Kembali
16
1
2024 Jurnal Literasi Perpustakaan dan Informasi: Jurnal Penelitian Kajian Perpustakaan dan Informasi Vol 4 · 3 ISSN 2775-8761

PEMANFAATAN OPAC (Online Public Access Catalog) DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA OLEH PEMUSTAKA

Universitas Halu Oleo; Universitas Halu Oleo; Universitas Halu Oleo

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Pemanfaatan (OPAC) Di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara Oleh Pemustaka. Untuk mengetahui bagaimana kendala apa saja yang pemustaka temui saat menelusuri informasi dengan (OPAC) Di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif Kualitatif. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini adalah purposive dengan jumlah informan 10 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pemanfaatan OPAC sebagai alat penelusuran informasi di manfaatkan oleh pemustaka akan tetapi masih sangat kurang efektif digunakan, karena pemustaka masih mendapatkan beberapa kendala yaitu, komputernya lambat loading saat digunakan, komputrnya masih kurang dan jaringanya kurang stabil pada saat pemustaka menelusuri dengan menggunakan (OPAC) dalam mengakses informasi yang mereka butuhkan.Pemanfaatan OPAC juga ditemukan yaitu, 1) Persepsi kegunaan yang dirasakan yaitu memudahkan pemustaka dalam mencari informasi secara lebih efisein dan menghemat waktu 2) Persepsi kemudahan penggunaan yang dirasakan yaitu memberikan kemudahan bagi pengguna OPACinformasi yang dibutuhkan cukup tersedia untuk diakses 3) Sikap terhadap penggunaan adanya aplikasi ini sangat bermanfaat dan mudah digunakan oleh pemustaka sehingga dapat diakses kapanpun itu, dan 4) Kendala yang ditemui pemustaka saat penelusuran informasi menggunakan OPAC itu jaringannya kurang stabil, komputernya lambat loading saat digunakan.

Abstract

The aim of this research is to find out howUtilization (OPAC) InSoutheast Sulawesi Province Regional Library and Archives Service By Readers. To find out howWhat obstacles do users encounter when searching for information with (OPAC) at the Southeast Sulawesi Provincial Library and Archives Service. This study used descriptive qualitative method. The technique for determining informants in this research was purposive with a total of 10 informants. The data collection techniques used in this research are observation, interviews and documentation. The results of this research show that users use OPAC as an information search tool, but it is still very ineffective, because users still encounter several problems, namely, their computers are slow to load when used, their computers are still lacking and the network is less stable.when users browse using (OPAC) to access the information they need.The use of OPAC was also found, namely, 1) Perception of perceived usefulness, namely making it easier for users to search for information more efficiently and saving time. 2) Perception of perceived ease of use, namely making it easier for OPAC users. The information needed is available enough to be accessed. 3) Attitudes towards using the application. This is very useful and easy for users to use so it can be accessed at any time, and 4) The problem that users encounter when searching for information using OPAC is that the network is unstable, the computer is slow to load when used.
Keywords: Utilization of OPAC (Online Public Access Catalog) · library users · library and archives service

Introduction

Perpustakaan di era digital semakin pesat khususnya di Kota Kendari. Perpustakaan kini tak lagi hanya bangga dengan banyaknya tumpukan koleksi di raknya (William. 2000). Dikarenakan perilaku pencarian informasi pemakai yang dilayani juga mengalami perubahan seiring dengan kemajuan teknologi informasi, agar perpustakaan tetap eksis sesuai dengan kemajuan teknologi, maka harus mampu mengembangkan diri, salah satunya adalah dengan membangun perpustakaan digital, untuk membangun digital library, diperlukan pertimbangan dan perencanaan yang matang, agar nantinya benarbenar bermanfaat bagi pemakai. Layanan ini diharapkan dapat mempermudah pencarian informasi di dalam koleksi obyek informasi seperti dokumen, gambar dan database dalam format digital dengan cepat, tepat, dan akurat (Safriansyah,2020). Manfaat menggunakan katalog Online adalah penelusuran informasi yang dapat dilakukan dengan cepat dan tepat, penelusurannya dapat dilakukan dimana saja dan tidak harus datang ke perpustakaan, dapat menghemat waktu dan tenaga, pengguna juga dapat mengetahui keberadaan koleksi apakah koleksinya sedang dipinjam atau tidak, pengguna mendapatkan peluang lebih banyak dalam menelusuri bahan pustaka, dapat menemukan kembali bahan pustaka yang dibutuhkan, dan meningkatkan layanan Perpustakaan. Menurut Widiasa (2007), perpustakaan memiliki tugas umum yaitu mengumpulkan sumber informasi berupa bahan pustaka baik itu buku maupun non buku, mengelola serta memelihara bahan pustaka tersebut, serta memberikan layanan perpustakaan kepada para pemustakanya. Pemanfaatan fasilitas pemustaka merupakan unsur yang mutlak harus ada di perpustakaan. Tanpa adanya fasilitas perpustakaan tidak akan berfungsi dengan baik dan maksimal dalam memberikan pelayanan. OPAC (Online Public Access Catalog), adalah pangkalan data yang berisikan cantuman bibliografi yang dirancang untuk dapat diakses melalui terminal (komputer) sehingga pemakai dapat langsung dan secara efektif mencari dan menemukan kembali informasi yang dibutuhkan tanpa bantuan staff. Tersedianya OPAC akan memudahkan pemustaka dalam mencari informasi, menghemat waktu, biaya, dan tenaga. Bagi pustakawan dapat mempermudah pengelolaan bahan pustaka, memudahkan pekerjaan dan penggunaan bahan pustaka lebih ideal (Mawati and Nst, 2013). Menggunakan OPAC (Online Public Access Catalog) adalah salah satu cara untuk memanfaatkan koleksi perpustakaan yang tersedia dalam bidang pencarian adalah dengan menggunakan OPAC. Metode ini penting karena dapat memberikan berbagai kemudahan bagi pengguna fasilitas yang ada di Perpustakaan (Yunita, 2018). Pemustaka dapat memanfaatkan katalog online (OPAC), salah satu alat pemulihan informasi yang paling canggih pada saat ini. Keuntungan yang ditawarkan oleh alat penelusuran informasi ini. Pemustaka juga dapat menemukan apa saja yang telah ditulis oleh penulis dan mengetahui area dan status koleksi perpustakaan melalui OPAC. Untuk menemukan informasi atau temuan yang penting, lengkap, dan akurat, proses pencarian informasi sangat penting. Dalam dunia perpustakaan, pencarian kembali bahan pustaka yang telah disimpan sangat penting. Pengarang, judul, penerbit, subyek, tahun terbit, dan informasi lainnya dapat digunakan untuk mencari bahan pustaka (Ahmad, 2015). Kegiatan layanan yang baik dapat meningkatkan keinginan pemustaka dalam melakukan penelusuran informasi di Perpustakaan untuk membantu memenuhi kebutuhan informasi. Tindakan untuk melakukan penelusuran informasi disebut sebagai perilaku penelusuran informasi. Adapun salah satu Perpustakaan yang memanfaatkan Perpustakaan digital yaitu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara. Hasil dari observasi yang telah dilakukan oleh Penulis, terlihat bahwa fasilitas OPAC yang disediakan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, dimanfaatkan pemustaka akan tetapi masih kurang efektif. Dikarenakan masih terdapat beberapa kendala-kendala seperti, komputernya masih ada yang kurang bagus, lambat loading, jumlah komputernya masih terbilang sangat kurang dan juga jaringan yang kurang stabil pada saat pemustaka menelusuri dengan menggunakan OPAC (Online Public Access Catalog) dalam mengakses informasi yang mereka butuhkan.

Method

Subjek penelitian memberikan batasan penelitian sebagai benda, hal atau orang tempat data untuk variabel penelitian melekat, dan yang dipermasalahkan (Suharsini,2016). informan yang memang benar-benar mengetahui tentang pemanfaatan OPAC, fasilitas yang ada di Perpustakaan dalam penelitian ini terdiri dari 10 orang informan, yaitu Pustakawan (2) dan Pemustaka (8) orangyang berkunjung ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara. Dalam penelitian ini metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Wawancara, yang dikemukan oleh Subagyo (2011:39) yaitu, merupakansuatu kegiatan dilakukan untuk mendapatkan informasi secara langsung dengan mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan pada para responden, wawancara bermakna berhadapan langsung antara interview dengan responden, dan kegiatannya dilakukan secara lisan maupun tulisan yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti, dengan tujuan mendapatkan data yang semaksimal mungkin. Dokumentasi, adalah suatu cara yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi dalam bentuk buku, arsip, dokumen, tulisan angka dan gambar yang berupa laporan serta keterangan yang dapat mendukung penelitian, yang diambil dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tenggara.(Sugiyono 2015: 329). Jadi pedoman penulis gunakan sebagai acuan dalam mengumpulkan bahan materi kajian berupa dokumentasi,foto, laporan dari sebagian tentang pemanfaatan (OPAC) yang ada di perpustakaan. Menurut Iskandar (2028 : 221), analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil pengamatan, wawancara,catatan lapangan, dan studi dokumentasi dengan cara mengkontanisasikan data ke sintesis, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan mana yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.

Result

Persepsi Kegunaan yang Dirasakan Persepsi kegunaan yang dirasakan adalah ukuran sejauh mana pengguna percaya bahwa menggunakan teknologi tertentu akan meningkatkan kinerja mereka atau memberikan manfaat praktis. Persepsi kegunaan yang dirasakan berkaitan dengan persepsi pengguna tentang efisiensi, efektivitas, dan keunggulan yang ditawarkan oleh teknologi tersebut. Misalnya, apakah tugas dapat diselesaikan lebih cepat atau dengan lebih sedikit kesalahan karena teknologi. Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan Ibu Yuliana, S.IP. sebagai pustakawan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sultra mengatakan pada saat wawancara bahwa : “Menurut saya pribadi OPAC adalah salah satu fasilitas otomasi yang ada di Perpustakaan dan juga penelusuran informasi digital berupa OPAC yaitu sebuah alat temu balik informasi di Perpustakaan. Dengan adanya OnlinePublic Access Catalog ini dapat membantu kami sebagai pustakawan dalam pekerjaan”. Hasil Wawancara 27 Mei 2024. Hasil wawancara peneliti dengan Ibu Ria Ustati, SE. Seorang pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sultra mengatakan pada saat wawancara bahwa: “Iya adanya penelusuran informasi dengan layanan OPAC ini, saya sebagai pustakawan sangat merasakan kegunaan dari katalog online itu sendiri dan memudahkan juga sayadalam hal tugas dan pekerjaan di Perpustakaan”. Hasil Wawancara 27 Mei 2024. Berdasarkan wawancara di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa dengan adanya OPAC ini di Perpustakaan dapat membantu/mempermudah tugas dan pekerjaan pustakawandan pemustaka juga dapat mengakses sebuah informasi yang dibutuhkan. Manfaat dari OPAC yang dirasakan oleh penggunanya yaitu dapat mengefisienkan waktu dan mudah digunakan kapanpun dan di mana pun Persepsi Kemudahan Penggunaan yang Dirasakan Persepsi kemudahan penggunaan yang dirasakan yaitu, interaksi yang mudah dipahami dan mudah mendapatkan informasi melalui sistem atau teknologi. OPAC merupakan pangkalan data yang berisikan cantuman bibliografi yang dirancang untuk dapat diakses melalui terminal komputer pengguna dapat secara efektif mencari dan menemukan kembali informasi yang dibutuhkan yang biasanya menggambarkan koleksi perpustakaan tertentu. OPAC atau disebut juga (Online Public Access Catalog), merupakan fitur atau fasilitas yang memungkinkan pengunjung dan pemustaka menemukan informasi tentang koleksi buku tercetak di Perpustakaan. Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan Ibu Yuliana, S.IP. sebagai pustakawan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sultra mengatakan pada saat wawancara bahwa : “Menurut saya, mudah digunakan dan dipahami sebelumnya kami pustakawan juga mengikuti pelatihan cara menggunakan OPAC, dengan adanya teknologi berupa OPAC di Perpustakaan pemustaka dapat mudah mencari bahan informasi dengan hanya memasukkan kata kunci berupa nama pengarang,judul buku ataupun subjeknya secara tepat itulah proses yang cepat untuk pengguna menemukan bahan pustaka yang diinginkan tanpa membutuhkan waktu yang lama”. Hasil Wawancara 27 Mei 2024. Hasil wawancara peneliti dengan Ibu Ria Ustati, SE. Seorang pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sultra mengatakan pada saat wawancara bahwa : “iya saya sebagai pustakawan telah mengikuti diklat juga tentang penggunaan OPAC, saya rasa mudah dipahami bagi pengguna penelusuran informasi digital dengan layanan OPAC ini,apabila pemustaka mencari bahan koleksi di perpustakaan dengan memasukkan kata kunci berupa judul buku saja otomatis muncul semua bahan koleksi judul sama dan nama pengarang pun akan beda.Itu ketika pengguna memasukkanhanya berdasarkan judul buku saja”. Hasil Wawancara 27 Mei 2024. Berdasarkan wawancara di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwaOnline Public Access Catalog (OPAC) memberikan kemudahan bagi penggunanya hanya dengan memasukkan nama pengarang,judul buku ataupun subjeknya secara tepat sehingga cepat pengguna menemukan buku yang diinginkan tanpa memakan banyak waktu. Penelusuran informasi dengan layanan OPAC ini sangat mudah diakses digunakan oleh pemustaka juga dapat menemukan sumber referensi yang penggunanya butuhkan sehingga mudah di akses oleh seluruh pemustaka yang berkunjung di Perpustakaan.Dan kesulitan yang dialami pemustaka itu dari jaringan yang kurang stabil dan juga komputer lambat loading ketika ingin melakukan penelusuran informasi dengan OPAC. Sikap Terhadap Penggunaan Sikap terhadap penggunaan teknologi yaitu tentang sikap mereka untukkegunaan dam kemudahan dari teknologi tersebut, jika pengguna memiliki sikap positif dalam menggunakan teknologi maka cenderung lebih menerimanya. Sikap pengguna terhadap penggunaan sistem yang berbentuk penerimaan atau penolakan sebagai dampak bila seseorang itu menggunakan suatu teknologi dalam pekerjaanya. Dengan adanya OPAC ini dapat memudahkan orang dalam menemukan informasi yang dibutuhkan oleh pengguna dibandingkan dengan mencari melalui referensi yang tercetak. Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan Ibu Yuliana, S.IP. sebagai pustakawan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sultra mengatakan pada saat wawancara bahwa: “Dengan adanya OPAC di Perpustakaan sangat bagus jadi setiap buku- buku yang ingin dicari oleh pemustaka bisa mengetahui sehingga denganadanya teknologi ini tidak kesulitanmencari referensi yang mereka butuhkan”. Hasil Wawancara 27 Mei 2024. Hasil wawancara peneliti dengan Ibu Ria Ustati, SE. Seorang pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sultra mengatakan pada saat wawancara bahwa : “Menurut saya, OPAC ini sangat bermanfaat mudah untuk digunakan oleh pemustaka karena itukan salah satu program pencarian, misalkan semua bahan pustaka yang ada di Perpustakaan terbilang ada semua disitu.Jadi semua bahan pustaka atau koleksi yang ada di Perpustakaan itu dia sudah terimput di database sistem itu pasti muncul di OPAC, jadi itu sangat membantu sehingga kalau pemustaka juga mandiri ketika mereka datang ke perpustakaan tinggal mencari buku melalui OPAC sehingga gampang untuk mencari buku yang mereka butuhkan”. Hasil Wawancara 27 Mei 2024. Berdasarkan wawancara di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa dengan hadirnya teknologi berupa aplikasi OPAC ini di Perpustakaan dapat memberikan manfaat dan kemudahan untuk penggunanya dalam menelusuri informasi yang mereka butuhkan dan juga memberikan dampak positif bagi penggunanya. Bukan itu saja pengguna OPAC juga sangat merasa senang dan terbantu dengan adanya aplikasi ini yang diterapkan di Perpustakaan dalam menemukan informasi yang mereka butuhkan, sehingga fitur aksesnya dimana pun, koleksinya luas, layanannya bagus dan juga akses informasinya mudah untuk penggunanya. Kendala Pemustaka Temui Saat Penelusuran Informasi Menggunakan OPAC Kendala Pemustaka Temui Saat Penelusuran Informasi menggunakan OPAC di Perpustakaan apakah dari segi saranan dan prasarannya dari OPAC itu sendiri baik berupa komputer, jaringan ataupun gangguan lainnya yang menghambat pengguna dalam penelusuran bahan pustaka di Perpustakaan. Adapun kendala yang dialami pemustaka dalam menelusuri OPAC di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara . Hal ini terangkum dalam hasil wawancara dari beberapa informan, mengatakan bahwa: Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan Ibu Yuliana, S.IP. sebagai pustakawan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sultra mengatakan pada saat wawancara bahwa : “Ya biasa kendala yang dialami oleh pustakawan dan pemustaka itu jaringan yang kurang bagus sehingga kalau melakukan penelusuran akan terhambat”. Hasil Wawancara 27 Mei 2024. Hasil wawancara peneliti dengan Ibu Ria Ustati, SE. Seorang pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sultra mengatakan pada saat wawancara bahwa : “Kalau dari saya tidak ada si tetapi, jaringan kadang tidak bagus menghambat kami dalam proses pengimputan bahan pustaka ke database yang ada di OPAC”.Hasil Wawancara 27 Mei 2024. Berdasarkan wawancara di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa kendala yang dialami pemustaka dalam menelusuri informasi diOPAC Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara yaitu kurangnya komputer, jaringannya kurang stabil, ada beberapa komputernya masih kurang bagus dan juga kurangnya sosialisasi antara pihak perpustakaan dengan pemustaka

Discussion

Informasi merupakan fenomena diera globalisasi dan informasi pada sekarang ini. Informasi seluruh dunia mengalir deras dengan sangat cepat dalam berbagai bentuk jenis dan format isi tanpa batas ruang ataupun waktu. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi biasa disebut juga Teknologi Informasi (TI), sehingga menyebabkan kebutuhan akan jasa dan layanan informasi itu semakin meningkat berimbas pada Perpustakaan. Perpustakaan merupakan institusi yang berperan sebagai pengumpulan, pengolahan dan juga sebagai pendistribusian informasi yang memperioritaskan mesin pencari atau (search engine) sebagai saranan temu balik informasi. Sekarang ini pengguna Perpustakaan yang sudah mulai meninggalkan melakukan penelusuran dengan secara manual yang di mana memakan banyak waktu dalam melakukan penelusuran dikarenakan sudah berahli ke penggunaan (Information Retrieval System) yang berada di jaringan (network). Sekarang telah tersedia yang namanya katalog online yang dapat diakses melalui perangkat elektronik yaitu smartphone maupun komputer yang di sebut sebagai Online Public Access Catalog (OPAC), maka dari itu, apabila ingin mencari dokumen di Perpustakaan akan terasa sulit jika pengguna langsung menelusuri ke rak koleksi tanpa melakukan pencarian di OPAC. Maka dari itu dengan adanya OPAC dapat memudahkan pemustaka dalam menemukan dokumen yang dibutuhkannya. Berdasarkan hasil penelitian yang terkait dengan judul Pemanfaatan OPAC (Online Public Access Catalog) Di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara Oleh Pemustaka menggunakan teori TAM (Technology Acceptance Model) menurut Tumsifu et al (2020). Tumsifu et al menyatakan bahwa merupakan keinginan seseorang untuk menggunakan teknologi tertentu dipengaruhi oleh kesediaan mereka untuk melakukannya. Pada dasarnya kesedian seorang untuk menggunakan aplikasi OPAC ini itu tergantung pada orang yang ingin mengunakan apakah dia paham dan mudah iya gunakan untuk mencari informasi atau referensi yang dibutuhkan.Sehingga pengguna teknologi ini merasakan manfaat bagi penggunanya dalam membantu melakukan penelusuran informasi dengan menggunakan layanan OPAC yang tersedia di Perpustakaan. Hasil penelitian ini sudah sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Tumsifu et al (2020). Adapun poin penting dari teori peneriman suatu teknologi yaitu sebagai berikut : Persepsi Kegunaan Yang Dirasakan Persepsi Kegunaan Yang Dirasakansebagai ukuran sejauh mana pengguna percaya bahwa menggunakan teknologi tertentu akan meningkatkan kinerja mereka atau memberikan manfaat praktis bagi penggunaannya. Dengan menggunakan teknologi ini pengguna tersebut akan meningkatkan kinerja atau produktivitasmereka dan juga adanya teknologi ini dapat membantu meningkatkan kinerja penggunanya untuk menemukan informasi yang dibutuhka Berdasarkan hasil penelitian ini terkait kegunaan yang dirasakan oleh pengguna teknologi penelusuran informasi digital berupa (OPAC) dalam memberikan sebuah informasi kepada penggunanya terutama bagi pemustaka yang ingin mengerjakan tugas-tugasnya dengan melakukan penelusuran menggunakan OPAC untuk mencari informasi yang pengguna butuhkan. Selain itu juga penelusuran informasi digital dengan (OPAC) bagi pemustaka itu sangatlah memberikan banyak manfaat yaitu, berupa dapat memberikan akses informasi yang cepat, tidak memakan waktu yang lama dan juga kelengkapan informasinya yang dibutuhkan oleh penggunanya tersedia pada layanan OPAC. Persepsi Kemudahan Penggunaan Yang Dirasakan Persepsi Kemudahan Penggunaan Yang Dirasakanmerupakan suatu ukuran dimana seseorang percaya bahwa dengan adanya teknologi atau sistem aplikasi yang mudah digunakan, mudah dimengerti, mudah dipelajari, dan dapat digunakan secara fleksible maka seseorang akan menggunakan sistem tersebut.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terkait persepsi kemudahan penggunaan yang dirasakan merupakan kemudahan bagi pemustaka yang berkujung ke Perpustakaan dalam menemukan informasi yang diinginkan dengan menggunakan OPAC. Dengan adanya aplikasi atau teknologi berupa penelusuran informasi layanan (OPAC) semua informasi yang dibutuhkan oleh pemustaka dapat ditemukan dengan mudah akurat, efektif dan juga efesien. Maka dari itu pemustaka lebih memilih untuk menggunakan OPAC dalam melakukan penelusuran informasi yang diinginkan oleh penggunanya. Sikap Terhadap Penggunaan Sikap Terhadap Penggunaan dimana sikap seseorang dalam menggunakan teknologi tentang kegunaan dan kemudahan penggunaan teknologi tersebut. Sebagai sikap terhadap penggunaan sistem yang bentuk peneriman atau penolakan merupakan dampak apabila seseorang menggunakan teknologi dalam keseharianya. Apabila pengguna memiliki sikap positif makan pemustaka cenderung lebih menerima dan menggunakan teknologi tersebut. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terkait sikap terhadap penggunaan teknologi yaitu berupa (OPAC) pemustaka akan dapat mudah dipahami dan dapat digunakan oleh pengguna dalam melakukan penelusuran informasi dengan layanan OPAC. Sehingga dengan adanya teknologi ini berupa aplikasi OPAC yang diterapkan Perpustakaan akan sangat membantu dan memudahkanpemustaka dalam mencari informasi yang mereka butuhkan Kendala Pemustaka Temui Saat Penelusuran Informasi Menggunakan OPAC Kendala Pemustaka Temui Saat Penelusuran Informasi menggunakan OPAC di Perpustakaan yaitu dari segi saranan dan prasarannya dari OPAC itu sendiri baik berupa komputer, jaringan ataupun gangguan lainnya yang menghambat pengguna dalam penelusuran bahan pustaka di Perpustakaan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terkait dengan kendala yang di alami oleh pemustaka saat melakukan penelusuran informasi menggunakan OPAC yaitu, mungkin kebanyakan faktor jaringan yang kurang stabil, kurangnya komputer yang ada di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, ada beberapa sebagian komputernya masih kurang bagus dan juga kurangnya sosialisasi antar pihak Perpustakaan dan pemustakanya. Sehingga untuk melakukan penelusuran informasi akan menghambat pemustaka untuk melakukan pencarian buku atau mencari referensi yang mereka butuhkan. Maka dari itu untuk Perpustakaan diharapkan dapat memaksimalkan jaringannya harus stabil, jumlah komputernya harus ditambahkan, harus ada sosialisasi antara pustakawan dan pemustaka dan juga harus diterapkan yang namanya pedoman/ petunjuk tentang penggunaan OPAC yang harus disediakan oleh pihak Perpustakaaan

Conclusion

Berdasarkan hasil dan pembahasan diatas maka, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa dengan adanya teknologi berupa aplikasi OPAC ((Online Public Access Catalog) di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara. Pengguna merasakan manfaat kemudahan untuk mencari informasi yang pemustaka butuhkan seperti mencari tugas kuliah terkait definisi dengan menggunakan akses penelusuran informasi berupa layanan OPAC. Seluruh informasi yang dibutuhkan oleh pemustaka akan dapat ditemukan dengan mudah, akurat dan efesien. Maka dari itu pemustaka akan lebih cenderung memilih untuk menggunakan layanan OPAC di bandingkan dengan mencari melalu sistem katalog atau layanan sirkulasi. Maka dari itu dapat dilihat dari persepsi kegunaan yang dirasakan mudah digunakan dan dipahami, dilihat juga dari persepsi kemudahan penggunaan yang dirasakan oleh penggunanya sudah cukup baik akan tetapi, penggunaan OPAC masih sangat kurang efektif dikarenakan,masih terkendala apabila jaringannya yang kurang stabil dan ada beberapa komputernya yang masih lambat loading, dilihat dari sikap terhadap penggunaan aplikasi yang ada di Perpustakaan sudah bagus dan juga dilihat dari kendala pemustaka temui saat penelusuran informasi menggunakan OPAC yaitu di pengaruhi oleh jaringan yang kurang stabil,komputernya masih ada beberapa yang kurang bagus saat digunakan dan jumlah komputernya masih sedikit.