Kembali
16
1
2024 Jurnal Pustaka Ilmiah Vol 10 · 1 ISSN 2685-8363

Analisis Bibliometrik Perkembangan Penelitian Preservasi Naskah Kuno di Perpustakaan

Universitas Indonesia; Universitas Indonesia; Universitas Indonesia; Universitas Indonesia

Abstrak

Preservasi naskah kuno merupakan aspek krusial dalam menjaga warisan budaya dan pengetahuan sejarah suatu bangsa. Koleksi naskah kuno memiliki risiko kerusakan tinggi, dan preservasi menjadi tanggung jawab utama bagi berbagai pihak, termasuk perpustakaan. Meskipun telah dilakukan beberapa penelitian terkait preservasi naskah kuno di Indonesia, namun belum ada penelitian yang mengkaji tren penelitian ini secara global. Oleh karena itu, studi ini menggunakan analisis bibliometrik dengan tujuan untuk mengkaji perkembangan tren penelitian mengenai preservasi naskah kuno di perpustakaan. Penelitian dilaksanakan pada 14 November 2023 dengan melakukan penelusuran melalui database Scopus menggunakan kata kunci preservation, manuscript, library. Data dianalisis menggunakan aplikasi VOSViewer untuk mengetahui peta bibliometrik perkembangan penelitian mengenai preservasi naskah kuno di perpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada 134 publikasi preservasi naskah kuno di perpustakaan sangat fluktuatif, (2) gambaran tren penelitian preservasi naskah kuno di perpustakaan terbagi menjadi kluster manuscripts, historic preservation, dan digitization, (3) Amerika Serikat menjadi negara yang paling produktif dalam publikasi internasional, (4) Universitas Indonesia menjadi institusi yang paling kontributif dalam publikasi internasional, dan (5) topik seperti historical documents, digital storage, deterioration dapat diteliti di masa depan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pandangan terhadap topik penelitian yang dapat dijelajahi lebih lanjut di masa mendatang.

Abstract

Preserving manuscripts is crucial to maintaining a nation's cultural heritage and historical knowledge. Manuscript collections have a high risk of damage, and preservation is the primary responsibility of various parties, including libraries. Although several studies have been carried out regarding preserving manuscripts in Indonesia, research has yet to examine this trend globally. Therefore, this study uses bibliometric analysis to explore the development of research trends regarding the preservation of manuscripts in libraries. The research was carried out on November 14, 2023, by searching the Scopus database using the keywords preservation, manuscript, and library. Data were analyzed using the VOSViewer application to determine a bibliometric map of research developments regarding the preservation of manuscripts in libraries. The research results show that (1) there are 134 publications on manuscript preservation in libraries tend to increase, (2) overview of research trends in the preservation of manuscripts in libraries divided into clusters of manuscripts, historic preservation, and digitization, (3) The United States is the most productive country in international publications, (4) the University of Indonesia is the most contributive institution in international publications, and (5) topics such as historical documents, digital storage, deterioration can be researched in the future. This research will provide insight into research topics that can be explored further.
Keywords: preservation · manuscripts · library · bibliometrics analysis · research trend

Introduction

Setiap bangsa memiliki catatan mengenai perjalanan dan sejarahnya. Perjalanan panjang ini sering meninggalkan jejak dalam bentuk naskah kuno atau manuskrip kuno, yang ditulis dalam berbagai bahasa dan aksara. Naskah kuno tidak hanya sebagai dokumen, melainkan sebagai sebuah tradisi hidup di masyarakat yang mencerminkan kemajuan peradaban anak bangsa yang menciptakannya (Latiar, 2018). Dibandingkan dengan artefak budaya lainnya, naskah kuno memiliki risiko kerusakan yang lebih tinggi akibat berbagai faktor seperti kelembaban udara, bencana alam, kebakaran, atau pencurian (Alfida, 2015). Preservasi tidak hanya dilakukan terhadap bahan pustaka saja, namun juga dapat mencakup cagar budaya, tradisi, ritual atau upacara, bahasa daerah, permainan tradisional, dan sebagainya (Handayani, 2023). Penting untuk menyadari bahwa naskah kuno adalah sumber pengetahuan yang sangat autentik, sehingga menjaga, mempelajari, serta melestarikannya adalah suatu keharusan. Kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam preservasi naskah kuno sangat penting. Preservasi naskah kuno juga merupakan perhatian utama bagi pustakawan, ilmuwan informasi, arsiparis, kurator, cendekiawan, dan berbagai institusi lainnya (Yasin, 2016). Preservasi naskah kuno merupakan upaya untuk memperbaiki, mencegah, menyelamatkan, mempertahankan, dan memperpanjang usia dari sisi informasi maupun fisik dari kerusakan (Makmur et al., 2021). Koleksi beragam yang dimiliki oleh lembaga informasi, naskah kuno adalah harta berharga yang membawa nilai budaya nasional. Oleh karena itu, perlu dijaga dan dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya bangsa yang mencakup warisan sastra, linguistik, seni, dan budaya. Menjalankan preservasi terhadap koleksi naskah kuno dan melindungi informasi serta pengetahuan yang terkandung di dalamnya merupakan aktivitas yang sangat penting bagi lembaga informasi, termasuk perpustakaan (Zulfitri, 2014). Sejak awal sejarahnya, perpustakaan bukan hanya berfungsi sebagai tempat untuk mendapatkan pengetahuan dan mengasah budaya, tetapi juga secara bersama mendukung serta menjadi pelaku utama dalam pelestarian budaya dan sejarah, mewariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya (Nugraha & Laugu, 2021), sehingga, perpustakaan yang memiliki peran sebagai tempat pelestarian bahan pustaka, dituntut untuk secara maksimal dapat memanfaatkan perannya, terutama dalam merawat koleksi naskah kuno (Bahar & Mathar, 2015). Kegiatan preservasi naskah kuno bagi para pustakawan merupakan tugas yang penuh risiko, karena adanya berbagai faktor yang dapat merusak koleksi baik dari dalam maupun luar. Faktor internal yang dapat menyebabkan kerusakan umumnya berasal dari kondisi fisik bahan pustaka, seperti jenis kertas, tinta, dan hasil penjilidan. Sementara faktor eksternal dapat diakibatkan oleh kondisi ruangan, intensitas cahaya, suhu, serangga, dan sebagainya (Riswinarno, 2017). Dalam situasi ini, tugas pustakawan adalah mengelola bahan pustaka melalui upaya pemeliharaan dan perawatan (Pramana, 2022). Preservasi naskah kuno melibatkan dua aspek, yaitu menjaga bentuk fisik naskah dan teks di dalamnya. Pelestarian fisik melibatkan kegiatan konservasi dan restorasi, dengan tujuan menjaga bentuk fisik naskah agar tetap utuh seperti aslinya dan tidak mengalami kerusakan. Sementara itu, pelestarian teks melibatkan digitalisasi, katalogisasi, dan riset filologi (Prastiani & Subekti, 2019). Melakukan preservasi teks naskah dengan cara membuat salinan digital ke media lain, sehingga isi naskah dapat tetap dilestarikan meskipun fisik naskah mengalami kerusakan. Upaya preservasi dengan proses digitalisasi telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 88 Tahun 1999 mengenai tata cara pengalihan dokumen perusahaan ke dalam bentuk mikrofilm atau media non-kertas yang memiliki tingkat keamanan tinggi, seperti CD ROM dan WORM (Prasetyo, 2019). Hal ini terlihat bahwa perawatan yang cermat terhadap koleksi naskah kuno di perpustakaan, yang merupakan bagian dari warisan budaya, merupakan hal yang sangat penting untuk memastikan keberlanjutan ilmu pengetahuan yang terkandung di dalamnya. Preservasi naskah kuno merupakan isu penting bagi para penjaga naskah di seluruh dunia. Berbagai negara, termasuk perpustakaan di Indonesia, telah mengambil berbagai langkah untuk melakukan preservasi naskah kuno. Hal ini dapat terlihat dalam penelitian Ardiansyah (2015) yang membahas terkait kompetensi dan permasalahan preservasi naskah kuno di Perpustakaan Nasional RI. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan observasi dan wawancara pihak yang terlibat dalam preservasi naskah kuno. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukannya beberapa permasalahan seperti kurangnya jumlah sumber daya manusia yang menguasai bahasa yang digunakan dalam naskah kuno seperti aksara Bugis, Batak, dan Kaganga. Upaya yang dapat dilakukan salah satunya yaitu Perpustakaan Nasional RI membentuk konsorsium penelitian yang melibatkan perguruan tinggi dan otoritas adat sesuai dengan budaya asal yang digunakan dalam naskah kuno. Kegiatan preservasi naskah kuno juga terlihat dalam penelitian Ariyanti (2017) yang membahas preservasi naskah kuno di Perpustakaan Rekso Pustaka Surakarta sebagai upaya penyelamatan aset keraton Pura Mangkunegaran Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan observasi dan wawancara pustakawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perpustakaan Rekso Pustaka telah melaksanakan kegiatan preservasi mulai dari penyimpanan hingga pemulihan naskah yang rusak melalui perbaikan dan alih media. Namun pengaturan suhu dan cahaya masih belum optimal karena ruangannya belum dilengkapi dengan AC. Tantangan yang dihadapi dalam kegiatan preservasi naskah kuno melibatkan beberapa aspek yaitu (1) keterbatasan sumber daya manusia yang terlibat dalam preservasi, (2) keterbatasan anggaran, serta (3) keterbatasan sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan preservasi naskah kuno. Kemudian Nugraha & Laugu (2021) membahas terkait preservasi naskah kuno sebagai upaya menjaga warisan budaya bangsa di Perpustakaan Museum Dewantara Kirti Griya Tamansiswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan observasi dan wawancara pustakawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan preservasi naskah kuno melibatkan berbagai langkah kebijakan, seperti penggunaan cover box, pengaturan suhu, dan kelembaban untuk tujuan kuratif. Selain itu, upaya preventif juga dilakukan melalui digitalisasi, duplikasi naskah ke bentuk hard copy, dan pembersihan manual. Upaya ini bertujuan untuk menjaga warisan budaya bangsa dengan merawat fisik dan informasi naskah, yang kemudian dilakukan proses diseminasi kepada publik. Sedangkan kendala yang dihadapi terkait dengan sumber daya manusia dan pendanaan. Ketiga penelitian terdahulu membahas mengenai kegiatan preservasi naskah kuno, namun terbatas hanya pada negara Indonesia. Kegiatan preservasi naskah kuno sejak dahulu tidak hanya dilakukan di Indonesia, berbagai negara juga telah melakukan kegiatan tersebut, sehingga telah banyak peneliti yang mengkaji terkait topik tersebut. Namun, belum ada penelitian yang mengkaji perkembangan tren penelitian preservasi naskah kuno dengan lingkup perpustakaan di seluruh dunia. Padahal naskah kuno memiliki potensi pengetahuan yang sangat luas mengenai kekayaan pengetahuan yang terjadi di masa lalu. Berbagai kemajuan dalam penerapan teknologi, termasuk media dan teknologi digital, serta pembahasan teknik preservasi, menjadi aspek yang sangat relevan. Pembahasan mengenai kemajuan ilmiah dan tren ini menjadi krusial untuk memahami perkembangan dalam usaha melestarikan pengetahuan sejarah bangsa. Salah satu pendekatan untuk memahami tren dan diskusi ilmiah mengenai preservasi naskah kuno adalah melalui analisis bibliometrik. Oleh sebab itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terkait analisis bibliometrik perkembangan penelitian preservasi naskah kuno di perpustakaan. Pertanyaan penelitian adalah (1) RQ 1: Jumlah publikasi penelitian mengenai preservasi naskah kuno di perpustakaan tahun 2014 – 2023, (2) RQ 2: Gambaran umum perkembangan tren penelitian mengenai preservasi naskah kuno di perpustakaan, (3) RQ 3: Sebaran penelitian negara yang telah melakukan penelitian mengenai preservasi naskah kuno di perpustakaan, (4) RQ 4: Kontribusi institusi/afiliasi penulis dalam publikasi internasional mengenai preservasi naskah kuno di perpustakaan, (5) RQ 5: Topik penelitian mengenai preservasi naskah kuno di perpustakaan yang dapat diteliti di masa depan.

Method

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis bibliometrik. Proses bibliometrik menggunakan filter yang berbeda untuk mempersempit jumlah publikasi ilmiah yang berkaitan dengan preservasi naskah kuno di perpustakaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data publikasi internasional mengenai manuscript preservation in library yang diperoleh dari situs web Scopus (www.scopus.com). Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 14 November 2023. Banyaknya artikel yang dikumpulkan setelah filter pertama dan kedua membentuk data untuk dianalisis melalui perangkat lunak VOSviewer. Kemudian hasil data yang sudah diolah akan dianalisis secara deskriptif berdasarkan tahun terbit publikasi, negara penerbit hasil penelitian, dan subjek penelitian. VOSviewer menyediakan pemetaan bibliometrik berdasarkan jaringan kata kunci. Ini menerapkan teknik pemetaan, dan analisis data co-occurrence mengikuti matriks kesamaan. Pemetaan VOS (visualisasi kesamaan) menyediakan representasi visual berkualitas tinggi untuk menjelajahi peta secara mendetail dengan menawarkan opsi pembesaran dan pengguliran. Pada penelitian ini, dokumen dipilih setelah filter kedua dipertahankan. Filter kedua dalam hal ini berarti menginklusikan pencarian dengan rentan waktu publikasi yaitu sepuluh tahun terakhir (2014-2023) dan menggunakan bahasa Inggris. Strategi Pencarian Pertama: Filter Pertama Langkah ini terdiri dari melakukan pencarian pada judul artikel, abstrak, dan kata kunci. Bidang kata kunci dibagi menjadi dua bagian yang saling melengkapi. Pertama menggunakan kata kunci “preservation", kedua “manuscript”, dan ketiga “library”. Dalam penggunaan kata kunci ini juga menggunakan operator Boolean untuk mendapatkan hasil yang akurat, sehingga penelusuran menggunakan keywords ("preservation" AND "manuscript" AND "library"). Setelah menerapkan strategi pencarian pertama, 274 publikasi ilmiah awal ditemukan di database Scopus. Gambar 1. Hasil pencarian dengan strategi pencarian pertama Sumber: scopus.com Strategi Pencarian Kedua: Filter Kedua Jumlah publikasi kemudian dipilih atau dikecualikan menggunakan alat pendukung yang tersedia di situs web Scopus. Dua kriteria inklusi utama adalah: sepuluh tahun terakhir publikasi (2014-2023) dan menggunakan bahasa Inggris. Alasan pemilihan tahun 2014-2023 karena selama dekade terakhir, terjadi perkembangan signifikan dalam pendekatan preservasi naskah kuno di perpustakaan. Sehingga analisis bibliometrik selama periode ini sangat relevan untuk mengidentifikasi perubahan, tren atau perkembangan dalam publikasi ilmiah di bidang preservasi naskah kuno di perpustakaan. Setelah menerapkan strategi pencarian kedua, 134 publikasi ilmiah ditemukan di database Scopus. 134 data yang telah ditemukan tersebut, kemudian dikumpulkan dan diekspor dari situs web Scopus kedalam file data CSV. Setelah menjadi file data CSV, data tersebut diunggah ke perangkat lunak VOSviewer. Jumlah data yang besar ini merupakan input untuk pemetaan bibliometrik dan melakukan jaringan kata kunci yang berkaitan melalui analisis cooccurrence. Ada 134 publikasi ilmiah yang tersisa digunakan untuk menyusun statistik data awal. Gambar 2. Hasil pencarian dengan strategi pencarian kedua Sumber: scopus.com

Result & Discussion

Dalam bab ini akan dibahas mengenai perkembangan jumlah publikasi internasional mengenai preservasi naskah kuno di perpustakaan pada database Scopus dari tahun 2014 2023. Kata kunci digunakan untuk mengetahui jumlah dokumen, nama pengarang, tahun, tipe dokumen, afiliasi, dan jenis sumber. Jumlah Publikasi Penelitian mengenai Preservasi Naskah Kuno di Perpustakaan Tahun 2014 - 2023 Berdasarkan hasil penelusuran pada database Scopus menunjukkan bahwa secara umum perkembangan penelitian mengenai preservasi naskah kuno di perpustakaan secara internasional dalam kurun waktu 2014 - 2023 sangat fluktuatif. Ada 134 jumlah publikasi penelitian mengenai preservasi naskah kuno di perpustakaan terlihat pada Gambar 3. Gambar 3. Trendline penelitian mengenai preservasi naskah kuno di perpustakaan tahun 2014 - 2023 Sumber: data peneliti diolah, 2024 Gambar 3 terlihat bahwa sejak tahun 2014 hingga tahun 2023 perkembangan penelitian mengenai preservasi naskah kuno di perpustakaan cenderung mengalami peningkatan yang stabil, meskipun di beberapa tahun mengalami sedikit penurunan. Peningkatan perkembangan penelitian mengenai preservasi naskah kuno di perpustakaan paling tinggi pada tahun 2020 yang mencapai 23 publikasi. Sedangkan publikasi terendah terjadi pada tahun 2014 dengan jumlah publikasi sebanyak 7 publikasi. Penurunan yang terjadi pada tahun 2021 - 2023 menjadi isu yang cukup penting untuk para praktisi dan akademisi, sehingga perlu adanya himbauan untuk peneliti memperbanyak publikasi terkait preservasi naskah kuno di perpustakaan agar kembali mengalami peningkatan. Meskipun publikasi pada tahun 2021 - 2023 mengalami penurunan, namun di masa yang datang publikasi ilmiah terkait preservasi naskah kuno dapat diperluas lingkupnya, misalnya terkait preservasi digital. Hal ini sesuai dengan penelitian Putra & Widya (2023), bahwa kegiatan preservasi digital sudah mulai banyak diterapkan pada berbagai instansi, salah satunya yaitu Perpustakaan Nasional RI. Sehingga, kegiatan tersebut dapat dimanfaatkan peneliti untuk melakukan banyak publikasi terkait preservasi digital naskah kuno di masa yang akan datang. Penelitian preservasi naskah kuno dengan lingkup yang lebih bervariasi berpotensi untuk mengalami peningkatan dan menjadi topik yang diminati. Gambaran Umum Perkembangan Tren Penelitian mengenai Preservasi Naskah Kuno di Perpustakaan Tahun 2014 – 2023 Ada 134 publikasi yang telah ditemukan dari strategi pencarian dipindahkan sebagai data bibliografi ke aplikasi VOSViewer untuk diolah. Data bibliografi ini digunakan untuk menggambarkan jaringan kata kunci yang ditemukan dengan tautan antar kata kunci tersebut. Seluruh jaringan kata kunci dipetakan pada Gambar 4. Dalam jaringan yang digambarkan, lingkaran adalah representasi dari kata kunci, dan diameter dari lingkaran tersebut mewakili frekuensi kemunculan setiap kata kunci. Jarak antara dua kata kunci menunjukkan keterkaitan dalam hal tautan kejadian bersama. Tautan kejadian bersama ini ditentukan berdasarkan jumlah dokumen di mana kata kunci muncul bersamaan. Sehingga, semakin dekat dua kata kunci terletak satu sama lain, semakin kuat kaitannya. Di jaringan, kumpulan kata kunci yang memiliki hubungan kuat menciptakan kluster, masing-masing disajikan dengan warna berbeda. Menggunakan semua kata kunci dalam satu kluster untuk persamaan pencarian di database Scopus, ditemukan daftar makalah yang mewakili perkembangan penelitian masing-masing kluster. Dari hasil pengolahan data bibliografi tersebut, ditemukan bahwa terdapat tiga kluster utama jaringan yang teridentifikasi oleh VOSViewer tahun 2014 - 2023. Tiga kluster utama dijelaskan pada Gambar 4 dan Tabel 1 yang mencakup warna, komponen kluster, dan tren penelitian di setiap kluster. Pada Tabel 1 dijelaskan bahwa keywords utama yang muncul ada tiga, yaitu manuscripts, historic preservation, dan digitization. Gambar 4. Pemetaan menggunakan VOSViewer dengan hasil 134 dokumen Sumber: vosviewer.com Tabel 1. Kluster utama jaringan yang teridentifikasi oleh VOSViewer tahun 2014 - 2023 Kluster Keywords Utama Keywords Lainnya 1 (Merah) Manuscripts preservation, libraries, restoration, conservation, manuscript, deterioration 2 (Hijau) Historic Preservation digital libraries, cultural heritages, historical documents, cultural heritage 3 (Biru) Digitization digital storage, digital preservation, archives Sumber: data peneliti diolah, 2024 Hal ini sesuai dengan penelitian Prastiani & Subekti (2019), bahwa pembahasan terkait preservasi naskah kuno pasti akan berkaitan dengan topik manuscript yang di dalamnya mencakup cara melakukan preservasi, historic preservation dapat mencakup warisan budaya, serta digitization dapat mencakup jenis penyimpanan digital. Hasil ini berbeda dengan penelitian Hidayat et al. (2023), bahwa digital preservasi naskah kuno pada Scopus di tahun 2012 - 2022 terbagi menjadi empat kluster dengan keywords utama yaitu digital libraries, historic preservation, cultural heritages, dan digitization. Dari hal ini, terlihat bahwa kluster telah mengalami pengurangan dengan keywords utama digital libraries dan cultural heritages telah tergantikan oleh keywords utama manuscripts. Jaringan yang sama dapat menampilkan total kejadian dan periode waktu penelitian dari setiap kata kunci dengan menggunakan visualisasi overlay dari VOSViewer. Hal ini terlihat pada Gambar 5, warna ditentukan oleh publikasi rata-rata per tahun dari setiap kata kunci, dengan warna kuning mewakili yang terbaru dan biru tua mewakili yang tertua. Dapat diamati bahwa masalah penelitian saat ini adalah topik terbaru dengan waktu publikasi rata-rata berkisar antara 2017 dan 2021. Penelitian mengenai preservasi naskah kuno di perpustakaan dikaitkan dengan warisan budaya (cultural heritage) dan preservasi sejarah (historic preservation), banyak dilakukan pada kisaran tahun 2018 hingga 2019. Peneliti cenderung lebih berminat pada topik conservation dan deterioration pada tahun 2021. Hal ini menunjukkan bahwa penelitian mengenai preservasi naskah kuno di perpustakaan pada tahun terbaru cenderung membahas terkait keprihatinan masyarakat terkait naskah kuno yang mudah rusak dan solusi yang dapat dilakukan untuk melindungi naskah kuno tersebut. Hal ini sejalan dengan penelitian Khan (2021) dan Sutar & Chile (2021) bahwa faktor-faktor kerusakan dari naskah kuno dapat disebabkan oleh alam seperti kebakaran dan banjir, ulah manusia seperti pencurian, maupun serangan mikroba, serangga, dan hama. Hal-hal tersebut membuat naskah kuno sangat rapuh dan sering mengalami kerusakan dalam banyak hal. Sejalan dengan penelitian Siregar et al. (2022), bahwa berbagai solusi yang tepat dibutuhkan agar naskah kuno terawat, yaitu dengan cara konservasi pasif (pengecekan kondisi fisik koleksi untuk mengidentifikasi adanya kemungkinan kerusakan, maupun dengan cara konservasi aktif (pembersihan dokumen dan penggunaan lapisan pelindung seperti menyampul naskah). Selain itu, bisa juga dengan memberikan obat anti serangga seperti kapur barus dan silica gel, serta mengatur suhu dan kelembaban udara yang ideal agar jamur tidak berkembang biak dan merusak naskah kuno tersebut (Mustika & Syahrun, 2020). Gambar 5. Visualisasi overlay dari VOSviewer Sumber: vosviewer.com Sebaran Negara yang Telah Melakukan Penelitian Mengenai Preservasi Naskah Kuno di Perpustakaan Tahun 2014 - 2023 Gambar 6 menunjukkan data negara yang paling banyak melakukan penelitian mengenai preservasi naskah kuno di perpustakaan tahun 2014 - 2023. Penelitian mengenai topik ini paling banyak dilakukan di United States (Amerika Serikat), yaitu sebanyak 23 artikel dan disusul dengan penelitian dari India dengan 18 artikel. Sedangkan negara yang paling sedikit melakukan penelitian mengenai topik ini yaitu Australia dan Egypt dengan 3 artikel. Gambar 6. Grafik negara yang paling banyak melakukan penelitian Sumber: scopus.com Peneliti dari Amerika Serikat cenderung beragam dan lebih banyak meneliti mengenai preservasi digital (digitizing) naskah kuno. Sedangkan peneliti dari India lebih tertarik untuk meneliti preservasi dan konservasi naskah kuno dan dokumen langka lain di perpustakaan. Indonesia sendiri telah menduduki peringkat lima dalam publikasi terkait preservasi naskah kuno di perpustakaan. Di Indonesia sudah ada 8 artikel yang membahas mengenai preservasi naskah kuno di perpustakaan. 8 artikel tersebut mayoritas membahas mengenai kegiatan preservasi digital koleksi naskah kuno yang dilakukan di perpustakaan Indonesia dalam rangka menjaga warisan nusantara. Hal ini sejalan dengan penelitian Khadijah et al. (2021), bahwa di Indonesia sendiri khususnya Indramayu, telah melakukan berbagai upaya preservasi digital naskah kuno agar warisan nusantara dapat terjaga dengan baik. Hal ini dilakukan dengan berbagai proses seperti (1) menyeleksi koleksi terlebih dahulu, (2) menyiapkan perangkat keras berupa laptop atau komputer jinjing, kamera digital, tripod, dan lampu lighting softbox, (3) menyiapkan perangkat lunak berupa PDF dan JPG, (4) menata dan memindai dokumen naskah kuno, serta (5) menyimpan naskah kuno ke dalam file elektronik. Kontribusi Institusi/Afiliasi Penulis dalam Publikasi Internasional mengenai Preservasi Naskah Kuno di Perpustakaan Tahun 2014-2023 Kontribusi institusi dalam kajian preservasi naskah kuno di perpustakaan tahun 2014 2023 dapat dilihat pada Gambar 7. Dari Gambar 7 diketahui bahwa Universitas Indonesia menjadi institusi yang paling kontributif dalam melakukan publikasi internasional pada kajian preservasi naskah kuno di perpustakaan dengan menyumbang sebanyak 5 publikasi dalam rentang 2014 - 2023. Disusul oleh institusi dari Amerika Serikat yaitu Yale University dengan 3 publikasi. Sedangkan institusi lainnya mayoritas hanya melakukan 2 publikasi. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Indonesia menduduki peringkat lima dalam publikasi preservasi naskah kuno di perpustakaan (Gambar 6), namun institusi Universitas Indonesia secara konsisten telah melakukan publikasi di bidang ini. Hal ini dapat menjadi acuan untuk di masa depan, penelitian terkait preservasi naskah kuno di perpustakaan dapat dilakukan oleh institusi lain di Indonesia agar terus mengalami perkembangan. Gambar 7. Kontribusi institusi dalam publikasi preservasi naskah kuno di perpustakaan pada Scopus Sumber: scopus.com Subjek Penelitian Mengenai Preservasi Naskah Kuno di Perpustakaan yang Dapat Diteliti di Masa Depan Visualisasi density berfungsi untuk menampilkan kerapatan atau penekanan pada kelompok penelitian. Visualisasi analisis bibliometrik ini dapat digunakan untuk menentukan bagian riset yang masih jarang dilakukan atau yang sudah banyak dilakukan. Hasil visualisasi density, semakin terang (kuning) semakin sering digunakan pada topik penelitian. Berdasarkan Gambar 8, terlihat bahwa topik penelitian yang paling banyak dikaji yaitu manuscripts, historic preservation, dan digital libraries. Hal ini sejalan dengan penelitian Hidayat et al. (2023), bahwa topik-topik seperti itu banyak diminati dalam penelitian preservasi naskah kuno karena sangat relevan dan berkaitan erat dengan preservasi digital pada lingkungan perpustakaan dan informasi. Sedangkan topik penelitian yang belum banyak dikaji oleh peneliti adalah historical documents, digital storage, archives, restoration, dan deterioration. Topik-topik penelitian tersebut dapat diteliti di masa depan karena mendukung kajian preservasi naskah kuno di perpustakaan. Gambar 8. Density visualization pada VOSviewer Sumber: vosviewer.com Kemudian berdasarkan Tabel 2 dan Gambar 9, terlihat bahwa dalam satu dekade terakhir penelitian mengenai preservasi naskah kuno di perpustakaan lebih banyak berkaitan dengan subject area Art and Humanities yaitu sebanyak 68 dokumen (28.5%). Sedangkan subject area yang paling sedikit dikaitkan dengan preservasi naskah kuno di perpustakaan yaitu Chemistry dengan 4 dokumen (1.7%). Karena subject area Chemistry, Environmental Science, serta Business, Management and Accounting masih belum banyak diteliti, maka hal ini dapat menjadi peluang agar penelitian mengenai preservasi naskah kuno di perpustakaan pada bidang keilmuan tersebut semakin banyak dilakukan di masa yang akan datang. Tabel 2. Jumlah penelitian berdasarkan Subject Area Subject Area Documents Arts and Humanities 68 Social Sciences 58 Computer Science 40 Engineering 13 Materials Science 10 Mathematics 10 Medicine 6 Business, Management and Accounting 5 Environmental Science 5 Chemistry 4 Others 20 Total 134 Sumber: olah data peneliti (2024) Gambar 9. Grafik penelitian berdasarkan Subject Area Sumber: scopus.com Penelitian mengenai preservasi naskah kuno di perpustakaan tidak hanya terbatas pada satu bidang keilmuan, melainkan dapat berkolaborasi dengan berbagai disiplin ilmu. Hal ini sejalan dengan penelitian Nurhayati & Salim (2023) bahwa kajian ilmu perpustakaan dan informasi sangat luas dan bersifat interdisipliner. Publikasi terkait preservasi di Indonesia paling banyak berkaitan dengan subject area social sciences, environmental sciences, serta agricultural and biological sciences. Banyaknya kolaborasi antar disiplin ilmu dapat membuat penelitian preservasi naskah kuno di perpustakaan semakin berkembang di masa depan.

Conclusion

Perkembangan tren penelitian mengenai preservasi naskah kuno di perpustakaan pada tahun 2014-2023 setiap tahunnya sangat fluktuatif. Gambaran atau peta perkembangan penelitian mengenai preservasi naskah kuno di perpustakaan pada rentang tahun 2014 - 2023 terbagi menjadi tiga kluster utama, yaitu manuscripts, historic preservation, dan digitization. Negara yang paling produktif dalam publikasi internasional preservasi naskah kuno di perpustakaan adalah Amerika Serikat yaitu sebanyak 23 publikasi. Universitas Indonesia menjadi institusi yang paling kontributif dalam publikasi internasional, yaitu sebanyak 5 publikasi. Density visualization memperlihatkan bahwa topik yang paling banyak dikaji yaitu seperti historic preservation dan digital libraries. Sedangkan penelitian yang belum banyak dikaji seperti digital storage dan deterioration dapat diteliti di masa depan karena mendukung preservasi naskah kuno di perpustakaan. Selain itu, penelitian preservasi naskah kuno di perpustakaan paling banyak berkaitan dengan bidang keilmuan Art and Humanities. Saran untuk penelitian selanjutnya yaitu memilih periode waktu yang lebih luas (tidak terbatas pada 10 tahun terakhir) agar perkembangan preservasi naskah kuno di perpustakaan dapat dipahami secara menyeluruh. Kemudian agar penelitian selanjutnya lebih fokus dan terarah, maka preservasi naskah kuno di perpustakaan dapat diteliti secara khusus hanya pada satu negara tertentu saja, seperti di Indonesia, sehingga nantinya dapat dilakukan komparasi dengan negara lain secara mendalam.