Kembali
16
1
2023 Information Science and Library Vol 4 · 2 ISSN 2723-2778

Peran Intellectual Capital Dalam Pengembangan Taman Baca Masyarakat Perpustakaan Umum Desa Jlegongan

Universitas Diponegoro; Universitas Diponegoro

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis, dan mendeskripsikan peran intellectual capital atau modal intelektual dalam pengembangan Taman Baca Masyarakat Perpustakaan Umum Desa Jlegongan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan observasi dan wawancara sebagai teknik pengambilan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal intelektual dalam pengembangan taman baca terdiri dari modal manusia, organisasi, dan relasi. Modal manusia berisi pengalaman dan pengetahuan pengelola taman baca (Syaeful Cahyadi). Ia memiliki pengalaman UKM Debat dan merupakan lulusan sarjana sastra Inggris Universitas Teknologi Yogyakarta. Modal organisasi taman baca adalah sistem yang terbuka, bebas pinjam, 24 jam seminggu, dan berbagi informasi dengan Forum Taman Baca Kabupaten Sleman. Modal relasi taman baca adalah hubungan kerjasama dengan Forum Taman Baca DIY, SD Muhammadiyah Sunten, SD Kandangan 2, dan pemberian bantuan berupa uang dan buku dari Kemendikbud dan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Sleman. Peran modal intelektual adalah menjadi tempat sosial bagi anak-anak di sekitarnya, meningkatkan pengetahuan bagi pemustaka dan masyarakat sekitarnya, serta menjadi motivator tak langsung bagi taman baca lainnya agar tetap berjalan sesuai tujuannya.

Abstract

This research aims to find out, analyze, and describe the role of intellectual capital in the development of the Jlegongan Village Public Library Community Reading Park. The research method used is a qualitative method using observation and interviews as data collection techniques. The results of the research show that intellectual capital on the community reading park are human capital, structural capital, and relational capital. Human capital contents the experience and knowledge of reading park manager (Syaeful Cahyadi). He has UKM (student activity unit) Debate experience and is a graduate of English literature at Yogyakarta Technology University. The structural capital of the community reading park is an open system, free of loans, 24 hours a week, and shares information with the Sleman Regency Community Reading Park. The relational capital of the community reading park is a collaborative relationship with the DIY Reading Park Forum, SD Muhammadiyah Sunten, SD Kandangan 2, and providing assistance in the form of money and books from the Ministry of Education and Culture and the Sleman Regency Library and Archives Service. The role of intellectual capital is to become a social place for children around it, increase knowledge for readers and the surrounding community, and become an indirect motivator for other reading parks so that they continue to run according to their goals.
Keywords: community reading park · human capital · intellectual capital · organizational capital · relational capital

Introduction

Pada tahun 1950-an, muncul taman baca masyarakat atau TBM yang mulanya bernama Taman Pustaka Rakyat; yaitu merupakan sebuah layanan di perpustakaan umum yang dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat (Sutarno N.S. dalam Dwiyantoro, 2019). Berdasarkan UU RI No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 26 ayat (4), disebutkan bahwa satuan pendidikan non formal terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis. Sumber daya atau aset yang dimiliki suatu lembaga terdiri dari dua bentuk, yaitu tangible dan intangible assets atau aset terlihat dan yang tidak terlihat. Aset terlihat yang ada di taman baca masyarakat adalah sumber daya manusia, dan aset tidak terlihat adalah intelektual atau pengetahuan yang dimiliki oleh pengelola taman baca masyarakat tersebut. Secara umum, intellectual capital atau modal intelektual merupakan bagian dari aset yang tidak terlihat. Modal intelektual muncul pertama kali seiring dengan berkembangnya konsep New Economy atau Ekonomi Baru pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21. Konsep ini berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi, globalisasi ekonomi, dan penekanan pada inovasi (Petty & Guthrie, 2000). Menurut Shih et al., (2010), intellectual capital adalah pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan karyawan, serta sumber-sumber pengetahuan yang tersimpan dalam basis data, sistem, alur kerja, budaya, dan filosofi manajemen dalam organisasi. Menurut Sawarjuwono & Kadir (2003) intellectual capital terdiri dari beberapa komponen, yaitu organizational capital, relational capital, dan human capital. Dengan lebih memperhatikan modal intelektual dan pengelolaannya serta memahami peran dari masing-masing komponen modal intelektual, pengelola taman baca masyarakat akan mengembangkan taman baca masyarakat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah milik Karl Erik Sveiby. Peran modal intelektual yang krusial adalah menciptakan nilai tambah bagi organisasi dengan memahami modal intelektual sebagai sumber daya untuk meningkaatkan daya saing, kinerja organisasi, mencapai tujuan organisasi, dan juga sebagai alat untuk meningkatkan inovasi (Sveiby, 1997). Setidaknya ada tiga kendala umum yang dihadapi oleh pengelola taman baca masyarakat, yaitu kurangnya perhatian dari pemerintah setempat mengenai taman baca masyarakat, kurangnya dana atau modal, dan perilaku masyarakat sekitar. Taman Baca Masyarakat Perpustakaan Umum Desa Jlegongan terletak di Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Taman baca ini dianggap aktif karena pengelola masih rajin membagikan kegiatan melalui akun media sosial instagram milik Taman Baca Masyarakat Perpustakaan Umum Desa Jlegongan. Taman baca ini sudah berdiri sejak tahun 2015. Taman Baca Masyarakat Perpustakaan Umum Desa Jlegongan tidak hanya memberi fasilitas memadai bagi anak-anak, namun juga masyarakat secara umum dan memiliki beberapa aktivitas bersama. Desa Jlegongan beberapa kali telah menjadi sasaran dari program KKN universitas swasta maupun negeri di sekitarnya, seperti Universitas Sanata Dharma dan Universitas Gadjah Mada. Taman baca ini juga pada awalnya adalah sebuah program kerja mahasiswa KKN dari UIN Sunan Kalijaga. Taman Baca Masyarakat Perpustakaan Umum Desa Jlegongan memiliki seorang sarjana S1 Sastra Inggris sebagai pendiri dan pengelola. Taman baca masyarakat ini juga telah bekerjasama dengan beberapa lembaga atau instansi yang cukup besar, seperti Greenpeace Youth, Fakultas Pertanian

Method

Metode penelitian kualitatif digunakan dalam penelitian ini karena tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengupas peristiwa yang sebenarnya terjadi pada objek penelitian mengenai peran intellectual capital dalam pengembangan Taman Baca Masyarakat Perpustakaan Umum Desa Jlegongan. Metode ini menekankan peneliti untuk benar-benar memahami objek yang diteliti dan mengembangkan konsep permasalahan yang dihadapi yang berkaitan dengan teori. Sumber data primer pada penelitian ini didapatkan melalui wawancara secara langsung kepada pihak pengelola Taman Baca Masyarakat Perpustakaan Umum Desa Jlegongan selaku subjek dari penelitian. Kemudian data sekunder didapatkan dari dokumentasi pengelola, artikel maupun berita daring.

Result & Discussion

Peran Human Capital dalam Pengembangan Taman Baca Masyarakat Perpustakaan Umum Desa Jlegongan Pengelola taman baca mencari sumber inovasi dan pengembangan dengan mengikuti kegiatan pelatihan kepustakwanan seperti pengelolaan bahan pustaka, penggunaan aplikasi SliMS, dan optimalisasi media sosial. Pelatihan yang diikuti adalah sebagai bentuk penambahan pengetahuan untuk menambah kemampuan dan ketrampilan yang berguna bagi pengembangan taman baca. Pengetahuan yang informan dapatkan kemudian diaplikasikan ke taman baca walaupun tidak semuanya karena menyesuaikan dengan keadaan di taman baca dan juga agar terlihat lebih natural. Peran human capital dalam pengembangan taman baca masyarakat adalah menjadi ruang sosial untuk anak-anak yang sesuai dengan tujuan berdirinya. Taman Baca Masyarakat Perpustakaan Umum Desa Jlegongan telah dipercaya oleh anak-anak di Desa Jlegongan dan sekitarnya sebagai tempat yang aman dan nyaman dalam mengekspresikan diri dan bersosialisasi dengan baik. Mereka memanfaatkan taman baca sesuai dengan tujuan berdirinya dan tetap mengikuti aturan yang berlaku. Anak-anak tersebut terbukti antusias dalam mengikuti kegiatan-kegiatan kolaborasi taman baca dengan instansi lain juga kelas-kelas yang disediakan oleh pengelola. Bahkan anak-anak tersebut terkadang datang ke taman baca hanya untuk bercerita dan bermain dengan temannya, atau bahkan dengan pengelola. Pernyataan di atas sesuai dengan pernyataan (Sawarjuwono & Kadir, 2003), yang menyebutkan bahwa human capital adalah sumber inovasi dan pengembangan karena menjadi sumber pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan yang sangat berguna bagi perusahaan atau organisasi.  Peran Structural Capital dalam Pengembangan Taman Baca Masyarakat Perpustakaan Umum Desa Jlegongan Taman Baca Masyarakat Perpustakaan Umum Desa Jlegongan tidak memiliki struktur organisasi. Budaya kerja taman baca yaitu terbuka dan dibuka 24 jam seminggu. Sistem pengelolaan koleksi di taman baca tidak mengikuti aturan tertentu, hanya dibedakan jenis bacaan untuk anak-anak dan dewasa. Koleksi yang ditampilkan di teras atau di rak ruang baca kemudian selama 6 bulan sekali akan diganti dengan koleksi buku yang ada di dalam ruang tertutup. Sehingga dapat disimpulkan bahwa peran structural capital di taman baca adalah meningkatkan pengetahuan pengunjung atau pemustakanya. Meskipun Taman Baca Masyarakat Perpustakaan Desa Jlegongan tidak memiliki bentuk ideal sebuah taman baca atau perpustakaan, namun jelas bahwa Taman Baca Masyarakat Perpustakaan Umum Desa Jlegongan telah memberikan banyak kontribusi pada masyarakat di sekitarnya, bahkan kepada lembaga atau instansi yang bekerja sama. Sesuai pernyataan di atas, Starovic & Marr (2004 dalam Lysander, 2020) bahwa structural capital mempunyai bagian seperti rutinitas organisasi, prosedur, sistem, budaya, dan sumber data, yang beberapa menjadi intellectual property right milik suatu perusahaan dan dilindungi hukum.  Peran Relational Capital dalam Pengembangan Taman Baca Masyarakat Perpustakaan Umum Desa Jlegongan Pengelola memiliki hubungan yang saling menguntungkan dengan taman baca lain sebagai rekan seperti sering berbagi informasi mengenai pengetahuan atau informasi dari pemerintah dengan taman baca yang termasuk dalam Forum Taman Baca Kabupaten Sleman. Hubungan dengan lembaga atau organisasi yang bekerjasama seperti pengadaan pojok baca di SD Muhammadiyah Sunten dan partisipasi di acara summer school oleh Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Taman Baca Masyarakat Pepustakaan Umum Desa Jlegongan juga memiliki hubungan dan komunikasi yang lancar dengan para donatur yang kebanyakan adalah teman atau kolega dari pengelola. Hubungan taman baca dengan pemerintah seperti Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman juga adalah hubungan yang lancar dan menguntungkan bagi taman baca. Peran relational capital dalam pengembangan taman baca adalah penggunaan sosial media (Instagram) secara optimal untuk membagikan kegiatan yang ada di Taman Baca Masyarakat Perpustakaan Umum Desa Jlegongan sebagai bukti bahwa taman baca tetap aktif kepada donator atau calon donator, dan juga sebagai motivasi bagi taman baca lainnya untuk tetap berjalan sesuai dengan tujuannya. Merujuk temuan di atas, maka hasil ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Pardede (dalam Arifah & Medyawati, 2012)) bahwa modal relasi adalah hubungan harmonis yang dimiliki oleh perusahaan atau organisasi dengan rekan-rekannya, baik berasal dari pemasok maupun dari pelanggan yang puas, dan juga hubungan dengan pemegang kuasa seperti pemerintah dan masyarakat. Temuan inti terkait peran an acted role dan pernyataan ini sesuai dengan teori (Cohen, 1992) bahwa an acted role adalah peranan nyata atau cara yang sebenar-benarnya dilakukan oleh seseorang atau kelompok dalam menjalankan perannya. Syaeful Cahyadi (pendiri sekaligus pengelola taman baca) telah memainkan peran acted role untuk pengembangan Taman Baca Masyarakat Perpustakaan Umum Desa Jlegongan.

Conclusion

Peran modal manusia atau human capital dalam meningkatkan kinerja Taman Baca Masyarakat Perpustakaan Umum Desa Jlegongan adalah meliputi pengalaman, pengetahuan, dan kepribadian yang dimiliki oleh pengelola taman baca. Pengetahuan yang pengelola miliki dari menjadi sarjana humaniora yang mempelajari tentang kehidupan manusia dan dinamikanya, membuat beliau menyadari bahwa Desa Jlegongan membutuhkan ruang sosial bagi anak-anak. Peran modal organisasi atau organizational capital dalam meningkatkan kinerja Taman Baca Masyarakat Perpustakaan Umum Desa Jlegongan adalah mengenai pengetahuan berisi sistem, struktur organisasi, dan prosedur di dalam Taman Baca Masyarakat Perpustakaan Umum Desa Jlegongan. Pengalaman pengelola menjadi anggota sebuah organisasi sebelumnya memiliki banyak manfaat untuk diterapkan dalam sistem organisasi yang beliau bangun. Pengelola dapat menjadi pribadi yang lebih siap dalam membangun taman baca dengan benar-benar memahami kapasitas diri, dasar pembuatan taman baca, alur organisasi, pemahaman antar anggota, dan aturan-aturan yang diberlakukan. Peran modal relasi atau relational capital dalam meningkatkan kinerja Taman Baca Masyarakat Perpustakaan Umum Desa Jlegongan adalah dalam hubungan yang terjalin antara taman baca dengan lembaga atau organisasi yang bekerja sama dan memberi donasi. Hubungan yang terjalin dengan baik dengan para mitra taman baca bermanfaat bagi taman baca dengan bentuk branding. Taman Baca Masyarakat Perpustakaan Umum Desa Jlegongan secara tidak langsung meninggalkan jejak nama di lembaga yang bekerja sama, yang kemudian menjadi bukti bahwa Taman Baca Masyarakat Perpustakaan Umum Desa Jlegongan berhak atas setiap sorotan.