Kembali
16
1
2024 THE LIGHT : Journal of Librarianship and Information Science Vol 4 · 1 ISSN 2809-8773

PENERAPAN APLIKASI TULIB (TUBAN DIGITAL LIBRARY) SEBAGAI MEDIA TEMU BALIK INFORMASI PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN TUBAN

Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung; Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Abstrak

Penelitian ini membahas tentang penerapan aplikasi Tulib sebagai sarana temu balik informasi elektronik di perpustakaan Daerah Kabupaten Tuban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan aplikasi Tulib sebagai sarana temu balik informasi serta efektivitasnya dalam pemenuhan informasi masyarakat kabupaten Tuban. Metode pada penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan data yang diperoleh melalui wawancara pustakawan Tulib serta masyarakat pengguna Tulib yang tersebar diseluruh Kabupaten Tuban. Observasi dengan mengunjungi langsung tempat yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan aplikasi Tulib kebanyakan masih diminati oleh sektor pendidikan, tidak sedikit masayarakat umum yang belum memanfaatkan Tulib sebagai media temu balik informasi. Promosi yang dilakukan Dinas Perpustakaan yang belum merata secara keseluruhan masyarakat Tuban serta tanggapan positif dan negative dari masyarakat terhadap aplikasi Tulib

Abstract

This research discusses about the application of the Tulib as a means of electronic information retrieval in the Tuban Regency Regional Library. This study aims to determine the success of the Tulib application as a means of information retrieval and its effectiveness in fulfilling the information of the Tuban district community. The method in this research uses descriptive qualitative with data obtained through interviews with Tulib librarians and Tulib users scattered throughout Tuban Regency. Observation by directly visiting the place under study. The results showed that the utilization of the Tulib application is still mostly in demand by the education sector, not a few general public who have not utilized Tulib as a medium for information retrieval. Promotions carried out by the library service that have not been evenly distributed throughout the Tuban community and postf and negative responses from the public to the Tulib application.
Keywords: Digital Application · Regional Library · Information Retrieval

Introduction

Perkembangan teknologi saat ini mengalami banyak kemajuan dan perkembangan yang signifikan. Hal tersebut tentu memicu banyak perubahan di berbagai sektor kehidupan manusia. Kehadiran teknologi sendiri dinilai berdampak besar bagi kehidupan manusia di berbagai aspek. Dikatakan demikian, sebab maraknya jumlah pengguna yang telah mengaplikasikannya. Munculnya teknologi berdampak positif bagi kehidupan, dimana dengan adanya teknologi mampu menciptakan suatu hal yang awalnya mustahil terjadi, menjadi dapat terealisasi. Teknologi diyakini mampu memenuhi kebutuhan manusia dalam pemenuhan informasi. Pesatnya perkembangan teknologi dari segala bidang ditinjau dari tahun per-tahun banyak mengalami peningkatan dan telah banyak tersebar di berbagai lembaga salah satunya Lembaga perpustakaan, yang merupakan sumber informasi bagi masyarakat. Banyak peluang bagi perpustakaan melakukan inovasi dalam mengikuti perkembangan teknologi yang mampu merubah dari yang awalnya manual menjadi digital. Adapun peluang yang dapat dilakukan oleh perpustakaan, salah satunya yaitu seperti menciptakan sebuah aplikasi yang diharapkan dapat memaksimalkan pelayanan perpustakaan dalam pemenuhan informasi masyarakat terutama dalam temu balik informasi. Temu balik informasi yaitu sebuah upaya pengelompokan kemudian mengambil (retrieve) suatu dokumen (file) dalam sebuah koleksi sebagai jawaban dari permintaan informasi Hasugian (2016: 1). Temu balik informasi memiliki tujuan utama yakni sebagai upaya menemukan dokumen yang sesuai dengan informasi yang dibutuhkan pengguna dengan tepat serta secara efektif dan efisien. Tague-Succliffe dalam Hasugian (2016: 3). Dinas perpustakaan dan kearsipan kabupaten Tuban membuat aplikasi baca untuk masyarakat agar dapat diakses secara mudah tanpa harus datang langsung ke perpustakaan umum. Aplikasi perpustakaan digital yakni Tuban Digital Library atau dikenal dengan sebutan TULIB diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Tuban dengan melibatkan tim pengembangan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan sebagai monitor nya. Tulib merupakan aplikasi E-book untuk mobile atau handphone yang dibuat oleh Dinas Perpustakaan kabupaten Tuban yang dapat diinstal menggunakan android maupun IOS. Tulib biasa disebut sebagai perpustakaan elektroniknya kabupaten Tuban karena dapat diakses dimanapun dan kapanpun sehingga cocok sebagai media temu balik informasi secara daring. Berkembangnya teknologi yang semakin maju perpustakaan berupaya melakukan inovasi untuk bisa bersaing dan menjawab perkembangan teknologi tersebut. Aplikasi Tulib akan terus diperbaruhi sebagai upaya untuk mewujudkan SDM Tuban yang secara optimal. Selain itu tujuan didirikannya Tulib adalah agar budaya literasi masyarakat Tuban lebih baik dari sebelumnya, serta keinginan masyarakat dalam membaca semakin meningkat, dan diharap nantinya akan mampu mewujudkan generasi muda yang berkualitas. Aplikasi Tulib perlu diterapkan secara berkelanjutan dengan didukung oleh strategi yang memadai, agar masyarakat Kabupaten Tuban dapat optimal dalam pemanfaatan dan penggunaannya. Namun adanya Tulib masih kurang berdampak pada masyarakat Tuban, problematika inilah yang melatarbelakangi penelitian ini, sehingga penelitian terfokus pada Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Tuban, dan upaya penerapan Tulib sebagai media temu balik informasi. Dinas Perpustakaan Kabupaten Tuban telah melakukan berbagai upaya promosi agar masyarakat mampu memanfaatkan media Tulib sebagai sumber informasi. Di era seperti saat ini perpustakaan tidak hanya terpaku pada koleksi cetak yang hanya bisa dipinjam ditempat, namun juga bisa melayani secara online, contohnya seperti Tulib atau Tuban Digital Library, Tulib adalah aplikasi mobile perpustakaan digital dalam menunjang pelayanan online yang ada di kabupaten Tuban. Pemilihan judul ditetapkan oleh penulis berdasarkan paparan latarbelakang yang telah disebutkan diatas, dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana dan apa saja peran Tulib bagi masyarakat kabupaten Tuban. 2. TINJAUAN PUSTAKA Perpustakaan Daerah Perpustakaan daerah merupakan perpustakan yang pembiayaannya bersumber dari dana umum baik sebagian maupun secara keseluruhan, dan sasarannya adalah khalayak umum tanpa membedakan agama, usia, keturunan, jenis kelamin, kepercayaan, pekerjaan, serta memberikan layanan hanya untuk masyarakat umum. Tujuan didirikan perpustakaan daerah yaitu memberikan sumber temu balik informasi yang yag efektif bagi masyarakat (Basuki,2011). Perpustakaan daerah bertugas menyediakan koleksi pustaka yang dapat menumbuhkan keinginan masyarakat untuk belajar membaca sejak dini. Perpustakaan daerah disediakan oleh pemerintah dan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat (Yusuf, 2013). Tujuan dari Perpustakaan Daerah yaitu agar dapat mengembangkan minat masyarakat daerah dibidang literasi serta dapat menumbuhkan tingkat daya fikir masyarakat dalam memenuhi kebutuhan informasi dan pengetahuan. Sehingga sarana prasarana yang terdapat dalam Perpustakaan dapat memaksimalkan pemustaka di lingkup pemenuhan kebutuhan informasi. Temu Balik Informasi Suatu perpustakaan tidak akan terlepas dari sebuah proses sistem temu balik informasi. Dimana progres temu balik informasi ini berhubungan langsung dengan penelusuran informasi secara spesifik. Langkah struktural pencarian kembali seluruh atau sebagian informasi ilmiah yang telah dihasilkan/ditulis/diterbitkan mengenai subjek tertentu dalam durasi waktu tertentu dan ditulis menggunakan bahasa tertentu (Sri Hartinah,2012). Adanya temu balik informasi bertujuan agar dapat meminimalisir adanya duplikasi, meminimalisir penggunaan waktu, serta melek terhadap arah perkembangan dan pembaharuan ilmu/bidang yang diikuti. Peran temu balik informasi sebagai kegiatan yakni guna menyediakan dan memasok informasi bagi pengguna (Sulistyo Basuki, 2019:78). Masyarakat yang membutuhkan hendaknya dapat memanfaatkan ilmu pengetahuan dengan optimal. Komputer merupakan jenis teknologi yang penggunaannya dapat membantu dalam pengerjaan pengolahan bahan pustaka dan temu balik dalam pelayanan informasi (Dwi Hastuti, 2017:19). Temu balik informasi ialah sistem yang berfungsi untuk mencari dan menempatkan dokumen dari atau dalam basis data sesuai dengan permintaan pengguna. Umpan balik informasi memiliki tujuan akhir untuk meraih kepuasan pengguna sistem dengan informasi yang ada (Dwi Hastuti, 2017:19). Sehingga dapat dikatakan bahwa temu balik informasi yaitu cara untuk mencari kembali informasi serta menyediakan sumber data/informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat yang bertujuan untuk menyediakan dan memberikan kepuasan informasi bagi pengguna. Digital Library Perpustakaan digital merupakan sebuah himpunan koleksi informasi yang besar dan teratur, dimana berisikan gabungan antara teks, gambar, suara, dan video yang berbentuk digital, serta pencarian informasinya dapat diakses kapan dan dimana saja menggunakan konsep jaringan komunikasi global dan penggunaan teknologi informasi yang maksimal (Masnezah; 2012). Pengaplikasian perpustakaan digital memanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana penyimpanan, mendapatkan, dan penyebarluaskan informasi terkait ilmu pengetahuan dalam format digital (Subrata, 2019). Sedangkan menurut Digital Library Federation dalam Pendit (2019) perpustakaan digital sebagai organisasi yang menyediakan sumber daya, seperti sumberdaya manusia untuk mengatur, menawarkan akses, memahami, menyebarkan, menjaga integritas dan memastikan keutuhan karya digital sedemikian rupa sehingga koleksi tersedia dan terjangkau secara ekonomis oleh orang atau masyarakat yang membutuhkannya. Perpustakaan digital adalah jenis perpustakaan umum atau tunggal yang dapat berdiri sendiri. Akses dari Perpustakaan digital dapat menggunakan internet (menjadi virtual library) atau hanya tersedia di jaringan lokal (Thoriq Tri Prabowo, 2013). Perpustakaan Digital adalah sebuah sistem yang menyediakan beragam layanan dan obyek informasi yang menunjang akses obyek informasi tersebut melewati perangkat digital (Sismanto,2012). Layanan yang disediakan dapat memudahkan proses pencarian informasi yang terdapat dalam koleksi obyek informasi misalnya, dokumen, gambar, database pada format digital dengan cepat, tepat dan akurat. Kesimpulan yang dapat diambil dari apa yang telah dipaparkan adalah bahwa perpustakaan digital merupakan sebuah wadah yang memuat berbagai informasi maupun koleksi, dimana pengaturannya dikendalikan oleh format digital, sehingga dapat diakses dengan perangkat elektronik, teknologi informasi dan komunikasi. Aplikasi Tulib (Tuban Digital Library) Tulib merupakan aplikasi perpustakaan digital yang dimiliki oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban dibuat dan dikembangkan oleh PT. GRAMEDIA ASRI MEDIA dan diresmikan pada bulan agustus 2020 (Achmad Kholid Syauqi,2022). Tulib biasa disebut sebagai perpustakaan digitalnya kabupaten Tuban, dengan berkembangnya teknologi yang semakin maju perpustakaan berupaya melakukan inovasi untuk bisa bersaing dan menjawab perkembangan teknologi tersebut. Upaya pengembangan perpustakaan digital akan terus diupayakan guna untuk mewujudkan SDM Tuban yang semakin cerdas. Selain itu tujuan didirikannya Tulib adalah untuk meningkatkan dunia literasi masyarakat Tuban, dengan menumbuhkan gairah budaya membaca masyarakat agar lebih meningkat serta generasi muda akan semakin cerdas. Seperti yang telah disebutkan pada definisi Tulib sebelumnya, tujuan dari pembuatan Tulib adalah untuk memudahkan proses penyebaran informasi dan meningkatkan literasi masyarakat Tuban. Beberapa fungsi Tulib antara lain: 1.) Mempermudah proses belajar, dengan Tulib proses belajar akan lebih efektif dan efisisen. Dari sudut pandang pelajar Tulib sebagai media temu balik informasi. 2.) Membangun eksistensi Perpustakaan Daerah Kabupaten Tuban melalui adanya Tulib tentunya akan mempermudah proses belajar sebab tidak perlu repot lagi membawa buku ketika hendak pergi kemanapun dan kapanpun. 3.) Mempermudah akses informasi masyarakat Tuban dalam pencarian kebutuhan informasi tanpa harus datang langsung ke perpustakaan. Tujuuan utama Tulib adalah: 1.) Meningkatkan dunia literasi masyarakat Kabupaten Tuban. 2.) Memberikan dampak positif dari membaca melalui media ponsel. 3.) Memberikan trobosan baru bagi masyarakat informasi akan adanya e-book nya Masyarakat Tuban.

Method

Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif Menurut Bogdan dan Taylor dalam Lexy J, penelitian kualitatif adalah mekanisme penelitian yang membuat data deskriptif berupa istilah-istilah tertulis atau ekspresi berdasarkan objek yang disasar dan perilaku yang bisa diamati. Selain menggunakan metode kualitatif, penelitian ini juga menggunakan sebuah pendekatan deskriptif. Pada metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif ini, penelitian akan disampaikan secara deskriptif tentang keadaan, interaksi atau kenyataan yang sedang peneliti teliti secara objektif, sesuai dengan apa yang terjadi tanpa menggunakan istilah dan mekanisme statistic (Lexy J Moleong, 2016: 6). Pada dasarnya temu balik informasi merupakan sebuah proses mengidentifikasi dan mengambil (retrieve) suatu dokumen (file) dari sebuah simpanan sebagai jawaban dari permintaan informasi Hasugian (2011: 1). Temu balik memiliki tujuan utama yakni untuk menemukan dokumen yang sama dengan apa yang diharapkan oleh pengguna secara efeketif dan efisien. Tague-Succliffe dalam Hasugian (2011: 3). Latar belakang penggunaan penelitian ini yaitu peneliti ingin menjabarkan mengenai pemanfaatan Tulib sebagai media temu balik informasi, model promosi yang dilakukan pihak perpustakaan dalam mempromosikan Tulib, serta tanggapan masyarakat mengenai adanya Tulib. Penelitian ini memfokuskan pada penerapan Tulib sebagai media temu balik informasi masyarakat. Subjek penelitian adalah informan/narasumber yang mampu memberikan keterangan, jawaban informasi secara aktual, natural dan bersifat empiris. Sedangkan objek penelitian yaitu pendapat/informasi yang diberikan oleh informan terkait dengan topik penelitian diantaranya mengenai penerapan Tulib sebagai media temu balik infromasi oleh masyarakat pada Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Tuban. Secara konseptual subjek dan objek dalam penelitian ini adalah 40 pemustaka yang memanfaatkan Tulib serta 2 pustakawan di Perpustakaan Daerah Kabupaten Tuban, pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu pengambilan data dengan pertimbangan informan tersebut mengetahui data yang dibutuhkan peneliti. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober-November 2022. Alasan penelitian melakukan penelitian Tulib di Perpustakaan Daerah Kabupaten Tuban ialah karena Tulib merupakan aplikasi perpustakaan digital yang tergolong baru, namun bentuk akses yang ditawarkan terbilang cukup mudah bagi pemustaka dalam mencari sumber-sumber elektronik dengan aplikasi menarik pada durasi waktu serta kesempatan yang singkat. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan observasi sebagai teknik pengumpulan data guna mengumpulkan data lapangan yang diperoleh langsung dari tempat penelitian, wawancara langsung dengan informan, serta dokumentasi untuk memperkuat hasil penelitian. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan model Miles and Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Sugiyono, 2018). Uji keabsahan data penelitian ini dilakukan dengan teknik tringulasi yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik (Moeloeng, 2016). Adanya penyajian data berupa uraian singkat berupa yang bersifat naratif dengan tujuan agar data mudah dipahami. Reduksi dalam penelitian ini menggunakan cara merangkum, memilih, dan fokus pada hal-hal yang penting, selanjutnya membuat penyajian data yang dilakukan menggunakan cara menuliskan data ke dalam teks naratif, dengan cara membuat kesimpulan.

Result & Discussion

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban menciptakan Tulib bertujuan untuk menjawab keinginan masyarakat kabupaten Tuban khususnya anggota perpustakaan daerah serta sebagai upaya membangkitkan literasi masyarakat di era digital serta sebagai inovasi perpustakaan di masa pandemi covid-19. Tulib saat ini mempunyai 222.170 eksemplar dan 5000 judul yang terdiri dari buku, umum, buku pelajaran, Koran, majalah, dan terbita berkala (Achmad Kholid Syauqi selaku bagian IT di Perpustakaan Umum Kabupaten Tuban, wawancara 2022). Perpustakaan diharuskan memiliki koleksi yang beragam, sesuai dengan informasi yang dibutuhkan masyarakat. Perpustakaan umum diharap dapat memfasilitasi beragam koleksi agar bisa memenuhi kebutuhan informasi di lapisan masyarakat karena perputakaan umum melayani semua kebutuhan informasi pemustaka, semakin banyak koleksi yang dimuat di perpustakaan, maka semakin banyak sumber informasi yang didapatkan di perpustakaan.(Desriyeni,2014). a. Pemanfaatan Tulib di Masyarakat Kabupaten Tuban Kemajuan teknologi memberikan kemudahan bagi perpustakaan untuk menciptakan perpustakaan digital di Tuban salah satunya Tulib. Masyarakat memanfaatkan Tulib sesuai dengan kebutuhan informasi yang berbeda-beda misalnya dalam segi pendidikan maupun umum. Berikut penjelasan beberapa informan: “Tulib mayoritas digunakan masyarakat Tuban untuk mencari sumber referensi khususnya para pelajar” (Achmad Kholid Syauqi, 11, September 2022) “untuk mempermudah pencarian informasi masyarakat secara daring tanpa perlu datang langsung ke perpustakaan” (Achmad Kholid Syauqi, 11 September 2022) Pernyataan informan tersebut dapat diartikan bahwa pemustaka memanfaatkan aplikasi Tulib untuk kebutuhan masing-masing pemustaka dan mayoritas pengguna dari pada Tulib itu merupakan pelajar. Hal tersebut sesuai dengan manfaat dari buku elektronik sebagai tambahan pengetahuan dan inovasi baru dalam setiap penelitian, memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat, membantu pemustaka mencari informasi yang dibutuhkan untuk sumber penunjang belajar dengan mudah dan lain sebagainya. (Suhartini, 2019) menyatakan bahwa sumber teknologi informasi elektronik akan memudahkan pemustaka mencari buku sebagai sumber bacaan maupun referensi yang dipakai untuk penunjang tugas sekolah. Seiring berjalannya waktu, pemustaka semakin banyak dan terbiasa memanfaatkan Tulib untuk mencari sumber informasi. Hal ini megacu pada manfaat dan penerapan teknologi informasi pada perpustakaan yeng bertujuan untuk membuat proses kerja perpustakaan menjadi efektif, akurat, responsive. Perpustakaan elektronik memungkinkan masyarakat luas dapat mengakses semua informasi perpustakaan dan pelayanan pinjam meminjam melalui sebuah website yang dikelola bagian perpustakaan (Sugiono, 2014). Latar belakang yang mempengaruhi pemustaka dalam memanfaatkan Tulib sebagai media temu balik informasi dengan menggunakan android agar mudah digunakan atau diakses secara efektif dan efisien. Berikut data dari wawancara: “Untuk mengakses tulib langkah awal yang harus dilakukan yaitu yang pertama harus mendapatkan link dari dinas perpustakaan Kabuaplikasipaten Tuban, link tersebut berfungsi sebagai langkah awal menuju form pendaftaran aplikasi Tulib, setelah memasuki form pemdaftaran, kita akan diarahkan untuk menuju link aplikasi yang terdapat pada form tersebut, link aplikasi tersebut juga ada dua yaitu untuk andorid dan untuk Ios. Setelah mendaftar pada form yang sudah diisi langkah selanjutnya adalah menunggu konfirmasi dari pihak perpustakaan lebih tepatnya menunggu kode Tulib yang akan kita gunakan untuk memanfaatkan Tulib. Penggunaan Tulib ini sangat terbatas hanya 3500 pengguna atau kapasitas dibatasi dikarenakan hanya pengguna wilayah kabupaten Tuban saja yang dapat memakai aplikasi tersebut, sehingga diatur terbatas oleh pihak berwenang". (MU, 12 September 2022). "Aplikasi Tulib memudahkan pustakawan dalam mengakses informasi secara mudah dan efisien tanpa perlu datang langsung ke lokasi, dikarenakan lokasi yang ada ditengah kota, membuat para pustakawan yang jauh dari jangkauan kota kesusahan untuk datang langsung ke perpustakaan sehingga diciptakanlah aplikasi tulib untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat secara online" (SM, 12 September 2022). “Dikarenakan tahun 2020 merupakan tahun virus Covid-19 maka diharuskan untuk belajar daring dan maka dari itu Aplikasi Tulib mrupakan solusi yng tepat untuk memenuhi kebutuhan informasi. Aplikasi Tulib mempunyai koleksi yang cukup lengkap untuk area belajar daring khususnya di mata lelajaran sekolah, banyak pelajar memanfaatkan Tulib untuk mencari sumber referensi belajar dan ada juga untuk sekedar membaca novel" (LN, 12 September 2022). Pernyataan dari ketiga informan tersebut menyatakan bahwa pemustaka memanfaatkan Tulib dilatarbelakangi sebagai langkah cepat dalam pemenuhan sumber informasi yang mudah dan cepat tanpa harus datang langsung ke perpustakaan. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Pandu Laksana (Digital Life, 2022) Hadirnya E-Library memungkinkan kita untuk membaca sumber referensi dimanapun dan kapanpun. b. Strategi Promosi Tulib di Masyarakat Kabupaten Tuban Kegiatan promosi adalah aktivitas yang berfungsi untuk menarik pelanggan dengan memperkenalkan produk atau jasa tersebut sebagai upaya membujuk pelanggan agar membelinya (Kotler, Philip dan Amstrong; 2014). Menurut Aristryono, 2019 menyebutkan bahwa promosi ialah sebuah kegiatan pemasaran untuk meningkatkan pasar sasaran atas produknya, dengan bentuk aktivitas menyebarkan informasi, mempengaruhi atau membujuk sasaran agar bersedia menerima, membeli dari produk yang ditawarkan. (Aristryono,2019). Beragam upaya promosi telah dilakukan oleh Dinas perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban dengan harapan para pustakawan dapat memanfaatkan serta menggunakan Tulib guna mencari kebutuhan informasi. Berikut adalah wawancara dari pihak pustakawan mengenai promosi Tulib yang diterapkan ke Masyarakat Tuban. “Promosi Tulib dilakukan dengan sosialisasi ke sekolah-sekolah di kabupaten melalui surat edaran dari Dinas Pendidikan, sosialisasi ke desa melalui perpustakaan desa, sosialisasi melalui media sosial, sosialisasi pada anggota perpustakaan umum dan kecamatan, sosialisasi ke sekolah-sekolah yang dikunjungi layanan mobil perputakaan keliling (Achmad Kholid Syauqi, 11 September 2022).” Hasil wawancara diatas dapat dijabarkan promosi yang dilakukan Dinas Perpustakaan yaitu 1.) melalui surat edaran dari Dinas Pendidikan yang disebarkan di sekolah-sekolah secara merata di Kabupten Tuban, 2.) Sosialisasi ke Desa/Kecamatan yang dilakukan di kelurahan setempat maupun perpustakaan Kecamatan, 3.) Sosialisasi ke sekolah-sekolah melalui Mobil Perustakaan keliling, 4.) sosialisasi melalui media sosial perpusda Tuban seperti instagram dan facebook contohnya dengan mempromosikan buku best seller yang ada di Tulib. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa prmosi yang dilakukan Perpusda Tuban dibagi menjadi dua, promosi langsung dan tidak langsung. Promosi langsung meliputi sosialisasi ke sekolah-sekolah, ke desa melalui perpustakaan keliling hal ini sesuai dengan pernyataan dari (Kotler dan Amstrong, 2016) mendefinisikan pemasaran langsung adalah hubungan antar target pelanggan dengan individu yang dilaksanakan secara langsung dan berhati-hati agar memperoleh umpan balik langsung serta menciptakan hubungan pelanggan yang baik. Sedangkan promosi tidak langsung meliputi surat edaran dari Dinas Pendidikan yang disebarkan secara online di sekolah serta melalui berbagai sosial media yang ada di Perpustakaan Daerah Kabupten Tuban. Hal ini juga sesuai dengan pernyataan (Basu Swastha Dharmmesta, 2014) periklanan merupakan komunikasi non individu, yang digunakan oleh perusahaan, lembaga non laba maupun individu-individu dengan memanfaatkan beragam media. Promosi secara tidak langsung juga penting untuk menjangkau masyarakat secara luas agar tidak hanya berpacu pada dunia pendidikan saja tetapi juga dikalangan umum. c. Tanggapan masyarakat informasi terkait dengan adanya Tulib. Adaptasi yang dilakukan oleh masyarakat dapat dinilai dari adanya perubahan-perubahan yang terjadi disekelilingnya. Bentuk respon (tanggapan) juga ditemukan dari adanya berbagai jenis hambatan yang menjadi penghalang, tawaran dorongan maupun kemungkinan (Daldjoeni,2004:11). Berikut beberapa pendapat atau tanggapan masyarakat yang menggunakan Tulib sebagai media temu balik informasi. Banyak masyarkat yang berpendapat positif menggunakan Tulib sebagai media temu balik informasi yang efektif tetapi juga tidak sedikit yang berpendapat negative terhadap Tulib, berikut wawancara yang dilakukan peneliti kepada masyarakat pengguna Tulib, “Saya menggunakan Tulib sudah hampir 1 tahun, dan Tulib cukup dapat diandalkan ketika saya kesusahan dalam pencarian sumber referensi belajar saya (MU, 12 September 2022).” “Tulib sangat membantu dalam pencarian informasi secara efektif dan efisien namun masih banyak kekurangn yang ada pada Tulib, seperti pendaftaran aplikasinya yang agak ribet serta koleksinya juga yang menurut saya masih kurang lengkap (AA, 12 September 2022)” “Menurut saya Tulib cukup membantu dalam hal temu balik informasi, selain buku-buku untuk pelajaran Tulib juga banyak menyimpan koleksi novel, majalah serta komik untuk media hiburan bacaaan online, tetapi disamping kelebihan ada juga kekurangan Tulib yaitu koleksi yang kurang lengkap, pendaftaran anggota Tulib yang agak rumit, serta kesulitan akses Tulib pada masyarakat di area susah sinyal dikarenakan menggunakan akses internet (AY, 12 September 2022)” Pada pernyataan diatas tulib memiliki manfaat yang penting untuk literasi masyarakat terutama di bidang pendidikan untuk membantu mencari referensi yang dibutuhkan. namun dari tanggapan masyarakat yang penulis jabarkan ada sisi positif juga sisi negatif dirasa perlu adanya perkembangan dalam aplikasi Tulib yaitu, sisi positifnya 1.) Pengambilan informasi yang lebih mudah, dapat dimanfaatkan masayarakat Tuban untuk memenuhi kebutuhan informasi secara mudah tanpa perlu datang langsung ke perpustakaan, 2.) jumlah pilihan yang tinggi, perpustakaan tradisioal memiliki pembatas utama yaitu menghabiskan banyak ruang fisik guna sebagai penyimpanan buku serta pemustaka diharuskan mencari buku dengan cara berkeliling agar mendapatkan referensi yang dibutuhkan, melalui internet, tulib mengatasi keterbatasan ini, memperluas wawasan dan sumber referensi. Sedangkan sisi negatifnya 1.) Masyarakat yang kesulitan mengakses Tulib dikarenakan menggunakan akses internet di daerah terbatas jangkauan sinyal internet, 2.) Koleksi buku digital yang kurang lengkap sehingga memiliki keterbatasan dalam pemenuhan kebutuhan informasi, 3.) Untuk mendata pengguna Tulib, selaku admin dari aplikasi Tulib menerapkan pendaftaran melalui beberapa cara pendaftaran anggota kemudian menunggu konfirmasi dari admin. hal tersebut membuat pendaftaran calon anggota Tulib agak kesulitan dengan prosedur yang diterapkan sehingga tidak sedikit pemustaka yang kesulitan untuk log-in aplikasi Tulib.

Conclusion

Pembahasan pada penelitian diatas, menyimpulkan bahwa pemanfaatan Tulib pada masyarakat Kabupaten memanfaatkan aplikasi Tulib untuk memudahkan pencarian sumber referensi yang efektif dan efisien, Selain itu banyak masyarakat umum juga memanfaatkan Tulib sebagai media hiburan . Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban melakukan promosi sebagai upaya memasarkan Tulib, yaitu dengan dua cara diantaranya melalui promosi secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung yang berarti dilakukan melalui perpustakaan keliling, sosialisasi ke desa-desa dan sekolah. Secara tidak langsung dengan menggunakan sosial media dan surat edaran yang disebarkan ke sekolah-sekolah secara online. Respon atau tanggapan masyarakat mengenai tulib, ada yang negative maupun positif. Positif dalam hal pencarian sumber informasi yang lebih cepat dan efisien serta dari sisi negatif banyak yang mengeluh mengenai pendaftarannya serta keterbatasan koleksi yang ada di aplikasi Tulib.