Kembali
16
1
2022 Informatio: Journal of Library and Information Science Vol 2 · 2 ISSN 2775-0043

Penyebaran Informasi wisata kuliner pada Instagram @Bogoreatery di Kota Bogor

Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran

Abstrak

Akun Instagram @Bogoreatery memanfaatkan media sosial sebagai media penyebaran informasi dalam bidang kuliner yang telah memiliki banyak pengikut. Distribusi informasi pada media sosial Instagram memiliki target dan metode tersendiri yang perlu diteliti agar informasi dapat disajikan secara efektif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana penyebaran informasi kuliner di Kota bogor pada tahap sharing, optimize, manage, dan engage yang dilakukan akun Instagram @Bogoreatery. Pada kasus ini, peneliti akan menjadikan akun Instagram @Bogoreatery sebagai objek penelitian. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, akun @Bogoreatery melakukan tahap sharing dengan membuat konten informasi, tahap optimize dilakukan dengan analisis waktu penyebaran informasi, tahap manage dengan membuat tim yang memiliki tugasnya masing-masing, serta tahap engage dilakukan dengan melakukan kerjasama dengan akun Instagram lainnya. Analisis yang dilakukan memberikan hasil bahwa para pengguna akun Instagram @Bogoreatery tersebut mendapatkan informasi dan juga manfaat dari akun Instagram @Bogoreatery tersebut. Kemudian akun tersebut juga mengelola sangat baik mengenai informasi wisata kuliner yang ada di Kota bogor. Hadirnya akun Instagram @Bogoreatery mampu menghadirkan dampak positif untuk berbagai pihak, yaitu antara pemilik usaha kuliner yang terbantu dalam melakukan promosi dan begitupun dengan pencari informasi atau wisatawan yang berkunjung ke Kota Bogor.

Abstract

The @Bogoreatry Instagram account utilizes social media to disseminate information in the culinary field, which already has many followers. Information distribution on Instagram social media has its targets and methods that need to be studied to present information effectively. This study aimed to discover how the Instagram account @Bogoreatry disseminated culinary information at the sharing, optimization, management, and engagement stages. In this case, the researcher would make the @Bogoreatry Instagram account the research object. The research method used case studies with a qualitative approach. Based on the study results, the @Bogoreatry account created the sharing stage by creating informative content. The optimize stage was carried out by analyzing the time of information dissemination, the managed stage was by creating teams that have their respective duties, and the engage stage was performed by collaborating with other accounts. The analysis result showed that the users of the @Bogoreatry Instagram account got information and benefited from the @Bogoreatry account. Then the account also managed very well information on culinary tourism in Bogor city. The presence of the Instagram account @Bogoreatry can positively impact various parties, namely between culinary business owners who are assisted in carrying out promotions and likewise with information seekers or tourists visiting Bogor city.
Keywords: Penyebaran informasi · Instagram · Kuliner

Introduction

Keterikatan manusia di era saat ini terhadap teknologi adalah suatu hal yang tak dapat kita pungkiri. Pasalnya, hampir seluruh aspek kehidupan manusia terdapat teknologi didalamnya bertujuan untuk mempermudah kegiatan kehidupan manusia itu sendiri. Salah satu dampak yang dirasakan oleh adanya teknologi ini yaitu pada aspek informasi atau teknologi informasi. Tentu terdapat suatu harapan daripada adanya perkembangan teknologi di bidang informasi ini, yaitu untuk mempermudah penyebaran informasi serta dapat membantu untuk mengolah suatu informasi yang berkualitas (Zuhri & Christiani, 2018). Informasi berkualitas artinya informasi yang relevan, akurat, dan tepat waktu yang dipakai dalam keperluan bisnis, pribadi, pemerintahan, dan merupakan informasi yang strategis guna pengambilan keputusan (Murti & Winoto, 2018). Terdapat suatu produk hasil dari perkembangan teknologi informasi, yaitu media sosial. Berdasarkan data Hootsuite (we are social): Indonesian digital report 2021 yang dipaparkan oleh Riyanto (2021), bahwa pengguna internet di negara Indonesia mencapai angka 202.6 juta dengan persentase pengguna media sosial 61.8% dari keseluruhan pengguna internet di Indonesia. Di negara ini media sosial tertinggi penggunanya yaitu Youtube dengan angka 93.8%, kemudian dibawahnya ada WhatsApp dengan angka 87.8%, dan ketiga ada Instagram dengan angka 86.6%. Berdasarkan sumber data yang sama juga bahwa pengguna Instagram di tahun ini sebanyak 85 juta pengguna. Angka ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu bertambah 9% atau bertambah kurang lebih 7 juta pengguna (Ruyadi, Winoto, & Komariah, 2017). Hal ini menyatakan bahwa media sosial sangat dibutuhkan pada era saat ini. Media sosial Instagram pada mulanya memiliki esensi sebagai akun yang bersifat personal. Namun, dengan adanya perkembangan dari waktu ke waktu maka esensi Instagram dapat dijadikan juga sebagai wadah untuk mempromosikan bisnis atau dijadikan sebagai media sosial untuk berbisnis oleh para pelaku pasar yang menganggap hal ini dapat dijadikan suatu peluang untuk melakukan promosi (Aryani & Murtiariyati, 2022). dengan adanya berbagai fitur yang terus dikembangkan, para pelaku usaha dapat mengeluarkan kreativitasnya untuk memasarkan produk. Sebagaimana juga yang diungkapkan oleh Putri (2013) Instagram saat ini dapat dijadikan sebagai suatu wadah media promosi, di sisi lain media sosial ini juga dapat memberikan banyak peluang bisnis setelah menjadi media sosial yang diminati banyak para penggunanya. Peluang pemanfaatan media sosial digunakan oleh akun Instagram @Bogoreatery yang berbasis sebagai akun media informasi destinasi wisata kuliner di Bogor. Meninjau dari antusias orang-orang sebagai pengikut akun tersebut, penyebaran informasi dapat dikatakan menjangkau banyak orang yang memerlukan informasi tersebut. Informasi yang diberikan oleh akun Instagram @Bogoreatery berpengaruh pada pengambilan keputusan kuliner. Oleh sebab itu penting untuk mengkaji mengenai literasi informasi terkait pencarian informasi terhadap pengambilan keputusan kuliner. Peneliti memutuskan melakukan pemilihan akun Instagram @Bogoreatery sebagai objek penelitian karena akun tersebut aktif dalam melakukan pengunggahan konten. Setidaknya dalam sehari akun Instagram @Bogoreatery dapat mengunggah 2-3 konten, baik berupa foto atau video. Akun Instagram @Bogoreatery menjadi akun informasi seputar kuliner terbesar di Bogor dengan jumlah pengikut lebih dari 200 ribu. Meskipun terdapat pula akun lainnya, yaitu @Visitbogor dengan jumlah pengikut yang lebih besar, yaitu 414 ribu namun akun tersebut tidak berfokus terhadap informasi kuliner, melainkan memperluas penyebaran informasi dalam bidang destinasi wisata. Peneliti memilih berfokus terhadap informasi kuliner sehingga akun @Bogoreatery yang menjadi pilihan penulis sebagai objek penelitian. Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa akun @Bogoreatery memanfaatkan media sosial Instagram sebagai media sharing atau penyebaran informasi kuliner di Kota/Kabupaten Bogor. Menurut Nasrullah (2015) media sosial merupakan medium di internet yang membuat pengguna dapat merepresentasikan dirinya maupun melakukan interaksi, kerja sama, berbagi, dan melakukan komunikasi terhadap pengguna lain membentuk ikatan sosial secara virtual. Penyebaran (sharing) informasi merupakan salah satu karakter dari media sosial. Terdapat argumentasi mengenai alasan karakter penyebaran menjadi begitu penting dalam media sosial (Utari & Rumyeni, 2017). Pada media sosial, terdapat tiga bentuk yang merujuk pada makna bersosial antara lain pengenalan (cognition), komunikasi (communicate), serta kerjasama (cooperation) (Mahmudah & Rahayu, 2020). Perilaku pencari informasi adalah ketika seseorang melakukan sebuah usaha untuk mendapatkan informasi yang diinginkannya. Selain itu keinginan seseorang untuk menambah informasi terkait sesuatu yang sedang diinginkannya pun merupakan penyebab terjadinya perilaku pencarian informasi (Sitorus, Winoto, & Rodiah, 2020). Perilaku pencarian informasi dari setiap orang pasti akan berbeda mengikuti dengan kebutuhan informasi dari setiap orang yang juga pasti berbeda. Perilaku pencarian informasi ditandai dengan terjadinya interaksi antara pencari informasi dengan unit informasi baik formal maupun non formal, bahkan perilaku pencarian informasi bisa sampai ke perorangan. Perilaku pencarian informasi dipengaruhi oleh latar belakang, pekerjaan yang sedang dilakukan dan juga kondisi lingkungan (Hafidzan, Yusup, & Rodiah, 2021). Ketika seseorang memutuskan menggunakan suatu sistem informasi atau aplikasi, maka tanpa disadari ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam menggunakannya. Di antaranya adalah nilai guna atau kebermanfaatan aplikasi tersebut, serta seberapa mudahnya aplikasi tersebut dioperasikan. Jika suatu aplikasi dinilai memberikan manfaat dan dapat dioperasikan dengan mudah, tentunya seseorang tak akan berpikir dua kali untuk menggunakan aplikasi tersebut. Sebaliknya, jika suatu aplikasi tidak bisa beroperasi sesuai dengan fungsinya dan tak memberikan manfaat kepada penggunanya, serta sulit untuk dioperasikan maka pengguna akan kehilangan minat dalam menggunakan aplikasi tersebut (Rizkyana, Lusiana, & Saepudin, 2021). Peneliti menggunakan teori dari Regina Luttrell (2015) yaitu The Circular Model of Some, teori yang menjelaskan bahwa terdapat beberapa tahapan yang perlu diperhatikan dalam mengelola media sosial antara lain sharing, optimize, manage, dan engage. Setiap tahapan tersebut memiliki peran esensial dalam keberlangsungan penyebaran informasi yang dilakukan oleh suatu akun Instagram (Setiadi, 2014). Pertama, dalam tahap sharing membicarakan informasi mengenai kuliner di Kota Bogor dengan efektif dan efisien disampaikan terhadap publik atau pencari informasi sehingga pencari informasi akan mendapatkan informasi yang bernilai dan tepat sasaran. Pada tahap share ini tidak sebatas menyampaikan informasi saja namun akun @Bogoreatery juga mencari sumber-sumber informasi yang kemudian menjadi wadah informasi terhadap khalayak luas. Tahap kedua yaitu optimize, tahap ini akan berbicara mengenai optimalisasi yang dilakukan akun Instagram tersebut ketika melakukan penyebaran informasi. Akun Instagram memiliki algoritma-algoritma tertentu yang akan berpengaruh terhadap efektivitas pembagian informasi didalamnya. Pada platform Instagram terdapat waktu-waktu tertentu yang lebih efektif dalam berbagi informasi. Maka pada tahap ini peneliti ingin mengetahui kiat-kiat akun tersebut untuk secara efektif dapat mengoptimalisasikan penyebaran informasinya. Ketiga, yaitu tahap manage, pada tahap ini berbicara mengenai pengelolaan atau pengaturan sumber-sumber informasi akun Instagram @Bogoreatery yang nantinya akan disampaikan kepada publik atau pencari informasi. Tidak hanya sebatas mengenai pengelolaan informasi saja, tahap ini juga akan berbicara tentang penunjang akun @Bogoreatery agar dapat berjalan secara maksimal, seperti ada atau tidaknya pihak lain yang mengatur serta mengelola akun tersebut, cara serta proses akun @Bogoreatery dapat menjalin kerjasama dengan berbagai pihak atau mitra, dan lain sebagainya. Kemudian yang terakhir adalah engage, dalam tahap ini akan berbicara mengenai cara pihak akun @Bogoreatery dalam mengembangkan akunnya tersebut agar dikenal secara luas oleh publik. Pada hal ini juga akan membahas tentang kiat-kiat yang dilakukan agar mendapatkan banyak pengikut dalam akunnya tersebut. Sebagai upaya meningkatkan performa akun pada Instagram, dapat digunakan fitur promosi berbayar yang telah disediakan oleh pihak Instagram, menggunakan jasa tokoh publik dalam melakukan promosi akun, atau secara alami dengan cara konsisten membagikan konten pada Instagram. Sebelumnya Rosini and Nurningsih (2018) juga meneliti tentang pemanfaatan media sosial untuk pencarian dan komunikasi informasi kesehatan yang bertujuan mengetahui pemanfaatan media sosial berdasarkan perilaku pencarian informasi kesehatan dan penyebaran informasi. Penelitian ini mengkaji hal sama mengenai pemanfaatan media sosial untuk pencarian informasi, namun memiliki objek penelitian berbeda, yaitu meneliti tentang informasi kesehatan sedangkan penelitian ini mengenai informasi wisata kuliner. Lalu penelitian juga dilakukan oleh Ramdhani, Prijana, and Rodiah (2017) mengenai hubungan perilaku pencarian informasi dengan penggunaan LINE Dakwah Islam yang bertujuan mengetahui hubungan perilaku pencarian informasi anggota Syamil UNPAD melalui penggunaan akun LINE Dakwah Islam. Penelitian kedua memiliki kesamaan dalam mengkaji perihal perilaku pencarian informasi berbasis media sosial, dengan perbedaan objek akun yang diteliti yaitu menggunakan LINE Dakwah Islam sedangkan penelitian yang akan dilakukan meneliti akun Instagram @Bogoreatery. Penelitian ini akan mengkaji tentang penyebaran informasi pada Instagram @Bogoreatery, sebagai salah satu sumber informasi digital paling banyak pengikutnya mengenai destinasi wisata kuliner di Bogor. Tujuan penelitian ini yaitu ingin mencari tahu bagaimana penyebaran informasi kuliner di Kota Bogor pada tahap sharing, optimize, manage, dan engage yang dilakukan akun Instagram @Bogoreatery. Kemudian mengenai pemanfaatan pada aspek penyebaran informasi yang dilakukan dalam akun media sosial Instagram yaitu @Bogoreatery yang bertujuan sebagai suatu platform media penyebaran informasi tentang kuliner yang berada di area Kota atau Kabupaten Bogor.

Method

Penelitian ini menggunakan metode studi kasus melalui pendekatan kualitatif. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Aminah and Roikan (2019) yang menyebutkan bahwasannya pendekatan kualitatif dapat disebut juga sebagai case study, yaitu penelitian secara mendalam mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan subjek penelitian. Pendekatan studi kasus diperlukan untuk menemukan fakta-fakta pada subjek dan objek penelitian hingga menghasilkan suatu informasi (Simanjuntak & Sorsodihardjo, 2014). Subjek yang diambil dalam penelitian ini yaitu informan yang dapat dimintai keterangan yang berkaitan dengan penelitian. Penentuan informan sebagai sumber data dilakukan dengan purposive sampling, yaitu pemilihan atas dasar pertimbangan dan tujuan tertentu (Nugrahani, 2014). Informan yang menjadi subjek pada penelitian ini yaitu pemilik tempat kuliner yang tempat usahanya pernah diunggah menjadi konten pada akun @Bogoreatery dan pengikut akun Instagram @Bogoreatery. Objek utama pada penelitian ini adalah pemanfaatan akun media sosial Instagram @Bogoreatery dalam melakukan penyebaran informasi seputar kuliner di Kota Bogor. Adapun pemilihan objek pada penelitian ini disebabkan Kota Bogor mengalami peningkatan pesat oleh wisatawan yang memiliki dampak bertumbuhnya wisata-wisata kuliner di Kota Bogor. Kemudian dengan adanya pertumbuhan wisata kuliner di Kota Bogor, maka sudah seharusnya terdapat wadah yang mampu memberikan informasi kuliner agar memudahkan para wisatawan mencari dan melakukan pengambilan keputusan kuliner. Selain data primer tersebut, peneliti akan menggunakan studi pustaka dengan menelusuri buku, jurnal ilmiah, dan atau penelitian terdahulu yang memiliki hubungan dengan penelitian ini untuk mendapatkan data sekunder. Setelah proses pengumpulan, kemudian data yang dihasilkan akan dianalisis dan diuraikan (Pujosuwarno, 1992). Pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipasi pasif dengan mengamati objek penelitian, tetapi tidak terlibat dalam kegiatan yang dilakukan (Saebani, 2015). Data penelitian akan dikumpulkan dengan melalui metode wawancara mendalam secara individual dalam situasi satu lawan satu dengan orang yang memberi data maupun informasi. Orang tersebut dipilih dengan pertimbangan serta kriteria tertentu yang dapat melengkapi kekosongan data pada penelitian yang sedang dilakukan peneliti. Sebelum melakukan wawancara, peneliti telah menyiapkan terlebih dahulu daftar pertanyaan atau topik tertentu yang sesuai dengan penelitian. Terakhir dengan menggunakan metode studi pustaka adalah menyelidiki atau mencari data yang terdapat dari benda-benda tertulis seperti buku, majalah, dokumen, undang-undang atau peraturan (Arikunto, 2002). Penelitian ini melakukan studi pustaka bertujuan untuk memperkaya data dalam penelitian. Studi pustaka dilakukan untuk membantu dalam menganalisis data. Teknik Analisis data yang dilakukan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, secara induktif berasal dari berbagai data yang telah diperoleh. Data yang telah dikumpulkan dari hasil wawancara, catatan observasi, dan dokumentasi akan disusun secara sistematis dengan mengorganisasikan data dalam kategori, melakukan sintesis, menyusun ke dalam pola, memilih yang penting untuk ditinjau, serta membuat kesimpulan hingga dapat disajikan sebagai informasi baru.

Result & Discussion

Penyebaran Informasi kuliner pada akun Instagram @Bogoreatery ini merupakan akun digital di Instagram yang paling banyak pengikutnya dan dapat dikatakan akun terbesar untuk melakukan penyebaran informasi mengenai kuliner yang ada pada Kota Bogor. Penyebaran informasi secara teori adalah penyebaran pesan yang berupa fakta (data yang sesuai kenyataan). Setelah peneliti melakukan proses observasi dan wawancara dengan cermat terhadap akun Instagram @Bogoreatery, berdasarkan teori dari Regina Luttrell (2015) yaitu The Circular Model of Some. Begitupun dengan manfaat yang dirasakan oleh pemilik usaha kuliner yang pernah masuk ke dalam konten akun @Bogoreatery. Pertama melalui tahap sharing informasi yang dilakukan akun Instagram @Bogoreatery yaitu dengan cara membuat konten untuk dibagikan terhadap pencari informasi beserta pengikutnya. Konten informasi yang dibagikan dapat berupa foto dan video melalui fitur Instagram feeds, Instagram story, maupun Instagram reels. Konten-konten tersebut diperoleh oleh akun Instagram @Bogoreatery dengan cara adanya pengajuan dari suatu tempat kuliner agar tempat usahanya tersebut dapat menjadi konten dalam akunnya tersebut. Selain melalui cara pengajuan, akun @Bogoreatery juga rutin dalam mencari sumber konten secara mandiri yaitu dengan cara melakukan eksplorasi terkait kuliner-kuliner di Kota Bogor supaya dapat menjadi konten di dalam akunnya. Oleh sebab akun Instagram @Bogoreatery saat ini sudah cukup besar, maka diperlukan adanya konten secara konsisten yang dapat diberikan terhadap pengikutnya. Informasi atau konten yang dibagikan oleh @Bogoreatery biasanya berupa foto dan video. Foto tersebut meliputi tempat kuliner itu sendiri, menu, makanan serta minuman, dan beberapa penunjang lainnya yang layak dijadikan sebagai konten. Pemilihan konten dalam akun @Bogoreatery tidak memiliki fokus tertentu dalam memberikan penyebaran informasi. Maksudnya disini akun Instagram @Bogoreatery secara general atau umum membagikan konten mengenai kuliner tanpa ada fokus tertentu seperti fokus terhadap suatu kuliner khas Bogor dan sebagainya. Kuliner yang dijadikan konten dalam akun @Bogoreatery yaitu mulai dari jajanan kaki lima sampai kuliner seperti restoran atau kafe. Terkait alasan mengapa Instagram dipilih oleh pihak @Bogoreatery lantaran animo masyarakat terhadap media sosial Instagram khususnya warga kota Bogor. Hal ini selaras dengan kondisi Kota Bogor yang diwarnai aneka ragam wisata kuliner sehingga Instagram dipilih sebagai media sosial dalam memanfaatkan kegiatan penyebaran informasi oleh @Bogoreatery. Pemanfaatan yang dilakukan media sosial Instagram @Bogoreatery dalam melakukan penyebaran informasi kuliner di Kota Bogor yaitu dengan cara melakukan review terhadap kuliner-kuliner yang berada di Kota Bogor. Setiap tahunnya Kota Bogor mengalami peningkatan wisatawan. Wisata kuliner sendiri di Kota Bogor berkembang begitu pesat seiring dengan pertumbuhan wisatawan masuk ke Kota Bogor (Mulyana, 2012). Perlu diketahui juga bahwa animo wisatawan dalam berkunjung ke Kota Bogor juga cukup tinggi salah satunya disebabkan oleh faktor kuliner (Mutiara & Firmansyah, 2018). Adapun target informasi ini tidak hanya berfokus terhadap wisatawan luar, melainkan warga lokal pun menjadi target informasi oleh penyebaran yang dilakukan @Bogoreatery. Dengan dilakukannya review seputar kuliner, akan menjadi suatu pertimbangan bagi pencari informasi atau followers akun @Bogoreatery untuk mencoba mengunjungi tempat yang dijadikan konten tersebut. Orang-orang dapat menyesuaikan diri untuk mengunjungi suatu tempat kuliner. Penyesuaian tersebut dapat berupa penyesuaian selera makanan atau minuman, harga atau budget, akses ke lokasi, dan sebagainya. Banyak sekali manfaat yang dapat dirasakan oleh banyak orang karena informasi seperti ini akan memudahkan pencari informasi untuk menemukan informasi yang sesuai dengan kebutuhannya. Sesuai yang dikatakan oleh salah satu pengikut akun @Bogoreatery: “Menurut aku akun @Bogoreatery ngebantu banget, sih. Kalau lagi bingung mau jajan apa, langsung nyari dari akun @Bogoreatery… Enak, bisa milih sendiri mau kemana nyesuain sama jauhnya atau sama isi dompet” (S. Farasya, wawancara, 2 Februari 2022). Kedua yaitu optimize atau optimalisasi. Optimalisasi pada akun Instagram @Bogoreatery akan berbicara mengenai kiat-kiat akun tersebut agar mampu melakukan pemanfaatan pada media sosial Instagram secara efektif dalam memberikan penyebaran informasi terhadap pencari informasi. Berdasarkan pengamatan peneliti, akun @Bogoreatery dalam membagikan konten setidaknya sekitar satu konten atau postingan pada setiap harinya. Namun, ada sedikit perbedaan ketika membagikan konten di hari-hari libur seperti tanggal merah dan weekend yang dimana biasanya akun @Bogoreatery membagikan konten yang lebih banyak dari hari biasa yaitu bisa mencapai dua sampai tiga postingan per harinya. Hal ini dilakukan karena pertimbangan terkait waktu ideal pengguna media sosial Instagram aktif dalam menggunakan Instagram. Akun Instagram @Bogoreatery mempertimbangkan waktu-waktu ideal tersebut agar informasi yang disampaikan dapat secara efektif tersampaikan kepada pengguna Instagram beserta pengikutnya. Pada hari biasa konten yang dibagikan hanya satu per harinya. Selain itu, ada jam-jam tertentu yang dilakukan akun Instagram @Bogoreatery dalam membagikan kontennya. Biasanya pada hari biasa konten yang dibagikan yaitu pada siang hari dengan tujuan di jam tersebut merupakan waktu beristirahat kebanyakan orang sehingga berpeluang untuk bermain media sosial di waktu istirahatnya tersebut sehingga peluang konten akun @Bogoreatery tersampaikan dengan efektif cukup besar. Selain itu, sore menjelang malam juga dijadikan waktu yang baik bagi akun @Bogoreatery dalam membagikan kontennya karena pada waktu tersebut bisa diasumsikan orang-orang telah selesai bekerja atau melakukan aktivitasnya dan memiliki waktu luang untuk menggunakan media sosial. Sementara, pada hari libur biasanya konten yang dibagikan lebih sering yaitu pada pagi hari, siang hari, dan sore menjelang malam hari. Hal ini lantaran pada hari libur orang-orang memiliki waktu lebih santai sehingga tidak menutup kemungkinan menggunakan media sosial Instagram lebih sering dari hari-hari biasa. Mengenai strategi dalam pengelolaan akun media sosial, akun @Bogoreatery memiliki pertimbangan sebagai berikut: “Iya, kita disini posting nyesuain dari kebiasaan orang-orang kalau main medsos. Biasanya kalo weekdays itu kan lebih banyak kerja, jadi sekali-sekali update. Nah, kalau hari libur baru banyak update, bisa tiga kali pagi, siang, malam. Supaya ke jangkau juga sama followers @Bogoreatery” (M. Ardiawan, wawancara, 25 Januari 2022). Ketiga adalah manage dalam hal ini peneliti dapat mengatakan bahwa kegiatan manage yang dilakukan oleh akun Instagram @Bogoreatery adalah dimulai dari hal terdasar yaitu pengelolaan akun Instagram itu sendiri. Akun Instagram @Bogoreatery tentu dijalankan oleh tim yang dibentuk oleh pemilik akun itu sendiri. Fungsi pengelolaan Instagram antara lain seperti melakukan posting konten, pemilihan waktu, pembuatan feeds, bahkan sampai kepada pengelolaan terhadap tempat-tempat kuliner yang akan dijadikan konten. Dalam aspek ini juga meliputi adanya kerjasama-kerjasama berbagai pihak dengan akun Instagram @Bogoreatery itu sendiri. Kerjasama yang dimaksud yaitu seperti adanya iklan berbayar dengan cara suatu tempat kuliner melakukan promosi berbayar terhadap akun @Bogoreatery sehingga nantinya akun tersebut mempromosikan suatu tempat yang melakukan kerjasama promosi berbayar tersebut. “Kebetulan akun kita udah dipegang sama tim, ada yang bagian survei, bagian ngedit, bagian advertising, bagian posting juga. Iya, advertising ngurusin yang mau masang iklan di Instagram. Biasanya kalau udah ngajuin, nanti kita dateng kesana buat ngonten” (M. Ardiawan, wawancara, 25 Januari 2022). Terdapat perbedaan antara konten yang melalui proses pengajuan atau memang pihak akun Instagram @Bogoreatery dengan iklan promosi berbayar. Perbedaannya akan terlihat pada judul konten atau caption suatu postingan. Biasanya iklan berbayar ditandai dengan adanya tulisan “REKOMENDASI BOGOREATERY.” Pada tahap ini akun Instagram @Bogoreatery merupakan tahap dimana bagaimana strategi cara menanggapi publik dengan cepat melalui akun media sosial @Bogoreatery ini. Dengan cara misalnya pada direct message untuk menangani komentar pada direct message itu ada tiga orang yang sudah menangani, kemudian untuk membalasnya pada tim tersebut harus didiskusikan dahulu agar dapat membalasnya dengan tepat sesuai yang diinginkan. Terakhir yaitu engage dalam akun Instagram @Bogoreatery yang mampu untuk selalu berkembang dalam meningkatkan keberadaannya terhadap pengguna sosial Instagram khususnya pencari informasi kuliner yang akan berkunjung ke Kota Bogor. Berdasarkan hasil pengamatan, akun Instagram @Bogoreatery dalam melakukan upaya engagement dilakukan secara alami dan non alami. Secara alami, akun @Bogoreatery melakukan upaya peningkatannya melalui cara memberikan konten dengan konsisten setiap harinya. Dengan melakukan pengunggahan secara konsisten tentunya akan secara alami menumbuhkan banyak pengikut baru meskipun tidak drastis dengan cara non alami. Upaya lain yang biasa dilakukan juga dengan mencari makanan atau kuliner yang sedang viral atau hits sebagai kontennya maka dengan cara itu tidak jarang bahwa suatu konten dalam akun Instagram @Bogoreatery memperoleh engagement yang cukup baik. Selain dengan cara alami, ternyata @Bogoreatery juga melakukan upaya engagement secara non alami yaitu melakukan promosi menggunakan jasa selebgram-selebgram domisili Kota Bogor. Cara ini ampuh meningkatkan banyak pengikut baru yang otomatis meningkatkan engagement secara cepat. Tak sebatas sampai disitu, ternyata akun @Bogoreatery juga memanfaatkan fitur yang disediakan oleh Instagram itu sendiri yang bernama Instagram ads. Pemanfaatan Instagram ads yang dilakukan tentunya disesuaikan dengan kebutuhan dan target sasaran tau jangkauan yang ingin diraih. Biasanya akun @Bogoreatery mengambil sasaran pengguna Instagram area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan beberapa pemilik tempat usaha yang pernah masuk ke dalam konten akun Instagram @Bogoreatery mengaku usahanya semakin ramai. Salah satunya adalah yaitu Martabak Encek Surya Kencana yang berada di Jalan Suryakencana Kota Bogor. Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Encek Acoy pemilik martabak tersebut, ia merasakan dampak yang cukup positif setelah masuk dalam konten @Bogoreatery. Padahal, Martabak Encek ini tidak menggunakan jasa promosi berbayar melainkan pihak @Bogoreatery sendiri yang menjadikan Martabak Encek sebagai konten. Pak Encek merasakan manfaat yang dirasakan cukup positif seperti ia mampu pulang lebih awal karena martabaknya habis dengan cepat. Selain Martabak Encek, ada juga Kedai Kopi Opatan yang berlokasi di Jalan Sholeh Iskandar, Bogor yang dimana pemilik usaha tersebut bernama Pak Untung merasakan manfaat yang cukup baik. Bisa dikatakan Kedai Kopi Opatan berlokasi tidak terlalu strategis yaitu berada di tempat terpencil, namun akibat akun @Bogoreatery menjadikan konten dengan cara promosi berbayar maka saat ini Kedai Kopi Opatan mulai dikenal masyarakat Kota Bogor secara luas. “Ya gitu Neng, kaget aja tiba-tiba banyak orderan masuk kan itu yang online. Saya kan nggak ada Instagram, dikasih tau sama yang beli, oh ternyata dipromosiin sama orang… Lumayan banyak (yang beli), Neng, biasanya sampe jam 12 masih buka lapak, ini jam 11 udah abis” (E. Rusdiana, wawancara, 7 Februari 2022). Masih sangat banyak pelaku usaha kuliner di Kota Bogor yang terbantu akibat kehadiran akun Instagram @Bogoreatery ini. Kuliner yang berada di Kota Bogor sendiri tentu sangat banyak sekali sehingga sangat sulit untuk melakukan eksplorasi satu persatu kuliner yang ada, maka dari itu @Bogoreatery hadir memberikan kemudahan bagi kita semua untuk dapat mengetahui kuliner-kuliner apa saja di Kota Bogor yang layak bagi kita untuk kunjungi. Sebab perlu diketahui juga bahwa tidak semua tempat kuliner memiliki tempat atau lokasi yang strategis. Meskipun suatu kuliner memiliki cita rasa yang nikmat namun apabila kurang terekspos ke publik maka tentu akan sulit menemukan pasar atau konsumen. Namun, kini dengan adanya @Bogoreatery dapat membantu pemilik usaha yang memiliki permasalahan seperti hal tersebut. Pada dasarnya keberadaan akun Instagram @Bogoreatery lahir sebagai solusi dalam mewadahi pelaku usaha kuliner agar tempat usaha mereka dapat dikenal secara luas oleh masyarakat baik dalam atau luar Bogor. Harapannya dengan adanya akun yang mewadahi informasi seputar kuliner di Kota Bogor ini akan memberikan kemudahan para pencari informasi kuliner sebagaimana yang mereka butuhkan. Pemanfaatan media sosial Instagram sebagai media distribusi informasi memiliki efektivitas serta efisiensi yang dapat dimaksimalkan. Para pencari informasi wisata kuliner dengan mudah dapat menjangkau berbagai informasi yang dibutuhkan melalui media sosial Instagram. Dalam hal ini berdasarkan teori dari Regina Luttrell (2015) yaitu The Circular Model of Some, ada beberapa tahap yaitu yang pertama tahap sharing, pada tahap sharing ini yang dilakukan akun Instagram @Bogoreatry adalah membuat konten untuk dibagikan kepada pencari informasi dan pengikutnya. Pada tahap ini membahas informasi mengenai kuliner di Kota Bogor dengan efektif dan efisien menyampaikan kepada publik atau pencari informasi guna mendapatkan informasi yang bernilai dan tepat sasaran. Sebagaimana teori yang digunakan juga, pada tahap sharing ini sangat cocok pada penelitian ini karena tahap ini menjelaskan harus memiliki strategi dalam mengguna media sosial serta media sosial apa saja yang digunakan agar komunikasi dapat berjalan efektif dan efisien. Kemudian pada tahap optimize yaitu, membahas mengenai optimalisasi yang dilakukan akun Instagram tersebut ketika melakukan penyebaran informasi, tahap ini pun menurut teori yang digunakan menjelaskan sebagaimana mampu mengoptimalkan pesan yang ingin disampaikan melalui media sosial. Hal ini dikarenakan setiap media sosial memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Kemudian pada tahap manage membahas mengenai pengelolaan atau cara serta proses akun @Bogoreatery dapat menjalin kerjasama dengan berbagai pihak atau mitra, dan lain sebagainya. Dapat dikatakan juga pada tahap ini menurut teori yang digunakan guna menjelaskan bahwa bagaimana komunikator mengatur media sosial dengan baik. Kemudian yang terakhir yaitu tahap engage yaitu membahas mengenai cara pihak akun @Bogoreatery dalam mengembangkan akunnya tersebut agar dikenal secara luas oleh publik. Dapat dijelaskan juga pada tahap ini menurut teori yang digunakan, pengelolaan media sosial, melibatkan audience dan influencer merupakan komponen yang sangat penting dalam strategi media sosial. Kemudian teori yang digunakan ini mampu melatarbelakangi penelitian ini yang mengaplikasikan permasalahan yang ada pada akun Instagram @Bogoreatery ini pada penyebaran informasi kuliner di wisata Kota Bogor.

Conclusion

Informasi mengenai kuliner di kota bogor sudah seharusnya di wadahi karena mengingat kebutuhan akan informasi kuliner yang dimana sejalan juga dengan prrtumbuhan wisatawan di kota bogor dari tahun ke tahun baik wisatawan lokal ataupun asing. Penelitian ini membahas Tahap sharing informasi dilakukan dengan cara membuat konten untuk dibagikan terhadap pencari informasi. Optimize atau optimalisasi pada akun Instagram @Bogoreatery dalam membagikan konten setidaknya sekitar satu konten atau postingan pada setiap harinya. Namun, ketika membagikan konten di hari-hari libur akun @Bogoreatery membagikan konten yang lebih banyak dari hari biasa. Kegiatan manage yang dilakukan oleh akun Instagram @Bogoreatery dijalankan oleh tim yang dan melakukan pembagian tugas: posting konten, pemilihan waktu, pembuatan feeds, bahkan sampai kepada pengelolaan terhadap tempat-tempat kuliner yang akan dijadikan konten. Dalam upaya engagement dilakukan secara alami dan non alami. Secara alami, akun @Bogoreatery melakukan upaya peningkatannya melalui cara memberikan konten dengan konsisten setiap harinya. Selain dengan cara alami, ternyata @Bogoreatery juga melakukan upaya engagement secara non alami yaitu melakukan promosi menggunakan jasa selebgram-selebgram domisili kota Bogor. Pemanfaatan media sosial Instagram yang dilakukan oleh @Bogoreatery dalam melakukan penyebaran informasi seputar kuliner di Kota Bogor terlihat sudah berjalan dengan cukup baik. Peneliti berharap kedepannya akun @Bogoreatery mampu memberikan informasi-informasi seputar kuliner dengan konsisten serta sekaligus memberikan manfaat bagi pencari informasi agar mendapatkan kemudahan akses informasi seputar kuliner di Kota Bogor sehingga mereka para wisatawan baik lokal atau luar Kota Bogor akan merasa mudah dalam mencari tempat kuliner karena adanya konten informasi kuliner dalam akun @Bogoreatery.