Manajemen Stres Kerja Pustakawan terhadap Layanan Perpustakaan Fakultas Ekonomi Universitas Semarang selama Pandemi
Universitas Semarang
Abstrak
Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui Manajemen Stres Kerja, Menciptakan Suasana Lingkungan Kerja yang Aman Terhadap Layanan Perpustakaan Fakultas Ekonomi selama Pandemi. Metode yang digunakan adalah Penelitian Kualitatif dengan analisis data secara deskriptif yang bersumber yang bersumber dari berbagai media online. Dapat disimpulkan bahwa hanya orang yang mampu menyesuaikan diri dan mengelola dengan baik kondisi yang ada akan terhindar dari stress, bahkan mampu menjadikan stress menjadi eustrres (stress yang positif) karena mereka menjadi kreatif dan produktif, menciptakan suasana lingkungan kerja yang aman sesuai dengan Protokol Kesehatan yang ditetapkan oleh Pemerintah disamping untuk mematikan rantai Virus Corona serta dapat memberikan manfaat dan solusi kepada pemustaka mengatasi kecemasan yang dihadapi tentang Virus Corona dalam memberikan layanan yang terbaik terhadap Civitas Akademik Fakultas Ekonomi Universitas Semarang.
Abstract
The purpose of this research is to find out about Work Stress Management, Creating a Safe Working Environment for Library Services of the Faculty of Economics during pandemics. The method used is Qualitative Research with descriptive data analysis sourced from various online media. It can be concluded that only people who are able to adjust and manage well the existing conditions will be spared stress, even able to make stress into eustrres (positive stress) because they become creative and productive, create a safe working environment atmosphere in accordance with the Health Protocol stipulated by the Government in addition to shutting down the Corona Virus chain and can provide benefits and solutions to the responders overcoming the anxieties faced about Corna Virus in providing the best service to the Academic Civitas Faculty of Economics Faculty of Economics University of Semarang.
Keywords:
Work Stress Management
· Creating a Safe Working Environment for Library Services
Introduction
Informasi sangatlah penting untuk kebutuhan pada saat ini dikarenakan dengan adanya virus Corona merubah semua tatanan dan kebiasaan semua orang untuk melakukan sesuai dengan aturan atau protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Menurut IFLA, 2020 dalam Suharso, 2020: 272. Kondisi dunia saat ini sedang kacau yang disebabkan dengan adanya pandemi, yaitu Covid-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, sebuah virus jenis baru berasal dari China, karena pandemi tersebut masyarakat dihimbau untuk melakukan social distancing dan physical distancing yang mengakibatkan masyarakat harus berada di rumah terus-menerus dan dilarang berdekatan satu sama lain. Sehingga masyarakat khususnya pekerja dan civitas akademik mau tidak mau harus melakukan kegiatan melalui online atau Work from Home (WfH). Lembaga internasional di bidang perpustakaan yaitu IFLA (International Federation of Library Associations and Institutions) telah mengeluarkan pedoman bagi perpustakaan seluruh dunia untuk bisa memberikan layanan selama masa pandemi berlangsung. Saat ini, pandemi Covid-19 menjadi salah satu krisis kesehatan utama bagi setiap individu dari semua bangsa, benua, ras, dan kelompok sosial ekonomi. Kondisi kesehatan masyarakat terkait penularan Covid-19 dibagi menjadi enam kelompok yaitu orang sehat (OS), orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), orang yang positif Covid-19 (Kemenkes RI, 2020). Diperoleh data perkembangan COVID-19 dari ANTARANEWS.com, 2020 jumlah pasien yang terkena virus Corona, sebagai berikut: [Gambar 1. Data Perkembangan Covid-19 di Indonesia] [Tabel 1. Data Perkembangan Covid-19 Di Indonesia Per Provinsi] Dari data tersebut disimpulkan bahwa Provisi Jawa Tengah termasuk peringkat 4. Dengan keadaan tersebut telah telah menjadi salah satu penyebab stres kerja. Stress dialami oleh anggota keluarga yang sakit dan yang meninggal karena Covid-19. Protokol Kesehatan yang harus ditaati mengakibatkan tekanan tersendiri bagi penderita dan keluarga yang tidak bisa merawat secara langsung. Demikian juga dengan keluarga yang meninggal karena terkena virus corona, akan mendapatkan tekanan tersendiri dari lingkungan sekitar, karena khawatir tertular. Ada tiga ruang lingkup stress di masa pandemi Covid-19 yang menjadi pembahasan dalam penelitian ini: stress akademik, stress kerja dan stress dalam keluarga. Selain itu, pertanyaan yang akan dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimana manajemen stres kerja terhadap layanan Perpustakaan Fakultas Ekonomi Universitas Semarang selama Pandemi, Bagaimana menciptakan suasana kerja yang aman terhadap layanan Perpustakaan Fakultas Ekonomi Universitas Semarang selama Pandemi. Yang dimaksud dalam manajemen stress adalah tindakan untuk mengendalikan, mengelola, mengatur stress serta tujuan menciptakan suasana kerja yang aman terhadap layanan Perpustakaan Fakultas Ekonomi Universitas Semarang disamping menghilangkan rasa kecemasan Civitas Akademik mengenai bahaya dari Virus Cornona serta berfungsi untuk memutus mata rantai Virus Corona. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif yang bersumber dari data sekunder, yaitu informasi dari beberapa media online. Data yang terkumpul diklasifikasi dan dianalisis secara deskriptif dengan metode pengambilan kesimpulan secara induktif. 2. Literature Review: Stres Kerja Stres berasal dari bahasa Inggris Stress. Menurut Kamus Oxford stress diartikan dengan pressure or worry caused by the problems in somebody’s life, yaitu tekanan atau kekhawatiran yang ditimbulkan atau disebabkan oleh masalah dalam hidup seseorang. (https://www.oxfordlearnersdictionaries.com). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia stress diartikan dengan gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang disebabkan oleh faktor luar; ketegangan. (KBBI https://kbbi.web.id/stres). Menurut Robbins & Judge (2011 : 368-389) dalam Sukoco, Iwan (2017: 265) stres kerja merupakan suatu kondisi yang dirasakan karyawan yaitu karena beban kerja yang berlebihan, waktu yang sedikit, perasaan susah dan ketegangan emosional yang menghambat performance karyawan tersebut. Sedangkan Rivai (2009:108) menyebut stres kerja adalah suatu kondisi ketegangan yang menciptakan adanya ketidakseimbangan fisik dan psikis yang mempengaruhi emosi, proses berfikir, dan kondisi seorang karyawan. Kategori stres terdapat dua yaitu eustress (positif) dan distress (negatif). Stres yang dialami setiap individu dikarenakan banyaknya pekerjaan yang diberikan, informasi yang diberikan terlalu berat, kurangnya pengetahuan teknologi. Manajemen Stres Kerja selama Pandemi Kondisi dewasa ini dengan adanya pandemi banyak membuat semua orang merasa cemas dan khawatir akan bahaya yang ditimbulkan dari COVID-19. Stres dalam pekerjaan terutama sebagai seorang pustakawan tidak perlu khawatir atau cemas jikalau menaati aturan sesuai dengan Protokol Kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah guna memutus mata rantai virus Corona. Memanajemi stres kita juga bisa mencegah timbulnya stres, meningkatnya stres yang berasal dari individu, dan menampung akibat fisiologikal dari stres. Manajemen stres merupakan program penggunaan sumber daya manusia untuk melakukan pengontrolan atau pengaturan stres yang mempunyai tujuan untuk mengenal penyebab stres dan mengetahui teknik – teknik mengelola stres melalui pendekatan individual dan organisasional. (Robbin, Judge: 2011) Manajemen stres adalah kemampuan yang berkaitan dengan sumber daya manusia secara efektif dalam mengatasi gangguan atau kekacauan mental dan emosional muncul sebagai tanggapan. Stres dalam pekerjaan dapat dicegah dan dapat dihadapi tanpa memberikan dampak negatif. Manajemen stres dalam materi manajemen sumberdaya manusia merupakan bagian dari pemeliharaan, usaha yang bertujuan untuk mempertahankan dan atau meningkatkan kondisi fisik, mental, dan sikap karyawan agar mereka tetap loyal dan bekerja produktif untuk menunjang tercapainya tujuan perusahaan. Dukungan sosial dapat diartikan sebagai pemberi bantuan terhadap seseorang dalam menghadapi stres kerja dan setiap individu memiliki tipe dan karakteristik yang berbeda–beda pengelolaan stres kerja dapat dilakukan dengan efektif. Menciptakan suasana Lingkungan Kerja yang aman selama Pandemi Lingkungan kerja merupakan salah satu penyebab dari keberhasilan dalam melaksanakan suatu pekerjaan, tetapi juga dapat menyebabkan suatu kegagalan dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, karena lingkungan kerja dapat mempengaruhi pekerja, terutama lingkungan kerja yang bersifat psikologis. Sedangkan pengaruhnya itu sendiri dapat bersifat positif dan dapat bersifat negatif. Menurut Barry (2010) 13 lingkungan kerja merupakan lingkungan fisik tempat karyawan bekerja yang mempengaruhi kinerja, keamanan dan mutu kehidupan kerja mereka. Lingkungan kerja yang kondusif memberikan rasa aman dan memungkinkan para pegawai untuk dapat bekerja optimal. Lingkungan kerja dapat mempengaruhi emosi pegawai, jika pegawai menyenangi lingkungan kerja dimana bekerja, maka pegawai tersebut akan betah ditempat bekerjanya untuk melakukan aktivitas sehingga waktu kerja dipergunakan secara efektif dan optimal prestasi kerja pegawai juga tinggi. Menciptakan suasana lingkungan kerja yang aman selama pandemi ini sangatlah penting supaya tidak akan ada rasa cemas, kekhawatiran, ketakutan terhadap bahaya COVID-19. Memang dengan adanya kondisi dewasa inilah kita intinya dituntut untuk bisa merubah gaya hidup sehat sesuai dengan aturan protok kesehatan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Jikalau kita bisa meyakinkan dan membiasakan untuk hidup dengan menaati protokol yang ada tersebut kita pasti tidak akan terinfeksi oleh Virus Corona. Layanan Perpustakaan Menurut Pakpahan, Arvaeni Perpustakaan Perpustakaan sebagai penyedia informasi bagi penggunanya harus mengikuti perkembangan yang ada. Terkhusus saat ini seluruh dunia sedang mengalami pandemi COVID-19. Perpustakaan tidak luput dari dampak pandemi COVID-19. Banyak perpustakaan yang menutup layanan perpustakan. Namun lembaga internasional di bidang perpustakaan yaitu IFLA (International Federation of Library Associations and Institution) mengeluarkan pedoman bagi perpustakaan seluruh dunia untuk bisa memberikan layanan selama masa pandemi berlangsung (IFLA, 2020). Adapun dalam menyikapi dampak dari COVID-19 ini, perpustakaan perguruan Tinggi (PT) harus mengubah konsep perpustakaan fisik menjadi perpustakaan digital. Ini juga menjadi salah satu sarana promosi perpustakaan agar tetap eksis di kalangan penggunanya. Dengan adanya perpustakaan digital, perpustakaan tetap bisa memberikan layanan dimanapun dan kapanpun (Hartono, 2017). Perpustakaan Fakultas Ekonomi Universitas Semarang merupakan salah satu contoh perguruan tinggi swasta yang terkena akan dampak pandemi COVID-19. Oleh sebab itu perpustakaan seharusnya dapat mengambil peluang untuk mempromosikan perpustakaannya agar eksistensinya terlihat di mata masyarakat luas. Perpustakaan dapat memaksimalkan layanan digitalnya melalui perpustakaan digital yang dimilikinya. Perpustakaan dapat mengoptimalkan layanan yang ada dengan membuat perkembangan-perkembangan baru yang dapat mempermudah pemakai dalam mengakses informasi. Dalam pengembangan perpustakaan digital saat ini dan masa depan, diperlukan kesiapan dari pengelola perpustakaan untuk meningkatkan kualitas layanan yang dapat mengikuti perkembangan zaman dan responsif terhadap perubahan (Mwaniki, 2018). Menurut teori lima hukum ilmu perpustakaan dalam Suharso, Putut 2020: 272 oleh Ranganathan, salah satunya perpustakaan merupakan organisasi yang tumbuh (growing orgnism). Oleh sebab itu, kemajuan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi dengan pengembangan perpustakaan merupakan tuntutan perpustakaan dalam memenuhi kebutuhan zaman. Perpustakaan harus sudah merubah perpustakaan fisiknya ke dalam bentuk non-fisik atau digital yang dapat diakses dimana dan kapanpun oleh masyarakat (Hartono, 2017).
Method
Menurut Perreault dan McCarthy (2006: 176) dalam Sulistiyono 2015 mendefinisikan penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang berusaha menggali informasi secara mendalam, serta terbuka terhadap segala tanggapan dan bukan hanya jawaban ya atau tidak. Penelitian ini mencoba untuk meminta orang-orang untuk mengungkapkan berbagai pikiran mereka tentang suatu topik tanpa memberi mereka banyak arahan atau pedoman bagaimana harus berkata apa. Menurut Moleong (2011: 6) penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penalitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain., secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Penelitian kualitatif bertujuan untuk menjelaskan fenomena dengan sedalam-dalamnya melalui pengumpulan data sedalam-dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Peneliti menggunakan metode kualitatif karena metode kualitatif dapat digunakan untuk mengungkap dan memahami sesuatu dibalik fenomena yang sedikit pun belum diketahui. Desain penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu studi kepustakaan dan studi lapangan yang meliputi observasi terbuka, wawancara tak terstruktur, studi dokumentasi, dan triangulasi.
Result & Discussion
Hasil penelitian berdasarkan pengamatan atau observasi, wawancara mendalam, kemudian dilakukan teknik analisis deskriptif terhadap Manajemen Stres Kerja Pustakawan terhadap Layanan Perpustakaan Fakultas Ekonomi Universitas Semarang selama Pandemi. Manajemen Stres Kerja selama Pandemi Memanajemen atau mengelola stres kerja selama pandemi memang dengan kondisi dewasa inilah sangatlah penting dan perlu dilakukan, serta perlu diketahui terlebih dahulu gejala-gejala Stress pada masa Pandemi Covid-19. Di antara tanda-tandanya antara lain: 1. memiliki rasa khawatir atau takut yang berlebihan sehingga berpikir yang tidak rasional. 2. memiliki pikiran negatif terhadap orang yang memiliki tanda-tanda penderita. 3. mencari berita mengenai Covid-19 yang berlebihan sehingga tidak dapat memilah berita yang akurat dan dapat memunculkan kecemasan yang membuat seseorang mengalami sulit tidur. 4. sakit kepala, serta sakit fisik lainnya. Berikut langkah-langkah yang ditawarkan dalam mengelola stress: 1. Mengenali Penyebab Stress di Masa Pandemic Covid-19. 2. Mengendalikan Stress. 3. Mengatasi stress (stress coping). Menciptakan suasana Lingkungan Kerja yang aman selama Pandemi Menciptakan suasana lingkungan kerja yang aman selama pandemi memang sangat diperlukan dan dijalankan sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah. Menciptakan suasana lingkungan kerja yang aman inilah adalah dengan cara merubah dan menjalankan kebiasaan baru supaya tidak terinfeksi virus Corona. Di bawah ini merupakan cara untuk menciptakan suasana lingkungan kerja yang aman selama pandemi, yaitu: 1. Jaga kesehatan. 2. Harus ada sistem shift kerja. 3. Jaga jarak duduk antar karyawan. 4. Tetap perhatikan dan menjalankan protokol kesehatan. Dengan menerapkan atau melaksanakan suasana lingkungan tersebut di atas, atau merubah lingkungan kerja dengan menggunakan kebiasaan baru untuk memutus matas rantai virus Corona, maka kita tidak perlu takut, khawatir, cemas terhadap bahaya virus Corona karena kita akan jauh dari terinfeksi virus Corona. Layanan Perpustakaan Perguruan Tinggi secara Optimal Dengan adanya Pandemi merubah semua tatanan dan kebiasaan semua orang untuk melakukan semua kegiatan, aktivitas, dan pembelajaran sesuai dengan aturan atau protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, yaitu salah satu metode pembelajaran new normal akan diberlakukan adalah motode blended learning, sesuai yang dikemukan Noord et al (2007) adalah suatu kombinasi dari berbagai modus pembelajaran daring, luring tatap muka. Akhir Bulan Maret merupakan awal mula terjadinya COVID-19, Civitas Akademik di Universitas Semarang belum terbiasa dengan menghindari dan memutuskan mata rantai virus corona dengan menjalani semua aturan dan kebiasaan baru sesuai dengan protokol kesehatan dari pemerintah. Tentu dengan adanya COVID-19 ini merupakan salah satu tantangan bagi pustakawan, asisten pustakawan, dan seluruh Staf yang terkait dalam lingkungan perpustakaan supaya seluruh Staf yang ada di perpustakaan untuk bekerjasama guna mengoptimalkan layanan digital library dengan cara menyediakan dengan melakukan inovasi dari berbagai layanan untuk yang efektif dan efisien yang ditunggu oleh seluruh mahasiswa-mahasiswi dari berbagai macam jurusan yang ada di Universitas Semarang khususnya Fakultas Ekonomi Universitas Semarang. Layanan perpustakaan yang dimaksud, yaitu pencarian dan pemanfaatan koleksi yang dimiliki perpustakaan misalnya buku, sirkulasi peminjaman, perpanjangan, dan peminjaman mahasiswa-mahasiswi fakultas ekonomi. Dengan demikian, perpustakaan Fakultas Ekonomi Universitas Semarang selama masa pandemi tetap selalu memberikan pelayanan yang terbaik dan optimal terhadap seluruh Civitas Akademika Fakultas Ekonomi Universitas Semarang baik itu secara tatap muka saja maupun secara online.
Conclusion
Berdasarkan hasil dan pembahasan tersebut di atas dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Memanajemen atau mengelola stres kerja selama pandemi memang dengan kondisi dewasa inilah sangatlah penting dan perlu dilakukan guna mengetahui gejala-gejala yang ditimbulkan dari stres, penyebabnya, kemudian dengan cara seperti inilah kita bisa mencari solusi yang terbaik. 2. Menciptakan suasana lingkungan kerja yang aman selama pandemi dengan menaati seluruh aturan yang sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah, supaya seluruh pustakawan dan civitas akademik yang ada di Perpustakaan Fakultas Ekonomi Universitas Semarang terbebas dan bisa memutus mata rantai dari Virus Corona. 3. Layanan perpustakaan perguruan tinggi secara optimal selama pandemi ini sangatlah penting dilakukan selama masa pandemi. Anjuran dari pemerintah untuk seluruh kalangan masyarakat untuk menjauhi dari kerumunan, berdiam diri dari rumah, serta menaati protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Terkait dengan hal tersebut bukan berarti kita harus berdiam diri tanpa melakukan kegiatan apa-apa melainkan kehidupan dengan keadaan saat ini kita harus melek dalam wawasan, pengetahuan, dan teknologi supaya tidak tertinggal dengan yang lainnya.