Kembali
16
1
2024 Literatify : Trends in Library Developments Vol 5 · 1 ISSN 2723-0953

Kajian Terhadap Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar; Universitas Hasanuddin; Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar; Universitas Muhammadiyah Buton

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan perpustakaan pada program inklusi sosial di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara dan keterampilan apa yang berikan perpustakaan kepada masyarakat. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Instrumen penelitian ini adalah peneliti, pedoman wawancara, catatan observasi. Hasil penelitian yaitu setelah perpustakaan daerah Kabupaten Kolaka Utara bertransformasi menjadi perpustakaan berbasis inklusi sosial berhasil melaksanakan berbagai layanan dan melibatkan seluruh masyarakat. Layanan inklusi sosial yang dijalankan seperti bimbingan komputer, bimbingan bahasa inggris, bimbingan pemasaran produk, kolaborasi dengan sekolah dan perguruan tinggi, kolaborasi dengan komunitas pegiat literasi, bimbingan di bidang pertanian dan perikanan, bimbingan mengolah bahan pustaka, bimbingan sekolah relawan dan bekerjasama dengan perpustakaan desa. Adapun keterampilan perpustakaan dalam memberikan layanan inklusi sosial yaitu di bidang pendidikan, ekonomi dan inklusi digital.
Keywords: Layanan Perpustakaan · Inklusi Sosial · Perpustakaan Daerah

Introduction

Perpustakaan merupakan pusat informasi yang menyajikan koleksi dalam berbagai format, baik cetak maupun digital, dan menyediakan akses ke beragam sumber informasi untuk memenuhi kebutuhan penggunanya. Sebagai institusi yang bertanggung jawab atas penyimpanan, pengolahan, dan distribusi informasi secara efisien dan akurat, perpustakaan memainkan peran krusial. Menurut UndangUndang Republik Indonesia No. 43 Tahun 2007, perpustakaan berfungsi untuk mendukung pendidikan berkelanjutan, demokrasi, keadilan, profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, dan kolaborasi. Kehadiran perpustakaan menegaskan komitmennya dalam membantu pengembangan intelektual masyarakat, terutama dalam era perkembangan teknologi informasi yang cepat, sehingga menunjukkan perannya dalam kontribusi terhadap pembangunan intelektual masyarakat Indonesia. (Ansori, 2015). Dapat dipahami bahwa perpustakaan umum sebagai tempat pembelajaran sekaligus kemitraan bagi masyarakat yang dikelola secara profesional dan terbuka bagi semua kalangan mulai dari pelajar hingga orang tua, termasuk juga pengunjung dari penyandang disabilitas. Penyandang disabilitas berhak memperoleh layanan perpustakaan yang disesuaikan dengan kemampuan dan keterbatasan masingmasing. Untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, peran perpustakaan bukan hanya sebagai tempat untuk membaca buku. Hal inilah yang menyebabkan perlunya perpustakaan untuk bertransformasi menjadi lembaga berbasis inklusi sosial. Diharapkan perpustakaan dapat mewujudkan masyarakat yang berkeadilan, menciptakan proses pembelajaran sepanjang hayat yang merupakan kunci dalam pengembangan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan perpustakaan yang memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensinya dengan melihat keragaman budaya, kemauan untuk menerima perubahan serta menawarkan kesempatan kepada masyarakat untuk berkarya (Kurniasih, R. I., & Saefullah, 2021). Transformasi layanan yang dilakukan di perpustakaan dapat dilakukan dengan mengajak masyarakat untuk memanfaatkan setiap fasilitas yang ada di perpustakaan, memberi ruang gerak masyarakat untuk bereksplorasi kegiatan- kegiatannya dalam rangka menambah pengetahuan dan keterampilan. Artinya, perpustakaan menjadi tempat yang dapat memfasilitasi masyarakat dalam memberikan pelatihan dan keterampilan, salah satu tujuannya adalah untuk memberdayakan masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik. Kajian terhadap layanan perpustakaan merupakan suatu bentuk penyelidikan yang menyoroti aspek-aspek yang terkait dengan layanan yang diberikan oleh suatu perpustakaan. Penelitian ini secara khusus akan mengeksplorasi inisiatif layanan inklusi sosial yang diimplementasikan oleh Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara. Hal ini mencakup beragam bentuk pelayanan yang ditawarkan kepada masyarakat, yang tidak hanya terbatas pada fungsi konvensional perpustakaan sebagai tempat untuk membaca buku, tetapi juga melibatkan peran aktif perpustakaan dalam meningkatkan kesejahteraan dan kreativitas masyarakat serta mendukung pencapaian kehidupan yang berkualitas. Pada penelitian sebelumnya yaitu penelitian Khairunnisa, (2020) mengenai strategi pengembangan perpustakaan inklusi sosial di DPAD Provinsi Jambi telah membahas mengenai kendala dan upaya yang dilakukan dalam pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial di DPAD Provinsi Jambi. Sedangkan pada penelitian ini membahas mengenai kajian terhadap layanan-layanan yang dilakukan Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara selain itu membahas mengenai keterampilan apa yang diberikan perpustakaan dalam program perpustakaan berbasis inklusi sosial di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara. Hasil observasi yang telah dilakukan peneliti bahwa Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara telah menjalankan program perpustakaan berbasis inklusi sosial sejak tahun 2020 dengan mengajak dan melibatkan masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan dan ikut serta dalam kegiatan yang dilakukan perpustakaan. Perpustakaan menyusun rencana kerja dan melakukan survei di lapangan apabila banyak masyarakat yang meminta melakukan bimbingan maka perpustakaan membuka kelas bimbingan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Jika kegiatan tersebut dinilai bermanfaat dan memberikan dampak yang baik maka kegiatan tersebut akan dijalankan secara rutin.

Method

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Penelitian ini mendeskripsikan program layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Sumber data primer di dalam penelitian ini yaitu diperoleh dari wawancara langsung secara mendalam kepada Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara, dan Pustakawan. Adapun yang menjadi data sekunder dalam penelitian ini yaitu buku, laporan, jurnal, artikel dan dokumentasi baik itu cetak maupun non cetak yang dapat dijadikan data tambahan penelitian yang berkaitan dengan kajian terhadap layanan perpustakaan daerah berbasis inklusi sosial di Kabupaten Kolaka Utara. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

Result & Discussion

1. Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara Layanan perpustakaan merupakan salah satu kegiatan utama disetiap perpustakaan. Layanan tersebut merupakan kegiatan yang langsung berhubungan dengan masyarakat, dan sekaligus merupakan barometer keberhasilan penyelenggaraan perpustakaan. Oleh karena itu, dari meja layanan akan dikembangkan gambaran dan citra perpustakaan, sehingga seluruh kegiatan perpustakaan akan diarahkan dan terfokus kepada bagaimana memberikan layanan yang baik sebagaimana dikehendaki oleh masyarakat pemakai (Sutarno, 2006: 90) . Menurut Istiqamah, (2021) layanan yang baik adalah yang dapat memberikan rasa senang dan puas kepada pemakai. Pelayanan merupakan ujung tombak dalam kegiatan jasa, semakin baik pelayanannya maka semakin banyak orang tertarik untuk berkunjung ke tempat tersebut begitu pula dengan perpustakaan yang merupakan penyedia jasa informasi yang mengandalkan pelayanan (Nasrullah, 2022:74). Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara merupakan perpustakaan umum yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara. Perpustakaan umum sebagai gerbang menuju pengetahuan dan sebagai wadah sekumpulan informasi sudah seharusnya mengikuti perkembangan zaman. Saat ini perpustakaan umum termasuk perpustakaan daerah Kabupaten Kolaka Utara sudah menjalankan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Inklusi sosial merupakan upaya menempatkan martabat dan kemandirian individu sebagai modal utama untuk mencapai kualitas hidup yang ideal. Pendekatan inklusi sosial mendorong agar seluruh elemen masyarakat mendapat perlakuan yang setara dan memperoleh kesempatan yang sama sebagai warga Negara, terlepas dari perbedaan agama, etnis, kondisi fisik, pilihan orientasi seksual dan lain-lain. Inklusi sosial merangkul semua warga masyarakat yang mengalami stigma dan majinalisasi, denganmangajak masyarakat luas untuk bertindak inklusif dalam kehidupan informasi (Ra’is, 2017: 92). Menurut Triana, (2020: 17) program inklusi sosial dapat meningkatkan perubahan kepada masyarakat, misalnya dalam suatu perpustakaan membuat program pendidikan literasi dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut serta bergabung dalam program tersebut sehingga dapat menambah wawasan masyarakat mengenai pendidikan literasi. Kegiatan inklusi sosial di perpustakaan melibatkan seluruh masyarakat tanpa membedakan status, golongan masyarakat mulai dari anak-anak sampai orangtua, termasuk juga bagi penyandang disabilitas. Saat ini Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara menyediakan jalan pengganti tangga khusus penyandang disabilitas yang ingin berkunjung ke perpustakaan. Perpustakaan juga pernah melaksanakan beberapa kegiatan yang mengikutsertakan peserta disabilitas. Namun perpustakaan masih perlu menambah akses untuk penyandang disabilitas sesuai dengan kebutuhan masyatrakat penyandang disabilitas contohnya bagi penyandang disabilitas netra perpustakaan perlu menyediakan bahan bacaan dalam format braile atau digital. Layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara dilakukan dengan beberapa jenis kegiatan yaitu : a) Bimbingan Komputer (Microsoft Word) Bimbingan komputer yang biasa dijalankan yaitu bimbingan microsoft word. Microsoft word merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan di perpustakaan daerah Kabupaten Kolaka Utara untuk memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensinya menggunakan microsoft word. Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa bimbingan microsoft word ini sudah dijalankan sejak tahun 2020 dan kebanyakan dari peserta yaitu pelajar. Kegiatan ini rutin dijalankan sekali seminggu karna dinilai dibutuhkan oleh masyarakat. Sebagai seorang pelajar tentu mendapatkan berbagai tugas untuk ditulis menggunakan microsoft word, sehingga dengan hadirnya bimbingan microsoft word ini dapat membantu menambah kemampuan pelajar menjalankan microsoft word. Bimbingan komputer juga pernah dilaksanakan khusus bagi penyandang disabilitas. Mereka akan diajarkan bagaimana cara mengaktifkan komputer dan mengoperasikan bagian-bagian utama dalam komputer. Microsoft word merupakan perangkat lunak (software) pengolah kata yang saat ini sudah banyak digunakan, bimbingan microsoft word ini diharapkan menjadi solusi yang tepat bagi masyarakat khususnya pelajar yang telah mengikuti bimbingan microsoft word untuk mengatasi tugas dan pekerjaannya, disamping adanya peningkatan keahlian kompetensi dibidang teknologi informasi setelah mendapat pelatihan yang diikuti. (bimbingan komputer bagi pemustaka) (bimbingan komputer bagi penyandang disabilitas) b) Bimbingan Bahasa Inggris Sejak tahun 2021 perpustakaan daerah Kabupaten Kolaka Utara telah melaksanakan program bimbingan belajar bahasa inggris khususnya untuk para pelajar di Kabupaten Kolaka Utara. Bimbingan belajar bahasa inggris dilakukan secara pertahap mulai dari kelas introduction, vocabulary, speaking, reading dan listening. dengan adanya bimbingan bahasa inggris di perpustakaan, kemampuan para peserta kelas bahasa inggris diharapkan dapat bermanfaat dan bisa digunakan dalam berperan sebagai sarana yang dapat mendukung banyak hal, karena bahasa inggris merupakan bahasa internasional yang juga memiliki peran penting untuk meningkatkan minat baca siswa. Dengan meningkatkan kemampuan bahasa inggris ini secara optimal, diharapkan mampu memberikan motivasi tersendiri bagi para pelajar bahasa inggris sehingga semakin lancar dan bermanfaat di dunia kerja nanti. c) Bimbingan Marketing Pemasaran Produk Marketing pemasaran produk sangat diperlukan di dunia bisnis. Karna di Kolaka Utara masyarakat wirausaha cukup banyak maka kegiatan bimbingan marketing pemasaran produk ini cocok untuk dilaksanakan. Tujuan pemasaran tentunya dilakukan agar dapat mengenal dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk yang dijual akan cocok sesuai dengan keinginan pelanggan, sehingga produk tersebut dapat terjual. Dengan adanya kegiatan bimbingan pemasaran produk dapat membantu produsen dalam memahami pemahaman produk sesuai dengan kebutuhan pasar dan konsumen. Sehingga, pihak perancangan dan pengembangan produk dapat menyesuaikan produknya sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Selain itu, tujuan pemasaran juga dapat membangun citra produk agar memiliki nama yang baik dan mudah dikenal oleh konsumen. Sehingga, ketika produk telah populer dan mudah ditemukan secara tidak langsung akan meningkatkan penjualan dan laba perusahaan. (Kegiatan bimbingan pemasaran produk) d) Kolaborasi dengan Sekolah dan Perguruan Tinggi Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara melakukan kolaborasi dengan sekolah dan perguruan tinggi yang ada di Kolaka Utara untuk berkunjung ke perpustakaan melakukan proses belajar mengajar dengan menghadirkan siswa atau mahasiswa serta guru/dosen. Dengan adanya proses belajar mengajar yang diadakan di perpustakaan akan membuat para pelajar menikmati suasana yang berbeda dari kelas di sekolah atau ruang perkuliahan. Dengan adanya kolaborasi perpustakaan dengan sekolah dan perguruan tinggi akan mengangkat citra perpustakaan. Perpustakaan akan lebih dikenal di kalangan masyarakat bahwa perpustakaan benar-benar sebagai tempat sumber informasi dan memiliki kreativitas untuk mengembangkan pengetahuan masyarakat. (proses belajar siswa di perpustakaan) (Kegiatan perkuliahan kampus INTENS di Perpustakaan yang menghadirkan mahasiswa dan dosen) e) Kolaborasi dengan Komunitas Pegiat Literasi Selain berkolaborasi dengan sekolah dan perguruan tinggi, perpustakaan daerah Kabupaten Kolaka Utara juga menjalankan kolaborasi dengan komunitas pegiat literasi yang ada di Kolaka Utara. Dimana komunitas ini juga sangat berperan aktif dalam meningkatkan literasi masyarakat Kolaka Utara. Kolaborasi dengan komunitas pegiat literasi ini sangat bermanfaat karna komunitas pegiat literasi juga berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. f) Bimbingan di Bidang Pertanian Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat berinisiatif untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pertanian. Bimbingan di bidang pertanian yang biasa diadakan seperti bimbingan membuat pupuk kompos, bimbingan mengelola tanaman aglonema, bimbingan menanam holtikultura. Dengan adanya kerjasama dengan desa di bidang pertanian ini akan meningkatkan keterampilan masyarakat dan menjadi inspirasi masyarakat untuk memulai usaha sendiri dan bisa memanfaatkan tanaman disekitar, seperti jahe merah dan serai yang merupakan salah satu bahan pokok pembuatan gujames. Dengan adanya kegiatan ini akan membantu perekonomian keluarga mereka. Selain itu, diharapkan untuk kegiatan selanjutnya mengenai penanaman cengkih karna masyarakat di Kabupaten Kolaka Utara cukup banyak memiliki tanaman cengkih. Maka dari itu sangat penting diadakan mengenai bimbingan pertanian tanaman cengkih. g) Bimbingan di Bidang Perikanan Kabupaten Kolaka Utara merupakan salah satu daerah yang menghasilkan budidaya perikanan yang cukup banyak. Maka dari itu, perpustakaan berperan dalam melakukan kegiatan inklusi sosial kepada masyarakat khususnya nelayan untuk mengembangkan keterampilannya dalam mengolah hasil perikanan yang mereka miliki. Kegiatan di bidang perikanan ini akan meningkatkan perekonomian masyarakat dan menumbuhkan jiwa wirausaha bagi masyarakat yang bekerja sebagai nelayan. Perpustakaan Kolaka Utara berinisiatif untuk melaksanakan kegiatan mengolah hasil perikanan seperti bimbingan membuat abon ikan dan bimbingan membuat bakso ikan sehingga masyarakat akan memanfaatkan hasil pencarian mereka dari laut. Masyarakat nelayan akan mendapatkan pengetahuan tambahan mengenai bimbingan membuat abon ikan dan bimbingan membuat bakso ikan dari hasil pencarian mereka sendiri. h) Bimbingan Mengolah Bahan Pustaka Bimbingan mengolah bahan pustaka merupakan upaya yang dilakukan pustakawan Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara. Latar belakang kegiatan ini dilakukan yaitu karena banyaknya tenaga pengelola perpustakaan sekolah dan desa yang cenderung kurang memiliki kompetensi memadai dalam mengolah bahan pustaka (buku). Oleh karena itu Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara merasa perlu melakukan kegiatan ini. Kegiatan bimbingan mengolah bahan pustaka ini dapat meningkatkan kualitas perpustakaan sehingga bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh peserta bimbingan yang kemudian diterapkan di perpustakaan tempat mereka kerja. i) Bimbingan Pembekalan Sekolah Relawan Bimbingan sekolah relawan merupakan kegiatan yang dijalankan sebagai upaya sukarela sekolompok orang yang memberikan waktu dan tenaga kerja untuk mengabdi kepada masyarakat. Dengan adanya kegiatan bimbingan sekolah relawan ini akan menumbuhkan rasa kemanusiaan yang tinggi bagi para peserta sekolah relawan, sehingga menciptakan generasi yang lebih maju. Dengan adanya sekolah relawan ini akan memberi dampak positif kepada masyarakat. Kegiatan bimbingan sekolah relawan ini akan mengajarkan bagi para peserta mengenai bagaimana strategi yang dilakukan saat turun langsung ke lapangan yang akan mengajarkan para anak-anak dalam pentingnya berliterasi sehingga pada saat di lapangan peserta tidak lagi kebingungan bagaimana tahap-tahap yang akan dilakukan karena mereka telah memahami saat diadakannya kegiatan bimbingan sekolah relawan ini. Selain itu, dengan adanya sekolah relawan yang bergerak dibidang literasi yang berupaya untuk mendatangi setiap sekolah yang berada di pelosok wilayah Kabupaten Kolaka Utara yang mengajar para anak-anak mengenai pentingnya literasi saat ini, sehingga para anak-anak di daerah pelosok juga bisa mendapatkan ilmu dari para relawan tersebut. j) Bekerjasama dengan Perpustakaan Desa Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara mengadakan kerjasama dengan perpustakaan desa yang ada di Kabupaten Kolaka Utara. Adanya kerjasama dengan perpustakaan desa akan memperkenalkan perpustakaan kepada masyarakat bahwa keberadaan perpustakaan sangatlah penting. Dengan adanya pelatihan yang diadakan di perpustakaan desa akan menjadi penarik masyarakat untuk ikut serta karena ada peningkatan taraf perubahan dari bentuk lama ke bentuk yang baru. 2. Jenis Keterampilan Perpustakaan Yang Diberikan Kepada Masyarakat Pada Program Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara Menurut Komariah et al., (2021: 113) bahwa Perpustakaan melalui program berbasis inklusi sosial telah melakukan transformasi menjadi perpustakaan yang mampu mengembangkan berbagai jenis layanan yang relevan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sebagai target pelayanan perpustakaan. Maka pengetahuan dan keterampilan masyarakat pun dapat berkembang sehingga dapat meningkatkan kualitas masyarakat menjadi lebih kreatif dan inovatif Perpustakaan berbasis inklusi sosial ini juga ternyata telah lama dibahas dan tertuang dalam Undang-undang Perpustakaan No. 43 Tahun 2007 pasal 5 yang menjelaskan bahwa perpustakaan harus dilayangkan atas dasar kesamaan akses diharuskan bersifat fleksibel juga harus mampu membaca kondisi masyarakat sehingga dapat memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan juga sebagai hak ekslusif masyarakat, yang diuraikan sebagai berikut : 1. Masyarakat memiliki hak yang sama atas perpustakaan baik pemerataan dalam memperoleh layanan serta memberdayagunakan fasilitas perpustakaan. 2. Masyarakat berhak memperoleh layanan perpustakaan terlepas dari kondisi geografis serta latar belakang daerahnya. 3. Masyarakatyang memiliki cacat dan/atau kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial berhak memperoleh layanan perpustakaan yang disesuaikan dengan kemampuan dan keterbatasan masing-masing (Republik Indonesia, 2007). Perpustakaan umum dapat membantu masyarakat yang merasa terkucilkan melalui inklusi sosial dengan menawarkan tempat yang aman, lingkungan belajar yang aman, menawarkan akses gratis komputer serta menyediakan informasi dan layanan yang dapat diakses secara bebas (Komariah et al, 2021: 116). Adapun jenis keterampilan perpustakaan yang diberikan kepada masyarakat yaitu : 1) Bidang Pendidikan Perpustakaan berbasis inklusi sosial diharapakan dapat meningkatkan literasi informasi masyarakat, terutama di bidang pendidikan karna pendidikan sangat berkaitan erat pada literasi informasi sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, meningkatkan kesejahteraan dan juga mendorong kreativitas masyarakat. Adapun jenis kegiatan di bidang pendidikan yang dapat menambah keterampilan setelah adanya program inklusi sosial di perpustakaan yaitu : No Jenis Kegiatan Keterampilan Yang Diberikan 1 Bimbingan English Introduction - Menambahkan wawasan mengenai introduction (perkenalan diri) dalam Bahasa Inggris - Mendapatkan beberapa point penting dalam bahasa inggris seperti menyampaikan salam pembuka, kalimat perkenalan, menyampaikan nama, alamat, dan asal, menyampaikan umur, pekerjaan, hobi, menyampaikan salam penutup. 2 Bimbingan Puzzle Pahlawan - Melatih kemampuan dalam berpikir kritis terhadap suatu permasalan - Mengenal tokoh Pahlawan Nasional 3 Bimbingan membaca surah- - Meningkatkan kemampuan membaca surah-surah pendek surah pendek - Melatih kemampuan mengahafal surahsurah pendek 4 Bimbingan menghafal huruf hijaiyah - Meningkatkan kemampuan mengenal huruf hijaiyah 5 Bimbingan eja kata - Melatih kemampuan anak dalam eja kata - Meningkatkan kemampuan anak untuk membaca 6 Bimbingan penguatan literasi tentang manfaat budaya baca di keluarga - Meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya literasi budaya baca di keluarga. 7 Bimbingan pembekalan sekolah relawan - Menambah skill, pengalaman, hingga memperluas jaringan dan prospek kerja. - Meningkatkan kerjasama yang baik. 8 Bimbingan Kajian Islam - Menambah wawasan mengenai keagamaan - Membina mental dan moral seseorang kearah yang lebih baik 9 Bimbingan Bahasa Inggris Vocabulary - Meningkatkan pengetahuan vocabulary (kosa kata) dalam bahasa inggris - Memudahkan dalam membaca, menulis, mendengar, dan berbicara dalam bahasa inggris. 10 Bimbingan membuat karya tulis ilmiah - Mampu melatih dan mengembangkan kemampuan membaca yang efektif - Memperluas dunia ilmu pengetahaun. 2) Bidang Ekonomi Perpustakaan dapat menjadi ruang publik sehingga masyarkat dapat meningkatkan pengetahuan dan kompetensi dirinya. Tujuan perpustakaan berbasis inklusi sosial selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat namun juga meningkatkan pendapatan di bidang ekonomi masyarakat yang ikut berkaitan. Karena masyarakat Kolaka Utara cukup banyak yang bekerja sebagai wirausaha maka Perpustakaan berperan untuk melakukan beberapa bimbingan wirausaha sebagai upaya untuk menambah pengetahuan masyarakat dalam berwirausaha dan memasarkan produk dengan baik. Adapun jenis kegiatan dibidang ekonomi yang biasa dilakasanakan yaitu : No Jenis Kegiatan Keterampilan Yang Diberikan 1 Bimbingan pemberdayaan UMKM - Menumbuhkan kemandirian, kebersamaan, dan kewirausahaan mikro, kecil di Kabupaten Kolaka Utara - Menambah pengetahuan mengenai UMKM 2 Bimbingan Marketing, Tema : Manajemen Pemasaran - Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan UMKM dalam menyikapi perkembangan teknologi dan informasi. - Menambah pengetahuan mengenai strategi manajemen pemasaran. - Mengetahui target market yang tepat. 3 Bimbingan marketing pemasaran produk, Tema: Membuat dan memasarkan produk - Mengetahui cara pembuatan produk dengan baik - Meningkatkan pengetahuan dan strategi memasarkan produk yang akurat. 3. Bidang Inklusi Digital Dengan adanya Perpustakaan berbasis inklusi sosial diharapkan mampu meningkatkan literasi informasi bagi masyarakat dan berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan bertranformasi ke arah yang lebih baik dan lebih maju sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Beberapa kegiatan inklusi digital yang dilakukan dalam upaya program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara yaitu : No Jenis Kegiatan Ketarampilan Yang Diberikan 1. Bimbingan Membuat dan menyisipkan dokumentasi - Meningkatkan kemampuan dalam mengumpulkan dan menyimpan semua jenis informasi dalam satu tempat sehingga menghemat waktu. 2. Bimbingan Desain Grafis - Meningkatkan kemampuan desain seperti gambar, poster, brosur dan lain-lain - Mengenal dan Meningkatkan kemampuan menggunakan aplikasi desain grafis - Meningkatkan kreativitas. 3. Bimbingan Literasi Digital - Mampu meningkatkan kemampuan dalam mengakses, memahami, serta menggunakan media digital. - Menambah penguasaan kosa kata dari berbagai informasi yang dibaca.

Conclusion

Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara, dapat disimpulkan bahwa perpustakaan tersebut telah berhasil melakukan transformasi menuju pendekatan inklusi sosial yang melibatkan seluruh masyarakat. Melalui berbagai layanan yang disediakan, perpustakaan telah menjadi pusat pendidikan, ekonomi, dan inklusi digital bagi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan inklusi sosial yang dilaksanakan oleh perpustakaan meliputi bimbingan komputer, bahasa Inggris, pemasaran produk, kolaborasi dengan lembaga pendidikan, komunitas literasi, serta bimbingan di bidang pertanian, perikanan, dan pengolahan bahan pustaka. Kolaborasi dengan perpustakaan desa dan relawan sekolah juga menjadi bagian dari upaya inklusi sosial yang dilakukan. Keterampilan yang diberikan oleh perpustakaan kepada masyarakat meliputi pendidikan, ekonomi, dan inklusi digital, yang menunjukkan komitmen perpustakaan dalam memberdayakan masyarakat secara holistik. Dengan demikian, perpustakaan telah berhasil menjadi lebih dari sekadar tempat penyimpanan dan peminjaman buku, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan masyarakat secara luas. Temuan penelitian ini menegaskan urgensi peran perpustakaan sebagai agen inklusi sosial yang memperluas akses dan kesempatan bagi seluruh masyarakat. Dengan menyediakan layanan seperti bimbingan komputer, bahasa Inggris, dan pemasaran produk, perpustakaan tidak hanya menjadi pusat pembelajaran, tetapi juga motor penggerak dalam mengatasi ketidaksetaraan dan kesenjangan sosial. Selain itu, kerjasama dengan berbagai pihak seperti sekolah, perguruan tinggi, dan komunitas literasi menunjukkan potensi perpustakaan sebagai mitra strategis dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara holistik. Dengan dukungan dan investasi yang tepat, perpustakaan memiliki potensi untuk menjadi pusat transformasi sosial yang positif dalam masyarakat.