Peran Komunitas Kedai Baca Jenny dalam Menumbuhkan Minat Baca dan Kreativitas Masyarakat
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Abstrak
Minat baca masyarakat Indonesia paling rendah di ASEAN. Pemerintah dan masyarakat harus lebih memperhatikan pada krisis budaya dan minat baca di Indonesia. Salah satu upaya yang direalisasikan oleh pemerintah dan masyarakat adalah dengan mendirikan berbagai macam tempat membaca untuk masyarakat Indonesia salah satunya melalui Taman Bacaan Komunitas Kedai Buku Jenny Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dan kendala komunitas kedai buku jenny dalam menumbuhkan minat baca pada masyarakat, jenis penelitian yang digunakan dalam ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. yaitu dengan mengunjungi lansung ke lokasi penelitian dan melakukan wawancara kepada pihak-pihak yang menjadi informan. Berdasarkan hasil penelitian kedai buku jenny merupakan tempat untuk bertemu dan saling bertukar pikiran dengan basic perpustakaan.Koleksi yang tersedia di kedai buku jenny ini dominan tentang koleksi sastra, social politik, dan juga kesenian seperti music. Program atau kegiatan yang dilakukan kedai buku jenny dalam menumbuhkan minat baca pada masyarakat diantaranya adalah KB Jamming, menangisi akhir pekan, sajakkan saja, bukai buku, penerbitan buku dan panggung gembira. Adapun kendala yang dihadapi dalam menumbuhkan minat baca yakni dana operasional, ruangan terbatas dan kekurangan relawan.
Abstract
The reading interest of the Indonesian people is the lowest in ASEAN. The government and society should pay more attention to the crisis of culture and interest in reading in Indonesia. One of the efforts realized by the government and the community is to establish various kinds of reading places for the Indonesian people, one of which is the Jenny Bookstore Community Reading Garden. This study aimed to determine the role and constraints of Jenny's bookshop community in developing the people's interest in reading. This study used descriptive methods and by qualitative approach. The data in this study was collected by observation, interviews, and documentation. Based on the research results, it was known that Jenny's bookstore is a place to meet and exchange ideas with library concepts. Programs or activities carried out by Jenny's bookstore in developing people's interest in reading were established some program like KBJamming, menangisi akhir pekan, sajakkan saja, buka buku, books publishing, and happy stage program. The obstacles faced in growing people's interest in reading were operational funds, limited room, and lack of volunteers.
Keywords:
community
· Jenny’s Reading Shop
· interests in reading
· role
Introduction
Perkembangan kehidupan dan pengetahuan masyarakat sudah semakin berkembang sejak hadirnya teknologi informasi dan komunikasi. Dengan berkembangnya teknologi informasi ini, maka kebutuhan masyarakat akan informasi juga berkembang semakin pesat. Informasi tersebut dapat berupa berita, dokumen, dan lain sebagainya. Perkembangan teknologi yang tampak nyata di era informasi ini adalah perkembangan internet yang merupakan jaringan dunia.Informasi telah menjadi kebutuhan yang yang sangat penting di era sekarang ini. Derasnya aliran informasi, menjadikan masyarakat dituntut untuk banyak melek akan informasi, agar masyarakat tidak ketinggalan akan informasi perkembangan yang ada di negaranya. Salah satu cara untuk memperoleh informasi adalah dengan membaca. Dengan membaca, masyarakat dapat menciptakan inovasi-inovasi baru, mendapatkan informasi serta menambah wawasan. Membaca merupakan sebuah kegiatan interaktif untuk memahami arti atau makna yang terdapat didalam bahan tulis. Selain itu, membaca juga merupakan suatu proses yang dapat dimanfaatkan oleh pembaca untuk menemukan pesan yang ingin disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahan tulis (Somadayo, 2011). Membaca ialah kegiatan yang sangat penting. Melalui membaca, akan diperoleh berbagai ilmu pengetahuan yang sangat berguna bagi kehidupan, yang akan mengarahkan seseorang untuk mencapai tujuannya. Meskipun informasi bisa didapatkan dari berbagai media yang ada seperti Televisi maupun Radio, akan tetapi peran membaca tidak dapat digantikan begitu saja. Ada banyak informasi yang bisa diperoleh lewat membaca namun tidak dapat diperoleh melalui media televisi ataupun radio. Abbas (2020) dalam Suragangga (2017) menyatakan bahwa dunia yang kian kompetitif ini, menuntut generasinya untuk cerdas, kreatif, dan inovatif.Semua keterampilan itu bisa diwujudkan, salah satunya dengan melakukan kegiatan literasi. Tuntutan abad ini membuat generasi muda menjadi haus akan bacaan baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Meskipun membaca merupakan kegiatan yang mudah dilakukan, namun susah untuk dijadikan kebiasaan. Ketika mulai melakukan kegiatan membaca, jenuh dan bosan menjadi cepat menghampiri, sehingga generasi muda merasa bahwa membaca merupakan kegiatan yang membosankan. Apalagi dizaman sekarang ini dimana semua hal bisa divisualisasikan menjadi grafis sehingga mengurangi minat baca masyarakat. Munir (2019) menyatakan bahwa hasil survey UNESCO menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia adalah yang paling rendah di ASEAN. Rendahnya minat baca ini dibuktikan melaui indeks membaca masyarakat Indonesia yang baru 0,001%. Artinya dari seribu penduduk Indonesia, hanya ada satu orang yang masih memiliki minat baca tinggi. Angka ini masih sangat jauh jika dibandingkan dengan angka minat baca di negara lain. Misalnya di Singapura yang memiliki indeks membaca sampai 0,45%. Selain itu, berdasarkan studi Most Littered Nation In the World yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada Maret 2016 lalu, minat baca di Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara. Minimnya budaya membaca bangsa Indonesia adalah persoalan yang sangat krusial karena peran budaya baca dalam memperteguh dan mengembangkan peradaban bangsa sangat besar. Menurut Widodo (2019) terdapat tiga unsur yang dapat memperlancar perkembangan minat baca yaitu keluarga, sekolah, dan pemerintah. Pemerintah dalam hal ini harus mendukung dan ikut menyelenggarakan kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan minat baca. Pemerintah dan masyarakat harus lebih memperhatikan pada krisis budaya dan minat baca di Indonesia. Salah satu upaya yang direalisasikan oleh pemerintah dan masyarakat adalah dengan mendirikan berbagai macam tempat membaca untuk masyarakat Indonesia. Taman Bacaan Mayarakat maupun komunitas-komunitas yang bergerak di bidang literasi. Sebagaimana tertuang dalam UU No. 43 Pasal 49 Tahun 2007 tentang Perpustakan yang berbunyi “Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat mendorong tumbuhnya taman bacaan dan rumah baca untuk menunjang pembudayaan kegemaran membaca”. Kehadiran taman baca, rumah baca, maupun komunitas baca ini diharapkan mampu membantu pemerintah dan masyarakat dalam mencapai salah tujuan utama membaca yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Taman Bacaan Masyarakat adalah sebuah ruang yang didesain semenarik mungkin dengan tujuan membuat masyarakat sekitar untuk datang dan belajar di tempat tersebut. Diharapkan keberadaan taman bacaan masyarakat ini mampu memberikan ruang kepada masyarakat sekitar untuk mendapatkan informasi, memperluas wawasan dan pengetahuan, sebagai tempat pembinaan watak dan moral, serta menumbuhkan tradisi budaya dan minat baca masyarakat.
Method
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Menurut Agustinova (2015) penelitian kualitatif ialah metode penelitian yang menggunakan landasan filsafat postpositivisme, dimana lebih menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu fenomena. Metode penelitian ini menggunakan teknik analisis mendalam (in-depth analysis), yaitu dengan mengkaji masalah secara kasus perkasus karena metode kualitatif yakin bahwa sifat suatu masalah satu akan berbeda dengan sifat dari masalah lainnya. Penelitian deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan atau menjelaskan kejadian saat ini. Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran yang mendalam mengenai peran Kedai Buku Jenny dalam menumbuhkan minat baca masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan di Kedai Buku Jenny Kompleks Wesabbe Blok C 17 Kota Makassar Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilaksanakan Desember 2021. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data Primer adalah data yang dikumpulkan langsung berdasarkan informasi dari informan. Dalam hal ini yang dimaksud adalah hasil wawancara dan observasi langsung yang dilakukan oleh peneliti. Sedangkan Data Sekunder adalah data yang diperoleh dari orang lain maupun berasal dari sumber dokumen. Data yang dimasud berasal dari skripsi, maupun jurnal yang berkaitan dengan fokus penelitian yang dilakukan. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Yaitu subjek penelitian maupun lokasi penelitian dipilih berdasarkan yang diinginkan oleh peneliti dengan tujuan untuk memahami central phenomenom yang ingin diteliti. Dalam penelitian ini yang menjadi informan adalah pengelola Kedai Buku Jenny. Alasan peneliti memilih pengelolah Kedai Baca Jenny karena mereka mengetahui dengan jelas segala kegiatan yang dilakukan di Kedai Baca Jenny. Mereka juga mengetahui aktivitas yang dilakukan oleh setiap pengunjung yang datang. Pemilihan informan ini bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat mengenai Kedai Buku Jenny. Metode pengumpulan data ialah teknik yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Metode (cara atau teknik) menunjuk suatu kata yang abstrak dan tidak diwujudkan dalam benda, tetapi hanya dapat diperlihatkan penggunanya (Sudaryono, 2013). Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi.
Result & Discussion
Kedai Buku Jenny berdiri pada tahun 2011. Pendiri Kedai Buku Jenny (KBJ) adalah Zulkhair Burhan dan beberapa temannya yang merupakan alumni dari jurusan Hubungan Internasional, Universitas Hasanuddin yang sama-sama memiliki keinginan untuk membangun sebuah perpustakaan yang bisa dijangkau oleh semua kalangan. Narasumber menuturkan bahwa awal dibentuknya Kedai Buku Jenny hanya sebagai tempat untuk bertemu, dan saling bertukar pikiran. Namun, pada dasarnya KBJ ini adalah sebuah Perpustakaan. Mereka ingin membuat bentukan yang baru, membuat desain perpustakaan yang tidak terikat dengan aturan-aturan perpustakaan pada umumnya. Perpustakaan ini memperbolehkan pengunjung untuk melakukan apa yang mereka sukai seperti berpuisi, membawa makanan, dan bisa bercerita sepuasnya tanpa harus dikekang oleh aturan yang ada. Pembentukan Kedai Buku Jenny ini terinspirasi dari ruang-ruang belajar yang ada di Kota Yogyakarta. Pemberian nama Kedai Buku Jenny juga berasal dari nama sebuah Band di Kota Yogyakarta yang sekarang berubah nama menjadi Festivalis. Band Jenny terkenal dengan lagu-lagunya yang dapat memberi etos bahwa melalui media apapun kamu bisa menjadi pioneer perubahan. Adapun visi dan misi dari Kedai Buku Jenny adalah: Visi :“menjadikan kedai buku jenny sebagai akses pengetahuan” dan Misi :“mengubah ruang pribadi menjadi ruang publik”. Sebelum dibentuknya Kedai Buku Jenny sekitar tahun 2000-an, akses pengetahuan belum secepat dan secanggih pada saat sekarang ini. Hadirnya Kedai Buku Jenny, diharapkan semua orang bisa mengakses pengetahuan ditempat ini sebab semua orang mempunyai hak atas pendidikan. Koleksi yang ada di Kedai Buku Jenny awalnya berasal dari koleksi milik pribadi karena pengelola yang membangun Kedai Buku Jenny ini merupakan alumni dari jurusan Hubungan Internasional, maka buku yang tersedia awalnya hanya buku tentang sosial politik. Kemudian bukunya berangsur bertambah pada saat adanya sumbangan dari orang-orang yang berkunjung di KBJ. Selain itu, KBJ juga mendapat sumbangan buku dari pemerintah maupun perusahaan berdasarkan kegiatan yang dilakukan oleh KBJ. Hingga saat ini koleksi yang ada di Kedai Buku Jenny dominan tentang koleksi sastra, sosial politik, dan juga kesenian seperti musik. Gambar 1. Koleksi yang tersedia di Kedai Buku Jenny Sumber : Foto Pribadi (2022) Gambar 2. Ruangan Kedai Buku Jenny Sumber : Foto Pribadi (2022) Fasilitas yang ada di KBJ adalah kipas angin, screen, display pameran, tempat untuk menonton film, televisi, dan juga prangkat suara. Orang-orang yang ingin memamerkan karya seninya bisa menggunakan display pameran yang telah disediakan oleh Kedai Buku Jenny. Program dan Kegiatan Kedai Buku Jenny Program Kedai Baca Jenny merupakan salah satu program pendidikan non formal yang dikelola secara perorangan. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Kedai Baca Jenny dilaksanakan untuk membantu pemerintah dan memberikan ruang kepada masyarakat sekitar dalam meningkatkan minat dan budaya baca serta menambah rasa kecintaanya terhadap buku. Kegiatan yang diadakan oleh Kedai Buku Jenny bisa diakses oleh siapapun yang menginginkannya. Berdasarkan data penelitian, diketahui bahwa ada banyak kegiatan yang sering dilakukan oleh Kedai Baca Jenny. Diantaranya adalah : 1. KBJamming, kegiatan ini merupakan program tertua yang dilakukan oleh Kedai Buku Jenny, program tersebut berupa program musik dimana program ini adalah program menceritakan musik yang di dengar, karena menurut informan, setiap musik yang didengar yang dinikmati memiliki cerita intim, kenangan, rasa, ingatan bahkan pengalaman spiritual. Kegiatan ini selalu mengangkat tema di setiap volumenya dan menghadirkan narasumber dan pemantik dalam kegiatan tersebut. 2. Menangisi Akhir Pekan, program ini seperti halnya ruang dengar bersama, orang-orang bisa mendengarkan keluh kesah selama sepekannya, misalnya masalah yang terjadi di negeri ini seperti korupsi, bencana alam kerusakan alam dan sebagainya. 3. Sajakkan saja, program ini berupaya untuk memberikan ruang kepada orang-orang untuk bersajak. Maksudnya, orang-orang yang datang ke program ini harus mempunyai sajak sendiri untuk dibacakan, serta menceritakan apa saja dibalik sajaknya atau cerita apa saja yang terkait dengan sajak yang telah dibacakan. 4. Buka Buku, program ini adalah program diskusi buku yang dimana setiap kegiatannya membahas dan mendiskusikan sebuah buku yang telah dipilih dan ada narasumber sebagai pembedah yang memaparkan isi buku yang telah dibaca. 5. Penerbitan buku, Kedai Buku Jenny juga memiliki program penerbitan buku skala kecil yang cukup produktif menerbitkan buku. Salah satu buku yang diterbitkan yakni berjudul Soundscape: Makassar, Musik dan Catatan tentang Kota. 6. Panggung Gembira, sebuah program yang ditujukan kepada anak-anak dengan kegiatan seperti membaca nyaring, bercerita dan kelas seni. Kedai Buku Jenny memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat sekitar. KBJ ini digunakan sebagai tempat untuk belajar dan menghetahui banyak hal. Anak-anak sekeliling kompleks datang sengaja untuk membaca atau hanya sekedar meramaikan. Disamping buku-buku formal, KBJ juga menyediakan berbagai koleksi hiburan seperti buku kesenian. KBJ juga rutin menggelar acara musik sehingga orang-orang sekitar sangat antusias menghadiri acara tersebut. Gambar 3. Program KBJamming Sumber : Foto Pribadi (2022) Gambar 4. Program Buka Buku Sumber : Foto Pribadi (2022) Gambar 5. Program Sajakkan Saja Sumber : Foto Pribadi (2022) Kendala-kendala dalam Menjalankan Program Pelaksanaan sebuah program atau kegiatan, pasti akan menemukan kendala-kendala yang dapat menjadi hambatan dalam proses pelaksanaanya. Kendala tersebut dapat berasal dari faktor dalam maupun faktor luar. Dari hasil penelitian yang dilakukan ditemukan kendala yakni: 1. Dana Operasional, tentu dalam melakukan kegiatan dibutuhkan banyak dan untuk mendukung kesuksesan acara atau program, Kedai Buku Jenny masih terkendala dari segi dana operasional setiap bulannya untuk menjalankan program-program yang telah direncanakan. 2. Ruangan terbatas, saat ini gedung Kedai Buku Jenny sifatnya masih semi permanen yang dimana di sebuah kompleks perumahan yang berukuran terbatas sehingga ruangan yang terbatas membatasi masyarakat untuk datang ke Kedai Buku Jenny. Relawan, dalam hal ini Kedai Buku Jenny masih terkendala dengan orang-orang yang ingin berpartisipasi secara sukarela untuk memberikan ilmu dan tenaganya dalam menjalankan setiap program yang dilakukan.
Conclusion
Menumbuhkan minat baca tentu tidak dilakukan dengan mudah, perlu strategi dan peran seseorang yang secara intensif memberikan pemahaman betapa pentingnya minat membaca. Kedai Buku Jenny merupakan wadah yang dibangun untuk memberikan sarana dalam menumbuhkan minat baca. Peran yang dilakukan Kedai Buku Jenny untuk menumbuhkan minat baca sangat besar dengan melakukan beberapa program diantaranya KBJamming, Menangisi Akhir Pekan, Sajakkan Saja, Buka Buku, Penerbitan Buku dan Panggung Gembira. Namun dalam menumbuhkan minat baca, Kedai Buku Jenny tentu menemui beberapa kendala diantaranya dana operasional, ruangan terbatas dan kekurangan relawan.