Kembali
16
1
2024 Maktabatuna : Jurnal Kajian Kepustakawanan Vol 6 · 1 ISSN 2723-0171

Pengaruh Kualitas Fasilitas Bilik Baca Segitiga Terhadap Minat Berkunjung Pemustaka di Perpustakaan Universitas Nasional

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta; Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Abstrak

Bilik baca segitiga yang disediakan oleh pihak Perpustakaan Universitas Nasional selain memberikan kenyamanan bagi pemustaka, kualitas pada fasilitas tersebut juga dapat meningkatkan minat berkunjung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa baik penilaian pemustaka mengenai kualitas fasilitas bilik baca segitiga, untuk mengetahui seberapa besar minat berkunjung pemustaka dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kualitas fasilitas bilik baca segitiga terhadap minat berkunjung pemustaka di Perpustakaan Universitas Nasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu simple random sampling sebanyak 100 responden. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan Program IBM SPSS Statistik Versi 22. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh secara positif antara Kualitas Fasilitas Bilik Baca Segitiga terhadap Minat Berkunjung Pemustaka di Perpustakaan Universitas Nasional dengan hasil persamaan regresi Y = 7,841 + 0,445X. Selain itu, besarnya pengaruh dari variabel kualitas fasilitas bilik baca segitiga terhadap variabel minat berkunjung sebesar 55,2%

Abstract

Triangular reading booths provided by the National University Library in addition to providing comfort for visitors, the quality of these facilities can also increase interest in visiting. The purpose of this research is to find out how well the visitors evaluate the quality of the triangular reading facilities, to find out how much interest in visiting the visitors and to find out how much influence the quality of the triangular reading booth facilities has interest of the National University Library. The method used in this research is quantitative research with an associative approach. The sampling technique used in this research is simple random sampling of 100 respondents. Based on the results of data analysis, it shows that there is a positive influence between the Quality of Triangular Reading Room Facilities on Visitor Interest in the National University Library with the results of the regression equation Y = 7,841 + 0,445X. In addition, the magnitude of the influence of the variable quality of the triangular reading booth facilities on the visiting interest variable is 55,2%
Keywords: Quality of Triangular Reading Booth Facilities · Visiting Interest · College Library

Introduction

Perpustakaan didefinisikan sebagai sebuah lembaga yang menyediakan layanan informasi yang terdiri dari beberapa kegiatan seperti pengumpulan, pengolahan, penyajian, penyebaran serta pelestarian informasi (Endarti, 2022, hal. 23). Perpustakaan berperan penting untuk menyediakan berbagai sumber informasi secure akurat serta lengkap sebagai penunjang dalam bidang pendidikan. Berdasarkan Undang – Undang Nomor 43 Tahun 2007 pasal 1 angka 10, definisi perpustakaan perguruan tinggi adalah sebuah perpustakaan yang memiliki bagian terstruktur dalam melaksanakan kegiatan penelitian, pendidikan, serta pengabdian kepada masyarakat untuk menunjang tercapainya pendidikan yang berkedudukan di perguruan tinggi. Perpustakaan perguruan tinggi berperan bagi universitas dikarenakan perpustakaan merupakan jantungnya perguruan tinggi dalam melengkapi segala kebutuhan mahasiswa untuk menunjang pembelajaran yang disesuaikan dengan kurikulum pendidikan. Dalam memenuhi segala kebutuhan yang diperlukan oleh pemustaka, suatu perpustakaan membutuhkan fasilitas sebagai sarana penunjang untuk memudahkan pemustaka dalam memanfaatkan perpustakaan tersebut. Fasilitas dalam perpustakaan memiliki arti sebagai keseluruhan perlengkapan yang disediakan oleh perpustakaan tujuannya untuk memberikan kemudahan kepada pengguna dalam memanfaatkan perpustakaan serta mendukung aktivitas pustakawan dalam mengelola perpustakaan. Kelengkapan sebuah fasilitas pada suatu perpustakaan dapat dijadikan sebagai salah satu indikator untuk mengukur tingkat kepuasan serta kenyamanan para pemustaka dalam mengunjungi perpustakaan (Syahrani, 2020, hal. 481). Oleh sebab itu, fasilitas perpustakaan baik dari segi gedung, ruang perpustakaan, perabotan serta koleksi buku merupakan faktor terpenting yang harus dimiliki oleh perpustakaan agar dapat dimanfaatkan oleh pemustaka (Niswaty et al., 2020, hal. 72). Apabila suatu perpustakaan tidak menyediakan fasilitas yang memadai, maka minat pemustaka untuk berkunjung akan menurun. Kelengkapan suatu fasilitas pada perpustakaan merupakan salah satu aspek yang berkaitan dengan minat pemustaka untuk mengunjungi perpustakaan. Minat berkunjung adalah suatu ketertarikan seorang individu terhadap sebuah objek yang dianggap menarik untuk diketahui lebih jauh. Minat seseorang pada dasarnya dapat dibangkitkan apabila ada suatu ketertarikan, yakni rasa tertarik terhadap koleksi, fasilitas, layanan ataupun lingkungan pada perpustakaan. Oleh karena itu, adanya peningkatan pada fasilitas perpustakaan dapat dijadikan sebuah strategi agar pemustaka merasa tertarik untuk mengunjungi perpustakaan tersebut. Dengan demikian, kelengkapan serta keberagaman fasilitas perpustakaan akan memberikan dampak positif bagi perpustakaan yakni jumlah kunjungan pemustaka yang meningkat. Universitas Nasional adalah salah satu perguruan tinggi swasta tertua di Jakarta dengan akreditasi A serta berada dilokasi yang sangat strategis. Universitas Nasional sebelum melakukan renovasi terhadap gedung perpustakaan pada tahun 2014 – 2020 mengalami sepi pengunjung, dikarenakan gedung perpustakaan yang berada di area masjid ini memiliki ruang yang sangat sempit, belum menyediakan koleksi buku terbaru, menggunakan sistem secara manual, hanya menyediakan layanan pinjam dan baca ditempat serta fasilitas yang disediakan masih kurang memadai. Beberapa pemustaka jarang untuk berkunjung, karena merasa kurang nyaman untuk berlama – lama berada di perpustakaan tersebut. Akan tetapi pada tahun 2021, Universitas Nasional baru saja meresmikan Cyber Library Unas atau yang dikenal dengan nama Perpustakaan Universitas Nasional. Desain serta konsep pembangunan perpustakaan ini berasal dari bagian Biro Administrasi Umum yang melakukan study banding ke Universitas Hankuk yang berada di Korea Selatan. Berdasarkan hal tersebut, bagian Biro Administrasi Umum mengaplikasikan konsep Perpustakaan Universitas Nasional seperti perpustakaan yang berada di Korea. Setelah melakukan renovasi, adapun penambahan fasilitas dari yang sebelumnya telah disediakan yakni: komputer yang dapat diakses oleh mahasiswa, wifi, ruang baca, layanan referensi, penambahan koleksi buku, menggunakan sistem secara digital, ruang audiovisual, ruang diskusi, serta ruang rapat/seminar yang dapat dijadikan sebagai ruang multifungsi. Perpustakaan ini juga memiliki salah satu fasilitas yang berada di ruang baca yaitu: bilik baca segitiga yang dapat menarik minat pengunjung. Hal ini sejalan dengan hasil wawancara awal yang peneliti lakukan kepada salah satu pustakawan pada tanggal 30 Januari 2023, ditemukan bahwa adanya fasilitas bilik baca segitiga serta fasilitas pendukung lainnya dapat meningkatkan minat pengunjung. Selain itu, peneliti juga telah melakukan wawancara kepada ketiga pemustaka pada tanggal 16 Februari 2023, mengatakan bahwa fasilitas yang telah disediakan Perpustakaan Universitas Nasional cukup memadai. Sementara itu, dengan adanya salah satu fasilitas yakni bilik baca segitiga dapat menarik minat pemustaka untuk berkunjung ke perpustakaan. Namun, ditemukan beberapa keluhan dari pemustaka pada saat menggunakan fasilitas bilik baca segitiga diantaranya yaitu: sistem pencahayaan di bilik baca segitiga masih kurang optimal yakni dapat menganggu kenyamanan pemustaka apabila dimanfaatkan sebagai area membaca dan pemanfaatan area pada bilik baca segitiga kurang maksimal apabila dimanfaatkan untuk mengerjakan tugas menggunakan perangkat laptop yang dapat mengurangi kenyamanan pemustaka jika digunakan dalam waktu yang cukup lama. Berdasarkan hasil wawancara awal tersebut terdapat fenomena tentang apakah sebenarnya fasilitas bilik baca segitiga pada Perpustakaan Universitas Nasional dapat berpengaruh terhadap minat berkunjung pemustaka. Dengan demikian, peneliti memiliki ketertarikan untuk membahas kualitas dari bilik baca segitiga. Peneliti ingin mengetahui seberapa besar pengaruh kualitas fasilitas bilik baca segitiga terhadap minat berkunjung pemustaka. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Kualitas Fasilitas Bilik Baca Segitiga Terhadap Minat Berkunjung Pemustaka di Perpustakaan Universitas Nasional”. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut: 1. Seberapa baik penilaian pemustaka mengenai kualitas fasilitas bilik baca segitiga di Perpustakaan Universitas Nasional? 2. Seberapa besar minat berkunjung pemustaka untuk mengunjungi Perpustakaan Universitas Nasional? 3. Seberapa besar pengaruh kualitas fasilitas bilik baca segitiga terhadap minat berkunjung pemustaka di Perpustakaan Universitas Nasional?

Method

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kuantitatif. Sementara itu, untuk jenis pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu asosiatif. Pendekatan asosiatif merupakan sebuah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh ataupun hubungan antara dua variabel atau lebih tanpa melakukan perbandingan dengan variabel lainnya (Siregar, 2018, hal. 7). Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pengunjung Perpustakaan Universitas Nasional atau pemustaka yang pernah mengunjungi Perpustakaan Universital Nasional. Berikut ini adalah jumlah pengunjung Perpustakaan Universitas Nasional pada Bulan Januari – Desember Tahun 2023 sebanyak 33.744. Sementara itu, teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu simple random sampling. Peneliti menentukan ukuran sampel dengan menggunakan rumus Slovin yaitu sebagai berikut: n = N / 1 + N (alpha)^2 n = 33.744 / 1+(33.744 x 0,01) n = 33.744 / 1+(337,44) n = 33.744 / 338,44 = 99,70 (dibulatkan menjadi 100 sample). Adapun salah satu kriteria responden yang dapat dijadikan sebagai sampel dalam penelitian ini, yaitu: pemustaka yang pernah menggunakan bilik baca segitiga pada saat berkunjung ke Perpustakaan Universitas Nasional. Peneliti menggunakan instrumen pengumpulan data yakni kuesioner (angket) dengan menentukan bobot penilaian melalui metode skala likert, yang mana skala tersebut dapat digunakan untuk mengukur sikap, persepsi serta pendapat seseorang ataupun kelompok terhadap fenomena sosial (Sugiyono, 2014, hal. 168).

Result & Discussion

Berdasarkan hasil yang tertera pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa nilai rata – rata (mean) dari enam belas pernyataan pada variabel kualitas fasilitas bilik baca segitiga yang memperoleh nilai mean terendah yaitu terdapat pada pernyataan “Tingkat kebisingan disekitar bilik baca segitiga tidak menggangu pengunjung lainnya pada saat menggunakan fasilitas tersebut” dengan skor 2,99 yang dimana skor tersebut termasuk pada skala interval 2,51 – 3,25 atau dikategorikan tinggi (baik). Sementara itu, nilai mean yang memperoleh skor tertinggi yaitu terdapat pada pernyataan “Bilik baca segitiga merupakan salah satu variasi dari area membaca yang disediakan perpustakaan” dengan skor 3,65 yang dimana skor tersebut termasuk pada skala interval 3,26 – 4,00 atau dikategorikan sangat tinggi (sangat baik). Untuk mendapatkan nilai rata – rata (mean) pada variabel kualitas fasilitas bilik baca segitiga (X) yaitu dari keseluruhan nilai mean per pernyataan dijumlahkan, selanjutnya dari hasil penjumlahan kemudian dibagi dengan jumlah pernyataan pada kuesioner tersebut. Jumlah nilai rata – rata sebesar 54,68 / 16 = 3,41 yang termasuk kedalam kategori nilai 3,26 – 4,00 atau Sangat Tinggi. Berdasarkan hasil yang tertera pada tabel diatas, dapat diketahui bahwa nilai rata – rata (mean) dari sembilan pernyataan pada variabel minat berkunjung pemustaka yang memperoleh nilai mean terendah yaitu terdapat pada pernyataan “saya memiliki keinginan untuk menggunakan bilik baca segitiga sebagai tempat untuk mengerjakan tugas menggunakan perangkat laptop” dengan skor 3,14 yang dimana skor tersebut termasuk pada skala interval 2,51 – 3,25 atau dikategorikan tinggi. Sementara itu, yang memperoleh nilai mean tertinggi yaitu 3,66 dengan pernyataan “desain bilik baca segitiga dapat menarik perhatian pemustaka pada saat berkunjung ke perpustakaan” dengan skor 3,66 yang dimana skor tersebut termasuk pada skala interval 3,26 – 4,00 atau dikategorikan sangat tinggi. Untuk mendapatkan nilai rata – rata (mean) pada variabel minat berkunjung pemustaka (Y) yaitu dari keseluruhan nilai mean per pernyataan dijumlahkan, selanjutnya dari hasil penjumlahan kemudian dibagi dengan jumlah pernyataan pada kuesioner tersebut. Jumlah nilai rata – rata sebesar 31,79 / 9 = 3,53 yang termasuk kedalam kategori nilai 3,26 – 4,00 atau Sangat Tinggi. Berdasarkan dari hasil model summary pada tabel diatas, dapat diketahui bahwa nilai R Square dalam penelitian ini sebesar 0,552 atau dalam bentuk persenan sama dengan 55,2%. Hal ini berarti besarnya pengaruh dari variabel kualitas fasilitas bilik baca segitiga terhadap variabel minat berkunjung sebesar 55,2%. Sementara itu, sisanya sebesar 44,8% yakni dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil uji F pada tabel diatas, dapat diketahui bahwa nilai F dalam penelitian ini sebesar 120,908 serta nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,000 yang berarti jika nilai tersebut tidak melebihi dari 0,05 maka Ha diterima dan H0 ditolak. Berdasarkan hal tersebut, hasil dari uji f dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kualitas fasilitas bilik baca segitiga berpengaruh secara bersama – sama terhadap variabel minat berkunjung pemustaka. Berdasarkan hasil uji T pada tabel diatas, dapat diketahui bahwa nilai siginifikansi yang diperoleh sebesar 0,000 yang berarti Ha diterima dan H0 ditolak. Berdasarkan hal tersebut, hasil dari uji T dalam penelitian ini diperoleh bahwa variabel kualitas fasilitas bilik baca segitiga berpengaruh secara individual terhadap variabel minat berkunjung pemustaka, karena nilai signifikansi tidak melebihi dari 0,05. Berdasarkan hasil coefficient pada tabel diatas, dapat diketahui bahwa nilai koefisien konstanta yang terletak pada kolom b sebesar 7,481 serta nilai koefisien dari variabel kualitas fasilitas bilik baca segitiga sebesar 0,445. Adapun ketentuan dalam rumus persamaan analisis regresi linier sederhana yaitu: Y = 7,481 + 0,445 (X)

Conclusion

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa baik penilaian pemustaka mengenai kualitas fasilitas bilik baca segitiga, untuk mengetahui seberapa besar minat berkunjung pemustaka dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kualitas fasilitas bilik baca segitiga terhadap minat berkunjung pemustaka di Perpustakaan Universitas Nasional. Adapun kesimpulan yang dapat diuraikan yaitu: 1. Penilaian pemustaka terkait kualitas fasilitas bilik baca segitiga di Perpustakaan Universitas Nasional dapat dikatakan sangat baik atau masuk ke dalam kategori sangat tinggi. Hal ini dapat dibuktikan melalui nilai skor rata – rata pada variabel kualitas fasilitas bilik baca segitiga yakni sebesar 3,41 yang termasuk ke dalam kategori sangat tinggi. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, dapat dikatakan bahwa sebagian besar responden menyatakan sangat baik. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penilaian pemustaka sangat tinggi mengenai kualitas fasilitas bilik baca segitiga. 2. Minat berkunjung pemustaka di Perpustakaan Universitas Nasional dapat dikatakan sangat tinggi. Hal ini dapat dibuktikan melalui nilai skor rata – rata pada variabel minat berkunjung pemustaka yakni sebesar 3,53 yang termasuk ke dalam kategori sangat tinggi. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, dapat dikatakan bahwa sebagian besar responden menyatakan sangat tinggi terkait dengan minat berkunjung. Jadi, dapat disimpulkan bahwa minat berkunjung pemustaka di Perpustakaan Universitas Nasional sangat tinggi. 3. Terdapat pengaruh secara positif pada Kualitas Fasilitas Bilik Baca Segitiga terhadap Minat Berkunjung Pemustaka di Perpustakaan Universitas Nasional. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil uji f dan uji t yakni dilihat dari nilai sig 0,00 < 0,05, yang dapat diartikan bahwa Ha diterima sedangkan H0 ditolak. Selanjutnya, besaran pengaruh yang diberikan Fasilitas Bilik Baca Segitiga terhadap minat berkunjung pemustaka yakni sebesar 55,2% dan sisanya sebesar 44,8% yang dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.