ANALISIS BIBLIOMETRIK DAN VISUALISASI JARINGAN TERHADAP LITERASI DIGITAL PADA PERPUSTAKAAN (2018-2024)
Universitas Negeri Malang; Universitas Negeri Malang
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan literasi digital di Indonesia melalui pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode bibliometrik pada artikel yang dipublikasikan di jurnal ilmu perpustakaan dan informasi selama periode 2018-2024. Data yang dianalisis mencakup 500 artikel yang diambil dari Google Scholar, yang dievaluasi menggunakan alat VOSviewer dan Publish or Perish untuk memahami tren penelitian, pola kepengarangan, produktivitas penulis, kolaborasi antar penulis, serta kata kunci yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah publikasi terkait literasi digital mengalami peningkatan signifikan, dengan puncaknya pada tahun 2022 dan penurunan tajam pada tahun-tahun berikutnya. Pola kepengarangan memperlihatkan dominasi penulis kolaboratif, yang mencapai 73,6% dari total publikasi, sedangkan penulis individu hanya menyumbang 26,4%. Analisis produktivitas penulis menunjukkan bahwa hanya sedikit penulis yang sangat produktif, dengan kebanyakan penulis hanya menerbitkan satu atau dua artikel selama periode tersebut.Penelitian ini juga mengungkap bahwa kolaborasi antar penulis masih terbatas, dengan banyak penulis hanya berkolaborasi dengan satu orang lainnya. Analisis kata kunci menunjukkan bahwa topik literasi digital tetap relevan dan berkembang seiring dengan isu-isu terkini. Temuan ini menekankan pentingnya dukungan institusional dan perluasan jaringan kolaborasi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas penelitian di bidang literasi digital. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika dan perkembangan literasi digital di Indonesia, serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas penelitian di masa mendatang.
Abstract
This study aims to analyze the development of digital literacy in Indonesia through a quantitative descriptive approach using bibliometric methods on articles published in library and information science journals during the period of 2018-2024. The analyzed data includes 500 articles from Google Scholar, evaluated using VOSviewer and Publish or Perish tools to understand research trends, authorship patterns, author productivity, collaboration among authors, and the keywords used. The results show that the number of publications related to digital literacy has significantly increased, peaking in 2022 and then experiencing a sharp decline in subsequent years. The authorship pattern indicates a dominance of collaborative authors, accounting for 73.6% of total publications, while individual authors contributed only 26.4%. The analysis of author productivity reveals that only a few authors are highly productive, with most authors publishing only one or two articles during the period. The study also reveals that collaboration among authors is still limited, with many authors collaborating with only one other person. The keyword analysis shows that the topic of digital literacy remains relevant and evolves with current issues. These findings emphasize the importance of institutional support and the expansion of collaborative networks to enhance productivity and the quality of research in digital literacy. This research makes a significant contribution to understanding the dynamics and development of digital literacy in Indonesia and provides recommendations to improve the effectiveness and quality of future research.
Keywords:
Analysis
· Bibliometric
· Literacy
· Digital
Introduction
Literasi telah mengalami perkembangan yang pesat selama beberapa tahun terakhir, berubah dari kemampuan dasar membaca dan menulis menjadi keterampilan multidimensional yang mencakup pemahaman, analisis, dan komunikasi informasi dalam berbagai format. Transformasi ini didorong oleh perkembangan teknologi digital yang pesat, meningkatnya akses ke informasi melalui internet, dan kebutuhan akan kemampuan kritis dalam menavigasi dan mengevaluasi informasi digital. Literasi digital menjadi sangat penting dalam menghadapi tantangan era modern, memungkinkan individu untuk mengakses, mengevaluasi, dan menggunakan informasi digital secara efektif, serta berpartisipasi aktif dalam masyarakat digital. Literasi digital mencakup berbagai keterampilan penting seperti kemampuan untuk mencari dan mengevaluasi informasi secara kritis, memahami dan menggunakan teknologi digital dengan bijak, serta menciptakan konten digital yang bermanfaat. Dengan meningkatnya jumlah informasi yang tersedia secara online, literasi digital menjadi keterampilan yang esensial dalam pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari (Gilster, 1997). Keterampilan ini memungkinkan individu untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi yang cerdas, tetapi juga produsen konten yang bertanggung jawab. Penelitian terdahulu yang berkaitan dengan analisis bibliometrika yaitu jurnal berjudul “Analisis Bibliometrik Pada Literasi Sains : Penelitian Menggunakan Vosviewer” oleh Marlina (2023). Penelitian menggunakan alat Vosviewer dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan topik penelitian Literasi Sains selama tahun 2018 hingga 2023. Penelitian lainnya dilakukan oleh Husna dan Sayekti pada tahun 2023, berjudul "Analisis Bibliometrik tentang Tren Penelitian Literasi Informasi di Jurnal Ilmu Perpustakaan yang Terindeks di SINTA", bertujuan untuk mengevaluasi jumlah artikel yang fokus pada literasi informasi di jurnal ilmu perpustakaan yang terakreditasi di SINTA. Hasilnya menunjukkan bahwa topik penelitian dalam literasi informasi bervariasi setiap tahun sesuai dengan isu-isu yang sedang menjadi fokus perhatian. Salah satu temuan utamanya adalah bahwa literasi informasi sebagai metode pembelajaran keterampilan menjadi topik yang paling banyak diteliti dalam tren penelitian literasi informasi. Untuk memahami perkembangan literasi digital, terutama di Indonesia, kita dapat melihatnya dari artikel-artikel yang diterbitkan di jurnal ilmiah. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tren perkembangan literasi digital di Indonesia melalui analisis bibliometrika jurnal ilmu perpustakaan dan informasi yang dipublikasikan dalam Google Scholar selama periode 2018-2024. Dengan melakukan penelitian bibliometrika untuk menganalisis tren penelitian dalam literasi digital, kita dapat memahami perkembangan bidang penting ini. Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis topik penelitian yang sedang tren; penulis paling produktif, total artikel, kolaborasi antar penulis, serta perkembangan tren tiap tahunnya. Studi bibliometrik tentang tren penelitian dapat bermanfaat bagi editor jurnal untuk meningkatkan kualitas artikel yang akan diterbitkan, sementara manfaat penelitian ini bagi ilmu perpustakaan dan informasi secara akademis adalah sebagai referensi bagi peneliti untuk mengembangkan topik literasi digital, membangun kolaborasi penelitian antar institusi, serta memberikan gambaran tentang tren penelitian dalam literasi digital di Indonesia.
Method
Pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode bibliometrik adalah sebuah pendekatan penelitian yang digunakan untuk menganalisis dan memahami data terkait publikasi ilmiah, khususnya dalam bidang literasi digital. Dalam pendekatan ini, peneliti menggunakan metode statistik dan matematika untuk mengumpulkan, menganalisis, dan memahami data bibliografi yang terkait dengan artikel, jurnal, dan publikasi lainnya. Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk memahami pola dan struktur dari data bibliografi, serta untuk mengetahui bagaimana data tersebut berkembang dari waktu ke waktu. Pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode bibliometrik umumnya digunakan dalam penelitian yang berfokus pada analisis tren penelitian, analisis sitasi, dan evaluasi kualitas penelitian. Dalam analisis tren penelitian, pendekatan ini membantu dalam memahami bagaimana penelitian berkembang seiring waktu, termasuk peningkatan jumlah publikasi, peningkatan kualitas penelitian, dan perubahan dalam topik penelitian yang dipublikasikan. Analisis sitasi membantu dalam memahami bagaimana artikel dan jurnal digunakan dan dirujuk oleh peneliti lainnya, serta bagaimana sitasi tersebut mempengaruhi perkembangan penelitian. Evaluasi kualitas penelitian membantu dalam memahami bagaimana kualitas penelitian berkembang seiring waktu, termasuk peningkatan dalam metodologi, analisis data, dan interpretasi hasil. Dalam menggunakan metode bibliometrik, peneliti seringkali menggunakan alat seperti VOSviewer untuk menganalisis data bibliografi. Alat ini memungkinkan peneliti untuk memvisualisasikan data bibliografi dalam bentuk peta, grafik, dan visualisasi lainnya, sehingga memudahkan analisis dan interpretasi hasil. Di berbagai penelitian, pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode bibliometrik digunakan untuk menganalisis perkembangan penelitian dalam bidang tertentu, seperti penelitian tentang literasi digital, penelitian tentang penggunaan teknologi informasi dalam pendidikan, dan penelitian tentang analisis bibliometrik dalam literasi media. Dalam beberapa penelitian lainnya, pendekatan ini digunakan untuk menganalisis perkembangan penelitian dalam bidang literasi digital dan teknologi, seperti penelitian tentang tren publikasi literasi digital di perguruan tinggi, dan penelitian tentang analisis bibliometrik dalam literasi digital: studi kasus di Indonesia. Secara keseluruhan, pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode bibliometrik adalah sebuah pendekatan penelitian yang digunakan untuk menganalisis dan memahami data bibliografi terkait publikasi ilmiah. Pendekatan ini membantu dalam memahami pola dan struktur dari data bibliografi, serta memahami bagaimana data tersebut berkembang dari waktu ke waktu. Dalam berbagai penelitian, pendekatan ini digunakan untuk menganalisis perkembangan penelitian dalam bidang tertentu, serta untuk menganalisis perkembangan penelitian dalam bidang literasi digital dan teknologi.
Result
a. Data Terbitan Artikel Pertahun Perkembangan jumlah publikasi artikel Literasi Digital selama tahun 2018 hingga 2024 dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1 Jumlah Terbitan Artikel Pertahun Tahun Jumlah Artikel Persentase 2018 19 3,8 % 2019 48 9,6 2020 65 13% 2021 128 25,6% 2022 154 30,8% 2023 67 13,4% 2024 19 3,8% Total 500 100% Data pada Tabel 1 menunjukkan adanya perkembangan yang signifikan terkait topik literasi digital selama tujuh tahun terakhir. Pada tahun 2018, jumlah artikel yang terbit hanya sebanyak 19 artikel. Selanjutnya, terjadi peningkatan signifikan pada tahun 2019 dengan jumlah terbitan artikel mencapai dua kali lipat, yaitu sebanyak 48 artikel. Tahun 2020 mencatat persentase terbitan artikel sebesar 13%. Pada tahun 2021, terjadi hampir dua kali lipat peningkatan dibandingkan tahun 2020, dengan persentase terbitan sebesar 25,6% dari total 500 artikel. Selama periode tujuh tahun terakhir, jumlah terbitan artikel tertinggi terjadi pada tahun 2022, dengan 154 artikel atau 30,8% dari total keseluruhan. Namun, pada tahun berikutnya, produktivitas terbitan artikel mengalami penurunan drastis lebih dari 17,4%. Terakhir, pada tahun 2024, hanya terdapat 19 artikel yang terbit. Topik literasi digital menunjukkan pola fluktuatif dalam produktivitas publikasi. Meskipun mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun, termasuk lonjakan tertinggi pada tahun 2022, topik ini juga mengalami penurunan tajam pada tahun-tahun berikutnya. Pola ini menunjukkan bahwa literasi digital memiliki gejolak tersendiri, dengan periode kenaikan drastis diikuti oleh penurunan yang signifikan, mencerminkan dinamika minat dan penelitian di bidang ini. b. Pola Kepengarangan Tabel 2 Pola Kepengarangan Pola Kepengarangan Tahun Jumlah Artikel Persentase 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 Individu 9 16 26 36 29 16 0 132 26,4% Kolaboratif 10 32 39 92 125 51 19 368 73,6% Total 19 48 65 128 154 67 19 500 100% Tabel 2 menunjukkan data berupa tren topik literasi digital dari tahun 2018 hingga 2024. Selama kurun waktu tujuh tahun tersebut, artikel literasi digital lebih banyak ditulis oleh penulis kolaboratif dengan jumlah artikel sebanyak 368 (73,6%), sedangkan penulis individu menghasilkan artikel sebanyak 132 (26,4%). Dari data tersebut, dapat diketahui bahwa penulis kolaboratif lebih banyak melakukan publikasi artikel dibandingkan dengan penulis individu, dengan dominasi sebanyak 73,6%, yang berarti tiga kali lebih banyak dibandingkan publikasi penulis individu. Publikasi penulis individu mengalami kenaikan hingga tahun 2021, namun mengalami penurunan pada tahun 2022 hingga 2024. Bahkan, pada tahun 2024, tidak ada publikasi dari penulis individu. Sebaliknya, penulis kolaboratif mengalami kenaikan yang signifikan mulai dari tahun 2018 hingga 2022, namun mulai mengalami penurunan pada tahun 2023. Penulis kolaboratif mengalami kenaikan tertinggi pada tahun 2021, yaitu sebanyak 53 artikel dibandingkan pada tahun 2020. Selama dua tahun terakhir, topik literasi digital mengalami penurunan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2021 dan 2022. c. Produktifitas Penulis Tabel 3 Perbandingan Produktifitas Penulis Tabel 3 memperlihatkan produktivitas penulis dalam menghasilkan artikel dengan topik literasi digital dari tahun 2018 hingga 2024. Selama periode tersebut, hanya terdapat dua penulis yang paling produktif, yaitu Effendi dan Hidayati, dengan masing-masing menghasilkan tiga artikel. Selain itu, terdapat sembilan penulis yang melakukan publikasi sebanyak dua artikel, disusul oleh penulis yang melakukan publikasi sebanyak satu artikel. Produktivitas penulis pada topik literasi digital dapat dikatakan tidak terlalu tinggi. Hal ini terlihat dari jumlah tertinggi artikel yang dipublikasikan oleh satu penulis hanya sebanyak tiga buah selama tujuh tahun. Fenomena ini menunjukkan bahwa minat dan komitmen penulis terhadap topik literasi digital masih perlu ditingkatkan. Rendahnya produktivitas ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya dukungan institusional, minimnya kolaborasi antarpenulis, atau terbatasnya akses terhadap sumber daya yang relevan untuk penelitian literasi digital. Untuk meningkatkan produktivitas penulis, diperlukan upaya yang lebih besar dalam memberikan dukungan dan insentif, mendorong kolaborasi antarpenulis, serta memperluas akses terhadap sumber daya dan literatur yang berkaitan dengan literasi digital. Dengan demikian, diharapkan akan ada peningkatan signifikan dalam jumlah dan kualitas artikel yang dipublikasikan pada topik ini di masa mendatang. d. Kolaborasi Penulis Gambar 1. Peta Jaringan yang Menunjukkan Hubungan Antar Penulis Berdasarkan analisis terhadap 500 artikel, ditemukan adanya kolaborasi antar penulis dalam penulisan artikel. Misalnya, Effendi dan Susanto berkontribusi dalam topik literasi digital. Gambar 1 memperlihatkan keterkaitan di antara sembilan nama yang saling berkolaborasi dalam penulisan dan publikasi artikel dengan topik literasi digital. Sembilan nama tersebut adalah penulis yang memiliki keterikatan atau saling berkolaborasi dalam publikasi artikel literasi digital. Garis-garis yang menghubungkan antara sembilan nama tersebut menunjukkan adanya kolaborasi dalam penulisan artikel. Gambar 2. Peta Jaringan yang Menunjukkan Penulis Kolaboratif dan Individu Gambar 2 menunjukkan banyak nama penulis yang berkontribusi dalam menghasilkan 500 artikel dengan topik literasi digital sepanjang tahun 2018 hingga 2024. Beberapa penulis melakukan kolaborasi dalam menulis artikel, sementara yang lain menulis secara individu. Banyak penulis hanya berkolaborasi dengan satu orang lainnya, dan sangat jarang terjadi kolaborasi dengan dua orang atau lebih. Akibatnya, jaringan kolaborasi yang luas tidak tercipta meskipun mereka menulis artikel dengan topik yang sama. Misalnya, Hamzah berkolaborasi dengan Putri, tetapi Hamzah dan Putri tidak memiliki keterkaitan dengan penulis Mayasari dan Rahayu, meskipun mereka melakukan penelitian atau publikasi artikel dalam bidang dan topik yang sama. Contoh lainnya dapat dilihat dari Hasan yang berkolaborasi Ahmad yang tidak bersinggungan dengan Hartini dan Misbah. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat kolaborasi, masih kurang terjalin jaringan kolaborasi yang lebih luas dan kohesif di antara para penulis tersebut. Padahal, kolaborasi yang lebih luas dan saling terkait dapat meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi, serta memperkuat komunitas akademik di bidang literasi digital. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk mendorong penulis agar lebih aktif dalam membentuk jaringan kolaborasi yang lebih inklusif dan terintegrasi. e. Kata Kunci Penelitian Gambar 3. Peta Jaringan yang Menunjukkan Kata Kunci Analisis kata kunci yang digunakan dalam studi ini merupakan titik awal yang baik untuk mengevaluasi evolusi mereka di bidang ini. Kata kunci mencirikan fokus penulis dan pencapaian mereka, dan juga memberikan gagasan umum tentang tren penelitian. Untuk menentukan kata kunci yang paling banyak diteliti, artikel-artikel dikelompokkan menggunakan perangkat lunak VosViewer dan Publish or Perish. Dalam analisis ini, muncul beberapa kata kunci dominan yang berkaitan dengan topik literasi informasi, seperti pandemi, internet, masyarakat, informasi, aspek, dan siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa selama periode 2018 hingga 2024, terdapat variasi dan peningkatan jumlah kata kunci yang terkait dengan literasi informasi setiap tahunnya. Hal ini mengindikasikan bahwa topik literasi informasi terus berkembang dan tetap relevan dengan berbagai isu dan perkembangan terkini yang tercermin dalam kata kunci yang dianalisis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa topik literasi informasi memiliki relevansi yang kuat dengan kata kunci yang muncul dalam analisis, mencerminkan dinamika dan perkembangan dalam bidang tersebut selama beberapa tahun terakhir.
Conclusion
Analisis terhadap tren penulisan artikel mengenai literasi digital dari tahun 2018 hingga 2024 mengungkap beberapa temuan signifikan. Pertama, teramati adanya kecenderungan meningkatnya kolaborasi antarpenulis dalam produksi artikel, mencerminkan transisi budaya akademik menuju kerja sama yang lebih erat dalam upaya memperluas cakupan pengetahuan literasi digital. Data menunjukkan bahwa artikel literasi digital lebih sering ditulis oleh penulis kolaboratif daripada individu, dengan 73,6% dari total artikel dipublikasikan merupakan hasil kolaborasi, sedangkan hanya 26,4% yang berasal dari penulis individu. Meskipun demikian, terdapat penurunan dalam produktivitas penulis individu, yang semakin menonjol pada tahun-tahun terakhir. Pada tahun 2024, contohnya, tidak ada publikasi dari penulis individu, sementara penulis kolaboratif tetap produktif. Fenomena ini menggambarkan dinamika kompleks antara kolaborasi multidisiplin dan kepentingan memelihara identitas intelektual individu dalam lingkungan akademik yang semakin terkolaborasi. Kedua, hasil analisis menunjukkan bahwa minat dan komitmen terhadap literasi digital masih membutuhkan perhatian lebih lanjut, terutama dalam konteks penulis individu yang mengalami penurunan produktivitas. Dari data penelitian, terlihat bahwa produktivitas penulis individu mengalami penurunan secara signifikan pada tahun 2022 hingga 2024, bahkan pada tahun 2024 tidak ada satupun publikasi dari penulis individu. Hal ini menekankan pentingnya dukungan institusional yang kokoh, promosi kerjasama antarpenulis, dan perluasan akses terhadap sumber daya relevan guna meningkatkan kedalaman dan keluasan penelitian literasi digital. Di samping itu, kebutuhan akan jaringan kolaborasi yang lebih inklusif juga perlu ditekankan, karena meskipun beberapa penulis berkolaborasi dalam menulis artikel, banyak dari mereka hanya berkolaborasi dengan satu orang lainnya, dan sangat jarang terjadi kolaborasi dengan dua orang atau lebih. Akibatnya, jaringan kolaborasi yang luas tidak tercipta meskipun mereka menulis artikel dengan topik yang sama. Dengan menyadari kompleksitas tantangan yang dihadapi dan peluang yang terbuka, diharapkan penelitian selanjutnya dapat memberikan kontribusi yang lebih substansial dalam memperdalam pemahaman kita tentang literasi digital serta menghadirkan solusi yang lebih efektif untuk tantangan-tantangan yang terkait dalam era digital yang terus berkembang.