Kembali
16
1
2022 Jurnal Ilmu Perpustakaan (JIPER) Vol 4 · 2 ISSN 2716-0432

PERANAN TEKNOGI INFORMASI TERHADAP PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

Universitas Islam Makassar; Universitas Islam Makassar; Universitas Islam Makassar; Universitas Islam Makassar; Universitas Islam Makassar

Abstrak

Teknologi informasi berperan dalam mengembangkan Perpustakaan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Tujuan penelitian adalah mengetahui strategi pengembangan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan mengetahui pemanfaatan teknologi informasi di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Makassar. Jenis penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data primer diperoleh melalui observasi atau pengamatan secara langsung pemanfaatan teknologi informasi di Perpustakaan Unismuh Makassar sehingga akan diperoleh hasil yang lebih komprehensif, sumber data sekunder yang bersumber dari buku, jurnal, majalah ilmiah, serta dokumen penting lainnya. Metode pengumpulan data yang digunakan (1) observasi partisipatif; (2) wawancara; dan (3) dokumentasi. Analisis data dilakukan dalam bentuk reduksi data, penyajian data, dan penarikan atau verifikasi kesimpulan untuk memperoleh hasil akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan perpustakaan berbasis teknologi informasi di perpustakaan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dilakukan dengan: 1) Kebijakan Pengembangan Perpustakaan Unismuh Makassar dengan melakukan pengembangan koleksi berbasis teknologi informasi, Melakukan pembenahan tata ruang perpustakaan, Memperbaiki pelayanan teknis dan pelayanan pemustaka, Menerapkan sistem otomasi perpustakaan, dan Memperkuat jaringan informasi. 2) Penyediaan dana dengan uraian kebijakan pendanaan dan sumber dana, 3. SDM (Sumber Daya Manusia) Perpustakaan. Meliputi kualifikasi pendidikan formal dan pelatihan kepustakawanan dan Perencanaan Pengembangan SDM.

Abstract

Information technology plays a role in developing the Library University of Muhammadiyah University Makassar. The aim of the research is to find out information technology-based library development strategies and to find out the use of information technology in the Library University of Muhammadiyah University Makassar. Type of descriptive qualitative research. Primary data sources are obtained through direct observation or observation of the use of information technology at the Unismuh Makassar Library so that more comprehensive results will be obtained, secondary data sources come from books, journals, scientific magazines and other important documents. The data collection methods used were (1) participant observation; (2) interview; and (3) documentation. Data analysis is carried out in the form of data reduction, data presentation, and drawing or verifying conclusions to obtain final results. The results of the research show that the information technology-based library development strategy in the University of Muhammadiyah Makassar library is carried out by: 1) Library University of Muhammadiyah University Makassar Development Policy by developing information technology-based collections, improving the library layout, improving technical services and library services, implementing library automation system, and Strengthening information networks. 2) Provision of funds with a description of funding policies and sources of funds, 3. Library HR (Human Resources). Includes formal educational qualifications and librarianship training and HR Development Planning.
Keywords: Teknologi Informasi · Pengembangan Perpustakaan · Perpustakaan Perguruan Tinggi

Introduction

Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat sudah mempengaruhi berbagai bidang kehidupan dan profesi, hal ini menyebabkan perubahan sistem pada instasi atau organisasi, juga harus mengubah cara kerja mereka. Teknologi informasi banyak digunakan untuk pengelolaan pekerjaan karena daya efektivitas dan efisiensinya yang sudah terbukti mampu mempercepat kinerja, kecepatan kerja pada akhirnya akan meningkatkan keuntungan atau omset yang masuk baik secara finansial, maupun jaringan. Pada awalnya, perpustakaan hanya berfokus pada koleksi fisik seperti buku dan jurnal. Namun, dengan kemajuan teknologi informasi, perpustakaan perguruan tinggi telah mengalami transformasi yang mengesankan. Perpustakaan kini memiliki kemampuan untuk menyimpan, mengelola, dan menyediakan akses ke berbagai jenis sumber informasi digital seperti e-book, jurnal elektronik, basis data, dan repositori institusi. Pemanfaatan teknologi informasi di perpustakaan perguruan tinggi memiliki tujuan utama untuk meningkatkan aksesibilitas informasi bagi seluruh komunitas akademik. Mahasiswa, dosen, peneliti, dan staf administrasi dapat dengan mudah mengakses sumber informasi yang relevan dengan bidang studi mereka. Penggunaan katalog online dan sistem manajemen perpustakaan membantu pengguna dalam mencari dan menemukan materi yang mereka butuhkan dengan cepat dan efisien. Selain itu, teknologi informasi juga memungkinkan perpustakaan untuk memberikan layanan jarak jauh. Pengguna tidak lagi perlu berada di lokasi fisik perpustakaan untuk mengakses sumber informasi. Melalui portal perpustakaan online, pengguna dapat melakukan peminjaman, perpanjangan, dan pengembalian buku secara daring. Layanan referensi dan bantuan penelitian juga dapat diakses melalui komunikasi online, memungkinkan kolaborasi antara pustakawan dan pengguna meskipun berada di lokasi yang berbeda. Namun, penerapan teknologi informasi di perpustakaan perguruan tinggi juga menghadirkan tantangan. Pengelolaan dan preservasi sumber informasi digital, perlindungan privasi pengguna, serta pemeliharaan infrastruktur teknologi menjadi beberapa aspek yang harus diperhatikan secara serius. Perkembangan perpustakaan dilihat dari koleksi, data, dan dokumen yang disimpan, diawali dari perpustakaan tradisional yang hanya terdiri dari kumpulan koleksi buku tanpa katalog, kemudian muncul perpustakaan semi modern yang menggunakan katalog (index). Perkembangan muktahir adalah munculnya berbagai jenis perpustakaan seperti, perpustaaan elektronik yaitu perpustakaan yang koleksinya bukan lagi dalam bentuk buku akan tetapi koleksinya dari elektronik seperti kaset, CD, dan lain-lain, kemudian perpustakaan maya (digital) yaitu perpustakaan yang bisa diakses dimana saja melalui jaringan internet. Dari segi pelayanan sirkulasi dengan penggunaan teknologi informasi dikenal dengan istilah otomasi perpustakaan. Sistem yang di kembangkan kemudian dikenal dengan sebutan sistem otomasi perpustakaan Teknologi informasi sebagai pendukung kinerja perpustakaan, tidak terkecuali perpustakaan perguruan tinggi. Bagaimana sebuah perpustakaan perguruan tinggi memainkan perannya sebagai jantung perguruan tinggi yaitu sebagai sumber informasi yang dimana peranan perpustakaan perguruan tinggi dapat diartikan untuk menyediakan koleksi guna menunjang tujuan universitas. Tugas utama perpustakaan perguruan tinggi adalah untuk menyediakan materi guna menunjang terlaksananya Tri darma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, pengabdian, dan penelitian. B. KAJIAN TERDAHULU Ada beberapa tulisan dan penelitian yang membahas mengenai peran teknologi informasi yaitu: Pertama. Haryanta, dalam tulisannya yang berjudul Pengaruh penerapan sistem informasi perpustakaan (SIPUS terpadu versi 3) terhadap kinerja pelayanan sirkulasi di Perpustakaan Universitas Gadjah Mada berpendapat bahwa Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penerapan Sistem Informasi Perpustakaan terhadap kinerja Pelayanan Sirkulasi di Perpustakaan Universitas Gadjah Mada. Model penelitian ini, menggunakan variable penggunaan Sistem Informasi Perpustakaan (SIPUS Terpadu Versi 3) sebagai variabel independen, dan variabel kinerja pelayanan sirkulasi sebagai variabel dependen. Dimana variabel Penggunaan Sistem Informasi Perpustakaan (SIPUS Terpadu Versi 3) diurai menjadi subvariabel- subvariabel berdasarkan karakteristik sistem informasi menurut Delone dan McLean (2003). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah melalui kuesioner yang disebarkan pada staf perpustakaan yang bertugas di bagian layanan sirkulasi dan bagian lainnya yang bertugas perpanjangan waktu (lembur) di pelayanan sirkulasi. Dan 40 kuesioner yang didistribusikan, semuanya kembali dan layak untuk dianalisis lebih lanjut. Analisis data dilakukan dengan analisis regresi menggunakan Program SP SS versi 12 for Windows. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan positif yang ditunjukan dengan angka signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dad 0,05 (signifikan) dan koefisien regresi sebesar 0,175 (positif) antara Penggunaan Sistem Informasi Perpustakaan (SIPUS Terpadu Versi 3) dan Kinerja Pelayanan Sirkulasi. Berdasarkan pedoman Uji Signifikansi korelasi Product Moment, diperoleh koefisien determinasi adjusted R2 sebesar 0,413 yang termasuk dalam kategori sedang. Dari pengujian model diperoleh bahwa variabel penggunaan Sistem Informasi Perpustakaan (SIPUS Terpadu versi 3) mempengaruhi kinerja pelayanan sirkulasi sebesar 41,3% sedangkan sisanya 58,7% (100% - 41,3%) dipengaruhi oleh variabel yang lain diluar model. Kedua. Muhammad Magfirah, dalam penelitianya yang berjudul Pengaruh Penerapan Teknologi Informasi Terhadap Layanan Bahan Pustaka di UPT Perpustakaan Universitas Hasanuddin Makassar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif yaitu mengukur indikasi-indikasi yang diteliti sehingga diperoleh gambaran pengaruh tentang variable yang diteliti. Peniliti melakukan penelitian pada tanggal 02 - 29 November 2012. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin baik kinerja pustakawan dalam penerapan teknologi informasi, maka layanan bahan pustaka pada perpustakaan UNHAS Makassar akan semakin meningkat. Penilitian ini memilki kesamaan dengan penelitian yang akan saya teliti yaitu berkaitan dengan teknologi informasi, akan tetapi ada perbedaan pada objek kajian yaitu dimana fokus penelitian yang dilakukan peneliti sebelumnya teknologi informasi dan dampak yang ditimbulkan terhadap layanan bahan pustaka, sedangkan penelitian yang akan saya teliti adalah teknologi dan upaya pengembangan perpustakaan. Ketiga. Idra Wahyuni, dalam penelitiannya yang berjudul Analisis Penerimaan Sistem Teknologi Informasi SIAKD Ditinjau dari Persepsi Pemakainya pada Pemerintah Kabupaten Enrekang Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan menguji dan menganalisis pengaruh: 1) computer self efficacy terhadap persepsi kemudahaan penggunaan (perceived ease of use); 2) computer self efficacy terhadap persepsi kegunaan (perceived usefulness); 3) tekanan peraturan terhadap persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use); 4) tekanan peraturan terhadap persepsi kegunaan (perceived usefulness); 5) persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use) terhadap persepsi kegunaan (perceived usefulness); 6) tekanan peraturan terhadap penerimaan penggunaan teknologi informasi; 7) persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use) terhadap penerimaan penggunaan teknologi informasi; dan 8) persepsi kegunaan (perceived usefulness) terhadap penerimaan penggunaan teknologi informasi. Penelitian ini dilaksanakan di Provinsi Sulawesi Selatan pada SKPD di lingkup pemerintah Kabupaten Enrekang. Pengumpulan data dilakukan melalui survei dengan menyebarkan kuesioner kepada pengguna sistem informasi SIAKD. Kuesioner diisi oleh 94 pengguna sistem informasi SIAKD dan data dianalisis dengan pendekatan structural equation modeling (SEM) menggunakan partial least square (PLS) Ver 2.0. Hasil penelitian menunjukkan computer self efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi kemudahaan penggunaan (perceived ease of use) tetapi tidak berpengaruh terhadap persepsi kegunaan (perceived usefulness), tekanan peraturan tidak berpengaruh terhadap persepsi kemudahaan penggunaan (perceived ease of use) dan persepsi kegunaan (perceived usefulness), tetapi tekanan peraturan berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan penggunaan teknologi informasi, persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use) berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi kegunaan (perceived usefulness) dan penerimaan penggunaan teknologi informasi, tetapi persepsi kegunaan (perceived usefulness) tidak berpengaruh terhadap penerimaan penggunaan teknologi Informasi

Method

Jenis penelitian yang diterapkan dalam tesis ini adalah kualitatif deskriptif. metode penelitian kualitatif adalah metode yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah (natural setting) dimana posisi peneliti sebagai instrumen kunci. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara holistik, dengan cara deskriptif dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah data primer yaitu informan. Tabel 1. Informan Penelitian No Informan Ahli Pendidikan Jabatan 1 Rahman Rahim S3 Wakil Rektor 1 2 Nursina S2 Kepala Perpustakaan Data sekunder yaitu data yang bersumber dari buku, jurnal, majalah ilmiah dan dokumen penting lainnya. Sebagai penelitian kualitatif, maka analisis data dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah pengumpulan data dalam periode tertentu. Data yang dianalisis merupakan/berupa kata-kata, kalimat-kalimat, dan atau peristiwa-peristiwa. Proses pengolahannya mengikuti teori Miles dan Huberman, sebagaimana dikutip oleh Sugiyono bahwa proses pengolahan data melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data (data display, dan verifikasi/penarikan kesimpulan.

Result & Discussion

Strategi kebijakan pengembangan perpustakaan berbasis teknologi informasi di Perpustakaan Unismuh Makassar: 1. Kebijakan pengembangan perpustakaan Universitas Muhammadiyah Makassar Wakil Rektor I mengatakan bahwa secara bertahap institusi Unismuh akan memberlakukan pelayanan akademik dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi, termasuk juga perpustakaan. Berdasarkan wawancara dengan kepala perpustakaan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, diketahui bahwa kebijakan perpustakaan Unismuh Makassar yaitu dengan melakukan pengembangan koleksi berbasis teknologi informasi, pembenahan tata ruang perpustakaan, memperbaiki pelayanan teknis dan pelayanan pemustaka, menerapkan sistem otomasi perpustakaan, dan kerja sama. Gambaran pelaksanaan kebijakan pengembangan Perpustakaan Unismuh Makassar, selanjutnya diuraikan sebagai berikut: a. Melakukan pengembangan koleksi berbasis teknologi informasi b. Melakukan pembenahan tata ruang perpustakaan c. Memperbaiki pelayanan teknis dan pelayanan pemustaka d. Menerapkan sistem otomasi perpustakaan e. Memperkuat jaringan informasi 2. Kebijakan anggaran Untuk mendukung semua kebijakan yang sudah ada, maka diperlukan budget atau anggaran. Hasil wawancara dengan Wakil Rektor I Unismuh mengatakan bahwa institusi telah menetapkan sekian persen dana yang dianggarkan untuk perpustakaan, tinggal bagaimana teman-teman di perputakaan memanfaatkan atau mengalokasikan suntikan dana tersebut berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa kebijakan anggaran untuk pengembangan perpustakaan dilakukan pertama; pembelian sumber daya fisik perpustakaan, meliputi pembelian komputer PC, printer, scan barcode. Kedua; Membiayai pemeliharaan serta pengoperasian sistem. Untuk mengetahui pendanaan pengembangan Perpustakaan Unismuh Makassar, khususnya dalam strategi pengembangan perpustakaan berbasis teknologi informasi adalah dengan menyiapkan dana untuk biaya pemeliharaan dan pengoperasian sistem. Berdasarkan wawancara dengan kepala perpustakaan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, diketahui bahwa strategi pengembangan perpustakaan berbasis teknologi informasi di Perpustakaan Unismuh Makassar, dengan fokus pada pendanaan khususnya pembiayaan untuk pemeliharaan dan pengoperasian sistem pada perpustakaan sangat diperlukan. Idealnya, suatu sistem dioperasikan sesuai anggaran biaya yang tersedia. Jika biaya yang tersedia terbatas maka jenis, kualitas, dan jumlah luarannya juga terbatas. 3. Pengembangan sumber daya manusia Berdasarkan wawancara dengan Wakil Rektor I, diketahui bahwa perencanaan pengembangan SDM perpustakaan dilakukan dengan melalui Pendidikan formal dan pelatihan teknis. Pendidikan formal yang dimaksud yaitu pendidikan untuk penerimaan menjadi tenaga pustakawan minimal diploma tiga (D3) ilmu perpustakaan, sedangkan pelatihan teknis kepustakawan yaitu pelatihan yang berhubungan dengan ilmu perpustakaan, misalnya pelatihan pengelolaan koleksi, pelatihan komputerisasi, pelatihan e-journal dan ebook. Pendapat yang sama dikemukakan oleh kepala perpustakaan, perencanaan pengembangan SDM pustakawan akan menjadi prioritas universitas untuk dikembangkan, alasannya karena perpustakaan yang modern harus memiliki SDM yang kuat dan handal. Untuk itu, pihak perpustakaan sudah mendata pustakawan yang akan diikutkan pelatihan sesuai dengan kebutuhan perpustakaan

Conclusion

Strategi pengembangan perpustakaan berbasis teknologi informasi di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dilakukan dengan: Pertama Kebijakan Pengembangan Perpustakaan Unismuh Makassar dengan melakukan pengembangan koleksi berbasis teknologi informasi; Melakukan pembenahan tata ruang perpustakaan; Memperbaiki pelayanan teknis dan pelayanan pemustaka; Menerapkan sistem otomasi perpustakaan; dan Memperkuat jaringan informasi. Kedua kebijakan anggaran. Meliputi Kebijakan pendanaan, dan sumber dana yang diperoleh melalui dana dari Universitas, uang denda, dan uang foto copy. Ketiga pengembangan sumber Daya Manusia Perpustakaan. Meliputi SDM (Sumber Daya Manusia) untuk Pengoperasian Sistem; Mengelola dan merencanakan sistem teknologi informasi; Memelihara mesin dan peralatan; Kesimpulan menyesuaikan dengan apa yang diharapkan pada bagian pendahuluan di atas. Bagian ini dibuat dengan sesingkat dan sejelas mungkin.