Kembali
16
1
2017 Jurnal Pustaka Ilmiah Vol 3 · 1 ISSN 2685-8363

PERAN PERPUSTAKAAN MASJID DALAM MENUMBUHKAN BUDAYA BACA MASYARAKAT DAN TRANSFORMASI ILMU PENGETAHUAN

N/A

Abstrak

Perpustakaan Masjid memiliki tugas pokok yaitu mendorong terciptanya suasana kehidupan jamaah menjadi umat yang memiliki budaya iqra’ (baca) ini merupakan implementasi dari Surat Al-Alaq ayat 4 dan 5. Untuk mendukung tugas poko tersebut, maka Perpustakaan Masjid harus menimplementasikan beberapa peran penting yang dimiliki oleh perpustakaan masjid dalam rangka untuk menumbuhkan minat baca dan transformasi ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Adapun peran yang dimiliki oleh Perpustakaan Masjid antara lain : 1). Sebagai Agency atau perantara informasi kepada masyarakat atau jamaah masjid. 2). Sebagai Media Transformasi dan penyebaran informasi atau ilmu pengetahuan kepada masyarakat dan 3). Sebagai penyedia informasi yang murah bagi masyarakat.

Abstract

The mosque library has the main task that is to encourage the creation of the atmosphere of the life of the congregation into a society that has a culture of iqra ‘(read) is an implementation of Surat Al-Alaq verses 4 and 5. To support the task poko, the Library Masjid must implement several important roles owned by the library of mosques in order to foster interest in reading and transformation of knowledge to the public. The role that is owned by the Library Mosque, among others: 1). As an Agency or intermediary of information to the community or mosque congregation. 2). As Media Transformation and dissemination of information or science to society and 3). As a provider of cheap information for the community.
Keywords: mosque library · reading · community education

Introduction

Masjid merupakan pusat kegiatan umat yang tidak pernah sepi dari aktivitas kunjungan para jamaahnya, setidak-tidak lima kali dalam sehari semalam untuk melakukan sholat berjamaah. Di luar kegiatan sholat tersebut sering kita jumpai para jamaah berada di dalam masjid disela-sela menunggu waktu sholat tiba dan menunggu antara dua waktu sholat. disaat seperti itu sebenarnya dapat dimanfaatkan oleh jamaah untuk membaca Al-Qur’an atau bukubuku agama atau pengetahuan lainnya. Kondisi seperti ini perlu digaris bawahi sebagai waktu potensial dan aktual untuk dihadirkarnya sebuah perpustakaan masjid. Perpustakaan masjid merupakan bagian subsistem atau bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan keorganisasian masjid. Konsekuensinya apapun program yang dirancang oleh perpustakaan harus sesuai, seiring dan sejalan dengan kegiatan kemasjidan. Muchyidin (1998) mengatakan hakikat utama dari eksistensi perpustakaan masjid adalah “ untuk memperkaya khasanah informasi, wawasan, palayanan, dan pembinaan sebagai upaya untuk meningkatkan pembangunan dan pembinaan ummat agar mereka mampu memegang teguh keutamaan hidup, cinta pada ilmu pengetahuan, mempunyai kesadaran sosial. serta menyadari hak dan kewajiban, sebagai realisasi ketaatan dan ketaqwaan terhadap Allah S.W.T.” Perpustakaan masjid mempunyai tugas pokok mendorong terciptanya suasana kehidupan jamaah yang memiliki budaya membaca (iqro’). Tugas ini harus diidentifikasikan dengan : 1. Program dan kegiatan pembinaan umat yang telah dirumuskan oleh pengurus masjid, agar perpustakaan dapat mengantisipasi peran sertanya yang dirumuskan dalam bentuk program kegiatan perpustakaan. 2. Kondisi faktual, aktual dan ideal para jamaah menjadi lingkup pembinaan, dari kajian ini perpustakaan dapat menyusun program kegiatan dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan atau tuntutan para jamaah, kita ketahui bahwa setiap jamaah memiliki karakteristik yang berbeda-beda, baik tingkat intelektual, latar belakang sosial, ekonomi, pekerjaan dan aspek kehidupan lainnya. Perpustakaan masjid memiliki peranan yang penting dalam masyarakat, seperti halnya perpustakaan umum, dimana perpustakaan masjid berdiri karena adanya kebutuhan akan suatu unit yang berfungsi untuk mengumpulkan, mengorganisasi, dan menyebarluaskan berbagai informasi kepada para penggunanya. Perpustakaan Masjid merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan ummat atau masyarakat disekitarnya. Dan merupakan bagian dari proses pendidikan dan peningkatan kualitas keimanan. Berbagai koleksi atau informasi sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan para jamaahnya. B. Tugas Pokok Perpustakaan Masjid Indikator dari keberhasilan pengelolaan, pembinaan dan pengembangan perpustakaan masjid terletak pada sejauhmana kualitas hidup dan kehidupan yang islami para jamaah masjid tumbuh dan berkembang. Pembangunan dan pembinaan umat selama yang dilakukan, banyak melalui pola pendekatan komunikasi lisan yang dilakukan oleh da’i, khotib dan juru dakwah lainnya, yang membuat para jamaah terbiasa dengan budaya dengar. Manajemen perpustakaan masjid merupakan subsistem dari manajemen masjid secara keseluruhan, untuk melaksanakan tugas pokoknya, perpustakaan masjid dapat bertumpu pada dua pendekatan, yaitu : 1. Melakukan pendekatan yang bersifat pengayaan yang komplementatif dalam konteks pembinaan jamaah berdasarkan pada pendekatan program dan kegiatan yang selama ini telah dan sedang berjalan. 2. Merupakan pendekatan yang bersifat alternatif, paralel dengan pendekatan, program dan kegiatan pembinaan jamaah yang selama ini telah dan sedang berjalan. Melalui dua pendekatan diatas dapat berjalan bersamaan selanjutnya perlu dielaborasikan (dijabarkan) kedalam sejumlah program dan prioritas kegiatan perpustakaan. Pendekatan ini kiranya perlu diperkuat dan diperkaya dengan strategi lain yang mampu mendorong dan memotivasi para jamaah lebih aktif mencari dan mempelajari khasanah informasi yang bermanfaat secara terbimbing melalui budaya membaca. Bukanlah budaya baca ini sebenarnya merupakan wahyu dan ayat yang diperintahkan Allah S.W.T kepada pemimpin besar kita Nabi Muhammad s.a.w. (Q.S. Al-Alaq :1) Sesuai dengan pernyataan diatas, bahwa tugas pokok yang dipercayakan pada perpustakaan masjid adalah mendorong terciptanya suasana kehidupan jamaah menjadi umat yang memiliki budaya iqra’ (baca) ini merupakan implementasi dari Surat Al-Alaq ayat 4 dan 5. Melalui pendekatan berdasarkan konsep pembangunan dan pembinaan jamaah agar memiliki budaya baca, pengelolaan perpustakaan masjid perlu diarahkan pada upaya meningkatkan dan memelihara kualitas hidup dan kehiduapan para jamaah Kondisi faktual, aktual dan ideal baik dari program dan kegiatan pengurus masjid ataupun para jamaahnya akan memberikan warna tersendiri pada penetapan tugas pokok dan program pengelolaan dan pengembangan perpustakaan masjid. C. Peran Perpustakaan Masjid Kita sepakat bahwa perpustakaan masjid merupakan bagian terpenting dalam kelembagaan masjid yang harus memikul beban dan tanggungjawab berat untuk memberikan layanan informasi kepada para jamaah masjid. Oleh karena itu perpustakaan masjid dipandang sebagai suatu fasilitas penting dimana anggota jamaah atau masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi atau bahan bacaan ketika mereka membutuhkan. Melalui perpustakaan anggota jamaah atau masyarakat dapat memperoleh bantuan yang berkaitan dengan buku dan bentuk informasi lainnya. Perpustakaan masjid sebagai lembaga perantara (agency) yang sangat penting dalam proses komunikasi, dapat memainkan peran yang besar dalam upaya meningkatkan dan mengembangkan budaya membaca pada kalangan jamaah khususnya dan masyarakat sekitar pada umumnya. Perlu diingat bahwa budaya membaca tidak hanya ditentukan oleh keinginan dan sikap jamaah atau masyarakat, akan tetapi juga ditentukan oleh seberapa jauh ketersediaan dan kemudahan para jamaah atau masyarakat untuk memperoleh berbagai bahan bacaan atau informasi yang mereka butuhkan. A Ridwan Siregar (2004 ) mengemukakan bahwa Perpustakaan Masjid memiliki peran sebagai perantara dalam proses transformasi berbagai pengetahuan dari sumber-sumber informasi yang dimiliki kepada para jamaah masjid tersebut. Kita memahami kenyataan di Indonesia terkait dengan permasalah perbukuan, dalam banyak situasi buku-buku tidak mudah dijangkau atau diperoleh para pembaca. Dalam hal ini banyak faktor yang menjadi penyebabnya, antara lain : distribusi buku yang belum merata, kondisi geografis, infrastuktur, dan keadaan ekonomi masyarakat yang kurang menguntungkan, karena buku bukan merupakan komoditas yang murah. Dalam kondisi seperti inilah sebenarnya perpustakaan masjid memiliki peran besar sebagai penyedia buku atau sumber-sumber informasi yang murah, sehingga para jamaah atau masyarakat dengan mudah untuk memperoleh bahan bacaan yang mereka inginkan. Apa sebenarnya peran yang dapat diberikan perpustakaan masjid dalam mentranformasikan ilmu pengetahuan di kalangan masyarakat lingkungan masjid. Perpustakaan adalah suatu lembaga perantara (agency) yang dapat memberikan peran penting dalam proses komunikasi dengan memainkan peran penting dalam upaya mentransformasikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat atau jamaah dengan cara menyediakan dan menyebarluaskan bahan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat lingkungannya.

Conclusion

Dari uraikan diatas dapat disimpulkan bahwa perpustakaan masjid memiliki tugas pokok mendorong dan memotivasi para jamaah lebih aktif mencari dan mempelajari khasanah informasi yang bermanfaat secara terbimbing melalui budaya membaca. Selain memiliki tugas pokok tersebut, perpustakaan masjid juga memiliki peran penting dalam pengembangan dan pembinaan jamaah yang lebih berkualitas, berwawasan luas dan memiliki ilmu pengetahuan yang sesuai dengan perkembangan IPTEK. Ada beberapa peran yang diemban oleh perpustakaan masjid yaitu : 1. Sebagai perantara (agency) dalam meningkatkan dan menumbuhkan budaya baca masayarakat, khususnya jamaah masjid. 2. Sebagai media transformasi dan penyebaran berbagai informasi atau ilmu pengetahuan dari sumber yang dimiliki oleh perpustakaan masjid kepada para jamaah. 3. Sebagai penyedia berbagai jenis buku atau informasi murah, yang memungkinkan jamaah atau masyarakat memperoleh informasi dengan mudah dan murah sesuai dengan kebutuhannya.