Kembali
16
1
2022 Indonesian Journal of Librarianship Vol 3 · 2 ISSN 2723-6234

Challenges of Authoritarian Parenting Style Research: A Bibliometric Analysis

Universitas Negeri Makassar; Universitas Negeri Makassar

Abstrak

Latar Belakang : P enelitian atau publikasi ilmiah mengenai pola asuh otoriter sudah banyak dilakukan, namun kajian mengenai pola asuh otoriter belum diketahui perkembangannya sehingga perlu dilakukan analisis kajian dengan pemetaan. Tujuan M engetahui tren penelitian dengan topik pola asuh otoriter dan mendeskripsikan beberapa peluang pengembangan penelitian yang dapat dilakuk an untuk penelitian selanjutnya . Metode : metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan bibliometrik . S umber data diperoleh dari database scopus dan t eknik pengumpulan data menggunakan purposive sampli ng dengan batasan tahun 201 3 202 3. Hasil : publikasi ilmiah dengan subjek “authoritarian parenting style” pada pangkalan data scopus sebanyak 290 dokumen. Setelah dibatasi dengan rentang tahun 2013 2023, ditemukan 212 dokumen. Publikasi meningkat signifikan di tahun 2016 2019 dan 2021 2023. Tren tertinggi terjadi pada tahun 2023 dengan jumlah publikasi sebanyak 36 dokumen. Terdapat 4847 kata kunci, 176 di antaranya saling berhubungan dan dikelompokkan dalam 8 kluster. Kesimpulan terdapat 30 kata kunci yang menjadi tren dengan nilai occurrence minimal 30, di antaranya adalah adolescent, development, age, group, score, intervention, relation, girl, experience, mental health, Correlation, outcome, self esteem, boy, risk, dimension, theory, depression, aggressi on, self, belief, behaviour, month, higher level, anxiety, report, bullying, perfectionism, dan present study . Kata kunci tersebut menjadi tren disebabkan beberapa faktor, yaitu perkembangan usia remaja, tingginya masalah kesejahteraan di kalangan remaja, perubahan dalam budaya dan teknologi, pengembangan teori dan metode, serta masalah kesehatan mental. Selain kata kunci yang menjadi tren, terdapat kata kunci yang sedikit muncul atau sedikit dilakukan penelitian. Kata kunci tersebut di antaranya adalah masalah kesehatan mental. Selain kata kunci yang menjadi tren, terdapat kata kunci yang sedikit muncul atau sedikit dilakukan penelitian. Kata kunci tersebut di antaranya adalah preschool child, aggressive behavior, social anxiety, parenting stress, dan pressure. Topik penelitian dengan kata kunci yang sudah banyak muncul atau sedikit muncul direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya agar muncul penelitian baru dan berbeda dengan penelitian sebelumnya.

Abstract

Problem Statement : Much research or scientific publications regarding authoritarian parenting patterns have been carried out, but the development of studies regarding authoritarian parenting patterns is not yet known, so it is necessary to analyze studies using mapping Purpose : D etermine research trends on the topic of authoritarian parenting and describe several research development opportunities that can be carried out for further research Method : The research method used in this resea rch is descriptive quantitative with a bibliometric approach. The data source was obtained from the Scopus database and the data collection technique used purposive sampling with a limit of 2013 2023. Result : scientific publication with the subject "author itarian parenting style" in the Scopus database of 290 documents. After limiting it to the 2013 2023 period, 212 documents were found. Publications increased significantly in 2016 2019 and 2021 2023. The highest trend occurred in 2023 with a total of 36 do cuments published. There are 4847 keywords, 176 of which are interconnected and grouped into 8 clusters. Conclusion : There are 30 trending keywords with a minimum occurrence value of 30, including adolescent, development, age, group, score, intervention, r elationship, girl, experience, mental health, Correlation, outcome, self esteem, boy, risk, dimension, theory, depression, aggression, self, belief, behavior, month, higher level, anxiety, report, bullying, perfectionism, and present study. This keyword ha s become a trend due to several factors, namely the development of teenagers, the high level of welfare problems among teenagers, changes in culture and technology, the development of theories and methods, and mental health problems. Apart from keywords th at are trending, some keywords appear little or have little research. These keywords include preschool children, aggressive behavior, social anxiety, parenting stress, and pressure. Research topics with keywords that have appeared a lot or have appeared a little are recommended for further research
Keywords: Pola Asuh · Pola Asuh Otoriter · Analisis Bibliometrik

Introduction

Latar Belakang. Psikologi perkembangan merupakan salah satu cabang ilmu psikologi yang menelaah perkembangan kejiwaan manusia, termasuk pola asuh orang tua. (Rahmawati et al., 2022) Pola asuh menurut Latifah (2011) merupakan pola interaksi antara anak dengan orang tua yang mencakup pemenuhan kebutuhan fisik, kebutuhan psikologis, dan sosialisasi norma-norma yang berlaku di masyarakat agar anak dapat hidup sesuai dengan lingkungannya. (Ayun, 2017) Menurut Baumrind, pola asuh terbagi menjadi tiga, salah satunya adalah pola asuh otoriter. Pola asuh otoriter merupakan suatu pola dalam mendidik anak dengan menggunakan kepemimpinan otoriter. Kepemimpinan otoriter yaitu pemimpin yang menentukan semua kebijakan, langkah dan tugas yang harus dilakukan. Dalam pola asuh otoriter, artinya orang tua mengasuh anak-anak dengan aturan yang ketat, memaksa anak untuk berperilaku seperti dirinya (orang tua), keterbatasan untuk bertindak atas nama diri sendiri, dan anak jarang diajak berkomunikasi dengan orang tua. (Ayun, 2017) Permasalahan. Seiring berjalannya waktu, banyak penelitian yang dilakukan mengenai pola asuh otoriter. Namun, kajian keilmuan mengenai penelitian atau publikasi mengenai pola asuh otoriter belum diketahui perkembangannya sehingga perlu dilakukan analisis perkembangan kajian ilmu dengan cara menggambarkan dan mendefinisikan kajian ilmu tersebut melalui pemetaan agar didapatkan berbagai peluang penelitian yang dapat dikembangkan untuk menutupi kesenjangan penelitian dan kajian yang sudah dilakukan. Pemetaan pengetahuan dilakukan untuk mempermudah penggambaran informasi dalam berbagai macam bentuk. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk pemetaan pengetahuan tersebut, salah satunya dengan menggunakan analisis bibliometrik. Analisis bibliometrik dapat digunakan untuk menganalisis data bibliografi pada artikel atau jurnal dengan menggunakan metode kuantitatif. (Karim & Soebagyo, 2021) Menurut Sulistyo-Basuki, visualisasi atau pemetaan dengan menggunakan analisis bibliometrik dapat menghasilkan peta yang dapat memunculkan topik dari ilmu pengetahuan. (Royani et al., 2010) Bibliometrik merupakan metode yang digunakan untuk memperkenalkan publikasi ilmiah terkait dengan kutipan ilmiah yang digunakan baik dalam bidang ilmu perpustakaan maupun lainnya. (Rohanda & Winoto, 2019) Bibliometrik merupakan kepustakaan dalam publikasi ilmiah untuk mengetahui analisis penulisan, kepengarangan, dan literatur. (Sarman & Soebagyo, 2022) Analisis bibliometrik dapat memberikan informasi rinci suatu publikasi, termasuk penulis, frekuensi kata kunci, serta sitasi. (Rusly et al., 2019) Kajian Literatur Terdahulu. Terdapat beberapa penelitian mengenai pola asuh otoriter yang telah dilakukan peneliti di antaranya adalah penelitian mengenai Peran Asuh Otoriter terhadap Kematangan Emosi yang Dimoderatori oleh Kesabaran yang dilakukan oleh Subhan El Hafiz dan Abdul A’la Almaududi di tahun 2015. Subjek penelitian tersebut adalah usia remaja dengan jumlah 200 orang yang terdiri dari 119 orang perempuan dan 81 orang laki-laki yang bersekolah di Jakarta. Data dikumpulkan dengan menggunakan beberapa insKata kunci: Pola Asuh; Pola Asuh Otoriter; Analisis Bibliometrik; masalah kesehatan mental. Selain kata kunci yang menjadi tren, terdapat kata kunci yang sedikit muncul atau sedikit dilakukan penelitian. Kata kunci tersebut di antaranya adalah preschool child, aggressive behavior, social anxiety, parenting stress, dan pressure. Topik penelitian dengan kata kunci yang sudah banyak muncul atau sedikit muncul direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya agar muncul penelitian baru dan berbeda dengan penelitian sebelumnya. trumen kuesioner, di antaranya adalah Kompetensi Kesabaran (KK), Kematangan Emosi (KE), serta Parental Authority Questionnaire (PAQ). Data tersebut dianalisa dengan menggunakan analisa moderator. Hasil dari penelitian ini adalah kesabaran tidak menunjukkan peran sebagai moderator terhadap kematangan emosi. Kesabaran dan pola asuh ibu yang otoriter terbukti dapat memberi dampak posistif bagi kematangan emosi anak (El Hafiz & Almaududi, 2015) Penelitian lainnya dilakukan oleh Maulidina dkk di tahun 2023 dengan judul The Influence of Authoritarian Parenting on The Emotional Intelligence of Students of SMP Negeri 9 Binjai. Sampel dari penelitian tersebut adalah siswa dan siswi SMP Negeri 9 Binjai yang mendapatkan pola asuh otoriter berdasarkan hasil tes screening, sebanyak 64 orang siswa. Teknik yang digunakan untuk mendapatkan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment Karl Person. Hasil dari penelitian tersebut adalah pola asuh otoriter mempengaruhi kecerdasan emosional sebesar 42%. (Maulidiana et al., 2023) Penelitian ketiga dilakukan oleh Wida dkk di tahun 2022 dengan judul Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Kondisi Mental Anak. Hasil dari penelitian tersebut adalah bahwa kesehatan mental anak dipengaruhi oleh pola asuh orang tua. Salah satu penyebab ketika anak memiliki masalah mental yang buruk adalah pola asuh orang tua yang tidak tepat dengan kebutuhan dan usia anak. Contohnya adalah orang tua yang menerapkan pola asuh otoriter pada anak usia 4-6 tahun. (Wida et al., 2022) Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Firdaus dan Kustanti dengan judul penelitian Hubungan Antara Pola Asuh Otoriter dengan Pengambilan Keputusan Karier pada Siswa SMK Teuku Umar Semarang. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Skala Pola Asuh Otoriter dan Skala Perundungan Siber. Subjek dari penelitian tersebut adalah siswa SMP Muhammadiyah Kabupaten Sorong dengan usia 12-15 tahun. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis agresi. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh otoriter dengan perundungan siber. (Firdaus & Kustanti, 2019) Penelitian kelima dilakukan oleh Putri dan Nurwianti di tahun 2018. Sampel dari penelitian ini berjumlah 272 orang dengan rentang usia 16-19 tahun. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh otoriter dengan perilaku perundungan, yaitu sebesar 11% perilaku perundungan dibentuk oleh pola asuh otoriter. (Putri, 2018) Pernyataan Kebaruan Ilmiah. Terdapat perbedaan antara penelitian di atas dengan penelitian yang penulis lakukan. Perbedaan tersebut di antaranya adalah metode penelitian yang digunakan, sumber data yang digunakan, dan teknik analisis data yang digunakan. Tujuan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tren penelitian mengenai studi literatur di bidang pola asuh otoriter di tahun 2013-2023 dan mendeskripsikan beberapa peluang pengembangan penelitian yang dapat dilakukan untuk penelitian selanjutnya.

Method

Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan bibliometrik. Analisis bibliometrik digunakan untuk menjawab penelitian dengan melihat perkembangan penelitian dan literatur yang digunakan. (Hakim, 2020) Bibliometrik merupakan metode kuantitatif dengan menganalisis data bibliografi yang terdapat di dalam jurnal/artikel. (Asmawanti S & Soya, 2023) Metode bibliometrik yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis co-word (kata kunci) dengan menggunakan aplikasi VOSviewer untuk mengolah dan memvisualisasikan data untuk memperoleh peta perkembangan topik penelitian. Menurut Sen (1999) salah satu indikator bibliometrik adalah penggunaan kata dalam dokumen, indikator dihitung berdasarkan penggunaan frekuensi kata yang berada dalam dokumen bersama dengan indikator yang didasarkan pada analisis co-word. Hasil dari analisis co-word dapat digunakan untuk membuat peta ilmu pengetahuan. (Farida, 2020) Menurut Arwendria (2000) dalam (Wahono, 2008) mengatakan bahwa metode pemetaan berdasarkan co-word sangat bermanfaat dalam memetakan isi suatu penelitian suatu bidang ilmu pengetahuan. Selain itu analisis co-word juga memperlihatkan struktur pengetahuan berdasarkan istilah indeks yang digunakan. Teknis analisis menggunakan VOSviewer dapat digunakan untuk menkontruksi peta artikel melalui fungsi teks analisis. VOSviewer dapat digunakan untuk menggambarkan hubungan dari beberapa publikasi secara detail dengan berbagai jenis tampilan, seperti sistem perbesar (zoom), bergulir (scrolling), dan pencarian (searching). (Karim & Soebagyo, 2021) selain itu, VOSviewer dapat menampilkan klasterisasi serta hubungan kedekatan antar topik pengetahuan yang berkaitan, yaitu melalui analisis co-occurrence. Analisis co-occurrence dapat menampilkan kata kunci yang terdapat dalam meta data yang digunakan. Hasil dari co-occurrence akan menampilkan visualisasi jaringan kata kunci yang saling berkaitan. Jaringan tersebut dibedakan berdasarkan warna dan besaran bentuk per-klaster. Semakin besar ukuran kata kunci/item yang ditampilkan, semakin dominan atau kata kunci tersebut menjadi tren. (Fadhilah & Rahmi, 2023) Dalam penelitian ini, yang menjadi populasi adalah seluruh publikasi ilmiah dengan subjek “Authoritarian Parenting Style” pada pangkalan data Scopus yang diambil pada tanggal 18 April 2023. Hasilnya, ditemukan 290 dokumen. Sampel dari penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pengambilan sampel dengan pertimbatingan tertentu. Kriteria yang dipertimbangkan adalah publikasi pada tahun 2013-2023. Hasilnya ditemukan sebanyak 212 dokumen. Formula boolean yang digunakan adalah TITLE-ABS-KEY ( “Authoritarian Parenting Style” ) AND PUBYEAR > 2012 AND PUBYEAR < 2024

Result & Discussion

1. Pertumbuhan Jumlah Publikasi Per Tahun Jumlah publikasi peer-reviewed merupakan salah satu indikator untuk mengetahui perkembangan penelitian ilmiah suatu subjek (Van Nunen et al., 2018) Semakin banyak publikasi di setiap tahun, dapat diartikan bahwa topik yang dieksplor dalam suatu subjek semakin banyak. Berikut adalah jumlah publikasi mengenai Pola Asuh Otoriter pada database scopus di tahun 2013-2023: Gambar 1. Tren Pertumbuhan Jumlah Publikasi Per-tahun Sumber: Data Penelitian, 2023 Gambar 1. Menunjukkan jumlah publikasi di tiap tahun, pada tahun 2013-2023. Publikasi mengenai Authoritarian Parenting Style mengalami kenaikan dan penurunan di beberapa tahun. Tren tertinggi terjadi pada tahun 2023 dengan jumlah publikasi sebanyak 36 dokumen. Publikasi meningkat signifikan di tahun 2016-2019 dan tahun 2021-2023. 2. Tren Topik Penelitian Berdasarkan Hasil Pemetaan Kata Kunci Topik penelitian yang paling banyak dilakukan oleh peneliti dapat diketahui melalui analisis co-occurrence menggunakan VOSviewer. Selain itu, jaringan satu topik dengan topik lainnya juga dapat diketahui melalui hasil visualisasi co-occurrence pada VOSviewer. Visualisasi tersebut dapat dilihat pada gambar 2: Gambar 2. Tren Topik Penelitian Sumber: Data Penelitian, 2023 Co-occurrence adalah kemunculan (kata kunci) dalam frekuensi yang tinggi. Dalam penelitian ini, analisis co-occurrence akan memunculkan kata kunci dengan frekuensi yang tinggi sehingga dapat diketahui kata kunci mengenai Authoritarian Parenting Style yang menjadi tren di tahun 2013-2023. Co-Occurrence network visualization dapat menampilkan tren topik penelitian yang paling banyak dilakukan oleh para peneliti serta menampilkan jaringan satu topik dengan topik lainnya. Berdasarkan gambar 2. diketahui bahwa terdapat 8 kluster kata kunci yang digunakan dalam publikasi Pola A. Kata kunci yang terdapat pada kluster 1 (warna merah) adalah adhd, age, asd, authoritarian style, autism, boy, case, country, cross sectional study, exposure, girl, high level, higher level, Indonesia, iran, item, lower level, maternal parenting style, mean age, mechanism, mediating role, month, obesity, odd, parenting stress, patient, permissive style, psdq, regulation, report, screen time, sibling, dan year old child. Kata kunci yang terdapat pada kluster 1 terkait dengan penelitian atau publikasi mengenai ADHD (Attention Deficit Hyperacivity Disorder) dan ASD (Autism Spectrum Disorder) pada anak usia sekolah, dengan fokus pada variabel gaya pengasuhan orang tua, waktu layar (waktu yang digunakan untuk menatap gawai), obesitas, dan karakteristik individu (jenis kelamin, usia, jumlah saudara kandung). Selain itu, terdapat beberapa negara seperti Indonesia dan Iran, yang merupakan sumber data yang dikumpulkan dari kedua negara tersebut. Kata kunci yang terdapat pada kluster 2 (warna hijau) adalah anxiety, belief, child. demand, experience, female, individual, lack, life, male, parental style, parenting behavior, psychological control, self efficacy, sex, turm, dan youth. Kata kunci yang terdapat pada kluster 2 terkait dengan penelitian atau publikasi mengenai pengaruh gaya pengasuhan orang tua dan perilaku pengasuhan terhadap keyakinan, kecemasan, serta kepercayaan seseorang pada kemampuannya pada masa kanak-kanak dan remaja. Selain itu, pada kluster ini terkait dengan penelitian mengenai kontrol psikologis dalam hubungan antara perilaku pengasuhan, gaya pengasuhan, dan variabel psikologis lainnya pada masa perkembangan usia kanak-kanak dan remaja. Kata kunci yang terdapat pada kluster 3 (warna biru) adalah assertiveness, behaviour, culture, group, impact, learning, outcome, parental authority questionnai, person, present study, prosocial berhaviour, self, self esteem, term, university student, dan variance. Kata kunci yang terdapat pada kluster 3 berkaitan dengan penelitian atau publikasi mengenai pengaruh budaya, perilaku, dan hasil pembelajaran terhadap variabel assertiveness (kemampuan untuk menyatakan dan mempertahankan pendapat), prosocial behaviour (memberikan manfaat kepada orang lain tanpa mengharapkan keuntungan pribadi), self esteem (penilaian terhadap diri sendiri), dan self-perception (persepsi yang terjadi karena adanya ransangan yang berasal dari dalam diri individu dan diri sendiri yang menjadi objeknya. Kata kunci yang terdapat pada kluster 4 (warna kuning) adalah article, chinese child, depression, dimension, intervention, literature, mental health, order, quality, researcher, resilience, review, dan social anxiety. Kata kunci-kata kunci yang terdapat pada kluster 4 memiliki keterkaitan dengan penelitian atau publikasi mengenai kesehatan mental dengan topik depresi, kecemasan sosial, dan faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan psikologis, seperti ketahanan. Kata kunci yang terdapat pada kluster 5 (warna ungu) adalah aggression, aggressive behavior, bullying, depressive symptom, parenting style questionnaire, peer, predictor, preschool child, significant predictor, dan victimization. Kata kunci-kata kunci yang terdapat pada kluster 5 memiliki keterkaitan dengan penelitian atau publikasi mengenai perilaku agresif dan gejala depresi pada anak usia pra-sekolah. Terdapat kata parenting style questionnaire yang menjadi alat ukur dalam penelitian tersebut. Selain itu, terdapat kata peer (interaksi dengan teman sebaya) yang berpengaruh terhadap gaya pengasuhan orang tua terhadap perilaku agresif dan depresi pada anak-anak usia pra-sekolah. Kata kunci yang terdapat pada kluster 6 (warna biru muda) adalah correlation, development, mind, positive correlation, pressure, relation, score, theory, dan understanding. Kata kunci yang terdapat pada kluster 6 memiliki keterkaitan dengan penelitian atau publikasi mengenai teori korelasi antara perkembangan pemahaman pikiran dan tekanan psikologis atau sosial. Kata kunci yang terdapat pada kluster 7 (warna jingga) adalah perception, perfectionism, risk, dan son. Kata kunci yang terdapat pada kluster 7 memiliki keterkaitan dengan penelitian atau publikasi mengenai persepsi terhadap risiko yang terkait dengan perfeksionisme, khususnya pada anak laki-laki. Persepsi pada risiko dapat mempengaruhi perilaku, sikap, dan keputusan individu yang cenderung memiliki tingkat perfeksionisme yang tinggi. Kata kunci yang terdapat pada kluster 8 (warna cokelat) adalah adolescent, chronic pain, dan emotional intelligence Kata kunci yang terdapat pada kluster 8 memiliki keterkaitan dengan penelitian atau publikasi mengenai hubungan antara remaja, sakit kronis, dan kecerdasan emosional. Sumber: Data Penelitian, 2023 Hasil dari Co-occurrence density visualization dapat menampilkan tren topik yang dibedakan warna pada item atau kata kunci. Jika warna item semakin kuning hingga merah, maka topik penelitian yang dilakukan semakin banyak. Sebaliknya, jika warna item semakin membiru, maka topik penelitian masih sedikit dilakukan. Item dengan warna kuning, di antaranya adalah: adolescent, development, age, group, score, intervention, relation, girl, experience, mental health, Correlation, outcome, self esteem, boy, risk, dimension, theory, depression, aggression, self, belief, behaviour, month, higher level, anxiety, report, bullying, perfectionism, dan present study. Gambar 4. Co-occurrence Overlay Visualization Sumber: Data Penelitian, 2023 Co-occurrence overlay visualization dapat menampilkan tren topik disertai dengan tahun publikasi. Semakin kuning, topik penelitian yang dipublikasikan semakin baru dan Semakin biru topik penelitian yang dipublikasikan semakin lampau. Untuk dapat memperjelas Co-occurrence overlay visualization, dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1.Tren Topik Penelitian Bidang Pola Asuh Otoriter Sumber: Data Penelitian, 2023 Berdasarkan Tabel 1. Diketahui bahwa terdapat beberapa kata kunci yang menjadi tren di tahun-tahun tertentu. Kata kunci yang menjadi tren, mayoritas berada di tahun 2018 dan 2019. Tren kata kunci tersebut dapat diketahui berdasarkan nilai occurrence di setiap kata kunci. Kata kunci-kata kunci di bidang Authoritarian Parenting Style tersebut menjadi tren di tahun 2013-2023 karena dipengaruhi beberapa faktor, seperti: a. Perkembangan usia remaja. Periode remaja merupakan masa yang penting dalam kehidupan seseorang. Pada masa ini setiap individu mengalami perubahan fisik, kognitif, emosional, hingga sosial yang signifikan. Perkembangan pada usia remaja dapat mempengaruhi kesejahteraan mental dan perilaku individu. Kematangan emosi anak usia remaja dapat dipengaruhi oleh pola asuh otoriter. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan bahwa El Hafiz, bahwa kesabaran dan pola asuh ibu yang otoriter terbukti dapat memberi dampak posistif bagi kematangan emosi anak. (El Hafiz & Almaududi, 2015) b. Tingginya kasus masalah kesejahteraan di kalangan remaja. Di tahun 2013-2023 banyak yang melakukan penelitian tersebut karena di tahun ini banyak terjadi permasalahan seperti perundungan, kecemasan berlebih, depresi, agresi, dan masalah kesejahteraan lainnya sering kali terjadi di usia remaja. Terdapat keterkaitan antara masalah kesejahteraan di kalangan remaja dengan pola asuh otoriter. Pola asuh otoriter terbukti berhubungan dengan perilaku perundungan. Sebesar 11% perilaku perundungan dibentuk oleh pola asuh otoriter. (Putri, 2018) c. Perubahan dalam budaya dan teknologi. Pada tahun 2013-2023, terjadi perubahan yang cepat dalam budaya dan teknologi. Perubahan ini dapat mempengaruhi cara remaja dalam berinterkasi, belajar, dan merasakan tekanan sosial. Semakin tinggi pola asuh otoriter orang tua, maka semakin tinggi perundungan siber yang dilakukan remaja. Perilaku perundungan yang dilakukan remaja laki-laki lebih tinggi jika dibandingkan dengan perundungan yang dilakukan oleh remaja perempuan. (Wahyuni, 2021) d. Pengembangan teori dan metode. Pada tahun 2013-2023, telah terjadi pengembangan dan metode penelitian baru, sehingga banyak penelitian mengenai kompleksitas perkembangan remaja yang berkaitan dengan emosinal, seperti self-esteem, perilaku agresif, dan kecemasan. Semakin tinggi pola suh otoriter maka semakin rendah kecerdasan emosionalnya dan semakin rendah pola asuh otoriter, maka semakin tinggi kecerdasan emosianalnya. (Maulidina, 2012) e. Masalah kesehatan mental. Pada tahun 2013-2023, banyak dilakukan penelitian mengenai kesehatan mental pada anak. Salah satu penyebab sehingga anak mengalami masalah kesehatan mental adalah orang tua yang menerapkan pola asuh yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan usia anak. Salah satu contohnya adalah orang tua yang menerapkan pola asuh otoriter pada usia 4-6 tahun. Idealnya, pada usia ini anak-anak dilatih untuk bisa mengekspresikan dirinya untuk dapat bersosialisasi dengan lingkungan dan orang lain. (Wida et al., 2022) Selain kata kunci yang menjadi tren, terdapat kata kunci yang sedikit muncul. Artinya, penelitian dengan kata kunci tersebut masih sedikit dilakukan. Kata kunci tersebut di antaranya adalah preschool child, aggressive behavior, social anxiety, parenting stress, dan pressure. Beberapa topik penelitian di atas, baik yang sudah banyak dilakukan maupun yang masih sedikit dilakukan, dapat menjadi acuan penelitian yang akan dilakukan selanjutnya di bidang Authoritarian Parenting Style. Topik-topik penelitian tersebut dapat dikaji lebih mendalam karena sangat mungkin terjadi perubahan seiring dengan berjalannya waktu. Keterbatasan Penelitian. Penelitian ini hanya menggunakan satu database, yaitu Scopus. Akan lebih baik jika dilakukan perbandingan dengan data yang diperoleh dari beberapa sumber seperti Google Scholar. Aplikasi yang digunakan untuk memetakan hanya VOSviewer. Akan lebih baik jika menggunakan beberapa aplikasi pemetaan untuk keberagaman visualiasasi. Selain itu, untuk informasi dan kajian yang lebih mendalam, akan lebih baik jika dilakukan diskusi dengan ahli di bidang psikologi, khsusunya authoritarian parenting style.

Conclusion

Publikasi ilmiah dengan subjek “authoritarian parenting style” pada pangkalan database scopus sebanyak 290 dokumen. Pada periode tahun 2013-2023 ditemukan 212 dokumen. Publikasi meningkat signifikan di tahun 2016-2029 dan 2021-2023. Tren tertinggi terjadi pada tahun 2023 dengan jumlah publikasi sebanyak 36 dokumen. Terdapat 4847 kata kunci, 176 di antaranya saling berhubungan dan dikelompokkan dalam 8 kluster. Hasilnya, terdapat 30 kata kunci yang menjadi tren dengan nilai occurrence minimal 30. Kata kunci tersebut di antaranya adalah adolescent, development, age, group, score, intervention, relation, girl, experience, mental health, Correlation, outcome, self esteem, boy, risk, dimension, theory, depression, aggression, self, belief, behaviour, month, higher level, anxiety, report, bullying, perfectionism, dan present study. Kata kunci tersebut menjadi tren disebabkan beberapa faktor, yaitu perkembangan usia remaja, tingginya masalah kesejahteraan di kalangan remaja, perubahan dalam budaya dan teknologi, pengembangan teori dan metode, serta masalah kesehatan mental. Selain kata kunci yang menjadi tren, terdapat kata kunci yang sedikit muncul atau sedikit dilakukan penelitian. Kata kunci tersebut di antaranya adalah preschool child, aggressive behavior, social anxiety, parenting stress, dan pressure. Topik penelitian dengan kata kunci yang sudah banyak muncul atau sedikit muncul direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya. Perlu dilakukan kajian mendalam dan berkelanjutan terkait topik dengan kata kunci-kata kunci tersebut.