Kembali
16
1
2023 Maktabatuna : Jurnal Kajian Kepustakawanan Vol 5 · 1 ISSN 2723-0171

PEMANFAATAN FANSPAGE FACEBOOK SEBAGAI MEDIA BERBAGI PENGETAHUAN KONTEN SURAT KABAR LANGKA KOLEKSI PERPUSTAKAAN NASIONAL RI

Perpustakaan Nasional RI

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai penggunaan fanpage Facebook Perpustakaan Nasional RI sebagai media berbagi pengetahuan atau informasi. Fanpage Facebook digunakan tidak hanya untuk menginformasikan kegiatan-kegiatan yang dilakukan Perpusnas saja, melainkan dapat juga digunakan sebagai media berbagi informasi dan pengetahuan (knowledge sharing) terkait konten konten yang ada dalam koleksi surat kabar langka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa konten-konten koleksi surat kabar langka terutama nilai informasinya terkait sejarah bangsa sangat berharga dan perlu sekali didayagunakan agar kebermanfaatannya dapat dirasakan semua masyarakat. Media sosial terutama Fanpage Facebook sangat dirasakan manfaatnya sebagai media untuk pendayagunaan dan penyebaran konten-konten surat kabar langka. Hal ini terlihat dari banyaknya jumlah jangkauan pengunjung dan banyaknya orang yang memnfaatkan fitur berbagi (share).

Abstract

The purpose of this study is to obtain an overview of the use of the National Library of Indonesia's Facebook fanpage as a medium for sharing knowledge or information. The Facebook fanpage is used not only to inform National Library of Indonesia activities, but can also be used as a medium for sharing information and knowledge (knowledge sharing) related to content in rare newspaper collections. The method used in this study is a qualitative method with a case study approach. Based on the results of the research, it can be concluded that the contents of rare newspaper collections, especially the value of information related to the nation's history, are very valuable and need to be utilized so that their benefits can be felt by all people. Social media, especially the Facebook Fanpage, is very beneficial as a medium for the utilization and dissemination of rare newspaper content. This can be seen from the large number of visitors and the large number of people who take advantage of the sharing feature.
Keywords: fanpage · facebook · knowledge sharing · rare newspapers · NationalLlibrary of Indonesia

Introduction

Kemajuan teknologi dan informasi melalui internet yang masih terus berkembang sekarang ini sangat dirasakan efeknya. Kemudahan akses dan kecepatan proses komunikasi menjadi salah satu alasannya. Masyarakat semakin mudah memperoleh informasi dari seluruh sudut penjuru dunia. Informasi yang diperoleh pun semakin kompleks dan beragam dikarenakan informasi lebih luas. Penyerapan informasi juga dianggap lebih demokratis, contohnya media sosial yang dalam penyampaian informasinya lebih interaktif dibandingkan sumber informasi konvensional seperti televisi, radio maupun media cetak. Media sosial yang menjelma menjadi ruang publik virtual yang lebih merdeka, sudah seharusnya dapat dimanfaatkan menjadi suatu alat untuk memudahkan proses komunikasi menjadi lebih lancar. Media sosial menjadi ruang publik bagi setiap individu berbagi berbagai hal seperti ide, foto, video dengan masyarakat dunia. Media sosial juga menjadi tempat mencurahkan perasaan dan pikiran yang dibagikan oleh masyarakat melalui platform media sosial tersebut. Komunikasi yang terjalin pun semakin intens, sehingga setiap individu dapat melibatkan diri dan juga orang lain dalam kehidupan sosialnya. Salah satu platform media sosial yang berbentuk jejaring sosial yaitu Facebook. Facebook menjadi jejaring sosial paling populer yang digemari oleh masyarakat seluruh dunia. Dikutip dari situs statista.com per Januari 2022 pengguna aktif bulanan facebook mencapai 2,9 milyar diseluruh dunia. Hal ini menempatkan Facebook menempati peringkat pertama sebagai media sosial paling populer melampaui youtube dan Whatsapp yang menempati peringkat dua dan tiga. Pada awal tahun 2022 Facebook juga mencatatkan keuntungan yang cukup signifikan. Dikutip dari databoks.katadata, Facebook mencatat pendapatan perusahaan mencapai US$ 27, 90 miliar atau sekitar Rp 408, 80 triliun pada kuartal I-2022 (kurs US$ 1= Rp 14.581). Jumlah itu naik 6, 61% dibandingkan tahun sebelumnya. Dari data situs Statista.com juga diketahui bahwa sampai dengan awal tahun 2022, Indonesia tercatat masih menjadi negara pengguna Facebook terbanyak ketiga dunia dibawah India dan Amerika. India menjadi pengguna Facebook terbanyak dunia dengan total user sebanyak 329, 65 juta. Peringkat kedua adalah Amerika Serikat dengan pengguna sebanyak 179, 65 juta, sementara total user di Indonesia mencapai 129, 85 juta. Di Indonesia, pengguna aktif facebook kebanyakan dari generasi milenial dan generasi X yang berusia antara 13 – 45 tahun. Sayangnya sampai hari ini Facebook dinilai masih menjadi media sosial yang banyak menimbulkan dampak negatif dibandingkan dampak positif yang ditimbulkan. Menurut Malau, Jens Cinta G, (2017) yang melakukan pengamatan kepada sejumlah remaja di desa Tigarunggu, Kabupaten Simalungun diperoleh data Remaja laki-laki yang membuka facebook pada umumnya menggunakan aplikasi game yang disediakan di aplikasi ini, sedangkan untuk para remaja perempuan mereka lebih banyak menggunakan facebook untuk melihat-lihat kabar berita dan profil teman-temannya, selain itu mereka juga lebih sering melakukan chating dengan teman-temannya. Facebook juga dianggap menjadi penyebab seseorang cenderung lalai dari tugas dan rutinitas harian. Hal ini dikarenakan sekarang sudah tersedia fitur game online melalui media Facebook. Marak juga kasus pelecehan dan penipuan yang bermula dari pertemanan melalui jejaring Facebook. Misalnya dikutip dari merdeka.com yang merangkum enam kasus yang bermula dari facebook, situs itu menyatakan bahwa awalnya para pelaku dan korban berkenalan lewat chat di media sosial facebook kemudian berlanjut bertukar nomor handphone dan akhirnya bertemu secara langsung hingga terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. Menurut Juju, Dominikus dan Feri Sulianta, (2009) Dibalik sisi gelapnya facebook-pun menawarkan cara yang sedikit berbeda. Dengan perbedaan itu facebook menjadi sarana promosi yang murah meriah karena efektifitasnya dan memang pada dasarnya pun murah. Dalam hal ini berkaitan erat dengan upaya mengenalkan isi konten suatu koleksi perpustakaan untuk dapat tersampaikan kepada penggunanya. Sistem konvensional yang selama ini digunakan, selain dibutuhkan anggaran yang besar juga diperlukan keterlibatan berbagai sumber daya yang ada. Sehingga diperlukan adanya suatu terobosan baru, yang lebih mudah dan murah agar proses berbagi pengetahuan dapat berjalan baik dan manfaatnya dapat dirasakan. Seperti yang diungkapkan Syaharullah, dkk (2021) bahwa Facebook sekaligus menjadi media promosi industri kreatif yang sangat mudah dan murah karena dapat menjangkau pasar hingga seluruh dunia. Pengguna facebook di Indonesia yang sangat banyak terutama dari generasi milenial dan generasi X, juga menjadi suatu peluang besar untuk menjadikan Facebook sebagai sarana promosi yang handal. Selain tampilannya yang menarik, tentu saja karena aksesnya yang sangat mudah bahkan cukup melalui ponsel pribadi. Bertolak dari peluang-peluang yang ada terhadap segala fitur yang ada pada Facebook, penulis merasa ada peluang yang dapat dimanfaatkan perpustakaan untuk penyebarluasan informasi dan pengetahuan. Penelitian-penelitian serupa pernah dilakukan namun, hampir semuanya mengarah pada peluang bisnis yang mengharapkan keuntungan material. Seperti Kurniawati, Ferlin (2021) memanfaatkan Facebook Sebagai Media Promosi Bisnis Dalam Usaha Meningkatkan Jumlah Penjualan Bagi Ibu-Ibu PKK. Atau hasil penelitian dari Arifin, Rita Wahyuni (2015) yang menghasilkan kesimpulan bahwa Facebook tidak hanya berperan sebagai media promosi dalam pengembangan industri kreatif, tetapi juga berperan sebagai media untuk berkomunikasi dengan calon konsumen. Peluang inilah yang penulis ambil untuk mencoba meneliti manfaat fanpage perpustakaan untuk saling berbagi pengetahuan yang tidak mengharapkan keuntungan materil. Akan tetapi memberikan pelayan publik yang optimal sebagai amanat Undang-undang Dasar 1945 yaitu ikut mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Harapannya surat kabar langka koleksi perpustakaan nasional RI yang jumlahnya mencapai 1.927 judul, nilai informasinya dapat tersampaikan dan bermanfaat kepada masyarakat luas dengan cepat dan murah. Sehingga kehadiran dan manfaat layanan surat kabar langka Perpustakaan nasional RI dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Berdasarkan paparan diatas, penelitian ini bermaksud untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan media sosial Facebook sebagai media berbagi pengetahuan (knowledge sharing) layanan surat kabar langka di Perpustakaan Nasional RI.

Method

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode kualitatif yaitu pendekatan penelitian yang didasarkan pada kejadian alamiah sebagai sumber data secara langsung dan peneliti sebagai instrumen kunci. Jenis penelitian studi kasus diterapkan untuk menyelidiki rangkaian sistem yang terbentuk dari suatu kasus tertentu. dalam penelitian ini, untuk mendapatkan data penulis menggunakan pendekatan observasi dan analisis dokumen secara mendalam. Data-data yang diperlukan didapatkan penulis melalui fitur insight atau wawasan pengguna fanpage Facebook Perpustakaan Nasional RI. Penulis berperan langsung menjadi salah satu pengelola fanpage dari jumlah 3 orang pengelola dari layanan surat kabar langka Perpustakaan Nasional RI. Setelah data-data tersebut diperoleh, penulis melakukan analisis mengenai wawasan dari pengguna atau anggota fanpage facebook Perpustakaan Nasional RI.

Result & Discussion

1. Layanan surat kabar langka Salah satu unit kerja di Perpustakaan Nasional RI yang memberikan pelayanan bidang perpustakaan yaitu Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara (Pusjasintara). Gedung layanan perpustakaan nasional RI dipusatkan di gedung baru yang terletak di Jalan Merdeka Selatan No 11 Jakarta Pusat, kecuali satu layanan yang terletak di Jalan Salemba Raya 28A yaitu layanan surat kabar langka. Layanan surat kabar langka yang berada di lantai 7c gedung Salemba, tidak diikutkan pindah ke lokasi baru dengan alasan keterbatasan tempat dan kondisi fisik surat kabar yang sudah rapuh. Dikhawatirkan dengan pemindahan koleksi yang harus melewati proses pengemasan akan menambah kerusakan pada koleksi. Sebagai salah satu layanan non-buku (non book materials service), layanan surat kabar langka menjalankan tugas pelayanan berupa surat kabar yang sudah tidak diterbitkan lagi atau dalam kata lain koleksi langka. Koleksi langka menurut Online Dictionary for Library and Information Science, adalah sebuah koleksi buku yang sulit ditemukan karena jumlahnya terbatas. Sedangkan menurut Asaniyah, Neneng (2017) koleksi langka adalah koleksi yang sulit ditemukan dipasaran karena sudah tidak diterbitkan lagi. Koleksi buku yang masih baru dapat dikatakan koleksi langka karena jumlah eksemplar yang terbatas. Jadi koleksi langka terutama surat kabar itu sangat berharga bukan saja karena fisiknya yang susah ditemukan tapi juga karena nilai informasi yang terkandung di dalamnya. Koleksi surat kabar langka Perpustakaan Nasional RI secara umum terbagi dalam beberapa periode zaman sesuai dengan waktu terbitnya, yaitu zaman prakemerdekaan, zaman revolusi kemerdekaan, zaman Demokrasi Terpimpin, orde baru, dan zaman reformasi. Gambar 1 diatas adalah salah satu Koleksi surat kabar yang tertua yaitu terbit tahun 1810, menggunakan bahasa Belanda dan terbit di Batavia (Jakarta). Berdasarkan data aset Perpustakaan Nasional RI tahun 2016, tercatat ada 1.927 judul surat kabar yang sebagian besar terbit dari berbagai wilayah di Indonesia. Dalam menjalankan tugas pelayanan, layanan surat kabar langka menerapkan sistem layanan tertutup, dimana akses pemustaka terhadap koleksi dibatasi. Hal ini dimaksudkan selain karena nilai informasinya yang berharga, juga agar kondisi fisik koleksi dapat dijaga dan dipantau secara langsung. Setiap pemustaka yang hendak membaca koleksi surat kabar langka tidak dapat mengambil koleksi sendiri secara langsung di rak, melainkan harus melakukan pemesanan koleksi terlebih dahulu kepada petugas layanan ditempat. Setelah pemustaka melakukan pemesanan, petugas di ruang koleksi akan mengambil dan mengirimnya ke ruang baca untuk diserahkan ke pemustaka untuk dibaca ditempat. Para pemustaka yang datang memanfaatkan koleksi surat kabar langka datang baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Kebanyakan pemustaka yang datang ialah mereka yang mencari informasi untuk kebutuhan penelitian. Dilihat dari banyaknya judul yang tersedia, koleksi Surat kabar langka Perpustakaan Nasional RI merupakan koleksi terlengkap khususnya untuk kategori Indonesiana. Disamping banyaknya judul surat kabar dan beragamnya informasi yang terkandung dalam setiap judul surat kabar inilah yang mendasari penulis untuk dapat membagikan setiap informasi yang ada. Mendayagunakan setiap informasi yang bernilai terutama nilai sejarah untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Berusaha menjadikan informasi yang tersebar agar dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh para peneliti untuk kepentingan penelitian tetapi juga berusaha untuk memuaskan para penikmat sejarah. Membangkitkan gairah kenangan masa lalu yang sulit rasanya untuk dilakukan kembali di masa sekarang ini. 2. Desain pemanfaatan Fanpage Facebook sebagai media knowledge sharing Penggunaan media sosial fanpage facebook Perpustakaan Nasional RI selama ini hanya digunakan untuk menginformasikan tentang kegiatan-kegiatan yang meliputi tugas kehumasan seperti info kegiatan lembaga, ucapan hari-hari besar tertentu dan lain sebagainya. Media sosial Facebook, yang banyak sekali penggunanya sayang sekali kalau hanya digunakan untuk informasi-informasi tersebut. Koleksi layanan surat kabar langka yang jumlahnya ribuan judul tentu akan lebih efektif kebermanfaatannya jika dapat dibagikan melalui media sosial ini. Dalam penelitian ini media sosial fanpage Facebook dimanfaatkan sebagai penjembatan antara koleksi perpustakaan berupa surat kabar langka dengan pengguna facebook diseluruh Indonesia. Desain pemanfaatan Facebook lebih diarahkan pada berbagi pengetahuan (knowledge sharing), dimana pustakawan yang bertugas mengelola fanpage facebook membagikan konten-konten yang ada di surat kabar langka. Dibagian komentar setiap anggota dapat menanggapi postingan tersebut agar terjadi diskusi antar anggota, atau dengan pengelola Fanpage Facebook Perpusnas. Diharapkan dengan kegiatan ini informasi yang dibagikan dapat bermanfaat dalam mendukung penelitian, menimbulkan ide penelitian baru, atau memperkaya pengetahuan sejarah masyarakat. 3. Pemanfaatan Fanpage Facebook sebagai media berbagi pengetahuan (knowledge sharing) Pemanfaatan Fanpage Facebook sebagai media berbagi pengetahuan yang diterapkan berdampingan dengan pengelola Fanpage kehumasan. Keduanya tetap berjalan sebagaimana mestinya, tetapi postingan konten surat kabar langka di posting lebih sering hampir setiap hari kerja. Seperti terlihat dalam tabel dibawah ini : Dalam mengelola fanpage Facebook Perpusnas, di layanan surat kabar langka ditangani oleh 3 orang pustakawan. Setiap pustakawan yang akan mengupload konten melakukan penelusuran informasi terlebih dahulu dengan membuka konten-konten yang ada di Surat kabar. Setelah konten ditemukan, kemudian dilakukan pengambilan gambar dengan cara memfoto menggunakan kamera handphone. Setelah dilakukan proses editing foto sederhana yang meliputi pemberian watermark dan pelampiran footer. Setiap konten yang akan diposting juga dibuatkan anotasi singkat tentang konten tersebut. Data diperoleh berdasarkan informasi yang terdapat dalam surat kabar tersebut ditambah dengan riset sederhana melalui berbagai sumber yang relevan. Dalam gambar 4 diatas merupakan Postingan yang mendapatkan jangkauan pembaca terbanyak selama 28 hari terakhir per November 2022. Dalam postingan itu Perpusnas ingin membagikan informasi yang jarang orang ketahui. Selama ini jika membicarakan Tokoh Kasino dalam Warkop DKI yang terbayang adalah lawakannya, logat bicaranya dan tingkah konyolnya dalam layar kaca. Sementara lika-liku kehidupan pribadi dan pendidikannya jarang sekali diekspos. Postingan yang menceritakan tentang perjalanan cinta dan perjalanan menempuh bangku kuliah seorang Kasino Hadiwibowo anggota Warkop DKI selain mendapatkan jangkauan terbanyak juga mendapatkan interaksi yang banyak juga. Interaksi ini meliputi tanggapan suka, komentar dan membagikan konten. Konten sejarah baik berupa sejarah tokoh, peristiwa, maupun tema sejarah lainnya menjadi bahan yang dibagikan dalam fanpage Perpusnas RI. Selain mengingatkan kembali kenangan masa lampau, juga menambah pengetahuan yang ditinjau dari sisi lain yang belum diketahui dan jarang diekspos oleh media. Bagi para peselancar dunia maya gambar 2 diatas tentu bukan gambar yang asing, namun sering kali gambar yang bertebaran begitu bebasnya tanpa dilengkapi sumber foto yang valid, atau belum bisa menjawab pertanyaan what, who, where, why, when dan how. Postingan Perpusnas tersebut berusaha memberikan informasi yang lebih lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai suatu peristiwa sejarah yang terekam dalam surat kabar. Foto-foto sejarah yang ikonik seperti diatas akan sangat menarik untuk didiskusikan dalam kolom komentar. Tidak hanya fotonya yang menarik kadangkala ada orang-orang yang menjadi bagian peristiwa itu yang ikut berkomentar juga. Dua gambar diatas merupakan postingan Fanpage Perpusnas dengan jangkauan kategori tinggi. Semakin tinggi jangkauan, maka kemungkinan semakin banyak pula orang yang bertambah pengetahuannya. Bisa dibayangkan dengan banyaknya orang yang membagikan lagi postingan tersebut tentunya jangkauan orang yang melihat, membaca, hingga mendapat pengetahuan tentu semakin banyak pula. Dengan adanya media fanpage facebook Perpusnas ini juga memudahkan para pemustaka yang tidak dapat datang langsung ke layanan surat kabar langka. Terutama masyarakat daerah yang terkendala waktu dan tempat. Dengan penggunaan fanpage Facebook perpusnas sebagai media berbagi pengetahuan (sharing knowledge) konten Surat kabar langka, juga turut menaikkan jumlah jangkauan halaman, kenaikan kunjungan halaman dan juga kenaikan suka baru. Hal ini tentu berimbas baik juga untuk performa institusi. Diantaranya dalam menyampaikan arah dan kebijakan yang menjadi tujuan Perpustakaan Nasional RI. Semakin banyak orang yang teredukasi baik melalui konten-konten surat kabar langka maupun informasi dari kehumasan, maka harapannya tujuan untuk turut mencerdaskan bangsa akan terwujud.

Conclusion

Koleksi perpustakaan terutama koleksi surat kabar langka sangat berharga nilainya, tidak hanya karena ketersediaannya yang tidak dapat ditemukan ditempat lain tetapi karena menyimpan nilai sejarah bangsa Indonesia. Menyimpan informasi yang merekam perjalanan bangsa dari masa prakemerdekaan hingga masa kini. Akan tetapi seberapapun bernilainya kalau tidak bisa dimanfaatkan untuk masyarakat maka dikhawatirkan nilai informasinya akan semakin rusak dimakan waktu. Pustakawan memegang peran penting dalam usaha mendayagunakan nilai informasi dari koleksi perpustakaan untuk kepentingan masyarakat luas. Pustakawan dapat memanfaatkan media sosial Fanpage Facebook untuk digunakan sebagai media untuk penyebaran informasi kepada masyarakat luas. Nilai informasi yang beragam dari koleksi di Perpustakaan akan semakin bermanfaat jika didayagunakan dengan bantuan media sosial. Selain murah, nilai informasinya akan semakin cepat sampai kepada penggunanya, karena real time menjangkau seluruh wilayah dunia dengan akses internet yang tersedia.