Kembali
16
1
2022 Jurnal El-Pustaka Vol 3 · 1 ISSN 2775-6939

ADAPTASI PUSTAKAWAN DALAM MENGHADAPI KEMAJUANTEKNOLOGI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN UTSMAN BINAFFAN UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar; Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar; Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Abstract

The purpose of this study was to determine the adaptations made by librarians in dealing with advances in information technology at the Uthman Bin Affan library at the Muslim Universityof Indonesia and the obstacles faced by librarians in dealing withadvances in information technology at the Uthman Bin Affan libraryat the Indonesian Muslim University. This study uses a descriptivetype of research with a qualitative approach. Data collectiontechniques used are through observation, interviews, and documentation. Sources of data used are primary data and secondarydata. Data processing and analysis techniques are data reduction, datapresentation, and verification. The results showed that the activitiesfollowed by librarians in adapting to advances in informationtechnology at the Uthman Bin Affan library at the Muslim Universityof Indonesia were participating in seminars, workshops, conferences,and technical guidance related to the adaptation of librarians in theface of advances in information technology. The obstacles faced bylibrarians in dealing with advances in information technology are thelack of librarian initiative to participate in activities that support theadaptation of librarians in the face of advances in informationtechnology, inadequate facilities such as internet networks, and therapid development of information technology, making librariansoverwhelmed in adapting to advances in information technology inthe world. library.
Keywords: Adaptation · Information Technology · Librarian

Introduction

Dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 43 Bab 1 Pasal 1 Tahun 2007Tentang Perpustakaan, perpustakaan mempunyai peran sebagai sarana pelaksanaanbelajar mandiri, pendidikan seumur hidup bagi individu maupun kelompok masyarakat. Dan dengan berkembangnya teknologi informasi dalam perpustakaan mengubah sistemtradisional menjadi sistem modern dengan merapkan sebuah teknologi dalam kegiatansehari-hari. Perkembangan dunia digital yang amat cepat sehingga memberikan dampak pulapada perkembangan perpustakaan. Hal ini dikarenakan perpustakaan merupakan sumberinformasi yang sangat dibutuhkan oleh berbagai kalangan baik dari civitas lingkuppendidikan maupun masyarakat umum, sehingga informasi yang diberikan harus selaluup to date. Untuk itu, pengelolaan perpustakaan yang dulunya menggunakan peralatanmanual dan dilakukan secara tradisional kini beralih ke pengolahan layanan berbasisteknologi digital dengan menggunakan berbagai peralatan canggih, seperti komputer,scanner, printer, dan lain sebagainya. Penerapan teknologi digital merupakan cetusan dariperubahan layanan perpustakaan, mendorong setiap perpustakaan memiliki terobosandan inovasi layanan modern dalam operasional sehari-hari. Kemajuan teknologi informasi kini menuntut perpustakaan untuk ikut sertaberevolusi baik dari segi pelayanan maupun pengolahan koleksi bahan pustaka diperpustakaan. Hal ini terkait dengan kemajuan pengguna atau pemustaka yang pahammengenai teknologi, sehingga aktivitas di perpustakaan berkembang pesat sesuai denganteknologi yang sedang berkembang, sehingga pustakawan sebagai pengelolah diperpustakaan dituntut agar dapat beradaptasi menjadi lebih aktif, dan selalu melacak hal- hal yang dibutuhkan oleh para pemustaka. Adaptasi merupakan suatu proses penyesuaian subjektif berdasarkan bagaimana iamempresentasekan sikap dan perilaku yang nyaman disuatu lingkungan masyarakat.1Pustakawan adalah seseorang yang memiliki kemampuan yang diperoleh dari pendidikanatau mengikuti pelatihan kepustakawanan serta memiliki tugas dan tanggung jawabdalam melakukan pelaksanaan pengolahan dan pelayanan di perpustakaan.2 Teknologiinformasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk menyimpan, mengolah, danmendistribusikan informasi.3 Permasalahan yang dibahas pada penelitian ini ada dua, yaitu mengenai bagaimanaadaptasi dengan kemajuan teknologi informasi di perpustakaan Utsman Bin Affan Universitas Muslim Indonesia. Dan apa kendala yang dihadapi pustakawan dalam prosesadaptasi kemajuan teknologi informasi di perpustakaan Utsman Bin Affan Universitas Muslim ndonesia. Tujuan dari penelitian ini sejalan dengan permasalahan yang diangkatyakni telah dikerahui adaptasi yang dilakukan pustakawan dalam menghadapi kemajuan teknologi informasi di perpustakaan Utsman Bin Affan Universitas Muslim Indonesiadan diketahui kendala yang dihadapi pustakawan dalam proses adaptasi di perpustakaan Utsman Bin Affan Universitas Muslim Indonesia. Adapun manfaat dari penelitian iniyakni secara teoretis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbanganilmiah serta teori-teori pada penelitian selanjutnya, khususnya dalam hal adaptasipustakawan. Kemudian secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberikansumbangan pemikiran dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan adaptasipustakawan dan teknologi informasi. KAJIAN TERDAHULU Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh mahasiswa Jumiati Oktafiany padatahun 2019 dengan judul Analisis Penerapan Teknologi Informasi di Perputakaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin Makassar. Hasil dari penelitianyang dilakukan oleh peneliti menyatakan bahwa pentingnya peran pustakawan dalammenunjang kelancaran proses pencarian informasi dimanapun dan kapanpun tanpa harusberkunjung secara langsung ke perpustakaan. Berdasarkan penelitian terdahulu, peneliti melakukan dengan tema yang samanamun dengan judul yang berbeda. Perbedaan antara penelitian terdahulu denganpenelitian ini yaitu pada penelitian terdahulu berfokus kepada penerapan teknologiinformasi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin Makassar, sedangkanpada penelitian ini peneliti lebih memfokuskan pada peran dan adaptasi pustakawandalam kemajuan teknologi informasi. Saat ini, pustakawan lebih dominan dan cenderungmemiliki kualitas teknis. Dengan arti lain, pustakawan melakukan pengolahan bahanpustaka dan jarang melakukan kegiatan intelektual dengan melakukan kegiatan penelitiandan literasi yang dipadukan dengan teknologi informasi. Hal ini dikarenakan peranperpustakaan dalam pengembangan sumber daya manusia dan ilmu pengetahuan belummaksimal. Sehingga pustakawan perlu beradaptasi dengan dunia digital modern agarperpustakaan tetap berfungsi dengan baik dan memberikan pelayanan yang memuaskanuntuk para pengunjung perpustakaan. 1.1 Pengertian Adaptasi Menurut Schneider, adaptasi diri adalah proses dinamis yang bertujuanuntuk mengubah perilaku seseorang sehingga terjadi hubungan yang lebih baikantara individu dengan lingkungannya. Schneider juga mendefinisikan bahwa penyesuaian diri dapat dilihat dari tiga perspektif yaitu, penyesuaian diri sebagaibentuk adaptasi, penyesuain sebagai bentuk konformitas, dan penyesuaian dirisebagai usaha penguasaan. Hurlock menyatakan bahwa penyesuaian dirimerupakan suatu proses penyesuaian subjektif berdasarkan bagaimana iamempresentasekan sikap dan perilaku yang nyaman di suatu lingkuanmasyarakat. Salah satu teori mengenai penggunaan sistem informasi yang dianggapberpengaruh dan umumnya digunakan untuk menjelaskan penerimaan individualterhadap penggunaan sistem informasi adalah model penerimaan teknologiinformasi atau Technology Acceptance Model (TAM). Technology Acceptance Model yang dirancang khusus untuk permodelan penerimaan atas sisteminformasi dan teknologi merupakan adaptasi dari Theory Reason Action (TRA)oleh Icck Ajzen dan Martin Fishben yang merupakan teori tindakan yangberlandaskan pada satu premis bahwa reaksi dan persepsi dari seseorang terhadapsuatu hal akan menentukan sikap dan perilaku orang tersebut. TAM merupakansuatu teori suatu sistem informasi yang memodelkan bagaimana penggunamemulai menerima dan menggunakan suatu teknologi. 2.1 Aspek-aspek Penyesuaian diri Terdapat tiga aspek yang harus perhatikan dalam melakukan penyesuaiandiri atau adaptasi , yaitu diri kita sendiri, orang lain, dan perubahan yang terjadi. Namun pada dasarnya, terdapat dua aspek penyesuaian diri, yaitu penyesuaianpribadi dan penyesuaian sosial4 . Kedua aspek tersebut, yaitu: a. Penyesuaian Pribadi Penyesuaian pribadi yaitu kemampuan masing-masing individu untukmenerima dirinya sendiri, mengetahui bagaimana kemampuan dan kondisinyasendiri. b. Penyesuaian Sosial Penyesuaian sosial yaitu suatu proses yang terjadi dalam lingkup hubungansosial tempat individu itu tinggal, bekerja, atau berinteraksi denganmasyarakat. Semua yang diserap oleh seorang individu selama waktu yang dihabiskanuntuk berkomunikasi atau berinteraksi dengan masyarakat masih belum cukupuntuk dikatakan mewujudkan perubahan sosial yang memungkinkan oranguntuk mencapai perubahan individu dan sosial dengan sangat baik. 3.1 Kriteria Adaptasi Schneider juga memiliki semua batasan, keterampilan, dan kepribadian yangdipelajari oleh orang yang beradaptasi dengan baik (a well-adapted person) untukmerespons secara efisien, matang, berguna, dan memuaskan terhadap dirinya danlingkungannya. Selain itu, penyesuaian diri adalah relatif karena alasan berikut:a. Penyesuaian diri adalah kemampuan individu untuk mengubah danmenanggapi banyak tuntutan yang dibebankan padanya. Kemampuan inidapat bervariasi dari orang ke orang, tergantung pada kepribadian dan tingkatperkembangannya. b. Kualitas adaptasi. Hal ini dapat bervariasi tergantung pada masyarakat dankondisi budaya di mana adaptasi berlangsung. c. Pada dasarnya setiap orang memiliki momen baik dan buruk untuk melakukanpenyesuaian, sehingga ada perbedaan individu. Secara khusus, mereka yangmelakukan penyesuaian yang tepat (the right adjustment) mungkin mengalami situasi yang tidak dapat diatasi atau diselesaikan. 4.1 Tahapan Proses Penyesuaian Diri Usaha penyesuaian diri dapat berlangsung dengan baik dan dapat jugaberlangsung tidak baik. Penyesuaian diri yang baik adalah dengan mempunyaiciri-ciri dapat diterima di suatu kelompok, dapat menerima dirinya sendiri, dapatmenerima kekurangan dan kelebihan diri sendiri. Sedangkan penyesuaian diriyang tidak baik ditunjukan dengan buruknya hubungan sosial individu denganlingkungan sekitarnya. Ada beberapa langkah efektif dalam menyesuaikan diri,yaitu : a. Persepsi yang akurat terhadap realitas Kemampuan individu untukmelihat konsekuensi dari perilaku secara keseluruhan. Kemampuan untuk mengetahui apa akibat dari tindakan seseorang diharapkan memungkinkan individu untuk menghindari tindakan yang dapat mengganggu perdamaian bersama. b. Kemampuan untuk mengatasi Kecemasan dan Stres Individu memilikikemampuan untuk mentoleransi hambatan - hambatan yang ada saat mencapai tujuan hidupnya. Tidak ada suatu kecamasan maupun stressyang membebani individu untuk mencapai tujuannya. c. Citra yang Positif Orang-orang tahu keadaan kehidupan mereka saat ini. Individu dapatmengenali kelemahan dan kekuatan yang ada dalam dirinya. d. Kemampuan untuk mengekspresikan perasaannya Orang yang sehat dapat mengekspresikan emosinya dan mengontrol emosinya. Dengan mengendalikan emosinya, dia tidak membahayakan lingkungannya. e. Hubungan antar Pribadi yang Baik Individu akan memiliki hubungan yang aman dan nyaman dengan lingkungan sosialnya. Untuk mendapatkan solusi yang terbaik bagi gangguan penyesuaian diri, setidaknya seseorang harus mengetahui ukurang tingkat kualitasdan juga tingkat penyesuaian diri pribadi atau sosial. Apabila kitatelah mengetahui penyesuaian diri yang baik dan ukuran-ukuran kesehatan mental, maka kita dapat mengarahkan usaha-usaha kita dengan baik dan efektif pada waktu kita membantu orang lain. 5.1 Technology Accaptace Model (TAM) Technology Acceptance Model (TAM) yang juga disebut dengan Model Penerimaan Teknologi merupakan salah satu teori tentang penggunaan sistemteknologi informasi yang dianggap sangat berpengaruh dan umumnya digunakanuntuk menjelaskan penerimaan individual terhadap penggunaan sistem teknologiinformasi5 . Tujuan dari studi menggunakan TAM sebagai dasar teorinya adalah untukmenjelaskan faktor-faktor apa saja yang menentukan tingkat penerimaanpenggunaan komputer, sekaligus untuk menjelaskan perilaku akhir (end-user)sebuah teknologi. Penerimaan penggunaan terhadap implementasi sistemteknologi informasi dapat didefinisikan sebagai keinginan yang nampak didalam kelompok pengguna untuk menerapkan sistem teknologi informasi tersebut dalampekerjaannya. Semakin menerima sistem teknologi informasi yang baru semakinbesar kemauan pemakai untuk merubah praktek yang sudah ada dalampenggunaan waktu sertausaha untuk memulai secara nyata pada sistem teknologiinformasi yang baru. Menurut F. D. Davis (1989) TAM ini penerimaan sebuah sistem informasi terdiridari empat komponen yaitu Perceived Ease of Use (Kemudahan), Perceived Usefulness (kebermanfaatan), Behavioral Intention to Use (kecenderungan), danActual System Use (penggunaan sistem nyata).6 2.1 Pustakawan Buku karangan Ikatan Pustakawan Indonesia, menyatakan bahwa pustakawanmerupakan seorang pejabat fungsional yang memiliki kedudukan sebagaipelaksana penyelenggara peran utama kepustakawanan pada unit perpustakaan, dokumentasi, dan informasi pada lembaga atau instansipemerintah. 2.2 Tugas Pokok Pustakawan Pengolahan bahan pustaka di perpustakaan dan pengembangan systemkepustakawanan merupakan tugas pokok dari pustakawan sesuai denganjenjang dan jabatan yang dipegang oleh pustakawan tersebut. 2.3 Teknologi Informasi Teknologi yang digunakan untuk menyimpan, mengolah, dan mendistribusikan informasi adalah teknologi informasi. Secara tersiratteknologi informasi merupakan suatu teknologi yang tidak hanya berupaperangkat komputer, namun mencakup teknologi komunikasi, sehinggateknologi informasi dapat diartikan sebagai perpaduan antara teknologikomunikasi dan teknologi komputer7 . Teknologi informasi merupakan segala teknologi yang dapat digunakan untukmenciptakan, menyompan, mengubah dan memanfaatkam informasi dalam berbagai bentuk. Berdasarkan uraian diatas dapat dipahami bahwa teknologiinformasi adalah seperangkat alat yang diguanakan untuk memperudahpustakawan dalam menjalankan tugas-tugasnya dalam melakukan layanandan pengolahan di perpustakaan. 2.1 Ruang Lingkup Teknologi Informasi Teknologi Informasi dibagi menjadi dua bagian, yaitu perangkat lunak danperangkat keras. Perangkat keras atau hardware berkaitan dengan perangkatfisik yang dapat disentuh secara langsung, seperti mouse, scanner, printer,keyboard, dan lain sebagainya. Sedangkan perangkat lunak atau softwareberkaitan dengan sistem komputer yang tidak bisa disentuh secara fisik dantidak memiliki wujud fisik namun dapat dioperasikan atau dijalankan sesuaidengan instruksi khusus untuk mengatur hardware agar bekerja sesuaiinstruksi. Pada tahun 2000, Haag, dkk membagi teknologi kedalam beberapa bagian8, yaitu: a. Input technology atau Teknologi Masukan b. Output technology atau teknologi keluaran c. Software technology atau teknologi perangkat keras d. Storage technology atau teknologi penyimpanan e. Telecomunication technology atau mesin pemroses dengan kata lain CPU. 2.2 Faktor Penggerak Teknologi Informasi Beberapa faktor penggerak terhadap meningkatnya tuntutan penerapanpengaplikasian teknologi informasi di perpustakaan9 , yaitu: a. Kemudahan dalam memperoleh produk teknologi informasi b. Produk teknologi informasi yang dapat diperoleh dengan harga yangsemakin terjangkau c. Kemampuan teknologi informasi d. Tuntutan layanan masyarakat serba cepat, tepat, dan akurat. Dengan adanya teknologi informasi sehingga kita dapat memaksimalkanperputaran sehingga dapat membantu kita dalam penyelesaian aktivitas dan pekerjaan. Dengan menerapkan teknologi informasi dapat sangat membantupekerjaan manusia agar lebih efisien dan efektif baik secara tenaga, waktu,dan modal. 2.3 Peran Teknologi Informasi 2.4 Dalam era teknologi informasi ini banyak masyarakat yang beranggapanbahwa masyarakat dapat memanfaatkan teknologi informasi. Informasi yangdapat diolah tak hanya sekedar informasi gambar atau suara, namun informasibersifat multimedia. Komputer dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untukmelakukan beragam aktivitas seperti mengetik, menggambar, memutar lagudan video, mengedit video atau foto, hingga dapat mengoprasikan sebagaiprogram penyelesaian masalah ilmiah, manajamen, dan lain sebagainya. Tujuan dari penggunaan komputer yaitu agar informasi dan data yang dikeloladapat dihasilkan dengan akurat, cepat informatif, dan efisien. 2.5 Penerapan Teknologi Informasi Perpustakaan Kemajuan teknologi informasi yang berkembang sangat pesat. Juga sudahsampai pada bidang perpustakaan. Penerapan dan pengaplikasian teknologiinformasi dapat membantu para pustakawan dalam mengoptimalkan prosesperluasan layanan, menambah koleksi bahan pustaka yang berbentuk digitalatau elektronik, dan lain sebagainya. Dengan menerapkan teknologi informasidi perpustakaan dapat meningkatkan citra dan kinerja para pengelola apabilapenerapannya tepat dan benar. \ 2.6 Tujuan Penggunaan Teknologi Perpustakaan\ Adanya penerapan teknologi infromasi dapat membantu para pemustaka agardapat menemukan informasi yang mereka butuhkan secara secapt dan tepat. Sehingga jika pemustaka ingin mencari beberapa refensi, pemustaka cukup kekomputer OPAC dengan mengetikkan beberapa kata kunci sesuai denganreferensi apa yang mereka butuhkan, kemudian akan muncul beberapa opsireferensi dengan beraneka ragam pengarang dan judul yang serupa besertanomor kelasnya, sehingga pemustaka dapat langsung mengunjungi rak sesuaidengan nomor kelas yang telah tertera di OPAC. Tugas dan peran dari teknologi informasi yaitu sebagai perangkat yangdigunakan untuk membantu secara optimel kinerja para pustakawan diperpustakaan. Dengan kerja yang hebat diprogram, maka pada saat itu banyak keuntungan yang bisa didapatkan dalam melakukan manajemen pengolahanperpustakaan, seperti penginputan buku, pembuatan kartu anggota, dan lainsebagainya. 2.7 Fungsi Penerapan Teknologi Informasi di Perpustakaan Berikut beberapa fungsi dari penerapan teknolgi informasi di perpustakaan,yaitu : a. Sebagai system informasi manajemen di perpustakaan, seperti melakukanpengadaan, pengolahan, katalogisasi, keanggotaan, sirkulasi koleksi bahanpustaka dan lainnya. b. Sebagai sarana untuk menyimpan, mendapatkan, serta mendistribusikaninformasi dan data. Jenis penggunaan inovasi teknologi informasi inidikenal sebagai perpustakaan digital. Kedua fungsi dalam melakukan penerapan teknologi informasi ini tidakdapat diisolasi atau dikoordinasikan dalam kerangka data, bergantungpada kemampuan manusia dalam penggunaan software dan peralatan teknologi informasi yang mendukung kedua fungsi tersebut.

Method

Jenis penelitian, yang peneliti gunakan yaitu penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu penelitian yang kegiatan penelitian menggunakan teknik wawancara untuk menggambarkan data yang telah penulis perolehdari narasumber atau informan agar mendapatkan jawaban dari masalah yang diangkatpada penelitian ini. Penelitian ini menggunakan dua sumber data, yaitu data primer yangdidapatkan dari hasil observasi di lapangan dengan melakukan kegiatan wawancarakepada Informan yakni, dalam mengupgrade ilmu dan kemampuan pustakawan dalammelaksanakan pekerjaannya di perpustakaan dilakukannya adaptasi dengan mengikutiberbagai kegiatan yang berkaitan dengan kemajuan teknologi informasi di perpustakaandan data sekunder yang didapatkan melalui literatur seperti artikel jurnal, skripsi, buku,dan bahan bacaan lainnya yang memuat hasil penelitian tentang adaptasi pustakawandalam menghadapi kemajuan teknologi informasi. Instrumen penelitian yang digunakanoleh peneliti yaitu : Peneliti, Pedoman wawancara, dan Handphone.Teknik analisis danpengolahan data. Data yang diperoleh baru bermakna setelah diolah dan dianalisis. Lokasi dan Waktu Penelitian. Penelitian ini bertempat di Perpustakaan Utsman Bin Affan Universitas Muslim Indonesia Jl. Urip Sumoharjo No. km.5, Kec. Panakukang, KotaMakassar, Sulawesi Selatan. Dilaksanakan pada 14 Februari 2022 hingga 14 Maret 2022.

Result & Discussion

Salah satu wujud dari suatu perubahan layanan yang dimana untuk mendorongperpustakaan agar mampu mengaplikasikan dan mengimplementasikan pelayananperpustakaan serba modern dan menerapkan teknologi informasi dalam aktivitaspengolahan di perpustakaan yaitu dengan menerapkan teknologi informasi diperpustakaan. Kebutuhan teknologi informasi sangat berhubungan dengan peranpustakawan dalam perpustakaan. Saat ini pustakawan menghadapi berbagai tantanganyang cukup berat sehubungan dengan adanya suatu evolusi dari perpustakaan modern. Penguasaan pustakawan terhadap teknologi dapat dilihat dari profesionalismepustakawan dalam melakukan pelayanan. Penerapan teknologi informasi di Perpustakaan Utsman Bin Affan Universitas Muslim Indonesia bertujuan untuk mempermudahpelaksanaan pekerjaan, mempercepat pelayanan. Kompetensi khusus pustakawan dalammenguasai teknologi dapat dilihat pada profesionalisme pustakawan dalam mendesaintata ruang, perabot perpustakaan, dan melestarikan bahan pustaka. Dalam beradaptasidengan kemajuan teknolgi informasi pustakwan Utsman Bin Affan Universitas MuslimIndonesia selalu mengikuti beragam kegiatan yang berkaitan dengan teknologi informasibaik itu kegiatan workshop, Seminar, Pelatihan, atau lainnya. Mereka selalu ikut sertabelajar dan menyesuaikan diri, dengan mengikuti beragam kegiatan untuk meningkatkankinerja mereka serta bisa mengevaluasi bagimana penerapan yang sudah terjadi diperpustakaannya. Berikut beberapa kegiatan yang diikuti oleh pustakawan terkait kemajuan teknologiinformasi di perpustakaan, yaitu : a. Seminar Seminar merupakan suatu bentuk komunikasi verbal yang bersifat ilmiah untukmembahas suatu masalah yang menyangkut kepentingan bersama dan mendesakdengan berpijak pada prasaran (uraian singkat mengenai suatu masalah dari sudutpandang tertentu) serta tanggapan-tanggapan dan diskusi sehingga terumuskansuatu pemecahan yang akurat. Dalam hal ini yang berkaitan dengan adaptasipustakawan dalam menghadapi kemajuan teknologi informasi, tujuan dariseminar ini yaitu untuk menyampaikan ilmu pengetahuan, pendapat, motivasi, atau inovasi kepada peserta seminar yang berkaitan dengan adaptasi pustakawandalam menghadapi kemajuan teknologi informasi di perpustakaan. Adapunkegiatan seminar yang dihadiri oleh pustakawan perpustakaan Utsman Bin AffanUniversitas Muslim Indonesia yaitu : 1) Seminar Pengolahan Perpustakaan yang Unggul dan Bermartabat Tahun 20202) Seminar dan Motivasi Nasional Librarian and Generation Now Tahun 2007b. Workshop Workshop merupakan suatu pertemuan yang mana sekelompok orang memilikiminat, keahlian, ataupun profesi pada bidang tertentu yang terlibat aktif dalamsuatu diskusi dan kegiatan intensif pada suatu subjek maupun proyek tertentu. Dalam proses pelaksanaan kegiatan workshop biasanya lebih fokus membahasmengenai masalah tertentu disertai dengan pelatihan. Para peserta didalamnyaakan mendapat pengetahuan baru yang sangat bermanfaat dan juga bisaditerapkan sesuai dengan bidang profesi yang dimilikinya. Dalam hal ini yangberkaitan dengan adaptasi pustakawan dalam menghadapi kemajuan teknologiuntuk menunjang kompetensi dan pengetahuan pustakawan dalam menjalankantugasnya di perpustakaan. Adapun kegiatan workshop yang diikuti olehpustakawan perpustakaan Utsman Bin Affan Universitas Muslim yaitu :1) Workshop dan Seminar Nasional Jabatan Fungsional di IPB Bogor Tahun2019 2) Workshop e-perpus Tahun 2019 c. Konferensi Konferensi merupakan suatu pertemuan atau rapat yang sifatnya formal. Dalamkonferensi ini mempertemukan dua atau lebih suatu Lembaga atau Instansi Perpustakaan yang saling bersangkutan, yang menjadi tujuan utama pelaksanaankonferensi ini adalah untuk menyelesaikan ataupun membuat suatu kesepakatanyang baru. Semua masalah yang didiskusikan dalam konferensi ini merupakan masalahpenting yang menyangkut suatu kepentingan Lembaga perpustakaan. Semuakesepakatan yang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk tertulis seringkalidiselesaikan melalui konferensi ini. Tujuan umum diadakannya konferensitersebut yaitu pemahaman konsep pembangunan perpustakaan digital oleh paraperpustakaan mitra dan melakukan Kerjasama perpustakaan digital dengan unit kerja terkait dan menghasilkan rekomendasi untuk mengembangkan kerangkakerja perpustakaan digital Indonesia. Adapun kegiatan konferensi yang diikutioleh pustakawan Perpustakaan Utsman Bin Affan Universitas Muslim Indonesia,yaitu: 1) Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) ke 11 Tahun 20182) Konferensi Perpustakaan Digital 12 Tahun 2019 d. Pelatihan Pelatihan merupakan suatu proses pendidikan jangka pendek yang menggunakanprosedur yang sistematis dan terorganisir. Kegiatan yang dirancang untukmengembangkan sumber daya manusia melalui rangkaian kegiatan identifikasi,pengkajian serta proses belajar yang terencana. Hal ini dilakukan melalui upayauntuk membantu mengembangkan kemampuan yang diperlukan agar dapar melaksanakan tugasm baik sekarang maupun dimasa yang akan datang. Iniberarti bahwa pelatihan dapat dijadikan sebagai sarana yang berfungsi untukmemperbaiki masalah kinerja organisasi, seperti efektifitas, efisiensi, danproduktivitas. Adapun kegiatan pelatihan yang diikuti pustakawan Perpustajaan Utsman Bin Affan dalam menunjang adaptasinya terkait kemajuan teknologiinformasi, yaitu: 1) Pelatihan Web dan Blog Tahun 2017 e. Bimtek (Bimbingan Teknis) Bimbingan teknis (Bimtek) adalah sebuah pelatihan, layanan bimbingan, ataupenyuluhan yang diadakan guna meningkatkan kemampuan tertentu, kualitassumber daya manusia, atau melatih tenaga kerja menjadi lebih kompeten. Bimtek juga terkadang digunakan untuk menyelesaikan masalah tertentu dalamsebuah instansi yang bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia ataumemberi pelatihan guna meningkatkan kompetensi pustakawan. Adapun bimtekyang diikuti pustakawan perpustakaan Utsman Bin Affan Universitas MuslimIndonesia, yaitu :1) Kegiatan Bimtek Pelayanan Prima Perpustakaan Bagi Pustakawan ataupengelola Perpustakaan pada Tahun 2020 Adapun kendala yang dihadapi pustakawan dalam menghadapi kemajuan teknologi informasi, kurangnya inisiatif pustakawan untuk mengikutikegiatan-kegiatan yang menunjang adaptasi pustakawan dalam menghadapi kemajuan teknologi informasi, sarana yang kurang memadai seperti jaringaninternet, dan pesatnya perkembangan teknologi informasi membuat pustakawan kewalahan dalam beradaptasi dengan kemajuan teknologi informasi di perpustakaan. Perkembangan teknologi informasi membawadampak bagi dunia perpustakaan. Pustakawan sebagai Sumber Daya Manusiaperpustakaan harus melakukan reposisi peran terhadap perkembangan teknologi informasi, bila perpustakaan tidak ingin ditinggalkan pemustakanya. Kegiatan pustakawan yang tadinya dilakukan secara konvensional dengan adanya Teknologi Informasi mengalami perubahan. Pustakawan harus bisa mengadopsi teknologi yang berkembang untuk kemajuan perpustakaan. Banyak peran yang bisa dilakukan pustakawan terkait dengan teknologiinformasi. Pustakawan harus membuka wawasan terhadap peran barunya. Pustakawan tidak cukup melakukan kegiatan rutinitas kepustakawanan, tetapidi Era teknologi Innformasi sudah harus mengedepankan intelektualitas. Tidak hanya kompetensi pustakawan saja yang dimiliki, tetapi perlu jugameningkatkan atau mengembangkan kompetensi intelektual dan pendukunglain seperti kompetensi fisik, pribadi, kompetensi sosial dan kompetensispriritual. Seseorang pustakawan harus memahami tantangan yang dihadapinya, untuk itu pustakawan perlu menyadari akan pentingnya kompetensi yang harus dikembangkan dan dimilikinya. Terkait dengan perkembangan Teknologi informasi, pustakawan harus bisamengikuti perkembangan baru di masyarakat. Pustakawan sebagai manajerinformasi dan agent of change dalam masyarakat, dituntut untuk bisamembantu pemustaka dalam memenuhi kebutuhan informasi yang diperlukanserta membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi. Bantuan yangdapat diberikan pustakawan antara lain misalnya membantu dalammenyiapkan literatur yang dibutuhkan mahasiswa yang sedang melakukanpenelitian, memberikan pelatihan-pelatihan kepada pemustaka terkait denganpenggunaan TI di perpustakaan dan layanan informasi yang disediakanperpustakaan, misalnya bagaimana cara mengakses e-journal yang dilangganperpustakaan, cara penelusuran informasi di perpustakaan, dan sebagainya. Di samping itu pustakawan harus meningkatkan profesionalisme pustakawan. Karena peningkatan profesionalisme pustakawan akan menentukan kualitaspustakawan. Dan kualitas pustakawan akan menentukan eksistensi perpustakaan. Pustakawan harus bisa memotivasi dirinya sendiri untukmenjadi profesional yaitu dengan terus belajar dan mengembangkan dirinyadengan mengikuti pelatihan-pelatihan, seminar, melanjutkan pendidikanataupun mengikuti kursus-kursus yang bisa mendukung tugas profesi danmeningkatkan skill pustakawan, seperti kursus bahasa inggris, kursuskomputer. Semua itu harus dilakukan dengan penuh kesadaran dan semangatyang tinggi. Bagi pustakawan perkembangan teknologi informasi harus diambil sisipositifnya, pustakawan harus meningkatkan kemampuan dan keterampilanterkait perkembangan TI, pustakawan harus menghadapi perubahan yangterjadi dengan bijak. Pustakawan harus berfikir luas ke depan, bahwa apayang dilakukan adalah untuk kepentingan pemustaka, peningkatan profesionalisme pustakawan dan untuk meningkatkan citra perpustakaan dimasyarakat.

Conclusion

Kesimpulan penelitian ini, yaitu : 1. Adaptasi yang dilakukan oleh pustakawan Perpustakaan Utsman Bin Affan Universitas Muslim Indonesia sejak tahun 2017-2022 yaitu dengan mengikutiberbagai kegiatan pelatihan, seminar, dan Workshop baik itu skala tingkatprovinsi maupun tingkat Nasional mengenai kompetensi pustakawan dierakemajuan teknologi informasi. Materi yang dibawakan pula terkait dengankemajuan teknologi informasi dan bagaimana kesiapan pustakawan dalampenerapan teknologi tersebut. 2. Kendala yang dihadapi pustakawan dalam beradaptasi dengan kemajuanteknologi informasi yaitu kurangnya inisiatif pustakawan untuk mengikutikegiatan-kegiatan yang menunjang adaptasi pustakawan dalam menghadapikemajuan teknologi informasi, sarana yang kurang memadai seperti jaringaninternet, dan pesatnya perkembangan teknologi informasi membuat pustakawan kewalahan dalam beradaptasi dengan kemajuan teknologi informasi diperpustakaan.