PENGETAHUAN PEMUSTAKA DI UPT PERPUSTAKAAN PROKLAMATOR BUNG KARNO TENTANG BIOGRAFI BUNG KARNO
Perpustakaan Proklamator Bung Karno; Perpustakaan Proklamator Bung Karno
Abstrak
Salah satu fungsi dari UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno adalah mendayagunakan Koleksi Literatur Bung Karno. Pendayagunaan yang dimaksud bukan sekedar tercapainya jumlah kunjungan pemustaka yang tinggi pada Koleksi Khusus tentang Bung Karno, namun lebih daripada itu. Pendayagunaan yang dimaksud adalah pengusahaan agar pemustaka bertambah pengetahuannya terhadap Biografi Bung Karno. Indikator keberhasilan perpustakaan dalam menjalankan fungsi ini bisa dilihat antara lain dari pengetahuan pemustaka tentang Bung Karno. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan pemustaka tentang biografi Bung Karno. Penelitian Ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui kuesioner yang memuat pertanyaan-pertanyaan tertutup tentang biografi Bung Karno. Hasil penelitian yang melibatkan 254 responden menunjukkanbahwa pada pertanyaan pertama tentang tanggal lahir Bung Karno, responden yang menjawabbenar ada 156 orang, 83 responden jawabannya salah, dan 15 responden tidak menjawab; pertanyaankeduatentang tempat Bung Karno dilahirkan ada 132 responden menjawab benar, 105 responden menjawabsalah, dan 17 responden tidak menjawab; pertanyaan ketiga tentang nama ayah Bung Karno ada130respodenn menjawab benar, 109 responden menjawab salah, dan 15 responden tidak menjawab; pertanyaan keempat tentang nama ibu Bung Karno ada 123 responden menjawab benar, 116menjawab salah, dan 15 responden tidak menjawab; pertanyaan kelima tentang nama kecil BungKarno ada 124 responden menjawab benar, 115 responden menjawab salah, dan 15 respondentidakmenjawab; pertanyaan keenam tentang tanggal Bung Karno meninggal dunia ada108respondenmenjwab benar, 130 responden menjawab salah, dan 16 responden tidak menjawab; pertanyaan ketujuh tentang nama sekolah pribumi Bung Karno ada 89 responden menjawabbenar, 148 responden menjawab salah, dan 17 responden tidak menjawab; pertanyaan kedelapan tentangnama istri pertama Bung Karno ada 84 responden menjawab benar, 154 responden menjawabsalah, dan 16 responden tidak menjawab; pertanyaan kesembilan tentang jurusan yang diambil BungKarnosaat kuliah di THS ada 143 responden menjawab benar, 94 responden menjawab salah, dan17responden tidak menjawab; pertanyaan kesepuluh tentang kaitan Bung Karno dengan Pancasilaada85 responden menjawab benar, 155 responden menjawab salah, dan 14 responden tidak menjawab. Dari seluruh jawaban responden tersebut didapatkan bahwa persentase jawaban benar dari respondensebesar 46%, jawaban salah 48%, dan pertanyaan yang tidak dijawab adalah 6%. Predikat nilai yang diperoleh adalah D yang berarti kurang, karena persentase jawaban benar kurang dari 60. Kesimpulan Dari penelitian ini adalah bahwa pengetahuan pemustaka Perpustakaan Proklamator Bung Karno tentang biografi Bung Karno masih rendah atau kurang. Maka perlu dilakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan pemustaka tentang biografi Bung Karno khususnya untuk menjalankan fungsi yang diemban Perpustakaan Proklamator Bung Karno.
Abstract
One of the functions of the Proklamator Bung Karno Library is to utilize the Bung Karno LiteratureCollection. The utilization in question is not just achieving a high number of visits by users to theSpecial Collection about Bung Karno, but more than that. The utilization in question is the effort so that usersincrease their knowledge of Bung Karno's Biography. Indicators of the library's success in carryingout this function can be seen, among others, from the knowledge of users about Bung Karno. Therefore, this study aims to determine the knowledge of users about Bung Karno's biography. This study usesaquantitative descriptive method through a questionnaire containing closed questions about BungKarno's biography. The results of the study involving 254 respondents showed that on the first questionabout Bung Karno's date of birth, 156 respondents answered correctly, 83 respondents answeredincorrectly, and 15 respondents did not answer; the second question about Bung Karno's placeof birth, 132 respondents answered correctly, 105 respondents answered incorrectly, and 17 respondentsdid not answer; to the third question about Bung Karno's father's name, 130 respondents answeredcorrectly, 109 respondents answered incorrectly, and 15 respondents did not answer; to thefourthquestion about Bung Karno's mother's name, 123 respondents answered correctly, 116 answeredincorrectly, and 15 respondents did not answer; the fifth question about Bung Karno's first name, 124respondents answered correctly, 115 respondents answered incorrectly, and 15 respondents didnot answer; the sixth question about the date Bung Karno died, 108 respondents answered correctly, 130respondents answered incorrectly, and 16 respondents did not answer; on the seventh questionabout the name of Bung Karno's native school, 89 respondents answered correctly, 148 respondentsanswered incorrectly, and 17 respondents did not answer; to the eighth question about the nameof Bung Karno's first wife, 84 respondents answered correctly, 154 respondents answered incorrectly, and16 respondents did not answer; The ninth question about the major taken by Bung Karno while studyingat THS, 143 respondents answered correctly, 94 respondents answered incorrectly, and17respondents did not answer; the tenth question about the relationship between Bung KarnoandPancasila, 85 respondents answered correctly, 155 respondents answered incorrectly, and14respondents did not answer. From all the respondents' answers, it was found that the percentageof correct answers from respondents was 46%, incorrect answers 48%, and unanswered questionswere6%. The predicate value obtained was D which means less, because the percentage of correct answerswas less than 60. The conclusion of this study is that the knowledge of the users of the Proklamator Bung Karno Library about the biography of Bung Karno is still low or lacking. Therefore, various effortsneed to be made to improve the knowledge of users about the biography of Bung Karno, especiallytocarry out the functions carried out by the Proklamator Bung Karno Library.
Keywords:
Pengetahuan pemustaka
· Biografi Bung Karno
· Perpustakaan khusus
Introduction
Perpustakaan merupakan suatu lembaga yang mengawasi hal-hal yang berkaitan dengan informasi dari sejak menghimpun, mengolah, sampai pada layanan kepada pemustaka. Perpustakaan juga merupakan institusi yang bersifat ilmiah, informatif, dan edukatif. Segala aktivitas di dalamnya selalu mengandung nilai dan unsur pembelajaran, penelitian, pengembangan, dan ilmu pengetahuan. Pada dasarnya perpustakaan adalah perpaduan antara manusia, tempat fasilitas, dan informasi. Dikatakan perpaduan, karena satu dan yang lainnya saling bergantungan. Manusia, yaitu pengelola dan pemakainya, tempat dan fasilitas merupakan sarana yang digunakan manusia untuk melakukan proses transaksi informasi, sementara informasi berupa buku, jurnal, majalah, koran, dan bahan pustaka lainnya adalah bahan-bahan yang disajikan di perpustakaan. Mulyadi SK (2014) menyebutkan pengertian perpustakaan yang mutakhir telah mengarahkan kepada tiga hal yang mendasar sekaligus, yaitu hakikat perpustakaan sebagai salah satu sarana pelestarian bahan pustaka; fungsi perpustakaan sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan; serta tujuan perpustakaan sebagai saranauntuk mencerdaskan kehidupan bangsadanmenunjang pembangunan nasional. Menurut Undang-Undang RI No. 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan pasal 1 ayat 2 tentang koleksi perpustakaan dimana semua informasi dan bentuk karya tulis, karya cetak, dan karya rekam dalam berbagai media yang mempunyai nilai pendidikan, yang dihimpun, diolah, dan dilayankan. Pemanfaatan koleksi adalah proses pendayagunaan sumber informasi dan jasa informasi yang terdapat di perpustakaan. Pemanfaatan koleksi perpustakaan adalah kegiatan yang dilakukan oleh pengguna perpustakaan sesuai ketertarikan pengguna untuk memanfaatkan berbagai jenis koleksi yang ada di perpustakaan. Pemanfaatan Koleksi dapat berupa tindakan peminjaman koleksi atau tindakan membaca koleksi ditempat. Keterpinjaman koleksi penting untuk diketahui karena dapat digunakan untuk mengetahui siapa yang meminjam, koleksi apa yang dipinjam di perpustakaan. Data Tersebut juga dapat menjadi dasar kebijakan pengadaan koleksi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendayagunaan memiliki arti pengusahaan agar mampu mendatangkan hasil dan manfaat. Pendayagunaan ditujukan untuk memanfaatkan segala potensi yang dimiliki secara optimal dengan tujuan mendatangkan manfaat atau hasil dengan memanfaatkan sumber-sumber yang dimiliki. Agar koleksi perpustakaan tersebut dibaca dan dipergunakan secara maksimal oleh masyarakat, maka perpustakaan harus menyediakan berbagai jenis koleksi dan layanan serta sarana dan prasarananya, yang sesuai, ekonomis, serta memberikan kemudahan yang diperlukan pemakai. Pendayagunaan koleksi oleh masyarakat merupakan tugas pokok penyelenggara perpustakaan. Ukuran pendayagunaan koleksi dapat dilihat pada volume dan intensitas pengunjung dan transaksi informasi untuk jangka pendek. Bentuk riil pendayagunaan koleksi bahan pustaka adalah dibaca, dipinjam, diteliti, dikaji, dianalisis, dikembangkan untuk berbagai keperluan. Bagi mereka yang sering ke perpustakaan dan memanfaatkan sumber informasi, akan menginginkan tambahan kelengkapan serta kekinian bahan pustaka. Untuk itu dampak selanjutnya bahwa perpustakaan harus mengembangkan koleksi dalam rangka memenuhi permintaan pemakai. Perpustakaan Proklamator Bung Karno adalah Unit Pelaksana Teknis dari Perpustakaan Nasional Indonesia yang berkedudukan di Kota Blitar. Diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri pada tanggal 3 Juli 2004. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor: 04 Tahun 2005 tanggal 8 Februari 2005, ditetapkan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Perpustakaan Proklamator Bung Karno, Perpustakaan Proklamator Bung Karno mempunyai fungsi pelayanan, kerjasama dan promosi. Fungsi pelayanan berupa Layanan koleksi Khusus Bung Karno (buku dan non buku) serta Layanan koleksi umum. Tugas dan Fungsi perpustakaan Proklamator mengalami pembaharuan melalui Peraturan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 05 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Perpustakaan Proklamator BungKarno Pasal 3 huruf d tentang tugas dan Fungsi UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno yang berbunyi: dalam melaksanakan tugas sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 2, UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno menyelenggarakan fungsi (d)Pendayagunaan Koleksi Literatur Bung Karno. Berdasarkan tugas yang diamanatkan dalam Peraturan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sebagai peraturan induk di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, maka perlu ditinjau dan telaah terhadap penyelenggaraan fungsi tersebut yaitu Pendayagunaan Koleksi Literatur Bung Karno. Penelaahan fungsi dalam hal ini ditinjau dari tingkat pengetahuan pemustaka yang datang untuk membaca dan meminjam koleksi di Layanan Perpustakaan terhadap Bung Karno, yaitu biografinya. Salah satu indikator keberhasilan Perpustakaan Proklamator BungKarno dalam mendayagunakan koleksi literatur Bung Karno yaitu dengan melihat pengetahuan pemustaka tentang Bung Karno. Oleh karena itu perlu dikaji pengetahuan pemustaka tentang Biografi Bung Karno. Apabila pengetahuan pemustaka tentang biografi Bung Karno tinggi, maka dapat dikatakan pendayagunaan koleksi literatur Bung Karno berhasil karena mampu meningkatkan taraf pengetahuan pemustakanya. Begitupun sebaliknya, apabila pengetahuan pemustaka tentang biografi Bung Karno rendah maka dapat dikatakan pendayagunaan koleksi literatur Bung Karno masih perlu ditingkatkan. TINJAUAN PUSTAKA Penelitian terdahulu Berdasarkan hasil penelusuranpenulis, penelitian tentang pengetahuan pemustaka di UPT. Perpustakaan Proklamator Bung Karno tentang biografi Bung Karno” belum pernah ada yang menulis atau menelitinya. Namun, berdasarkan penelusuran peneliti pada internet, ada 2 penelitian yang meneliti tentang pengetahuan pemustaka yaitu: Iskandar (2020) meneliti tentang Analisis Pengetahuan Pemustaka terhadap Fungsi-Fungsi Perpustakaan di Universitas Hasanudin”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengetahuan pemustaka terhadap fungsi-fungsi perpustakaan di Universitas Hasanuddin (Unhas). Pengetahuan ini dibuktikan dengan cara memanfaatkan perpustakaan sesuai fungsinya yang meliputi: 1. fungsi Perpustakaan Unhas sebagai pembelajaran sepanjang hayat dengan memanfaatkan perpustakaan sebagai tempat belajar mandiri, sebagai sarana pembelajaran secara formal dan informal, menjadikan perpustakaan sebagai sarana gemar membaca dan merealisasikan masyarakat pembelajar. 2. fungsi Perpustakaan Unhas sebagai wahana penelitian dengan memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber informasi untuk rujukan penelitian, untuk mendukung dan menghasilkan karya-karya penelitian yang bermanfaat. 3. fungsi Perpustakaan Unhas sebagai wahana informasi dengan memanfaatkan perpustakan sebagai sumber informasi, sebagai tempat yang menyediakan informasi yang bermanfaat atau berkualitas, dan mudah diakses. 4. fungsi Perpustakaan Unhas sebagai wahana rekreasi berbasis edukatif dengan memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber bacaan hiburan yang bermanfaat. 5. fungsi Perpustakaan Unhas sebagai wahana pelestari budaya bangsa dengan memanfaatkan perpustakaan (koleksi) sebagai tempat mendidik dan mengembangkan apresiasi budaya masyarakat, dan bermanfaat untuk menjadi cinta kebudayaanIndonesia. Muhammad Zainuddin Dahaling(2018) skripsi yang meneliti tentang ”Tingkat Pengetahuan Pemustaka Tentang Penggunaan Repository Di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar”. Tujuan Dari penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi repository di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar dan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pemustaka tentang penggunaan repository di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Dari hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa tingkat pengetahuan pemustaka tentang penggunaan repository di perpustakaan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar dari skor 4687,5 dengan rentang skor (3750- 5000)dan dengan persentase sebesar 73%termasuk kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pemustaka tentang penggunaan repository sudah baik. Penelitian terdahulu yang disebut di atas meneliti pengetahuan pemustaka tentang fungsi-fungsi perpustakaan di Perpustakaan Universitas Hasanudin Danmeneliti tentang Penggunaan Repository Di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Persamaannya Dengan penelitian ini adalah sama-sama meneliti pengetahuan pemustaka. Namun Pada penelitian ini pengetahuan pemustaka yang ingin diteliti adalah mengenai pengetahuan merekatentang biografi Bung Karno, dan tempat dilakukannya penelitian adalah di Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Perpustakaan Proklamator BungKarno sebagai Perpustakaan KhususPlus Perpustakaan Nasional RI merupakan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang bertugas di bidang perpustakaan dan berkedudukan di Ibukota Negara. Dalam Organisasi dan tata kerja Perpustakaan Nasional Republik Indonesia terdapat Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang melaksanakan tugas teknis operasional dan tugas teknis dari organisasi induknya. Salah satu UPT dari perpustakaan Nasional RI adalah UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno yang diresmikan oleh Presiden Megawati Bung Karno Putri pada tanggal 03 Juli tahun 2004. Berdasarkan surat keputusan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 04 Tahun 2005 Tanggal 08 Februari 2005, ditetapkan organisasi dan tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Perpustakaan Proklamator Bung Karno yang berkedudukan di Blitar. Perpustakaan Proklamator Bung Karno mempunyai fungsi pelayanan, kerjasama dan promosi. Fungsi pelayanan berupa Layanan koleksi Khusus Bung Karno (buku dan nonbuku) serta Layanan koleksi umum. Tugas dan Fungsi perpustakaan Proklamator mengalami pembaharuan melalui Peraturan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 05 Tahun 2020 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Perpustakaan Proklamator Bung Karno berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang secara teknis dibina oleh Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi, serta dalam pelaksanaan tugas operasionalnya wajib melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Blitar. Konsep dan gagasan awal pendirian Perpustakaan Proklamator Bung Karno mempunyai tujuan sebagai berikut: 1. Menjadikan laboratorium nasionalisme, menyimpan isi pikiran Bung Karno; 2. Melengkapi kompleks makam Bung Karno agar tidak mewarisi abunya saja tetapi mewarisi apinya Bung Karno; 3. Sarana untuk lebih memahami sejarah Bung Karno (Kisdarjono, 2010). Perpustakaan Proklamator Bung Karno yang letaknya berdampingan dengan Makam Bung Karno diharapkan keberadaan koleksinya mampu memberikan fakta sejarah dan menjadi bukti otentik tentang perjuangan Bung Karno. Adapun koleksi yangakandikembangkan terdiri dari koleksi inti yaitukarya Bung Karno, karya tentang Bung Karno, buku yang dibaca oleh Bung Karno, buku karya Bung Hatta, dan karya pejuangbangsa lainnya baik dalam bentuk karya tulis, karya cetak, karya rekam, dan dalam bentuk lainnya serta didukung koleksi penunjang antara lain tentang filsafat, sejarah, geografi, kebudayaan, peradaban, adat, dan etnis nusantara. Selain itu, Perpustakaan Proklamator Bung Karno mempunyai kelebihan sebagai Perpustakaan Yang Mempunyai Layanan Koleksi Memorabilia Bung Karno (Layanan Non buku) yang sebelumnya disebut secara umum dengan museum Bung Karno. Oleh karena itulah perpustakaan ini disebut sebagai Perpustakaan Khusus Plus. Hal ini tidak lepas dari pada sejarah pendirian Perpustakaan Proklamator Bung Karno, dimana para pendiri dan pencetus konsep Perpustakaan Proklamator Bung Karno menginginkan perpustakaan yang menyenangkan dan mampu menjadi sarana bagi siapa saja untuk bermain, belajar, berdiskusi, menonton film, menikmati berbagai pertunjukan rakyat, sehingga mereka yang datang bisa menikmati wisata pustaka. Prinsipnya, siapapun yang berziarah ke makam Bung Karno dan semua lapisan masyarakat tertarik untuk (minimal) melihat dan menikmati fasilitas yang disediakan perpustakaan (Kisdarjono, 2010). Pengetahuan Pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indra manusia yakni indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. Pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indera yang dimilikinya, baik mata, hidung, telinga, dan sebagiannya (Notoatmodjo, 2018). Waktu penginderaan sampai menghasilkan pengetahuan tersebut sangat dipengaruhi oleh intensitas persepsi terhadap objek. Sebagian besar pengetahuan seseorang diperoleh melalui indera pendengaran (telinga) dan indera penglihatan (mata). Masih menurut Notoatmodjo, pengetahuan seseorang terhadap suatu objek mempunyai intensitas atau tingkatan yang berbeda. Secara garis besar dibagi menjadi 6 tingkat pengetahuan, yaitu: 1. Tahu Tahu diartikan sebagai recall atau memanggil memori yang telah ada sebelumnya setelah mengamati sesuatu yang spesifik dan seluruh bahan yang telah dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Tahu disini merupakan tingkatan yang paling rendah. Kata kerja yang digunakan untuk mengukur orang yang tahu tentang apa yang dipelajari yaitu dapat menyebutkan, menguraikan, mengidentifikasi, menyatakan dan sebagainya. 2. Memahami Memahami suatu objek bukan hanya sekedar tahu terhadap objek tersebut, dan juga tidak sekedar menyebutkan, tetapi orang tersebut dapat menginterpretasikan secara benar tentang objek yang diketahuinya. Orang yang telah memahami objek dan materi harus dapat menjelaskan, menyebutkan contoh, menarik kesimpulan, meramalkan terhadap suatu objek yang dipelajari. 3. Aplikasi Aplikasi diartikan apabila orang yang telah memahami objek yang dimaksud dapat menggunakan ataupun mengaplikasikan prinsip yang diketahui tersebut pada situasi atau kondisi yang lain. Aplikasi jugadiartikan aplikasi atau penggunaan hukum, rumus, metode, prinsip, rencana program dalam situasi yang lain. 4. Analisis Analisis adalah kemampuan seseorang dalammenjabarkanataumemisahkan, lalu kemudian mencari hubungan antara komponen komponen dalam suatu objek atau masalahyangdiketahui. Indikasi bahwa pengetahuan seseorang telah sampai pada tingkatan ini adalah jika orang tersebut dapat membedakan, memisahkan, mengelompokkan, membuat bagan(diagram) terhadap pengetahuan objek tersebut. 5. Sintesis Sintesis merupakan kemampuan seseorang dalammerangkumataumeletakkan dalam suatu hubunganyang logis dari komponen pengetahuan yang sudah dimilikinya. Dengan kata lain suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi yang sudah ada sebelumnya. 6. Evaluasi Evaluasi merupakan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu objek tertentu. Penilaian berdasarkan suatu kriteria yang ditentukan sendiri atau norma-norma yang berlaku di masyarakat. Dalam kajian ini pengetahuan yangpertamalah yaitu “tahu” yang akan dijadikan titik kajian ini. Tahu disini merupakan tingkatan yang paling rendah, tahu tentang biografi Bung Karno. Pemustaka Pengertian pemustaka menurut Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 pasal 1 ayat 9 adalah pengguna perpustakaan, yaitu perorangan, kelompok orang, masyarakat, atau lembaga yang memanfaatkan fasilitas layanan perpustakaan, Jadi pemustaka adalah pengguna fasilitas yang disediakan perpustakaan baik koleksi maupun buku (bahan pustaka maupun fasilitas lainnya).
Method
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah untuk memaparkan dan menjelaskan tentang kejadian yang ada di lingkungan sosial. Peneliti menerjemahkan data berdasarkan dengan situasi dan kondisi yang terjadi. Model kajian ini mencerminkan situasi yang sebenarnya tanpa menambah-nambahkan dan merekayasa variabel. Metode penelitian kuantitatif digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, dimana data penelitian berupa angka-angka dan analisisnya menggunakan statistik. Sugiono (2019:16) menyebutkan bahwa penelitian kuantitatif merupakan penelitian bebas nilai, hasil penelitian kuantitatif bersifat netral dan objektif karena tidak dipengaruhi niai-nilai yang dibawa peneliti maupun yang diteliti/responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kuesioner. Kuesioner dalam penelitian ini dilakukan melalui kuis secara online (quizizz) yang diselenggarakan di unit pelayanan Perpustakaan Proklamator Bung Karno pada waktu jam layanan pada bulan Maret – Desember 2022. Lokasi dan waktu pelaksanaan kuesioner dilakukan di lokasi unit pelayanan Perpustakaan Proklamator Bung Karno pada waktu jam layanan secara online pada bulan Maret s.d Desember tahun 2022. Populasi adalah pemustaka yang berkunjung ke Perpustakaan Proklamator Bung Karno secara onsite berdasarkan laporan tahunan tahun 2021, yaitu berjumlah 92.215 orang (sumber: Laporan Tahunan Perpustakaan Proklamator Bung Karno, 2021). Dikarenakan jumlah populasi yang demikian besar, sehingga diperlukan sampel untuk survei ini. Pengambilan sampel digunakan teknik non-probability sampling, dimana pengambilan sampel tidak memberikan peluang yang sama besar kepada setiap unsur populasi untuk dipilih sebagai sampel. Penentuan sampel dilakukan dengan cara insidental (kebetulan), yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan pelaksana survei dan dipandang cocok sebagai sumber data. Sedangkan untuk menentukan jumlah sampel, maka digunakan rumus Taro Yamane / Slovin, berikut ini: � = � �� 2 + 1 Keterangan: n : Jumlah sampel N : Jumlah populasi yang diketahui d : Batas toleransi tingkat kesalahan(padapenelitian ini mengambil tingkat kesalahan 10% atau 0.1) Berdasarkan rumus di atas, makajumlah sampel yang dibutuhkandalampenelitian ini adalah � =159.997 (159,997 � 0,1 2 ) +1= 99.937 dibulatkan menjadi 100orangResponden diminta menjawab10pertanyaan tentang biografi Soekarnodengan memilih salah satu dari pilihanjawaban yang tersedia sesuai denganpengetahuan responden terhadappertanyaan tersebut. dilakukan memakai sarana quiziz.com. Setiap pertanyaanyangdijawab responden secara otomatisakanlangsung ditampilkan pada quizizz.com. Setiap pertanyaan benar dan salahmaupuntidak menjawab oleh responden akan dianggap sebagai jawaban dan diberi angka1 (satu). Analisis Nilai Predikat Pada kajian ini, penentuan nilai untuktingkat pengetahuan pemustaka diambil dari persentase total jawaban benar. Hal ini disebabkan karena jawaban benarlahyangmerepresentasikan pengetahuan responden/ pemustaka. Untuk menentukan predikat tingkat pengetahuan pemustaka digunakanpendekatan KKM (Kriteria KetuntasanMinimal) seperti yang digunakan di sekolah. Predikat tersebut ada empat tingkatanyaitu: predikat D (Kurang), C (Cukup), B(Baik), dan A (Sangat Baik). Adapun interval yangdigunakan dalam predikat tersebut berdasarkan KKM. Untuk standar ideal matapelajaran muatan nasional, muatankewilayahan, dan dasar bidang keahlianadalah 60 (Jatengpos.co.id). Pendekatanpada kajian ini adalah mata pelajaranmuatan nasional. Penentuan predikat nilai C, B, A dapat dilakukan dengan cara: 100dikurangi KKM, kemudian dibagi dengantiga. Harga KKM sampai dengan bagian sepertiga pertama predikatnya C. Bagian sepertiga kedua predikatnya B dan bagian sepertiga terakhir predikatnya A. Sehingga range untuk predikatnya pada kajian ini adalah (100 – 60): 3 = 13.3 per range dibulatkan menjadi 14. Jadi penentuan predikatnya adalah: D (kurang) = < 60 C (Cukup) = 60 ≤ C ≤ 74 B (Baik) = 75 ≤ B ≤ 89 A (Sangat Baik) = 90 ≤ A ≤ 100
Result & Discussion
Biografi Sukarno Ir. Sukarno (1901–1970) adalah presiden Republik Indonesia (RI) pertama dan Pahlawan Nasional. Beliau menjadi presiden RI sejak tahun 1945 sampai 1967. Beliau lebih dikenal dengan sebutan Bung Karno. Bung Karno dikenal pandai berpidato dan menguasai beberapa bahasa asing, sehingga dijuluki sebagai "Singa Podium". Berdasarkan Buku Sukarno Penyambung Lidah Rakyat, Bung Karno lahir di Surabaya dengan nama Kusno, pada 6 Juni 1901. Jenjang pendidikannya dimulai dari Holland Indische School (HIS) di Tulungagung. Kemudian melanjutkan pendidikannya di Europesche Lagere School (ELS) Mojokerto, Hogere Burger School (HBS) Surabaya, dan Technische Hogere School (THS), sekarang menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB), di Bandung, Jawa Barat, dan memperoleh gelar Insinyur (Cindy Adam: 2014). Semasa sekolah di HBS Surabaya, beliau tinggal di rumah Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto, seorang pimpinan politik dan salah satu pendiri Syarikat Islam (SI), salah satu partai politik yang berpengaruh pada masa itu. Saat di Surabaya inilah, jiwa nasionalismenya Bung Karno terasah karena kerap mengikuti pidato dan diskusi Tjokroaminoto. Selepas lulus HBS tahun 1920, beliau pindah ke Bandung dan melanjutkan pendidikan di THS, sekolah Teknik Tinggi yang sekarang menjadi ITB. Di Bandung Beliau merumuskan ajaran Marhaenisme Dan mendirikan PNI (Partai Nasional indonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka. Hal ini menimbulkan keresahan di kalangan penjajah. Akibatnya, penjajah Belanda memasukkannya penjara Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929. Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Pembelaannya Yang Berjudul “Indonesia Menggugat” membuat penjajah Belanda makin marah, sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. Setelah bebas pada tahun 1934, Bung Karno bergabung dengan Partindodanditunjuk sebagai pemimpinnya. Hal ini membuat beliau kembali ditangkap penjajah Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, pada 1933. Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu. Setelah melalui perjuanganyang cukup panjang, Bung Karno danBung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Dalamsidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, BungKarno mengemukakan gagasan tentang dasar negara yang disebutnya Pancasila. Dalam Sidang PPKI, 18 Agustus 1945 BungKarno terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama. Bung Karno berupaya mempersatukan nusantara, bahkan beliau berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955. Bung Karno sangat menyukai cerita wayang, beliau sering menonton pertunjukan wayang sejak masih kecil sehingga hafal banyak cerita wayang. Saat masih bersekolah di Surabaya, Bung Karno rela begadang jika ada pertunjukan wayang semalam suntuk. Beliaupunsenang menggambar wayang di sabaknya(batu tulis). Saat ditahan dalampenjaraBanceuy pun kisah-kisah wayang lah yang memberi kekuatan pada Bung Karno. Terinspirasi dari tokoh pewayangan Bima, Bung Karno yakin kebenaran akan menang, walau harus kalah dulu berkali-kali. Beliau yakin suatu saat penjajah Belanda akan kalah oleh perjuangan rakyat Indonesia. Pemberontakan G-30-S melahirkan krisis politik hebat di Indonesia, yang mengakibatkan penolakan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) atas pertanggungjawaban Bung Karno sebagai Presiden. Sebaliknya MPR mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden. Selepas G-30-S Bung Karno diasingkan di Wisma Yaso. Kesehatannya terus memburuk hingga pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD dan dimakamkan di Blitar, Jawa Timur dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah menganugerahkannya sebagai "Pahlawan Nasional" pada tahun 2012 Daftar Pertanyaan Survei Untuk kajian / penelitian mengenai biografi Bung Karno terdapat sepuluh pertanyaan yang dibuat dalam bentukpilihan ganda yang memuat tentang: 1. Kapan Bung Karno lahir 2. Tanggal Berapa Bung Karno Meninggal 3. Dimana Bung Karno dilahirkan 4. Siapa nama kecil Bung Karno 5. Ayah Bung Karno 6. Ibunda Bung Karno 7. Istri Pertama Bung Karno 8. Sekolah Pribumi Bung Karno9. Jurusan yang diambil Bung Karno di THS 10. Bung Karno sebagai penggali Pancasila Hasil dan Analisis Survei Tabel 2 Rekapitulasi dan Perbandingan NO Question Correct Incorrect Unattempted SUM1 Bung Karno lahir pada tanggal 156 83 15 254 2 Dimanakah Bung Karno dilahirkan 132 105 17 254 3 Siapa nama ayah Bung Karno 130 109 15 254 4 Siapakah nama ibunda Bung Karno 123 116 15 254 5 Siapakah nama kecil Bung Karno 124 115 15 254 6 Pada tanggal berapakah Bung Karno meninggal dunia 108 130 16 254 7 Nama sekolah pribumi Bung Karno adalah 89 148 17 254 8 Siapakah istri pertama Bung Karno 84 154 16 254 9 Saat menempuh pendidikan di Technische Hoogeschool, Bung Karno mengambil jurusan apa? 143 94 17 254 10 Bung Karno adalah ... Pancasila 85 155 14 254 TOTAL 1174 1209 157 2540 PERSENTASE 46% 48% 6% 100% Dari tabel dan grafik hasil rekapitulasi dan perbandingan atas jawaban responden dapat dilihat bahwasanya: 1. Perbandingan jawaban benar (correct) dan salah (incorrect) dari responden survei menunjukkan persentase jawaban salah masih lebih besar dari pada jawaban benar. Yaitu 48% berbanding 46%. Sehingga dapat dikatakan tingkat pengetahuan pemustaka terhadap biografi Bung Karno masih kurang (rendah). 2. Apabila persentase jawaban salah (incorrect) dan persentase responden yang tidak menjawab (unattempted) digabungkan dan dibandingkan dengan jawaban benar (correct) maka persentasenya akan lebih besar lagi yaitu 54% berbanding 46%. 3. Dengan persentase jawaban benar sebesar 46%, ini berarti tingkat predikatnya ada pada tingkatan D (< 60). Maka dapat dikatakan bahwa tingkat pengetahuan pengunjung/ pemustaka tentang biografi Bung Karno masih kurang/ rendah. 4. Responden lebih mengetahui tanggal lahir Bung Karno daripada tanggal meninggal beliau. 5. Jurusan yang diambil Bung Karno Saat di THS lebih diketahui responden daripada nama sekolah pribumi tempat Bung Karno menuntut ilmu. 6. Responden lebih mengetahui nama ayah Bung Karno daripada nama ibundanya. 7. Dari sepuluh pertanyaan yang disampaikan kepada responden, jawaban yang paling banyak tidak diketahui oleh responden adalahnamaistri pertama Bung Karnod Pertanyaan tentang Bung Karno sebagai penggali Pancasila(menempati urutan kedua pertanyaan yang paling banyak dijawab salah oleh responden). 8. Responden yang menjawab benar pertanyaan tentang tempat lahir Bung Karno (di Surabaya) hanya 52%. Hal ini menunjukkan separuh dari responden menjawab salah dan belum tahu tempat lahir Bung Karno yang benar. Responden yang menjawab salah, Blitar sebagai kota kelahiran Bung Karno, yaitu sebanyak 38%. Untuk lebih jelas tingkatan pertanyaan dengan jawaban yang benar dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut: Tabel 3 Rekapitulasi Urutan Jawaban Benar NO Question Correct Incorrect Unattempted SUM1 Bung Karno lahir pada tanggal... 156 83 15 254 9 Saat menempuh pendidikan di Technische Hoogeschool, Bung Karno mengambil jurusan apa? 143 94 17 254 2 Dimanakah Bung Karno dilahirkan? 132 105 17 254 3 Siapa nama ayah Bung Karno? 130 109 15 254 5 Siapakah nama kecil Bung Karno? 124 115 15 254 4 Siapakah nama ibunda Bung Karno? 123 116 15 254 6 Pada tanggal berapakah Bung Karno meninggal dunia? 108 130 16 254 7 Nama sekolah pribumi Bung Karno adalah.... 89 148 17 254 10 Bung Karno adalah ..... Pancasila 85 155 14 254 8 Siapakah istri pertama Bung Karno? 84 154 16 254 Grafik 2 Rekapitulasi Urutan Jawaban Benar Rincian hasil untuk masing masing pertanyaan dapat dilihat pada tabel dan grafik sebagai berikut: Tabel 4 Rekapitulasi Pertanyaan Pertama 1 Bung Karno lahir pada tanggal Jumlah Jawaban 01 Juli 1901 27 01 Juni 1902 34 06 Juli 1902 22 06 Juni 1901 156 Unattempted 15 Total Responden 254 Grafik 3 Rekapitulasi Pertanyaan Pertama Grafik 4 Rekapitulasi Pertanyaan Pertama Dari tabel dapat disimpulkan bahwa pengunjung yang mengetahui tanggal lahir Bung Karno sesuai persentase jawaban benar dari responden ada 61 %. Tabel 5 Rekapitulasi Pertanyaan Kedua 2 Dimanakah Bung Karno dilahirkan Jumlah Jawaban Blitar 97 Bali 6 Mojokerto 2 Surabaya 132 Unattempted 17 Total Responden 254 Grafik 5 Rekapitulasi Pertanyaan Kedua Grafik 6 Resume Pertanyaan Kedua Dari tabel dan grafik diatas diketahui bahwa responden yang menjawab benar hanya 52% Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengetahuan tentang tempat lahir Bung Karno masih rendah. Banyak responden yang tidak mengetahui bahwa Bung Karno lahir di Surabaya. Tabel 7 Rekapitulasi Pertanyaan Ketiga 3 Siapa nama ayah Bung Karno Jumlah Jawaban Raden Mas Sosrodihardjo 44 Raden Sosrodihardjo 17 Raden Sukeni Sosrodihardjo 48 Raden Soekemi Sosrodihardjo 130 Unattempted 15 Total Responden 254 rafik 7 Resume Pertanyaan Ketiga Grafik 8 Resume Pertanyaan Ketiga Tingkat jawaban benar untuk pertanyaan siapa ayah Bung Karno Hanya 51%. Ini berarti masih banyak pemustaka yang belum mengetahui nama dari Ayahanda Bung Karno. Tabel 7 Rekapitulasi Pertanyaan Keempat 4 Siapakah nama ibunda Bung Karno Jumlah Jawaban Ida Ayu Nyoman Srimpen 38 Raden Ajeng Nyoman Rai 69 Raden Ajeng Srimpen 9 Ida Ayu Nyoman Rai Srimben 123 Unattempted 15 Total Responden 254 Grafik 9 Rekapitulasi Pertanyaan Keempat Grafik 10 Resume Pertanyaan Keempat Tingkat jawaban benar untuk pertanyaan siapa nama ibunda Bung Karno hanya 48%. Tidak ada dari setengah dari responden yang menjawab dengan benar. Persentase jawaban benar untuk pertanyaan ini bahkan lebih rendah dari pertanyaan siapa nama ayahanda Bung Karno. Ini menunjukkan bahwa banyak pemustaka yang masih belum mengetahui siapa nama orang tua Bung Karno. Tabel 8 Rekapitulasi Pertanyaan Kelima 5 Siapakah nama kecil Bung Karno Jumlah Jawaban Ahmad Kusno 46 Ahmad Sosrodihardjo 20 Kusno Sosrodihardjo 49 Kusno Sosrodihardjo 124 Unattempted 15 Total Responden 254 Grafik 11 Rekapitulasi Pertanyaan Kelima Grafik 12 Resume Pertanyaan Kelima Persentase jawaban benar untuk pertanyaan siapa nama kecil Bung Karno tidak lebih besar dari persentase jawaban benar untuk pertanyaan siapa nama ayah Bung Karno. Bahkan hampir sama dengan persentase jawaban benar untuk pertanyaan siapa nama ibundanya. Artinya, banyak pemustaka yang tidak tahu nama kecil Bung Karno dan nama ibundanya. Tabel 9 Rekapitulasi Pertanyaan Keenam 6 Pada tanggal berapakah Bung Karno meninggal dunia Jumlah Jawaban 01 Juni 1971 22 06 Juli 1970 36 21 Juni 1971 72 21 Juni 1970 108 Unattempted 16 Total Responden 254 Grafik 13 Rekapitulasi Pertanyaan Keenam Grafik 14 Resume Pertanyaan Keenam Dari grafik dapat dilihat bahwa jawaban yang salah lebih besar persentasenya(52%)daripada jawaban yang benar (43%) tentang tanggal meninggalnya Bung Karno. Apabila Dibandingkan dengan persentase jawaban benar dari pertanyaan tanggal lahir BungKarno, pemustaka lebih mengetahui tanggal lahir Bung Karno daripada tanggal meninggalnya. Tabel 10 Rekapitulasi Pertanyaan Ketujuh 7 Nama sekolah pribumi Bung Karno adalah Jumlah Jawaban Europeesche Lagere School 45 Hogere Burger School 45 Technische Hoogeschool 58 Eerste Inlandse School 89 Attempted 17 Total Responden 254 Grafik 15 Rekapitulasi Pertanyaan Ketujuh Grafik 16 Resume Pertanyaan Ketujuh Pemustaka lebih banyak yang menjawab salah untuk pertanyaan tentang sekolah pribumi Bung Karno. Persentase yang menjawab salah hampir 60%. Sehingga dapat dikatakan bahwa pemustaka kurang pengetahuannya terhadap Biografi Bung Karno, khususnya tentang sekolahnya beliau. Tabel 11 Rekapitulasi Pertanyaan Kedelapan 8 Siapakah istri pertama Bung Karno Jumlah Jawaban Fatmawati 89 Hartini 17 Inggit Ganarsih 48 Siti Oetari 84 Unattempted 16 Total Responden 254 Grafik 17 Rekapitulasi Pertanyaan Kedelapan Grafik 18 Resume Pertanyaan Kedelapan Dari grafik diatas diketahui bahwa pemustaka Perpustakaan Proklamator Bung Karno lebih mengetahui tentang Fatmawati dan beranggapan bahwa ialah istri pertama Bung Karno. Pemustaka kurang mengetahui tentang Siti Oetari. Tabel 12 Rekapitulasi Pertanyaan Kesembilan 9 Saat menempuh pendidikan di Technische Hoogeschool, Bung Karno mengambil jurusan apa? JumlahJawabanTeknik Arsitektur 68 Teknik Elektro Teknik Mesin 20Teknik Sipil 143 Unattempted 17Total Responden 254 Grafik 19 Rekapitulasi Pertanyaan Kesembilan Grafik 20 Resume Pertanyaan Kesembilan Dari grafik diatas, dapat disampaikan bahwa pemustaka lebih mengetahui jurusan yang diambil oleh Bung Karno sewaktu bersekolah di Technische Hoogeschool yaitu jurusan arsitektur dengan persentase jawaban benar lebih dari 50%, dibandingkan dengan persentase jawaban benar untuk pertanyaan nama sekolah pribumi Bung Karno yang hanya 35%. Tabel 13 Rekapitulasi Pertanyaan Kesepuluh 10 Bung Karno adalah ..... Pancasila Jumlah Jawaban Pembuat 44 Pencipta 88 Penemu 23 Penggali 85 Unattempted 14 Total Responden 254 Grafik 21 Rekapitulasi Pertanyaan Kesepuluh Grafik 22 Resume Pertanyaan Kesepuluh Tingkat jawaban benar untuk pertanyaan Bung Karno sebagai penggali Pancasila hanya 33%, kurang dari setengahnya, dan lebih rendah dari semua pertanyaan yang diberikan. Hasil ini sama dengan persentase untuk pertanyaan tentang istri pertama Bung Karno. Pemustaka lebih banyak yang menjawab Bung Karno sebagai Pencipta Pancasila. Ini berarti bahwa banyak pemustaka yang masih belum mengetahui ada perbedaan sebagai pencipta dan penggali Pancasila. Hasil Survei dan Data Lain Di Perpustakaan Proklamator Bung Karno yang Berkaitan / Relevan Dengan Kajian 1. Survei Kepuasan Pemustaka Di tahun 2020 s.d 2021 Jumlah pemustaka yang memanfaatkan Layanan Koleksi Khusus Bung Karno di Perpustakaan Proklamator Bung Karno padatahun 2020 dan 2021 sejumlah 215 orang(9.3%) dari 2.038 pemustaka. Layanan Yang paling banyak dimanfaatkan adalah Layanan Koleksi Umum 24.3%dan Layanan Keanggotaan (27,2%). Dengan kata lain, pemustaka yang berkunjung ke Perpustakaan Proklamator Bung Karno lebihbanyak yang memanfaatkan Layanan Koleksi Umum daripada Layanan Koleksi Khusus. Tabel 14 Layanan yang Paling Sering dimanfaatkan Pemustaka pada Tahun 2020-2021 Tahun Keanggotaan Kol. Umum Informasi & Pengaduan Koleksi Khusus Bung Karno Memorabilia Pulsing & Bulk Loan Total Pemustaka 2020 179 152 106 72 50 0 559 2021 448 409 382 143 282 85 1749 2020 s.d 2021 627 561 488 215 332 85 2308 Persentase 27.20% 24.30% 21.10% 9.30% 14.40% 3.70% 100%Sumber: Data SKM 2020-2021 2. Laporan Monitoring Kegiatan Layanan Perpustakaan Proklamator Bung Karno tahun 2021 Dari Laporan Monitoring Kegiatan Layanan Perpustakaan Proklamator Bung Karno tahun 2021, diketahui bahwa kunjungan pemustaka di tiap unit layanan adalah sebagai berikut: Koleksi Khusus Bung Karno dikunjungi 1.071 pemustaka, Koleksi Umum (online) dikunjungi 6.566 pemustaka, Koleksi Umum (onsite) dan Layanan Informasi & Pengaduan dikunjungi 6.547 pemustaka, Koleksi Referensi dikunjungi 54 pemustaka, dan Koleksi Anak dikunjungi 2.637 pemustaka. Total kunjungan pemustaka pada tahun 2021 adalah 16.875. Dari laporan ini diketahui bahwa pemustaka yang memanfaatkan Koleksi Khusus Bung Karno pada tahun 2021 hanya sedikit, yaitu 1.071 orang dari total 16.875 pemustaka. Data di atas menunjukkan bahwa Layanan Koleksi Khusus Bung Karno merupakan salah satu layanan yang masih belum termanfaatkan secara optimal. Jumlah pemustaka yang memanfaatkan/ mengunjungi Layanan Koleksi Khusus di Perpustakaan Proklamator Bung Karno masih terhitung rendah, yaitu hanya 0,063% dari total pemustaka yang berkunjung pada tahun 2021. Hal ini berkaitan atau berhubungan dengan tingkat pengetahuan pemustaka tentang biografi Bung Karno yang masih rendah.
Conclusion
Dari hasil kajian dan analisis tentang pengetahuan pemustaka mengenai Biografi Bung Karno, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan pemustaka di Perpustakaan Proklamator Bung Karno tentang Biografi Bung Karno masih kurang (rendah). Hal ini tampak dari persentase jawaban benar lebih rendah daripada jawaban yang salah. Begitu Juga apabila dilakukan dengan pendekatan kriteria KKM, hasilnya masih dalam kriteria(rendah) dimana nilai KKM dibawah 60. Pengetahuan pemustaka tentang biografi Bung Karno yang masih rendah mempunyai relevansi dengan rendahnya tingkat kunjungan pemustaka ke Koleksi Layanan Khusus Bung Karno dan rendahnya pemanfaatan koleksi Khusus Bung Karno. Saran 1. Koleksi Khusus sebaiknya dilayankan dengan sistem terbuka (open access)secara terbatas, artinya koleksi tentang Bung Karno dapat dipinjamkan, kecuali bagi koleksi yang bersifat tertentu baik secara konten maupun secara fisiknya. 2. Membuat kegiatan yang fokus kepada penyebaran nilai pemikiran Bung Karno di sekitar Perpustakaan Bung Karno Dengan sasaran anak-anak, pelajar maupun mahasiswa, dan pedagang yang berada di area perpustakaan sehingga mereka lebih merasakan kehadiran Perpustakaan Proklamator Bung Karno dalam bentuk Kelas-kelas Sukarno. 3. Untuk mempercepat proses transfer pengetahuan, perlu dilakukan pemberdayaan para pustakawan sebagai pemateri pada Kelas-kelas Sukarno, diawali dari pustakawan yang sudah menguasai materi tentang Bung Karno agar menjadi pemicu bagi pustakawan lainnya di Perpustakaan Proklamator Bung Karno. 4. Membuat kuis tentang Bung Karno Memberikan hadiah/ souvenir kepada mereka yang mengunjungi dan memanfaatkan Layanan Koleksi Bung Karno.