Kembali
16
1
2022 Literatify : Trends in Library Developments Vol 3 · 1 ISSN 2723-0953

PERENCANAAN STRATEGIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SAWERIGADING MAKASSAR

Institut Agama Islam Negeri Parepare; Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Abstrak

Perpustakaan Universitas Sawerigading Makassar telah berupaya menerapkan TIK untuk memperbaiki layanan dan fungsinya, namun pelaksanaannya belum berjalan secara maksimal. Selain karena kurangnya sumber daya manusia, perpustakaan harus merintis sendiri sistem TIK, sehingga penerapan TIK di perpustakaan berjalan sangat lambat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data primer dikumpulkan melalui proses wawancara kepada pustakawan, data sekunder diambil dari hasil studi dokumen dari beberapa sumber dokumen yang diperlukan. Analisis data dilakukan dengan menggambarkan dan mengevaluasi data yang berasal dari faktor lingkungan internal dan eksternal perpustakaan. Berdasarkan hasil analisis SWOT, maka perencanaan strategis TIK Perpustakaan Universitas Sawerigading Makassar dapat dibagi dalam perencanaan strategis jangka pendek dan jangka panjang. Perencanaan strategis jangka pendek, yaitu: melakukan rekrutmen staf perpustakaan dengan latar belakang pendidikan Ilmu Komputer, meningkatkan kompetensi staf perpustakaan, dan meningkatkan jumlah sarana TIK. Perencanaan strategis jangka panjang, yaitu: pengadaan software beserta vendornya, melanggan database online, menjalin kerjasama dengan beberapa perpustakaan yang terintegrasi sistem TIK.

Abstract

The Library of Sawerigading University Makassar has attempted to implement ICT to improve the services and functions, but the implementation is not optimal. In addition to the lack of human resources, libraries have to pioneer their own ICT system, so the implementation of ICT in the library is very slowly. This research uses qualitative approach. Primary data was collected through interview to the librarians, the secondary data was taken from several document sources required. Data analysis is carried out by describing and evaluating data originating from internal and external environmental factors of the library. Based on SWOT analysis results, ICT strategic planning in The Library of Sawerigading University Makassar can be divided into short and long-term strategic planning. Short-term strategic planning, i.e.: recruitment of library staff with computer science education background, improve the competence of library staff, and increase the number of ICT facilities. The long-term strategic planning, i.e.: the procurement of software and vendors, subscribe to online databases, collaboration with several libraries integrated ICT systems.
Keywords: Strategic Planning · ICT · SWOT Analysis · Academic Library

Introduction

Perencanaan strategis merupakan suatu metode sistematis yang digunakan oleh organisasi untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan yang diharapkan (Moran, Stueart, & Morner, 2013). Perencanaan strategis menggambarkan sebuah proses manajemen organisasi dalam membuat keputusan tentang apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya. Dalam upaya menghadapi perubahan di masa depan, diperlukan perencanaan strategis guna mencapai tujuan organisasi. Perpustakaan dapat bertindak secara strategis untuk terus bergerak dari kondisi saat ini hingga mencapai kondisi yang diinginkan (Moran, Stueart, & Morner, 2013). Di era digital seperti saat ini, perpustakaan perguruan tinggi dihadapkan dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang sangat pesat. Perpustakaan, terutama perpustakaan perguruan tinggi dituntut untuk mengubah konsep perpustakaan konvensional menjadi perpustakaan yang berbasis TIK. TIK mengacu pada berbagai teknologi yang meningkatkan penciptaan, penyimpanan, pemrosesan, komunikasi dan penyebaran informasi (Kelvin, Oghenetega, & Jackson, 2012). Oleh karena itu, perpustakaan harus dapat mengintegrasikan sistem temu kembali informasinya dalam sebuah pintu yang akan menjadi pintu masuk pada koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan, tersedia secara bebas di internet maupun koleksi yang dilanggan oleh perpustakaan seperti database jurnal dan database ebooks (Wulandari, 2014). Dengan adanya TIK di perpustakaan, berbagai manfaat dapat dirasakan khususnya dalam pencarian informasi. TIK di perpustakaan terdiri dari semua infrastruktur elektronik dan fasilitas yang digunakan oleh perpustakaan untuk memberikan pelayanan yang efisien. Secara umum, TIK yang diterapkan pada layanan perpustakaan adalah pada layanan akuisisi, sirkulasi, katalogisasi, dan layanan pemustaka. Otomasi atau komputerisasi merupakan aplikasi penting TIK di perpustakaan dalam memfasilitasi operasi, layanan, dan akses perpustakaan yang cepat, dan akses terhadap informasi (Mairaj & El-Hadi, 2012). Selain itu, Lombardi (Kelvin et al., 2012) mengatakan bahwa, pengguna akan lebih menyukai konten komputer, indeks komputer yang lebih banyak, bantuan data digital, penyimpanan artikel digital, dan akses online ke surat kabar. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan strategis TIK sebagai langkah awal dalam upaya pengembangan perpustakaan secara efektif di masa depan. Perpustakaan Universitas Sawerigading Makassar telah berupaya menerapkan TIK untuk memperbaiki layanan dan fungsinya, namun sampai saat ini pelaksanaannya belum berjalan secara maksimal. Selain karena kurangnya sumber daya manusia, perpustakaan harus merintis sendiri sistem TIK dengan alasan memerlukan biaya yang sangat besar untuk pengadaan software beserta vendornya, sehingga penerapan TIK di perpustakaan berjalan sangat lambat. Hal ini mungkin disebabkan karena perencanaan strategis yang memunculkan kerangka kebijakan dalam upaya penerapan TIK untuk mewujudkan potensi dan manfaat sepenuhnya belum benar-benar diterapkan. Oleh karena permasalahan yang dihadapi Perpustakaan Universitas Sawerigading Makassar, sehingga perpustakaan perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan TIK di era digital seperti saat ini dengan merancang kembali perencanaan strategis TIK untuk menganalisis dan mengevaluasi potensi dan manfaat yang dimiliki dalam rangka memaksimalkan penerapannya sehingga mampu memenuhi kebutuhan informasi pemustaka. Sebelum membuat perencanaan strategis TIK, perlu diidentifikasi terlebih dahulu faktor lingkungan di perpustakaan dengan cara menganalisis faktor internal dan eksternalnya dan selanjutnya dianalisis dengan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Analisis SWOT pada dasarnya merupakan pemindaian lingkungan yang melibatkan pengujian formal terhadap kekuatan dan kelemahan yang melekat pada organisasi dan juga peluang serta ancaman yang merupakan faktor yang tidak secara khusus berada di bawah kendali dari organisasi, tetapi penting bagi masa depan layanan informasi dan pengetahuan (Moran, Stueart, & Morner, 2013). Dengan melakukan analisis SWOT, diharapkan dapat menghasilkan ide kreatif dalam membuat perencanaan strategis TIK di perpustakaan. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengidentifikasi faktor lingkungan internal dan eksternal Perpustakaan Universitas Sawerigading Makassar dan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang dihadapi perpustakaan pada perencanaan strategis TIK di Perpustakaan Universitas Sawerigading Makassar.

Method

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah proses penyelidikan yang menarik data dari konteks di mana peristiwa terjadi, dalam upaya untuk menggambarkan kejadian ini, sebagai alat untuk menentukan proses di mana peristiwa disematkan dan perspektif mereka yang berpartisipasi dalam kejadian tersebut, dengan menggunakan induksi untuk mendapatkan penjelasan yang mungkin berdasarkan fenomena yang diamati (Gorman & Clayton, 2005). Untuk memperoleh data tersebut, bidang pengumpulan data kualitatif dapat dilakukan melalui tiga tipe dasar: observasi, wawancara dan dokumentasi (Creswell, 2014). Dalam penelitian ini, peneliti melakukan proses wawancara untuk memperoleh data yang diperlukan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan melalui proses wawancara kepada pustakawan di Perpustakaan Universitas Sawerigading Makassar, sedangkan data sekunder diambil berdasarkan hasil studi dokumen dari beberapa sumber dokumen yang diperlukan. Selanjutnya, analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan menggambarkan dan mengevaluasi data yang berasal dari faktor lingkungan internal dan eksternal perpustakaan.

Result

Universitas Sawerigading Makassar adalah salah satu universitas swasta yang ada di Sulawesi Selatan, tepatnya di Kota Makassar. Adapun visi dari Universitas Sawerigading Makassar adalah menjadi perguruan tinggi yang terdepan, mandiri dan berkarakter. Sedangkan misinya adalah mengembangkan IPTEK yang bermanfaat bagi masyarakat, menyediakan akses bagi pengembangan IPTEK, serta membentuk manusia yang berkarakter, berintelektual, berbudi luhur dan berdaya saing. Perpustakaan Universitas Sawerigading Makassar berdiri sejak didirikannya Universitas Sawerigading yang merupakan satu-satunya perguruan tinggi swasta tertua di Indonesia Timur tepatnya tanggal 19 September 1993. Berlokasi di kampus Universitas Sawerigading Makassar Jl. Kandea No. 17, Makassar. Perpustakaan Universitas Sawerigading Makassar menjadi salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari organisasi Universitas Sawerigading Makassar. Selain itu, Perpustakaan Universitas Sawerigading Makassar juga berperan sebagai perangkat kerja yang memberikan pelayanan, melestarikan serta menyebarkan ilmu pengetahuan yang ada dalam koleksi perpustakaan kepada seluruh anggota civitas akademika. Perpustakaan Universitas Sawerigading Makassar memiliki 4078 judul koleksi yang terdiri dari koleksi tercetak seperti buku teks, buku fiksi dan buku non fiksi maupun koleksi digital seperti CD-ROM, CD, VCD dan DVD. Selain itu, juga terdapat publikasi serial harian seperti surat kabar dan juga serial bulanan seperti artikel dan majalah. Perpustakaan Universitas Sawerigading Makassar terdiri dari lingkungan internal dan ekternal. Adapun lingkungan internalnya, yaitu: sarana, struktur organisasi, sumber daya personalia, dan keuangan yang tersedia. Sedangkan lingkungan eksternalnya, yaitu: pemustaka dan kebutuhannya.

Discussion

Lingkungan Internal Lingkungan internal yang pertama yaitu identifikasi pada sarana TIK. Perpustakaan Universitas Sawerigading Makassar mulai merencanakan pengadaan sistem TIK di perpustakaan pada tahun 2012, namun baru terealisasi pada tahun 2019. Sebagai langkah awal direalisasikannya sistem TIK di perpustakaan, yaitu diwujudkan dengan pengadaan 1 unit komputer yang ditempatkan pada bagian pengolahan dan sirkulasi yang sekaligus difungsikan sebagai OPAC. Jika pemustaka ingin mencari koleksi yang diinginkan melalui OPAC, maka harus dengan bantuan pustakawan. Saat ini, perpustakaan sudah menggunakan SLiMS sebagai sistem automasinya walaupun masih terbatas jaringan lokal atau LAN. Penginstalannya pun dilakukan sendiri tanpa menggunakan jasa vendor dan untuk input data perpustakaan juga dilakukan secara mandiri oleh pustakawan. UPT Perpustakaan Universitas Sawerigading Makassar berada di bawah tanggung jawab Wakil Rektor I. Adapun struktur organisasi perpustakaan Universitas Sawerigading Makassar terdiri dari kepala perpustakaan serta bidang layanan layanan teknis dan administrasi yang bertanggung jawab pada pengadaan dan pengolahan bahan pustaka, serta layanan peminjaman dan pengembalian bahan pustaka. Sumber daya personalia atau SDM di Perpustakaan Universitas Sawerigading Makassar hanya terdiri dari 2 orang pengelola perpustakaan, yaitu: kepala perpustakaan memiliki latar belakang pendidikan S1 Ilmu Perpustakaan, dan 1 orang staf layanan teknis dan administrasi dengan latar belakang pendidikan S1 Sastra Inggris. Kondisi tersebut tidak sebanding dengan beban kerja di perpustakaan. Staf perpustakaan harus mengerjakan semua pekerjaan di perpustakaan sendirian bahkan kepala perpustakaan akhirnya harus ikut turun tangan membantu pekerjaan teknis di perpustakaan. Kondisi tersebut semakin rumit dengan jumlah komputer di perpustakaan yang hanya ada 1 unit, sehingga staf perpustakaan harus menggunakan laptop pribadi untuk membantu efisiensi layanan di perpustakaan. Staf di Perpustakaan Universitas Sawerigading Makassar mampu mengoperasikan komputer, namun untuk sistem otomasi SLiMS hanya kepala perpustakaan yang memahami penggunaannya yaitu kepala perpustakaan itu sendiri, sehingga staf perpustakaan terkadang merasa kewalahan dalam pekerjaannya. Apalagi dengan kondisi perpustakaan yang baru mulai menerapkan sistem TIK, staf perpustakaan harus menginput satu per satu data bahan pustaka yang jumlahnya sangat banyak. Sehingga dalam proses transisi dari katalog konvensional ke katalog online (OPAC) perpustakaan memprioritaskan pengolahan pada koleksi buku yang akan dipinjamkan kepada para pemustaka, mengingat keterbatasan jumlah staf di perpustakaan. Keuangan yang tersedia di perpustakaan khususnya untuk penerapan sistem TIK dapat dikatakan sangat minim. Kepala perpustakaan telah mengajukan proposal terkait perencanaan TIK di perpustakaan, namun prosesnya membutuhkan waktu yang sangat lama karena pertimbangan masih banyak keperluan lain universitas yang harus didahulukan. Dana yang diterima perpustakaan untuk perencanaan TIK hanya cukup untuk membeli 1 unit komputer. Padahal perpustakaan masih membutuhkan beberapa alat kelengkapan sistem otomasi lainnya misalnya printer, barcode printer, dan barcode scanner. Selain itu, perpustakaan juga belum menyediakan akses e-journal selain koleksi yang dimiliki perpustakaan itu sendiri karena biaya untuk berlangganan database online sangat mahal. Untuk memenuhi keperluan informasi pemustaka, pustakawan dapat membantu pemustaka dengan mengakses e-journal yang tidak berbayar. Sumber pendanaan yang dimiliki Perpustakaan Universitas Sawerigading Makassar selain anggaran dana yang diberikan oleh universitas, perpustakaan juga memiliki sumber dana internal yang dikumpulkan melalui uang pembayaran denda pemustaka dari keterlambatan pengembalian buku. Dengan adanya pendapatan internal tersebut, diharapkan dapat menjadi sumber dana tambahan untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan di perpustakaan. Setelah menganalisis lingkungan internal Perpustakaan Universitas Sawerigading Makassar, maka dapat diidentifikasi mengenai kekuatan (Strenghts) dan kelemahan (Weaknesses) perencanaan strategis TIK di perpustakaan, yaitu:  Kekuatan (Strengths) a. Layanan perpustakaan ter-otomasi. b. Perpustakaan memiliki sarana temu kembali katalog online (OPAC). c. Adanya upaya untuk melakukan perubahan dari perpustakaan konvensional menjadi perpustakaan ter-otomasi. d. Selain anggaran dana yang telah disediakan oleh universitas, perpustakaan memiliki sumber keuangan internal.  Kelemahan (Weaknesses) a. Fasilitas TIK kurang memadai. b. Kurangnya SDM di perpustakaan. c. Rendahnya tingkat keterampilan TIK di antara staf perpustakaan. d. Kurangnya motivasi staf. e. Semangat staf rendah. f. Kebijakan anggaran yang tidak jelas. g. Minimnya anggaran untuk penerapan TIK. h. Kurangnya pemahaman dari petinggi universitas terhadap pentingnya penerapan TIK di perpustakaan. i. Jumlah keuangan internal sangat terbatas. j. Penerapan TIK belum berjalan dengan baik. k. Sarana temu kembali pada katalog online (OPAC) belum memadai. l. Sistem otomasi belum berjalan dengan maksimal. Lingkungan Eksternal Lingkungan internal yang pertama yaitu identifikasi pada pemustaka. Dalam beberapa tahun terakhir, Universitas Sawerigading Makassar mengalami peningkatan pada jumlah mahasiswanya, dan tentu hal itu akan berpengaruh pada peningkatan jumlah pemustaka yang berkunjung di perpustakaan. Dimana mahasiswa berperan sebagai kelompok civitas akademika paling besar dibandingkan dengan jumlah dosen dan staf universitas. Peningkatan jumlah pemustaka yang berkunjung di perpustakaan dapat dilihat peningkatannya dalam kurun waktu empat tahun terakhir pada tabel berikut: Tahun Jumlah pemustaka yang berkunjung di Perpustakaan 2018 1.618 2019 1.643 2020 856 2021 1.891 Total 6.008 Tabel 1. Jumlah pemustaka yang berkunjung di perpustakaan tahun 2018-2021 Meskipun jumlah pemustaka sempat mengalami penurunan secara drastis yaitu awal pandemi Covid-19 pada tahun 2020, namun hal itu tidak berlangsung lama. Jumlah pemustaka kembali meningkat pada tahun 2021 dengan adanya kebijakan pemerintah di era new normal yaitu kembali melaksanakan rutinitas sehari-hari dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Peningkatan jumlah pemustaka di perpusakaan mampu meningkatkan citra perpustakaan sebagai penunjang dalam proses pembelajaran dan penelitian bagi seluruh civitas akademika Universitas Sawerigading Makassar atau dengan kata lain tercapainya tujuan perpustakaan sebagai tri dharma perguruan tinggi. Namun jika peningkatan jumlah pemustaka tidak seimbang dengan sarana dan prasarana TIK di perpustakaan, maka perpustakaan tidak akan mampu memenuhi kebutuhan informasi pemustakanya dengan maksimal. Faktor eksternal selanjutnya yang tidak kalah pentingnya adalah identifikasi kebutuhan pemustaka. Di era digital seperti saat ini, kebutuhan informasi semakin meningkat. Ditambah lagi, teknologi informasi dan komunikasi semakin canggih serta kehadiran internet yang memungkinkan masyarakat untuk mengakses informasi dimana saja dan bahkan tidak perlu ke perpustakaan. Untuk mempertahankan peran perpustakaan sebagai penyedia informasi yang relevan dan up-to-date, perpustakaan harus mampu mengidentifikasi kebutuhan pemustaka. Untuk memenuhi kebutuhan informasi pemustaka di era digital, Perpustakaan Universitas Sawerigading Makassar selain menyediakan koleksi tercetak harus menyediakan koleksi elektronik dan melanggan database online yang akan menunjang pembelajaran dan penelitian civitas akademika. Hal itu dapat diwujudkan yaitu dengan menerapkan sistem TIK di perpustakaan. Selain berfungsi sebagai sistem temu kembali ke katalog online (OPAC) perpustakaan, sistem TIK dapat menjadi pintu utama yang akan menjadi pintu masuk pada koleksi yang dilanggan oleh perpustakaan maupun koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan itu sendiri. Setelah menganalisis lingkungan eksternal Perpustakaan Universitas Sawerigading Makassar, maka dapat diidentifikasi mengenai peluang (Opportunities) dan ancaman (Threats) perencanaan strategis TIK di perpustakaan, yaitu:  Peluang (Opportunities) a. Perkembangan sistem TIK di perpustakaan. b. Staf perpustakaan meningkatkan kompetensi TIK. c. Meningkatnya permintaan akan program pelatihan profesional. d. Peningkatan jumlah pemustaka yang berkunjung di perpustakaan. e. Meningkatkan citra perpustakaan. f. Kebutuhan informasi pemustaka terpenuhi. g. Memudahkan sarana temu kembali di perpustakaan.  Ancaman (Threats) a. Kurangnya penghargaan bagi staf perpustakaan. b. Kurangnya pengakuan dari petinggi universitas terhadap peran perpustakaan. c. Keberadaan perpustakaan dianggap tidak penting dan hanya sebagai pelengkap untuk akreditasi. d. Anggaran dana yang dibutuhkan semakin banyak. e. Pemanfaatan koleksi tercetak semakin berkurang dengan hadirnya koleksi elektronik. f. Sistem TIK harus selalu diupdate mengikuti perkembangan zaman. g. Gangguan jaringan internet menghambat sistem temu kembali informasi. Analisis SWOT Setelah mengidentifikasi faktor internal dan eksternal Perpustakaan Universitas Sawerigading Makassar, selanjutnya dilakukan analisis dengan matriks SWOT, yaitu SO (Strengths-Opportunities), ST (Strengths-Threats), WO (Weaknesses-Opportunities), WT (Weaknesses-Threats), yang secara lebih lanjut akan dijabarkan sebagai berikut:  SO (Strengths-Opportunities), yaitu dengan melihat kekuatan untuk memanfaatkan peluang. a. Memaksimalkan layanan otomasi perpustakaan sehingga memudahkan sistem temu kembali informasi di perpustakaan. b. Staf perpustakaan mengikuti berbagai pelatihan dan seminar untuk meningkatkan kompetensi di bidang TIK. c. Meningkatkan jumlah sarana TIK di perpustakaan, terutama pengadaan komputer untuk keperluan akses katalog online (OPAC) di perpustakaan.  WO (Weaknesses-Opportunities), yaitu dengan melihat peluang untuk mengatasi kelemahan. a. Melakukan perekrutan staf baru perpustakaan untuk meningkatkan layanan TIK di perpustakaan. b. Meningkatkan komunikasi antara kepala perpustakaan dengan petinggi kampus terkait pentingnya pengembangan sistem TIK di perpustakaan. c. Melanggan database online yang akan sangat membantu pemustaka dalam pencarian informasi yang relevan.  ST (Strengths-Threats), yaitu dengan melihat kekuatan untuk mengatasi segala ancaman. a. Mengikuti lomba pustakawan berprestasi yang tidak hanya akan menaikkan citra perpustakaan tetapi juga universitas. b. Menggunakan anggaran dana secara bijak sehingga segala kebutuhan yang menunjang sistem TIK dapat terpenuhi. c. Meningkatkan mutu dan layanan TIK, agar perpustakaan selalu menjadi pilihan utama dalam pencarian informasi pemustaka.  WT (Weaknesses-Threats), yaitu untuk memperkecil kelemahan dan menghindari ancaman. a. Membuat perencanaan strategis TIK Perpustakaan Universitas Sawerigading Makassar. b. Mengikuti bimtek (bimbingan teknologi) yang akan membantu dalam peningkatan kompetensi staf perpustakaan di bidang TIK. c. Menjalin kerjasama dengan perpustakaan lain yang akan meningkatkan pelayanan pada pemustaka melalui kegiatan resource sharing. Dengan melakukan analisis SWOT dan dari penjelasan matriks SWOT di atas kemudian diperoleh strategi perencanaan TIK yang akan digunakan oleh Perpustakaan Universitas Sawerigading Makassar dalam upaya memperbaharui dan mengembangkan layanan perpustakaan demi mewujudkan tujuan organisasi di masa depan. Setelah melakukan analisis SWOT, maka perencanaan strategis TIK Perpustakaan Universitas Sawerigading Makassar dapat dibagi dalam perencanaan strategis jangka pendek dan jangka panjang. Untuk perencanaan strategis jangka pendek, yaitu: (1) Melakukan rekrutmen staf perpustakaan dengan latar belakang pendidikan Ilmu Komputer. Hal itu dilakukan mengingat bahwa Perpustakaan Universitas Islam Lamongan memang belum memiliki staf ahli bidang TIK. (2) Meningkatkan kompetensi SDM perpustakaan melalui pelatihan dan seminar TIK. (3) Meningkatkan jumlah sarana TIK di perpustakaan dengan pengadaan 3 unit komputer untuk keperluan akses ke katalog online (OPAC) dan layanan teknis lainnya di perpustakaan. Adapun perencanaan strategis jangka panjang yang dapat diusulkan, yaitu: (1) Mendukung layanan perpustakaan digital dengan cara pengadaan software beserta vendornya yang akan memudahkan layanan dan pelayanan di perpustakaan. Selama ini, penerapan TIK di perpustakaan cenderung lambat karena harus merintis sendiri sistem TIK. (2) Melanggan database online sesuai dengan program studi yang ada di Universitas Sawerigading Makassar yang akan membantu civitas akademika dalam kegiatan penelitian dan pencarian informasi yang relevan. (3) Menjalin kerjasama dengan beberapa perpustakaan yang terintegrasi sistem TIK yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada pemustaka, khususnya dalam hal kebutuhan informasi melalui kegiatan resource sharing. Perencanaan strategis TIK, baik itu jangka pendek maupun jangka panjang dalam pengusulannya melibatkan kepala perpustakaan dan staf perpustakaan dengan melihat kebutuhan pemustaka akan informasi yang cepat dan relevan. Selain itu, demi kelancaran perencanaan strategis, yang terpenting adalah perlunya komunikasi dengan pemangku kepentingan di Universitas Sawerigading Makassar dalam rangka mencapai tujuan organisasi dan masa depan yang diimpikan.

Conclusion

Perencanaan strategis membantu untuk menguraikan langkah dan strategi yang harus diambil untuk menerapkan TIK di Perpustakaan Universitas Sawerigading Makassar, meskipun kenyataan dalam penerapannya belum berjalan sebagaimana mestinya dan belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Dalam menghadapi tantangan dan perkembangan TIK di perpustakaan kedepannya, Perpustakaan Universitas Sawerigading Makassar harus mengembangkan rencana strategis TIK. Untuk perencanaan strategis TIK Perpustakaan Universitas Sawerigading Makassar kedepannya dapat melibatkan kepala perpustakaan, staf perpustakaan, petinggi universitas dan juga pemustaka agar dapat diterima oleh semua sesuai dengan visi, misi, tujuan dan sasaran perpustakaan dan universitas dalam kaitannya dengan penyediaan informasi yang berkualitas dan relevan bagi seluruh civitas akademika Universitas Sawerigading Makassar. Rencana strategis ini juga harus terus ditinjau, dipantau, dan disesuaikan dengan perubahan lingkungan. F. Saran Berikut beberapa saran untuk Perpustakaan Universitas Sawerigading Makassar terkait perencanaan strategis TIK di perpustakaan: 1. Perpustakaan Universitas Sawerigading Makassar diharapkan agar membuat kebijakan dan perencanaan strategis TIK agar mampu meningkatkan layanan terhadap pemustaka. 2. Para petinggi atau pemangku kepentingan di Universitas Sawerigading Makassar diharapkan agar lebih memperhatikan perpustakaan sebagai penunjang pembelajaran dan penelitian civitas akademika khususnya pada penerapan sistem TIK di perpustakaan.