Kembali
16
1
2025 Jurnal Pustaka Ilmiah Vol 11 · 1 ISSN 2685-8363

Implementasi Gaya Kepemimpinan Visioner Kepala Perpustakaan dalam Pengelolaan Perpustakaan Daerah Kabupaten Serdang Bedagai

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara; Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Abstrak

Perpustakaan Daerah Kabupaten Serdang Bedagai mengalami perkembangan yang menuntut adanya kepemimpinan yang visioner guna menjawab tantangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan serta tantangan yang dihadapi oleh Kepala Perpustakaan Daerah Serdang Bedagai dalam menerapkan gaya kepemimpinan visioner. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala Perpustakaan berhasil mengimplementasikan gaya kepemimpinan visioner sesuai dengan teori Robbins, yang mencakup tiga karakteristik utama: visi yang realistis, kredibel, dan menarik. Namun demikian, tantangan signifikan tetap dihadapi, terutama keterbatasan sumber daya manusia yang belum seluruhnya menguasai teknologi informasi, serta anggaran yang terbatas. Meski demikian, pemimpin mampu merespons tantangan tersebut dengan strategi adaptif dan kolaboratif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gaya kepemimpinan visioner memainkan peran penting dalam mentransformasikan perpustakaan daerah menjadi lebih modern, inklusif, dan berorientasi pada masa depan.

Abstract

The Regional Library of Serdang Bedagai Regency is experiencing dynamic development that requires visionary leadership to meet the demands of the times. This study aims to analyze the implementation and challenges faced by the Head of the Regional Library in applying a visionary leadership style. This research adopts a descriptive qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which involves data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the Head Librarian has successfully implemented a visionary leadership style in accordance with Robbins’ theory, which includes three main characteristics: a realistic vision, a credible vision, and an attractive vision. However, significant challenges remain, particularly the limited human resources who have not fully mastered information technology, as well as budget constraints. Nevertheless, the leader has been able to respond to these challenges with adaptive and collaborative strategies. This study concludes that visionary leadership plays an important role in transforming regional libraries into more modern, inclusive, and future-oriented institutions.
Keywords: leadership · visionary leadership · library · library head · regional library

Introduction

Kepemimpinan merupakan cara seseorang mempengaruhi atau membimbing kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan (Rachman et al., 2023). Organisasi Pemerintahan termasuk salah satunya Perpustakaan Daerah memerlukan pemimpin yang memiliki kemampuan untuk dapat mengarahkan anggotanya agar dapat bekerja sesuai dengan tujuan yang akan dicapai (A. W. Lestari et al., 2023). Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bukan hanya memberikan motivasi kepada anggotanya agar rajin bekerja. Seorang pemimpin dapat disebut sukses apabila ia mampu mencapai tujuan atau visi dari lembaga yang dipimpinnya (Habe et al., 2021). Sering kali ditemukan pemimpin yang memanfaatkan jabatan sepenuhnya untuk memerintah bawahan tanpa melihat kepentingan lembaga. Hal tersebut dapat memicu timbulnya hubungan yang kurang harmonis dalam sebuah lembaga. Pemimpin adalah orang yang memiliki keahlian khusus pada satu bidang, yang dimana hal tersebut dapat membawa pengaruh bagi orang lain untuk ikut bekerja sama melakukan suatu hal untuk mencapai tujuan tertentu (Muntatsiroh & Hendriani, 2024). Mengingat saat ini adalah era dimana perubahan informasi sangat pesat terjadi, pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan dan dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan adalah pemimpin yang sangat dibutuhkan untuk saat ini. Maka dari itu, pemimpin harus mampu menggerakkan dan berpikir untuk membawa organisasi pada perubahan yang lebih baik (Sufyanah, 2023). Kemajuan zaman di era modern yang menimbulkan persaingan global yang cukup kompetitif membuat lembaga atau organisasi harus mampu menyeimbangkannya dengan kebutuhan masyarakat. Perpustakaan Daerah merupakan sebuah organisasi atau lembaga penting dalam menyediakan segala jenis infomasi yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Perpustakaan berfungsi sebagai gudang pengetahuan dan informasi, menyediakan akses ke berbagai macam buku, jurnal, dan materi lainnya. Akan tetapi, mengelola perpustakaan dapat menjadi tugas yang rumit dan menantang (Turapova, 2024). Diperlukan adanya sumber daya manusia yang kompeten untuk mengembangkan sebuah perpustakaan. Kontribusi yang besar dari sumber daya manusia yang ada pada institusi mampu mewujudkan visi, misi, dan juga strategi yang bagus bagi instansi (Yusniah et al., 2023). Perpustakaan Daerah yang dinamikanya cukup dinamis, memerlukan pemimpin yang memiliki gaya kepemimpinan visioner agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Apabila penerapan visi kepemimpinan lamban, perpustakaan akan ketinggalan jauh dengan penyedia jasa informasi yang lain (Iskandar, 2019). Hal ini dapat mengancam eksistensi perpustakaan dalam menyokong informasi bagi penggunanya di berbagai kalangan. Organisasi seperti perpustakaan daerah, khususnya Perpustakaan Daerah Kabupaten Serdang Bedagai, kepala perpustakaan berperan sebagai manajer administratif, dan motor penggerak yang menentukan arah kebijakan, suasana kerja, serta motivasi dan sinergi antar staf. Oleh karena itu, dibutuhkan gaya kepemimpinan yang tidak hanya reaktif terhadap masalah, tetapi mampu membangun visi jangka panjang dan menggerakkan seluruh elemen organisasi menuju pencapaian bersama. Gaya kepemimpinan visoner dapat ditelaah sebagai pendekatan yang baru di Perpustakaan Daerah Kabupaten Serdang Bedagai untuk mewujudkan berjalannya visi jangka panjang, tanggungjawab dan tugas Perpustakaan Daerah. Azmy dalam bukunya menyebutkan bahwa kepemimpinan visioner merupakan keinginan untuk menciptakan penyampaian visi yang realistis, dipercaya, dan menarik terkait dengan masa depan organisasi. Jika dipilih dan diterapkan dengan benar, visi ini memiliki potensi besar yang dapat mendorong keberhasilan organisasi, yang didukung dengan keterampilan, bakat, serta sumber daya yang memadai (Azmy, 2021). Menurut Stephen P. Robbins, bahwa seorang pemimpin visioner adalah individu yang mampu menciptakan dan mengomunikasikan visi masa depan organisasi yang realistis, dapat dipercaya, dan menarik. Visi tersebut berfungsi sebagai panduan strategis yang memberi arah, menginspirasi, serta memotivasi anggota organisasi untuk mencapai tujuan jangka panjang yang lebih besar (Azmy, 2021). Ada beberapa penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh beberapa penulis yang berkaitan degan penelitian ini. Pertama penelitian yang dilakukan oleh Hartono, dalam penelitiannya yang berjudul “Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah Dalam Mewujudkan Pendidikan Berbasis Masa Depan di MA Ma'arif Balong” Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner kepala sekolah MA Ma’arif Balong berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penetapan visi inspiratif, inovasi pembelajaran berbasis teknologi, dan pengembangan profesional guru (Hartono et al., 2025). Kedua, penelitian yang dilakukan oleh Subni, dalam penelitiannya yang berjudul “Implementasi Kepemimpinan Visioner dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan”. Dalam studi ini, peneliti menerapkan studi literatur dengan menghimpun serta mengevaluasi berbagai sumber yang relevan guna memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kepemimpinan visioner memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap kualitas pendidikan (Subni et al., 2024). Ketiga, penelitian yang dilakukan oleh Mustaking, dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh Kepemimpinan Visioner Terhadap Budaya Organisasi dan Komitmen Serta Implikasinya Pada Kinerja Aparatur Sipil Negara”. Penelitian ini mengungkapkan bahwa kepemimpinan visioner memiliki pengaruh terhadap budaya organisasi, tingkatkan komitmen dan kinerja aparatur sipil Negara (ASN). Temuan tersebut memperlihatkan bahwa ketika kepemimpinan visioner dijalankan secara efektif oleh pemimpin, maka akan terjadi peningkatan pada budaya dan komitmen organisasi (Mustaking & Arifuddin, 2023). Dari beberapa penelitian terdahulu yang telah penulis cantumkan diatas, terlihat bahwa penelitian mengenai kepemimpinan visioner belum banyak dilakukan pada perpustakaan daerah. Banyak penelitian tentang kepemimpinan visioner dilakukan di sektor bisnis atau pendidikan, namun penelitian terkait penerapan kepemimpinan visioner masih sangat terbatas dalam konteks perpustakaan daerah, khususnya di Kabupaten Serdang Bedagai. Kondisi ini menunjukkan adanya kekosongan kajian ilmiah yang perlu diisi agar bisa memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai efektivitas gaya kepemimpinan visioner di lembaga informasi publik serta perpustakaan. Gaya kepemimpinan visioner menjadi salah satu pendekatan yang relevan untuk diteliti di Perpustakaan Daerah Kabupaten Serdang Bedagai karena Kepala Perpustakaan yang visioner diharapkan mampu merumuskan tujuan besar Perpustakaan Daerah Kabupaten Serdang Bedagai secara realistis dan kredibel, serta menginspirasi anggotanya untuk kerja searah dengan visi tersebut. Dengan demikian, pembahasan dalam penelitian ini difokuskan pada kajian tentang bagaimana penerapan gaya kepemimpinan visioner oleh Kepala Perpustakaan Daerah Serdang Bedagai dalam mengelola perpustakaan, dengan judul penelitian ”Implementasi Gaya Kepemimpinan Visioner Kepala Perpustakaan Dalam Pengelolaan Perpustakaan Daerah Kabupaten Serdang Bedagai”. Terdapat dua rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini, yaitu: (1) Bagaimana penerapan gaya kepemimpinan visioner oleh Kepala Perpustakaan Daerah Serdang Bedagai?, (2) Apa saja tantangan yang dihadapi dalam menerapkan gaya kepemimpinan visioner di Perpustakaan Daerah Sedang Bedagai? Judul penelitian ini memiliki potensi besar dalam memberikan wawasan dan mendeskripsikan tentang bagaimana seorang kepala perpustakaan daerah dengan gaya kepemimpinan visioner berpikir, mengambil keputusan, dan merancang strategi untuk masa depan perpustakaan. Namun, tantangan dalam ruang lingkup yang hanya berfokus pada satu perpustakaan daerah bisa membuat hasil penelitian sulit digeneralisasikan ke perpustakaan lain dengan kondisi yang berbeda

Method

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus, yang tujuannya untuk menangkap arti yang terdalam atas suatu peristiwa, fenomena, fakta, kejadian, realitas, atau permasalahan tertentu, tanpa bermaksud menguji hubungan sebab akibat atau korelasi antara peristiwa-peristiwa tersebut (Syamsuddin et al., 2023). Objek dalam penelitian ini adalah gaya kepemimpinan visioner yang diterapkan oleh kepala perpustakaan di Perpustakaan Daerah Kabupaten Serdang Bedagai. Informan pada penelitian ini adalah Kepala Perpustakaan Kabupaten Serdang Bedagai dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu mengambil sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu sehingga diharapkan dapat menjawab permasalahan penelitian (Sugiyono, 2017). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi diawali dengan penentuan lokasi yang akan diteliti, dilanjutkan dengan menetapkan subjek yang akan diamati, waktu pelaksanaan, durasi observasi, serta metode atau cara pengamatan yang akan dilakukan. Wawancara dilakukan dengan pihak-pihak yang sudah ditentukan dan dilakukan secara langsung atau bertatap muka terhadap informan penelitian agar dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan lisan maupun tulisan yang berkaitan yang terkait dengan masalah penelitian (Bado, 2022). Informan utama yang dipilih dalam penelitian ini adalah Ibu Elinda Sitianur yang menjabat sebagai Kepala Perpustakaan Dokumentasi digunakan untuk menganalisis atau melihat data yang diberikan oleh informan untuk dilakukan penelitian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data model Miles and Huberman, yang dikenal sebagai model analisis mengalir (Abdussamad, 2021). Pendekatan ini dilakukan secara interaktif dan berkelanjutan hingga proses analisis mencapai titik jenuh, yaitu saat tidak ditemukan lagi data baru yang signifikan. Miles and Huberman mengungkapkan bahwa data mengalir ini terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data (Samsu, 2017).

Result & Discussion

Gaya Kepemimpinan Visioner Beberapa pakar Indonesia telah memberikan definisi mengenai konsep kepemimpinan. Diantaranya, Wahjosumidjo menyatakan bahwa kepemimpinan merupakan suatu kemampuan yang dimiliki oleh seorang pemimpin, yang tercermin melalui ciri-ciri tertentu seperti kepribadian, kecakapan dan kapasitas (Alhusna, 2022). Menurut Sutarto, kepemimpinan adalah suatu proses pengorganisasian yang melibatkan kemampuan seseorang untuk memengaruhi tindakan orang lain dalam situasi tertentu. Kemudian S.P. Siagian mendefinisikan kepemimpinan sebagai kecakapan dan keahlian yang dimiliki oleh seseorang dalam posisinya sebagai pemimpin organisasi untuk memengaruhi individu lain, khususnya para bawahannya (Dalimunte, 2021). Kepemimpinan visioner merupakan gaya kepemimpinan yang bertujuan menciptakan makna dalam kolaborasi yang harmonis antara anggota organisasi maupun pihak eksternal, melalui pemberian arahan serta penjabaran makna dari kerja sama yang terjalin. (Hartini et al., 2021). Ada banyak teori yang membahas mengenai gaya kepemimpinan visioner, salah satunya adalah teori yang diungkapkan oleh Robbins yang menyebutkan bahwa gaya kepemimpinan visioner adalah kemampuan untuk merumuskan gambaran masa depan organisasi yang masuk akal, meyakinkan, dan menarik. Seorang pemimpin visioner memiliki keahlian untuk mengomunikasikan visi tersebut kepada orang lain, menampilkannya dalam praktik kepemimpinan sehari-hari, serta mengadaptasi visi tersebut (Azmy, 2021). Robbins mengatakan bahwa keterampilan-keterampilan yang perlu dimiliki oleh pemimpin visioner adalah: (1) kemampuan menjelaskan visi kepada orang lain, (2) mampu mengungkapkan visi, dan (3) mampu memperluas visi kepada konteks kepemimpinan yang berbeda. Ada tiga karakteristik gaya kepemimpinan visioner yaitu (1) Visi yang realistis. Visi yang realistis menunjukkan kemampuan pemimpin dalam menetapkan tujuan jangka panjang yang sesuai dengan kapasitas organisasi. Visi ini disusun berdasarkan analisis terhadap sumber. daya internal dan kondisi eksternal, sehingga dapat diwujudkan secara bertahap dan sistematis. (2) Visi yang kredibel. Visi dikatakan kredibel apabila mampu menumbuhkan kepercayaan dan keyakinan dari anggota organisasi. Kredibilitas ini tidak hanya bergantung pada isi visi, tetapi juga pada integritas, kompetensi, dan rekam jejak pemimpin. Pemimpin yang kredibel dapat membangun kepercayaan kolektif yang menjadi landasan utama dalam menjalankan visi. (3) Visi yang Menarik mengenai Masa Depan Organisasi. Visi yang menarik mampu menginspirasi dan memotivasi seluruh anggota organisasi. Pemimpin menggambarkan masa depan secara jelas dan meyakinkan, sehingga menciptakan keterikatan emosional. Visi semacam ini mendorong kolaborasi dan komitmen untuk mencapai tujuan bersama. Gaya Kepemimpinan Visioner Kepala Perpustakaan Daerah Kabupaten Serdang Bedagai Hasil observasi, wawancara, serta dokumentasi yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa penerapan gaya kepemimpinan oleh Kepala Perpustakaan Kabupaten Serdang Bedagai terlihat melalui orientasinya yang kuat terhadap masa depan dan kemajuan lembaga. Kepala perpustakaan memulai langkah kepemimpinannya dengan menjabarkan visi misi yang selaras dengan visi besar Kabupaten Serdang Bedagai yaitu “Penguatan Fondasi Transformasi Pembangunan untuk Sergai Maju, Tangguh dan Berkelanjutan”. Namun demikian, kepala perpustakaan tidak berhenti pada visi makro pemerintah daerah, melainkan juga mengembangkan visi spesifik lembaganya yaitu “meningkatkan literasi anak bangsa”. Visi ini dijabarkan dalam berbagai program dan kegiatan yang inovatif dan inklusif, salah satunya adalah menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai melalui nota kesepemahaman (MoU) yang bertujuan untuk memperluas akses layanan perpustakaan serta memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar dan tenaga pendidik. Gambar 1. Penandatanganan MoU Kepala Sekolah SMPTS IT Dewani Akbar Serdang Bedagai dengan Kepala Perpustakaan Daerah Kabupaten Serdang Bedagai Sumber: Dokumentasi Perpustakaan Daerah Kabupaten Serdang Bedagai (2025) Gambar diatas merupakan salah satu bukti dari beberapa kegiatan penandatanganan MoU yang dilakukan oleh Kepala Perpustakaan dengan sekolah-sekolah di Serdang Bedagai. MoU kerja sama ini bermaksud untuk menjalin kemitraan bersama dalam usaha pembinaan perpustakaan sekolah dan pelayanan mobil perpustakaan keliling, serta peningkatan gerakan literasi sekolah dan memanfaatkan potensi, keahlian dan fasilitas yang dimiliki untuk membangun perpustakaan khususnya dalam manajemen tata kelola perpustakaan melalui kegiatan pembinaan serta peningkatan gerakan literasi sekolah. Program Perpustakaan Keliling (PUSLING) juga merupakan salah satu langkah Kepala Perpustakaan Serdang Bedagai untuk mewujudkan visinya meningkatkan literasi anak bangsa. Program ini tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga menghadirkan kegiatan mendongeng, membaca bersama, dan pelatihan literasi kepada siswa. Seperti yang disampaikan Kepala Perpustakaan dalam wawancara yang dilakukan oleh Peneliti. “Kami berusaha agar anak-anak di pelosok juga bisa merasakan layanan perpustakaan. maka kami buat program Pusling ini agar literasi bisa menjangkau semua lapisan, tidak hanya di pusat kabupaten atau sekitar perpustakaan saja”. Gambar 2. Layanan Pusling di SD Negeri 106855 Kampung Jati, Kec. Sei Bamban Sumber: Dokumentasi Perpustakaan Daerah Kabupaten Serdang Bedagai (2025) Selain itu, pelaksanaan pelatihan literasi dan lomba-lomba edukatif merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan untuk mewujudkan visi Kepala Perpustakaan Daerah Serdang Bedagai yang dirancang untuk meningkatkan partisipasi siswa dan menciptakan iklim belajar yang menyenangkan. Gambar 3. Kegiatan lomba bertutur di Perpustakaan Daerah Kabupaten Serdang Bedagai Sumber: Dokumentasi Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (2025) Langkah ini mencerminkan karakteristik pertama dari teori kepemimpinan visioner menurut Stephen. P. Robbins, yakni visi yang realistis. Robbins menyatakan bahwa visi seorang pemimpin harus berdasarkan pada pemahaman yang tajam terhadap kondisi organisasi dan potensi yang dimilikinya, serta dapat diimplementasikan secara terukur. Dapat dipahami bahwa kepemimpinan yang dijalankan oleh Kepala Perpustakaan Kabupaten Serdang Bedagai memenuhi kriteria karakteristik gaya kepemimpinan visioner yang pertama yaitu Visi yang Realistis, dimana ia menyelaraskan visi lembaga dengan visi makro Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai. Hal ini memperlihatkan bahwa visi yang dicanangkan sesuai dengan kemampuan lembaga serta realita yang dihadapi. Dari sisi komunikasi visi, Kepala Perpustakaan Kabupaten Serdang Bedagai menjalankan perannya dengan pendekatan partisipatif dan pelayanan. Ia tidak hanya menyampaikan visi dalam rapat formal, tetapi juga secara konsisten membangun komunikasi formal, seperti diskusi harian dan mentoring personal. Ia berusaha menciptakan lingkungan kerja yang terbuka, kolaboratif dan suportif, dimana seluruh pegawai merasa didengar, dihargai, dan dilibatkan dalam proses pencapaian tujuan bersama. Kepala perpustakaan juga memberikan motivasi kepada pegawai melalui apresiasi tim, bukan hanya individu, sehingga tumbuh rasa kebersamaan dan tanggung jawab kolektif dalam menjalankan visi organisasi. Gambar 4. Kegiatan diskusi harian Sumber: Dokumentasi Perpustakaan Daerah Kabupaten Serdang Bedagai (2025) Gaya kepemimpinan yang memiliki karakteristik visi yang kredibel dapat ditunjukkan oleh kepala perpustakaan serdang bedagai dengan menjalankan peran secara partisipatif dan melibatkan pegawai dalam menyampaikan visi, serta menciptakan lingkungan kerja yang suportif, terbuka, dan kolaboratif, disertai pemberian apresiasi menciptakan kepercayaan di antara staf bahwa visi tersebut bisa dan layak untuk diperjuangkan bersama. Sebagai pemimpin, Kepala Perpustakaan Kabupaten Serdang Bedagai menunjukkan pandangan jangka panjang dan kesadaran terhadap pentingnya perubahan. Menyadari bahwa perpustakaan di era sekarang tidak bisa lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, melainkan harus menjadi pusat informasi dan pembelajaran masyarakat. Oleh karena itu, perlu merancang strategi yang mendukung digitalisasi dan modernisasi perpustakaan, termasuk menciptakan WAPER (Wadah Aspirasi Penulis Remaja). Aplikasi ini menjadi platform yang mewadahi kreativitas remaja Serdang Bedagai dalam menulis, berbagi, dan mendapatkan pengakuan terhadap karya mereka dan bentuk sertifikat. Ini menunjukkan bahwa adanya upaya Kepala Perpustakaan Daerah Kabupaten Serdang Bedagai untuk membangun ekosistem literasi digital yang memberdayakan generasi muda. Dari penjelasan tersebut terlihat bahwa karakteristik kepemimpinan visioner yang ketiga yaitu Visi yang Menarik Mengenai Masa Depan Organisasi ditunjukkan Kepala Perpustakaan dengan inovasi menjalankan WAPER sebagai platform literasi digital yang menarik bagi generasi muda. Visi yang dicanangkan tidak hanya menggambarkan masa depan yang lebih baik, tetapi juga menyentuh kebutuhan dan minat stakeholder utama seperti pelajar dan masyarakat umum. Kepemimpinan visioner memiliki peran krusial Karena mampu membangkitkan inspirasi dan semangat dalam diri orang lain. Seorang pemimpin dengan visi yang jelas dapat mendorong individu di sekitarnya untuk mengenali kemampuan diri serta terdorong mencapai tujuan kolektif. Lebih dari itu, gaya kepemimpinan ini juga berkontribusi dalam menentukan arah organisasi dan pengambilan keputusan strategis secara menyeluruh (S. Lestari et al., 2023). Tantangan Dalam Penerapan Gaya Kepemimpinan Visioner oleh Kepala Perpustakaan Daerah Kabupaten Serdang Bedagai Perpustakaan Daerah Kabupaten Serdang Bedagai adalah perpustakaan umum yang berfungsi sebagai sarana pendidikan bagi masyarakat Serdang Bedagai dengan menyediakan akses terhadap sumber informasi dan pengetahuan untuk semua kalangan. Saat perpustakaan mampu menjalankan fungsinya secara aktif, masyarakat yang sebelumnya kurang memahami ilmu pengetahuan dapat memperoleh wawasan yang lebih luas. Oleh karena itu, peran perpustakaan menjadi unsur krusial yang harus diemban, karena turut berkontribusi dalam mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan oleh lembaga perpustakaan tersebut (Arian, 2023). Perpustakaan Daerah Kabupaten Serdang Bedagai adalah perpustakaan yang berkedudukan di ibu kota kabupaten yang tugasnya adalah mengumpulkan, menyimpan, melestarikan, serta memanfaatkan seluruh karya cetak dan karya lainnya yang diproduksi di wilayah tersebut. Perpustakaan Daerah merupakan ruang terbuka bagi seluruh elemen masyarakat untuk berkumpul dan berdialog tanpa adanya batasan agama, jabatan, ras, status sosial, suku, maupun kelompok tertentu (Sari et al., 2022). Dalam menjalankan visi tak jarang Kepala Perpustakaan Daerah Serdang Bedagai memiliki tantangan yang menghambat jalannya visi yang ia rencanakan. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Perpustakaan Daerah Kabupaten Serdang Bedagai, dapat diuraikan bahwa terdapat beberapa tantangan signifikan yang dihadapi dalam menerapkan gaya kepemimpinan visioner di lingkungan perpustakaan tersebut. Tantangan utama yang pertama adalah keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM). Banyak pegawai di Perpustakaan Daerah Serdang Bedagai belum memiliki latar belakang pendidikan ilmu perpustakaan dan teknologi informasi. Kondisi ini menjadi hambatan dalam proses transformasi perpustakaan menuju arah yang lebih modern, karena gaya kepemimpinan visioner menuntut adanya sumber daya yang adaptif, inovatif, dan memiliki kesiapan dalam menyambut perubahan. Dalam era digital dan perkembangan informasi yang pesat, seorang pemimpin visioner tentu membutuhkan dukungan dari tim yang mampu memahami dan mengoperasikan sistem layanan informasi berbasis teknologi, namun di sisi lain, belum semua pegawai di Perpustakaan Daerah Kabupaten Serdang Bedagai mampu memenuhi tuntutan tersebut, sehingga proses inovasi menjadi terhambat atau memerlukan waktu dan usaha lebih besar untuk mewujudkannya. Tantangan berikutnya berkaitan dengan keterbatasan anggaran. Gaya kepemimpinan visioner yang mengedepankan inovasi, perluasan layanan, dan pengembangan sistem berbasis teknologi tentu memerlukan pendanaan yang memadai. Namun dalam praktiknya, perpustakaan daerah ini menghadapi kendala dalam hal pembiayaan untuk melaksanakan program-program strategis, seperti pengadaan fasilitas digital, pelatihan berkelanjutan bagi pustakawan, hingga pengembangan aplikasi atau platform literasi. Kondisi ini membatasi ruang gerak kepala perpustakaan dalam merealisasikan visi besarnya. Bahkan programprogram seperti WAPER dan perpustakaan keliling akan menghadapi resiko jika tidak ditopang oleh anggaran yang cukup dan berkelanjutan. Sebagai lembaga pelayanan publik yang telah beroperasi sejak lama, peralihan menuju pola kerja yang lebih modern kerap menghadapi hambatan dari sisi budaya organisasi (Duha et al., 2021). Tidak semua pegawai Perpustakaan Daerah Kabupaten Serdang Bedagai secara langsung terbuka terhadap pendekatan baru, apalagi jika pendekatan tersebut menuntut penggunaan teknologi. Hal ini membutuhkan pendekatan kepemimpinan yang tidak hanya visioner, tetapi juga sabar, komunikatif, dan berorientasi pada pembinaan berkelanjutan. Gambar 5: Pelatihan antar sesama pegawai Sumber: Dokumentasi Perpustakaan Daerah Kabupaten Serdang Bedagai (2024) Dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut, Kepala Perpustakaan Daerah Kabupaten Serdang Bedagai menunjukkan upaya nyata dengan memberikan pelatihan internal, mengadakan sesi berbagi pengetahuan antar sesama pegawai, serta mendorong pemanfaatan pelatihan. Strategi ini merupakan bentuk respon adaptif terhadap keterbatasan SDM. Kepala Perpustakaan juga berinisiatif mencari sumber pendanaan melalui pengajuan proposal hibah dari pemerintah daerah maupun pusat, melalui dana alokasi khusus di bidang pendidikan literasi. Tidak hanya itu, strategi efisiensi juga diterapkan dengan menetapkan skala prioritas, yaitu hanya melaksanakan program yang memiliki dampak langsung dan luas bagi masyarakat.

Conclusion

Kepala Perpustakaan Daerah Kabupaten Serdang Bedagai telah berhasil menerapkan gaya kepemimpinan visioner sebagaimana dirumuskan oleh Stephen P. Robbins, dengan menekankan tiga karakteristik utama yaitu visi yang realistis, kredibel, dan menarik mengenai masa depan organisasi. Visi realistis tercermin dari penyelarasan antara visi lembaga dan visi makro pemerintah daerah, yakni “Sergai Maju, Tangguh, dan Berkelanjutan,” kemudian diterjemahkan ke dalam visi internal perpustakaan untuk meningkatkan literasi anak bangsa. Kredibilitas visi terlihat dari gaya kepemimpinan yang partisipatif, yaitu kepala perpustakaan secara aktif melibatkan staf dalam proses perumusan dan pelaksanaan visi, membangun komunikasi terbuka, serta menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif dan suportif. Daya tarik visi terhadap masa depan organisasi diwujudkan melalui berbagai inovasi, seperti program WAPER (Wadah Aspirasi Penulis Remaja) dan Perpustakaan Keliling, yang menjadikan perpustakaan sebagai pusat literasi digital dan ruang ekspresi bagi generasi muda. Meskipun menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber daya manusia, anggaran, dan budaya organisasi yang belum sepenuhnya adaptif, kepala perpustakaan mampu meresponsnya dengan strategi penguatan kapasitas internal, efisiensi program, dan upaya kolaboratif lintas sektor. Dengan demikian, kepemimpinan visioner yang diterapkan tidak hanya mampu mengarahkan perpustakaan menjalankan fungsinya secara konvensional, tetapi juga mentransformasi menjadi pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat yang relevan dengan perkembangan zaman.