Kembali
16
1
2019 Jurnal Pustaka Ilmiah Vol 5 · 1 ISSN 2685-8363

PROSES EVALUASI KOLEKSI YANG DILAKUKAN DI PERPUSTAKAAN SMA MUHAMMADIYAH 4 YOGYAKARTA

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses evaluasi koleksi yang dilakukan di perpustakaan SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Dengan manfaat penelitian yaitu sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan evaluasi dalam pengembangan koleksi yang dilakukan di Perpustakaan agar koleksi sesuai dengan kebutuhan pengguna. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan pustakawan SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta, dapat disimpulkan hasil penelitian sebagai berikut: evaluasi Perpustakaan SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta meliputi 4 proses yaitu pengumpulan data semua koleksi yang dimiliki, pengecekan pada daftar standar seperti katalog dan bibliografi, pengumpulan pendapat dari pengguna yang biasa datang ke perpustakaan, dan pemeriksaan koleksi langsung.

Abstract

The purpose of this study was to determine the collection evaluation process carried out in the Senior High School of Muhammadiyah 4 Yogyakarta library with the benefits of research, that is as a matter of consideration in conducting evaluations in the development of collections carried out at the library so that the collections are in accordance with user needs. The research method used is the method of observation, interviews, and documentation. Based on observations, interviews, and documentation with librarian at Senior High School of Muhammadiyah 4 Yogyakarta, we can conclude the following results: Library evaluation in the Senior High School of Muhammadiyah 4 Yogyakarta includes 4 processes that is collecting all collections of data, check the list of standards such as catalogs and bibliographies, gathering opinions from users who normally come to the library, and direct collection checks.
Keywords: collection evaluation · library · collection · library development · SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta

Introduction

1. Latar belakang Perpustakaan merupakan tempat belajar sepanjang hayat. Di perpustakaan banyak tersedia bahan koleksi untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi pemustaka. Tidak sedikit biasanya koleksi yang tersedia di perpustakaan. dari banyaknya koleksi di perpustakaan pasti banyak koleksi yang tidak dapat terakses oleh pemustaka. Terlebih sekarang ini bahan koleksi tidak hanya berupa fisik seperti buku tetapi juga bahan koleksi yang berbentuk elektronik seperti e-jurnal dan e-book. Koleksi yang berada di perpustakan merupakan media bagi pemustaka dalam memenuhi kebutuhan informasi maupun pengetahuan. Perpustakaan adalah sistem informasi yang dalam prosesnya terdapat aktivitas pengumpulan, pengolahan, pengawetan, plestarian dan penyajian. Bahan informasi ini berupa cetak dan noncetak, serta bahan lain yang merupakan produk intelektual maupun artistik manusia (Lasa Hs, 2013). Informasi dan pengetahun yang semakin berkembang di saat sekarang ini membuat koleksi di perpustakaan semakin banyak. Koleksi di perpustakaan diantaranya buku teks, kamus, majalah, ensiklopedi, direktori, almanak, film mikro, kaset, piringan hitam, cd-rom, dll. Dari sekian banyak koleksi perpustakaan yang ada, tidak semua koleksi tersebut dapat digunakan oleh pemustaka. Karena pemustaka menggunakan koleksi di perpustakaan sesuai dengan kebutuhan yang mereka butuhkan. Sehingga koleksi baru pun belum tentu mampu menunjang kebutuhan bagi pemustaka itu sendiri. Bahkan koleksi lama memungkinkan dapat memenuhi kebutuhan pemustaka. Di perpustakaan penting melakukan kebijakan pengembangan koleksi. Pengembangan koleksi dilakukan diperpustakaan untuk mengetahui kebutuhan pengguna. selain itu untuk mengukur koleksi yang sesuai dengan kebutuhan instansi. Salah satu cara pengembangan koleksi perpustakan yaitu dengan melakukan evaluasi koleksi perpustakaan atau bahan pustaka. Evaluasi koleksi ialah upaya menilai daya guna dan hasil guna koleksi dalam memenuhi kebutuhan pemustaka serta program lembaga induknya. Evaluasi koleksi harus selalu dilaksanakan dengan teratur supaya koeleksi sesuai dengan perubahan dan perkembangan program perpustakaan dan lembaga induknya (Yuyu Yulia, 2009). Dengan melakukan evaluasi, koleksi yang relevan di perpustakaan akan memudahkan pemustaka dalam memenuhi kebutuhannya. Selain itu juga penting untuk perbaikan kualitas koleksi yang sesuai dengan pemustaka sehingga koleksi dapat dimanfaatkan. Selain untuk meperbaiki kualitas koleksi perpustakaan, evaluasi juga digunakan untuk mengukur kuantitas seperti judul dan jumlah eksemplar yang dimiliki perpustakaan. Dalam melakukan evaluasi koleksi perpustakaan, setiap lembaga berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan dan kebijakan dari lembaga tersebut. Untuk mementukan kualitas dan kuantitas koleksi di perpustakaan pustakawan dapat melakukan evaluasi dengan beberapa metode. Metode evaluasi koleksi akan memudahkan pustakawan dalam menentukan koleksi yang dibutuhkan bagi lembaga induknya. Karena dengan koleksi diperpustakaan yang lebih dari satu akan sulit melakukan evaluasi jika tidak menggunakan metode evaluasi koleksi di perpustakaan. Evaluasi koleksi yang dilakukan di Perpustakaan SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta belum berjalan sebagaimana mestinya karena pihak sekolah belum menyadari dan mendukung penuh pengembangan koleksi di perpustakaan tersebut. Sehingga untuk pembaruan koleksi belum dapat dilaksanakan oleh pihak perpustakaan seperti mengevaluasi koleksi yang sudah tidak dimanfaatkan dan kemudian melakukan pengadaan koleksi. Dari latar belakang yang telah dipaparkan diatas maka makalah ini menemukan rumusan masalah yang akan menjadi pembahasan pada makalah ini. Rumusan masalah tersebut yaitu mengenai bagaimana evaluasi koleksi yang dilakukan oleh perpustakaan SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta? Oleh karena itu penulis melakukan penelitian tentang metode evaluasi koleksi perpustakaan SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam pembuatan makalah ini yaitu bagaimana metode evaluasi koleksi yang dilakukan perpustakaan SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta? 2. Tujuan dan manfaat penelitian a. Tujuan Untuk mengetahui evaluasi koleksi yang dilakuakan perpustakaan SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta. b. Manfaat 1) Manfaat bagi penulis Dapat dijadikan pengetahuan dan wawasan bagi penulis guna mengembangkan kebijakan koleksi bagi perpustakaan dan sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan pengembangan koleksi. 2) Manfaat bagi tempat penelitian Dapat dijadikan pertimbangan untuk bahan evaluasi dalam melakukan pengembangan koleksi yang dilakukan di Perpustakaan SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta agar koleksi sesuai dengan kebutuhan pengguna. 3. Kajian Literatur a. Pengertian perpustakaan sekolah/ madrasah Perpustakaan sekolah merupakan perpustakaan yang beraada di lingkungan sekolah/madrasah. Diadakannya perpustakaan sekolah/ madrasah yaitu salah satunya sebagai tujuan dalam memenuhi kebutuhan informasi bagi masyarakat di lingkungan sekolah yang bersangkutan, khususnya untuk murid dan paa guru. Ia berperan sebagai sarana dan media dalam menunjang proses kegiatan belajar mengajar (KMB) di tingkat sekolah/madrasah (Pawit M. Yusuf, 2007). b. Fungsi perpustakaan Keberadaan perpustakaan sekolah/ madrasah mempunyai beberapa fungsi diantaranya yaitu sebagai berikut: 1) Sumber belajar Koleksi perpustakaan atau bahan informasi yang dikelola di perpustakaan dapat dimanfaatkan dalam proses kegiatan belajar mengajar dan aktivitas sekolah. hal tersebut memiliki fungsi sebagai sumber belajar dalam proses pendidikan atau belajar mandiri. 2) Penelitian sederhana Melalui perpustakaan sekolah/ madrasah, para guru maupun siswa dapat melaksanakan dan menyiapkan penelitian sederhana. Para siswa diarahkan untuk mencari tema-tema penelitian melalui sumber-sumber informasi yang sudah tersedia di perpustakaan. 3) Pusat kegiatan literasi informasi Melalui perpustakaan sekolah/ madrasah dapat dilakukan kegiatan literasi informasi. 4) Tempat kegiatan baca membaca Dalam merancang dan melakukan penataan ruang perpustakaan sekolah/madrasah diperlukan sebuah ruangan yang dapat di fungsikan sebagai ruang baca bagi pengguna perpustakaan. 5) Tempat penumbuhan kreativitas, inspiratif, maupun imajinatif Kreatifitas peserta didik akan tumbuh melalui bacaan atau sumber informasi lain di perpustakaan sekolah (Lasa Hs, 2013). Dari paparan diatas perpustakaan memiliki fungsi perpustakaan diantaranya sebagai sumber belajar, tempat penenlitian sederhana, berlangsungnya kegiatan literasi informasi, tempat kegiatan beca membaca, dan tempat penumbuhan kreativitas bagi semua orang. Perpustakaan memiliki berbagai fungsi, karena perpustakaan merupakan tempat dimana segala informasi dapat tersedia didalamnya. Selain itu perpustakaan bisa sebagai media dalam tukar menukar informasi. sehingga tidak hanya mendapatkan informasi tetapi juga bisa membagikan sebuah informasi. c. Koleksi perpustakaan Koleksi yang ada di perpustakaan sekolah/ madrasah merupakan sejumlah bahan atau sumber informasi baik berupa buku maupun bahan bukan buku, yang dikelola untuk kepentingan proses belajar dan mengajar di sekolah/ madrasah yang bersangkutan. Secara keseluruhan isinya yaitu mengandung bahan-bahan yang semuanya dapat menunjang program kegiatan belajar mengajar yang mana diselenggarakan oleh pihak sekolah baik program yang bersifat kurikuler maupun yang bersifat ekstrakurikuler. Koleksi yang tersedia di perpustakaan sekolah/ madrasah diupayakan sesuai dengan kebutuhan pengguna perpustakaan (Pawit M. Yusuf, 2007). Koleksi merupakan sumber daya buku yang sesuai hendaknya menyediakan sepuluh buku per murid. Untuk sekolah/madrasah terkecil hendaknya paling sedikit menyediakan 2.500 judul materi di perpustakaan yang mutakhir dan relevan agar buku yang tersedia berimbang untuk semua umur, kemampuan dan latar belakang. Paling tidak sedikitnya 60%, koleksi perpustakaan sebaiknya terdiri dari buku nonfiksi yang berkaitan dengan kurikulum untuk menunjangkegiatan belajar mengajar (IFLA, 2006). Koleksi perpustakaan merupakan sumber informasi atau bahan pustaka yang tersedia di perpustakaan. Sebagai sumber informasi di perpustakaan, hal tersebut dapat berguna bagi pengguna perpustakaan dalam memenuhi kebutuhan informasi mereka. d. Jenis-jenis koleksi di perpustakaan koleksi yang diterima perpustakaan sekolah/madrasah terdiri dari bahan buku dan bahan bukan buku. Bahan buku terdiri dari buku teks, buku referensi, buku ajar, buku paket, koran, majalah, dan lainnya. Sedangkan bahan bukan buku terdiri dari mikrofis, CD, keset, film mikro, piringan hitam, dan lainnya. Untuk standar perpustakaan sekolah menengah atas atau madrasah aliyah seharusnya setiap perpustakaan menyediakan diantaranya yaitu: 1) Buku teks, buku panduan pendidik, dan buku pengayaan a) Menyediakan buku teks 1 eksemplar per mata pelajaran per peserta didik b) Menyediakan buku panduan pendidik 1 eksemplar per mata pelajaran per guru bidang studi c) Menyediakan buku pengayaan dengan perbandingan 70% nonfiksi dan 30% fiksi, dengan ketentuan bila 3 sampai 6 rombongan belajar, maka jumlah buku yang harus tersedia sebanyak 1.000 judul, sedangkan 7 sampai 12 rombongan belajar maka jumlah buku sebanyak 2.000 judul, dan jika ada 19 sampai 27 rombongan belaja maka jumlah buku yang tersedia sebanyak 2.500 judul. 2) Penambahan koleksi Setiap tahun harus menambah koleksi dengan ketentuan semakin besar jumlah koleksi maka akan semakin kecil presentase penambahan koleksinya ( sebagai contoh yaitu jika ada 1.000 judul maka dibutuhkan penambahan sebanyak 10%; sedangkan 1.500 judul penambahan sebanyak 8%; jika 2.000 judul dan sterusnya penambahan koleksi sebanyak 6%). 3) Majalah dan surat kabar Untuk menambah wawasan guru dan siswa, tiap perpustakaan sekolah menengah atas harus melanggan sekurang-kurangnya tiga judul majalah dan tiga judul surat kabar (Lasa Hs, 2013). Dari paparan diatas terdapat jenisjenis koleksi yang seharusnya tersedia di perpustakaan. Karena jenis-jenis koleksi perpustakaan tersebut merupakan standar dalam ketersediaan koleksi perpustakaan. Jika ada beberapa koleksi yang tidak sesuai dengan standar tersebut maka pustakawan dapat melakukan evaluasi terhadap koleksi tersebut agar penggunaan koleksi tersebut dapat maksimal sesuai dengan kebutuhan pengguna perpustakaan. e. Pengertian Evaluasi Koleksi Evaluasi koleksi yaitu sebuah upaya menilai hasil guna dan daya guna koleksi dalam memenuhi kebutuhan informasi pengguna perpustakaan serta program lembaga induknya. Evaluasi koleksi harus selalu dilaksanakan dengan teratur dalam perpustakaan supaya koleksi tersebut dapat sesuai dengan perubahan dan perkembangan program perpustakaan itu sendiri maupun lembaga induknya (Yuyu Yulia, 2009). Evaluasi koleksi juga berfungsi sebagai sarana dalam menentukan koleksi-koleksi perpustakaan yang sudah lama tidak manfaatkan sehingga perpustakaan bisa menyediakan koleksi yang benar-benar menajadi kebutuhan penggunanya dan menunjang dalam kegiatan belajar mengajar. Selain itu kegiatan evaluasi juga menunjang dalam melaksanakan kegiatan penyiangan sesuai dengan koleksi yang sudah tidak sesuai denga kebutuhan informasi penggunanya. f. Tujuan Evaluasi Evaluasi koleksi berguna untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Tujuan evaluasi menurut yuyu yulia diantaranya sebagai berikut: 1) Mengetahui lingkup, mutu, dan kedalaman koleksi. 2) Menyesuaikan koleksi dengan tujuan dan program perpustakaan serta lembaga induknya. 3) Mengikuti perkembangan, perubahan, ilmu, sosial budaya, dan teknologi. 4) Meningkatkan nilai informasi. 5) Mengetahui kekuatan dan kelemahan koleksi yang tersedia di perpustakaan. 6) Menyesuaikan kebijakan penyiangan koleksi yang sudah dirancang oleh perpustakaan (Yuyu Yulia, 2009). Dari paparan diatas tujuan evaluasi koleksi tersebut untuk mengetahui kondisi koleksi yang berada diperpustakaan. Evaluasi koleksi merupakan kegiatan yang dilakukan di perpustakaan untuk mengetahui seberapa sering dan banyak koleksi perpustakaan telah digunakan oleh penggunanya. Sehingga koleksi tersebut digunakan sesuai dengan kebutuhan pengguna perpustakaan g. Manfaat Evaluasi Koleksi Perpustakaan perlu dalam mengadakan kegiatan evaluasi koleksi. Ada 2 hal yang dapat menjadi manfaat apabila kegiatan evaluasi koleksi di perpustakaan dapat dilakukan secara konsisten yaitu Pertama, hasil dari kegiatan evaluasi dapat digunakan sebagai pedoman pertimbangan dalam melakukan pengembangan koleksi. Dengan melakukan kegiatan evaluasi akan memberikan gambaran bahwa koleksi yang sering dimanfaatkan dan perlu untuk dilakukan pengadaan. Kemudian akan terlihat koleksi yang tidak pernah dimanfaatkan oleh pengguna perpustakaan dan tidak perlu dilakukan pengadaan. Dengan adanya kegiatan evaluasi koleksi maka anggaran untuk kebutuhan pengembangan koleksi perpustakaan akan tepat sasaran, efektif dan efisien. Kedua, kegiatan evaluasi koleksi adalah untuk kebutuhan organisasi institusi tersebut dan kebutuhan diluar organisasi. Perpustakaan perlu memiliki koleksi yang lengkap, relevam dan mendukung visi, misi, serta kinerja organisasi induknya. Koleksi yang sesuai yaitu koleksi yang dapat memenuhi kebutuhan informasi penggunanya sesuai dengan lingkungan dan latar belakang masyarakat pengguna perpustakan (Syukrinur, 2017). Dari paparan diatas dapat disimpulkan bahwa kegiatan evaluasi koleksi dapat memberikan manfaat bagi pengebangan koleksi perpustakaan agar menyediakan koleksi sesuai dengan kebutuhan pengguna perpustakaan dan anggaran yang dibrerikan dapat digunakan dengan tepat sasaran sesuai kebutuhan. h. Landasan Melakukan Evaluasi Koleksi Landasan untuk mengevaluasi koleksi yang dijelaskan oleh (Nisonger dalam Jim Age, 2005) yaitu : 1) Mengevaluasi yang berpusat pada pengguna 2) Penilaian fisik 3) Penilaian dukungan subjek tertentu Evaluasi koleksi semakin diperlukan karena banyaknya yang mengakses perpustakaan apalagi dengan koleksi elektronik yang semakin banyak. i. Evaluasi yang bepusat pada pengguna Dalam metode ini sangat baik dalam menentukan koleksi yang dibutuhkan oleh pengguna. Pada survey yang dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan penelitian psikologi siswa dengan menunjukkan kertas bibliografi yang mana bahan apa yang dibutuhkan oleh pengguna perpustakaan dan dalam hal ini siswa menjadi merasa diharagai. Kemudian menggunakan kuesioner yang diberikan kepada siswa dalam semua disiplin subjek di Universitas Botswana. Selain itu alat evaluasi yang kuat dan efisien adalah sistem manajemen online. Karena sistem manajemen online mengumpulkan data sirkulasi yang diorganisasikan dalam bentuk laporan. j. Penilaian fisik Dalam penilaian fisik ini melibatkan subjek spesialis untuk menentukan koleksi yang akan dievaluasi. Sehingga pustakawan berperan penting untuk terlibat dalam evaluasi koleksi. Untuk melakukan evaluasi bisa berdasarkan gambar di bawah ini yaitu dengan melihat kondisi fisik peningkatan, halaman, hak cipta, tanggal, bahasa, jumlah salinan, judul. Dalam hal ini konten adalah bagian yang penting dalam penilaian fisik ketika koleksi tersebut akan dievalusi. Karena buku baru belum tentu memiliki konten yang dapat memenuhi kebutuhan informasi. Namun copyright yang lama memungkinkan memiliki konten yang dibutuhkan. k. Penilaian dukungan subjek spesifik Sebagian besar pustakawan merencanakan koleksi perpustakaan untuk mendukung kursus dan penelitian mereka. Ini adalah spesifik subyek mereka. Fokus pada subjek tertentu dapat dimasukkan dalam pernyataan misi lembaga, dalam kebijakan pembangunan koleksi perpustakaan, atau mungkin pengamatan sirkulasi pola dan permintaan pengguna. Adapun alat yang digunakan untuk mengevaluasi yaitu dengan panduan kurikulum inti. Panduan kurikulum inti juga disebut sebagai daftar periksa yang termasuk sumber daya terbaik dan terkini dalam subjek tertentu (Jim Age, 2005). Dengan koleksi yang terus berkembang, ada kebutuhan untuk mengenali meode evaluasi mana yang berfungsi di lingkungan baru. Bagaimana pendekatan yang tidak berhasil dapat dimodofikasi, dan apa yang baru untuk perlu dibuat. Pustakawan memiliki banyak strategi yang tersedia untuk mengevaluasi koleksi. Dalam artikel ini menggunakan 3 pendekatan. Manfaat menggunakan salah satu teknik ini adalah fokus dapat dikembangkan dalam setiap aspeksubjek, usia, kualitas, atau penggunaan dari koleksi tersebut. l. Pendekatan Umum Untuk Melakukan Evaluasi Adapun 5 pendekatan umum menurut Evans untuk melakukan evaluasi diantaranya sebagai berikut: 1) Menyusun statistik tentang kepemilikan. 2) Memeriksa daftar standar - katalog dan bibliografi. 3) Mendapatkan opini dari pengguna biasa. 4) Memeriksa koleksi secara langsung. 5) Menerapkan standar (yang melibatkan penggunaan berbagai metode yang disebutkan di atas), daftar kemampuan pengiriman dokumen pustaka, dan mencatat penggunaan relatif dari kelompok tertentu (G. Edward Evans, 318). Dari paparan diatas ada lima pendekatan yang dapat dilakukan dalam melakukan kegiatan evaluasi bahan koleksi diperpustakaan. Dengan adanya pendekatan tersebut dapat dijadikan acuan untuk mngevaluasi koleksi sesuai dengan kondisi koleksi tersebut.

Method

Dalama penelitan ini, peneliti menggunakan metode penelitian observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk mengetahui proses evaluasi koleksi yang dilakukan di perpustakaan SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Sehingga dapat memaparkan hasil dari observasi, wawancara, dan dokumentasi tersebut. Obesrvasi dilakukan untuk mengetahui Perpustakaan SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta melakukan pengembangan koleksi atau tidak. Kemudian wawancara untuk mendapatkan hasil penelitian dan dokumentasi guna penunjang bukti hasil penelitian.

Discussion

1. Perpustakaan SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta Sekilas mengenai perpustakaan SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta ini didirikan tahun 1978. Lokasi SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta berada di Jl. Mondorakan No. 51 Kotagede Yogyakarta. Sampai saat ini perpustakaan ini memiliki 2000 koleksi. Perpustakaan SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta sesuai dengan kemampuan sarana yang tersedia telah berupaya melaksanakan tugas dan fungsi perpustakaan sekolah. Perpustakaan SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta tidak berdiri sendiri melainkan berada di bawah satu atap dengan sekolah, diatur dan di bawah koordinasi yang dipegang langsung oleh kepala sekolah. 2. Visi dan Misi a. Visi “Perpustakaan sebagai pusat informasi dan pengetahuan dalam bidang IMTAQ dan IPTEK” b. Misi 1) Menciptakan siswa gemar membaca. 2) Memberikan pelayanan yang ramah, tertib, cepat, dan berbasis IT. 3) Membangun guru dan siswa memperoleh informasi untuk memajukan pendidikan di SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta. 3. Proses Evaluasi Koleksi yang Dilakukan Di Perpustakaan SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta Dalam melakukan pengembangan koleksi, perpustakaan SMA Muhammadiyah salah satunya melakukan evaluasi koleksi. Proses evaluasi koleksi yang dilakukan SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta bertujuan untuk meningkatkan kualitas koleksi yang diminati pengguna perpustakaan tersebut. Perpustakaan SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta biasanya melakukan evaluasi setiap satu tahun sekali pada saat semester akhir ketika siswa sedang proses kenaikan kelas. Evaluasi koleksi tersebut dilaksanakan pada saat kenaikan kelas agar dapt dicek koleksi secara keseluruhan sehingga tidak menganggu kegiatan belajar mengajar. Untuk proses evaluasi yang dilakukan di perpustakaan SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta ada 4 proses yang dilakukan diantaranya yaitu: a. Pengumpulan data semua koleksi yang dimiliki. b. Pengecekan pada daftar standar seperti katalog dan bibliografi. c. Pengumpulan pendapat dari pengguna yang biasa datang ke perpustakaan d. Pemeriksaan koleksi langsung. Berdasarkan proses yang dilakukan oleh SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Beberapa dari proses tersebut sesuai dengan teori dari Evans pendekatan umum untuk melakukan evaluasi koleksi. Selain itu salah satu proses yang digunakan juga berkaitan dengan teori yang dikemukakan dalam Jim Age bahwa evaluasi koleksi berpusat pada pengguna. Dalam penelitian yang dilakukan perpustakaan SMA Muhammadiyah 4 melakukan 4 proses evaluasi koleksi. Diantaranya yaitu: a. Pengumpulan data semua koleksi yang dimiliki Dalam pengumpulan data koleksi yang dimiliki perpustakaan seperti tabel dibawah ini berguna sebaggai bahan yang akan diolah menjadi data statistik. Sehingga akan terlihat jumlah koleksi perpustakaan dengan menampilkan data berupa statistik. Pembuatan statistik berdasarkan data koleksi seperti gambar dibawah ini yang mana terdapat koleksi yang berasal dari pembelian, depdiknas (Departemen Pendidikan Nasional), pemkot (Pemerintah Kota), depag (Departemen Agama), PWM (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah), dan siswa/PPL yaitu sebagai berikut: Jenis Buku Dibeli Depdiknas Pemkot Depag PWM Siswa/PPL Jumlah J Eks J Eks J Eks J Eks J Eks J Eks J Eks Teks Utama 0 0 93 2.089 0 0 32 880 0 0 0 0 118 2.749 Teks Penunjang 461 3.224 28 360 25 378 10 32 14 444 396 864 934 5.302 Bacaan 847 970 286 1.171 107 210 45 222 2 2 761 943 2.047 3.518 Sumber/ Referensi 215 545 138 312 48 125 2 25 2 3 111 205 515 1.215 Lain-lain 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 184 220 184 220 Jumlah 1.521 4.733 538 2.632 180 713 89 1.159 18 449 1.452 2.232 3.798 13.004 Tabel. Pengumpulan Data Koleksi b. Pengecekan pada daftar standar seperti katalog dan bibliografi Untuk proses evaluasi pengecekkan pada daftar standar seperti katalog dan bibliografi pustakawan melakukan pengecekan judul dan tahun terbit pada bibliografi yang berada di database IBRA. Perpustakaan SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta menggunakan software IBRA dalam menyimpan data digital. Namun pada saat ini IBRA tersebut sedang dalam perbaikan sehingga tidak bisa menampilkan pengecekan evaluasi koleksi melalui IBRA tersebut. c. Pengumpulan pendapat dari pengguna yang biasa datang ke perpustakaan Perpustakaan SMA Muhammadiyah 4 yogyakarta dalam melakukan evaluasi pada pengumpulan pendapat dari pengguna yang biasa datang ke perputakaan dengan cara memberikan kuesioner. Pustakawan memberikan kuesioner kepada siswa yang biasanya datang ke perpus untuk mendapatkan tanggapan mengenai koleksi perpustakaan SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Kuesioner yang biasanya diberikan kepada pengguna perpustakaan yaitu berbentuk sebagai berikut dengan beberapa petanyaan sebagai pedoman: Kuesioner Survey Kepuasan Pemustaka SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta Nama : Kelas : A. Penilaian terhadap koleksi Perpustakaan No. Pernyataan SP P TP STP 1. Kelengkapan koleksi buku dan terbitan berkala (majalah, tabloid, dan koran) 2. Kemudahan menemukan koleksi yang terdapat dalam katalog 3. Kerapian penataan 4. Kondisi fisik koleksi 5. Kesesuaian koleksi dalam memenuhi kebutuhan informasi B. Masukkan untuk menambah koleki perpustakaan: Judul Koleksi : Nama Pengarang : Nama Penerbit : Sinopsis Buku : saran dan komentar Terimakasih atas partisipasi anda, semoga hasil kuesioner ini dpat menjadi masukan yang berguna dalam rangka peningkatan kinerja perpustakaan sekolah. Tabel. Kuesioner Survey Kepuasan Pemustaka Dari data kuesioner tersebut pustakawan dapat menilai dan mengevaluasi koleksi yang ada di perpustakaan melalui pendapat dari pengguna perpustakaan itu sendiri. Dalam kuesioner tersebut ada pernyataan mengenai kelengkapan koleksi dan kesesuaian koleksi dalam memenuhi kebutuhan informasi. Sehingga koleksi yang akan dievaluasi telah dilakukan identifikasi melalui pendapat pengguna perpustakaan, pustakawan tidak serta merta melakukan dan menentukan evaluasi koleksi seorang diri. Dengan adanya kuesioner yang telah dibuat oleh pustakawan dapat dijadikan bukti bahwa pengguna perpustakaan turut berkontribusi dalam menciptakan koleksi yang sesuai dengan kebutuhan. Selain itu juga bisa menambah koleksi yang sekiranya sedang update dikalangan pengguna. dengan hal tersebut maka koleksi perpustakaan akan termanfaatkan dengan baik. d. Pemeriksaan koleksi langsung Pada proses pemeriksaan koleksi langsung biasanya di perpustakaan SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta dilakukan jika memang koleksi tersebut benar-benar penting untuk dievaluasi misalnya mengalami kerusakan atau ketidaksesuaian maka pustakawan ketika shelving langsung mengambil tidakan terhadap koleksi tersebut. Sehingga tidak menunggu sampai satu tahu sekali setiap kali melakukan evaluasi koleksi yang biasanya dialakukan oleh pustakawan dengan proses selain pemeriksaan koleksi langsung. Karena shelving dilakukan pustakawan setelah selesai jam layanan sehingga pustakawan dapat melakukan proses pemeriksaan koleksi langsung ketika akan tutup layanan. Berdasarkan proses evaluasi koleksi yang dilakukan di perpustakaan SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta ada beberapa alasan yang mendasari perpustakaan tersebut melakukan evaluasi koleksi diantaranya yaitu: 1) Untuk mengembangkan pengadaan koleksi sesuai dengan kondisi yang sudah ada di perpustakaan. 2) Untuk dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pengajuan anggaran untuk pengadaan koleksi yang akan dilaksanakan selanjutnya. 3) Untuk menambah pengetahuan pustakawan mengenai pengembangan koleksi terhadap kondisi koleksi yang ada di perpustakaan. Evaluasi yang dilakukan perpustakaan SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta adalah salah satu bentuk pengembangan koleksi di perpustakaan tersebut. Untuk memenuhi koleksi sesuai dengan keinginan pengguna, evaluasi koleksi rutin diadakan setiap tahun oleh pustakawan. Sehingga koleksi akan disediakan sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan oleh pengguna perpustakaan. Namun menurut petugas perpustakaan atau pustakawan ada kendala dalam pengembangan koleksi yaitu pihak sekolah kurang memperhatikan kegiatan pengembangan koleksi tersebut. Terutama untuk pembelian buku dan perbaharuan buku itu tidak teratur sehingga kegiatan evaluasi koleksi sedikit terkendala. Sehingga untuk melakukan evaluasi berdasarkan pengguna perpustakaan kurang berjalan semestinya sebab koleksi yang diinginkan oleh pengguna sesuai dengan masukan untuk menambah koleksi belum dapat direalisasikan.

Conclusion

1. Kesimpulan Untuk proses evaluasi yang dilakukan di perpustakaan SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta ada 4 proses yang dilakukan diantaranya yaitu: pengumpulan data semua koleksi yang dimiliki, pengecekan pada daftar standar seperti katalog dan bibliografi, pengumpulan pendapat dari pengguna yang biasa datang ke perpustakaan, dan pemeriksaan koleksi langsung. 2. Saran Hasil dari evaluasi koleksi dapat dilampirkan dalam pengajuan dana untuk pengadaan koleksi sehingga pihak sekolah mengetahui kebutuhan pengguna yang dibutuhkan dalam memenuhi kebutuhan informasi mereka.