Pengaruh Pemanfaatan Koleksi Perpustakaan terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa
Akademi Keperawatan Rumah Sakit Dustira; Akademi Keperawatan Rumah Sakit Dustira; Akademi Keperawatan Rumah Sakit Dustira
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan koleksi perpustakaan terhadap prestasi mahasiswa di Akper RS. Dustira. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kombinasi (mixed methods) model concurrent embedded (campuran tidak berimbang). Pengumpulan data dengan cara penyebaran angket diberikan pada mahasiswa untuk mengetahui tingkat pemanfaatan koleksi, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan triangulasi melalui wawancara untuk menggali informasi lebih dalam dari mahasiswa dan unsur pimpinan di Akper RS. Dustira khususnya bagian keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan koleksi perpustakaan memberikan pengaruh sebesar 72,6% hingga 85,7% atau rata-rata 80%. Selain itu ditemukan faktor lain yang mendukung keberhasilan mahasiswa berprestasi secara akademik yaitu adanya dukungan dari unsur pimpinan dengan memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi berupa piagam penghargaan dan dana dukungan prestasi. Mahasiswa berprestasi mengakui bahwa pemberian reward menjadi motivasi tersendiri untuk mempertahankan prestasi yang telah diraih bahkan meningkatkan prestasinya secara akademik.
Abstract
This study aims to determine the effect of the use of library collections on student achievement at Akper Hospital. Dustira. The method in this study uses a combination method (mixed methods) with a concurrent embedded model (unbalanced mixture). Collecting data by distributing questionnaires given to students to determine the level of utilization of collections, and observations. The data analysis technique used triangulation through interviews to dig deeper information from students and leadership elements at the Hospital Akper. Dustira especially the finance department. The results showed that the use of library collections had an effect of 72.6% to 85.7% or an average of 80%. In addition, other factors were found that support the success of students who excel academically, namely the support from the leadership element by giving awards to outstanding students in the form of award certificates and achievement support funds. Outstanding students admit that giving rewards is a separate motivation to maintain the achievements that have been achieved and even improve their academic achievements.
Keywords:
library collections
· student achievement
· Akper RS. Dustira
Introduction
Mahasiswa berprestasi dari segi akademik merupakan salah satu bukti bahwa kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan oleh institusi pendidikan berhasil mencetak generasi unggul. Keberhasilan tersebut tak lepas dari berbagai unsur penunjang yang mendukung terlaksananya proses kegiatan belajar mengajar. Perpustakaan sebagai unit penunjang bagi sivitas akademika baik dosen, tenaga kependidikan maupun mahasiswa dalam kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi bertugas mengembangkan, mengelola dan menyediakan bahan pustaka yang berkualitas dan tepat guna. Setiap perpustakaan perguruan tinggi berkewajiban mengacu pada Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi nomor 13 tahun 2017 yang mencakup koleksi; sarana prasarana; tenaga perpustakaan atau Sumber Daya Manusia (SDM); pelayanan; pengelolaan; dan penyelenggaraan perpustakaan. Perpustakaan Akper RS. Dustira merupakan perpustakaan yang berusaha mewujudkan perannya dengan memenuhi Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi nomor 13 tahun 2017 khususnya dalam segi koleksi yang harus dimiliki. Hal ini dikarenakan adanya kesadaran bahwa perpustakaan sebagai faktor eksternal memiliki kewajiban menyediakan koleksi sesuai dengan kurikulum yang berlaku sehingga dapat digunakan oleh mahasiswa dalam meraih prestasi (Syam et al., 2021). Apalagi mahasiswa Akper RS. Dustira Angkatan XIX banyak yang memiliki prestasi baik di bidang akademik maupun non akademik. Menurut Allison (Suciati & Rahayu, 2018) adanya peningkatan IPK lebih besar bisa dikarenakan adanya pemanfaatan secara maksimal pada perpustakaannya. Kesadaran yang dimiliki oleh Perpustakaan Akper RS. Dustira menjadikan diperolehnya predikat Akreditasi B dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Adapun koleksi yang berusaha selalu dikembangkan oleh Perpustakaan Akper RS. Dustira yang berkaitan dengan subjek ilmu keperawatan yang dibagi menjadi berbagai departemen yaitu manajemen keperawatan, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan medikal bedah, dan keperawatan gawat darurat. Perpustakaan Akper RS. Dustira juga dapat diakses secara virtual melalui http://lib.akperrsdustira.ac.id/?page_id=61. Adanya perolehan akreditasi perpustakaan dan banyaknya mahasiswa berprestasi pada Angkatan XIX Akper RS. Dustira yang melatar belakangi perlu adanya penelitian untuk mengetahui pengaruh Perpustakaan Akper RS. Dustira dalam mendukung keberhasilan prestasi mahasiswa melalui pemanfaatan koleksinya. Dengan demikian penelitian ini berjudul “Pengaruh Pemanfaatan Koleksi Perpustakaan terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa”. B. TINJAUAN PUSTAKA Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan suatu perguruan tinggi (Kurniawan, 2016). Perpustakaan yang berada di lingkungan perguruan tinggi memiliki fungsi untuk menunjang kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh sivitas akademika. Definisi tersebut sesuai dengan pasal 24 ayat 1 Undang-undang nomor 43 tahun 2007 yaitu “setiap perguruan tinggi menyelenggarakan perpustakaan yang memenuhi Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi dengan memerhatikan Standar Nasional Pendidikan”. Menurut Sulistyo Basuki perpustakaan perguruan tinggi yaitu perpustakaan yang berada di perguruan tinggi, badan bawahannya, maupun lembaga yang berafiliasi dengan perguruan tinggi, dengan tujuan utama membantu perguruan tinggi mencapai Tri Dharma Perguruan Tinggi (Rizki, 2013). Mengacu pada definisi perpustakaan tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa setiap perpustakaan perguruan tinggi memiliki kewajiban untuk menyediakan beragam koleksi perpustakaan untuk membantu kelancaran kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Setiap perpustakaan memiliki kewajiban untuk memiliki Nomor Pokok Perpustakaan untuk memudahkan pembinaan dan pemetaan perpustakaan. Berdasarkan Direktori Perpustakaan Perguruan Tinggi yang diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia terdapat sebanyak 1.562 perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia sudah memiliki Nomor Pokok Perpustakaan (NPP), dimana 172 diantaranya merupakan perpustakaan yang terletak di Jawa Barat termasuk 3 perpustakaan yang ada di Kota Cimahi. Salah satunya adalah Perpustakaan Akademi Keperawatan Rumah Sakit Dustira. Tujuan Perpustakaan perguruan tinggi harus sejalan dengan tujuan perguruan tinggi yang menaunginya. Salah satu tujuan perpustakaan perguruan tinggi berdasarkan Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi nomor 13 tahun 2017 yaitu menyediakan bahan perpustakaan dan akses informasi bagi pemustaka untuk kepentingan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Sulistyo Basuki menyatakan bahwa salah satu fungsi utama perpustakaan perguruan tinggi adalah fungsi edukatif, dimana perpustakaan membantu mengembangkan potensi mahasiswa dengan sistem pembelajaran yang terdapat dalam kurikulum pendidikan (Rizki, 2013). Artinya perpustakaan memiliki kewajiban untuk menyediakan koleksi perpustakaan yang mendukung kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan fungsinya untuk menciptakan mahasiswa yang unggul dalam bidang akademik maupun non akademik melalui pemanfaatan koleksi yang ada di perpustakaan. Menurut Undang-undang Perpustakaan nomor 43 tahun 2007 ayat (2) perpustakaan perguruan tinggi perlu menyediakan koleksi dengan memerhatikan jumlah judul untuk mendukung pelaksanaan pendidikan. Penyediaan koleksi tersebut dihitung berdasarkan kebutuhan untuk bacaan wajib, bacaan penunjang, dan bacaan pengayaan wawasan keilmuan yang terkait dengan mata kuliah yang disajikan. Lebih detail mengenai penyediaan koleksi ini dijabarkan dalam Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi nomor 13 tahun 2017 bahwa koleksi perpustakaan harus memerhatikan jenis koleksi dan jumlah koleksi. Koleksi dapat dinyatakan bermanfaat bila koleksi perpustakaan tersebut digunakan oleh sivitas akademika misalnya dibaca, dipinjam, digunakan sebagai sumber informasi atau sumber referensi sebab koleksi tersebut memiliki nilai guna. Selain itu, menurut hasil penelitian Wahyuntini (2020) menunjukkan bahwa prestasi belajar mahasiswa mengalami peningkatan pada saat mahasiswa aktif memanfaatkan koleksi perpustakaan. Menurut Handoko dalam (Ilmiyah, 2013) pemanfaatan koleksi dari sisi pengguna dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu kebutuhan, motif, dan minat. Adapun faktor eksternal mencakup kelengkapan koleksi, keterampilan pustakawan dalam melayani pengguna, dan ketersediaan fasilitas pencarian temu kembali informasi. Permendikbud nomor 3 tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi menyatakan bahwa standar penilaian pembelajaran merupakan kriteria minimal tentang penilaian proses dan hasil belajar mahasiswa dalam rangka pemenuhan capaian pembelajaran lulusan. Hasil penilaian diumumkan kepada mahasiswa setelah satu tahap pembelajaran sesuai dengan rencana pembelajaran. Hasil penilaian capaian pembelaran lulusan di tiap semester dinyatakan dengan indeks prestasi semester (IPS). Hasil penilaian Capaian Pembelajaran lulusan pada akhir program studi dinyatakan dengan indeks prestasi kumulatif (IPK). IPK Minimal untuk program Diploma adalah 2,0 dan setiap nilai IPK memiliki predikat tersendiri. Untuk IPK 2,76 - 3,0 termasuk dalam katagori predikat Memuaskan; IPK 3,01 - 3,50 termasuk dalam katagori predikat Sangat Memuaskan; dan IPK > 3,50 termasuk dalam katagori predikat Pujian. Mahasiswa berprestasi akademik pada mahasiswa program diploma tiga merupakan mahasiswa yang mempunyai Indeks Prestasi Semester (IPS) lebih besar dari 3,00 (tiga koma nol nol) dan memenuhi etika akademik. Beberapa penelitian terdahulu yang membahas mengenai keterkaitan prestasi mahasiswa dengan pemanfaatan perpustakaan, salah satunya dilakukan oleh Suciati & Rahayu (2018) dengan judul “Persepsi Pemustaka terhadap Pemanfaatan Perpustakaan Perguruan Tinggi: Sebuah Analisis Korelasi”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemustaka memandang dan menggunakan perpustakaan universitas untuk memperkuat dan memberikan wawasan ke dalam proses pembelajaran; menumbuhkan entrepreneurship; dan memajukan peran pemustaka dalam komunitas akademis. Dengan kata lain ditemukan korelasi antara penggunaan perpustakaan dan kinerja akademis mahasiswa. Penelitian terdahulu kedua dilakukan oleh Prayantini, Nuridja, & Indrayani (2014) yang berjudul “Pengaruh Pemanfaatan Perpustakaan Undiksha dalam Menunjang Prestasi Belajar Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Pendidikan Ganesha Angkatan 2010 - 2012”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan koleksi berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa. Penelitian terdahulu ketiga dilakukan oleh Pradita (2016) yang berjudul “Pengaruh Pemanfaatan Koleksi Perpustakaan Sekolah terhadap Prestasi Siswa Kelas V di SD Muhammadiyah Kadisoka Yogyakarta Tahun Ajaran 2016/2017”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan pemanfaatan koleksi mempengaruhi hasil prestasi siswa meskipun ada variabel lain yang juga mempengaruhinya. Wahyuni (2019) juga menyatakan bahwa pemanfaatan koleksi perpustakaan memberikan kontribusi yang cukup baik dalam meningkatkan prestasi siswa.
Method
Teknik pengumpulan data menggunakan metode kombinasi (mixed methods) model concurrent embedded (campuran tidak berimbang). Pengumpulan data dengan cara penyebaran angket diberikan pada mahasiswa untuk mengetahui tingkat pemanfaatan koleksi, kemudian dari hasil observasi didapatkan data mahasiswa berprestasi lalu dilakukan analisis data dengan triangulasi melalui wawancara untuk menggali informasi lebih dalam dari mahasiswa dan unsur pimpinan di Akper RS. Dustira khususnya bagian keuangan. Penelitian ini berlangsung pada bulan November 2020 – Januari 2021 di Akper RS. Dustira. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi (mixed methods) model concurrent embedded (campuran tidak berimbang), dimana penelitian kualitatif sebagai metode primer dan metode kuantitatif sebagai metode sekunder. Metode yang digunakan dalam metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, karena situasi sosial yang dihadapi ialah fenomena kontemporer yang menjadi syarat studi kasus, sementara dalam metode kuantitatif menggunakan kuesioner berdasarkan situasi sosial yang telah dirumuskan menjadi fokus penelitian. Penggunaan metode kombinasi (mixed method) model concurrent embedded ini diharapkan dapat memberikan data yang lebih akurat dan lengkap, dimana hasil data kuantitatif dimanfaatkan sebagai penguat dan pelengkap hasil data kualitatif. Adapun tahapan dalam pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan dua sumber data, yaitu data primer dan data sekunder. Gambar 1. Tahapan Penelitian Sumber: Ilustrasi peneliti, 2021 Teknik pengumpulan data primer yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah observasi atau pengamatan langsung dengan melakukan pencatatan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan penelitian, dimana aktivitas pemanfaatan koleksi dan prestasi akademik mahasiswa menjadi objek penelitian utama. Selain itu melalui wawancara dengan melakukan percakapan dan mengajukan pertanyaan langsung dengan menggunakan pedoman wawancara. Narasumber yang diwawancarai yaitu Direktur Akper RS. Dustira; Wakil quantitative data collection and analysis qualitative data collection and analysis quantitative results qualitative result merge result for comparison interpret and explain convergence 1 2 3 4 5 6 Direktur I Bagian Akademik; Wakil Direktur III Bagian Kemahasiswaan dan Alumni; Bagian Administrasi dan Akademik Kemahasiswaan; serta mahasiswa yang memiliki prestasi. Data sekunder dalam penelitian ini menggunakan studi kepustakaan dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan yaitu pengumpulan data dengan cara memelajari buku-buku, jurnal, surat kabar, internet, dan artikel-artikel (karya ilmiah) yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Studi kepustakaan dan dokumentasi pada penelitian ini juga menggunakan teknik PRISMA Systemic Review. Adapun teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi yaitu pengumpulan data yang peneliti lakukan dengan cara mencari informasi tertulis kepada pihak terkait guna mendapatkan data yang berkaitan dengan penelitian terkait kebijakan kurikulum, nilai mahasiswa dan peraturan kemahasiswaan. Dalam memperoleh data secara kuantitatif peneliti menggunakan angket yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang disesuaikan dengan komponen pemanfaatan koleksi yang telah dirumuskan menjadi fokus penelitian. Sampel sumber data ditentukan secara purposive sampling. Untuk mendapatkan hasil secara umum, responden ialah mahasiswa Akper RS. Dustira Angkatan XIX yang terdaftar sebagai anggota perpustakaan, dengan catatan responden telah mengunjungi perpustakaan dan memanfaatkan koleksi perpustakaan (purposive). Hal tersebut dijadikan syarat agar responden dapat menjawab setiap pertanyaan yang terdapat dalam angket. Pengolahan data kuantitatif dilakukan dengan menggunakan Skala Likert dengan analisis interval. Pada penelitian dengan metode kombinasi (mixed method) Miles dan Huberman dalam (Sugiyono, 2018) memaparkan bahwa teknik analisis data dan pengumpulan data dilakukan secara bersamaan dengan model interaktif (interactie model), melalui proses data collection, data reduction, data display dan verfication/conclusion. Artinya saat peneliti melakukan proses pengumpulan data baik melalui survey maupun interview dianalisis pada waktu bersamaan. Sehingga proses pengolahan data sampai pada kesimpulan dapat terlihat secara komprehensif. Peneliti menggunakan teknik pemeriksaan keabsahan data dengan kriteria derajat kepercayaan (credibility) dengan teknik pemeriksaan secara triangulasi dengan asumsi setiap informasi atau data yang terdapat dalam penelitian ini dapat diuji keabsahannya juga oleh para narasumber yang ahli dalam bidangnya. Triangulasi dapat dibedakan menjadi empat macam triangulasi, yang dapat memanfaatkan penggunaan sumber, metode, penyidik dan teori (Moleong, 2017). Sementara Sugiyono membedakan metode triangulasi menjadi tiga, yaitu metode triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu (Sugiyono, 2018). Teknik keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan metode triangulasi teknik atau metode, yaitu pengecekan pada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Adapun batasan penelitian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Gambar 2. Batasan Penelitian Sumber: Ilustrasi peneliti, 2021 Penelitian ini mengukur pemanfaatan koleksi perpustakaan yang dilakukan oleh mahasiswa Akper RS. Dustira angkatan XIX untuk melihat sejauh mana pemanfaatan koleksi berdasarkan faktor internal dan eksternal. Faktor internal dan eksternal ini dijadikan indikator penelitian yang disajikan dalam bentuk angket, dan poin pertanyaan dalam pedoman wawancara (interview guide). Selain itu data atau laporan mengenai nilai IPK mahasiswa Akper RS. Dustira angkatan XIX dijadikan data sekunder yang mendasari wawancara pada mahasiswa berprestasi akademik untuk mengkonfirmasi data terkait pemanfaatan koleksi dengan prestasi yang dimiliki mahasiswa yang bersangkutan. Selain itu peneliti berasumsi bahwa kesuksesan mahasi swa berprestasi secara akademik tak lepas dari program dan kebijakan kampus sehingga peneliti melakukan wawancara dengan pihak terkait di Akper RS. Dustira agar pengaruh pemanfaatan koleksi perpustakaan terhadap prestasi akademik mahasiswa dapat terlihat secara komprehensif. Adapun variabel dan indikator penelitian ini yaitu sebagai berikut: Tabel 1. Variabel Penelitian Variabel Penelitian Indikator X: Pemanfaatan Koleksi Perpustakaan • Pelayanan staf • Kelengkapan koleksi • Ketersediaan fasilitas pencarian koleksi • Kebutuhan informasi • Motif penggunaan • Minat (kunjungan) Y: Prestasi Mahasiswa • IPK • Program & Kebijakan Kampus Sumber: Ilustrasi peneliti, 2021
Result & Discussion
Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa Akper RS. Dustira Angkatan XIX yang terdaftar sebagai anggota perpustakaan sebanyak 113 orang dari total jumlah mahasiswa angkatan XIX 143 orang, dengan catatan responden telah mengunjungi perpustakaan dan memanfaatkan koleksi perpustakaan (purposive) sementara data kualitatif peneliti melakukan wawancara (interview) menggunakan panduan wawancara (interview guide), dan wawancara dilakukan pada Direktur Akper RS. Dustira, Wakil Direktur I Bagian Kurikulum, Bagian Administrasi dan Akademik Kemahasiswaan, dan Wakil Direktur III Bagian Kemahasiswaan. Berdasarkan hasil observasi di tempat penelitian diperoleh data mahasiswa angkatan XIX yaitu 113 orang sebagai berikut: Tabel 2. Jumlah Responden Jenis Kelamin Sampel Pemustaka (orang) Sampel Berprestasi (orang) Perempuan 102 4 Laki-laki 11 1 Jumlah 113 5 Sumber: Ilustrasi Peneliti, 2021 Berikut adalah data mahasiswa berprestasi yang diperoleh dari Bagian Administrasi dan Akademik Kemahasiswaan (BAAK) mengenai data mahasiswa berprestasi angkatan XIX. Berdasarkan data yang diperoleh diambil lima orang mahasiswa berprestasi dengan nilai IPK terbesar. Tabel 3. Mahasiswa Berprestasi Nama Lengkap IPK AS 3,90 KJ 3,81 RP 3,78 NIW 3,70 VK 3,67 Sumber: Ilustrasi Peneliti, 2021 Untuk mengetahui tingkat pemanfaatan koleksi dalam pengolahan data sample penelitian ini menggunakan skala Likert yakni: angka 5 menunjukkan sangat setuju dengan bobot 5 yang berarti pemustaka sangat setuju; angka 4 menunjukkan Setuju dengan bobot 4 yang berarti pemustaka setuju; angka 3 menunjukkan netral dengan bobot 3 yang berarti pemustaka netral atau tidak menyatakan setuju maupun tidak setuju; angka 2 menunjukkan tidak setuju dengan bobot 2 yang berarti pemustaka tidak setuju; dan angka 1 menunjukkan sangat tidak setuju dengan bobot 1 yang berarti pemustaka sangat tidak setuju. Adapun hasil penghitungan perolehan jawaban angket berdasarkan skala likert diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 4. Hasil perhitungan dengan skala likert Indikator Indeks Kelengkapan koleksi buku 78% Kelengkapan koleksi jurnal, majalah, surat kabar 77% Kelengkapan tugas akhir dan contoh askep 82% Kelengkapan OPAC, Digital Library 80,6% Kelengkapan Repository 80,7% Kecukupan koleksi hiburan 72,6% Kelengkapan koleksi sesuai ilmu keperawatan 85,7% Kesesuaian jumlah koleksi 78,2% Koleksi sesuai 80% Koleksi sesuai dengan mata kuliah 81,5% Koleksi sesuai perkembangan iptek 78,2% Koleksi membantu penyelesaian tugas 82% Koleksi mutakhir 79% Ketersediaan OPAC 81% Pengetahuan meningkat 84% Sumber: Ilustrasi Peneliti, 2021 Berdasarkan Tabel 4 di atas diketahui bahwa pemanfaatan koleksi memberikan pengaruh terhadap prestasi mahasiswa sebesar 72,6% hingga 85,7% atau rata-rata 80%. Hal ini menunjukkan adanya faktor lain sebesar 20% yang mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa selain ketersediaan koleksi perpustakaan. Faktor lain ini bisa berupa faktor dalam diri dan faktor lingkungan yang mempengaruhi seseorang berperilaku termasuk dalam belajar untuk berprestasi (Syam, 2019). Meskipun sebetulnya faktor pribadi dan faktor lingkungan sering berbaur, sehingga sulit menentukan apakah benar-benar faktor pribadi atau bukan. Oleh karena itu, motif individu untuk melakukan sesuatu misalnya untuk belajar dengan baik, dapat dikembangkan, diperbaiki, atau diubah melalui belajar dan latihan yang berarti bisa dipengaruhi oleh lingkungan. Orang-orang belajar cepat dan lebih baik apabila mereka sangat termotivasi untuk mencapai sasaran mereka. Adanya motivasi untuk mencapai sasarannya ini yang membuat mereka selalu mau menerima nasihat dan saran tentang cara meningkatkan kinerjanya. Hal ini sesuai dengan pernyataan Uno (2014) mengenai teori harapan yang didasarkan pada keyakinan bahwa orang dipengaruhi oleh perasaan tentang gambaran hasil tindakan mereka. Banyak para ahli yang mengemukakan pendapat dan menyimpulkan bahwa motivasi merupakan suatu dorongan yang timbul oleh adanya rangsangan dari dalam maupun luar sehingga seseorang berkeinginan untuk mengadakan perubahan tingkah laku atau aktivitas tertentu yang berubah menjadi lebih baik dari keadaan sebelumnya. Motivasi belajar menurut Uno (2014) dapat timbul karena faktor intrinsik, berupa hasrat dan keinginan berhasil dari dorongan kebutuhan belajar, dan harapan akan cita-cita. Selain itu, disebabkan adanya faktor ekstrinsiknya, yaitu adanya penghargaan, lingkungan belajar yang kondusif, dan kegiatan belajar yang menarik. Hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku. Dalam motivasi belajar mahasiswa disebutkan di atas bahwa dapat dipengaruhi oleh faktor intrinsik berupa keinginan dan dorongan untuk meraih cita-cita. Sedangkan faktor ekstrinsik adalah adanya penghargaan dari dosen maupun dari pimpinan perguruan tinggi dan pemerintah. Menurut (Zubaedi, Marwazi & Fadhil, 2020) dalam beberapa kajian dalam lingkup pendidikan mengenai penghargaan menunjukkan hasil bahwa, dengan memberikan penghargaan dalam bentuk hadiah ternyata sangat efektif dalam meningkatkan motivasi belajar. Penghargaan yang diberikan bisa dalam bentuk piagam, dan pembebasan pembayaran uang kegiatan ekstrakurikuler. Adapun beasiswa yang diberikan oleh institusi Akper RS. Dustira adalah berupa piagam penghargaan dan dana dukungan prestasi, sebagaimana disampaikan oleh YH (Bagian Keuangan Akper RS. Dustira) bahwa terdapat reward bagi mahasiswa Akper RS. Dustira yang berprestasi. Beliau pun setuju bahwa pemberian reward ini dapat memotivasi mahasiswa untuk lebih berprestasi lagi. Alur usulan pemberian reward kepada mahasiswa berprestasi ini menurut pemaparan beliau yaitu berupa pengajuan permohonan pemberian reward yang diajukan oleh Wakil Direktur bidang kemahasiswaan (Wadir III) kepada Wakil Direktur bidang keuangan (Wadir II) berdasarkan persetujuan Direktur. Mengenai adanya pemberian reward bagi mahasiswa berprestasi ini pun telah diketahui oleh mahasiswa/i sebagaimana yang disampaikan oleh KJ, VK, dan RP sebagai responden dalam penelitian ini yang mewakili mahasiswa/i angkatan XIX. Menurut KJ pemberian reward berupa piagam penghargaan dan dana dukungan prestasi membuatnya senang sebagai penerima reward dan dapat menjadi motivasi dalam belajar. Selain itu, VK menambahkan bahwa reward bagi mahasiswa berprestasi merupakan suatu tanda bahwa mahasiswa tersebut telah membuktikan kemampuan dan usaha yang telah mencapai apa yang diinginkan. Reward tersebut menurutnya menjadi tanggung jawab untuk mahasiswa agar lebih meningkatkan ataupun mempertahankan prestasi yang sudah didapatkan. Sejalan dengan KJ dan VK, pendapat yang sama diutarakan oleh RP bahwa pemberian reward ini sangat bagus untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa supaya lebih giat dalam belajar. Sehingga ketiga responden tersebut setuju dengan adanya pemberian reward bagi mahasiswa berprestasi di Akper RS. Dustira.
Conclusion
Prestasi Akademik mahasiswa Akper RS. Dustira angkatan XIX dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal mahasiswa itu sendiri. Pemanfaatan koleksi perpustakaan Akper RS. Dustira termasuk dalam faktor eksternal dengan beberapa indikator yaitu kelengkapan koleksi buku, kelengkapan koleksi jurnal, majalah, surat kabar, kelengkapan koleksi tugas akhir, kelengkapan OPAC digital library, kelengkapan digital repository, kecukupan koleksi hiburan, kelengkapan koleksi sesuai ilmu keperawatan, kesesuaian jumlah koleksi, koleksi sesuai kurikulum, koleksi sesuai dengan mata kuliah, koleksi sesuai dengan perkembangan Iptek, koleksi membantu penyelesaian tugas, dan koleksi mutakhir memberikan sebesar 72,6% hingga 85,7% atau rata-rata 80% bagi prestasi mahasiswanya. Selain itu terdapat faktor lain yang mendukung keberhasilan mahasiswa dalam berprestasi secara akademik selain faktor internal dan eksternal tersebut di atas yaitu adanya dukungan yang berarti dari unsur pimpinan. Upaya yang dilakukan oleh institusi Akper RS. Dustira untuk mendukung hal tersebut adalah dengan memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi berupa piagam penghargaan dan dana dukungan prestasi. Mahasiswa berprestasi mengakui bahwa pemberian penghargaan (reward) tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi mahasiswa untuk mempertahankan prestasi yang telah diraih bahkan meningkatkan prestasinya secara akademik. Selain itu berdasarkan data hasil survey mahasiswa mengatakan bahwa sangat setuju bahwa pemanfaatan koleksi perpustakaan sangat membantu mahasiswa dalam meningkatkan pengetahuan. Rekomendasi penelitian selanjutnya lebih dapat menggali faktor lain yang dapat memengaruhi mahasiswa berprestasi secara akademik dengan pemanfaatan koleksi perpustakaan di perguruan tingginya. Saran bagi institusi terkait adalah menerbitkan kebijakan yang mewajibkan mahasiswa memanfaatkan perpustakaan tidak hanya dari aspek koleksi perpustakaan saja, misalnya kewajiban untuk memanfaatkan layanan perpustakaan, fasilitas, sarana prasarana, dan sebagainya.