Kembali
16
1
2018 Bibliotech : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 3 · 2 ISSN 2685-4791

EVALUASI PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI KASUS DENGAN MODEL INFORMATION SYSTEM SUCCESS DELONE & MCLEAN DI LEMBAGA BANTUAN HUKUM JAKARTA

PT Boer Technology; Universitas YARSI

Abstrak

Saat ini LBH Jakarta telah mengimplementasikan satu aplikasi yang memiliki peran penting dalam menangani pekerjaan-pekerjaan bantuan hukum. Model information system successDelone & McLean digunakan untuk menganalisis Sistem Informasi Kasus (SIK) LBH. Terdapat enam variabel yang akan diuji dari yaitu, Information Quality, System Quality, Service Quality, Intention to Use/Use, User Satisfaction, danNet Benefits. Hipotesis yang diajukan adalah, 1) Information Qualitymempunyai pengaruh positif terhadap Intention to Use/Use; 2) System Qualitymempunyai pengaruh positif terhadap Intention to Use/Use; 3)Service Qualitymempunyai pengaruh positif terhadap Intention to Use/Use; 4)Information Qualitymempunyai pengaruh postif terhadap User Satisfaction; 5)System Qualitymempunyai pengaruh positif terhadap User Satisfaction;6)Service Qualitymempunyai pengaruh positif terhadap User Satisfaction; 7)Intention to Use/Usemempunyai pengaruh positif terhadap Net Benefits; 8)User Satisfactionmempunyai pengaruh positif terhadap Net Benefits. Hasil analisis deskriptif terhadap setiap pertanyaan yang ada di dalam variabel penelitian menunjukkan rerata nilai rendah –tinggi. Ditemukan juga dalam penelitian hal yang bertolak belakang dengan analisis data penelitian dengan menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Sebagianbesar hipotesis yang ditawarkan pada penelitian ini ditolak. Namun, satu hipotesis yang diterima yaitu, Information Qualitymempunyai pengaruh positif terhadapUser Satisfaction. Melihat jumlah hipotesis yang ditolak, pemanfaatan SIK tidak memiliki nilai yang signifikan bagi LBH Jakarta. Hasil wawancara mendukung pembuktian hipotesis tersebut
Keywords: Evaluasi · Model Information System Success · DeLone & McLean · LBH Jakarta · Sistem Informasi Kasus

Introduction

Otomatisasi merupakan satu bagian kecil dari keseluruhan sistem informasi yang dibangun untuk memudahkan pekerjaan manusia. Di dalam suatu organisasi yang modern, sistem informasi dibangun secara terintegrasi untuk memudahkan kerja-kerja rutin yang dilakukan oleh organisasi yang bersangkutan. Pendit (2008) menuliskan bahwa saat ini, sistem informasi sebagai teknologi sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari semua organisasi modern. Lanjut Pendit, penggunaan teknologi ini kemudian secara khusus memerlukan pengaturan dan pengelolaan yang bersifat khusus, sehingga sistem informasi itu sendiri akhirnya lebih sering disebut sebagai “manajemen sistem informasi” (information system management).Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBH Jakarta) merupakan salah satu lembaga yang proaktif dalam pemanfaatan teknologi serta sistem informasi. Dengan kerja-kerja advokasi bantuan hukum yang dilakukan oleh LBH Jakarta, internet menjadi salah satu media komunikasi yang efektif dalam menyampaikan informasi serta data-data yang diperlukan terkait kerja-kerja yang dilakukan oleh LBH Jakarta. Pemanfaatan sistem informasi sebagai alat bantu dalam mengelola kerja-kerja yang dilakukan oleh Pekerja Bantuan Hukum (PBH) pun mendapatkan perhatian signifikan.Terkait pemanfaatan sistem informasi, saat ini LBH Jakarta telah mengimplementasikan beberapa sistem informasi yang secara keseharian digunakan dalam mengelola informasi. Satu aplikasi yang memiliki peran penting dalam menangani pekerjaan-pekerjaan bantuan hukum dinamakan Sistem Informasi Kasus. Setelah berjalan selama beberapa tahun, SIK LBH Jakarta sebagai suatu sistem informasi, belum pernah dilakukan pengukuran manfaatnya. Berdasarkan kenyataan tersebut, pada tahun 2015, LBH Jakarta memulai penelitian terkait sistem informasi yang ada. Tujuan dari penelitian tersebut adalah:1.Besarnya biaya pembuatan sistem informasi, apakah telah sebanding dengan pemanfaatan dan hasil yang diperoleh;2.Kehilangan data akan merugikan organisasi LBH Jakarta karena tidak menyimpan bukti yang menjadi memori kolektif lembaga, sehingga menyebabkan informasi tidak tertransfer dengan baik;3.Informasi menjadi salah satu bahan untuk pengambilan keputusan organisasi;4.Potensi kerugian jika terjadi kesalahan atau penyalahgunaan komputer;5.Biaya pemeliharaan hardwaredan softwareyang tinggi;6.Biaya yang tinggi apabila komputer errors;7.Perlunya securitydata khususnya data kasus (Tim Evaluasi Sistem Informasi, 2015).Dari temuan-temuan yang dipaparkan tersebut, lantas didapat kesimpulan bahwa:1.Perencanaan dan pengorganisasian yang masih kurang baik, karena tidak ada staf khusus IT yang memahami tentang teknologi informasi, penanganan kerusakan, dan pemeliharaan sehingga beberapa proses pengembangan dan perawatan menjadi kurang memadai;2.Kesadaran pentingnya teknologi informasi sudah menjadi modal dasardalam menentukan arah dalam proses bisnis organisasi, namun belum diikuti oleh realisasi penggunaan sistem dengan aktif;3.Acquiredan implementdi LBH Jakarta sudah cukup baik. Sistem dikembangkan menggunakan teknologi berbasis kode sumber terbuka sehinggamemungkinkan untuk dimodifikasi dan pengembangan lebih lanjut untuk memberikan solusi terbaik demi mencapai tujuan. Dari sisi pengguna, sistem yang ada cukup user friendly. Namun dalam pengimplementasiannya masih belum maksimal, khususnya disiplin dan taat pada peraturan penggunaan.Deliverdan support masih kurang maksimal karena keamanan sistem belum terjamin. Hal ini membuka peluang data dapat diakses, dimodifikasi, dan diambil oleh pihak yang tidak bertanggungjawab;5.Belum adanya fasilitas pendukung yang dibutuhkan, seperti warning systemuntuk mempermudah kontrol;6.Support systemmasih kurang maksimal dalam penyampaian, penyerahan, pengumpulan data atau dokumen, sehingga pengguna mengalami kesulitan dalam penyimpanan data;7.Fasilitas server storagesetiaptahun akan mengalami perkembangan kebutuhan penyimpanan, hal ini harus menjadi perhatian organisasi berkaitan dengan biaya;8.Tidak ada rekaman pencatatan pada masalah-masalah yang ditimbulkan sistem, membuat sulit untuk mendeteksi dan memproteksi kesalahanatau penyalahgunaan sistem;9.Monitor dan evaluatemasih kurang baik karena tidak adanya penetapan target mengenai kemajuan kinerja TI itu sendiri;10.Kewenangan dalam pemantauan sistem dan pemanfaatannya harus ditetapkan agar evaluasi selanjutnya mudah dilakukan (Tim Evaluasi Sistem Informasi 2015, Hal. 5-6).Terkait kualitas data yang dimasukkan ke dalam SIK LBH Jakarta juga menjadi perhatian bagi peneliti untuk menakar apakah SIK LBH Jakarta memang benar-benar memberikan manfaat yang signifikan bagi LBH Jakarta dalam hal nilai tambahyang diberikan bagi kegiatan bantuan hukum. Memperhatikan latar belakang yang dijelaskan dalam paragraf sebelumnya, perumusan masalah yang akan dibuat dalam penelitian ini adalah:1.Sejauh mana tingkat pemanfaatan SIK LBH Jakarta;2.Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat pemanfaatan SIK LBH Jakarta;3.Bagaimana kualitas data yang dihasilkan oleh aplikasi menurut pengguna SIK LBH Jakarta.Penelitian ini dilakukan di LBH Jakarta dengan melibatkan PBH yang berada di lingkungan LBH Jakarta selama periode Juni –Juli 2017

Method

Pada penelitian ini, metode penelitian yang akan digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Penelitian menggunakan metodologi evaluasi sistem informasi Delone dan McLean untuk melihat sejauh mana tingkat pemanfaatan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya di LBH Jakarta. Jumlah populasi yang ada di LBH Jakarta adalah 43 (empat puluh tiga) PBH dengan komposisi Staf Umum, Pengacara Publik, serta Asisten Bantuan Hukum (ABH) yang melakukan kerja-kerja operasional di LBH Jakarta untuk diambil datanya terkait tujuan dari penelitian ini. Menurut Sugiyono (2016, hlm. 62), sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi misalnya, karena keterbatasan dana, tenaga, dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel, diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi. Untuk itu, sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili).Atas dasar hal tersebut, maka pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode nonprobability sampling. Namun melihat kondisi di lapangan, pemilihan samplingyang diambil adalah sampling kuota karena sampai batas waktu yang ditentukan, jumlah data yang berhasil dikumpulkan hanya 90% dari jumlah populasi, yaitu 39 (tiga puluh sembilan) orang. Penentuan ini diputuskan secara cepat agar data yang sudah masuk bisa segera diolah.Dengan menggunakan metode evaluasi Information Success Models dari Delone dan McLean yang telah diperbarui, maka akan ada 6 (enam) variabel yang digunakan untuk menilai pemanfaatan sistem informasi yang ada di LBH Jakarta:1.Kualitas sistem (system quality);2.Kualitas informasi (information quality);3.Kualitas layanan (service quality);4.Niat untuk penggunaan (intention to use/use);5.Kepuasan pengguna (user satisfaction);6.Hasil akhir yang didapat (net benefits).Berdasarkan teori Delone dan McLean yang diperbarui, yang digunakan sebagai dasar metodologi penelitian ini, maka kerangka pemikiran yang digunakan adalah:Menggunakan model pada Gambar 1 yang ditampilkan oleh Delone dan McLean, hipotesa yang penulis simpulkan berdasarkan kerangka pemikiran di atas adalah:1.Information Quality mempunyai pengaruh positif terhadap Intention toUse/Use;Information QualitySystem Quality Service QualityIntention to UseUseUser SatisfactionNet BenefitsGambar 1Model Kesuksesan Sistem Informasi DeLone & McLeany mempunyai pengaruh positif terhadap Intention to Use/Use;3.Service Quality mempunyai pengaruh positif terhadap Intention to Use;4.Information Quality mempunyai pengaruh postif terhadap User Satisfaction;5.System Quality mempunyai pengaruh positif terhadap User Satisfaction;6.Service Quality mempunyai pengaruh positif terhadap User Satisfaction;7.Intention to Use/Use mempunyai pengaruh positif terhadap Net Benefits;8.User Satisfaction mempunyai pengaruh positif terhadap Net Benefits;Berdasarkan metode pengambilan sampel yang telah ditentukan, cara pengumpulan data yang akan dilakukan dengan memberikan angket (kuisioner). Jawaban kuisioner dibuat dengan menggunakan Skala Likert. Sugiyono (2012) menuliskan dengan Skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan. Kuisioner menggunakan Skala Likert antara 1-4 dengan representasi (1) sangat tidak setuju, (2) tidak setuju, (3) setuju, dan (4) sangat setuju.Pada penelitian ini, Analisis Regresi Berganda akan digunakan untuk mengolah data yang telah dikumpulkan. Analisa Regresi Berganda dipilih karena jumlah variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah lebih dari satu. Seperti dapat dilihat pada hipotesis yang ditawarkan.Analisis Regresi diantaranya dapat dibedakan dengan Analisis Regresi Sederhana dan Analisis Regresi Berganda. Suliyatno (2011, hlm. 53) menjelaskan, perbedaan antara Regresi Sederhana dan Regresi Berganda terletak pada jumlah variabel bebasnya. Jika dalam Regresi Sederhana jumlah variabel bebas yang digunakan untuk memprediksi variabel tergantung hanya satu, maka dalam Regresi Berganda jumlah variabel bebas yang digunakan untuk memprediksi variabel tergantung, lebih dari satu.Pada penelitian ini, terdapat beberapa variabel independen dan variabel dependen. Untukanalisa pertama, variabel independennya, (1) Information Quality, (2) System Quality, dan (3) Service Quality. Sedangkan variabel dependennya Intention to Use/Use. Untuk analisa kedua, variabel independennya adalah (1) Information Quality, (2) System Quality, dan (3) Service Quality, dengan variabel dependennya User Satisfaction. Terakhir, untuk analisa yang ketiga, variabel indepennya adalah (1) Intention to Use/Usedan (2) User Satisfaction, dengan variabel dependennya Net Benefits.Dalam penelitian ini,juga dilakukan metode pengambilan data melalui wawancara. Metode ini diambil untuk melengkapi hasil analisa data. Pedoman wawancara yang digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan informasi tambahan adalah wawancara tidak terstruktur, karena harapannya dapat menjadi data tambahan untuk mendukung hasil pengolahan data. Sumber informasi wawancara digali dari Kepala Bidang Pusat Dokumentasi Bantuan Hukum (PDBH) LBH Jakarta yang secara langsung bertanggung jawab terhadap teknis operasional SIK serta analisa data SIK

Result & Discussion

Uji kuisioner dilakukan untuk melihat seberapa valid pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam suatu rangkaian kuisioner. Dengan melakukan pengujian, diharapkan jawaban yang diberikan mampu memberikan hasil yang solid, sehingga mampu menjawab maksud dan tujuan penelitian yang dilakukan. Pada penelitian kali ini, uji validasi dilakukan kepada kurang lebih 20 (dua puluh) calon responden untuk diambil datanya. Dari 20 (dua puluh) calon responden, selama dua hari pengumpulan jawaban, terkumpul sebanyak 11 (sebelas) responden. Uji validasi dilakukan secara manual dengan menggunakan lembar-sebar (spreadsheet). Juliandi (2007) menyatakan, suatu item instrumen valid jika nilai korelasinya adalah ”positif” dan ”lebih besar atau sama dengan r tabel”.Berdasarkan hasil uji validitas yang dilakukan sebanyak tiga kali, berhasil dikumpulkan pertanyaan-pertanyaan kuisioner yang memiliki nilai valid, dimana nilai korelasi lebih besar daripada nilai rtable = 0,602, di mana pada tiap pengujian, pertanyaan dalam kuisioner yang dinyatakan tidak valid, dihapus dari daftar pertanyaan, sampai terkumpul semua pernyataan yang memiliki nilai valid. Berdasarkan nilai rata-rata di atas, diketahui bahwa nilai rata-rata terendah dari semua pertanyaan dalam variabel ini adalah 2,46 sedangkan nilai rata-rata terbesar adalah 2,92. Nilai rata-rata terendah masuk ke dalam kelompok kelas interval 1,75 –2,49 dengan kategori rendahdan nilai rata-rata terbesar masuk ke dalam kelompok kelas interval 2,50 –3,24 dengan kategori tinggi. Hal tersebut menunjukkan bahwa kualitas layanan yang diberikan adalah rendah –tinggi.Analisis Deskriptif Variabel Intention to Use/UseBerdasarkan nilai rata-rata di atas, diketahui bahwa nilai rata-rata terendah dari semua pertanyaan dalam variabel ini adalah 2,79 sedangkan nilai rata-rata terbesar adalah 2,97. Nilai rata-rata terendah dan nilai rata-rata terbesar masuk ke dalam kelompok kelas interval 2,50 –3,24 dengan kategori tinggi. Hal tersebut menunjukkan bahwa penggunaan SIK untuk menyelesaikan pekerjaan adalah tinggi.Analisis Deskriptif Variabel User SatisfactionBerdasarkan nilai rata-rata di atas, diketahui bahwa nilai rata-rata terendah dari semua pertanyaan dalam variabel ini adalah 2,87 sedangkan nilai rata-rata terbesar adalah 2,97. Nilai rata-rata terendah dan nilai rata-rata terbesar masuk ke dalam kelompok kelas interval 2,50 –3,24 dengan kategori tinggi. Hal tersebut menunjukkan bahwa kepuasan pengguna dalam memaanfaatkan SIK adalah tinggi.Analisis Deskriptif Variabel Net BenefitsBerdasarkan nilai rata-rata di atas, diketahui bahwa nilai rata-rata terendah dari semua pertanyaan dalam variabel ini adalah 2,85 sedangkan nilai rata-rata terbesar adalah 3,00. Nilai rata-rata terendah dan nilai rata-rata terbesar masuk ke dalam kelompok kelas interval 2,50 –3,24 dengan kategori tinggi. Hal tersebut menunjukkan bahwa keuntungan pemanfaatan SIK sebagai suatu sistem adalah tinggi.Hasil analisis deskriptif terhadap setiap pertanyaan yang ada di dalam variabel penelitian menunjukkan rerata nilai rendah –tinggi, begitu pula dengan hasil bacaan terhadap persentase jawaban yang diberikan oleh responden untuk tiap pertanyaan di dalam variabel. Namun demikian, terdapat hal yang bertolak belakang dengan analisis data penelitian dengan menggunakan teknik analisis regresi linear berganda.Proses penghitungan akan dibagi menjadi tiga bagian, karena masing-masing variabel dihitung sesuai dengan proses penghitungan pada Analisis Regresi Berganda. Teknik penghitungan yang digunakan adalah Uji Tabel t (parsial) dan Probabilitas dengan menggunakan data dari tabel Model Summarydan Coefficients. Bibliotech : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 3(2) 2018117Uji KesatuGambar 3. Korelasi antar variabel Uji KesatuModel SummaryModelRR SquareAdjusted R SquareStd. Error of the Estimate1.353a.124.049.73495a.Predictors: (Constant), Service Quality, System Quality, Information QualityANOVAaModelSum of SquaresdfMean SquareFSig.1Regression2.6843.8951.657.194bResidual18.90535.540Total21.59038a. Dependent Variable: Intention to Useb. Predictors: (Constant), Service Quality, System Quality, Information QualityCoefficientsaModelUnstandardized CoefficientsStandardized CoefficientstSig.BStd. ErrorBeta1(Constant)7.6681.7894.286.000Information Quality.033.084.065.393.697System Quality.159.147.1791.081.287Service Quality.157.098.2571.600.119a. Dependent Variable: Intention to UseTabel 1. Hasil Analisis Regresi Linier Variabel Uji KesatuPembuktian hipotesis pertamasecara parsial dilakukan dengan membandingkan thitungdan ttabeldari variabel Information Qualityterhadap variabel Intention to Use/Usedengan hasil nilai thitung= 0,39 ≤ ttabel= 2,02619 dan teknik probabilitas yang menghasilkan bahwa nilai Sig. = 0,697 > α = 0,05, yang hasilnya secara bersamaan menolak hipotesis yang diajukan. Dengan kata lain variabel Information Qualitytidak memiliki pengaruh yang positifterhadap Intention to Use/Usedari aplikasi SIK.Hasil ini, berdasarkan wawancara, bisa jadi karena dipengaruhi oleh kurang lengkapnya data yang dimasukkan oleh pengguna SIK. Dengan kurang lengkapnya data yang dimasukkan, niat pengguna untuk memanfaatkan aplikasi menjadi berkurang.Pembuktian hipotesis keduasecara parsial dilakukan dengan membandingkan thitungdan ttabeldari variabel System Qualityterhadap variabel Intention to Use/Usedengan hasil nilai thitung= 1,081 ≤ ttabel= 2,02619 dan teknik probabilitas yang menghasilkan bahwa nilai 118Sig. = 0,287 > α = 0,05, yang hasilnya secara bersamaan menolak hipotesis yang diajukan. Dengan kata lain variabel System Qualitytidak memiliki pengaruh yang positifterhadap Intention to Use/Usedari aplikasi SIK.Kualitas sistem memang secara teknis memang masih perlu diperbaiki. Masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dan ditambahkan dari sistem yang ada sekarang sehingga akan menambah nyaman penggunaan SIK.Pembuktian hipotesis ketigasecara parsial dilakukan dengan membandingkan thitungdan ttabeldari variabel Service Qualityterhadap variabel Intention to Use/Usedengan hasil nilai thitung= 1,600 ≤ ttabel= 2,02619 dan teknik probabilitas yang menghasilkan bahwa nilai Sig. = 0,119 > α = 0,05, yang hasilnya secara bersamaan menolak hipotesis yang diajukan. Dengan kata lain variabel Service Qualitytidak memiliki pengaruh yang positifterhadap Intention to Use/Usedari aplikasi SIK.Kualitas layanan terhadap penggunaan SIK juga menjadi satu kelemahan, menurut informan. Karena belum ada SOP mengenai bagaimana cara penanganan masalah penggunaan SIK. Kurangnya layanan terhadap penggunaan bisa menjadi satu alasan kenapa hipotesis ini ditolak.Uji KeduaGambar 4. Korelasi antar variabel Uji KeduaTabel 2. Hasil Analisis Regresi Linier Variabel Uji KeduaModel SummaryModelRR SquareAdjusted R SquareStd. Error of the Estimate1.381a.145.072.59117a. Predictors: (Constant), Service Quality, System Quality, Information QualityANOVAaModelSum of SquaresdfMean SquareFSig.1Regression2.0763.6921.980.135bResidual12.23235.349Total14.30838a. Dependent Variable: User Satisfactionb. Predictors: (Constant), Service Quality, System Quality, Information Quality CoefficientsaModelUnstandardized CoefficientsStandardized CoefficientsTSig.BStd. ErrorBeta1(Constant)9.5241.4396.619.000InformationQuality.158.068.3812.330.026System Quality-.020.118-.028-.171.866Service Quality.018.079.036.229.820a. Dependent Variable: User SatisfactionPembuktian hipotesis keempatsecara parsial dilakukan dengan membandingkan thitungdan ttabeldari variabel Information Quality terhadapvariabel User Satisfactiondengan hasil nilai thitung= 2,330 > ttabel= 2,02619 dan teknik probabilitas yang menghasilkan bahwa nilai Sig. = 0,026 ≤ α = 0,05, yang hasilnya secara bersamaan menerima hipotesis yang diajukan. Dengan kata lain variabel Information Qualitymemiliki pengaruh yang positifterhadap User Satisfactiondari aplikasi SIK.Penerimaan hipotesis ini dikarenakan para pengguna sudah merasa cukup mendapatkan informasi dari SIK.Pembuktian hipotesis kelimasecara parsial dilakukan dengan membandingkan thitungdan ttabeldari variabel System Qualityterhadap variabel User Satisfactiondengan hasil nilai thitung= -0,171 ≤ ttabel= 2,02619 dan teknik probabilitas yang menghasilkan bahwa nilai Sig. = 0,866 > α = 0,05, yang hasilnya secara bersamaan menolak hipotesis yang diajukan. Dengan kata lain variabel System Qualitytidak memiliki pengaruh yang positifterhadap User Satisfactiondari aplikasi SIK.Nilai thitungnegatif menggambarkan bahwa apa yang diinginkan oleh pengguna terhadap SIK belum sepenuhnya sesuai dengan harapan para penggunanya.Pembuktian hipotesis keenamsecara parsial dilakukan dengan membandingkan thitungdan ttabeldari variabel Service Qualityterhadap variabel User Satisfactiondengan hasil nilai thitung= 0,229 ≤ ttabel= 2,02619 dan teknik probabilitas yang menghasilkan bahwa nilai Sig. = 0,820 > α = 0,05, yang hasilnya secara bersamaan menolak hipotesis yang diajukan. Dengan kata lain variabel Service Qualitytidak memiliki pengaruh yang positifterhadap User Satisfactiondari aplikasi SIK.Pengguna pun merasa bahwa tanggapan dari pengelola SIK terhadap keluhan-keluhan atas mereka kurang bisa ditanggapi. Hal ini sejalan dengan hasil wawancara yang menjelaskan bahwa kemampuan teknis dari pengelola sistem sangat kurang, ketika pengguna membutuhkan penambahan fitur dalam SIK. Uji KetigaGambar 5. Korelasi antar variabel Uji KetigaTabel 3. Hasil Analisis Regresi Linier Variabel Uji KetigaModel SummaryModelRR SquareAdjusted R SquareStd. Error of the Estimate1.281a.079.028.76155a. Predictors: (Constant), User Satisfaction, Intention to UseANOVAaModelSum of SquaresdfMean SquareFSig.1Regression1.7882.8941.541.228bResidual20.87936.580Total22.66738a. Dependent Variable: Net benefitb. Predictors: (Constant), User Satisfaction, Intention to UseCoefficientsaModelUnstandardized CoefficientsStandardized CoefficientstSig.BStd. ErrorBeta1(Constant)8.0552.9622.719.010Intention to Use-.043.164-.042-.265.793User Satisfaction.352.202.2801.746.089a. Dependent Variable: Net benefitPembuktian hipotesis ketujuhsecara parsial dilakukan dengan membandingkan thitungdan ttabeldari variabel Intention to Use/Useterhadap variabel Net Benefitsdengan hasil nilai thitung= -0,265 ≤ ttabel= 2,02619 dan teknik probabilitas yang menghasilkan bahwa nilai Sig. = 0,793 > α = 0,05, yang hasilnya secara bersamaan menolak hipotesis yang diajukan. Dengan kata lain variabel Intention to Use/Usetidak memiliki pengaruh yang positifterhadap Net Benefitsdari aplikasi SIK.Bagi lembaga, ketika hipotesis ini tidak diterima, menjadi masalah tersendiri. Artinya, SIK dianggap tidak memiliki manfaat yang positif dalam mendukung kerja-kerja lembaga. Padahal, untuk beberapa hal, data keluaran SIK ini sudah dimanfaatkan untuk mendukung beberapa kerja-kerja penelitian.Pembuktian hipotesis kedelapansecara parsial dilakukan dengan membandingkan thitungdan ttabeldari variabel User Satisfactionterhadap variabel Net Benefitsdengan hasil nilai thitung= 1,746 ≤ ttabel= 2,02619 dan teknik probabilitas yang menghasilkan bahwa 1nilai Sig. = 0,089 > α = 0,05, yang hasilnya secara bersamaan menolak hipotesis yang diajukan. Dengan kata lain variabel User Satisfactiontidak memiliki pengaruh yang positifterhadap Net Benefitsdari aplikasi SIK.Sama seperti hipotesis sebelumnya, bahwa dengan ditolaknya ini, pengguna merasa bahwa SIK tidak cukup baik bagi mereka, untuk membantu kerja-kerja yang dilakukan oleh pengguna.Tabel 4merangkum pernyataan-pernyataan hasil pengujian hipotesis.Tabel 4. Hasil Pengujian HipotesisNo.HipotesisHasil Penelitian1Information Quality mempunyai pengaruh positif terhadap Intention to Use/UseHipotesis ditolak2System Quality mempunyai pengaruh positif terhadap Intention to Use/UseHipotesis ditolak3Service Quality mempunyai pengaruh positif terhadap Intention to Use/UseHipotesis ditolak4Information Quality mempunyai pengaruh positif terhadap User SatisfactionHipotesis diterima5System Quality mempunyai pengaruh positif terhadap User SatisfactionHipotesis ditolak6Service Quality mempunyai pengaruh positif terhadap User SatisfactionHipotesis ditolak7Intention to Use/Use mempunyai pengaruh positif terhadap Net BenefitsHipotesis ditolak8User Satisfaction mempunyai pengaruh positif terhadap Net BenefitsHipotesis ditolak3.3. Hasil WawancaraDari hasil wawancara, peneliti memaparkan hasil uji hipotesis yang menurut informan, bahwa ada beberapa hal yang bisa menjadi faktor kenapa muncul hasil uji hipotesis seperti itu:1.Perubahan KebiasaanPerubahan kebiasaan dari budaya cetak ke budaya dijital. SIK baru diimplementasikan secara penuh pada pertengahan than 2014. Sebelumnya, catatan penanganan kasus dicatat secara manual baik itu melalui media formulir tercetak maupun ke dalam aplikasi komputer seperti pengolah kata. Akibatnya, dengan diterapkannya SIK, banyak PBH yang belum siap secara kebiasaan dalam mengelola pekerjaannya.2.Tingkat regenerasi Pekerja Bantuan Hukum (PBH) yang tinggi Sebagai lembaga yang progresif, setiap tahunnya LBH Jakarta selalu mencari bakat-bakat baru untuk bisa bergabung dalam lingkungan pekerjaan LBH Jakarta. Setiap tahunnya, untuk keperluan penanganan kasus saja, selalu ada pergantian Asisten Bantuan Hukum (ABH). Jumlahnya cukup signifikan, kurang lebih sekitar 35% dari total PBH yang ada di LBH Jakarta. Karena turnover tersebut, ketika seseorang pekerja sudah mulai nyaman dengan pola kerja yang ada, namun harus diganti. Kemudian usaha yang besar kembali diperlukan untuk mendidik PBH yang baru agar bisa memahami sistem yang sudah berjalan.3.Akses yang terbatasSaat ini, SIK hanya bisa diakses melalui jaringan komputer kantor LBH Jakarta. Ketika ada kebutuhan akses dari luar kantor, masih belum bisa dilakukan dengan alasan keamanan data.4.Pemasukan data yang kurang lengkapBerdasarkan informasi yang diberikan informan, masih terjadi, dan amat sering, kebiasaan pengguna SIK untuk tidak memasukkan data penanganan kasus secara lengkap. Hal ini tersebut menjadi hambatan tersendiri dalam hal pengolahan data agar hasilnya dapat digunakan untuk hal lain, data pendukung untuk penulisan hasil penelitian, misalnya.5.Prosedur pengembangan aplikasi yang kurang ramahDalam proses pengembangan aplikasi diakui bahwa pada akhirnya, harus diatur agar tidak semua memberikan masukkan. Karena jika semua pihak yang berkepentingan dalam memanfaatkan SIK ini nanti dilibatkan, maka proses pengembangan akan terhambat karena semakin banyak yang terlibat, semakin banyak masukan, dan semakin membuat bingung pengembang aplikasi, karena ini terkait dengan adanya target penyelesaian sistem yang pendek.6.Kurangnya kemampuan teknis pengelola SIKHal ini menjadi tantangan tersendiri ketika pengelola mendapatkan masukkan untuk melakukan penambahan fitur yang berkaitan dengan aktivitas penggunaan SIK. Untuk hal ini, mereka sangat tergantung bantuan dari pihak luar sementara dana pengembangan tidak selalu tersedia.7.Tidak adanya dukungan yang pasti dari level manajemenTidak ada sanksi yang jelas ketika seorang PBH tidak memasukkan data secara lengkap, padahal secara tidak langsung, ketidaklengkapan itu akan menyulitkan proses pengolahan data, rekapitulasi data. Ketika sudah ada aturan main yang ditetapkan sekalipun, aturan main tersebut hanya sekedar ada. Dilihat jika diperlukan. Penegakkan pasal-pasal kesepakatan dalam aturan main tersebut tidak terlalu nyata dan hanya bersifat parsia.

Conclusion

Sejauh mana tingkat pemanfaatan SIK di LBH JakartaTingkat pemanfaatan SIK di LBH Jakarta diwakili oleh variabel Intention to Use/Use. Walaupun dilihat dari koefisien determinasi, variabel ini hanya mendapatkan pengaruh sebesar 12,4%, namun dilihat dari analisis deskriptif variabel ini, pada kelas interval 2,50 –3,24, artinya tingkat pemanfaatan SIK dikatakan tinggi. Dari semua pertanyaan yang diajukan dalam variabel ini, skala setuju –sangat setuju menunjukkan persentase di atas 50% (ItU1 –84,6%, ItU2 –94,8%, ItU3 –97,5%, ItU4 –79,5%).Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat pemanfaatan SIK LBH Jakarta?Berdasarkan pertanyaan yang diberikan dalam tiap-tiap variabel serta presentase jawaban yang diberikan, maka faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pemanfaatan SIK LBH Jakarta adalah:1.System Qualitydengan hasil analisis deskriptif masuk ke dalam kategori tinggi;2.User Satisfactiondengan hasil analisis deskriptif masuk ke dalam kategori tinggi;3.Net benefitsdengan hasil analisis deskriptif masuk ke dalam kategori tinggi;4.Kemudian Service Qualitydengan hasil analisis deskriptif masuk ke dalam kategori rendah –tinggi.B.Bagaimana kualitas data yang dihasilkan oleh aplikasi menurut pengguna SIK LBH JakartaRumusan ini dapat dijawab dengan melihat pada:1.Hipotesis keempat yang menyatakan bahwa Information Qualitymempunyai pengaruh positif terhadap User Satisfaction. Dengan kata lain, pengguna SIK merasakan bahwa data yang diberikan oleh sistem dapat menjawab kebutuhan mereka.2.Analisis deskriptif berdasarkan variabel Information Quality. Walapun pada analisis ini, tingkat kategori yang disematkan adalah rendah –tinggi, namun dari semua pertanyaan yang diajukan, skala setuju –sangat setuju menunjukkan persentase di atas 50% (IQ1 –89,8%, IQ2 –87,2%, IQ3 –76,9%, IQ4 –56,5%, IQ5 –74,3%).3.Dari variabel Net Benefits, pada NB1 kita dapat melihat bahwa tingkat jawaban setuju –sangat setuju masing-masing memiliki nilai 82,1% dan 5,1% dan pada NB2, tingkat jawaban setuju -sangat setuju masing-masing memiliki nilai 76,9% dan 23,1%.Sedangkan saran yang dapat diberikan dari hasil penelitian di atas:a.Bagi peneliti yang akan melakukan penelitian menggunakan metode yang sama atau melanjutkan penelitian ini, perhatikan syarat-syarat dalam memulai suatu penelitian sehingga pada akhirnya mampu menyimpulkan dengan baik hasil penelitian berdasarkan analisis data yang valid.b.Sekiranya LBH Jakarta sebagai pemanfaat SIK mampu memperhatikan hal-hal krusial seperti:1.Mengantisipasi perubahan kebiasaan dari penggunaan media cetak ke dalam media dijital;2.Mendokumentasikan berbagai hal dengan baik mengingat tingginya tingkat regenerasi PBH di LBH Jakarta;3.Mempertimbangkan untuk menyediakan akses tak terbatas untuk pemanfaatan SIK;4.Memperhatikan kelengkapan-kelengkapan data yang dimasukkan ke dalam SIK;5.Melibatkan pengguna SIK secara aktif untuk pengembangan SIK selanjutnya;6.Meningkatkan kemampuan teknis pengelola SIK, utamanya untuk mengatasi hal-hal kecil pada SIK seperti menambahkan tabel pada pangkalan data untuk keperluan analisa sederhana atau memperbaiki galat-galat yang sifatnya tidak terlalu rumit;7.Adanya dukungan yang jelas dari pihak manajemen terkait pemanfaatan SIK, misal dengan mengapresiasi pengguna SIK yang mampu mengisi data dengan baik dan lengkap atau memberikan peringatan bagi pengguna SIK yang tidak dengan segera melengkapi data.