Pengukuran Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Salatiga sebagai Dasar Penyusunan Program Pengembangan dan Pembinaan Perpustakaan
Universitas Diponegoro; Universitas Diponegoro; Universitas Diponegoro
Abstrak
Perkembangan literasi masyarakat di Indonesia sangat bergantung kepada beberapa aspek kemampuan membaca masyarakat. Dalam menentukan kebijakan penyusunan program dan indikator keberhasilan dibutuhkan kajian dan tolak ukur secara berkala. Formulasi pengukuran Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) perlu dilakukan di Kota Salatiga. Penelitian IPLM bertujuan untuk mengetahui nilai IPLM Kota Salatiga, seperti kondisi semua jenis perpustakaan, baik dari aspek sebaran perpustakaan, koleksi, tenaga perpustakaan, hingga pemustaka yang ada di Kota Salatiga. Pengukuran IPLM dilakukan dengan pendekatan sensus. Dari hasil penelitian, diperoleh hasil skor IPLM Kota Salatiga pada tahun 2023 adalah sebesar 81,21%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa skor 81,21% berada pada interval antara 80 sampai dengan 90 sehingga IPLM Kota Salatiga tahun 2023 termasuk ke dalam tingkatan tinggi.
Abstract
The development of public literacy in Indonesia is very dependent on several aspects of people’s reading skills. In determining program development policies and indicators of success, periodic reviews and benchmarks are required. The formulation of the Community Literacy Development Index measurement needs to be done in Salatiga City. The CLDI research aims to determine the value of CLDI in Salatiga City, such as the condition of all types of libraries, both from the aspect of library distribution, collections, library staff, to users in Salatiga City. CLDI measurements were carried out using a census approach. From the results of the research, the score for the Salatiga City CLDI in 2023 was 81.21%. It can be concluded that the score of 81.21% is in the interval between 80 and 90 so the CLDI of Salatiga City in 2023 is included in the high level.
Keywords:
CLDI
· literacy
· index
· Library and Archive Service
· City of Salatiga
Introduction
Rendahnya minat membaca menjadi permasalahan bangsa kita. Oleh karena itu, minat membaca masyarakat Indonesia perlu ditingkatkan, salah satunya dengan meningkatkan peran perpustakaan. Peran pemerintah dengan membangun dan memfasilitasi berbagai koleksi buku di perpustakaan. Faktor untuk meningkatkan literasi membaca di Indonesia ada berbagai macam. Pitri & Sofia (2022) menjelaskan faktornya yaitu standar tingkat literasi membaca dan faktor fasilitas penunjang membaca literasi. Kemajuan literasi menjadi parameter kemajuan suatu daerah. Provinsi Jawa Tengah termasuk salah satu provinsi yang memiliki ratarata tingkat kegemaran membaca dalam peringkat tinggi. Hasil penelitian sensus yang dilakukan oleh Warsito, et al. (2022) terhadap 247 perpustakaan di 4 (empat) kecamatan di Kota Salatiga tahun 2022, diperoleh nilai IPLM Kota Salatiga sebesar 72,83 atau termasuk dalam tingkatan sedang (memenuhi standar). Pada tahun 2023 ini, peneliti melakukan penelitian kembali terkait dengan kajian IPLM di Kota Salatiga. Dalam Peraturan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2020 Tentang Rencana Strategis Perpustakaan Nasional Tahun 2020-2024, dijelaskan bahwa perpustakaan sebagai leading sector pengembangan dan pembinaan dan kegemaran membaca diamanatkan untuk menjalankan sejumlah program terkait dengan pengembangan budaya literasi. Kegiatan promosi perpustakaan juga seharusnya sudah memanfaatkan media sosial. Apalagi era digital menunjukkan bahwa media sosial menjadi elemen penting dan memiliki dampak dalam kegiatan perpustakaan (Fatmawati, 2017). Media sosial untuk menarik perhatian dan mengkomunikasikan kepada masyarakat terkait pelaksanaan program pemerintah. Dalam konteks ini, dapat diketahui jaringan atau hubungan misalnya pada nama pengguna dan hashtags, konten postingan yang berfokus pada kata kunci literasi seperti budaya literasi, literasi informasi, sosialisasi literasi, maupun sapaan literasi (Machmud, et al., 2023). Literasi dalam pengertian tradisional adalah kemampuan membaca dan menulis. Namun, dalam perkembangannya literasi dalam praktiknya berkembang secara luas dan meliputi literasi dalam berbagai aspek kehidupan, seperti literasi sains, literasi keuangan, literasi digital, literasi kewarganegaraan, literasi media, literasi berhitung, literasi teknologi, literasi budaya, dan lain sebagainya. Sebagai contoh literasi sains (Avikasari, et al., 2018) dalam penggunaan bahan ajar, diketahui bahwa pemilihan sumber belajar tidak menjelaskan konsep sains. Dalam Putera, et al. (2022), disebutkan bahwa Pemerintah Indonesia telah menetapkan instrumen kebijakan untuk literasi sains, yang salah satunya adalah mengembangkan dan memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber informasi. Kesadaran masyarakat terkait pentingnya literasi sangat mendukung keberhasilan dalam menghadapi permasalahan. Taman Bacaan Masyarakat (TBM) perlu dihidupkan dan dievaluasi pelaksanaannya. Senada yang dilakukan oleh Setiajaya (2022) bahwa evaluasi proses dan implementasi mengenai manfaat program Budayakeun Maca Sanajan Saeutik (BUCANTIK) itu dapat membantu pengelola program maupun masyarakat dalam meningkatkan minat literasi masyarakat. Pemerintah Kota Salatiga selalu aktif mengupayakan peningkatan angka kegemaran membaca dengan berbagai program. Urgensi penelitian IPLM di Kota Salatiga tahun 2023 ini perlu dilakukan karena mempertimbangkan hasil kajian IPLM dapat digunakan sebagai acuan dalam pengambilan kebijakan dalam program peningkatan IPLM di Kota Salatiga. Tujuan spesifiknya adalah untuk mengetahui nilai IPLM Kota Salatiga sebagai dasar penyusunan program pengembangan dan pembinaan perpustakaan. Rumusan masalahnya adalah berapa indeks pembangunan literasi masyarakat Kota Salatiga?
Method
Pengukuran IPLM dilakukan dengan pendekatan sensus. Dalam Zacharias, et al., (2019) dijelaskan bahwa penelitian sensus adalah survei yang meliputi seluruh populasi yang dijadikan objek penelitiannya. Dalam penelitian ini, metode pengumpulan data pada IPLM dilakukan secara langsung ke seluruh perpustakaan di Kota Salatiga dengan menggunakan kuesioner. Penelitian IPLM ini dilakukan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2023. Pengumpulan data yang menggunakan metode sensus ini berfokus pada pengembangan dan penguatan kelembagaan dan infrastruktur perpustakaan yang diukur melalui Unsur Pembangun Literasi Masyarakat (UPLM) dan Aspek Masyarakat (AM) yang sumbernya mengacu pada pedoman dari Perpusnas RI dalam pengukuran IPLM. Batasan penelitian IPLM adalah perpustakaan-perpustakaan yang disensus di Kota Salatiga pada setiap kecamatan. Variabel yang digunakan adalah variabel Unsur Pembangun Literasi Masyarakat (UPLM), Aspek Masyarakat (AM), Angka Pembagi Rasio Kabupaten/Kota, dan Angka Koreksi Berdasarkan Tingkat Kepadatan. Alasan menggunakan keempat variabel tersebut karena disesuaikan dengan pedoman dari Perpusnas RI dalam mengukur IPLM. Selain itu, alasan logis lainnya karena IPLM dapat diukur dengan keempat variabel dan dapat digunakan sebagai alat untuk mengetahui nilai IPLM sehingga nilai IPLM Kota Salatiga bisa diketahui. Populasi IPLM adalah perpustakaan di Kota Salatiga meliputi: Perpustakaan Umum, Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Perguruan Tinggi, Perpustakaan Khusus, dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga. Penentuan populasi dan sampel berdasarkan data BPS di Kota Salatiga, bahwa terdapat 4 (empat) kecamatan yang meliputi 23 desa/kelurahan. Untuk mewakili ketersebaran sampel secara spasial diambil sejumlah kecamatan sehingga jumlah kecamatan untuk penelitian IPLM adalah diambil dari empat kecamatan tersebut. Alasan memilih keempat kecamatan ini, karena di Kota Salatiga terdiri dari empat kecamatan. Untuk penjabaran dari kecamatan beserta kelurahannya, meliputi: 1. Kecamatan Sidorejo, terdiri dari 6 kelurahan: Blotongan, Sidorejo Lor, Salatiga, Bugel, Kauman Kidul, dan Pulutan. 2. Kecamatan Tingkir, terdiri dari 7 kelurahan: Kutowinangun Lor, Kutowinangun Kidul, Gendongan, Sidorejo Kidul, Kalibening, Tingkir Lor, dan Tingkir Tengah. 3. Kecamatan Argomulyo, terdiri dari 6 kelurahan: Noborejo, Ledok, Tegalrejo, Kumpulrejo, Randuacir, dan Cebongan. 4. Kecamatan Sidomukti, terdiri dari 4 kelurahan: Kecandran, Dukuh, Mangunsari, dan Kalicacing.
Result & Discussion
Penelitian IPLM Kota Salatiga tahun 2023 mengukur tujuh UPLM di Kota Salatiga. Setelah dilakukan sensus terhadap perpustakaan di empat kecamatan di Kota Salatiga, hanya terdapat 77,64% dari total keseluruhan perpustakaan tersebut (sebanyak 323 perpustakaan) yang dapat mengisi kuesioner IPLM. Dari hasil analisis, ada 22,36% dari totalnya (sebanyak 93 perpustakaan) sisanya tidak dapat mengisi kuesioner IPLM dikarenakan beberapa kendala. Dari hasil yang diperoleh, terdapat 104 perpustakaan KB/TK dan 48 perpustakaan TBM yang tidak diikutkan dalam perhitungan IPLM, sehingga hanya tersisa 171 data perpustakaan yang akan diolah. Sejumlah 171 perpustakaan tersebut terdiri dari 20 perpustakaan umum, 130 perpustakaan sekolah, 9 perpustakaan perguruan tinggi, dan 12 perpustakaan khusus. Jumlah perpustakaan Kota Salatiga menurut kecamatan tahun 2023 berdasarkan 170 data perpustakaan yang diolah, diketahui bahwa data tersebut tersebar pada empat kecamatan yang ada di Kota Salatiga. Rinciannya yaitu sebanyak 44 perpustakaan di Kecamatan Argomulyo, 27 perpustakaan di Kecamatan Tingkir, 43 perpustakaan di Kecamatan Sidomukti, dan 57 perpustakaan di Kecamatan Sidorejo. Persebaran jumlah pustakawan dan tenaga perpustakaan berdasarkan kecamatan dan tingkat pendidikan. Berdasarkan hasil penelitian IPLM di Kota Salatiga tahun 2023, dapat dilihat bahwa jumlah pustakawan yang paling sedikit terdapat di Kecamatan Tingkir yaitu sebanyak 17 orang dan jumlah pustakawan yang paling banyak terdapat di Kecamatan Sidorejo yaitu sebanyak 54 orang. Jumlah tenaga perpustakaan paling sedikit terdapat di Kecamatan Tingkir yaitu sebanyak 64 orang dan jumlah tenaga perpustakaan yang paling banyak terdapat di Kecamatan Sidorejo yaitu sebanyak 114 orang. Untuk persebaran tingkat pendidikan pustakawan dan tenaga perpustakaan yang paling banyak di setiap kecamatan di Kota Salatiga adalah pendidikan sarjana S1. Sementara itu, tingkat pendidikan pustakawan dan tenaga perpustakaan yang paling sedikit di setiap kecamatan adalah pendidikan SMA/sederajat. Variabel Aspek Masyarakat (AM) Aspek Masyarakat (AM) disesuaikan dengan segmentasi jenis perpustakan yang ada di Kota Salatiga pada tahun 2023. AM sebagai pembanding kriteria setiap IPLM untuk menghasilkan nilai rasio. Komponen AM diperoleh dari sumber data resmi pemerintah. Populasi penduduk mengacu pada data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) yaitu Salatiga Dalam Angka (2022). Dari hasil sensus yang dilakukan, diketahui bahwa AM Kota Salatiga pada tahun 2023, dapat ditampilkan seperti pada Tabel 1 berikut: Tabel 1. Komponen Aspek Masyarakat No. Aspek Masyarakat Sumber 1. Populasi Penduduk - Populasi Kota Salatiga: 195065 jiwa - Luas Wilayah Kota Salatiga: 54.98 km2 - Tingkat Kepadatan Kota Salatiga (jumlah populasi dibagi dengan luas wilayah): 3548 jiwa/km2 - Angka Pembagi Rasio Kabupaten/Kota (mengacu pada tabel angka pembagi rasio kabupaten/kota: 4000 - Angka Koreksi Berdasarkan Tingkat Kepadatan (mengacu pada tabel angka koreksi berdasarkan tingkat kepadatan): 1.5 BPS Kota Salatiga Dalam Angka 2022; BPS Jumlah Penduduk Provinsi/Kabupaten /Kota Salatiga 2022 2. Populasi Civitas Sekolah - Populasi Siswa Sekolah Dasar (SD): 16096 jiwa - Populasi Siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI): 3781 jiwa - Populasi Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP): 10223 jiwa - Populasi Siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs): 1 jiwa - Populasi Siswa Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/K): 12860 jiwa - Populasi Siswa Madrasah Aliyah (MA): 1269 jiwa Data Pokok Pendidikan 2022, Kemendikbud; EMIS Pendidikan Islam 2022, Kementerian Agama 3. Populasi Civitas Akademika - Populasi Mahasiswa: 33158 jiwa BPS Provinsi Jateng atau Kabupaten/Kota Salatiga 2022 4. Populasi Penduduk Bekerja - Populasi Masyarakat Bekerja: 108396 jiwa - Populasi Bekerja Sebagai Dosen: 833 jiwa - Populasi Bekerja Sebagai Guru Sekolah Dasar (SD): 1096 jiwa - Populasi Bekerja Sebagai Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI): 226 jiwa - Populasi Bekerja Sebagai Guru Sekolah Menengah Pertama (SMP): 665 jiwa - Populasi Bekerja Sebagai Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs): 118 jiwa - Populasi Bekerja Sebagai Guru Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/K): 865 jiwa - Populasi Bekerja Sebagai Guru Madrasah Aliyah (MA): 95 jiwa BPS Provinsi Jateng atau Kabupaten/Kota Salatiga 2022 Sumber: data penelitian diolah (2023) Jumlah populasi penduduk Kota Salatiga tahun 2023 sejumlah 195.065 jiwa. Angka pembagi rasio Kota Salatiga berfungsi sebagai pembagi jumlah perpustakaan pada IPLM. Tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, memiliki angka rasio yang tidak terlampau kecil, karena angka pembagi populasi yang besar. Angka koreksi sebagai bilangan pengali untuk rasio hasil setiap IPLM. Angka koreksi mengacu pada tingkat kepadatan penduduk Kota Salatiga, dengan rumus jumlah penduduk dibagi luas wilayah. Luas wilayahnya 5498 km2 sehingga diperoleh tingkat kepadatannya sebesar 3548 jiwa/km2 . Civitas sekolah yang terdiri dari siswa dan guru, berfungsi sebagai pembagi perpustakaan sekolah. Populasi siswa di Kota Salatiga dari mulai SD, MI, SMP, MTs, SMA/K, sampai MA. Sumber data mengenai jumlah siswa dan guru pada sekolah di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dianalisis dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Sementara itu, jumlah siswa dan guru di bawah Kementerian Agama, diperoleh dari laman EMIS Pendidikan Islam. Civitas akademik (mahasiswa dan dosen) di perguruan tinggi sebagai pembagi bagi perpustakaan perguruan tinggi yang ada di Kota Salatiga. Populasi mahasiswa sebesar 33.158 jiwa sedangkan jumlah dosennya 833 jiwa. Jumlah populasi masyarakat Kota Salatiga tahun 2023 yang statusnya bekerja, dianalisis dari data BPS pada bagian ketenagakerjaan pada angkatan kerja. Dari hasil analisis diperoleh bahwa populasi masyarakat yang bekerja di Kota Salatiga tahun 2023 sebanyak 108.396 jiwa. Variabel Unsur Pembangun Literasi Masyarakat (UPLM) Perhitungan rasio dari UPLM1 sampai dengan IPLM7 menghasilkan nilai IPLM. Dari ketujuh indikator IPLM, diketahui Unsur Pembangun Literasi Masyarakat (UPLM) Kota Salatiga tahun 2023, seperti pada Tabel 2 berikut: Tabel 2. Tujuh UPLM di Kota Salatiga Jenis Perpusta kaan Jumlah (UPLM1 sampai UPLM7) Perpus takaan Koleksi Tenaga Kun jungan per Hari Perpus takaan yang Dibina Sesuai Standar Masyara kat yang Terlibat Dalam Kegiatan Sosialisasi Pemus taka Perpustakaan Kabupaten/ Kota 1 44.903 20 285 1 1.599 39.424 Perpustakaan Kecamatan 2 365 3 4 0 0 32 Perpustakaan Desa/Kelura han 17 12.773 51 23 3 191 1.428 Perpustakaan SD/MI 81 10.793 177 1.906 43 12.058 16.154 Perpustakaan SMP/MTs 26 830 111 1.310 17 5.497 13.157 Perpustakaan SMA/K/MA 23 16.647 69 8.430 12 8.839 13.453 Perpustakaan Perguruan Tinggi 9 100.246 46 20.767 3 6.225 99.525 Perpustakaan Khusus 12 25.723 49 174 4 2.819 3.835 TOTAL 171 21.2280 526 32.899 83 37.228 187.008 Sumber: data penelitian diolah (2023) Perhitungan komponen penyusun IPLM menghasilkan matriks capaian dengan output umum pemetaan jenis perpustakaan di Kota Salatiga terkait tingkatan rasio perpustakaan umum, sekolah, dan perguruan tinggi. Untuk kondisi koleksi berdasarkan jenis, bentuk, klasifikasi, dan kebutuhan literasi. Kondisi SDM tiap jenis perpustakaan dihitung berdasarkan ketercukupan tenaga maupun yang berkualifikasi secara formal dalam bidang ilmu perpustakaan. Hasil pengukuran UPLM1 hingga UPLM7 wilayah Kota Salatiga pada tahun 2023, dapat dijabarkan hasilnya pada Tabel 3 berikut: Tabel 3. Nilai Rasio IPLM Kota Salatiga IPLM ANGKA RASIO 1. UPLM1 (Ketersediaan Layanan Perpustakaan) 0.00258536 2. UPLM2 (Ketercukupan Koleksi) 1.818361971 3. UPLM3 (Ketercukupan Tenaga Perpustakaan) 0.007303617 4. UPLM4 (Kunjungan Masyarakat Per Hari) 0.408790867 5. UPLM5 (Perpustakaan Yang Dibina Sesuai Standar) 1.544287786 6. UPLM6 (Keterlibatan Masyarakat Dalam Sosialisasi Perpustakaan) 0.059233665 7. UPLM7 (Jumlah Pemustaka) 1.843946688 Sumber: data penelitian diolah (2023) Tahap selanjutnya adalah menghitung skor IPLM Kota Salatiga tahun 2023. Semua angka rasio dari UPLM1 dijumlahkan hingga UPLM7 dengan menerapkan rumus berikut: IPLM = ( 𝑈𝑃𝐿𝑀1 𝐴𝑀 + 𝑈𝑃𝐿𝑀2 𝐴𝑀 + 𝑈𝑃𝐿𝑀3 𝐴𝑀 + 𝑈𝑃𝐿𝑀4 𝐴𝑀 + 𝑈𝑃𝐿𝑀5 𝐴𝑀 + 𝑈𝑃𝐿𝑀6 𝐴𝑀 + 𝑈𝑃𝐿𝑀7 𝐴𝑀 ) / 7 × 100 IPLM = 0.0025853+1.81836197+0.00730361+0.4087908+1.5442877+0.0592336+ 1.8439466 7 ×100 IPLM = 5.684509953 7 × 100 IPLM = 81.20728505 Jadi, diperoleh hasil skor IPLM Kota Salatiga adalah sebesar 81,21%. Dari analisis dan perbahasan, dapat diketahui bahwa IPLM Kota Salatiga pada tahun 2023 adalah sebesar 81,21%. Artinya bahwa skor tersebut berada pada interval “80-90” sehingga dapat disimpulkan bahwa IPLM Kota Salatiga tahun 2023 termasuk ke dalam tingkatan “tinggi”. Jika dibandingkan dengan skor IPLM tahun sebelumnya (2022), ada peningkatan skor. Hasil kajian IPLM Kota Salatiga tahun 2022 sebesar 72,83 sehingga mengalami peningkatan nilai indeksnya sebesar 8,38. Dalam konteks ini, berarti program yang telah diimplementasikan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga dalam membina perpustakaan di Kota Salatiga pada tahun 2023, telah berhasil, ada peningkatan yang signifikan dan telah sesuai dengan harapan. Dari hasil yang demikian, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga diharapkan dapat menyusun strategi pengembangan perpustakaan dan pembinaan bagi semua jenis perpustakaan di Kota Salatiga secara berkelanjutan dan berkesinambungan. Kajian IPLM secara berkesinambungan ini diharapkan memberikan sumbangsih hasil kajian, rekomendasi, dan menghasilkan formulasi pengukuran IPLM yang menyediakan data akurat dan holistik dari UPLM1 sampai UPLM7. Untuk UPLM1, perlu lebih aktif lagi dalam membina, mengawasi, mendampingi, dan mendorong inisiasi masyarakat dalam memakmurkan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang sudah ada di Kota Salatiga. Melalui kegiatan konstruktif dari TBM diharapkan dapat meningkatkan budaya literasi masyarakat Kota Salatiga. Oleh karena itu, perlu memprogramkan secara berkala kegiatan brainstorming dengan stakeholder, tokoh masyarakat terkait, para agen literasi, pegiat literasi dengan kebutuhan khusus, para difabel, pengelola perpustakaan, maupun para pustakawannya dalam rangka mengidentifikasi minat dan survei kebutuhan informasi masyarakat Kota Salatiga. Upaya memberikan edukasi kepada para pegiat literasi terkait fungsinya dalam menumbuhkan minat baca harus terus dilakukan. Oleh karena perkembangan jenis literasi telah berkembang dalam berbagai aspek kehidupan, maka pihak perpustakaan bisa mengedukasi masyarakat, misalnya dalam hal mewujudkan corner literasi keuangan di perpustakaan. Upaya ini bisa diwujudkan dengan menggandeng pihak terkait seperti dunia perbankan dan OJK. Untuk UPLM2, perlu mengoptimalkan penggunaan sumber daya informasi elektronik (eresources) yang sudah ada. Sumber informasi tidak hanya tercetak tetapi juga digital. Literasi membaca menjadi persoalan global yang perlu mendapatkan perhatian serius (Wijayanti, 2020). Program perbaikan untuk literasi masyarakat dapat meningkatkan nilai indeks pembangunan manusia. Meningkatkan kemampuan literasi dilakukan dengan memberikan pelatihan dasar sesuai kebutuhan masyarakat sehingga merangsang mereka untuk lebih peduli terhadap perkembangan lingkungan sekitar (Muti’ah, et al., 2022). Pustakawan yang ada perlu diberdayakan dengan proaktif memberikan training dan bimtek literasi secara bertahap, misalnya terkait dengan sosialisasi sumber informasi elektronik, strategi cerdas dalam mengakses informasi yang berkaitan dengan pangkalan data digital, cara mengunduh, maupun literasi teknis lainnya yang berhubungan dengan tools maupun fitur-fitur di dalam basis data digital. Begitu pula, dapat dilakukan kegiatan untuk memanfaatkan koleksi di perpustakaan lain yang open source (misalnya Onesearch, OJS, maupun sumber-sumber informasi digital lainnya) sehingga masyarakat Kota Salatiga dapat mengakses koleksi digital yang ketersediaannya sangat berlimpah. Untuk UPLM3, kompetensi tenaga perpustakaan menjadi hal yang sangat penting dalam meningkatkan indeks literasi masyarakat. Pustakawan harus bisa memberikan manfaat dan berkontribusi luas bagi masyarakat yang lebih besar (Dali, 2015). Jadi, perlu lebih intens lagi dalam memberikan pelatihan khusus kepada mereka dengan berbagi topik. Upaya kerjasama yang lebih konkret dalam bentuk follow up kegiatan dengan pihak perpustakaan umum, perpustakaan sekolah/madrasah, perpustakaan perguruan tinggi, maupun perpustakaan khusus, bisa ditingkatkan lagi. Untuk memberikan apresiasi kepada tenaga perpustakaan di Kota Salatiga, maka perlu mensosialisasikan dan mengkoordinir pelaksanaan assessment untuk uji kompetensi secara bertahap melalui LSP Pustakawan dan BNSP. Program ini bisa dilakukan secara mandiri maupun dengan menggandeng organisasi profesi Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI). Untuk UPLM4, guna meningkatkan jumlah kunjungan per hari ke perpustakaan, maka perlu lebih gencar lagi dalam mempromosikan kegiatan maupun koleksi perpustakaan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat Kota Salatiga. Upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar cepat beradaptasi global dengan meningkatkan gemar membaca (Khalifatussalam, 2021). Promosi membudayakan gemar membaca tidak hanya melalui media tercetak saja, tetapi bisa ditingkatkan yang berbasis teknologi informasi dan sesuai dengan minat pemustaka milenial. Hal ini tidak hanya website, media sosial, tetapi bisa konten-konten kreatif lainnya yang lebih mempersuasif masyarakat agar berkunjung ke perpustakaan, baik kunjungan secara fisik maupun virtual. Untuk UPLM5, tetap perlu memberikan pembinaan kepada pengelola perpustakaan di Kota Salatiga, agar dapat mengelola perpustakaannya sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan (SNP). Agenda pertemuan dengan para pengelola perpustakaan, perlu dilakukan dengan memberikan target capaian secara periodik. Selanjutnya, monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan harus diprioritaskan lebih pada pembinaan agar semua jenis perpustakaan di Kota Salatiga yang sudah dibina sesuai standar menjadi lebih meningkat setiap tahunnya. Untuk UPLM6, perlu meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan sosialisasi perpustakaan. Hal ini bisa mengagendakan kegiatan yang lebih fokus pada program literasi dini dari lingkungan keluarga keluarga sebagai lingkungan dasar yang sangat dekat dengan anak. Peran keluarga sangat penting dalam literasi dini. Minat baca harus distimulus dari usia dini (Irna, 2019). Anak yang terbiasa sejak dini memperoleh literasi akan memiliki keberanian menuangkan ide (Inten, 2017). Literasi keluarga sebagai landasan utama anak untuk mendukung aktivitas belajar anak dan dapat meningkatkan pengetahuan sebagai kebutuhan dalam hidupnya. Kegiatan literasi sebagai langkah awal anak muda dalam berbagai pengetahuan sehingga literasi keluarga dengan keterlibatan orang tua sangat penting (Wuryani & Nugraha, 2021; Yunita & Apriliya, 2022). Role model keluarga bisa diwujudkan untuk menggerakkan entitas lingkungan yang lebih besar. Event lomba bisa direncanakan dengan berbagai model kegiatan untuk membumikan literasi di tingkat keluarga, bisa anak, orang tua, maupun keterlibatan keduanya. Setelah itu, bisa dikembangkan di tingkat Dawis, RT, RW, Kecamatan, dan seterusnya sehingga keterlibatan masyarakat akan nampak. Begitu pula, bisa dengan karakteristik pelajar, mahasiswa, pegawai pemerintah, swasta, ibu rumah tangga, pengusaha, dan karakterisrik profesi lain yang ada di Kota Salatiga. Jadi, sosialisasi yang dimaksud bisa lebih terimplementasikan dalam segi kehidupan mereka sehingga jiwanya lekat dengan perpustakaan sebagai sumber ilmu sepanjang hayat. Untuk UPLM7, jumlah pemustaka yang berkunjung secara fisik ke perpustakaan bisa terus ditingkatkan seiring dengan berkembangnya kebutuhan informasi pemustaka. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga sebagai perpustakaan umum dan menjadi institusi pembina perpustakaan se Kota Salatiga, bisa mengoptimalkan dalam pemanfaatan media sosial dalam meningkatkan minat kunjungan masyarakat. Hal ini bisa menargetkan jumlah kunjungan pemustaka dari berbagai kelompok umur, misalnya kategori anak-anak, remaja, dewasa, maupun pemustaka kelompok rentan (lansia, ibu hamil, disabilitas). Artinya, perlu menyediakan fasilitas ruangan maupun koleksi yang mengakomodir kebutuhan mereka. Harapannya untuk tahun-tahun mendatang, nilai IPLM Kota Salatiga terus semakin meningkat sehingga masyarakat Kota Salatiga semakin maju dan sejahtera. Hal ini dalam rangka mewujudkan literasi untuk kesejahteraan. Pengukuran IPLM ini selain untuk menjawab indikator kinerja kunci urusan perpustakaan tetapi dalam praktiknya juga sebagai dasar penyusunan program pengembangan perpustakaan maupun bahan pembinaan pada berbagai jenis perpustakaan di Kota Salatiga.
Conclusion
Pengukuran IPLM tahun 2023 sebagai salah satu upaya yang dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga dalam menyusun program pengembangan dan membina perpustakaan sepanjang hayat. Setelah dilakukan sensus terhadap 416 perpustakaan di 4 (empat) kecamatan di Kota Salatiga tahun 2023, hanya terdapat 323 perpustakaan yang mengisi kuesioner. Selanjutnya terdapat 104 perpustakaan KB/TK dan 48 perpustakaan TBM yang tidak diikutkan dalam perhitungan IPLM sehingga hanya tersisa 171 data perpustakaan yang diolah dan dilakukan perhitungan dalam penelitian ini. Sejumlah 171 perpustakaan tersebut terdiri dari 20 perpustakaan umum, 130 perpustakaan sekolah, 9 perpustakaan perguruan tinggi, dan 12 perpustakaan khusus. Rincian perpustakaan tersebut yaitu 44 perpustakaan di Kecamatan Argomulyo, 27 perpustakaan di Kecamatan Tingkir, 43 perpustakaan di Kecamatan Sidomukti, dan 57 perpustakaan di Kecamatan Sidorejo. Hasil skor Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Salatiga tahun 2023 sebesar 81,21 atau termasuk dalam tingkatan tinggi. Hal ini berarti perolehan nilai indeks IPLM tahun 2023 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya yang hanya sebesar 72,83 dalam tingkatan sedang.