Pemanfaatan Taman Bacaan Masyarakat Rumah Baca Anak Nagari (TBM RBAN) sebagai Sumber Belajar bagi Siswa Sekolah Dasar Negeri 08 Tarok Dipo, Bukittinggi
Universitas Andalas; Universitas Andalas
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis lebih jelas mengenai pemanfaatan Taman Bacaan Masyarakat Rumah Baca Anak Nagari (TBM RBAN) oleh Siswa Sekolah Dasar Negeri 08 Tarok Dipo, Bukittinggi serta hambatan yang dialami oleh Ketua dan Voluntir TBM RBAN. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Sumber data primer adalah wawancara dengan Ketua, Voluntir dan Siswa Sekolah Dasar Negeri 08 Tarok Dipo, Bukittinggi yang berkunjung serta pengamatan terhadap aktivitas mereka ketika berada di TBM RBAN. Sumber data sekunder berasal dari dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Data dikumpulkan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data penelitian dianalisis dengan analisis model interaksi Milles dan Huberman (1994) yang berpangkal dari empat kegiatan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Siswa Sekolah Dasar Negeri 08 Tarok Dipo, Bukittinggi melakukan kunjungan rata-rata satu kali seminggu. TBM RBAN dimanfaatkan para siswa sebagai tempat belajar dan membaca buku serta bermain permainan tradisional. Namun dalam pengelolaannya ditemukan kesulitan seperti pendanaan, sikap pesimis masyarakat sekitar dan kurangnya perhatian pemerintah terhadap pembinaan TBM.
Abstract
This research aims to find out and analyze more clearly the use of the Nagari Children's Reading House Community Reading Park (TBM RBAN) by the students of State Elementary School 08 Tarok Dipo, Bukittinggi as well as the obstacles experienced by the Chair and Volunteers of TBM RBAN. The approach used is a qualitative approach. The primary data source is interviews with the Head, Volunteers and Students of State Elementary School 08 Tarok Dipo, Bukittinggi who visited and observed their activities while at TBM RBAN. Secondary data sources come from documents related to research. Data collection was carried out by interviews, observation and documentation. Research data analysis was analyzed using the Milles and Huberman (1994) interaction model which stems from four activities, namely data collection, data reduction, data presentation and data verification. The results of the research show that students at State Elementary School 08 Tarok Dipo, Bukittinggi visit on average once a week. TBM RBAN is used by students as a place to study and read books and play traditional games. However, difficulties were found in its management, such as funding, the pessimistic attitude of the local community and the government's lack of attention to TBM training
Keywords:
Elementary School Students
· Utilization
· Learning Resources
· Nagari Children's Reading House Reading Park
Introduction
Setiap manusia memiliki keinginan menjadi orang yang memiliki ilmu dan pengetahuan. Ilmu dan pengetahuan diperoleh manusia dengan cara belajar. Belajar bertujuan untuk mempertahankan hidup dan mengembangkan diri dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai kebutuhan manusia, belajar dapat dikatakan kebutuhan vital karena masifnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menimbulkan perubahan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Tanpa belajar manusia akan kesulitan dalam peningkatan ilmu dan pengetahuan serta pengembangan dirinya. Persaingan kerja yang meningkat menuntut individu belajar lebih giat. Jika tidak dia tidak mendapatkan promosi jabatan di tempat kerjanya. Dalam menghadapi realita ini, dunia pendidikan dapat menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Salah satu strategi untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas yakni menciptakan sumber belajar. Sumber belajar dapat dikatakan elemen penting dan memiliki peranan besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan peningkatan pengetahuan bagi siswa sekolah pendidikan dasar dan menengah. Kondisi TBM selama ini masih mengalami berbagai kendala untuk benar-benar menjadi sumber belajar sepanjang hayat bagi seluruh masyarakat. Secara umum kondisi sarana dan prasarana kurang memadai. Jumlah dan jenis bahan bacaan kurang bervariasi, profesionalisme voluntir, kurangnya aktivitas pendukung, kurangnya mutu layanan dan keterbatasan kerjasama kemitraan di TBM masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan (Prestanti; Setiajid; Sumarto, 2015). Keberadaan TBM dapat mengembangkan budaya baca dan meningkatkan produktifitas sehingga dapat tercipta masyarakat yang gemar belajar serta mampu meningkatkan kemampuannya secara mandiri. Seyogianya penyediaan bahan bacaan perlu pula memperhatikan kebutuhan informasi masyarakat sekitar (Prasetia, 2022). TBM RBAN memiliki beragam kegiatan untuk mengedukasi masyarakat termasuk siswa sekolah dasar. Kegiatan tersebut antara lain Go Send Buku, Bimbel Grasetu, Pena Basastra, Modus, Gersosma dan lain sebagainya. TBM RBAN pernah memperoleh Nugra Jasadharma Pustakaloka oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia tahun 2021 untuk kategori Masyarakat. Masyarakat yang memperoleh penghargaan adalah pegiat literasi yang berperan dalam mengedukasi masyarakat. Oleh karena peran Rumah Baca Anak Nagari yang giat dalam gerakan literasi nasional khususnya di Sumatera Barat maka penulis tertarik untuk meneliti sejauh mana eksistensi TBM RBAN dalam memberikan manfaat kepada siswa sekolah dasar khususnya Siswa Sekolah Dasar Negeri 08 Tarok Dipo, Bukittinggi. Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka muncul suatu permasalahan yaitu bagaimana pemanfaatan taman bacaan masyarakat yang dilakukan oleh Siswa Sekolah Dasar Negeri 08 Tarok Dipo, Bukittinggi serta apa saja hambatan yang dihadapi oleh voluntir TBM RBAN. Berdasarkan rumusan masalah yang dikemukakan, maka tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui lebih jelas mengenai pemanfaatan taman bacaan masyarakat oleh Siswa Sekolah Dasar Negeri 08 Tarok Dipo, Bukittinggi serta untuk mengetahui lebih jelas hambatan yang dialami oleh voluntir TBM RBAN.
Method
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Menurut Arikunto (2007) penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status atau gejala yang ada, yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan. Dalam penelitian ini, peneliti merupakan instrumen kunci. Ini bermakna bahwa peneliti membuat, menggali data, menelaahnya dan menafsirkannya. Teknik penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sugiyono (2016) menjelaskan bahwa teknik purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Sampling ini jenis bertujuan untuk menghasilkan sampel yang secara logis yang bisa mewakili dari populasi. Teknik purposive sampling adalah teknik mengambil data tidak berdasarkan pemilihan acak, tetapi mempunyai pertimbangan-pertimbangan untuk mencapai target atau fokus tujuan tertentu (Arikunto, 2006). Subyek penelitian meliputi Ketua RBAN, 2 relawan yang bertugas sebagai voluntir dan 3 orang Siswa SDN 08 Tarok Dipo, Kota Bukittinggi yang sering berkunjung ke TBM RBAN. Sumber data penelitian meliputi sumber data primer adalah wawancara dengan voluntir dan Siswa Sekolah Dasar Negeri 08 Tarok Dipo, Bukittinggi yang mengunjungi TBM RBAN serta pengamatan terhadap aktivitasnya ketika berada di TBM RBAN sedangkan sumber data sekunder berasal dari dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Data dikumpulkan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Objektifitas dan keabsahan data diuji dengan teknik triangulasi sumber yang berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu (2) Membandingkan keadaan dan persepsi seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang lain seperti rakyat biasa, orang berkependidikan menengah atau tinggi, orang pemerintahan dan sebagainya; (3) Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang bekaitan. Data penelitian dianalisis dengan analisis model interaksi Milles dan Huberman (1994) yang berpangkal dari empat kegiatan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data.
Result & Discussion
TBM RBAN berdiri pada 4 April 2017. Didirikan oleh seorang guru yang bernama Sry Eka Handayani yang berprofesi sebagai guru Sekolah Menengah Atas. TBM RBAN didirikan sebagai keprihatinan atas dampak buruk kemajuan teknologi yang begitu cepat. Misalnya penggunaan gawai dikalangan anak-anak yang berlebihan tanpa bimbingan orang tua. Kemajuan teknologi juga menyebabkan degradasi moral dan akhlak sehingga dibutuhkan wadah yang baik serta kegiatan positif dalam mengatasinya. Disamping alasan tersebut TBM RBAN didirikan untuk mewujudkan impian anak lelaki Sry Eka Handayani yang berusia empat tahun dan dia ingin memiliki perpustakaan agar dapat membaca setiap hari (Taman Bacaan Masyarakat Rumah Baca Anak Nagari, 2022). Lokasi TBM RBAN berada di Jalan Kusuma Bakti No.12 Simpang Taman Ujung ByPass, Pakoan, Jorong Aro Kandikir, Gadut, Kec. Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat 26152. Lokasi TBM RBAN berada tepat diperbatasan Kota Bukittinggi dengan Kabupaten Agam. Jika dibandingkan dengan ibu kota Kabupaten Agam, Lubuk Basung maka TBM RBAN posisinya lebih dekat dengan Kota Bukittinggi. Dengan demikian pengunjung TBM RBAN umumnya adalah pelajar yang berasal dari Kota Bukittinggi. TBM RBAN awalnya sangat sederhana. Koleksinya berupa buku yang berjumlah 200 eksemplar. Koleksi tersebut adalah koleksi pribadi milik keluarga. Buku-buku tersebut tersusun rapi di rak bekas yang dibeli dari tetangga. Luas ruang TBM RBAN hanya 4 X 5 m² yang sebelumnya digunakan untuk ruang santai keluarga. Disamping memperoleh Nugra Jasadharma Pustakaloka Tahun 2021, TBM RBAN juga mendapatkan apresiasi GTK Paud dan Dikmas Berprestasi tahun 2019 dengan peringkat juara kedua. Di tahun yang sama TBM RBAN menerima Anugerah Pegiat Literasi dan Anugerah Perempuan Inspiratif se Kabupaten Agam, Sumatera Barat. TBM RBAN dipimpin oleh seorang ketua yang bernama Hasan Achari. Pendidikan beliau adalah Sarjana S1 dan dibantu oleh beberapa orang voluntir yang bertugas sebagai voluntir. Koleksi yang dimiliki TBM RBAN berjumlah lebih kurang 3800 judul dan 4300 eksemplar. Koleksi yang dimiliki TBM RBAN terdiri dari beragam ilmu pengetahuan baik sains teknologi dan sosial humaniora. Koleksi tersebut dapat diakses oleh siswa dan masyarakat umum. Buku ajar dan teks juga disediakan khusus bagi anak sekolah dasar menengah. Disamping itu terdapat pula beberapa koleksi referensi seperti kamus, ensiklopedia, panduan dan sebagainya. Koleksi lain yang disediakan TBM RBAN adalah majalah dan karya fiksi yang sesuai dengan kebutuhan siswa sekolah dasar menengah. Pengolahan koleksi TBM RBAN dilakukan dengan cara memberi stempel, dilabel dan diberikan nomor kelas sesuai dengan Dewey Decimal Classification (DDC). Tujuannya agar mudah menemukan kembali koleksi yang terdapat di rak. Koleksi buku tersebut diberikan sampul plastik agar awet dan tahan lama. Koleksi yang disediakan TBM RBAN diinput kedalam database SLIMs (Senayan Library Information Management Systems) Akasia 8.0. Pengadaan koleksi TBM RBAN diperoleh melalui pembelian dan hibah buku. Pembelian dilakukan berdasarkan dana pribadi Ketua TBM RBAN sedangkan hibah diperoleh dari pemerintah dan lembaga swasta yang fokus dengan literasi masyarakat. TBM RBAN terdaftar dalam program Free Cargo Literacy (FCL) yang diinisiasi PT. Pos Indonesia. Dengan mengikuti program ini TBM RBAN dapat dengan mudah mendapatkan kiriman dari para donatur yang menyumbangkan buku. Dalam tugas sehari-hari, Ketua TBM RBAN berfungsi sebagai manajer. Ketua juga bertugas melakukan kolaborasi dengan pihak lain. Disamping itu Ketua menjadi perencana dalam pengembangan TBM RBAN kedepan (Wawancara dengan Hasan Achari Harahap, 2023). Disamping itu, Ketua juga melakukan kegiatan klasifikasi, katalogisasi, pelabelan punggung buku hingga mengentrikan data buku kedalam pangkalan data SLIMs (Senayan Library Information Managemen Systems). Pencarian nomor klasifikasi dan subyek buku berdasarkan Online Public Access Catalog (OPAC) milik Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. TBM RBAN memiliki tenaga voluntir yang bersifat sukarela. Tenaga voluntir tidak digaji. Voluntir bertugas bertugas melakukan penataan koleksi ke rak dan juga mendampingi anak-anak yang berkunjung ke TBM RBAN. Keberadaan voluntir sifatnya temporer. Biasanya mereka ada apabila RBAN melakukan kegiatan seperti mendongeng, acara lomba peringatan kemerdekaan Republik Indonesia dan bedah buku. Sarana dan prasarana TBM RBAN terdiri dari ruang baca dan fasilitas pendukungnya. TBM RBAN memiliki 1 (satu) teras baca dan 1 (satu) teras baca yang dilengkapi dengan 2 (dua) rak buku, 1 (satu) lemari buku dan 5 (lima) rak buku gantung. Didalam ruang baca juga terdapat meja, televisi, papan tulis dan bermacam-macam poster literasi. Ruang baca selalu rapi dan bersih agar tercipta suasana nyaman bagi pengunjung rumah baca untuk beraktifitas didalamnya. TBM RBAN juga menyediakan macam-macam alat permainan seperti congklak, ludo, monopoli, ular tangga, karet gelang, bola kaki dan lain-lain. Disamping itu TBM RBAN memiliki ruang komputer yang berukuran 5 X 4 m². Ruang komputer dilengkapi dengan 5 (lima unit) workstation komputer dan juga 4 (empat) unit laptop. Komputer yang tersedia dimanfaatkan oleh voluntir TBM RBAN untuk kegiatan les komputer atau B-Komtis dengan cara mengajarkan siswa sekolah dasar memahami pengolah data seperti Microsoft Word dan Excel. Les dilakukan setiap hari sabtu dan minggu sore. Sejak pandemi Covid 19 yang mewabah awal Maret 2020, TBM RBAN telah menyediakan fasilitas Wifi gratis bagi para pengunjungnya. Keberadaan Wifi sangat mendukung proses belajar mengajar secara daring bagi siswa dan mahasiswa. Penyediaan Wifi gratis ini dinamakan dengan Wi-Begra (Wifi Belajar Gratis). Anggota TBM RBAN terdiri dari masyarakat sekitar TBM RBAN dan juga siswa sekolah dasar menengah. Pendaftaran keanggotaan dilakukan dengan cara memasukkan data identitas seperti nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP), nomor gawai dan foto. Khusus bagi siswa sekolah dasar dan menengah, pendaftaran untuk menjadi anggota disertai dengan mencatatkan nomor pada Kartu Identitas Anak (KIA) dan juga nomor gawai serta foto. Data keanggotaan TBM RBAN diinput kedalam SLIMs agar dapat diketahui anggota yang terlambat atau menghilangkan koleksi buku TBM RBAN. TBM RBAN tidak memungut denda dari anggota yang terlambat mengembalikan buku. Dalam pelayanannya kepada masyarakat termasuk siswa sekolah dasar ada beberapa buku yang hilang. TBM RBAN tidak memberikan sanksi kepada anggotanya. Anggota TBM RBAN dapat meminjam buku maksimal 3 (tiga) eksemplar dengan lama peminjaman seminggu. Anggota TBM RBAN berjumlah 40 (empat puluh) orang. Pengunjung TBM RBAN terdiri dari orang dewasa, remaja dan anak sekolah dasar. Pengunjung orang dewasa umumnya ibu rumah tangga di sekitar TBM RBAN yang menemani anaknya membaca buku. Disamping membaca buku, para ibu ada pula yang berkonsultasi dengan founder TBM RBAN yang berstatus guru. Yang dikonsultasikan berkenaan dengan pelajaran dan perilaku anak. Kegiatan ini dinamakan KOBE (Konsultasi Belajar Anak). Remaja yang berkunjung biasanya membaca buku fiksi yang menarik. Ada pula yang membaca biografi pemimpin bangsa Indonesia seperti biografi Bung Karno atau Bung Hatta. Siswa sekolah dasar melakukan aktifitas membaca buku cerita bergambar, membaca majalah Bobo dan bermain dengan alat permainan yang telah disediakan oleh TBM RBAN bersama teman-temannya. TBM RBAN biasanya ramai dikunjungi pada hari Sabtu dan Minggu. Pengunjung TBM RBAN dapat langsung ke rak untuk menelusur buku atau majalah yang diinginkannya. TBM RBAN tidak menyediakan Online Public Access Catalogue (OPAC). SLIMs hanya digunakan untuk merekapitulasi koleksi TBM RBAN dan juga jumlah anggota. TBM RBAN memiliki beberapa aktifitas yang memiliki nilai inovatif dan kreatif yang terlaksana secara berkesinambungan. Adapun aktifitas tersebut adalah: a. Pena Basastra Pena Basastra adalah akronim dari penampilan minat bakat sastra. Kegiatan ini berisi penampilan dari anak-anak sekolah baik anggota atau penggunjung TBM RBAN untuk menunjukkan kepiawaian mereka dalam berpuisi, mendongeng, bermain drama, membaca dan menulis. b. Bimbel Grasetu Bimbel Grasetu akronim dari Bimbingan Belajar Gratis Senin Sampai Sabtu.Kegiatan ini dilakukan setiap hari kecuali hari minggu mulai pukul 15.30 sampai selesai. c. Go Send Buku Go Send Buku merupakan kegiatan mengantarkan dan meminjamkan buku ke masyarakat. Caranya dengan mengantarkan buku ke rumah warga sekitar baik anggota atau bukan anggota TBM agar dapat dibaca sehingga dapat menumbuh kembangkan minat baca warga sekitar. Disamping kegiatan diatas terdapat pula beberapa kegiatan lain seperti Babe Aktif (Barang Bekas Aktif Kreatif Inovatif), Gersosma (Gerakan Sosial Masyarakat), Titian Ke Surga (Titipan Amal Ke Surga), Menang Tali (Mendatangkan Tim Ahli), Modus (Movie Edukasi), Olga Petra (Olah Raga Permainan Tradisional), Jumpa Berlian (Jum’at Petang Bersihkan Lingkungan), B-Komtis (Bimbingan Komputer Gratis), WI-EDU (Wisata Edukasi) dan KOBE (Konsultasi Belajar Anak). TBM RBAN kerap dimanfaatkan siswa sekolah dasar khususnya Siswa SDN 08 Tarok Dipo Bukittinggi. Penulis melakukan wawancara dengan tiga Siswa SDN 08 Tarok Dipo Bukittinggi yakni Pohan, Aldino dan Ali yang duduk di Kelas 6 dengan maksud untuk mengetahui pemanfaatan TBM RBAN bagi mereka sebagai pengguna. a. Tingkat kunjungan ke TBM RBAN Tingkat kunjungan ketiga siswa yang diwawancarai berbeda-beda. Pohan mengatakan ia berkunjung ke TBM RBAN 2 (dua) kali seminggu. Aldino menyebutkan dirinya berkunjung setiap hari. Ali mengatakan dirinya mengunjungi TBM RBAN 1 (satu) kali seminggu. Berdasarkan tingkat kunjungan maka idealnya berkunjung ke TBM RBAN minimal sekali seminggu. Realita ini diperkuat oleh riset yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan (2019) yang menyebutkan bahwa untuk program wajib kunjungan ke perpustakaan, biasanya dikelola oleh pertugas voluntir perpustakaan yang bekerja sama dengan wali kelas. Setiap kelas mendapatkan jatah kunjungan satu kali dalam seminggu untuk berkunjung pada saat jam pelajaran. Bagi Pohan dan Aldino berkunjung ke TBM RBAN dapat dilakukan sendiri tanpa ditemani oleh orang tua. Ali berpendapat berkunjung ke TBM RBAN akan lebih baik bila dengan orang tua terutama ibu. Ibu juga perlu menambah wawasan dengan mengunjungi TBM RBAN karena TBM RBAN punya program Gersosma (Gerakan Sosial Masyarakat) yang berkaitan dengan pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga (RBAN, 2023). b. Aktivitas di TBM RBAN TBM RBAN tak hanya menyediakan koleksi buku akan tetapi juga kelengkapan permainan seperti ludo, ular tangga dan sebagainya. Pohan melaksanakan aktifitas bermain dan membaca. Selain bermain dan membaca, Aldino mengunjungi TBM RBAN untuk mengikuti les komputer. Bagi Ali, berkunjung ke TBM RBAN dilakukan dengan membaca. c. Siswa SDN 08 Tarok Dipo, Bukittinggi ikut dalam kegiatan Pena Basastra Pena Basastra adalah kegiatan yang dilakukan oleh TBM RBAN untuk memotivasi siswa menunjukkan kepiawaiannya dalam berpuisi, bercerita, bermain drama, mendongeng, membaca dan menulis. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan rasa percaya diri dan berani menampilkan bakatnya dihadapan khalayak. d. Pelayanan voluntir Adakalanya siswa sekolah kesulitan dalam mengerjakan pekerjaan rumahnya. Keberadaan voluntir di TBM RBAN hakikatnya untuk memandu siswa sekolah khususnya Siswa SDN 08 Tarok Dipo, Bukittinggi. Pohan tidak pernah berkonsultasi dengan voluntir sedangkan Aldino dan Ali pernah mendiskusikan pekerjaan rumahnya kepada voluntir. e. Tata Kelola TBM RBAN Para Siswa SDN 08 Tarok Dipo, Bukittinggi sepakat bahwa tata kelola TBM RBAN telah sesuai dengan harapannya. Hal ini ditandai dengan beragamnya koleksi buku yang dimiliki, lengkapnya peralatan permainan tradisional dan juga sarana dan prasarana lainnya yang disediakan serta kegiatan TBM RBAN yang melibatkan siswa sebagai pengguna TBM RBAN. f. Manfaat mengunjungi TBM RBAN Manfaat yang didapatkan dalam mengunjungi TBM RBAN menurut Pohan adalah menjadi anak yang pintar. Aldino berpendapat manfaatnya menambah minat baca dan menambah kecerdasan berbahasa. Bagi Ali, manfaatnya meningkatkan wawasan pengetahuan. g. Koleksi TBM RBAN Koleksi yang disediakan TBM RBAN bagi kebutuhan penggunanya terdiri dari beragam ilmu pengetahuan baik eksakta maupun non eksakta. Koleksi TBM RBAN menurut Pohan, Aldino dan Ali telah sesuai dengan kebutuhannya. Disamping itu juga ketiga siswa ini senang membaca komik bergambar seperti Conan, Naruto atau Doraemon.
Conclusion
Dalam pengelolaan TBM RBAN terdapat kendala dalam masalah pendanaan. Pengelolaan TBM RBAN masih mengandalkan keuangan Ketua TBM RBAN dan founder nya. Tidak ada dana operasional untuk menggaji voluntir. Ini ditegaskan oleh Hasan Achari Harahap dalam wawancara tanggal 24 September 2023 dengan penulis bahwa voluntir memang tidak digaji. Disamping itu dia menambahkan bahwa untuk pengadaan buku masih menggunakan uang pribadi. Masyarakat sekitar TBM RBAN ada yang beranggapan negatif bahwa kegiatan yang dilakukan TBM RBAN seperti B-Komtis memerlukan biaya. Padahal tidak ada biaya untuk itu (gratis). Syaratnya siswa wajib hadir mengikuti les dengan teratur. Kegiatan memberikan les komputer yang dilaksanakan oleh TBM tidak asing lagi. Kurangnya perhatian pemerintah dalam pembinaan TBM RBAN karena sebagai pembina TBM dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Agam tidak pernah memberikan pelatihan tentang tata kelola TBM yang baik untuk Ketua TBM RBAN dan pelatihan bagi voluntir dalam melayani pengguna TBM RBAN. Relawan TBM RBAN saat ini berjumlah 17 orang namun jumlah tersebut tidak selalu stabil. Relawan selalu datang dan pergi karena mereka tidak digaji. Demikian yang dijelaskan oleh Pratama dalam wawancara dengan penulis tanggal 24 September 2023. Upaya untuk menjadikan TBM RBAN menjadi lebih baik telah dilakukan dengan merencanakan pembentukan kampung literasi di Kanagarian Gadut, Kabupaten Agam. Rencana pembentukan dilakukan dengan cara merangkul tokoh-tokoh pemerintah untuk membangun budaya literasi dan masyarakat pembelajar. Disamping itu Pengelola TBM RBAN berusaha meningkatkan Kegiatan Bimbergrasetu untuk memberikan sesuatu yang positif bagi siswa sekolah dasar khususnya SDN 08 Tarok Dipo, Bukittinggi. Peningkatan kegiatan Bimbelgrasetu maka persoalan mata pelajaran siswa dapat diatasi dengan baik. Adakalanya siswa sangat susah menyelesaikan persoalan pekerjaan rumah yang ditugaskan oleh gurunya di sekolah. TBM RBAN berusaha mengikuti perlombaan yang berkaitan dengan bidang literasi untuk mencapai prestasi yang lebih baik. Meningkatnya prestasi yang diraih TBM RBAN secara tidak langsung menjadikan TBM RBAN sebagai ikon sumber belajar di Kabupaten Agam khususnya di Kanagarian Gadut. TBM RBAN. Sejak berdiri 6 (enam) tahun yang lalu. TBM RBAN telah berhasil meraih 10 (sepuluh) penghargaan dalam bidang literasi. Terakhir TBM RBAN meraih Nugra Jasadharma Pustakaloka tahun 2019 kategori pegiat literasi. Upaya peningkatan promosi melalui kegiatan bedah buku sangat penting dilakukan oleh TBM RBAN agar pengguna berminat mengunjungi TBM RBAN. Menurut Amran dalam wawancara dengan penulis pada 24 September 2023 menyebutkan pentingnya kegiatan bedah buku atau diskusi buku dilaksanakan di TBM RBAN. Alasanya dengan kegiatan itu terasa peran TBM RBAN yang edukatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TBM digunakan Siswa SDN 08 Tarok Dipo, Bukittinggi sebagai tempat belajar dan membaca buku. Aktivitas Siswa SDN 08 Tarok Dipo, Bukittinggi di Rumah Baca Anak Nagari (RBAN) secara umum adalah membaca buku, bermain permainan tradisional dan mengikuti les komputer. Buku yang disukai adalah komik bergambar yakni Conan. Menurut Pohan, Aldino dan Ali bahwa tata kelola dan pelayanan TBM RBAN baik dan sesuai dengan harapannya.