BIBLIOGRAFI BERANOTASI TENTANG KOLEKSI BUKU AGAMA ISLAM DI DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN SULAWESI TENGGARA
Universitas Halu Oleo; Universitas Halu Oleo; Universitas Halu Oleo
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui dan menjelaskan bibliografi beranotasi tentang koleksi buku agama Islam di dinas kearsipan dan perpustakaan daerah Sulawesi tenggara.Penelitian inimenggunakan teknik analisis kualitatif dengan metode deskriptif, teori yangdigunakan dalam penelitian ini adalah teori Klasifikasi Bibliografi (bibliographic classification theory). Lokasi penelitian ini bertempat di Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Daerah Sulawesi Tenggara. Jl. H. Abdullah Silondae No. 133 kota kendari, populasi dalam penelitian ini adalah pustakawan dan pemustaka yang memanfaatkan vasilitas perpustakaan daerah sebanyak 5 orang. Sedangkan teknik penemuan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah Metode purposive (secara sengaja) . Dimana semua anggotapopulasi digunaan sebagai sampel sebanyak 30 orang, penelitian ini menggunakanteknikanalisis secara deskriptif kualitatif yakni data yang di peroleh berdasarkan pada informasi dan temuan objek yang detail.Adapun hasil dari penelitian iniberdasarkan analisis yang di temukan yaitu Bibliografi beranotasi koleksi buku agama islam perpustakaan daerah sulawesi tenggara memiliki langkah-langkah pembuatansebagai berikut:1. Penentuan Judul;a) keterpakaian koleksi oleh pemustakaan Perpustakaan daerah Sulawesi tenggara; c) informasi dan koleksi masih terjaga. 2. Mengumpulkan danmelakukan seleksi pada bahan pustaka dalam pencatatan nama pengarang, tahun terbit,judul dari buku koleksi tentang agama islam, tempat terbit, edisi atau cetakan dan penerbit.3.Seleksi bahan pustaka agar tidak terjadi kesalahan pada pembuatan bibliografi dengan subjek yang telah ditentukan. 4.Mengelompokkan dan mengklasifikasibahan pustaka. 5.Pembuatan Kata Kunci. 6. Penyusunan Indeks.7. Pengetikkan naskah bibliografi dengan memakai penulisan format APA (American Psycology Assosiation). 8. Pemeriksaan akhir pada naskah bibliografi dengan memperhatikan penulisan nama pengarang yang telah di balik, melihat tahun terbit, memperhatikan penulisan huruf kapital dan hal lainya.
Abstract
This study aims to identify and explain the annotated bibliography of the collection of Islamic religious books at the Archives and Libraries Office of Southeast Sulawesi. This study uses qualitative analysis techniques with descriptive methods, the theory used in this study is the theory of Bibliographic Classification (bibliographic classification theory). The research location is located at the Southeast Sulawesi Regional Library and Archives Service. Jl. H. Abdul Silondae No. 133 cities of Kendari, the population in this study were librarians and users who used the regional library facilities as many as 5 people. While the sample discovery technique used in this research is a purposive method (intentionally). where all members of the population are used as a sample of 6 people, this study uses a qualitative descriptive analysis technique, namely the data obtained is based on detailed information and object findings. As for the results of this study based on the analysis found, namely an annotated bibliography of a collection of Islamic religious books, the library in the Southeast Sulawesi region has the following steps: 1. determination of title; a) the use of the collection by the librarian of the Southeast Sulawesi regional library; c) information and collections are still maintained. 2. collecting and selecting library materials in recording the author's name, year of publication, title of a collection of books on the Islamic religion, place of publication, edition or print and publisher. 3.selection of library materials so that there are no errors in making a bibliography with a predetermined subject. 4. Grouping and classifying library materials. 5. Keyword Generation. 6. Index Compilation. 7 .Typing the bibliography using the APA (American Psychology Association) format. 8. Final examination of bibliographical manuscripts by paying attention to writing the author's name which has been reversed, looking at the year of publication, paying attention to writing capital letters and other things.
Keywords:
Annotated Bibliography
· Collections
· Libraries
Introduction
Ilmu pengetahuan dari waktu ke waktu mengalami perkembangan yang sangat cepat dan kebutuhan akan informasi pun semakin tinggi. Dengan perkembangan zaman yang semakin maju dan canggih kebutuhan akan informasi semakin meningkat. Terjadinya peningkatan informasi ini harus diimbangi dengan perkembangan sarana pengendalian informasi. Sarana pengendalian informasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh informasi secara cepat dan tepat. Serta berbagai sarana penelusuran informasi diciptakan sebagai kebutuhan penelusuran informasi. Salah satu sarana penelusuran informasi yang dikenal adalah perpustakaan, diperpustakaan terdapat bibliografi yang berguna untuk penelusuran informasi secara cepat. Bibliografi bagi seorang kuli memang tidak penting. Namun bagi kalangan akademisi maupun bagi peneliti, Bibliografi sangatlah penting untuk di kuasai. Hal ini karena berkaitan dengan literasi. Seperti kegiatan penelitian, penuliasan jurnal dan masih banyak lagi. Istilah bibliografi familiar di sebut dengan daftar kepustakaan. Meskipun secara teknik penukisan ada beberapa aturan tergantung keinginan, namun secara garis besar, bibliografi memuat judu, pengarang, edisi, cetakan, kota terbit, nama penerbit, jumlah halaman, isbn hingga masalah ukuran tinggi buku. Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, maka rumusan masalah dalampenelitianini yaitu Bagaimana merancang Bibliografi Beranotasi Tentang Koleksi Buku Agama Islam di Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Daerah Sulawesi Tenggara. Kemudian yang menjadi tujuan penelitian ini yaitu mengetahui dan menjelaskan Bibliografi Beranotasi Tentang Koleksi Buku Agama Islam Di Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Daerah Sulawesi Tenggara. Literature review Rujukan yang digunakan oleh penulis adalah hasil penelitian yang dilakukan oleh Sulistyo-Basuki (2010: 393) menjabarkan bahwa kebutuhan informasi adalah suatu informasi yang diinginkan seseorang untuk menunjang kehidupan sehari-h`arinya. Kebutuhan informasi yang setiap orang berbeda-beda dilihat dari jenisinformasi maupun tingkat kebutuhannya. Yusuf (2010: 84) menjelaskan untuk individu dengan pendidikan lebih tinggi misalnya dosen atau peneliti mempunyai tingkat kebutuhan yang lebih tinggi pula. Selain tingakat kebutuhan jenis informasi yang dibutuhkan individu juga tidak sama. Misalnya tidak semua bidang ilmu membutuhkan sumber informasi terbaru, misalnya pada ilmuan pengetahuan budaya sumber-sumber lama bisa dianggap lebih penting (sulistyo- basuki, 2010: 396). willson dalam yusuf (2010: 82-83) menjelaskan bahwa kebutuhan informasi individu terdiri dari kebutuhan afektif, kognitif, intergrasi personal, intergrasi sosial, dan berkhayal. berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa kebutuhan informasi merupakan salah satu hal yang melekat dan tak terlepas dari sertiap individu, sebab hal tersebut secara tidak langsung dan tanpa sadar adalah hal yang dibutuhkan individu tersebut untuk menunjang kehidupannya sehari – hari.
Method
Penelitian ini di lakukan di Perpustakaan Daerah Sulawesi Tenggara Yang Beralamat Di Jln. Sao Sao, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia Kota Kendari Sulawesi Tenggara. Waktu penelitian ini di lakukan selama sebulan. Pemilihan lokasi ini di pilih dengan pertimbangan bahwa, di Perpustakaan Daerah Sulawesi Tenggara di kunjungi oleh pemustaka dan memiliki banyak pustakawan yang bertugas pada bidang layanan. Sehingga mempermudah peneliti untuk mengetahui bibliografi beranotasi tentang koleksi buku Agama Islam, selain itu lokasi penelitian srategis dan mudah di jangkau. Berdasarkan judul penelitian ini maka yang menjadi subjek penelitian adalah pustakawan, pemusta, serta kepala dinas yang bertugas pada layanan di Perpustakaan Daerah Sulawesi Tenggara . Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang yang terdiri dari; Kepala Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Daerah Sulawesi Tenggara, Pustakawan 3 Orang dan Pemustaka 2 Orang Penulis menentukan orang ini di nilai dapat memberikan informasi yang di butuhkan dalam penelitian yaitu 1 orang Kepala Perpustakaan Daerah Sulawesi Tenggara, 3 orang pustakawan layanan bidang sub tu kepegawaian , 2 orang pemustaka atau pengunjung perpustakaan daerah. Jadi semua informan berjumlah 6 orang. Alasan peneliti memilih ke 6 informan tersebut karena dari 6 orang yang di pilih merupakan informan yang di anggap paling kompeten dan mengetahui tentang informasi yang penulis butuhkan. Adapun teknik penentuan informan di lakukan dangan teknik purposive (secara sengaja) pada waktu peneliti melakukan penelitian kepada informan yang di pilih secara khusus berdasarkan tujuan penelitian dan yang bersangkutan (informan) data – data dan informasi yang di butuhkan dan berkaitan dengan permasalahan yang di teliti. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. ( Noor dalam Sugiyono, 2015) Penelitian kualitatif adalah penelitian yang di ambildari kondisi objek yang alamiah dan bersifat mendalam, serta lebih menekankan makna dari pada generalisasi dengan tujuan untuk mengambarkan suatu realitas yang kompleks. Jenis kualitafif di gunakan untuk mengkaji realita yang sudah ada dengan menggunakan berbagai teknik pengumpulan data tertentu agar mendapatkan kondisi lapangan yang jelas mengenai rancangan pembuatan Bibliografi Beranotasi Tentang Koleksi Buku Agama Islam Di Perpustakaan Daerah Sulawesi Tenggara. Teknik analisis data yang di lakukan peneliti yaitu dengan cara mengumpulkan data kemudian data tersebut di analisis secara deskriptif kualitatif yakni data yang di peroleh berdasarkan pada informasi dan temuan objek yang detail. Analisis ini mendeskripsikan hasil penelitian berdasarkan temuan lapangan yang kemudian di beri penafsiran dan kesimpulan. Data tersebut di uraikan menggunakan kalimat yang logisdan mudah di pahami dan kemudian mengevaluasi dengan teori yang ada. Desain oprasional adalah devinisi yang berdasarkan terhadap sifat –sifat variaber yang di teliti. Devinisi oprasioanal memuat hal-hal penting dalam penelitian yang memerlukan penjelasan. Tabel 1 Desain Oprasional Penelitian Unit Analisis Struktur Kerangka Analisis Teknik Pengumpulan Data Penentuan judul Kesediaan koleksi buku agama islam Observasi Wawancara Dan Dokumentasi Pengumpulan koleksi Pencatatan Observasi Wawancara Dan Dokumentasi Seleksi bahan pustaka penyeleksian Observasi Wawancara Dan Dokumentasi Pengelompokan klasifikasi Klasifikasi Observasi Wawancara Dan Dokumentasi Pembuatan kata kunci Entri bibliografi Observasi Wawancara Dan Dokumentasi Penyusunan indeks Indeks pengarang Indeks kata kunci Observasi Wawancara Dan Dokumentasi Pengetikan naskah bibliografi Penulisan nomor entri Observasi Wawancara Dan Dokumentasi
Result & Discussion
Penyusunan Bibliografi Beranotasi Tentang Koleksi Buku Agama Islam Di Dinas Perpustakaan Daerah Sulawesi Tenggara Bibliografi merupakan alat temu kembali informasi yang bermanfaat sebagaipetunjuk hasil karya seseorang atau sekelompok orang yang membahas tentang suatu subjek tertentu. oleh sebab itu, agar terwujudnya manfaat bibliografi maka ada beberapa tahapan pembuatan bibliografi yang harus dikerjakan penulis dalam penulisan naskah bibliografi. Seperti yang di ungkapkan oleh informan Rahma bidang Sub Tu Kepegawaian pada tanggal 24 mei 2023. “Sebenarnya tahapan pembuatan bibliografi memiliki 8 tahapan, semua tahapan harus di lalui dalam penulisan naskah bibliografi beranotasi ini. Yaitu: penentuan judul, pengumpulan bahan pustaka, seleksi bahan pustaka, pengelompokkan atau klasifikasi, pembuatan kata kunci, penyusunan indeks, pengetikan naskah bibliografi, dan pemeriksaan naskah akhir, namun saat ini kami belum mempunyai bibliografi yang beranotasi. ( wawancara 24 mei 2023)” Hasil wawancara di atas memberikan pemahaman bahwa pembuatan bibliografi di Dinas Perpustakaandan Kearsipan Daerah Sulawesi Tenggara terdiri dalam 8 (delapan) tahapan yaitu : a. Penentuan Judul Dalam penentuan judul pada bibliografi ini dilakukan pertimbangan-pertimbangan seperti: a) ketersediaan koleksi berupa buku peninggalan yang di simpan di dinas perpustakaan dan kearsipan daerah Sulawesi tenggara; b) keterpakaian koleksi oleh pemustaka di Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Daerah Sulawesi Tenggara; c) informasi dan koleksi masih terjaga dan koleksi masih dalam kondisi yang baik di Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Daerah Sulawesi Tenggara. Menurut Pustakawan Pada Bidang Layanan Sub Tu Kepegawaian Perpustakaan Daerah Sulawesi Tenggara, yakni : “Dalam proses penentuan judul ini dilakukan beberapa pertimbangan yang paling penting yaitu kesediaan koleksi, maksudnya adalah judul yang tertulis pada koleksi ini. Koleksi masih terjaga dan koleksi masih dalam kondisi yang baik. ( wawancara 24 mei 2023)” Gambar 1 Koleksi buku Agama Islam di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Sulawesi Tenggara. Sampel yang digunakan adalah koleksi buku, koleksi ini banyak di minati pemustaka sebagai bahan rujukan untuk melakukan penelitian dan bahan untuk mendukung kegiatan pembelajaran lainnya. Selain itu juga, sangat bermanfaat sebagai pelestarian dan atau menunjukkan sejarah agama Islam yang terjadi di Indonesia. b. Pengumpulan Buku Agama Islam Di Dinas Perpustakaan Daerah Sulawesi Tenggara Pengumpulan buku dapat dilakukan dengan cara menelusuri langsung, yaitu pengumpulan data dari dokumen asli yang diperlukan dan sesuai dengan subjek sebagai bahan untuk membuat bibliografi ini. Dalam pembuatan bibliografi beranotasi ini pengumpulan data dilakukan penelusuran secara langsung yaitu dengan cara mengumpulkan koleksi buku Agama Islam Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Daerah Sulawesi Tenggara. Dalam wawancara Pengumpulan Buku Agama Islam Di Dinas Perpustakaan Daerah Sulawesi Tenggara menambahkan: “Koleksi yang telah berhasil ditelusur dilakukan pencatatan data bibliografinya sesuai dengan ketentuan yang telah ada seperti: nama pengarang, judul buku, kolasi yaitu informasi tentang halaman buku, impresum yaitu informasi yang mengenai tempat terbit, penerbit dan tahun terbit, keteranagn lain yang berguna bagi pengguna untuk mengetahui keberadaan buku seperti nomor panggil atau call number pada koleksi tersebut. ( wawancara 24 mei 2023)” Dalam wawancara di atas dapat di simpulan bahwa ketentuan pencatatan koleksi yang berhasil di telusuri seperti : - Nama Pengarang; - Judul buku; - Kolasi yaitu informasi tentang halaman buku; - Impresum yaitu informasi yang mengenai tempat terbit; - Penerbit dan tahun terbit; - Keteranagn lain yang berguna bagi pengguna untuk mengetahui keberadaan buku seperti nomor panggil atau call number pada koleksi tersebut. c. Seleksi Bahan Pustaka Seleksi bahan pustaka adalah satu dari sekian banyaknya kegiatan yang berhubungan dengan kualitas pengembangan koleksi dalam sebuah perpustakaan. Menurut UU No. 43/2007 tentang Perpustakaan, menjelaskan bahwa koleksi perpustakaan harus di seleksi, di sipan, dilayankan, dan di kembangkan sesuai dengan kebutuhan pemustaka dan memperhatikan perkembangan teknologi informasi serta komunikasi. Penyeleksian bahan pustaka mengacu pada pedoman kebijakan pengembangan koleksi dan prosedur kerja yang telah ditetapkan oleh lembaga induknya. Kegiatan penyeleksian bahan pustaka juga harus sesuai dengan kriteria serta alat seleksi yang berasal dari berbagai sumber. Dalam wawancara seleksi bahan pustaka Buku Agama Islam Di Dinas Perpustakaan Daerah Sulawesi Tenggara informan Rahma menambahkan: “Proses penyeleksian ini, bahan pustaka terlebih dahulu dilakukan dengan menggunakan alat bantu seleksi, yang terdiri dari alat bantu seleksi eksternal dan alat bantu seleksi internal. Alat bantu seleksi internal lebih menitik beratkan pada kebutuhan bahan pustaka yang diperlukan oleh pengguna atau pemustaka. Sedangkan alat bantu seleksi eksternal lebih dominan dalam menawarkan buku-buku koleksi yang diterbitkan oleh penerbit dan sedang trend di pasaran.” (Wawancara 24 mei 2023) Proses seleksi bahan pustaka bibliografi harus dibatasi oleh tujuan dan sarana yang ingin dicapai dengan melalukan evaluasi bahan pustaka yang relevan dengan kebijakan perpustakaan. “prosedur penyeleksian bahan pustaka di dasarkan pada pertimbangan - pertimbangan anggaran dana yang sudah disetujui oleh pimpinan, tenaga serta pengolah yang tersedia di perpustakaan. Setelah melalui proses seleksi yang panjang, maka pada akhirnya pihak pengelola perpustakaan yang mana di sini yaitu pustakawan melakukan pengadaan bahan koleksi.” (Wawancara 24 mei 2023) Pada tahap ini seluruh bahan koleksi yang telah berhasil di telusuri dan dikumpulkan sesuai subjek yang di perlukan. Kolesi buku harus di pisahkan terlebih dahulu dengan subjek yang berbeda untuk tidak terjadi kekeliruan pada penulisan bibliografi ini. d. Pengelompokkan Klasifikasi sebagaimana telah kita ketahui bahwa perpustakaan merupakan sebuah tempat dimana berbagai koleksi buku dan bahan serta karya cetak dikumpulkan. Perpustakaan sangat memberikan banyak manfaat dan kegunaan bagi banyak masyarakat, terutama dalam penyajian informasi, dimana masyarakat banyak mencari. Masyarakat tidak perlu kebingungan lagi dalam mencari sumber informasi dan referensi yang mereka perlukan, cukup dengan mendatangi perpustakaan maka kita bisa memperoleh banyak sumber referensi dan informasi yang terpercaya. Dalam sebuah perpustakaan koleksi tentunya harus dikelola dengan baik. Khususnya dalam penyajian, sangat perlu diperhatikan dengan baik bagaimana menata serta mengelompokkan koleksi di perpustakaan. Hal ini tentu bertujuan untuk mempermudah dalam pengelolaan serta juga memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi pengguna perpustakaan supaya dapat mencari atau menemukan apa yang dicari. Dalam wawancara klasifikasi menambahkan : “Klasifikasi merupakan proses pengelompokkan yang artinya mengumpulkan benda atau entitas yang sama dan memisahkan benda yang tidak sama. Secara umum, dapat dikatakan bahwa batasan klasifikasi merupakan usaha dalam menata alam ilmu pengetahuan kedalam tata urutan sistematis.”(wawancara 24 mei 2023) Koleksi buku Agama Islam Di Dinas Perpustakaan Daerah Sulawesi dikumpulkan kemudiandiklasifikasi, pengklasifikasian ini dapat dilakukan berdasarkan subjek yang telahditentukan. Seluruh bahan bibliografi yang telah dikelompokkan berdasarkan subjeknya,kemudian diurutkan sesuai dengan nama pengarang yang berdasarkan abjad. Kemudian masing-masing bibliografi juga di urutkan dengan menggunakan angka. Pada Perpustakaan Daerah Sulawesi Tenggara ini mengklasifikasi sesuai analisa ketentuan kantor. e. Pembuatan Kata Kunci Pada pembuatan kata kunci yang akan dipilih adalah satu kosa kata yang menggambarkan pokok permasalahan. Kata kunci bertujuan untuk memudahkan pengguna dalam mencari informasi dalam inti sari sebuah buku. Dengan membaca kata kunci pembaca dapat langsung memahami secara garis besar tentang isi buku yang telah dibaca. Penentuan kata kunci pada bibliografi ini dapat di lihat di akhir penulisan setelah pembuatan anotasi bibliografi. Penentuan kata kunci bisa dilakukan dengan membaca atau menganalisa judul koleksi yang akan diteliti dan bisa juga dengan cara membaca isi sebuah buku kemudian disimpulkan isi buku secara ringkas setelah disimpulkan ambil kata yang operasional (berulang-ulang) pada buku. Menurut informan Hayoni sebagai Kepala Sub Bidang Layanan Perpustakaan Dan Pelestarian Bahan Pustaka yakni : “Tujuan pembuatan kata kunci merupakan suatu menggambarkan tentang konsep-konsep pengetahuan yang dibahas di dalam artikel tersebut, sehingga pembaca yang ingin mencari informasi dapat memahami isi pokok tulisan tersebut. Tidak hanya itu kata kunci juga dipakai untuk memudahkan penelusuran informasi yang telah dikumpulkan dalam daftar bibliografi.“(wawancara 24 mei 2023) Kata kunci pada koleksi dapat dipilih dari judul artikel yang tertulis, dari abstrak, ataupun dari dalam artikel itu sendiri baik dari hasil, metodologi, kesimpulan termasuk tempat dan waktu. Dalam wawancara pembuatan kata kunci menambahkan. “Kata kunci yang akan dipilih adalah sebuah kosa kata yang menggambarkan suatu pokok permasalahan, dengan memakai kata-kata berdasarkan cabang ilmu pengetahuan ataupun subjek tertentu yang telah dikenal secara umum.”(wawancara 24 mei 2023) f. Penyusunan indeks Penyusunan indeks membantu pemustaka dalam menuju informasi yang dibutuhkan dengan melihat indeks yang tersedia dalam koleksi. Indeks merupakan daftar kata atau istilah penting yang terdapat dalam buku cetakan (biasanya pada bagian akhir buku) tersusun menurut abjad yang memberikan informasi mengenai halaman tempat kata atau istilah tersebut ditemukan. Penulisan indeks bertujuan untuk memudahkan pemustaka dalam menemukan informasi dan mencari informasi secara efisien cepat dan tepat. Pada wancara penyusunan indeks informan rahma sebagai bidang layanan sub kepegawaian menambahkan : “Indeks berarti penunjukan, indeks adalah suatu daftar petunjuk latak kata, dan konsep, serta istilah lain yang terdapat dalam suatu terbitan. Indeks di susun menurut abjad serta merujuk ke artikel diamna konsep, kata, atau istilah tersebut di bahas”(wawancara 24 mei 2023) Pada wawancara diatas menjelaskan bahwa penyusunan indek bibliografi adalah sebagai berilkut 1) Indeks Pengarang Dalam penulisan indeks pengarang berjumlah satu pengarang dilakukan pembalikan nama pengarang setelah dibalikkan di beri koma (,) pada kata pertama namapengarang tersebut. contoh: Malik, Luthfi. 021 Indeks Pengarang Nomor Entri 2) Indeks Kata Kunci Dalam menentuan kata kunci ini yang tepat dalam sebuah bibliografi dengan cara menganalisa judul koleksi atau membaca koleksi yang ingin diteliti dan memilih kata yan paling banyak diulang-ulang yang ada dalam koleksi tersebut. Contoh sebagai berikut: Islam ; Budaya Muna. 021 Kata Kunci Nomor entri g. Pengetikan Naskah Bibliografi Langkah selanjutnya dalam pembuatan bibliografi yaitu pengetikan naskah bibliografi. Kumpulan artikel yang sudah disusun menurut klasifikasi dan abjad pengarang serta sudah dilengkapi dengan daftar indeks, kemudian dilakukan pengetikan naskah bibliografi. Pengetikan naskah secara manual bisa menggunakan sarana yang ada di perpustakaan daerah sulawesi tenggara. pada wawancara pengetikan naskah bibliografi mengatakan : “Dalam pengetikan naskah bibliografi buku agama islam dalam format American Psychological Association (APA) style huruf yang digunakan yaitu times News Romandengan ukuran huruf 12. Setiap bibliografi harus di tulis menurut unsur-unsur seperti, penulisan nama pengarang; tahun terbit; judul dan hal-hal lain yang di perlukan dalam penulisan bibliografii.”( Wawancara 24 mei 2023) Dalam wawancara di atas menjelaskan bahwa pengetikan naskah bibliografi buku agama islam dalam format American Psychological Association (APA) style huruf yang digunakan yaitu times News Romandengan ukuran huruf 12. Setiap bibliografi harus di tulis menurut unsur-unsur seperti, a) penulisan nama pengarang; b) tahun terbit; c) judul dan hal-hal lain yang di perlukan dalam penulisan bibliografi. h. Pemeriksaan Naskah Akhir Pada tahap terakhir ini dalam pembuatan bibliografi beranotasi koleksi buku Agama Islam ini adalah pemeriksaan naskah akhir. Pemeriksaan naskah akhir inimeliputi sebagai berikut: a) melakukan pemeriksaan terhadap ejaan yang rasanya terjadi kesalahan; b) kesesuaian pembalikan nama pangarang atau melihat penulisan huruf kapital; c) kelengkapan data tentang data bahan pustaka yang di teliti seperti tahun terbit, penetrbit,anotasi kata kunci, dan lain-lainnya. Selain itu, juga pemeriksaan naskah akhir juga perlu memperlihatkan nomor urut bibliografi dan kesesuaian bibliografi beranotasi dengan kata kunci. Pada wawancara pengetikan naskah akhir bibliografi informan rahma pada bidang layanan sub kepegawaian menambahakan “Perihal teknis pada tahap pengetikan, seperti, besar huruf, pemilihan ukuran kertas, jenis huruf, dan sebagainya disesuaikan dengan keinginan setiap perpustakaan. Sebab karena penyusunan bibliografi pula melibatkan segi seni penyajian informasinya agar menarik minat pembacanya. Sehingga demikian masalah tata letak dan perwajahan naskah (layouting) bisa disesuaikan dengan keinginan setiap perpustakaan untuk menunjukkan kreativitasnya. Penulisan naskah bibliografi dapat ditulis dalam berbaris satu atau dua kolom tulisan.”(wawancara 24 mei 2023). Dari wawancara diatas Peneliti dapat mengambil satu sampel untuk pembuatan bibliografi beranotasi buku yang berjudul “Islam Dalam Budaya Muna“ dimana bibliografi sebagai berikut : Gambar 4.2. koleksi buku agama islam dinas perpustakaan dan kearsipan daerah sulawesi tenggara. Pengarang : Malik, Luthfi Judul : Islam Dalam Budaya Muna Impresium : Ujung Pandang , 1998 Kolasi : 244 hlm,: 21 cm. Subjek : Islam Nomor klas :213.23 luti Ringkasan isi : Pada saat ini tudi mengenai tradisi haroa pada etnis muna dapat menunjukan sebuah imajinasi – imajinasi tentang bagaimana masyarakat di atas lokal mapu menunjukan dan mempertegas fungsi identitas suatu kepercayaan keagamaan tertentu dalam ranah kehidupan sosial maupun kehidupan beragama. Analisa Penelitian Di setiap perpustakaan pasti membutuhkan bibliografi untuk mempermudah dalam pencarian informasi dengan cepat dan mudah. Upaya dalam pembuatan bibliografi adalah salah satu kebijakan yang di buat oleh perpustakaan khusus nya di dinas perpustakaan dan kearsipan daerah Sulawesi tenggara dalam hal ini sehingga untuk mempermudah pengunjung atau pemustaka dalam menelusuri informasi dengan cepat dan mudah, pemustaka yang ingin mencari informasi, dengan adanya bibliografi beranotasi ini pemustaka tidak perlu lagi membaca keseluruhan isi buku atau koleksi yang ingin di baca, sehingga dapat di nikmati oleh masyarakat banya untuk kebutuhan informasi mereka dalam jangka waktu yang sangat panjang. Setiap pustakawan yang ada di perpustakaan harus tau tentang pembuatan bibliografi beranotasi. Sesuai dengan rumusan masalah yang di angkat dalam penelitian ini,yang menjadi konsep dan landasan untuk menyelesaikan rumusan masalah adalah dengan menggunakan konsep (Ranganathan 2004 : 440). Yang dimana ada 8 (delapan) rangkaian untuk merancang bibliografi beranotasi buku agama Islam, Penentuan Judul, Pengumpulan Buku, Seleksi Bahan Pustaka, Pengelompokan Klasifikasi, Pembuatan Kata Kunci, Penyusunan Indeks, Pengetikan Naskah Bibliografi, Pemeriksaan Naskah Akhir. Penelitian ini dilakukan di perpustakaan daerah Sulawesi tenggara . Berdasarkan data yang sudah terkumpul pada hasil wawancara yang telah di paparkan sebelumnya maka hasil pembahasan mengenai bibliografi beranotasi tentang koleksi buku agama Islam di dinas perpustakaan dan kearsipan daerah Sulawesi tenggara adalah sebagai berikut: Sesuai dengan rumusan masalah yang di gunakan dalam penelitian ini yang menjadi acuan dan konsep untuk menelaah rumusan masalah dengan menggunakan konsep yang di gunakan adalah konsep bauran klasifikasi dan bibliografi menurut Ranganathan (2004 : 440). Adapun yang menjadi asumsi asumsi konsep menyatakan bibliografi beranotasi perlu di lakukan agar seluruh aktivitas yang berhubungan dengan jasa perpustakaan dapat di ketahui sampai di pahami oleh pengguna nya. Bibliografi merupakan daftar buku atau karangan yang merupakan sumber rujukan dari sebuah tulisan atau karangan atau daftar tentang suatu subjek ilmu , dan daftar pustaka. Bibliografi adalah sebuah daftar bahan pustaka yang lengkap. Namun dalam penelitian ini untuk mengkaji tentang bibliografi beranotasi tentang koleksi buku agama Islam di dinas perpustakaan dan kearsipan daerah Sulawesi tenggara dapat di rangkai dengan berapa tahap yaitu,Penentuan Judul, Pengumpulan Buku, Seleksi Bahan Pustaka, Pengelompokan Klasifikasi, Pembuatan Kata Kunci, Penyusunan Indeks, Pengetikan Naskah Bibliografi, Pemeriksaan Naskah Akhir. 1. Penentuan Judul Dalam penentuan judul pada bibliografi ini dilakukan pertimbangan-pertimbangan seperti: a) ketersediaan koleksi berupa buku peninggalan yang di simpan di Dinas Peerpustakaan dan Kearsipan Daerah Sulawesi Tenggara, maksudnya ialah judul yang tertulis pada koleksi; b) keterpakaian koleksi oleh pemustaka di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Sulawesi Tenggara. Adapun pemustaka yang datang berjumlah 28 perharinya; c) informasi dan koleksi masih terjaga dan koleksi masih dalam kondisi yang baik di Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Daerah Sulawesi Tenggara. 2. Pengumpulan Buku Agama Islam Di Dinas Perpustakaan Daerah Sulawesi Tenggara Pengumpulan buku dapat dilakukan dengan cara menelusuri langsung, yaitu pengumpulan data dari dokumen asli yang diperlukan dan sesuai dengan subjek sebagaibahan untuk membuat bibliografi ini. Dalam pembuatan bibliografi beranotasi inipengumpulan data dilakukan penelusuran secara langsung yaitu dengan caramengumpulkan koleksi buku agama islam dinas perpustakaan dan kearsipan daerah Sulawesi tenggara.Koleksi yang telah berhasil ditelusur dilakukan pencatatan data bibliografinyasesuai dengan ketentuan yang telah ada seperti: a) nama pengarang; b) judul buku;c)kolasi yaitu informasi tentang halaman buku; d) impresum yaitu informasi yang mengenaitempat terbit, penerbit dan tahun terbit; e) keteranagn lain yang berguna bagi penggunauntuk mengetahui keberadaan buku seperti nomor panggil atau call number pada koleksitersebut. 3. Seleksi Bahan Pustaka Pada tahap ini seluruh bahan yang telah berhasil ditelusuri dan dikumpulkan sesuai subjek yang dibutuhkan. Buku harus di pisahkan terlebih dahulu dengan subjek yangberbeda agar tidak terjadi kekeliruan pada penulisan bibliografi ini. d. Pengelompokkan Klasifikasi Klasifikasi merupakan proses pengelompokkan artinya mengumpulkan benda atau entitas yang sama serta memisahkan benda yang tidak sama. Secara umum dapatdikatakan bahwa batasan klasifikasi merupakan usaha menata alam ilmu pengetahuan kedalam tata urutan sistematis. Koleksi buku Agama Islam Di Dinas Perpustakaan Daerah Sulawesi dikumpulkan kemudiandiklasifikasi, pengklasifikasian ini dapat dilakukan berdasarkan subjek yang telahditentukan. Seluruh bahan bibliografi yang telah dikelompokkan berdasarkan subjeknya,kemudian diurutkan sesuai dengan nama pengarang yang berdasarkan abjad. Kemudianmasing-masing bibliografi juga di urutkan dengan menggunakan angka. PadaPerpustakaan Daerah Sulawesi Tenggara ini mengklasifikasi sesuai analisa ketentuan kantor. e. Pembuatan Kata Kunci Pada pembuatan kata kunci yang akan dipilih adalah satu kosa kata yang menggambarkan pokok permasalahan. Kata kunci bertujuan untuk memudahkan pengguna dalam mencari informasi dalam inti sari sebuah buku. Dengan membaca kata kunci pembaca dapat langsung memahami secara garis besar tentang isi buku yang telah dibaca. Penentuan kata kunci pada bibliografi ini dapat di lihat di akhir penulisan setelah pembuatan anotasi bibliografi. Penentuan kata kunci bisa dilakukan dengan membaca atau menganalisa judul koleksi yang akan diteliti dan bisa juga dengan cara membaca isi sebuah buku kemudian disimpulkan isi buku secara ringkas setelah disimpulkan ambil kata yang operasional (berulang-ulang) pada buku. f. Penyusunan indeks Penyusunan indeks membantu pemustaka dalam menuju informasi yang dibutuhkan dengan melihat indeks yang tersedia dalam koleksi. Indeks merupakan daftar kata atauistilah penting yang terdapat dalam buku cetakan (biasanya pada bagian akhir buku)tersusun menurut abjad yang memberikan informasi mengenai halaman tempat kata atau istilah tersebut ditemukan. Penulisan indeks bertujuan untuk memudahkan pemustaka dalammenemukan informasi dan mencari informasi secara efisien cepat dan tepat. g. Pengetikan Naskah Bibliografi Langkah selanjutnya dalam pembuatan bibliografi yaitu pengetikan naskahbibliografi. Dalam pengetikan naskah bibliografi buku agama islam dalam format AmericanPsychological Association (APA) style huruf yang digunakan yaitu times News Romandengan ukuran huruf 12. Setiap bibliografi harus di tulis menurut unsur-unsur seperti, a) penulisan nama pengarang; b) tahun terbit; c) judul dan hal-hal lain yang di perlukan dalampenulisan bibliografi beranotasi. h. Pemeriksaan Naskah Akhir Pada tahap terakhir ini dalam pembuatan bibliografi beranotasi koleksi buku Agama Islam ini adalah pemeriksaan naskah akhir. Pemeriksaan naskah akhir inimeliputi sebagai berikut: a) melakukan pemeriksaan terhadap ejaan yang rasanya terjadi kesalahan; b) kesesuaian pembalikan nama pangarang atau melihat penulisan huruf kapital; c) kelengkapan data tentang data bahan pustaka yang di teliti seperti tahun terbit, penetrbit anotasi kata kunci, dan lainlainnya. Selain itu, juga pemeriksaan naskah akhir juga perlu memperlihatkan nomor urut bibliografi beranotasi dan kesesuaian bibliografi beranotasi dengan kata kunci. Perihal teknis pada tahap pengetikan, seperti, besar huruf, pemilihan ukuran kertas, jenis huruf, dan sebagainya disesuaikan dengan keinginan setiap perpustakaan. Sebab karena penyusunan bibliografi pula melibatkan segi seni penyajian informasinya agar menarik minat pembacanya. Sehingga demikian masalah tata letak dan perwajahan naskah (lay-outing) bisa disesuaikan dengan keinginan setiap perpustakaan untuk menunjukkan kreativitasnya. Penulisan naskah bibliografi dapat ditulis dalam berbaris satu atau dua kolom tulisan.
Conclusion
Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa di Dinas Perpustakan dan Kearsipan Daerah Sulawesi Tenggara belum ada yang membuat bibliografi beranotasi buku agama islam, namun dalam proses perancangan bibliografi beranotasi tentang koleksi buku agama islam di dinas perpustakaan dan kearsipan sudah cukup baik. Bibliografi beranotasi koleksi buku agama Islam di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Sulawesi Tenggara memiliki langkah-langkah pembuatan sebagai berikut: 1.Penentuan Judul; a) keterpakaian koleksi oleh pemustaka di Perpustakaan Daerah Sulawesi Tenggara; b) informasi dan koleksi masih terjaga. 2. Mengumpulkan dan melakukan seleksi pada bahan pustaka dalam pencatatan nama pengarang, tahun terbit, judul dari buku koleksi tentang agama Islam, tempat terbit, edisi atau cetakan dan penerbit. 3.Seleksi bahan pustaka agar tidak terjadi kesalahan pada pembuatan bibliografi dengan subjek yang telah ditentukan. 4. Mengelompokkan dan mengklasifikasi bahan pustaka. 1. Pembuatan Kata Kunci. 2. Penyusunan Indeks. 3. Pengetikkan naskah bibliografi dengan memakai penulisan format APA (AmericanPsycology Assosiation). 4. Pemeriksaan akhir pada naskah bibliografi dengan memperhatikan penulisan nama pengarang yang telah di balik, melihat tahun terbit, memperhatikan penulisan huruf kapital dan hal lainya.