Kembali
16
1
2025 Maktabatuna : Jurnal Kajian Kepustakawanan Vol 7 · 2 ISSN 2723-0171

Kebijakan Pengembangan Koleksi di Perpustakaan SMA Negeri 1 Kajen

Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan; Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan; Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan; Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan; Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan; Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan; Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan; Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Abstrak

Penelitian ini mengkaji kebijakan dan strategi pengembangan koleksi di perpustakaan SMA Negeri 1 Kajen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengembangan koleksi melibatkan analisis kebutuhan pengguna, seleksi bahan Pustaka yang relevan dengan kurikulum, serta kerja sama dengan pihak terkait. Meskipun terbatas dalam anggaran dan sumber daya, evaluasi koleksi rutin dijalankan untuk memastikan mutu koleksi. Penelitian menyimpulkan pengembangan koleksi sudah efektif, namun perlu adanya kebijakan tertulis yang sistematis serta rencana jangka panjang. Rekomendasi diarahkan untuk penguatan kebijakan dan strategi guna keberlanjutan perpustakaan sebagai sumber pembelajaran.

Abstract

This study examines the collection development policies and strategies at SMA Negeri 1 Kajen library. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The results show that the collection development process involves analyzing user needs, selecting library materials relevant to the curriculum, and collaborating with related parties. Despite limited budgets and resources, routine collection evaluations are conducted to ensure collection quality. The study concludes that collection development is effective, but there is a need for systematic written policies and long - term plans. Recommendations are directed toward strengthening policies and strategies for the sustainability of the library as a learning resource.
Keywords: collection development policy · collection management · school library · SMA Negeri 1 Kajen · kebijakan pengembangan koleksi · pengelolaan koleksi · perpustakaan sekolah · SMA Negeri 1 Kajen

Introduction

Perpustakaan sekolah merupakan pusat pengetahuan yang menyimpan, mengelola, dan menyediakan berbagai karya tulis, cetak, maupun rekam untuk mendukung tujuan pendidikan (Rasyid & Nurul Ainun P, 2022) . Pengembangan koleksi menjadi salah satu aspek penting dalam pengelolaan perpustakaan sekolah. P erpustakaan sekolah yang ideal harus senantiasa meningkatkan mutu layanan dan koleksinya, mengingat perannya sebagai sumber informasi utama dalam proses pembelajaran (Sihombing et al., 2024) . Perpustakaan sekolah berfungsi sebagai pusat pengetahuan yang memerlukan pengembangan koleksi untuk menyediakan berbagai jenis sumber informasi yang sesuai dengan kebutuhan siswa (Tuginem, 2023) . Pengembangan koleksi berfungsi untuk menyediakan bahan pustaka yang relevan dengan kebutuhan pengguna dan perkembangan ilmu pengetahuan. Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun koleksi yang berkualitas di perpustakaan (Astuti & Zulaikha, 2023) . P erpustakaan perlu memiliki kebijakan dan prosedur yang jelas dalam pengembangan koleksi, agar setiap bahan pustaka yang ditambahkan telah melalui proses evaluasi yang ketat (Utomo, 2022) . Dengan demikian, perlu adanya strategi yang tepat dalam pengembangan koleksi, agar koleksi yang disediakan dapat memenuhi sasaran dan memberikan manfaat signifikan bagi pengguna dalam memenuhi kebutuhan informasi mereka. Keberadaan bahan koleksi yang memadai akan berdampak positif terhadap jumlah pengunjung dan peminat perpustakaan (Rohmah, 2020) . Namun, dalam proses pengembangan koleksi, perpustakaan sering menghadapi berbagai hambatan, baik dari dalam maupun luar, salah satunya adalah ketidakadaan acuan kebijakan pengembangan koleksi (Nihayati, 2021) . Di SMA Negeri 1 Kajen sendiri masih terdapat kendala dalam pelaksanaan pengembangan koleksi, terutama belum adanya kebijakan tertulis secara formal dan implementasi strategi yang menyeluruh. Oleh karena itu, penyusunan kebijakan pengembangan koleksi sangat penting agar dapat menjadi pedoman bagi perpustakaan dalam melaksanakan penerapannya (Yudisman & Rahmi, 2020) . Penelitian mengenai bagaimana pengembangan koleksi berbagai perpustakaan telah diteliti oleh beberapa peneliti. Sebagai pendoman untuk membahas penulisan ini, peneliti mengambil rujukan dari beberapa penelitian yang sebelumnya telah dilakukan. Nasution et al., (2023) dalam artikel yang berjudul Tahapan Pengembangan Koleksi Perpustakaan SMA Negeri 1 Kota Medan, menyatakan bahwa melaksanakan berbagai langkah untuk menjaga kualitas koleksi mereka, antara lain melalui penyusunan dokumen perencanaan dan laporan kerja yang menjadi dasar bagi setiap kegiatan. Seleksi koleksi dilakukan di kantor Bendahara sekolah, dan perpustakaan juga melakukan kegiatan akuisisi dengan berbagai cara, seperti pembelian, kerja sama barter, donasi, dan pembuatan koleksi secara mandiri. Selain it u, Perpustakaan SMA Negeri 1 Medan juga aktif dalam pemeliharaan dan klasifikasi koleksi yang dimiliki. Winoto & Sukaesih (2020) dalam artikel yang berjudul “ Strategi pengembangan koleksi pada perpustakaan desa dan taman bacaan masyarakat di era kenormalan baru ”, m enjelaskan bahwa pengembangan koleksi melibatkan beberapa tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Meskipun terdapat berbagai tahapan dalam proses pengembangan, penting untuk menyesuaikan pelaksanaan dengan kondisi masing - masing lembaga perpustakaan. Selain itu, salah satu strategi yang diterapkan adalah pergeseran dari koleksi berbentuk cetak menjadi koleksi digital, mengingat b ahwa pandemi telah membatasi interaksi fisik di antara pengunjung perpustakaan. Rizky & Christiani, (2017) Perencanaan strategi pengemabngan koleski perpustakaan perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa, menyatakan bahwa kebijakan pengembangan koleksi di Perpustakaan KPw Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah disusun dengan perhatian khusus, berlandaskan pada kebi jakan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia Pusat. Kebijakan tersebut dituangkan dalam bentuk dokumen tertulis yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi di lingkungan Perpustakaan KPw Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah. Hasil penelitian terdahulu memperlihatkan masih terdapat kesenjangan antara kebijakan dan praktik implemntasi di lapangan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sacara mendalam kebijakan dan strategi pengembangan koleksi di Perpustakaan SMA Negeri 1 Kajen . Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai acuan bagi pengembangan perpustakaan di tingkat sekolah menengah untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan secara umum.

Method

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan kebijakan dan strategi pengembangan koleksi perpustakaan SMA Negeri 1 Kajen secara menyeluruh. Subjek penelitian terdiri atas kepala perpustakaan yaitu Ibu Siti Rodhiah serta staf teknis perpustakaan yaitu Ibu Dhiyah Kurniasary , sebagai narasumber yang bertanggung jawab langsung atas pengelolaan koleksi. Metode p engumpulan meliputi observasi langsung untuk melihat implementasi di lapangan , wawancara mendalam untuk mendapatkan informasi kebijakan pengembangan koleksi , dan dokumentasi berupa catatan serta laporan pengelolaan koleksi . Penelitian ini berlangsung di SMA Negeri 1 Kajen, Kabupaten Pekalongan, pada tanggal 22 April 2025. Data yang diperoleh dianalisis secara tematik dengan menggali tema utama terkait kebijakan, prosedur seleksi koleksi, sumber pengadaan, evaluasi, dan kendala yang dihadapi dalam pengembangan koleksi. Hasil analisis disajikan secara deskriptif untuk menjelaskan realitas pengembangan koleksi dalam konteks perpustakaan sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan wawasan yang lebih komprehensif mengenai proses dan strategi pengembangan koleksi perpustakaan di SMA Negeri 1 Kajen. Metode penelitian ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek teknis pengelolaan koleksi perpustakaan, tetapi juga melibatkan analisis kebijakan, tantangan, dan strategi yang diterapkan dalam pengembangan koleksi. Hal ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai bagaimana pengelolaan koleksi di SMA Negeri 1 Kajen dapat mendukung kebutuhan pembelajaran serta meningkatkan kualitas layanan perpustakaan di sekolah tersebut.

Result & Discussion

Analisis penelitian berfokus pada identifikasi strategi yang diterapkan dalam kebijakan dan strategi pengembangan koleksi. A. Kebijakan pengembangan koleksi Program perpustakaan di SMA Negeri 1 Kajen mencakup pengembangan kompetensi pegawai melalui pelatihan yang diselenggarakan oleh perpustakaan nasional dan lembaga terkait lainnya. Selain itu, perpustakaan juga bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk menyediakan fasilitas seperti BI Corner dan program menulis bersama, di mana karya siswa diterbitkan dan dapat diakses oleh masyarakat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi informasi dan keterlibatan siswa dalam kegiatan perpustakaan. Sedangkan program pengadaan perpustakaan di SMA Negeri 1 Kajen berfokus pada pendanaan yang efektif, penyediaan sarana prasarana yang lengkap sesuai kebutuhan, serta peningkatan ketersediaan bahan pustaka baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Program ini juga mencakup optimalisasi anggaran, pelayanan maksimal oleh petugas perpustakaan yang profesional, dan pengelolaan buku yang baik. 1. Tujuan dan sasaran Tujuan utama pengembangan koleksi perpustakaan adalah menyediakan bahan pustaka yang lengkap dan relevan untuk mendukung kebutuhan belajar dan informasi bagi siswa. Selain itu juga untuk memastikan ketersediaan bahan yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan perkembangan ilmu pengetahuan terkini. Sasaran pengembangan koleksi mencakup peningkatan kuantitas dan kualitas bahan pustaka yang tersedia. Perpustakaan juga menargetkan pelayanan maksimal dengan sistem pengelolaan yang baik, sehingga koleksi dapat diakses secara mudah dan efisien oleh seluruh pengguna. 2. Teknik Analisis kebutuhan pengguna Analisis kebutuhan pengguna dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak terkait, seperti guru, siswa, dan tim kurikulum. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali jenis bahan pustaka yang paling dibutuhkan serta sesuai dengan tuntutan pembelajaran. Hasil analisis kemudian menjadi dasar seleksi dan pengadaan koleksi baru. Dengan demikian, koleksi yang dikembangkan dapat memenuhi kebutuhan pengguna perpystakaan, serta memastikan bahwa bahan pustaka yang tersedia benar - benar mendukung peningkatan kompet ensi belajar siswa dan membantu guru dalam proses pengajaran. 3. Kriteria Pemilihan Koleksi Perpustakaan menerapkan sistem penataan dan penyimpanan koleksi yang terorganisir dengan baik, menggunakan klasifikasi yang jelas untuk memudahkan pencarian. Koleksi buku dikelompokkan berdasarkan kategori, seperti buku pelajaran, buku referensi, kamus, no vel, dan majalah, masing - masing dengan kode klasifikasi tertentu. Setiap awal tahun ajaran baru, perpustakaan melakukan pemeriksaan terhadap ketersediaan buku, termasuk memeriksa kondisi buku yang telah dipinjam dan menentukan kebutuhan koleksi untuk tahun ajaran mendatang. Proses seleksi melibatkan tim yang terdiri dari pustakawan, guru, dan pihak kurikulum untuk memastikan koleksi yang diadakan mendukung program pembelajaran. 4. Sumber dan cara pengadaan Ketersediaan bahan pustaka dapat ditingkatkan melalui seleksi dengan menggunakan alat bantu seperti katalog penerbit dan daftar perolehan buku. Pengadaan bahan pustaka dilakukan melalui pembelian dari toko buku atau langsung dari penerbit. Perpustakaan SMA Negeri 1 Kajen menggunakan sistem manajemen perpustakaan bernama Smart Library , yang diperoleh melalui bantuan pemerintah pada tahun 2008. Sistem ini berfungsi untuk menginput judul buku, mengklasifikasikan jenis buku, dan mengelola administrasi perpustakaan, termasuk pengunjung. Selain buku paket, perpustakaan juga menyediakan kole ksi lain seperti majalah, koran, novel, dan referensi keagamaan. Koleksi ini bertujuan untuk mendukung pembelajaran dan memenuhi kebutuhan informasi siswa. Jadwal peminjaman buku diatur per kelas untuk menghindari kerumunan, dan informasi tersebut disebarkan melalui grup kelas. P erpustakaan memiliki kebijakan peminjaman yang jelas, yang diinformasikan melalui kartu OSIS. Di balik kartu tersebut terdapat prosedur peminjaman buku yang dapat diakses oleh siswa. Meskipun siswa tidak selalu diwajibkan untuk membawa kartu OSIS saat memi njam, aturan peminjaman tetap harus diikuti. Setiap peminjaman dicatat dalam buku besar perpustakaan untuk memastikan akuntabilitas. 5. Evaluasi dan Penyiangan Koleksi Proses seleksi buku dilakukan berdasarkan kurikulum yang berlaku, melibatkan tim kurikulum serta masukan dari guru dan siswa. Buku paket dan referensi lainnya dipilih sesuai dengan kebutuhan pembelajaran dan perkembangan ilmu pengetahuan. Evaluasi dilakuka n secara berkala untuk memastikan relevansi koleksi dengan kebutuhan siswa. Perpustakaan melakukan pemeriksaan saat pengembalian buku untuk menjaga keamanan koleksi. Pada akhir tahun ajaran, siswa diwajibkan untuk mengembalikan buku sebelum menerima rapor. Jika ada siswa yang belum mengembalikan buku, data tersebut akan dikonfirma si kepada wali kelas untuk disampaikan kepada orang tua. Siswa yang lulus juga harus menunjukkan bukti bahwa mereka telah melunasi peminjaman buku sebelum menerima bukti kelulusan. Dengan sistem yang teratur ini, perpustakaan berupaya menjaga keamanan dan keberlanjutan koleksi yang ada. B. Strategi Pengembangan Koleksi Strategi pelaksanaan pengembangan koleksi di SMA Negeri 1 Kajen melibatkan kolaborasi dengan penerbit dan lembaga lain untuk memperkaya koleksi. Perpustakaan juga memiliki program untuk meningkatkan literasi informasi di kalangan siswa, termasuk penggunaan e - book yang bekerja sama dengan penerbit. Program literasi ini dilaksanakan secara terjadwal, dengan siswa melakukan kegiatan literasi sebelum pembelajaran dimulai. Untuk mempromosikan koleksi kepada siswa, perpustakaan menyediakan area khusus untuk buku - buku terbaru dan menginformasikan karya siswa melalui grup kelas. Selain itu, perpustakaan bekerja sama dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti jurnalis dan debat, untuk meningkatkan minat baca dan menulis di kalangan siswa. Duta literasi juga dilibatkan untuk membantu memperkenalkan koleksi baru. Perpustakaan di SMA Negeri 1 Kajen menyediakan pelatihan umum bagi guru, meskipun bimbingan langsung terkait pemanfaatan koleksi perpustakaan masih jarang dilakukan. Pelatihan ini biasanya diadakan oleh pihak ketiga, seperti perpustakaan nasional, untuk me ningkatkan pemahaman guru tentang pengelolaan perpustakaan dan pemanfaatan koleksi. Keberhasilan dalam pengembangan koleksi dievaluasi setiap tahun dengan mempertimbangkan klasifikasi penambahan buku dan perencanaan untuk tahun mendatang. Pertemuan tahunan diselenggarakan untuk menilai kebutuhan koleksi dan memastikan bahwa pengembangan p erpustakaan berjalan sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Dengan demikian, evaluasi ini menjadi penting untuk menjaga relevansi dan kualitas koleksi perpustakaan. Salah satu kendala utama yang dihadapi perpustakaan adalah keterbatasan dana. Meskipun ada anggaran yang dialokasikan untuk perpustakaan, seringkali tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pengadaan koleksi. Selain itu, pengiriman bantuan bahan pustaka da ri pemerintah juga seringkali tidak tepat waktu, yang menghambat pengembangan koleksi. Untuk mengatasi hambatan dalam pengembangan koleksi, perpustakaan SMA Negeri 1 Kajen merancang program pengadaan anggaran yang bersumber dari berbagai sumber, termasuk denda keterlambatan pengembalian buku. Selain itu, perpustakaan melakukan seleksi koleksi secara rutin untuk memastikan kualitas dan relevansi bahan pustaka. Pengadaan komputer dan pe masangan jaringan internet juga menjadi prioritas untuk mendukung pengelolaan perpustakaan yang lebih efisien.

Conclusion

Kebijakan pengembangan koleksi di SMA Negeri 1 Kajen telah diterapkan secara baik dengan memperhatikan kebutuhan dan karakteristik pengguna serta hubungan koleksi dengan kurikulum pembelajaran. Proses pengembangan koleksi melibatkan analisis kebutuhan peng guna, seleksi bahan pustaka yang ketat, pengadaan dari berbagai sumber, penataan koleksi yang terstruktur, penyiangan koleksi yang tidak layak, dan evaluasi berkala untuk menjamin relevansi dan kualitas koleksi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Namun, masih terdapat beberapa kebutuhan untuk menyusun kebijakan pengembangan koleksi tertulis yang lebih rinci dan menyeluruh serta perencanaan jangka panjang yang sistematis. Peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, d an perluasan kerjasama antarinstansi juga sangat dibutuhkan sebagai strategi untuk mempertahankan keberlanjutan pengembangan koleksi. Untuk mengatasi keterbatasan anggaran dapat dilakukan dengan memaksimalkan sumber dana alternatif secara kreatif dan inova tif. Dengan langkah tersebut, perpustakaan sekolah akan mampu menjadikan koleksinya tidak hanya sebagai bahan sumber belajar yang lengkap, tetapi juga sumber inspirasi yang mendukung pencapaian tujuan pendidikan secara efektif dan terus - menerus.