Peran Pustakawan dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Informasi Mahasiswa di Perpustakaan Universitas Bung Hatta Padang
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pustakawan dalam meningkatkan literasi informasi di universitas bung hatta padang dan untuk mengetahui kendala peran pustakawan dalam meningkatkan literasi informasi di universitas bung hatta padang. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan cara melakukan wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini adalah peran pustakawan dalam meningkatkan literasi informasi mahasiswa di perpustakaan universitas bung hatta padang sangat diperlukan sebagai pengorganisasikan bahan pustaka bagi pemenuhan pemakai dan sebagai pembimbing tentang cara bagaimana menggunakan bahan pustaka untuk kepentingan pemakai sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal. Termasuk melalui program pendidikan pemakai (user education). hambatan-hambatan yang ditemui pustakawan yaitu ruang dan gedung belum memadai dan jaringan yang lambat loading.
Abstract
This research aims to describe the role of librarians in increasing information literacy at Bung Hatta University Padang and to determine the obstacles to the role of librarians in increasing information literacy at Bung Hatta Padang University. In this research, the author used qualitative descriptive research by interviews and observations. The results of this research are that the role of librarians in increasing student information literacy in the Bung Hatta University library of The Bung Hatta University is very necessary to organize library materials for user needs and to guide how to use library materials for the benefit of users, so that they can be utilized optimally, including through user education programs. The obstacles encountered by librarians are inadequate space, buildings and networks.
Keywords:
Librarian
· information literacy
· College library
Introduction
Berkembangnya informasi seperti saat sekarang saat ini menyebabkan informasi begitu banyak yang tidak bisa dihindari yang dinamakan ledakan informasi (information explosion). Hal ini sangat wajar masyarakat banyak menjumpai informasi yang berupa informasi tertulis, terekam mapun digital yang setiap saatnya bertambah dan beredar. Tidak terbendungnya informasi yang beredar menjadikan era sekarang ini dinamakan dengan era informasi. Menurut Parida (2005), dalam era informasi ini, tiap orang atau individu harus mempunyai alat atau sarana yang diperlukan untuk berhubungan dengan informasi yang ada. Kita menyadari bahwa berbagai jenis sarana yang dipelajari dan digunakan akan membantu mereka dalam mengatasi berbagai permasalahan secara efektif dan efisien. Namun, tanpa adanya pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan berbagai sarana informasi yang ada, maka segala perkembangan informasi dan ilmu pengetahuan yang begitu cepat dan kompleks akan sulit diantisipasi oleh siapa saja (Badriah, 2009). Dengan adanya informasi sangat pesat, perpustakaan seperti halnya perpustakaan perguruang tinggi diharapkan tidak hanya menyediakan buku- buku bacaan saja namun juga perlu menyediakan sumber informasi lainnya, seperti bahan audio-visual dan multimedia, serta akses informasi ke internet. Literasi informasi yang merupakan terjemahan dari information literacy dalam pengertian ringkas diartikan sebagai keberaksaraan informasi atau kemelekan informasi dan secara sederhana literasi informasi didefinisikan sebagai kemampuan seseorang dalam menemukan dan menggunakan informasi. (Farida, 2005). Penguasaan literasi informasi sangat penting dalam proses pembelajaran sehingga menjadi bagian dari program pendidikan. Perpustakaan yang ideal harus di kelola oleh pustakawan. Pustakawan tidak hanya memiliki keterampilan dalam mengelola perpustakaan yang profesional, tetapi juga keterampilan untuk menjadi pendidik yang akan menggantarkan para pemustakanya untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya. Kegiatan literasi informasi ini sangat dibutuhkan bagi mereka yang belum dapat mengenali dan memahami akan kebutuhan informasi untuk dirinya, serta belum dapat memanfaatkan alat penelusuran dan fasilitas yang disediakan oleh perpustakaan secara baik dan efesien. Perpustakaan Universitas Bung Hatta Padang sebagai tempat menyediakan koleksi perpustakaan baik berupa buku bacaan maupun bahan multimedia. Di perpustakaan Universitas Bung Hatta Padang tidak hanya sebagai tempat atau ruang penyimpanan koleksi, tetapi perpustakaan juga menyediakan buku- buku referensi ilmu pengetahuan dan lain-lain. Selain itu, perpustakaan juga menggunakan teknologi informasi terkini, sehingga memudahkan dalam hal pencarian buku, lokasi buku dan rekam jejak peminjaman. Keberhasilan program literasi bagi mahasiswa bukan hanya menjadi tanggung jawab perpustakaan melainkan juga pihak yang bersangkutan langsung dengan mahasiswa jurusan atau fakultas. Namun sejauh ini masih belum semua jurusan menyadari akan pentingnya penguasaan keterampilan tersebut bagi peserta didiknya. Dari data kunjungan perpustakaan pada tahun 2023 terdapat 700100 pengunjung perpustakaan Universitas Bung Hatta.(dokumentasi laporan pengunjung pustaka periode 1 januari s.d 31 september 2023) Perpustakaan Universitas Bung Hatta Padang sebaiknya dikelola sesuai tujuan penyelenggaraan sebuah pusat informasi. Komunikasi informasi kepada pemakai saat ini melalui aneka media yang ada. Pada peran inilah (media informasi) pustakawan dibutuhkan agar informasi sampai kepada pemakai. Dalam penulisan skripsi, mahasiswa dituntut untuk mandiri dalam mencari sumber informasi. Penulisan skripsi memerlukan sumber informasi yang memadai sebagai bahan dalam penulisannya. Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara bahwasanya pemustaka cenderung menggunakan berbagai cara yang sesuai dengan pengalamannya untuk mencari bahan pustaka. Ada pemustaka yang kesulitan dalam mencari bahan untuk penyelesaian tugas mahasiswa di perpustakaan Universitas Bung Hatta Padang. Menurut (Megawati, 2020) peran pustakawan memang sangat diperlukan bagi perpustakaan perguruan tinggi di tempat kerjanya. Perannya yang utama adalah sebagai pengorganisasikan bahan pustaka bagi pemenuhan kebutuhan pemakai dan sebagai pembimbing tentang cara-cara bagaimana menggunakan bahan pustaka untuk kepentingan pemakai sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal. Untuk mewujudkannya, maka pustakawan harus mampu dan selalu berusaha membangun atau menggembangkan kinerjanya ke arah yang lebih baik dengan lebih memperhatikan kualitas layanan terhadap pemakai. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: a) Bagaimana peran pustakawan dalam meningkatkan literasi informasi di Universitas Bung Hatta?, b) Bagaimana kendala pustakawan dalam meningkatkan literasi informasi di Universitas Bung Hatta Padang?. Adapun penelitian ini dilakukan bertujuan untuk: a) mendeskripsikan peran pustakawan dalam meningkatkan literasi informasi di Universitas Bung Hatta Padang, b) mengetahui kendala peran pustakawan dalam meningkatkan literasi informasi di Universitas Bung Hatta Padang. Manfaat dari dilakukan peneliian ini: a) bagi penulis untuk dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang literasi informasi dalam memperoleh informasi, b) bagi pembaca untuk dapat memperkaya khasanah dengan ilmu literasi informasi, c) bagi institusi pendidikan, hasil penelitian diharapkan dapat digunakan sebagai barometer terhadap peran pustakawan dalam meningkatkan kemampuan literasi informasi di Universitas Bung Hatta Padang.
Method
Metode yang digunakan dalam pemecahan masalah ialah metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelititian ini menggunakan studi lapangan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun instrumen penelitiannya pedoman wawancara, alat perekam, dan kamera (Moelong, 2007). Adapun untuk teknik pengolahan data dan analisis data terdapat tiga langkah yaitu; reduksi data, penyajian data dan penarik kesimpulan (Salim, 2006). Sedangkan uji keabsahan data yang digunakan penulis terdapat 3 langkah yaitu; perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan dan triagulasi (Sugiyono, 2014).
Result & Discussion
Peran pustakawan memang sangat diperlukan bagi perpustakaan perguruan tinggi. Peran utamanya adalah sebagai pengorganisasikan bahan pustaka bagi pemenuhan pemakai dan sebagai pembimbing tentang cara bagaimana menggunakan bahan pustaka untuk kepentingan pemakai sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal. Pustakawan mempunyai kemampuan literasi informasi (melek informasai) melalui program pendidikan pemakai (user education). Kemampuan ini akan sangat mendukung kegiatan proses belajar mengajar, bahkan menjadi sarana yang sangat penting dalam menumbuhkan daya berpikir kritis. Dari hasil wawancara yang dilakukan dapat peneliti analisa bahwa dengan banyak informasi yang ada, ternaya pemustaka tidak dengan mudah memperoleh sumber-sumber informasi di perpustakaan yang mereka perlukan, pemustaka masih kesulitan dalam menemukan bahan bacaan dan referensi saat di dalam perpustakaan, juga tidak mahir dalam memanfaatkan pencarian referensi secara digital. hal ini menjadi tantangan bagi perpustakaan dan pustakawan untuk memberikan pemahaman kepada pemustaka mengenai sumber-sumber informasi yang tepat di perpustakaan, sehingga dapat membantu pemustaka untuk memudahkan dalam mencari, menelusur, menggunakan, memanfaatkan informasi maupun fasilitas di perpustakaan. Dismaping itu, pentingnya kiranya mengenal peran seorang pustakawan dalam mengelola sebuah perpustakaan, apa yang di harus dilakukan terhadap koleksi perpustakaan agar informasi yang terdapat dalam sebuah koleksi bermanfaat bagi pengguna/pengunjung perpustakaan. Untuk pencapaian sistem informasi yang maksimal, pustakawan memiliki hambatan untuk menjalankannya seperti; gedung atau sarana belum cukup memadai, jaringan yang lambat loading di perpustakaan Universitas Bung Hatta dalam penelusuran informasi di internet. Penerapan literasi informasi telah membawa perubahan terhadap peran pustakawan dan fungsi perpustakaan perguruan tinggi. dari paparan hasil wawancara peneliti analisa bahwa penerapan literasi informasi bukan hanya sebagai penjaga buku, tetapi juga memantau peminjaman dan pengembalian buku atau mengatur buku-buku di rak/ vetalase. Di samping perpustakaan dikatakan ideal ketika di kelola oleh putakawan yang tidak hanya memiliki keterampilan dalam mengelola perpustakaan yang profesional, tetapi juga keterampilan untuk menjadi pendidik yang akan menggantarkan para pemustakanya untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya. Usaha yang dilakukan Pustakawan dapat menggunakan intelektual tetapi tidak meninggalkan kegiatan rutinitas kepustakawanan. Pustakawan dapat meningkatkan dan mengembangkan kompetensi komputer, kompetensi fisik, pribadi dan kompetensi sosial. Berdasarkan wawancara yang dilakukan diperoleh hasil analisa bahwasanya usaha yang dapat dilakukan pustakawan dalam meningkatkan literasi informasi ialah meningkatkan koleksi buku terbaru, meningkatkan sarana-prasarana, meningkatkan temu kembali informasi, memperbaiki kulit buku bahan perpustakaan, pustakawan juga bisa melakukan penelusuran informasi dalam kegiatan menelusuri kembali seluruh atau sebagian informasi yang pernah di tulis atau diterbitkan melalui sarana temu kembali. Dan dari narasumber selanjutnya diperoleh bahwa usaha yang dapat dilakukan dengan layanan sirkulasi dalam kegiatan kerja yang berupa pemberian bantuan kepada pemakai perpustakaan dalam proses peminjaman dan pengembalian bahan pustaka. Tujaun informasi literasi ialah untuk memudahkan dalam melakukan berbagai hal yang berhubungan dengan kegiatan informasi. Dari narasumber pertama diperoleh hasil bahwasanya tujuan literasi informasi ialah untuk memberdayakan pentingnya informasi bagi seseorang. Narasumber ke dua menyatakan bahwa tujuan literasi informasi yaitu untuk belajar secara mandiri dimanapun berada dan berinteraksi dengan berbagai format informasi. hasil analisa dari narasumber ke tiga tujuan literasi informasi yaitu membantu seseorang untuk meningkatkan pengetahuan dengan berbagai cara informasi yang bermanfaat. Pustakawan telah berperan dalam tugasnya. Jadi orang yang berkerja, memiliki kemampuan, pengalaman dam keahlian untuk mengelola dan menyelenggarakan pekerjaan perpustakaan. Berdasarkan wawancara yang dilakukan dari narasumber pertama yaitu pustakawaan, peneliti menganalisa bahwa pustakawanlah yang mengolah percakapan buku sistem jadi seorang pustakawan harus memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan.peneliti juga menganalisa dari informan ke dua bahwasanya pustakawan menjadi ujung tombak keberhasilan dalam penyebarluasan informasi di perpustakaan. disamping itu, pustakawan juga harus mempunyai kemampuan berkomunikasi sehigga dapat dengan mudah mengidentifikasi keperluan pemustaka, mampu mengembangkan teknik dan prosedur kerja di bidang perpustakaan.
Conclusion
Peran pustakawan dalam meningkatkan literasi informasi mahasiswa di perpustakaan Universitas Bung Hatta Padang memang sangat diperlukan bagi perpustakaan perguruan tinggi di tempat kerjanya. Peran utamanya ialah sebagai pengorganisasikan bahan pustaka bagi pemenuhan pemakai dan sebagai pembimbing. Pustakawan mempunyai kemampuan literasi informasi (melek informasi) melalui program pendidikan pemakai (user education). Kemampuan ini akan sangat mendukung kegiatan proses belajar mengajar, bahkan menjadi sarana yang sangat penting dalam menumbuhkan daya berpikir kritis. Kenyataannya tidak banyak mahasiswa yang mengetahui konsep literasi informasi. Kendala yang dihadapi dalam meningkatkan literasi iformasi adalah ruang dan gedung yang belum memadai dan jaringan yang lambat loading.