Kembali
16
1
2023 Nusantara Journal of Information and Library Studies (N-JILS) Vol 6 · 1 ISSN 2654-6469

Persepsi Pemustaka terhadap Kinerja Pustakawan pada Layanan Sirkulasi di Kantor Perpustakaan Umum Daerah Boyolali

Universitas Kristen Satya Wacana; Universitas Kristen Satya Wacana; Universitas Kristen Satya Wacana

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pemustaka terhadap kinerja pustakawan dalam layanan sirkulasi di Kantor Perpustakaan Umum Daerah Boyolali. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 200 pemustaka yang menggunakan layanan sirkulasi dalam periode tertentu. Kuesioner tersebut mencakup pertanyaan mengenai responsivitas pustakawan, kecepatan pelayanan, kompetensi pustakawan, ketersediaan koleksi, dan lingkungan perpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pemustaka memiliki persepsi yang positif terhadap kinerja pustakawan dalam layanan sirkulasi. Pemustaka merasa puas dengan tingkat responsivitas pustakawan dalam merespon pertanyaan dan permintaan mereka. Kecepatan pelayanan juga dinilai baik oleh pemustaka, dengan waktu tunggu yang minimal dalam proses peminjaman dan pengembalian buku.

Abstract

This study aims to analyze user perceptions of librarian performance in circulation services at the Boyolali Regional Public Library Office. Data was collected through a questionnaire which was distributed to 200 users who used circulation services in a certain period. The questionnaire includes questions about librarian responsiveness, service speed, librarian competency, collection availability, and library environment. The results showed that the majority of users had a positive perception of the performance of librarians in circulation services. Librarians are satisfied with the level of responsiveness of librarians in responding to their questions and requests. The speed of service is also considered good by users, with minimal waiting time in the process of borrowing and returning books.
Keywords: perpustakaan · pustakawan · persepsi · perpustakaan umum · layanan sirkulasi

Introduction

Perpustakaan merupakan peranan yang penting dalam pelestarian informasi, baik itu pengumpulan, pengelolaan maupun penyebarluasan info sebagai akibatnya bisa diterima serta dinikmati oleh pemustakanya. Menurut UU No 43 tahun 2007 perihal perpustakaan mengungkapkan bahwa perpustakaan merupakan institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, serta karya rekaman suara juga video secara profesional menggunakan sistem yang standar guna memenuhi kebutuhaan pendidikan, penelitian, pelestarian informasi serta rekreasi para pemustaka. Secara garis besar perpustakaan memiliki peran makna sebagai suatu tempat yang mana didalamnya terdapat kegiatan menghimpun, mengelola dan menyebarkan (pelayanan) segala jenis informasi, baik informasi dalam bentuk tercetak maupun yang terekam kedalam berbagai media seperti buku, majalah, surat kabar, film, kaset, video, media sosial dan lain - lainya (Afrina, Ardiyawin Rasyid, 2023). Keberadaan koleksi perpustakaan bertujuan untuk mendukung kegiatann lembaganya (Syam, Indah, & Fadhli, 2021). Perpustakaan Umum merupakan lembaga pendidikan bagi masyarakat umum dengan menyediakan berbagai informasi, ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya, sebagai sumber belajar untuk memperoleh dan meningkatkan ilmu pengetahuan bagi seluruh lapisan masyarakat (Sutarno dalam Dewanthy, Andajani & Ernaningsih, 2018). Perpustakaan menawarkan layanan kepada masyarakat luas serta kepada siswa di sekolah. Semua siswa harus menggunakan beragam outlet media sosial untuk belajar sebanyak mungkin tentang berbagai topik. Saat ini, menerima informasi dari segala bidang, baik publik maupun swasta, juga mudah bagi kami. Itu sudah memiliki perpustakaan, dan tidak mahal karena menggunakan sumber daya perpustakaan itu gratis. Menurut Saleh (dalam Arfa, 2019), secara khusus mengungkapkan pendapatnya mengenai pengertian perpustakaan umum yang berperan dalam pendidikan seumur hidup masyarakat (life - long education atau lifelong learning). Sedangkan menurut Rahayuningsih (Yudisman, 2020) mengungkapkan perpustakaan umum didirikan untuk melayani semua anggota masyarakat yang memerlukan jasa informasi dan perpustakaan, jadi sifat perpustakaan umum ini terbuka untuk umum dan tidak pungut biaya adanya dana dari masyarakat umum dan mamberikan jasa pelayanan yang terbaik. Menurut Khairani (Chalisa, 2023), persepsi adalah suatu proses yang diawali oleh suatu stimulus yang diterima subjek melalui alat reseptor. Ada dua jenis pengaruh yang memengaruhi persepsi: internal dan eksternal. Aktivitas pustakawan yang tidak dapat dipisahkan dari penggunaan dan pelayanan umum pengguna dalam memenuhi kebutuhan informasi merupakan salah satu aspek yang mendukung perkembangan perpustakaan. Untuk menarik pengunjung dan mendorong mereka memanfaatkan perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan informasi mereka, semakin penting bagi perpustakaan untuk menawarkan layanan yang lebih berkualitas dan lebih efektif. Perpustakaan Umum Boyolali berupaya meningkatkan layanan yang ada di perpustakaan terhadap mutu dan personel di perpustakaan meningkatkan ketersediaan informasi yang dibutuhkan oleh pemustaka. dengan menigkatkan ketersedian informasi yang dibutuhkan oleh pemustaka. penelitian ini di batasi hanya tentang pendapat pemustaka terhadap kinerja pustakawan dalam pelayanan sirkulasi di perpustakaan umum Boyolali, karena pemustaka ini merupakan pengunjung terbanyak di sana dibandingkan dengan pengunjung dari luar Boyolali. Perpustakaan Umum Boyolali merupakan suatu perpustakaan yang sebelumnya satu gedung dengan Dinas arsip Kabupaten Boyolali, kemudian gedung Perpustakaan Umum Boyolali dibangun dan diresmikan pada tahun 2021 sehingga pada saat sekarang Perpustakaan Umum Boyolali mempunya gedung tersendiri. Bagunan Perpustakaan umum Boyolali terdiri dari 4 lantai dan juga mempunyaai layanan yang cukup memadai, seperti layanan sirkulasi, ruangan baca, ruangan komputer, B - coorner, ruangan audio visual, ruangan bermain anak, ruangan sholat, layanan reserve. Perpustakaan Boyolali juga mempunyai ruangan bermain anak - anak agar anak - anak tidak mudah bosan dalam membaca buku dan berkunjung di perpustakaan. Jam layanan perpustakaan Boyolali terdiri dari hari sini - kamis jam 7.00 - 17.00 sedangkan di hari jumat - sabtu itu jam 07.00 - 21.00. Perpustakaan umum bertugas menyediakan bahan pustaka bagi pemustaka dari semua lapisan masyarakat yang membutuhkan informasi dan merupakan tugas pustakawan untuk melayani setiap pemustaka, sehingga mereka dapat menemukan bahan pustaka serta informasi yang mereka butuhkan. Penulis bertujuan untuk mempelajari lebih lanjut tentang seberapa baik kinerja pustakawan dalam layanan yang mereka berikan kepada pemustaka dan apakah mereka telah memuaskan permintaan informasi pemustaka mereka berdasarkan masalah ini. Hal ini menginspirasi penulis untuk melakukan penelitian karena akan memungkinkan untuk menilai tingkat kinerja pustakawan dalam layanan sirkulasi, yaitu terkait dengan keinginan pemustaka dan menyiapkan keinginan pemustaka di dalam perpustakaan umum Umum Boyolali. Perpustakaan Umum Boyolali bisa dikatakan Perpustakaan yang banyak di kunjungi oleh masyarakat umum maupun siswa siswi serta anak sekolah SD, SMP, SMA/SMK untuk memenui informasi yang dibutuhkan dengan koleksi bahan pustaka yang umum. Karena perpustakaan Umum Boyolali yang memiliki bahan pustaka yang umum dari segi kunjungan oleh masyarakat umum serta siswa dan anak sekolah maka dari itu diharapkan pustakawan dapat melayani serta memberikan pelayanan yang baik kepada pengunjung yang berkunjung ke Perpustakaan Umum Boyolali. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis memilih judul penelitian:’’Persepsi pemustaka terhadap kinerja pustakawan di Perpustakaan Umum Boyolali.” B. TINJAUAN PUSTAKA Karena penelitian yang sudah belum ada yang membahas tentang temuan - temuan penelitian dalam buku, jurnal, tesis, atau artikel yang relevan dengan penelitian yang dilakukan. Penelitian berikut ini akan menjelaskan banyak kajian literatur penelitian yang relevan dengan penelitian ini dan membantu penulis dalam menyusun penelitian yang akan dilakukan. Persepsi pemustaka terhadap kinerja pustakawan: Kajian masalah layanan sirkulasi Perpustakaan STIKES Widya Husada Semarang adalah judul artikel jurnal tahun 2013 oleh Yanita, F., Permana, dan Dani. Temuan penelitian ini menunjukkan kehadiran pustakawan di Perpustakaan STIKES Widya Husada Semarang telah memberikan manfaat baik bagi pemustaka. Sikap pemustaka dalam melayani dan keprofesionalannya juga dinilai baik oleh informan, dan dilihat dari latar belakang pendidikannya memenuhi kriteria profesionalitas yang ditetapkan oleh peneliti karena merasa pustakawan memperhatikan dan ramah terhadap mereka. Metodologi penelitian meliputi observasi, wawancara, analisis dokumentasi, dan analisis literatur. Kedua, penelitian oleh Wicaksono, G. S., & Ati, S., (2019) berjudul “Persepsi Pengguna Terhadap Kinerja Pustakawan Dalam Pelayanan Sirkulasi Pada Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Batang”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pustakawan khususnya dalam aspek komunikasi mampu menjelaskan dan memberikan solusi atas kesulitan yang dihadapi. ditemui dalam menelusuri bahan koleksi. Selain itu, pustakawan telah mengembangkan komunikasi yang jelas dengan pemustaka. Selain itu pustakawan senantiasa membina komunikasi pemustaka yang positif. Berdasarkan kedua penelitian diatas maka perbedaan dengan penelitian ini adalah pada Obyek penelitian. Pada penelitian obyek penelitiannya adalah kinerja pustakawan di Perpustakaan Umum Boyolali. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori optimalisasi kinerja pustakawan di Perpustakaan Umum Boyolali. Selain itu, penelitian ini akan berfokus pada persepsi pemustaka terhadap kinerja pustakawan dalam pelayanan sirkulasi di Perpustakaan Umum Boyolali. Menurut Suwarno, (2009) mengatakan persepsi adalah proses diterimanya rangsangan berupa objek. Kualitas hubungan antara gejala, maupun peristiwa sampai rangsangan itu di sadari dan di mengerti. Persepsi dapat didefenisikan sebagai suatu proses membuat penilaian atau membangun kesan mengenai berbagai macam hal yang terdapat didalam diri seseorang. Menurut Suwarno (2009) pemustaka merupakan pemustaka fasilitas yang disediakan perpustakaan baik koleksi maupun buku (bahan pustaka juga fasilitas lainnya. Menurut Prastowo (Buwana, 2015), terdapat dua sistem layanan yang biasa di lakukan sang perpustakaan, yaitu sistem layanan terbuka serta sistem layanan tertutup. Sistem layanan terbuka, perpustakaan menyampaikan kebebasan pada pengunjungnya buat bisa masuk dan menentukan sendiri koleksi yang diinginkannya dari rak. Sistem layanan tertutup, layanan tertutup mempunyai arti boleh langsung mengambil koleksi bahan pustaka yang diinginkannya di rak, namun wajib melalui petugas perpustakaannya. Pemustaka memiliki harapan kepada pustakawan yang memiliki sikap yang proaktif, dalam berinteraksi lebih akrab lagi, sedangkan berpikiran untuk menunggu pemustaka meminta bantuanya, tanpa berupaya melakukan interaksi dengan pemustaka (Ananda & Nelisa, 2013). Istilah pemustaka digunakan setelah Undang - Undang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan disahkan, pemustaka adalah pengguna perpustakaan, yaitu perseorangan, kelompok orang, masyarakat atau lembaga yang memanfaatkan fasilitas layanan perpustakaan. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa persepsi adalah penilaian atau kesan seseorang terhadap suatu objek, yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Persepsi akan bermakna jika diungkapkan dalam bentuk pernyataan (baik lisan maupun perbuatan). Meskipun demikian, terkadang apa yang dinyatakan dalam bentuk pernyataan perilaku yang tampak belum tentu sesuai dengan persepsi aslinya. Pengguna disini adalah persepsi pengguna terhadap kinerja pustakawan di perpustakaan. Kinerja artinya hasil kerja, atau kemampuan yang kita peroleh untuk prestasi kerja. Padahal kinerja memiliki arti yang lebih luas, tidak hanya hasil kerja, namun pula bagaimana proses kerja itu terjadi. Kinerja adalah hasil kerja yang berkaitan erat menggunakan tujuan strategis organisasi, kepuasan pelanggan, serta menyampaikan kontribusi ekonomi (Wibowo dalam Basri & Saman, 2020). Sutrisno (Priambo, 2019), kinerja secara keseluruhan khususnya adalah keberhasilan seseorang dalam melaksanakan suatu proyek, karena lukisan seseorang atau organisasi manusia dalam suatu perusahaan berdasarkan wewenang dan tanggung jawab seseorang atau relatif terhadap cara seseorang memperoleh dan mencapai nya. manusia diperlukan untuk melaksanakan tugas dan kewajiban yang dibebankan kepadanya sesuai dengan peraturan perundang - undangan. Pustakawan adalah orang yang bertugas memberikan layanan perpustakaan kepada pemustaka dengan sebaik - baiknya, mengelola informasi, dan menyebarluaskan informasi dengan senantiasa mempelajari karakteristik pemustaka sehingga pada akhirnya kebutuhan pemustaka terpenuhi. Pustakawan merupakan salah satu sumberdaya manusia yang paling krusial pada perpustakaan. menurut Lasa (2009) pustakawan artinya seseorang yang melaksanakan aktivitas perpustakaan menggunakan jalan menyampaikan pelayanan pada masyarakat sesuai dengan tugas lembaga induknya berdasarkan ilmu perpustakaan, dokumentasi dan informasi yang dimilikinya melalui pendidikan. Dengan keprofesionalan yang dimiliki oleh pustakawan, pustakawan bisa menyampaikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan, karakter serta harapan pengguna, sehingga pengguna merasa puas saat datang ke perpustakaan. Bila itu bisa terlaksana, diharapkan dapat membentuk dan menanamkan image positif bagi perpustakaan serta khususnya pustakawan itu sendiri. Di Indonesia, terdapat dua kategori pustakawan, yaitu Pustakawan Tingkat Ahli dan Pustakawan Tingkat Terampil. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 9 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Pustakawan Dan Angka Kreditnya, masing - masing kategori pustakawan memiliki tugas pokok, yaitu, pertama, pelayanan perpustakaan, mulai dari mengidentifikasi bahan perpustakaan, melakukan survei sederhana kebutuhan informasi pemustaka, mengelola layanan sirkulasi, melakukan bimbingan pendidikan pemustaka dan literasi informasi, mengelola layanan pinjam antar perpustakaan. Kedua, mengembangkan sistem kepustakawan, seperti mengkaji perpustakaan,melakukan pengembangan,menganalisis, serta mengkritis karya kepustakawanan. Ketiga, mengembangkan profesi, seperti membuat karya tulis atau karya ilmiah di bidang kepustakawanan, penerjemahan dan penyaduran buku, menyususun buku pedoman, serta aturan pelaksaan. Dalam dunia perpustakaan dikenal dua macam layanan perpustakaan, yaitu layanan teknis serta layanan pengguna. Layanan sirkulasi adalah daerah masuk serta munculnya bahan pustaka. pada bagian inilah yang mendominasi seluruh aktivitas yang ada pada perpustakaan. pada ilmu perpustakaan, pelayanan sirkulasi seringkali pula dianggap menggunakan pelayanan peminjaman serta pengembalian pustaka. tetapi, sebenarnya pengertian sirkulasi ini meliputi pengertian yang lebih luas, yakni “seluruh bentuk aktivitas pencatatan yang berkaitan menggunakan pemanfaatan, serta penggunaan koleksi menggunakan sempurna guna serta sempurna saat buat kepentingan pengguna jasa perpustakaan (Lasa, 2017). Departemen layanan sirkulasi perpustakaan melakukan berbagai tugas untuk menyediakan layanan yang dibutuhkan pemustaka. Tugas - tugas ini mencakup lebih dari sekadar meminjam, mengembalikan, dan memperluas koleksi. Tanggung jawab memungut koleksi yang belum dibayar, memungut denda, mengirimkan surat perpustakaan gratis, dan mencatat nomor pengunjung dan peminjam tetap menjadi tanggung jawab bagian pelayanan sirkulasi. Secara umum pengertian sirkulasi itu mengandung makna yaitu kegiatan peredaran koleksi bahan pustaka baik yang di lakukan di dalam perpustakaan maupun di luar perpustakaan, pengertian sirkulasi dalam pelayanan sirkulasi di pedoman ini hanya terbatas pada peredaran koleksi bahan pustaka yang di luar perpustakaan. Ada banyak tujuan penyelenggaraan pelayanan sirkulasi di perpustakaan (Rahayuningsih dalam Yudisman, 2020). Hal ini bertujuan agar koleksi bahan pustaka dapat dimanfanfaatkan secara maksimal oleh pemustaka (Indah, 2021). Aplikasi layanan perpustakaan mengandung empat komponen, yaitu, pertama, Fasilitas untuk memenuhi tujuan dan fungsi perpustakaan yang semula, pelayanan perpustakaan harus diterapkan dalam hubungannya dengan pemustaka dengan fasilitas yang sesuai sarana dan prasarana yang memadai. Kedua, koleksi adalah komponen kunci dalam aplikasi layanan perpustakaan dan keberadaannya harus dipromosikan, dipertahankan, dan dikontrol secara ketat untuk memudahkan kemampuan pemustaka dalam mencari koleksi. Ketiga, pustakawan harus mampu beradaptasi, terampil, santun, tekun, tanggap, berpikiran terbuka, dan siap membantu pemustaka dalam menemukan informasi yang mereka cari karena mereka merupakan salah satu penggerak dan penggerak kegiatan layanan perpustakaan. Ketiga, pustakawan khususnya faktor pembimbing dan penentu dalam layanan perpustakaan yang mempunyai latar belakang yang dituntut buat bisa mengenali kebutuhan pemustakanya.

Method

Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dimana Sebuah teknik penelitian yang dikenal sebagai metode kualitatif menghasilkan data deskriptif dalam bentuk kata - kata lisan atau tulisan orang dan perilaku yang terlihat. Fitur alami (Natural Serfing) berfungsi sebagai sumber data deskriptif langsung untuk pendekatan kualitatif, di mana prosesnya lebih signifikan daripada hasilnya. Makna sangat penting dalam analisis penelitian kualitatif, yang sering menggunakan metode induktif (Moleong, 2006). Dalam penelitian kualitatif yang menjadi instrumen adalah orang atau instrumen manusia. Agar seorang peneliti menjadi alat, ia harus memiliki pengetahuan teoritis dan wawasan yang luas, sehingga ia dapat mempertanyakan, menganalisis, memotret, dan mengkonstruksi objek kajian secara jelas dan bermakna. Standar data dalam penelitian kualitatif adalah data definitif. Data yang pasti adalah data yang benar - benar terjadi, bukan sekedar data yang tampak dan terucap, melainkan data yang mengandung makna di balik apa yang dilihat (Sugiyono, 2008). Penelitian ini dilakukan di Dinas Perpustakaan Umum Kabupaten Boyolali yang beralamat di Jl. Pandanaran No.167, Bayanan, Siswodipuran, Kec. Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah 57311. Penelitian ini dilaksanakan di bulan Oktober 2022 sampai dengan bulan mei 2023. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari sembilan pemustaka dan satu pustakawan. Pemustaka sebagai subjek penelitian yang diambil merupakan pihak yang terlibat dalam proses pengambilan data mengenai pendapat pemustaka terhadap kinerja pustakawan. Sedangkan pustakawan sebagi subjek penelitian lain merupakan data pendukung, sembilan pemustaka dan satu pustakwan merupakan pemustaka yang berkunjung di Perpustakaan Umum Boyolali. Sembilan pemustaka dan satu pustakwan dijadikan subjek penelitian. Tabel 1. Informasi dan Narasumber Narasumber Total 1.mahasiswa Kuliah 3 3.Masyarakat umum 3 5.SD 2 Sumber: Peneliti, 2022 Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan kajian dokumen. Untuk membuat kesimpulan, analisis data melibatkan pemilihan fase dan langkah - langkah suatu kegiatan pada data yang sedang dikumpulkan dan telah diperoleh. Langkah pertama dalam proses analisis data. Menurut Moleong (2007: 247), adalah meninjau semua data yang tersedia saat ini dari berbagai sumber, seperti wawancara, pengamatan yang telah dicatat dalam catatan lapangan, makalah eksklusif, catatan resmi, dokumen, foto, foto, dan sebagainya serta Organisasi data adalah tujuan utama dari analisis data. Metode analisis yang digunakan adalah analisis data deskriptif, yang meliputi pengumpulan dan pendeskripsian data faktual. Data dihasilkan dari seluruh informasi yang dikumpulkan melalui dokumen dan jawaban wawancara pada berbagai tahapan. Setelah itu, peneliti melakukan analisis interaksi yang meliputi reduksi data, pencatatan, penyajian, dan verifikasi.

Result & Discussion

Perpustakaan umum daerah (Perpusda) Boyolali, Jateng, menempati gedung baru yang cukup megah di tengah kota. Proyek gedung baru ini senilai Rp 11 miliar. Gedung Perpusda ini berada di jalan Pandanaran, persisnya di samping patung kuda Arjuna Wijaya atau Simpang Siaga Boyolali. Menempati lahan seluas sekitar 2.600 meter persegi yang dulu adalah kantor Pengadilan Agama (PA) Boyolali. Gedung perpustakaan yang baru ini pun resmi dibuka untuk pengunjung mulai hari ini. Pembukaan Perpusda ini ditandai dengan peresmian gedung itu oleh Bupati Boyolali Sejumlah fasilitas pun ada di gedung Perpusda yang baru ini. Abdul Rahman menjelaskan, untuk lantai 1 difungsikan untuk basement. Di lantai satu ini juga untuk kantor dan ruang Kemudian di lantai 2 difungsikan untuk ruang rapat atau ruang diskusi dan ruang baca. Selain itu, di lantai 2 ini juga ada studio mini dengan kapasitas 36 tempat duduk. Ada layar cukup besar di bagian depan, dan susunan kursi mirip di bioskop. Kemudian lantai 3 untuk food court dan lantai 4 untuk layanan perpustakaan secara umum. Untuk memudahkan akses pengunjung, di gedung 4 lantai itu selain ada tangga, juga disediakan lift. Fasilitas lainnya, juga ada ruang edukasi anak, ruang komputer, online katalog (OPAC) dan Bi Corner. Selain menyediakan buku - buku, Perpusda Boyolali juga ada e - Book dan perpustakaan digital. Perpusda Boyolali kini memiliki koleksi untuk buku bacaan dan referensi sebanyak 43.316 eksemplar terdiri 24.710 judul. Kemudian untuk E - Book ada 8.339 judul dan koleksi Perpustakaan digital iBoyolali 3.028 judul dengan jumlah 17.317 eksemplar. Adapun hasil penelitian adalah sebagai berikut: Persepsi Pemustaka Terhadap Koleksi Susunan koleksi yang tersedia di Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali Tabel 1. Distribusi Frekuensi Tanggapan Pemustaka tentang Susunan Koleksi yang Tersedia di Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali No. Pertanyaan Responden Frekuensi Persentase (%) 1. Sangat Baik 5 62,5% 2. Baik 3 37,5% 3. Kurang Baik - - 4. Tidak Baik - - Jumlah 8 100% Sumber: Peneliti, 2022 Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali telah menyediakan koleksi tercetak yang up to date (terbaru) Tabel 2. Distribusi Frekuensi Tanggapan Pemustaka tentang Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali telah Menyediakan Koleksi Tercetak yang Up to Date (Terbaru) No. Pertanyaan Responden Frekuensi Persentase (%) 1. Sangat Up to Date 3 37,5% 2. Up to Date 5 62,5% 3. Kurang Up to Date - - 4. Tidak Up to Date - - Jumlah 8 100% Sumber: Peneliti, 2022 Koleksi yang tersedia di Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali beragam koleksi Tabel 3. Distribusi Frekuensi Tanggapan Pemustaka tentang Koleksi yang tersedia di Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali Beragam Koleksi No. Pertanyaan Responden Frekuensi Persentase (%) 1. Sangat Beragam 3 37,5% 2. Beragam 4 50% 3. Kurang Beragam 1 12,5% 4. Tidak Beragam - - Jumlah 8 100% Sumber: Peneliti, 2022 Koleksi referensi seperti kamus, yang tersedia di Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali sudah lengkap Tabel 4. Distribusi Frekuensi Tanggapan Pemustaka tentang Koleksi Referensi No. Pertanyaan Responden Frekuensi Persentase (%) 1. Sangat Lengkap 3 37,5% 2. Lengkap 4 50% 3. Kurang Lengkap 1 12,5% 4. Tidak Lengkap - - Jumlah 8 100% Sumber: Peneliti, 2022 Berdasarkan data pada Tabel 1 - 4 di atas, pemustaka mempersepsikan bahwa susunan koleksi yang tersedia di Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali sangat baik sebanyak 62,5% dan baik sebannyak 37,5%. Pemustaka mempersepsikan bahwa Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali sangat up to date sebanyak 37,5% dan up to date sebanyak 62,5% dalam menyediakan koleksi yang tercetak. Pemustaka mempersepsikan bahwa koleksi yang tersedia di Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali sangat beragam sebanyak 37,5% dan beragam sebanyak 50%. Pemustaka mempersepsikan bahwa koleksi referensi yang tersedia di Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali sangat lengkap sebanyak 37,5% dan lengkap sebanyak 50%. Persepsi Pemustaka Terhadap Layanan Sirkulasi Sistem layanan terbuka (open access) memudahkan dalam mencari dan memilih koleksi yang dibutuhkan Tabel 5. Distribusi Frekuensi Tanggapan Pemustaka tentang Sistem Layanan Terbuka (Open Access) Memudahkan dalam Mencari dan Memilih Koleksi yang Dibutuhkan No. Pertanyaan Responden Frekuensi Persentase (%) 1. Sangat Memudahkan 6 75% 2. Memudahkan 2 25% 3. Kurang Memudahkan - - 4. Tidak Memudahkan - - Jumlah 8 100% Sumber: Peneliti, 2022 Prosedur peminjaman koleksi di Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali Tabel 6. Distribusi Frekuensi Tanggapan Pemustaka tentang Prosedur Peminjaman Koleksi di Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali No. Pertanyaan Responden Frekuensi Persentase (%) 1. Sangat Baik 6 75% 2. Baik 2 25% 3. Kurang Baik - - 4. Tidak Baik - - Jumlah 8 100% Sumber: Peneliti, 2022 Prosedur pengembalian koleksi di Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali Tabel 7. Distribusi Frekuensi Tanggapan Pemustaka tentang Prosedur Pengembalian Koleksi di Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali No. Pertanyaan Responden Frekuensi Persentase (%) 1. Sangat Baik 6 75% 2. Baik 2 25% 3. Kurang Baik - - 4. Tidak Baik - - Jumlah 8 100% Sumber: Peneliti, 2022 Petugas layanan sirkulasi komunikatif dalam pelayanan kepada pengunjung Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali Tabel 8. Distribusi Frekuensi Tanggapan Pemustaka tentang Petugas Layanan Sirkulasi Komunikatif dalam Pelayanan kepada Pengunjung Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali No. Pertanyaan Responden Frekuensi Persentase (%) 1. Sangat Komunikatif 3 37,5% 2. Komunikatif 5 62,5% 3. Kurang Komunikatif - - 4. Tidak Komunikatif - - Jumlah 8 100% Sumber: Peneliti, 2022 Kecepatan dalam transaksi peminjaman koleksi Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali Tabel 9. Distribusi Frekuensi Tanggapan Pemustaka tentang Kecepatan dalam Transaksi Peminjaman Koleksi Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali No. Pertanyaan Responden Frekuensi Persentase (%) 1. Sangat Cepat 3 37,5% 2. Cepat 5 62,5% 3. Kurang Cepat - - 4. Tidak Cepat - - Jumlah 8 100% Sumber: Peneliti, 2022 Berdasarkan data pada Tabel 5 - 9 di atas, pemustaka merasa sangat mudah dalam mencari dan memilih koleksi yang dibutuhkan pada Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali. Pemustaka merasa prosedur peminjaman dan pengembalian koleksi di Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali sangat baik. Pemustaka merasa petugas layanan sirkulasi di Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali komunikatif dalam pelayanan memberikan pelayanan kepada pengunjung perpustakaan. Penustaka merasa transaksi peminjaman koleksi di Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali cepat. Persepsi Pemustaka Terhadap Layanan Referensi Kemampuan petugas Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali dalam menjawab pertanyaan - pertanyaan pengguna perpustakaan (pemustaka) Tabel 10. Distribusi Frekuensi Tanggapan Pemustaka tentang Kemampuan Petugas Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali dalam Menjawab Pertanyaan - Pertanyaan Pengguna Perpustakaan (Pemustaka) No. Pertanyaan Responden Frekuensi Persentase (%) 1. Sangat Mampu - - 2. Mampu 8 100% 3. Kurang Mampu - - 4. Tidak Mampu - - Jumlah 8 100% Sumber: Peneliti, 2022 Petugas mampu menangkap keinginan pemustaka pada saat memberikan layanan referensi Tabel 11. Distribusi Frekuensi Tanggapan Pemustaka tentang Petugas Mampu Menangkap Keinginan Pemustaka pada Saat Memberikan Layanan Referensi No. Pertanyaan Responden Frekuensi Persentase (%) 1. Sangat Mampu - - 2. Mampu 8 100% 3. Kurang Mampu - - 4. Tidak Mampu - - Jumlah 8 100% Sumber: Peneliti, 2022 Berdasarkan data pada Tabel 10 dan 11 di atas, pemustaka merasa petugas Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali mampu menjawab pertanyaan - pertanyaan pemustaka. Pemustaka merasa petugas perpustakaan mampu menangkap keinginan pemustaka pada saat memberikan layanan referensi. Persepsi Pemustaka Terhadap Layanan Bimbingan Pemustaka Pustakawan perlu mengadakan adanya petunjuk atau rambu - rambu di Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali agar memudahkan pemustaka mengetahui tempat koleksi yang ada di Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali Tabel 12. Distribusi Frekuensi Tanggapan Pemustaka tentang Pustakawan Perlu Mengadakan Adanya Petunjuk atau Rambu - Rambu di Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali agar Memudahkan Pemustaka Mengetahui Tempat Koleksi yang Ada di Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali No. Pertanyaan Responden Frekuensi Persentase (%) 1. Sangat Perlu 3 37,5% 2. Perlu 5 62,5% 3. Kurang Perlu - - 4. Tidak Perlu - - Jumlah 8 100% Sumber: Peneliti, 2022 Kemampuan petugas dalam memberikan bimbingan kepada pemustaka Tabel 13. Distribusi Frekuensi Tanggapan Pemustaka tentang Kemampuan Petugas dalam Memberikan Bimbingan kepada Pemustaka No. Pertanyaan Responden Frekuensi Persentase (%) 1. Sangat Mampu 3 37,5% 2. Mampu 5 62,5% 3. Kurang Mampu - - 4. Tidak Mampu - - Jumlah 8 100% Sumber: Peneliti, 2022 Berdasarkan Tabel 12 dan 13 di atas, pemustaka merasa pustakawan perlu mengadakan adanya petunjuk atau rambu - rambu di Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali agar memudahkan pemustaka mengetahui tempat koleksi yang ada di Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali. Pemustakaan mempersepsikan bahwa petugas mampu memberikan bimbingan kepada pemustaka.

Conclusion

Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan dapat dirumuskan sebagai berikut: Mayoritas pemustaka memiliki persepsi yang positif terhadap kinerja pustakawan dalam layanan sirkulasi di Kantor Perpustakaan Umum Daerah Boyolali. Pemustaka merasa puas dengan tingkat responsivitas, kecepatan pelayanan, dan keramahan pustakawan dalam membantu proses sirkulasi buku. Faktor - faktor yang mempengaruhi persepsi pemustaka terhadap kinerja pustakawan di layanan sirkulasi meliputi kompetensi pustakawan, efisiensi sistem sirkulasi, ketersediaan koleksi yang memadai, dan lingkungan perpustakaan yang nyaman. Beberapa area yang perlu perhatian lebih lanjut untuk meningkatkan persepsi pemustaka adalah peningkatan kompetensi pustakawan dalam mengelola proses sirkulasi, peningkatan efisiensi sistem sirkulasi untuk menghindari keterlambatan dalam layanan, perluasan koleksi buku yang lebih variatif, serta peningkatan kenyamanan dan fasilitas dalam lingkungan perpustakaan. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah sebagai berikut: Melakukan penelitian yang lebih mendalam tentang persepsi pemustaka terhadap kinerja pustakawan dengan melibatkan lebih banyak responden dari various kelompok usia, latar belakang pendidikan, dan penggunaan layanan perpustakaan yang berbeda. Melakukan penelitian komparatif antara Kantor Perpustakaan Umum Daerah Boyolali dengan perpustakaan lain di daerah sekitarnya untuk membandingkan persepsi pemustaka terhadap kinerja pustakawan dalam layanan sirkulasi. Melakukan penelitian kualitatif yang melibatkan wawancara mendalam dengan pemustaka dan pustakawan untuk memperoleh wawasan lebih lanjut tentang faktor - faktor yang mempengaruhi persepsi pemustaka dan mendapatkan saran dari pustakawan dalam meningkatkan kualitas layanan sirkulasi. Melakukan penelitian longitudinal untuk melihat perubahan dalam persepsi pemustaka terhadap kinerja pustakawan dalam jangka waktu yang lebih panjang. Menganalisis hubungan antara persepsi pemustaka terhadap kinerja pustakawan dengan tingkat kepuasan pemustaka dan tingkat kunjungan ke perpustakaan, sehingga dapat diidentifikasi sejauh mana kinerja pustakawan berdampak pada kepuasan dan partisipasi pemustaka.