataan yang sopan (Q.S Al Isra’ ayat 28), Qaulan kariman atau berkata yang mulia (Q.S Al Isra’ ayat 23), Qaulan layyinan yaitu berkata dengan lemah lembut (Q.S Thoha ayat 44), Qaulan ma’rufa berkata yang bijak (Q.S An Nisa ayat 8), Qaulan baligha yaitu berkata dengan sederhana (Q.S An Nisa ayat 63) ( Mustofa, Wuryan , & Rosidi , 2020) . Ketika sebuah perpustakaan terjadi sebuah komunikasi interpersonal yang sangat minim maka menu rut Sari & Marajari (2019) akan berakibat, yaitu, pertama, p emustaka yang kurang mendapatkan informasi mengenai koleksi bahan pustaka yang ada di perpustakaan akan merasa bingung dalam mendapatkan koleksi bahan pustaka yang mereka butuhkan. Kedua, k omunikasi antar pustakawan satu dengan yang lain akan terhambat , sehingga sistem yang berjalan disuatu perpustakaaan tidak akan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan diawal. Ketiga, k urangnya komunikasi antara pustakawan dengan pemustaka dapat menimbulkan rasa tidak nyaman , kurangnya respon dari pustakawan, dan persepsi buruk pemustaka kepada perpustakaan. Sebaliknya, menurut Maghfiroh & Harefa (2019) jika aktivitas komunikasi berjalan dengan baik maka dapat membangun r asa puas dari pemustaka , sehin gga dapat diketahui jika kelayakan informasi yang diterima sudah sesuai kebutuhan atau belum. Selain itu, dapat terjalin kerjasama yang baik dan nyaman .

Method

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tenik peng umpulan data dengan melakukan observasi secara langsung ke MTs N 2 Bandar Lampung . Selain itu, melakukan wawancara dengan pustakawan dan kepala perpustakaan , serta dokumentasi . Wawancara dilakukan ke pustakawan dan kepala perpustakaan yang ada di perpustakaan tersebut . Selain itu, dilakukan pengamatan langsung melalui kuliah praktik. Penelitian ini dilakukan pada bulan 15 Februari 2021 sampai 27 Februari 2021 ketika mengadakan kuliah lapangan mahasiswa yang belokasi di Perpustakaan MTsN 2 Bandar Lampung.

Result & Discussion

Perpustakaan MTs N 2 Bandar Lampung merupakan salah satu perpustakaan M T s yang berkembang dengan pesat di wilayah Bandar Lampung. Perpustakaan ini berada di Jl. Pulau Pisang Sukarame Bandar Lampung. Berdirinya perpustakaan MTs N 2 Bandar Lampung ini bersamaan dengan berdirinya S ekolah MTs N 2 Bandar Lampung yaitu pada T ahun 1985 yang mana pada saat itu kondisi perpustakaan masih belum memadai. Kemudian mulai berkembang , sehingga pada T ahun 2017 P erpustakaan MTs N 2 Bandar Lampun g meraih juara 3 Lomba Perpustakaan Sekolah Tingkat SLTP Dalam Rangka HUT Kota Bandar Lampung Ke - 335. Dalam suatu lembaga terutama perpustakaan untuk dapat menjalankan kegiatan sesuai dengan yang sudah di konsepkan maka perlu adanya komunikasi yang terjali n baik antara pustakawan satu dengan yang lain atau bahkan komunikasi antara pu stakawan dengan pemustaka. Sebelum membahas mengenai komunikasi interpersonal yang terjadi di P erpustakaan MTs N 2 Bandar Lampung, perlu dipaparkan terlebih dahulu mengenai stru ktur organisasi di perpustakaan tersebut. Maka tentunya di setiap perpustakaan memiliki struktur organisasi yang nantinya akan membantu untuk berjalannya suatu visi, misi yang ingin di capai oleh lembaga tersebut, sama seperti perpustakaan MTs N 2 Bandar L ampung yang memiliki sebuah struktur organisasi sebagai berikut: Gambar 1. Struktur Organisasi Perpustakaan Sumber: Perpustakaan MTsN 2 Bandar Lampung , 2021 Dari struktur organisasi diatas dapat kita lihat dalam menjalin suatu kerjasama untuk mencapai suatu visi misi yang telah dirancang tentunya akan terjadi suatu kegiatan komunikasi BP KEPALA SEKOLAH TARMADI, S.Pd.M.Pd PEL TEKNIS STAFF PELAKSANA WAKASEK GURU KEPALA PPERPUSTAKAAN JUANDA, S.Pd,M.Pd.I BP PEL INVENTARIS MINAT BACA REFERENSI SIRKULASI NINA ADHAYANA LAB interpersonal baik kepala perpustakaan dengan pustakawan, atau kepala perpustakaan dengan kepala sekolah, dan pustakawan dengan pem ustaka. Menurut D evito ( Sari & Marajari , 2019) , komunikasi interpersonal adalah suatu proses pengiriman pesan dari seseorang kepada orang lain yang k em udian mendapat suatu umpan balik secara langsung. Sedangkan menurut pendapat E ffendi ( dalam Gumay & DS., 2018 ) , k omunikasi interpersonal adalah penyampaian p esan atau informasi kepada orang lain dengan tujuan untuk mengubah sikap, pendapat, serta sebuah perilaku yang disampaikan secara langsung ataupun melalui media untuk menyelesaikan tugas . Sedangkan lingkungan kerja ialah saranan dan prasarana yang ada dise kitar karyawan (pustakawan) yang sedang melangsungkan pekerjaannya yang mana dapat mempengaruhi terlaksanakannya pekerjaan ( N itisemito, 1980 ) . Kemudian jika kita telaah arti dari aktivitas komunikasi interpersonal di lingkungan kerja adalah aktivitas pengiriman pesan atau suatu informasi kepada orang lain yang mana aktivitas tersebut terjadi di lingkungan kerja. Kegiatan komunikasi interpersonal tidak bisa lepas dari kegiatan di lingkungan kita teruta ma dalam lingkungan kerja. Komunikasi interpersonal yang dilakukan di lingkungan kerja ini bersifat luas karena berhubungan dengan orang banyak terlebih lagi di lingkungan kerja P erpustakaan MTs N 2 Bandar Lampung. Setiap interaksi antara dua orang atau le bih yang terjadi di dalam lingkungan kerja perpustakaan maka dapat dikatakan sebagai komunikasi interpersonal, yang mana semua sisi yang ada di perpustakaan memberikan serta membutuhkan sebuah informasi yang akan mewujudkan suatu tujuan yang sama (Silvia dkk., 2021) . Adapun aktivitas komunikasi interpersonal yang dilakukan kerja P erpustakaan MTs N 2 Bandar Lampung diantaranya adalah a ktivitas komunikasi interpersonal antara pustakawan dengan pemustaka ; komunikasi interpersonal antara pustakawan dengan tenaga pendidik; komunikasi interpersonal antara kepala perpustakaan dengan pustakawan ; dan aktivitas k omunikasi interpersonal antara pustakawan dan kepala perpustakaan dengan kepala sekolah. Gambar 2 . Komunikasi Interpersonal Sumber: Peneliti, 2021 Kegiatan diatas merupakan Aktivitas komunikasi interpersonal antara pustakawan dengan pemustaka di Perpustakaan MTs N 2 Bandar Lampung. Pustakawan sedang memberikan informasi yang dibutuhkan pemustaka mengenai letak koleksi bahan pustaka , dan judul apa saja yang tersedia . Selain itu, komunikasi interpersonal ini berlangsung ketika pustakawan menjelaskan jenis layanan dan tata cara akses layanan yang tersedia di perpustakaan. Pemberian informasi sesuai dengan kebutuhan pemustaka dikarenakan saat ini perpustakaan tidak hanya mampu mengelola perpustakaan saja tetapi juga melayankan informasi sesuai dengan k ebutuhan pemustaka (Indah, 2019). Aktivitas komunikasi interpersonal antara pustakawan dengan tenaga pendidik yang ada di MTs N 2 Bandar Lampung berupa pemberian motivasi dan ajakan kepada tenaga pendidik guru untuk dapat berkunjung dan memanfaatkan koleks i perpustakaan. Komunikasi yang berlangsung antara pustakawan dengan tenaga pendidik juga bertujuan untuk menjalin k erjasama dan menghindari adanya selisih paham yang nantinya akan menyebabkan kurang kondusif keadaan di dalam perpustakaan serta lingkungan MTs N 2 Bandar Lampung. Aktivitas k omunikasi interpersonal antara kepala perpustakaan dengan pustakawan. Komunikasi ini merupakan aktivitas yang sangat penting di dalam lingkungan kerja termasuk perpustakaan. Menurut Hidayat (2013) dalam sebuah penelitiannya dikatakan bahwa , sebuah prilaku yang di tunjukkan oleh pemimimpin akan mempengaruhi kinerja tim nya a tau kin erja organisasi tersebut . Hal ini menunjukkan jika kepemimpinan ialah sebuah rangkaian aktivitas yang dapat mengatur, menata, serta m erencanakan seseorang untuk mempengaruhi prilaku seseorang untuk menjalin suatu kerjasama yang mana bertujuan untuk menyelesaikan visi misi dari instansi tersebut ( Mustofa, dkk. , 2021) . A danya komunikasi interpersonal yang terjadi antara pustakawan dengan kepala perpustakaan akan mempengaruhi berjalannya program - program kerja yang sudah di rumuskan oleh seluruh an ggota dalam organisasi tersebut. D i P erpustakaan MTs N 2 Bandar La mpung ini di kelola oleh satu pustakawan dan satu kepala perpustakaan , sehingga aktivitas komunikasi interpersonal yang terjadi selalu berlangsung. Bentuk komunikasi bias an ya berkaitan dengan pelaporan kegiatan dan perkembangan perpustakaan dari pustakawan kepada kepala perpustakaan . Kepala perpustakaan juga biasanya memberikan motivasi kepada pustakawan agar semangat dalam bekerja. S elain itu , komunikasi dalam bentuk diskusi mengenai kendala yang dihadapi, program pengembangan perpustakaan, penataan ruangan perpustakaan dan penyusunan visi misi perpustakaan . Aktivitas k omunikasi interpersonal antara pustakawan dan kepala perpustakaan dengan Kepala Sekolah MTs N 2 Bandar Lampung juga berlangsung dengan baik. Bentuk komunikasi ini biasanya ber upa pembahasan agenda perpustakaan yang akan melibatkan peserta didik, pengajuan proposal, me ngurus perizinan , p elaporan perkembangan perpustakaan, dan program pengembangan perpustakaan . Hal ini dikarenakan dalam penyelenggaran perpustakaan dibutuhkan adanya dukungan dan kerjasama semua sumber daya manusia dan stakeholder yang ada sekolah . Seperti yang dikatakan oleh S etiawan &Nuryana (2020), bahwa manusia memiliki tubuh yang mana dalam tubuh manusia itu terdapat beberapa organ tubuh yang sang at dibutuhkan bahkan bisa dikatakan penting. Salah satunya adalah jantung yang berperan untuk memompa darah keseluruh tubuh . B egitu pula dengan perpustakaan yang menjadi jantung dalam pendidikan berperan untuk memompa informasi, pengetahuan, serta ilmu ke seluruh masyarakat yang ada di sekitar lembaga pendidikan tersebut . Namun, meskipun perpustakaan memiliki peran yang sangat penting dalam dunia pendidikan, tetapi tetap harus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Lembaga yang menaunginya . Hal ini bertu juan agar perpustakaan sebagai sumber informasi utama dalam pembelajaran dapat terwujud ( Syam, Indah& Fadhli , 2021) . Adanya berbagai aktivitas komunikasi interpersonal yang terjadi di Perpustakaan MTs N 2 Bandar Lampung menunjukkan bahwa kebiasaan komunikasi interpersonal sudah berjalan dengan baik. Apalagi koumunikasi dalam bentuk pemberian motivasi yang disampaikan dari kepala sekola h atau kepala perpustakaan dengan pustakawan ini mampu menumb uhkan semangat kerja dan empati sesam a rekan kerja . Hal ini sesuai dengan pernyataan Mustofa,Wuryan, & Rosidi (2020) , yang menyatakan bahwa, pengaruh dari adanya komunikasi interpersonal yang baik juga dapat menum b uhkan sebuah rasa empati dengan sesam a rekan kerjanya , maka akan hadir rasa ta’awun atau tolong menolo ng antara sesama manusia sebagaimana yang telah di jelaskan dalam surah Al - Maidah ayat 2 yang berbunyi: ... ۖ ِ ََلَ تَعَاوَنُوْا عَلَى ا َلِْثْم ِ وَالْعُدْوَان وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِر ِ وَالتَّقْوٰى ۖ و ..... Artinya : “ Dan tolong menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa, dan janganlah kamu tolong - menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. ” Adanya rasa semangat dan empati ini ternyata mampu meningkatkan etos kerja pustakawan. Apalagi di sebuah perpustakaan etos kerja pustakawan sangat diperlukan. E tos kerja dalam persepektif islam l ebih mengacu kepada nilai - nilai yang terkandung di dalam Al - Qur’an dan As - Sunnah yang dapat memotivasi dan menginspirasi ummat muslim dalam melakukan setiap aktivitasnya. Dalam pembentukan etos kerja berdas arkan perspektif islam ini yaitu dengan memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai yang terkandung tersebut tentunya dapat mendorong sesorang untuk melakukan etos kerja islam dengan baik. P rinsip etos kerja islam menurut Hadist Shahih Riwayat Al - Bukhari dalam Irham (2012), yaitu, pertama, p ekerjaaan dapat dilakukan berdasarkan pengetahuan yang bisa dipahami dalam firman Allah SWT dalam Al - Qur’an surah ke 17 ayat 36 yang artinya: “dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak m empunyai pengetahuan mengenainya” . Kedua, b erorientasi pada sebuah mutu dan hasil yang baik . S ebagaimana dalam firman Allah SWT dalam Al - Qur’an surah Al - Mulk: 67:2, yang artinya “ dialah tuhan yang telah menciptakanmati dan hidup untuk menguji siapa saja diantara kalian yang dapat melakukan amal (pekerjaan) yang baik; kamu akan dikembalikan kepada yang maha mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu ia memberitahukan kepadamu tentang apa yang telah kamu kerjakan”. Ketiga, p ekerjaan dilaksanakan berdasarkan keahlian, seperti yang terdapat dalam hadist Nabi Muhammad SAW , yaitu “apabila suatu urusan diserahkan kepada yg bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancuranny a”. (Hadist Shahih Riwayat Al - Bukhari). Keempat, p ekerjaan diawasi Allah, Rasul, dan masyaraka t maka dari itu laksanakan dengan penuh tanggung jawab . S eperti dalam firman Allah SWT dalam Q.S. 9:105 yang artinya “katakanlah: bekerjalah kamu, maka Allah, Rasul, dan orang – orang beriman akan melihat pekerjaanmu” . Etos kerja yang terjadi diperpustakaan MTs N 2 Bandar Lampung yang telah dilakukan oleh pustakawan dan kepala perpustakaan sudah terjadi dan berjalan dengan baik . Hal ini terlihat dari terorganisirnya kegiatan yang terdapat di perpustakaan terutama yang berkaitan dengan pemenuhan koleksi dan fasilitas perpustakaan. Pustakawan dan Kepala perpustakaan sebagai pengelola perpustakaan pun memiliki tanggung jawab pada setiap pekerjaannya . Mereka memiliki rencana - rencana kerja dan kegiatan yang selalu diagendakan bersama. Hal ini yang me mbuat beberapa keberhasilan pernah diraih. Salah satunya menjadi pemenang Juara 3 Lomba.

Conclusion

Aktivitas komunikasi interpersonal yang terjadi di dalam P erpustakaan MTs N 2 Bandar Lampung memberikan pengaruh yang positif untuk pustakawan . B entuk komunikasi interpersonal yang dilakukan berupa a ktivitas komunikasi interpersonal antara pustakawan dengan pemustaka ; komunikasi interpersonal antara pustakawan dengan tenaga pendidik; komunikasi interpersonal antara kepala perpustakaan dengan pustakawan; dan aktivitas k omunikasi interpersonal antara pustakawan dan kepala perpustakaan dengan kepala sekolah. Berbagai bentuk komunikasi interpersonal ini mampu meningkatkan kinerja pustakawan , sehingga dapat tercapainya rerncana kegiatan atau kerja dan terbangunnya hubungan kerja yang baik antara pustkawan dengan seluruh civitas akademik di lingkungan MTs N 2 Bandar Lampung. Adapun saran yang diberikan kepada seluruh tenaga kerja di lingkungan perpustakaan yaitu meliputi pustakawan, kepala perpustaka an, serta pemustaka yang mengunjungi perpustakaan untuk selalu berkomunikasi interpersonal dengan baik agar terciptanya sebuah pengaruh yang positif, serta lingkungan yang baik, dan memiliki pengaruh baik terhadap visi dan misi yang ada dilingkungan perpus takaan tersebut.