DAMPAK USER EDUCATION TERHADAP PENGGUNAAN MATERI PERPUSTAKAAN DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
N/A
Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan pengguna terhadap pemanfaatan bahan pustaka di Perpustakaan Universitas Brawijaya Malang serta faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan bahan pustaka di Perpustakaan Universitas Brawijaya Malang. Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan mengenai pengaruh pendidikan pengguna terhadap pemanfaatan bahan pustaka di Perpustakaan Universitas Brawijaya Malang sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menetapkan kebijakan untuk pengembangan perpustakaan menjadi lebih baik lagi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif yaitu penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk menunjukkan pengaruh terhadap variabel terikat. Jumlah sampel 30 orang, menggunakan teknik Accidental Sampling dengan alasan populasi dianggap homogen. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti meliputi; observasi, penyebaran kuesinoer, dan dokumentasi. Teknik analisis pengolahan data dalam penelitian ini yaitu editing dan tabulasi. Hasil penelitian dihitung dengan menggunakan bantuan program SPSS version 16 for windows, dan diperoleh hasil yaitu terdapat pengaruh pendidikan pengguna terhadap pemanfaatan bahan pustaka di Perpustakaan Universitas Brawijaya Malang sebesar 14,9%. Terdapat faktor lain yang mempengaruhi pemanfaatan bahan pustaka di Perpustakaan Universitas Brawijaya Malang salah satunya adalah karena kebutuhan akan tugas-tugas kuliah. Selain itu kesadaran untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan informasi menjadikan faktor pemanfaatan bahan pustaka. Di samping itu faktor lain pemanfaatan bahan pustaka adalah sebagai sarana hiburan.
Abstract
The aim of this research is to determine the influence of user education on the use of library materials at the Brawijaya University Malang Library as well as the factors that influence the use of library materials at the Brawijaya University Malang Library. It is hoped that the benefits of this research can provide input regarding the influence of user education on the use of library materials in the Brawijaya University Malang Library so that it can be taken into consideration in determining policies for better library development. The research method used in this research is quantitative, that is, this research was carried out with the aim of showing the effect on the dependent variable. The total sample was 30 people, using the Accidental Sampling technique because the population was considered homogeneous. Data collection techniques used by researchers include; observation, distribution of questionnaires, and documentation. The data processing analysis techniques in this research are editing and tabulation. The research results were calculated using the SPSS version 16 for Windows program, and the results obtained were that there was an influence of user education on the use of library materials in the Brawijaya University Malang Library of 14.9%. There are other factors that influence the use of library materials at the Brawijaya University Malang Library, one of which is the need for course assignments. Apart from that, awareness of obtaining knowledge and information is a factor in the use of library materials. Apart from that, another factor in the use of library materials is as a means of entertainment.
Keywords:
User education
· Materi Perpustakaan
· Perpustakaan Perguruan Tinggi
Introduction
Perpustakaan merupakan tempat dimana pemustaka dapat memperoleh informasi yang dibutuhkannya dengan mudah, cepat dan akurat. Perpustakaan merupakan suatu organisasi yang terdiri dari beberapa bagian-bagian penting dan saling berkaitan, diantaranya: staf, materi perpustakaan, perpustakaan itu sendiri, layanan yang diberikan, pengguna perpustakaan, dan fasilitas yang tersedia di perpustakaan. Seperti yang diungkapkan oleh Saleh (2022) bahwa di dalam perpustakaan berisi informasi maupun ilmu pengetahuan yang dapat menjadi tujuan utama seseorang untuk menemukan sumber referensi. Meningkatnya tingkat persaingan di era informasi menuntut pemangku kepentingan informasi di setiap organisasi untuk lebih memperhatikan kebutuhan dan keinginan pengguna, berusaha memenuhi harapan pengguna. Pelayanan yang lebih baik dibandingkan dengan yang ditawarkan pesaing lainnya. Perpustakaan sebagai lembaga informasi tentunya harus menyediakan informasi yang berkualitas dan relevan kepada masyarakat (Afifatunnisa & Padjadjaran, 2022). Perpustakaan adalah jenis lembaga layanan sosial, lembaga nonprofit, atau pelayanan sosial yang memiliki kemampuan untuk berkontribusi pada kebaikan masyarakat. Seperti yang diungkapkan oleh Afifatunnisa & Padjadjaran (2022) bahwa perpustakaan saat ini berlomba-lomba memberikan pelayanan terbaik kepada penggunanya masing-masing. Perpustakaan yang sehat tentunya harus mampu menyalurkan informasi dan pengetahuan yang dimilikinya kepada seluruh pemustakanya sehingga dapat bermanfaat bagi kemajuan masyarakat dengan tujuan membantu mencerdaskan kehidupan negara. Perpustakaan sangat penting bagi pemustakanya, jadi perlu ada kegiatan untuk menunjukkan manfaatnya kepada seluruh civitas akademika. Zainullah Ahmad (2021) menyebutkan bahwa perpustakaan memiliki peran penting dalam mewujudkan masyarakat madani. Perpustakaan juga diharapkan dapat mengajarkan penggunanya untuk menggunakan seluruh koleksinya secara teratur dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, perpustakaan akan berfungsi dengan baik hanya jika pengguna dapat dengan mudah dan cepat menemukan informasi yang mereka butuhkan. Kegunaan perpustakaan bagi pemustaka merupakan landasan penting bagi perpustakaan untuk mencapai tujuannya. Perpustakaan memiliki peran sebagai agen informasi yang dapat membawa masyarakat kepada nilai-nilai perubahan sosial (Nurhayati, 2018). Perpustakaan harus mampu memberikan pengetahuan kepada masyarakat pemustaka dalam hal ini agar mereka dapat menggunakan sepenuhnya sumber daya yang mereka miliki. Nurjito (2020) menyebutkan bahwa fakta dilapangan, masih banyak pemustaka di perpustakaan yang masih belum paham tentang cara menggunakan perpustakaan dengan baik. Karena itu, perlu ada tindakan yang dapat mengatasi masalah ini. Kegiatan seperti ini sering disebut user education atau bahasa lain yang biasa digunakan adalah library tour. User education merupakan salah satu kegiatan layanan instruksional perpustakaan yang bertujuan membantu pemustaka meningkatkan keterampilannya dalam mencari informasi yang diinginkan secara cepat dan akurat. User education bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada pemustaka agar menjadi pencari informasi yang mandiri. Edukasi pemustaka juga ditujukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas perpustakaan, baik pemanfaatan gedung maupun pemanfaatan koleksi bahan pustaka. Perpustakaan Universitas Brawijaya Malang berperan penting dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan memajukan kegiatan akademik. Oleh karena itu, perpustakaan harus mampu memberikan semua pengetahuan dan informasi yang dimilikinya kepada penggunanya. Seperti yang diungkapkan oleh Herwanto (2020) bahwa di era keterbukaan informasi saat ini perpustakaan harus dapat memberikan terobosan baru dan memberikan kepuasan kepada penggunanya. Dalam standar perpustakaan juga disebutkan bahwa perpustakaan harus mampu bersaing secara kompetitif untuk memberikan kepuasan kepada penggunanya. Perpustakaan Universitas Brawijaya melakukan upaya untuk memberikan pendidikan kepada penggunanya. Ini akan mengajarkan pengguna bagaimana menggunakan perpustakaan dengan baik. User education juga memberikan pengetahuan tentang bahan pustaka apa saja yang tersedia di perpustakaan dan cara pemanfaatannya. Herwanto (2020) menyatakan bahwa user education membekali bagaimana cara memanfaatkan perpustakaan secara baik, efektif dan efisien. Jadi pengguna mampu mendayagunakan bahan pustaka perpustakaan secara mandiri sesuai dengan kebutuhannya. Kegiatan user education akan memberi pengguna pengetahuan dan keterampilan dasar, untuk membuatnya mudah untuk menemukan apa yang mereka butuhkan di perpustakaan. Perpustakaan merupakan salah satu embrio organisasi sumber daya pendidikan, khususnya pusat sumber daya pendidikan (Rendi Nur Hermawanto, 2020). Beberapa mahasiswa tidak menyadari hak dan kewajiban mereka sebagai anggota perpustakaan. Banyak mahasiswa yang tidak tahu bahwa bahan pustaka yang ada di Perpustakaan Universitas Brawijaya dapat diakses. Mahasiswa sering lebih suka mencari informasi dari internet daripada perpustakaan. Namun disisi lain juga terdapat permasalahan yaitu kurangnya minat dan motivasi pengguna, terutama di kalangan pemustaka muda. Meningkatkan minat dan motivasi untuk menggunakan perpustakaan dan sumber daya yang tersedia adalah sebuah tantangan tersendiri bagi pengelola perpustakaan. Perpustakaan sangat penting sebagai sumber belajar karena menjadi jembatan antara pemustaka dan sumber informasi (Sri Anawati, 2017). Salah satu tujuan user education adalah untuk memberi pengguna pemahaman yang lebih baik tentang apa yang ada di perpustakaan dan bagaimana mereka dapat memanfaatkannya. Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti merumuskan masalah penelitian tentang bagaimana dampak user education terhadap penggunaan materi perpustakaan di Perpustakaan Universitas Brawijaya Malang. Selain itu penelitian ini juga akan mengkaji apa saja faktor yang mempengaruhi pemanfaatan bahan pustaka yang ada di perpustakaan. B. KAJIAN TERDAHULU Tema tentang user education ini sebelumnya juga sudah dilakukan oleh beberapa peneliti terdahulu. Pertama penelitian Febrianti (2019) dengan judul “Pendidikan pemakai (user education) bagi mahasiswa baru di Perpustakaan Universitas Sriwijaya”. Pentingnya pendidikan pemakai bagi mahasiswa baru di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang bagaimana kegiatan pendidikan pemakai ini dilakukan di Perpustakaan Universitas Sriwijaya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk menjelaskan langkah-langkah pelaksanaan user education. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perpustakaan Universitas Sriwijaya menggunakan beberapa pendekatan untuk mengajar pemakainya. Metode ini termasuk ceramah, seminar dan demonstrasi, tur perpustakaan, dan penyebaran brosur. Kegiatan ini melibatkan pustakawan dan karyawan pengelola perpustakaan. Materi yang disampaikan termasuk pengenalan plagiarisme, instruksi tentang manajemen referensi, penelusuran e-journal dan buku, dan sosialisasi sumber referensi ilmiah langganan Universitas Sriwijaya dan sumber elektronik yang dilanggan Perpustakaan Nasional RI. Penelitian kedua dilakukan oleh Izzah (2021) dengan judul “Tingkat Keberhasilan Program User education (User Education) di Perpustakaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember bagi Mahasiswa Tingkat Akhir”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif, dengan metode purposive random sampling sebagai metode pengambilan sampel dan mahasiswa tingkat akhir Institut Teknologi Sepuluh Nopember sebagai populasi penelitian. Penelitian dilakukan dengan menggunakan model efektivitas program dari Kirkpatrick, yang mana pada model tersebut efektivitas sebuah program dapat diketahui melalui empat level yakni reaction, learning, behavior, dan result. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga dari empat level tersebut berada dalam kategori tinggi, dan satu level berada dalam kategori sedang. Secara keseluruhan, program user education di Perpustakaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember berhasil; namun, perlu diingat bahwa layanan harus mudah diakses agar pelajaran yang dipelajari pemustaka menjadi kebiasaan dan menghasilkan perilaku yang baik. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Effendi et al. (2019) yang berjudul “Evaluasi Pendidikan Pemakai (User Education) Dalam Meningkatkan Pemanfaatan Perpustakaan Di Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri Banjarmasin”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pendidikan pemakai dilakukan di perpustakaan dan pengaruhnya terhadap pemanfaatan perpustakaan. Penelitian tersebut menggunakan kajian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan antatra user education dengan pemanfaatan perpustakaan. Salah satu perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya di atas adalah bahwa penelitian ini akan melihat dampak user education dalam mempengaruhi pemanfaatan bahan pustaka yang ada di perpustakaan. Selain itu, penelitian ini juga akan melihat bahan pustaka apa yang paling banyak digunakan pengguna. Banyak istilah yang digunakan dalam bahasa Inggris untuk menggambarkan pendidikan pemakai ini, termasuk "pendidikan pemakai", "orientasi perpustakaan", dan "pedoman pengguna". Menurut Ranganathan (dalam Suwarno, 2019), faktor-faktor yang mendorong program user education perpustakaan: a. Library is the growing organism. Karena perpustakaan adalah organisasi yang terus berkembang, pengguna harus diberitahu tentang setiap perubahan yang terjadi dalam pemakaian sumber informasi dan pelayanan. User education adalah salah satu cara terbaik untuk melakukan ini. b. Every book it’s reader. Bahwa setiap buku ditujukan untuk pembaca yang tepat. Pengadaan buku di perpustakaan harus dilakukan melalui proses seleksi yang didasarkan pada kebutuhan pemakai, sehingga semua koleksi buku perpustakaan dapat digunakan oleh pembaca yang tepat. c. Every reader it’s book. Koleksi buku perpustakaan disusun dengan mempertimbangkan siapa yang dapat menggunakannya, sehingga setiap pembaca dapat menemukan bacaan yang mereka butuhkan. d. Book are for use. Perpustakaan harus memastikan bahwa semua bukunya dapat digunakan dengan baik dengan memperhatikan beberapa hal. Salah satunya adalah menyediakan koleksi buku yang benar-benar berorientasi pada pengguna; buku dapat segera diolah dengan sistem yang memudahkan pengguna menemukan kembali buku tersebut jika diperlukan; dan perpustakaan harus proaktif dalam memberikan informasi tentang buku-buku baru agar pengguna dapat mengaksesnya. e. Save the time for reader. Bahwa pendidikan pemakai menghemat waktu bagi pembacanya. Program ini bertujuan agar siswa baru memahami cara menggunakan sumber informasi dengan baik, sehingga mereka tidak perlu pergi ke perpustakaan lagi. dapat dengan cepat menemukan informasi yang dikehendaki, tanpa harus berlama-lama mengalami kebingungan. f. Pustakawan tidak hanya harus mengolah buku; mereka juga harus berfungsi sebagai pendidik. Diharapkan pustakawan dapat mengajarkan peserta didik bagaimana memanfaatkan sumbersumber perpustakaan. Dengan kata lain, pustakawan adalah seorang pendidik. g. Perpustakaan harus digunakan sebaik mungkin karena itu adalah investasi yang mahal. Koleksi dan fasilitasnya mahal. Terdapat tiga jenis pendidikan pemakai seperti yang diungkapkan oleh Rice (1981) sebagai berikut: a. Orientasi Perpustakaan b. Pengajaran Perpustakaan c. Pengajaran Bibliografi User education perpustakaan bertujuan untuk membantu pengguna, terutama anggota, memahami dan menggunakan perpustakaan secara efektif. Tujuan dari pendidikan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman pengguna tentang sumber daya dan layanan perpustakaan dan membantu mereka menjadi pengguna yang cerdas dan mandiri. Pengguna diberdayakan untuk menjadi literat informasi, yang berarti mereka memiliki kemampuan untuk menilai, mengakses, menggunakan, dan berkontribusi pada sumber informasi dalam cara yang efektif.
Method
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif karena peneliti akan mengkaji bagaimana pelatihan pengguna mempengaruhi penggunaan bahan pustaka. Penelitian ini memerlukan data numerik dan data statistik untuk menganalisis data guna menarik kesimpulan. Pengertian metode penelitian kuantitatif adalah studi ilmiah yang sistematis terhadap faktor-faktor, fenomena dan hubungannya (Sugiyono, 2018). Metode penelitian ini menggambarkan suatu kondisi maupun peristiwa secara sistematis, aktual serta akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat dan hubungan atau fenomena yang diselidiki dengan menggunakan perhitungan statistik. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti meliputi; observasi, penyebaran kuesinoer, dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa yang berkunjung ke UPT Perpustakaan Universitas Brawijaya Malang. Untuk pengambilan sampel penelitian ini menggunakan Non-Probability Sampling yaitu metode pengambilan sampel di mana setiap peserta memiliki peluang yang tidak sama untuk dipilih sebagai sampel. Ukuran sampel yang layak dalam penelitian menurut Roscoe adalah antara 30 sampai dengan 500 (Sugiyono, 2018). Jadi peneliti mengambil sampel sebanyak 30 orang, karena 30 dianggap layak dengan populasi yang homogen yaitu seluruh mahasiswa yang berkunjung ke perpustakaan. Teknik analisis pengolahan data dalam penelitian ini yaitu editing dan tabulasi dengan menggunakan bantuan program SPSS version 16 for windows.
Result & Discussion
User education perpustakaan adalah pendekatan pendidikan yang difokuskan pada pelatihan dan pengembangan keterampilan yang memungkinkan pengguna perpustakaan untuk mengoptimalkan manfaat dari sumber daya perpustakaan. Hasil analisis regresi linier sederhana dalam penelitian ini dengan menggunakan perhitungan komputer SPSS (Statistical Package for The Sosial Science) version 16.0 for windows dengan uji korelasi sebagai berikut: Tabel 1. Uji Correlations Sumber: Hasil olahn data 2023. Dari tabel di atas dapat diketahui user education berhubungan positif dan signifikan dengan pemanfaatan bahan pustaka, karena nilai P-value 0.017 atau P-value < 0.05. Besarnya hubungan user education dan pemanfaatan bahan pustaka adalah sebesar 0.387. Jadi dapat diketahui bahwa user education memiliki pengaruh sebesar 38,7 % terhadap pemanfaatan bahan pustaka perpustakaan. Tabel 2. Model Summaryb Sumber: Hasil olahn data 2023. Dari tabel di atas dapat diketahui nilai R Square mengukur seberapa kontribusi atau peran variabel independen (user education) dalam menjelaskan variabel dependen (pemanfaatan bahan pustaka) sebesar 14,9%. Standar error of the estimate adalah 1,78000 dan itu lebih kecil dari standar deviation 1.89646, maka model regresi layak digunakan. Tabel 3. ANOVAb Sumber: Hasil olahn data 2023. Dari data di atas dapat diketahui bahwa regresi secara statistik sangat signifikan F = 4.919 untuk derajat kebebasan k = 1 dan untuk derajat penyebut n – k – 1 = 30 – 1 – 1 = 28 dan dalam tabel F = 4.20 dan P-value = 0.035 lebih kecil dari α = 0.05. maka Ho ditolak karena P-value = 0.035 lebih kecil dari α = 0.05 atau 0.035 lebih kecil dari 4.20 (F tabel). Tabel 4. Coefficientsa Sumber: Hasil olahn data 2023. Persamaan garis regresi menggunakan metode kuadrat terkecil (least squarea method) yang didapat adalah: Y = 5.886 + 0.242 X. Dimana Y adalah pemanfaatan bahan pustaka perpustakaan dan X adalah user education. Untuk menguji masing-masing koefisien regresi digunakan uji statistik t. Untuk menguji β1: Ho: β1 = 0 terhadap H1: β1 ≠ 0 dari output SPSS didapat nilai uji-t dengan t = 2.218 dengan derajat kebebasan n – 2 = 30 – 2 = 28 nilai t tabel pada taraf kepercayaan 95% (signifikansi 5%) adalah 1.70113 dan P-value = 0.035 lebih kecil dari α = 0.05. hal ini merupakan bukti penolakan Ho: β1 = 0 karena P-value = 0.035 lebih kecil dari α = 0.05 dan lebih kecil dari t tabel. Berdasarkan hasil uji regresi linier di atas dapat diketahui bahwa variabel independen (user education) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen (pemanfaatan bahan pustaka) sebesar 14,9 %. Hal ini dijelaskan melalui probabilitas (Sig) masing-masing variabel tersebut yang kurang dari taraf signifikansi (0.05). dan arah hubungannya positif. Dapat disimpulkan bahwa user education mempengaruhi pemanfaatan bahan pustaka di perpustakaan. Hal serupa juga dinyatakan oleh Febrianti (2019) bahwa user education merupakan petunjuk dan bimbingan yang diberikan kepada pemustaka dengan tujuan agar mereka dapat memanfaatkan perpustakaan dengan baik dan benar. Hal ini bertujuan agar pengguna dapat memanfaatkan sumber daya perpustakaan dan layanan yang tersedia di perpustakaan. Kegunaan perpustakaan sangat terkait erat dengan proses user education yang diselenggarakan oleh perpustakaan. Berikut ini adalah data yang didapatkan dari penelitian: 1. Persepsi pemustaka terhadap penyelenggaraan user education Untuk mencapai keberhasilan dalam bidang pendidikan, penyelenggaraan user education harus dilaksanakan (Muhammad Adly CK Saraan, 2019). Perpustakaan Universitas Brawijaya Malang menyelenggarakan user education melalui kegiatan orientasi. Perpustakaan Universitas Brawijaya menyelenggarakan sosialisasi kepada calon pengguna perpustakaan berupa pengenalan perpustakaan pada masa orientasi mahasiswa baru. Materi yang diberikan pada saat proses sosialisasi antara lain: (Data Primer, 2023) a. Pengenalan profil Perpustakaan Universitas Brawijaya. b. Jenis-jenis bahan pustaka yang tersedia di perpustakaan. c. Pengenalan ruangan perpustakaan dan tempat penyimpanan bahan pustaka. d. Sosialisasi tentang pengolahan dan penyusunan bahan pustaka perpustakaan. e. Pengenalan jenis-jenis layanan yang tersedia di perpustakaan. f. Pengenalan tentang sistem temu kembali informasi dan website perpustakaan. g. Sosialisasi e-journal. h. Menjelaskan tentang peraturan dan tata tertib perpustakaan. i. Pemberitahuan jam layanan perpustakaan. Dari materi yang disampaikan dalam kegiatan user education terdapat tanggapan dari pengguna seperti dalam tabel berikut ini: Tabel 5. Rekapitulasi Perpsepsi Pengguna Terhadap Penyelenggaraan User Education No. Indikator yang dinilai Skor rata-rata Ket 1 Pengenalan jenis-jenis layanan 2,8 Baik 2 Pengenalan jenis-jenis bahan pustaka 2,7 Baik 3 Pengenalan sumber-sumber pustaka 2,8 Baik 4 Pengenalan alat penelusuran informasi (OPAC) 2,6 Baik 5 Pengenalan lokasi dan tata ruang perpustakaan 2,9 Baik Mean 2,8 Baik Sumber: Data Primer, 2023 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa dalam menyelenggarakan user education, Perpustakaan Universitas Brawijaya Malang menyampaikan materi pengenalan jenis layanan, pengenalan jenis bahan pustaka, pengenalan sumber-sumber pustaka, pengenalan alat penelusur informasi dan juga mengenalkan lokasi juga tata ruang yang ada di perpustakaan. Seperti yang diungkapkan oleh Radiya Wira Buwana (2021) user education pada perpustakaan perguruan tinggi merupakan kegiatan literasi informasi yang bertujuan untuk memperoleh pengetahuan untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai media pendukung dan penunjang selama mengikuti perkuliahan di perguruan tinggi. Di perpustakaan universitas, pelatihan pengguna merupakan pengetahuan dasar yang penting agar pengguna mengetahui cara menggunakan perpustakaan untuk tujuan pembelajaran. Kegiatan user education perpustakaan merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memberikan materi umum tentang perpustakaan, yang mana materi yang diberikan berupa penjelasan tentang catatan perpustakaan, jam buka perpustakaan, dan layanan yang tersedia di perpustakaan, fasilitas yang dimiliki perpustakaan, jenis bahan pustaka, dan pengaturan peminjaman untuk koleksi perpustakaan. Dalam penyampaian materi user education berdasarkan persepsi pengguna sudah masuk dalam kategori baik. Menggunakan metode yang tepat dapat memberikan hasil positif bagi mereka yang terlibat dalam pelatihan pengguna (Nasution, 2017). Jadi dalam kegiatan user education ini pemahaman peserta menjadi hal yang utama. Pemahaman peserta ini berkaitan dengan periku mereka dalam akses informasi di perpustakaan. 2. Pemanfaatan Materi Perpustakaan Universitas Brawijaya Malang oleh Pengguna Kegiatan pemanfaat diantaranya adalah mengoptimalkan layanan perpustakaan dan memenuhi kebutuhan informasi dan akademik komunitas universitas tersebut. Analisis tentang pola penggunaan materi perpustakaan juga dapat memberikan wawasan yang berharga bagi pengelola perpustakaan untuk meningkatkan koleksi, layanan, dan fasilitas yang ditawarkan kepada pengguna. Pemanfaatan adalah kegiatan menggunakan sumber daya untuk belajar dan menjadi berguna (Rendi Nur Hermawanto, 2020). Di dalam perpustakaan materi yang dapat dimanfaatkan berupa bahan pustaka atau koleksi perpustakaan. Perpustakaan berkomitmen untuk memastikan seluruh koleksi dan perpustakaan digunakan sebagaimana mestinya oleh pengguna. Ini adalah bagian penting dari pengelolaan perpustakaan (Agastya et al., 2023). Materi perpustakaan menjadi jantungnya perpustakaan dan menentukan keberhasilan dari suatu pelayanan. Bukan perpustakaan apabila tidak mempunyai materi koleksi bahan pustaka. Informasi dalam koleksi mungkin bersifat ilmiah, termasuk berbagai cabang ilmu pengetahuan dan hiburan. Semua hal tersebut dapat dimanfaatkan oleh pengguna perpustakaan secara maksimal. Kelengkapan koleksi menjadi hal yang penting untuk memenuhi kebutuhan pengguna.Kelengkapan koleksi yang ada di Perpustakaan Universitas Brawijaya Malang menurut pengguna disajikan dalam tabel berikut: Tabel 6. Kesesuaian bahan pustaka dengan kebutuhan informasi pengguna Sumber: Data Primer (2023) Dari tabel di atas dapat diketahui kesesuaian bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan dengan kebutuhan informasi pengguna adalah sebanyak 12 responden atau 40% sesuai, 15 responden atau 50% menyatakan cukup sesuai dan 3 responden atau 10% menyatakan tidak sesuai. Jadi bahan pustaka di Perpustakaan Universitas Brawijaya sudah sesuai dengan kebutuhan informasi mereka. Hal ini sesuai dengan pernyataan (Hariyati & Puspita, 2022) bahwa fasilitas perpustakaan yang diperlukan untuk menjamin kepuasan pengguna adalah perabot, peralatan, dan bahan pustaka yang menjadi sumber informasi utama di perpustakaan. Sumber daya perpustakaan harus tersedia dan sesuai dengan kebutuhan pengguna dan kualitas yang memadai untuk mendukung tujuan perpustakaan. Adapun jenis koleksi yang dimanfaatkan oleh mahasiswa diantaranya sebagai berikut: Tabel 7. Jenis bahan pustaka yang dimanfaatkan Sumber: Hasil Olahan data 2023. Dari tabel di atas dapat diketahui jenis bahan pustaka yang dimanfaatkan oleh responden sebanyak 29 responden atau 97% memanfaatkan bahan pustaka cetak disebabkan karena bahan pustaka cetak mudah didapatkan dan isinya mudah dipahami. Hanya 1 responden atau 3% memanfaatkan bahan pustaka non cetak karena responden belum terbiasa memanfaatkan bahan pustaka non cetak. Meskipun saat ini teknologi sudah perkembang pesat, namun bahan pustaka cetak masih memiliki eksistensinya. Aidilla Qurotianti (2023) berpendapat bahwa manfaat membaca bahan tercetak adalah perhatian tidak mudah teralihkan. Misalnya saja ketika membaca e-book melalui gadget, maka rentan terhadap gangguan notifikasi atau notifikasi dari jejaring sosial seperti Whatsapp, Instagram, dan lain. Berbagai macam informasi yang dimanfaatkan oleh mahasiswa. Universitas Brawijaya yang merupakan kampus yang terdiri berbagai macam bidang ilmu, maka koleksi yang tersediapun juga berbagai macam tema sesuai bidang ilmu yang dinaungi. Berdasarkan data yang didapatkan, tema yang paling banyak dicari oleh mahasiswa sebagai berikut: Tabel 8. Tema yang dimanfaatkan oleh pengguna Sumber: Hasil Olahan data 2023. Dari tabel di atas dapat diketahui tema yang dimanfaatkan oleh pengguna adalah 23 responden atau 77% memanfaatkan pengetahuan umum. Karena pengetahuan umum akan sangat menunjang bertambahnya pengetahuan tentang banyak hal, pengetahuan didapat tidak hanya dari materi yang sesuai dengan mata kuliahnya. 1 responden atau 3% memanfaatkan bahan pustaka yang bertema hiburan sebagai sarana untuk merefresh otak dan 6 responden atau 20% memilih lain-lain yaitu mereka lebih cenderung hanya memanfaatkan bahan pustakan yang berhubungan dengan materi kuliahnya saja. Dari banyaknya tema yang dipilih mahasiswa terkait pengetahuan umum, menunjukkan bahwa peran dan fungsi perpustakaan berjalan dengan baik. Mahasiswa yang sudah mendapatkan materi user education telah mampu dengan mandiri mengenali dan menelusur informasi yang dibutuhkannya. Pendidikan pengguna (user education) adalah konsep yang penting dalam konteks pendidikan tinggi dan pustaka. Ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan yang diperlukan untuk menjadi pembelajar mandiri. Seperti yang diungkapkan oleh Febrianti (2019) bahwa tujuan dari user education secara umum tercantum dalam buku pedoman perpustakaan perguruan tinggi untuk meningkatkan keterampilan pemustaka agar dapat menggunakan fasilitas dan sumber daya perpustakaan secara mandiri, membekali mereka untuk menggunakan teknik yang komprehensif dan tepat untuk mencari informasi tentang topik tertentu. 3. Faktor Yang Mempengaruhi Pengguna Datang Ke Perpustakaan Penggunaan perpustakaan sebagai sumber daya penting dalam proses belajar dan penelitian di Universitas Brawijaya Malang sangat dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang beragam. Saat melihat keberagaman faktor ini, dapat melihat lebih dalam mengapa pengguna sering datang ke perpustakaan. Mahasiswa datang ke perpustakaan dengan berbagai tujuan, seperti tabel berikut: Tabel 9. Tujuan Pengguna Datang ke Perpustakaan Universitas Brawijaya Malang Pendapat responden Frekuensi Prosentase (%) Membaca Mencari informasi Refreshing 9 21 - 30 70 - Jumlah 30 100 Sumber: Hasil Olahan data 2023. Dari tabel di atas menunjukkan bahwa responden sebanyak 70% yang berpendapat bahwa tujuan mereka datang ke perpustakaan adalah mencari informasi. Hal ini dikarenakan di Perpustakaan Universitas Brawijaya terdapat berbagai macam sumber informasi yang sangat menunjang ilmu pengetahuan. Selain mencari informasi membaca adalah tujuan mereka mengunjungi perpustakaan yaitu sebesar 30%, karena dengan membaca memudahkan mereka dalam menambah referensi materi kuliahnya. Dari data di atas menunjukkan bahwa perpustakaan memiliki peran penting untuk mendukung pembelajaran mahasiswa karena mendukung kebutuhan informasi melalui koleksi yang tersedia. Hal ini sesuai dengan pernyataan Maharani (2022) bahwa perpustakaan membantu mahasiswa dalam menemukan berbagai sumber informasi yang mereka perlukan. Koleksi bahan pustaka yang tersedia di perpustakaan dan beragamnya layanan yang diberikan menjadikan perpustakaan sebagai solusi dalam pemenuhan kebutuhan informasi mahassiswa.
Conclusion
Berdasarkan analisis data dan pembahasan yang disampaikan, maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut; 1) User education mempunyai pengaruh sebesar 14,9% terhadap pemanfaatan bahan perpustakaan Universitas Brawijaya Malang. Hal ini dijelaskan karena probabilitas (Sig) masing-masing variabel lebih rendah dari tingkat signifikansi (0,05), makna hubungannya adalah positif. Lemahnya dampak pelatihan pengguna terhadap penggunaan bahan perpustakaan disebabkan karena pelatihan pengguna hanya dilakukan pada masa orientasi mahasiswa baru dan tidak ada pelatihan rutin. Selain itu, pelatihan pengguna dilakukan untuk mahasiswa yang memerlukan pelatihan user education sebagai jadwal kegiatan. 2) Salah satu faktor yang mempengaruhi pemanfaatan bahan perpustakaan Universitas Brawijaya Malang adalah pemenuhan kebutuhan kerja akademik. Ada beberapa latihan yang materinya hanya tersedia di perpustakaan. Selain itu, faktor lain yang mempengaruhi penggunaan bahan pustaka adalah kesadaran pemustaka dalam memperoleh pengetahuan dan informasi dengan menggunakan bahan pustaka yang tersedia di perpustakaan. Ada pula masyarakat yang memanfaatkan bahan pustaka sebagai sarana hiburan karena perpustakaan juga menyediakan bahan-bahan yang bertema hiburan.