Kembali
16
1
2023 Jurnal Literasi Perpustakaan dan Informasi: Jurnal Penelitian Kajian Perpustakaan dan Informasi Vol 3 · 1 ISSN 2775-8761

SELF EFFICIACY MAHASISWA PRODI PERPUSTAKAAN DALAM MENINGKATKAN PRESTASI AKADEMIK ANGKATAN 2019

Universitas Halu Oleo; Universitas Halu Oleo; Universitas Halu Oleo

Abstrak

Pendidikan merupakan salah satu wahana yang sangat penting dalam pengembangan sumber daya manusia. Belajar adalah sebagian proses dalam mengetahui pendidikan yang lebih baik. Maka dari itu harapan untuk berpretasi seseorang harus giat belajar, percaya diri dan mempunyai mental yang kuat yang disebut sebagai self efficiacy. Self Efficiacy (efikasi diri) yaitu adalah sala satu bagian sifat yang penting yang harus dimilki setiap orang dalam kemampuan dirinya. Oleh karena itu pentingnya dilakukan penelitian mengenai Self Efficiacy Mahasiswa untuk mengetahui peningkatan prestasi tingkat akademik. Teknik analisis data menggunaka analisis data kualitatif dengan menggunakan metode Deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Self efficiacy yang terjadi pada mahasiswa perpustakaan dan ilmu informasi angkatan 2019 itu yang terjadi ada 4 faktor, yaitu MasteryExperience (pengalaman menyelesaikan masalah/pengalaman menguasai sesuatu prestasi), Vicarious Experiences (Pengalaman Orang Lain), Social persuasion (persuasi sosial) dan Emotional PhysiologicalStates (pembangkitan emosi). Masteri experience adalah sumber yang paling penting mempengaruhi efikasi diri seseorang, karena mastery experience memberikan bukti yang paling akurat dari tindakan apa saja yang diambil untuk meraih suatu keberhasilan atau kesuksesan, dan keberhasilan tersebut dibangun dari kepercayaan yang kuat didalam keyakinan individu. Dari ke empat faktor selfefficiacy tersebut faktor yang paling dominan pada jurusan perpustakaan dan ilmu informasi angkatan 2019 adalah Social persuasion.

Abstract

Education is one vehicle that is very important in the development of human resources. Learning is part of the process of knowing better education. Therefore, the hope for achievement is that one must study hard, be confident and have a strong mentality which is known as self-efficacy. Self Efficiency (self-efficacy), which is one of the important characteristics that must be owned by everyone in their abilities. Therefore it is important to do research on Student Self Efficiency to find out the increase in academic level achievement. In this study, researchers used a proposive sampling technique. The results of the study show that the Self- efficacy that occurs inlibrary and information science students class of 2019 is that there are 4 factors, namely Mastery Experience (experience of solving problems/experience of mastering an achievement), Vicarious Experiences (Experiences of Others), Social persuasion (social persuasion ) and Emotional Physiological States (emotional generation). Mastery experience is the most important source of influencing a person's self-efficacy, because mastery experience provides the most accurate evidence of any actions taken to achieve success or success, and that success is built on strong belief in individual beliefs. Of the four self- efficacy factors, the most dominant factor in the 2019 class of library and information science major is social persuasion.
Keywords: Student Self Efficiacy · Increasing Academic Achievement

Introduction

Pendidikan merupakan wahana yang sangat penting dalam pengembangan sumber daya manusia. Hal ini sejalan dengan pendapat Cremer dan Siregar (1993), bahwa pendidikan diperlukan untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, memeiliki pengetahuan dan keterampilan serta bersaing dalam era globalisasi. Dalam Undang-Undang Republik Indoneasia No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijelaskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan untuk membangkitkan potensi siswa melalui kegiatan belajar. Self Efficiacy (efikasi diri) yaitu adalah sala satu bagian sifat yang penting yang harus dimilki setiap orang dalam kemampuan dirinya. Konsep self efficacy pertama kali dimunculkan oleh Bandura (1997). Sebagai bentuk dari strategi belajar. Ia mendefinisikan bahwa self efficiacy pada dasarnya adalah hasil dari proses kognitif berupa keputusan, keyakinan, atau pengharapan tentang sejauh mana individu memperkirakan kemampuan dirinya dalam melaksanakan tugas atau tindakan tertentu yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Hasil penelitian menunjukan self efficiacy mempunyai pengaruh positif terhadap pestasi sesorang, Semakin tinggi self efficiacy semakin tinggi tujuan yang ditetapkan individu dan semakin tinggi prestasi belajarnya. Nugroho (2006) juga mendapati adanya hubungan positif dan signifikan antara self efficiacy dengan prestasi belajar siswa. Siswa yang memiliki self efficiacy yang tinggi, berusaha atau mencoba lebih keras dalam menghadapi tantangan. Sebaliknya siswa yang memiliki self efficiacy yang rendah akan mengurangi usaha mereka untuk bekerja dalam situasi yang sulit. Jika dilihat dari hasil penelitian sebelumnya telah membuktikan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara self efficacy dengan prestasi akademik. Adanya hasil penelitian tersebut peneliti tertarik untuk meneliti lagi tentang hubungan antara self efficacy akademik dengan prestasi belajar. Sehingga penelitian ini masih layak dilaksanakan pada mahasiswa Prodi Perpustakaan Fakultas Fisip Universitas Halu Oleo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah self efficiacy terhadap prestasi belajar mahasiswa jurusan perpustakaan dan ilmu informasi angkatan 2019 dan mengetahui tinggi rendahnya prestasi belajar berdasarkan usian, jenis kelamin dan jurusan. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka penulis tertarik untuk meneliti tentang : “Self Efficiacy Mahasiswa Prodi Perpustakaan Dalam Meningkatkan Prestasi Akademik Angkatan 2019” Pada penelitian tentang self efficiacy dalam meningkatkan prestasi akademik, saya mengambil data pada angkatan yakni Jurusan Perpustakaan dan Ilmu Informasi angkatan 2019 Fakultas Fisip Universitas Halu Oleo.

Method

Lokasi penelitian dilaksanakan Prodi Perpustakaan FISIP UHO. Adapun alasan peneliti memilih Jurusan Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik sebagai lokasi penelitian adalah karena Permasalahan yang diteliti menarik dan sesuai dengan objek peneliti merasa perlu mengadakan penelitian di Jurusan Perpustakaan dan Ilmu Informasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo terkait self efficiacy dalam meningkatkan prestasi akademik. Penentuan subjek informan terdiri dari: subjek peneliti dan informan peneliti. Adapun jenis data dalam penelitian ini adalah data kualititatif, data kualitatif adalah kata-kata dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Sumber Data terdiri dari primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data Analisis menurut Warsito, Hadi (2004) adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah- milah menjadi satuan data yang dikelola, mensistensikannya, mencari dan menemukan pola, kepada orang lain. Pada penelitian ini peneliti menganalisis self efficiacy dalam meningkatkan prestasi akademik, sikap dan perilaku mahasiswa.

Result & Discussion

 Mastery Experience Berdasarkan hasil wawancara, dapat diketahui bahwa kepercayaan diri sangat berpengarung terhadap prestasi akademik. Selain mengacu terhadap judul atau tema masalah dari informan yang dibutuhkan. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh mahasiswa perpustakaan dan ilmu informasi, Chofifa Destriana angkatan 2019 yang menyatakan bahwa : “Hubungan efikasi diri dalam meningkatkan prestasi akademi yaitu jika efikasi diri kita tinggi maka akan dengan mudah dalam meyelesaikan tugas-tugasnya. Begitupun dengan sebaliknya jika efikasi diri kita rendah maka kita akan susah dalam menyelesaikan tugas- tugasnya. Karena efikasi diri sangat mempengaruhi keberhasilan.” Berdasarkan hasil wawancara, dapat diketahui bahwa hubungan efikasi diri terhadap prestasi akademik yaitu tergantung tinggi rendahnya efikasi diri seseorang dalam meningkatkan prestasi akademiknya. Selain mengacu terhadap judul atau tema masalah dari informan yang dibutuhkan.  Vicarious Experiences Berdasarkan hasil wawancara, dapat diketahui bahwa hubungan efikasi diri terhadap prestasi akademik yaitu tergantung tinggi rendahnya efikasi diri seseorang dalam meningkatkan prestasi akademiknya. Selain mengacu terhadap judul atau tema masalah dari informan yang dibutuhkan. Dalam wawancara dengan Muh. Dzal Jihad, menyatakan bahwa : “strategi saya dalam meningkatkan prestasi akademik yaitu mencari suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan, fokus belajar, mendengarkan music sambil belajar dan dan menulis materi yang sudah saya pelajari.” Dari hasil wawancara tersebut, dapat disimpulkan bahwa kondisi peikologi seseorang dapat mempengaruhi self efficiacy yang ada. Berdasarkan dengan apa yang dikemukakan oleh Dzal Jihad di atas, beliau menyatakan bahwasalah satu cara dia untuk mendapatkan peningkatan prestasi akademik adalah mencari suasana belajar yang nyaman dengan mendengarkan lagu lagu yang dia suka. Dengan demikian, terciptanya suatu kondisi psikologi emosional seseorang yang stabil, dapat pula menciptakan peningkatan self efficiacy yang signifikan.  Social Persuation Dari hasil wawancara tersebut, dapat disimpulkan bahwa kondisi peikologi seseorang dapat mempengaruhi self efficiacy yang ada. Berdasarkan dengan apa yang dikemukakan oleh Dzal Jihad di atas, beliau menyatakan bahwasalah satu cara dia untuk mendapatkan peningkatan prestasi akademik adalah mencari suasana belajar yang nyaman dengan mendengarkan lagu lagu yang dia suka. Dengan demikian, terciptanya suatu kondisi psikologi emosional seseorang yang stabil, dapat pula menciptakan peningkatan self efficiacy yang signifikan. Dalam wawancara dengan Muh. Sitti Nurfadilla, menyatakan bahwa : “dengan merencanakan tujuan hidup, fokus pada hal yang disukai, mengenali kelebihan dan kekurangan, berhenti membandingkan diri dengan orang lain dan fokus mempelajari hal baru disekitar.” Berdasarkan hasil wawancara, dapat diketahui bahwa menumbuhkan rasa percaya diri dapat dilakukan dengan fokus pada hal yang disukai, mengenali kelebihan dan kekurangan dan tidak membandingkan diri dengan oreng lain serta fokus mempelajari hal-hal baru di sekitar. Selain mengacu terhadap judul atau tema masalah dari informan yang dibutuhkan.  Emotional Physiological States Emotional PhysiologicalStates yaitu dapat mempengaruhi bagaimana perasaanya tentang kemampuan diri dalam situasi tertentu. Misalnya, jika seseorng berjuang mengatasi depresi atau kecemasan, mungkin akan merasa lebih sulit untuk memiliki kodisi emosional dan psikologi yang sehat. Seperti yang dikatakan oleh Mu. Dzal Jihad angkatan 2019 dalam wawancara sebagai berikut: “strategi saya dalam meningkatkan prestasi akademik yaitu mencari suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan, fokus belajar, mendengarkan music sambil belajar dan dan menulis materi yang sudah saya pelajari.” Dari hasil wawancara tersebut, dapat disimpulkan bahwa kondisi peikologi seseorang dapat mempengaruhi self efficiacy yang ada. Berdasarkan dengan apa yang dikemukakan oleh Dzal Jihad di atas, beliau menyatakan bahwasalah satu cara dia untuk mendapatkan peningkatan prestasi akademik adalah mencari suasana belajar yang nyaman dengan mendengarkan lagu lagu yang dia suka. Dengan demikian, terciptanya suatu kondisi psikologi emosional seseorang yang stabil, dapat pula menciptakan peningkatan self efficiacy yang signifikan. Dalamwawancara dengan Muh. Sitti Nurfadilla, menyatakan bahwa : “dengan merencanakan tujuan hidup, fokus pada hal yang disukai, mengenali kelebihan dan kekurangan, berhenti membandingkan diri dengan orang lain dan fokus mempelajari hal baru disekitar.” Berdasarkan hasil wawancara, dapat diketahui bahwa menumbuhkan rasa percaya diri dapat dilakukan dengan fokus pada hal yang disukai, mengenali kelebihan dan kekurangan dan tidak membandingkan diri dengan oreng lain serta fokus mempelajari hal-hal baru di sekitar. Selain mengacu terhadap judul atau tema masalah dari informan yang dibutuhkan. Bapak Moh. Ricky R.R., S.S., M.Hum, juga menyatakan bahwa : “Yang kedua, yaitu faktor eksternal lingukungan jadi setelah itu mahasiswa telah mengetahui subjek yang telah dia minati kemudian mempunyai linkungan yang support dengan apa yang dia sukai.” Berdasarkan dari apa yang telah dinyatakan oleh Bapak Ricky di atas, kesimpulan yang dapat ditarik oleh peneliti adalah seseorang dapat meningkatkan self efficiacy yang dia miliki sebelumnya dengan memiliki pengalaman pengalaman dari orang lain atau pengalaman dari sisi eksternal. Peningkatan self efficiacy seseorang dapat diakobatkan oleh lingkungan yang dia tempati memiliki kesamaan pengalaman yang dimiliki sebelumnya. Semakin suportif pengalaman yang diperoleh dari pihak eksternal, maka semakin tinggki kemungkinan seseorang akan dapat meningkatkan self efficiacy secara mendiri. Selain itu, semakin mirip seseorang dengan suatu lingkungan yang dia tempati, maka pengaruh kegagalan maupun keberhasilanya akan semakin besar. Hal ini sesuain dengan hasil wawancara Pira Saputri, menyatakan bahwa : “Kepercayaan diri sangat berpenagruh terhadap prestasi akademik agar lebih mudah dalam menentukan pilihan hidup untuk terus lebih maju dan berprestasi dalammeningkatkan prestasi akademik.” Berdasarkan hasil wawancara, dapat diketahui bahwa kepercayaan diri sangat berpengarung terhadap prestasi akademik. Selain mengacu terhadap judul atau tema masalah dari informan yang dibutuhkan.  Self Efficiacy Dalam Meningkatkan Prestasi Akademik Berdasarkan hasil penelitian di atas bahwa selfefficiacy terhadap prestasi akademik memiliki hubungan yang penting dalam meningkatkan prestasi akademik mahasiswa. Mahasiswa yang memiliki self efficiacyyang tinggi akan mempunyai keyakinan yang tinggi akan kemampuanya dan senantiasa bersemangat dalam menghadapi setiap tugas yang ada dan tidak mudah menyerah. Sebaliknya untuk mahasiswa memiliki self efficiacy yang rendah, mahasiswa tersebut memiliki kepercayaan “saya tidak bisa” hal ini ditandai dengan menghindar dalammengerjakan banyak tugas, sehingga setiap kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa ini akan mengalami kegagalan. Mahasiswa dengan selfefficiacy yang tinggi akan selalu menampilkan perilaku yang lebih aktif dalam prestasi akademik dibandingka dengan mahasiswa yang mempunyai selfefficiacy yang lebih rendah sehingga ini mempengaruhi prestasi akademik mahasiswa. Sebagaimana Dikatakan Schunk (Warsito, 2004) bahwa kegagaglan ataupun kemajuan yang lamban tidak perlu menurunkan keyakinan atau semangat mahasiswa untuk sukses jika mereka merasa yakin bahwa mereka mampu melaksanakan sesuatu lebih baik dengan berusaha lebih keras atau menggunakan strategi yang lebih efektif. Berdasarkan hasil penelitian self efficiacy mahasiswa prodi perpustakaan dalammeningkatkan prestasi akademik, penulis telah melakukan observasi, wawancara dan pengambilan data pada mahasiswa perpustakaan dan ilmu informasi yang bersangkutansebagai informan, kemudian penulis mendeskripsikan tentang hasil temuan yang telah dilakukan berkaitan dengan bagaiman selfefficiaci mahasiswa prodi perpustakaan dalam menigkatkan pretasi akademik. Self Efficiaci dalam meningkatkan prestasi akademik mahasiswa perlu tau bagaimana selfefficiacy dalam meningkatkan prestasi akademik, untuk mengetahui kebutuhan informan dapat dilakukan berbagai hal, salah satunya mengacu terhadap judul atau tema masalah dari informan yang dibutuhkan. Hal ini sesuai dengan wawancara terhadap dosen perpustakaan dan ilmu informasi Muh. Ricky R.R, S.S., M.Hum menyatakan bahwa: “Yang pertama, untuk meningkatkan selfefficiacy atau kepercayaan diri mahasiswa harus mengetahui materi yang dia kuasai, dia tau mata kuliah apa atau subjek apa yang dia tertarikan. Ketika dia telah mengetahui itu otomatis akan berdampak di nilai akademiknya baik itu dari segi matakuliahnya atau dari segi mahasiswa ingin menulis jurnal. Yang kedua, yaitu faktor eksternal lingukungan jadi setelah itu mahasiswa telah mengetahui subjek yang telah dia minati kemudian mempunyai linkungan yang support dengan apa yang dia sukai, misalnya mahasiswa A menyukai subjek A tapi lingkunganya itu suportnya ke B itu pasti susah karna otomatis mereka berbeda arah dan tujuan. ketika mereka menemukan sirkel atau lingkungan yang mendukung minat dia secara akademik itu otomatis akan ngebus atau mendorong prestasi nilai akademik dia karena ada teman diskusinya.” (hasil wawancara Oktober 2022) Berdasarkan hasil wawancara, dapat diketahui bahwa untuk meningkatkan self efficiacy atau kepercayaan diri mahasiswa harus mengetahui materi yang di kuasai, harus tau matakuliah apa atau subjek yang dia tertarikan dan faktor eksternal lingkungan atau mempunyai lingkungan yang support dengan apa yang dia sukai. Namun, selain mengacu terhadap judul atau tema masalah dari informan yang dibutuhkan. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh mahasiswa perpustakaan dan ilmu informasi, Sitti Nurfadilla angkatan 2019 yang menyatakan bahwa : “Menumbuhkan rasa percaya diri dengan merencanakan tujuan hidup, fokus pada hal yang disukai, mengenali kelebihan dan kekurangan, berhenti membandingkan diri dengan orang lain dan fokus mempelajari hal baru disekitar.”( hasil wawancara Oktober 2022). Berdasarkan hasil wawancara, dapat diketahui bahwa menumbuhkan rasa percaya diri dapat dilakukan dengan fokus pada hal yang disukai, mengenali kelebihan dan kekurangan dan tidak membandingkan diri dengan oreng lain serta fokus mempelajari hal-hal baru di sekitar. Selain mengacu terhadap judul atau tema masalah dari informan yang dibutuhkan. Hal ini sesuai yang dikatakan oleh mahasiswa perpustakaan dan ilmu informasi, Nurmutmainah angkatan 2019 yang menyatakan bahwa : “Dalam persuasi sosial saya mendapat dorongan untuk menimbulkan kepercayaan diri dalam meningkatkan kesuksesan dengan tugas-tugas yang spesifik, pelatihan dan pemberian umpan balik yang evaluative.” (hasil wawancara Oktober 2022) Berdasarkan hasil wawancara, dapat diketahuui bahwa kepercayaan diri dalam persuasi sosial dapat mendorong untuk menimbulkan kepercayaan diri dalam tugas-tugas yang spesifik hal ini sesuai dengan yang dikembangkan oleh Bandura (1997). Selain mengacu terhadap judul atau tema masalah dari informan yang dibutuhkan. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh mahasiswa perpustakaan dan ilmu informasi, Wahyudin Saputra angkatan 2019 yang menyatakan bahwa : “yang mempengaruhi kepercayaan diri dalam meningkatkan prestasi akademik saya yaitu rasa malas, kurang percaya dengan kemampuan diri sendiri dan faktor lingkungan yang tidak mendukung.” (hasil wawancara Oktober 2022) Berdasarkan hasil wawancara, dapat diketahui bahwa hal-hal yang mempengaruhi kepercayaaan diri dalam meningkatkan prestasi akademik karena adanya rasa malas, kurangkepercaya dengan kemampuan sendiri dan faktor lingkungan yang tidak mendukung. Selain mengacu terhadap judul atau tema masalah dari informan yang dibutuhkan. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh mahasiswa perpustakaan dan ilmu informasi, Pira Saputri angkatan 2019 yang menyatakan bahwa : “Kepercayaan diri sangat berpenagruh terhadap prestasi akademik agar lebih mudah dalam menentukan pilihan hidup untuk terus lebih maju dan berprestasi dalammeningkatkan prestasi akademik.” (hasil wawancara Oktober 2022) Berdasarkan hasil wawancara, dapat diketahui bahwa kepercayaan diri sangat berpengarung terhadap prestasi akademik. Selain mengacu terhadap judul atau tema masalah dari informan yang dibutuhkan. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh mahasiswa perpustakaan dan ilmu informasi, Chofifa Destriana angkatan 2019 yang menyatakan bahwa : “Hubungan efikasi diri dalam meningkatkan prestasi akademi yaitu jika efikasi diri kita tinggi maka akan dengan mudah dalam meyelesaikan tugas-tugasnya. Begitupun dengan sebaliknya jika efikasi diri kita rendah maka kita akan susah dalam menyelesaikan tugas- tugasnya. Karena efikasi diri sangat mempengaruhi keberhasilan.” (hasil wawancara Oktober 2022) Berdasarkan hasil wawancara, dapat diketahui bahwa hubungan efikasi diri terhadap prestasi akademik yaitu tergantung tinggi rendahnya efikasi diri seseorang dalam meningkatkan prestasi akademiknya. Selain mengacu terhadap judul atau tema masalah dari informan yang dibutuhkan. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh mahasiswa perpustakaan dan ilmu informasi, Muh. Dzal Jihad angkatan 2019 yang menyatakan bahwa : “strategi saya dalam meningkatkan prestasi akademik yaitu mencari suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan, fokus belajar, mendengarkan music sambil belajar dan dan menulis materi yang sudah saya pelajari.” (hasil wawancara Oktober 2022) Berdasarkan hasil wawancara, dapat diketahui bahwa strategi dalam meningkatkan prestasi belajar mencari suasana belajar yang nyaman atau menyenangkan, fokus belajar dan menulis kembali materi yang sudah dipelajari. Pengalaman menyelesaikan masalah adalah sumber yang paling penting mempengaruhi self efficiacy seseorang, karena mastery experience memberikan bukti yang paling akurat dari tindakan apa saja yang diambil untuk meraih suatu keberhasilan atau kesuksesan, dan keberhasilan tersebut dibangun dari kepercayaan yang kuat didalam keyakinan individu. Kegagalan akan menentukan self efficiacy individu terutama bila perasaan keyakinannya belumterbentuk dengan baik. Jika individu hanya mengalami keberhasilan/kesuksesan dengan mudah, individu akan cenderung mengharapkan hasil yang cepat dan mudah menjadi lemah karena kegagalan. Performa atau pengalaman akan meningkatkan self efficiacy secara proposional dari tugas maupun aktivitas tersebut, secara umum performa yang berhasil kemungkinan besar akan meningkatkan ekspektasi mengenai kemampuan individu dan kegagalan akan cenderung menurun (Bandura, 1997). Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh mahasiswa perpustakaan dan ilmu informasi, Pira Saputri angkatan 2019, yang menyatakan bahawa self efficiacy sangat berpengaruh terhadap prestasi akademik. Jadi, self efficiacy cenderung sangat berpengaruh dalammeningkatkan prestasi akademik sesorang. Pengalaman orang lain adalah pengalaman pengganti yang disediakan untuk model sosial. Mengamati perilaku dan pengalaman orang lain sebagai proses belajar individu. Melalui model ini, self efficiacy individu dapat meningkat terutama apabila individu merasa memiliki kemampuan yang setara atau bahkan merasa lebih baik dari pada orang yang menjadi subjek belajarnya. Meningkatkan self efficiacyindividu ini dapat meningkatkan motivasi untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Melihat orang lain yang mirip dengan dirinya berhasil/sukses melalui usaha keras dapat meningkatkan kepercayaan pengamat bahwa dirinya juga mempunyai kemampuan untuk berhasil, dan sebaliknya dengan mengamati kegagalan orang lain akan menurunkan keyakinan dan usaha dari individu tersebut. Dampak modeling dalam self efficiacy sangat dipengaruhi oleh kemiripan antara individu dengan model. Semakin mirip individu dengan suatu model, maka pengaruh kegagalan maupun keberhasilannya akan semakin besar. Self Efficiacy meningkat saat kita mengobservasi pencapaian orang lain yang mempunyai kemampuan setara. Performa diri sangat memberikan dampak pada tingkat level efikasi diri (Bandura, 1997). Hal ini sesuai yang dikatakan ileh mahasiswa perpustakaan dan ilmu informasi Sitti Nurfadilla angkatan 2019, yang menyatakan bahwa menumbuhkan rasa percaya diri dengan merencanakan tujuan hidup, harus fokus pada hal yang disukai, mengenali kelebihan dan kekurangan dan fokus mempelajari hal-hal baru disekitar. Jadi, dalam mengamati perilaku dan pengalaman orang lain sebagai proses belajar harus melalui model self efficiacy dapat meningkat, terutama apabila individu merasa memiliki kemampuan yang setara atau bahkan merasa lebih baik dari pada orang yang menjadi subjek belajarnya, individu harus melakukan sesuai kutipan dari Sitti Nurfadilla. Menunjuk pada suatu aktivitas dimana individu dipimpin mendapatkan dorongan untuk menimbulkan kepercayaan bahwa individu dapat mengalami kesuksesan dengan tugas-tugas yang spesifik, pelatihan dan pemberian umpan baik yang evaluatif. Menurut Bandura (1997), pengaruh persuasi verbal tidaklah terlalu besar karena tidak memberikan suatu pengalaman yang dapat langsung dialami atau diamati individu. Dalam kondisi yang menekan dan kegagalan terusmenerus, pengaruh sugesti akan cepat lenyap jika mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh mahasiswa perpustakaan dan ilmu informasi Nurmutmainah angkatan 2019, bahwa dalam persuasi social dapat mendorong untuk menimbulkan kepercayaan diri dalam meningkatkan kesuksesan dengan tugas-tugas, pelatihan dan pemberian umpan balik yang evaluative. Jadi, dalam persuasi social seseorang akan mendapat dorongan dalam meningkatkan kesuksesan dengan tugas-tugas yang spesivik dan umpan balik yang evaluative. Berdasarkan hasil penelitian di atas bahwa selfefficiacy terhadap prestasi akademik memiliki hubungan yang penting dalam meningkatkan prestasi akademik mahasiswa. Mahasiswa yang memiliki self efficiacy yang tinggi akan mempunyai keyakinan yang tinggi akan kemampuanya dan senantiasa bersemangat dalam menghadapi setiap tugas yang ada dan tidak mudah menyerah. Sebaliknya untuk mahasiswa memiliki self efficiacy yang rendah, mahasiswa tersebut memiliki kepercayaan “saya tidak bisa” hal ini ditandai dengan menghindar dalam mengerjakan banyak tugas, sehingga setiap kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa ini akan mengalami kegagalan. Mahasiswa dengan selfefficiacy yang tinggi akan selalu menampilkan perilaku yang lebih aktif dalam prestasi akademik dibandingka dengan mahasiswa yang mempunyai selfefficiacy yang lebih rendah sehingga ini mempengaruhi prestasi akademik mahasiswa. Sebagaimana Dikatakan Schunk (Warsito, 2004) bahwa kegagaglan ataupun kemajuan yang lamban tidak perlu menurunkan keyakinan atau semangat mahasiswa untuk sukses jika mereka merasa yakin bahwa mereka mampu melaksanakan sesuatu lebih baik dengan berusaha lebih keras atau menggunakan strategi yang lebih efektif.

Conclusion

Berdasarkah hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, maka peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut , Self efficiacy yang terjadi pada mahasiswa perpustakaan dan ilmu informasi angkatan 2019 itu yang terjadi ada 4 faktor, yaitu MasteryExperience (pengalaman menyelesaikan masalah/pengalaman menguasai sesuatu prestasi), Vicarious Experiences (Pengalaman Orang Lain), Social persuasion (persuasi sosial) dan Emotional PhysiologicalStates (pembangkitan emosi). Masteri experience adalah sumber yang paling penting mempengaruhi efikasi diri seseorang, karena mastery experience memberikan bukti yang paling akurat dari tindakan apa saja yang diambil untuk meraih suatu keberhasilan atau kesuksesan, dan keberhasilan tersebut dibangun dari kepercayaan yang kuat didalam keyakinan individu. Vicarious Experiences adalah pengalaman pengganti yang disediakan untuk model sosial. Mengamati perilaku dan pengalaman orang lain sebagai proses belajar individu. Social persuasion Menunjuk pada suatu aktivitas dimana individu dipimpin mendapatkan dorongan untuk menimbulkan kepercayaan bahwa individu dapat mengalami kesuksesan dengan tugas-tugas yang spesifik, pelatihan dan pemberian umpan baik yang evaluatif. Emotional PhysiologicalStates yaitu dapat mempengaruhi bagaimana perasaanya tentang kemampuan diri dalam situasi tertentu. Misalnya, jika seseorng berjuang mengatasi depresi atau kecemasan, mungkin akan merasa lebih sulit untuk memiliki kodisi emosional dan psikologi yang sehat. Dari ke empat faktor selfefficiacy tersebut faktor yang paling dominan pada jurusan perpustakaan dan ilmu informasi angkatan 2019 adalah Social persuasion.