Kembali
16
1
2022 Informatio: Journal of Library and Information Science Vol 2 · 1 ISSN 2775-0043

Kesiapan perpustakaan SMA Muhammdiyah 2 Bandar Lampung dalam pengembangan website E-Perpustakaan

Universitas Lampung; Universitas Lampung

Abstrak

Teknologi informasi di perpustakaan diaplikasikan untuk memenuhi kebutuhan pemustaka dalam memperoleh berbagai informasi secara cepat, tepat, dan akurat. Perpustakaan berbasis website merupakan salah satu bentuk dukungan teknologi informasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan informasi dan bahan perpustakaan, serta mengoptimalkan pekerjaan substantif kepustakawanan, mulai dari proses pengadaan, pengolahan, sirkulasi bahan pustaka, temu kembali, dan penyebaran informasi sehingga dalam pelaksanaanya diperlukan suatu kesiapan dari berbagai aspek agar sistem tersebut dapat berjalan secara optimal dalam memenuhi kebutuhan user. Tujuan yang akan dicapai dalam riset ini adalah untuk mengetahui kesiapan- kesiapan yang dilakukan oleh perpustakaan SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung dalam mengembangkan website E-Perpustakaan, serta untuk mengetahui faktor-faktor penghambat apa saja dalam pengembangan website E-Perpustakaan. Metode penulisan menggunakan data kualitatif–deskriptif serta teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kajian pustaka yang kemudian diolah dengan teknik analisis data. Hasil dari penulisan ini menunjukkan bahwa kesiapan yang dilakukan perpustakaan SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung dalam pengembangan website E Perpustakaan belum sepenuhnya maksimal, untuk dapat mengembangkan sebuah sistem website E Perpustakaan masih terdapat kendala-kendala seperti pustakawan yang berada di sana belum sepenuhnya mampu untuk mengembangkan serta mengoperasikan website E-Perpustakaan, masih kurangnya akses jaringan internet yang kurang memadai, serta masih kurang lengkapnya fitur-fitur menu yang terdapat pada website E-Perpustakaan sehingga masih perlunya pembenahan dalam mempersiapkan sistem otomasi pada perpustakaan SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung, seperti peningkatan sistem fitur menu, jaringan internet, dan sumber daya manusia agar proses pengembangannya lebih optimal.

Abstract

Information technology in libraries is applied to meet the needs of users in obtaining various information quickly, precisely, and accurately. A website-based library is one form of information technology support to optimize the use of library information and materials, as well as optimize the substantive work of librarianship, starting from the procurement, processing, circulation of library materials, retrieval and information dissemination. So that in its implementation, a readiness from various aspects is needed so that the system can run optimally in meeting user needs. The objectives to be achieved in this research are to find out the readiness of the Muhammadiyah 2 Senior High School library Bandar Lampung in developing the E-Library website, as well as to find out what inhibiting factors are in developing the E-Library website. The writing method uses qualitative-descriptive data and data collection techniques are carried out through observation, interviews, documentation, and literature review which are then processed by data analysis techniques. The results of this paper indicate that the readiness of the Muhammadiyah 2 Senior High School library Bandar Lampung in developing the E-Library website has not been fully maximized, to be able to develop a library automation system there are still obstacles such as the librarians who are there not yet fully able to develop and operate the website E-Libraries, there is still an inadequate internet network access, and the menu features on the E Library website are still incomplete. So there is still a need for improvement in preparing the automation system in the library of Muhammadiyah 2 Senior High School Bandar Lampung, such as improving the menu feature system, internet network, and human resources so that the development process is more optimal.
Keywords: Pengembangan website · E-Perpustakaan · Sistem otomasi · Perpustakan sekolah

Introduction

Pada era globalisasi saat ini tentunya membawa perubahan bagi kita sebagai masyarakat kedalam kehidupan yang menuntut segala sesuatu serba efektif dan efisien terutama pada hal kebutuhan informasi. Hal seperti ini tidak terlepas dengan adanya perkembangan dan kemajuan teknologi sistem informasi yang begitu cepat. Perkembangan teknologi informasi (TI) yang sangat cepat dalam waktu akhir-akhir ini telah membawa kita untuk hidup berdampingan dengan teknologi dan informasi itu sendiri. Teknologi kini telah menjadi sebuah kebutuhan primer bagi manusia, kemajuan teknologi informasi ini telah membawa perubahan mendasar dalam kehidupan manusia. Hampir pada setiap lembaga ataupun organisasi seperti perpustakaan saling berpacu untuk meningkatkan layanannya, sehingga perkembangan teknologi informasi yang cepat saat ini juga diikuti dan adaptasi oleh perpustakaan SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. Menurut Darmono (2004) "Perpustakaan sekolah sebagai salah satu sarana pendidikan penunjang yang diharapkan dapat menunjang kegiatan belajar siswa dan memegang peran yang sangat penting dalam mengacu tercapainya tujuan pendidikan di sekolah." Dalam Undang-undang No.43 Tahun 2007 Pasal 23 Tentang Perpustakaan, dinyatakan bahwa setiap sekolah yang menyelenggarakan perpustakaan harus memenuhi standar nasional perpustakaan dengan memperhatikan Standar Nasional Pendidikan. Menurut Hartono (2016) terkait tujuan perpustakaan sekolah, yaitu: a) memberikan layanan informasi yang memuaskan penggunanya, dan b) menunjang pencapaian visi dan misi badan/organisasi/instansi induknya. Selanjutnya untuk fungsi perpustakaan sekolah itu sendiri menurut Sumantri (2008) mengatakan perpustakaan itu tempatnya sebagai sumber informasi, penunjang pembelajaran siswa serta guru, dan sebagai tempat mencari sumber informasi serta rujukan dalam mengajar, dan tempat pengembangan minat baca untuk siswa. Perpustakaan sekolah harus dikelola dengan baik agar dapat memberikan pelayanan yang baik kepada anggota, petugas perpustakaan, dan pimpinan. Pelayanan yang baik tentunya dapat dilihat dan dirasakan pada kemudahan para anggota perpustakaan (pemustaka) dalam mendapatkan informasi yang cepat dan akurat. Jika pengolahan data, koleksi di perpustakaan masih dilakukan secara manual, maka tentunya akan terdapat beberapa kendala yang dihadapi baik bagi pemustaka dan pengelola perpustakaan diantaranya seperti lamanya pencarian koleksi buku karena belum adanya OPAC (Online Public Access Catalog), kesulitan pustakawan dalam mengelola data, peminjaman, dan pengembalian koleksi karena harus membuka catatan buku sehingga rentan terhadap kesalahan. Pustakawan juga kesulitan memeriksa buku-buku yang semakin banyak dan yang sudah tidak perlu digunakan lagi. Perubahan bentuk pengolahan data perpustakaan secara manual ke pengolahan data yang berbasis digital komputer menjadi solusi untuk mengatasi keterlambatan informasi dan kesulitan pengelolaan detail data koleksi buku-buku yang ada. Dengan perkembangan teknologi komunikasi data, perpustakaan sekolah dapat dibangun sebagai sistem informasi perpustakaan online berbasis web. Penerapan teknologi informasi di perpustakaan saat ini sudah menjadi sebuah ukuran untuk mengetahui tingkat kemajuan dari sebuah perpustakaan. Paradigma lama tentang perpustakaan dengan berbagai kerumitannya dalam melakukan pengelolaan perpustakaan harus dihapuskan dengan dikembangkannya perpustakaan berbasis teknologi informasi. Perpustakaan berbasis website merupakan suatu dukungan teknologi informasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan informasi dan bahan perpustakaan, serta mengoptimalkan pekerjaan substantif kepustakawanan, mulai dari proses pengadaan, pengolahan, sirkulasi bahan pustaka, temu kembali, dan penyebaran informasi. Teknologi informasi di perpustakaan diaplikasikan untuk memenuhi kebutuhan pemustaka dalam memperoleh berbagai informasi secara cepat, tepat, dan akurat. Sistem informasi perpustakaan berbasis website ini merupakan sistem informasi yang digunakan untuk membantu pustakawan untuk mengelola data, layanan, dan bahan pustaka perpustakaan menjadi informasi secara digital. Data-data perpustakaan mencakup antara lain data buku dan koleksi perpustakaan, data anggota perpustakaan, data peminjaman buku, data pengembalian buku, penginputan data buku, dan lain-lain. Dengan adanya sistem informasi perpustakaan berbasis website dapat membantu pustakawan lebih mudah dalam mengelola data perpustakaan dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pemustaka. Perpustakaan SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung sebelumnya dalam proses kegiatan pengelolaan, serta pelayanan, masih menggunakan sistem manual, namun pada saat masa pandemi COVID-19 saat ini perpustakaan SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung mulai menerapkan sebuah situs website bernama "E-Perpustakaan" yang berfungsi untuk mempermudah pustakawan dalam kegiatan pengelolaan, pelayanan, serta mempermudah akses bagi pemustaka dalam kegiatan peminjaman dan pengembalian bahan pustaka. E Perpustakaan dapat diakses oleh siswa/siswi SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung melalui halaman website https://perpus.smamuhabdl.sch.id. E-Perpustakaan (Electronic Library) adalah sebuah sistem perpustakaan yang menggunakan media elektronik dalam menyampaikan informasi dan sumber daya yang dimilikinya. Media elektronik yang digunakan ini secara luas bisa melalui komputer, smartphone, internet, web, dan lain-lain. E-Perpustakaan itu sendiri sebuah perangkat elektronik yang berbasis website yang dirancang sedemikian rupa oleh Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Memiliki fungsi menyimpan data koleksi buku, dan gambar dalam bentuk file elektronik dan didistribusikan dengan menggunakan protokol elektronik melalui jaringan komputer. Berdasarkan hasil observasi, ditemukan bahwa kondisi yang ada pada perpustakaan SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung pada saat ini sudah memulai tahap penerapan website E-Perpustakaan, tetapi proses penerapan belum sepenuhnya maksimal khususnya pada pengoperasiannya yang masih mengalami kesulitan dikarenakan tidak tersedianya jaringan internet yang memadai dalam mengakses website tersebut, dan kendala lainnya seperti pustakawan belum sepenuhnya memahami secara menyeluruh tentang fitur-fitur yang terdapat pada website E-Perpustakaan sehingga tujuan dari riset ini, yaitu untuk mengetahui bagaimana kesiapan dalam pengembangan website E-Perpustakaan di perpustakaan SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung dan untuk mengetahui faktor penghambat apa saja dalam kesiapan pengembangan website E-Perpustakaan di Perpustakaan SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. Pengertian Website Menurut Yuhefizar dalam Prayitno (2015) website adalah "keseluruhan halaman halaman web yang terdapat dari sebuah domain yang mengandung informasi". Selanjutnya Lukmanul (2004) memberikan pendapat bahwawebsite merupakan fasilitas internet yang menghubungkan dokumen dalam lingkup lokal maupun jarak jauh. Dokumen pada website disebut dengan web page dan link dalam website memungkinkan pengguna bisa berpindah dari satu page ke page lain (hypertext), baik diantara page yang disimpan dalam server yang sama maupun server di seluruh dunia. Pages diakses dan dibaca melalui browser seperti Netscape Navigator atau internet Explorer berbagai aplikasi browser lainnya. Secara umum situs web mempunyai fungsi sebagai berikut: 1. Fungsi Komunikasi Situs web yang mempunyai fungsi komunikasi pada umumnya adalah situs web dinamis. Karena dibuat menggunakan pemrograman web (server side) maka dilengkapi fasilitas yang memberikan fungsi-fungsi komunikasi, seperti web mall, form, contact, chatting form, dan yang lainnya. 2. Fungsi Informasi Situs web yang memiliki fungsi informasi pada umumnya lebih menekankan pada kualitas bagian kontennya, karena tujuan situs tersebut adalah menyampaikan isinya. Situs ini sebaiknya berisi teks dan grafik yang dapat diunduh dengan cepat. Pembatasan penggunaan animasi gambar dan elemen bergerak seperti shockwave dan Java diyakini sebagai langkah yang tepat, diganti dengan fasilitas yang memberikan fungsi informasi seperti news, profile company, library, reference, dll. 3. Fungsi Entertainment Situs web juga dapat memiliki fungsi entertainment/hiburan. Bila situs web kita berfungsi sebagai sarana hiburan maka penggunaan animasi gambar dan elemen bergerak dapat meningkatkan mutu presentasi desainnya, meski tetap harus mempertimbangkan kecepatan downloadnya. Beberapa fasilitas yang memberikan fungsi hiburan adalah game online, film online, musik online dan sebagainya. 4. Fungsi Transaksi Situs web dapat dijadikan sarana transaksi bisnis, baik barang, jasa, atau lainnya. Situs web ini menghubungkan perusahaan, konsumen, dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik. Pembayarannya bisa menggunakan kartu kredit, transfer, atau dengan membayar secara langsung. 5. Fungsi Pendidikan Situs website dapat dijadikan sarana pendidikan, seperti komunitas-komunitas yang membangun website khusus berisi informasi atau artikel, jurnal, yang syarat dengan informasi ilmiah. Menurut Sulistyo Basuki (1993) penerapan teknologi informasi dalam perpustakaan itu sangat penting, hal ini diketahui dari pernyataannya bahwa teknologi itu penting untuk perpustakaan karena memiliki konsep proses atau hasil dengan menggunakan campur tangan mesin dan manusia. Selain itu Supriyanto (2008) juga memberikan pendapat tentang fungsi dari teknologi informasi di perpustakaan diantaranya dapat memberikan akses layanan jarak jauh bagi pemustaka, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pemustaka tanpa dibatasi oleh jarak karena dapat diakses secara mudah.

Method

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif–deskriptif. Menurut Sukmadinata (2006): "Penelitian deskriptif merupakan suatu bentuk penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia. Fenomena itu sendiri dapat berupa bentuk, aktivitas, perubahan, karakteristik, hubungan kesamaan, dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena lainnya." Mengingat terdapatnya variabel yang membutuhkan interpretasi untuk mengetahui secara langsung terhadap informan, pendekatan kualitatif-deskriptif dipandang lebih tepat dalam penelitian ini, karena berkaitan dengan tujuan penelitian yang ingin menggambarkan kajian kegiatan persiapan penerapan website E-Perpustakaan di perpustakaan SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, kajian pustaka, wawancara dengan kepala sekolah, pustakawan SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. Selanjutnya data dianalisis dengan mereduksi data sehingga didapatkan hasil dan kesimpulan yang relevan.

Result & Discussion

a. Kesiapan Perpustakaan SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung dalam Pengembangan Website E-Perpustakaan Berdasarkan hasil observasi dan yang ditemukan di lapangan, persiapan-persiapan yang dilakukan pihak perpustakaan dalam proses pembuatan website E-Perpustakaan terdapat beberapa tahapan-tahapan diantaranya, yaitu membuat desain website untuk dapat mendesain fitur-fitur menu yang terdapat pada website E-Perpustakaan, membuat bahasa pemrograman untuk dapat menginstruksikan perangkat lunak pada komputer, membuat subdomain untuk membuat halaman link pada website, dan tahapan yang terakhir, yaitu menyiapkan hosting sebagai tempat penyimpanan data-data file pada website. Persiapan persiapan yang dilakukan pihak perpustakaan SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung dalam proses pengembangan sistem otomasi E-Perpustakaan diantaranya harus mempersiapkan tenaga teknis teknisi yang handal untuk dapat mengembangkan sebuah sistem otomasi di perpustakaan yang bertindak sebagai operator. Kemudian dilihat dari segi aspek kesiapan SDM yang dimiliki, yaitu 2 tenaga perpustakaan yang salah satunya menjabat sebagai kepala perpustakaan dan satunya lagi sebagai staf perpustakaan dan keduanya tidak memiliki kualifikasi pendidikan bidang ilmu perpustakaan sehingga untuk dapat mengembangkan website E-Perpustakaan Kepala Perpustakaan meminta pihak IT SMA Muhammadiyah untuk dapat membantu dalam proses pengembangannya. Tahapan selanjutnya menyiapkan (hardware) untuk proses pengembangannya diantaranya menyiapkan CPU, Monitor, Keyboard, Mouse, RAM, Hardisk, Printer, dan Speaker. Jenis (software) yang dikembangkan pada sistem otomasi di perpustakaan SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung, yaitu E-Perpustakaan (electronic library) yang merupakan sebuah sistem perpustakaan yang menggunakan media elektronik dalam menyampaikan informasi, dan didistribusikan dengan menggunakan protocol electronic melalui jaringan komputer. Kemudian untuk tahap pengoperasian, pihak perpustakaan SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung menyiapkan jaringan WiFi serta buku panduan tata cara untuk dapat mengoperasikan website E-Perpustakaan. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Informan Febrenna Aragusta terkait proses pengembangan sistem otomasi E-Perpustakaan pada perpustakaan SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung, yang menyatakan bahwa: "Website E-Perpustakaan merupakan rancangan dari mahasiswa KKN dari Institut Teknologi Sumatera yang sudah mereka rancang sesuai dengan kebutuhan yang kami minta, persiapan-persiapan yang kami terapkan dalam proses pengembangannya website E-Perpustakaan diantaranya menyiapkan perangkat komputer untuk dapat mengembangkan website E-Perpustakaan, pada tahap proses pengembangannya kami meminta pihak IT SMA Muhammadiyah untuk dapat mengembangkan website E-Perpustakaan." (Febreena, 12 Juni 2021). Pandangan Febrenna Aragusta diatas sesuai dengan komponen-komponen sistem otomasi perpustakaan dan diperkuat dengan Arif (2003) yang mengatakan bahwa "sebuah sistem otomasi perpustakaan umumnya terdiri dari tiga bagian, yaitu pangkalan data, user/pengguna, dan perangkat otomasi untuk dapat mengembangkannya." Penerapan website E-Perpustakaan dapat mempermudah proses pelayanan serta pengolahan bahan pustaka yang berada di perpustakaan SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung, yang sebelumnya pada proses pelayanan serta pengolahan masih menggunakan sistem manual, dengan di kembangkannya website E-Perpustakaan ini dapat membantu mempercepat proses kegiatan pelayanan serta pengolahan bahan pustaka yang berada di perpustakaan SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. Manfaat otomasi perpustakaan menurut Lasa Hs (2001) diantaranya yaitu: 1) Meningkatkan layanan perpustakaan. 2) Memenuhi kebutuhan masyarakat dalam memperoleh informasi yang cepat. 3) Lebih efisien. 4) Membantu validitas data. 5) Mempermudah akses penelusuran informasi. 6) Meningkatkan citra perpustakaan dalam adaptasi perkembangan TIK 7) Memudahkan pengolahan kembali untuk kepentingan proses penelitian. Seperti yang diketahui melalui wawancara yang dengan informan Febrenna Aragusta terkait manfaat apa yang di dapatkan dengan di terapkan website E-Perpustakaan, informan menyatakan bahwa: "Manfaat yang kami dapatkan dengan diterapkannya website E-Perpustakaan dapat membantu meningkatkan proses pelayanan yang berada di perpustakaan SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung, serta memudahkan pengguna yang ingin mencari koleksi bisa langsung mengakses website E Perpustakaan untuk mencari koleksi yang mereka butuhkan yang sudah di lengkapi keterangan nomor kelas, serta nomor rak buku, yang di cari sehingga mempermudah mereka menemukan koleksi yang mereka butuhkan. Serta membantu efisiensi kinerja pustakawan yang berada di perpustakaan SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung." (Febreena, 12 Juni 2021). Selanjutnya dari hasil observasi yang ditemukan di lapangan terdapat keunggulan pada sistem otomasi E-Perpustakaan, yaitu dalam proses pengoperasiannya cukup mudah, tidak membutuhkan ruang khusus, dan pengguna dapat mengaksesnya dimanapun dan kapanpun. Dalam proses pengembangan website E-Perpustakaan belum sepenuhnya maksimal karena masih terdapatnya kendala-kendala dalam proses pengembangannya untuk saat ini pihak perpustakaan belum dapat mempromosikan layanan website E Perpustakaan kepada pengguna. Agar dapat mengaksesnya, siswa langsung dapat mengunjungi halaman website https://perpus.smamuhabdl.sch.id. b. Faktor-Faktor Penghambat dalam Pengembangan Website E-Perpustakaan di Perpustakaan SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung 1. Kurangnya Sumber Daya Manusia yang Berkompeten. Seperti yang kita ketahui, dalam membangun sebuah sistem otomasi perpustakaan terdapat unsur-unsur untuk dapat mengembangkan sebuah sistem otomasi tersebut adapun unsur utamanya, yaitu SDM/pengguna. Untuk dapat membangun sebuah sistem otomasi perpustakaan dibutuhkan teknisi yang handal untuk dapat mengembangkan sistem otomasi tersebut sehingga dilihat dari unsur utama dalam mengembangkan sebuah sistem otomasi, perpustakaan SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung belum dapat memenuhi kriteria untuk dapat mengembangkan sebuah sistem otomasi pada perpustakaan. Dikarenakan pustakawan yang berada di perpustakaan SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung bukan ahli didalam bidang ilmu perpustakaan sehingga belum mengetahui bagaimana cara mengembangkan serta mengoperasikan website E-Perpustakaan tersebut. Hal tersebut menjadi salah satu faktor penghambat dalam proses pengembangan website E-Perpustakaan di perpustakaan SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. 2. Tidak Tersedianya Akses Jaringan Internet. Dalam membangun sebuah sistem otomasi perpustakaan diperlukan akses jaringan internet yang memadai untuk dapat mengembangkan sistem otomasi tersebut. Pada proses tahap pengembangan website E-Perpustakaan pada perpustakaan SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung masih mengalami kesulitan dikarenakan dalam proses pengembangannya pihak perpustakaan hanya mengandalkan jaringan WiFi sekolah yang akses internetnya kurang memadai untuk dapat mengembangkan, serta mengoperasikan website tersebut sehingga menyebabkan belum maksimalnya proses pengembangan website E-Perpustakaan pada perpustakaan SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. c. Solusi Mengatasi Hambatan dalam Pengembangan Website E-Perpustakaan 1. Perlunya melakukan pemasangan jaringan WiFi pada perpustakaan. Dengan melakukan pemasangan jaringan WiFi pada perpustakaan SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung, dapat mempercepat dalam proses pengembangan website E-Perpustakaan. 2. Perlunya melakukan pembinaan atau pelatihan kepada pustakawan. Pustakawan yang berada di Perpustakaan SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung tidak memiliki kualifikasi dalam bidang ilmu perpustakaan, sehingga perlunya melakukan pelatihan kepada pustakawan yang belum memahami bagaimana cara pengoperasian fitur-fitur yang terdapat di E-Perpustakaan. Solusi yang dapat dilakukan pihak perpustakaan dapat melakukan pelatihan kepada pustakawan, dengan cara melakukan pembinaan/pelatihan kepada pustakawan dan menjelaskan bagaimana cara pengoperasianya serta fitur-fitur menu apa saja yang terdapat pada website E-Perpustakaan, tentunya didukung dengan narasumber/pelatih yang berkompeten di bidangnya, sehingga dalam proses pengembangan website E-Perpustakaan kedepannya bisa berjalan dengan efektif.

Conclusion

Berdasarkan kesiapan-kesiapan dalam proses pengembangan website E-Perpustakaan SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung, unsur-unsur dalam membangun sebuah website E-Perpustakaan masih belum sepenuhnya siap dikarenakan masih terdapatnya hambatan dalam proses pengembangannya diantaranya pustakawan yang berada di sana belum ahli dalam bidang ilmu perpustakaan sehingga belum mampu untuk dapat menerapkan serta mengoperasikan website, serta belum tersedianya akses jaringan internet yang memadai sehingga menyebabkan belum maksimalnya proses pengembangan website E-Perpustakaan. Website E-Perpustakaan memiliki 5 fitur menu dan dengan dikembangkannya website ini dapat membantu proses pelayanan yang berada di Perpustakaan. Tetapi masih ada beberapa kekurangan yang terdapat pada website E-Perpustakaan tersebut, yaitu masih kurang lengkapnya fitur-fitur yang terdapat pada website E-Perpustakaan seperti tidak terdapatnya menu bibliografi pada website, sehingga dalam proses pengolahan bahan pustaka untuk proses pemasangan atribut seperti label, dan call number pada punggung buku pustakawan masih harus mengentri kembali data bibliografi menggunakan laptop untuk dapat membuat label serta call number pada punggung buku.