Kembali
16
1
2022 Jurnal Imam Bonjol : Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol 6 · 2 ISSN 2579-3160

PERSEPSI PUSTAKAWAN TERHADAP PENGGUNAAN SLiMS DI UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ANDALAS DAN INLISLITE DI DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN PROVINSI SUMATERA BARAT

Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan persepsi pustakawan terhadap pengunaan SLiMS di UPT Perpustakaan Universitas Andalas dan INLISLite di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini adalah jenis kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian persepsi pustakawan terhadap penggunaan aplikasi SLiMS yaitu: (1) stereotip, pustakawan menyatakan bahwa penggunaan aplikasi SLiMS sudah memadai bagi pustakawan; (2) persepsi diri, pustakawan menyatakan bahwa aplikasi SLiMS ini meningkatkan kinerja pustakawan; (3) situasi dan kondisi, aplikasi SLiMS sangat membantu pustakawan dalam melayani pemustaka.; (4) ciri pada orang lain, perpustakaan lebih memilih menggunakan aplikasi SLiMS karena gratis. Hasil penelitian persepsi pustakawan terhadap penggunaan aplikasi INLISLite yaitu: (1) stereotip, pustakawan menyatakan bahwa penggunaan aplikasi INLISLite di Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat tenaga SDM yang masih banyak terkendala atau belum bisa menggunakan INLISLite; (2) persepsi diri, pustakawan menyatakan bahwa dengan adanya aplikasi INLISLite di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat dapat meningkat pelayanan kepada pemustaka; (3) situasi dan kondisi, pustakawan masih belum sepenuhnya menguasai seluruh fitur-fitur yang terdapat di dalam aplikasi INLISLite, sekitar 80-90% saja dari seluruh fitur yang terdapat di dalam INLISLite; (4) ciri pada orang lain, perpustakaan lebih memilih menggunakan aplikasi INLISLite dibanding aplikasi lainnya karena aplikasi INLISLite merupakan aplikasi dari Perpustakaan Nasional, Perpustakaan Nasional meminta untuk seluruh perpustakaan yang ada di kabupaten/kota dan provinsi untuk menggunakan aplikasi INLISLite

Abstract

This study aims to describe the librarian's perception of the use of SLiMS at the Andalas University Library and IN-LISLite at the Department of Archives and Libraries of West Sumatra Province. This research is a qualitative type with a descriptive method. The results of the research on the librarian's perception of the use of the SLiMS application are: (1) stereotypes, the librarian states that the use of the SLiMS application is adequate for librarians; (2) self-perception, the librarian states that the SLiMS application improves the librarian's performance; (3) situations and conditions, the SLiMS application is very helpful for librarians in serving users; (4) characteristics of others, libraries prefer to use the SLiMS application because it is free. The results of the research on the perception of librarians on the use of the INLISLite application are: (1) stereotypes, the librarian states that the use of the INLISLite application in the Department of Archives and Libraries of the Province of West Sumatra has many human resources who are still constrained or unable to use INLISLite; (2) self-perception, the librarian stated that with the INLISLite application at the Department of Archives and Libraries of West Sumatra Province, services could be increased to the users; (3) the situation and conditions, the librarian still has not fully mastered all the features contained in the INLISLite application, only about 80-90% of all the features contained in INLISLite; (4) characteristics of other people, libraries prefer to use the INLISLite application compared to other applications because the INLISLite application is an application from the National Library, the National Library requests all libraries in districts/cities and provinces to use the INLISLite application
Keywords: Perception · Librarian · SLiMS · INLISLite

Introduction

Teknologi informasi (TI) adalah teknologi yang berupa (hardware, software, useware) yang digunakan untuk memperoleh, mengirimkan, mengolah, menafsirkan, menyimpan, mengorganisasikan, dan menggunakan data secara bermakna untuk memperoleh informasi yang berkualitas. Menurut (Makmur, 2019) teknologi informasi yaitu meliputi perangkat keras, lunak untuk menjalankan satu atau sejumlah tugas pemprosesan data misalnya menangkap, mentransmisikan, menyimpan, mengambil, memanipulasi atau menampilkan data, segala jenis teknologi yang mampu memproses atau mengirim informasi dalam bentuk elektronik, seperangkat alat memperlancar penataan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemproses data, informasi dan konunikasi, dan memecahkan masalah, membuka kreatifitas, meningkat efektifitas serta efiesensi dalam melakukan pekerjaan. Dengan itu pula teknologi informasi telah mengubah berbagai aspek salah satunya perpustakaan. Perpustakaan telah menerapkan teknologi informasi seperti SLiMS dan INLISLite. Aplikasi SLiMS merupakan perangkat lunak sistem manajemen perpustakaan yang open source berbasis web untuk memenuhi kebutuhan automasi perpustakaan skala kecil hingga skala besar. dengan fitur yang lengkap dan masih terus aktif dikembangkan. Aplikasi SLiMS telah berkembang dengan pesat menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan informasi serta kebutuhan penggunanya. Dengan menggunakan aplikasi ini dapat mempercepat pekerjaan yang ada di perpustakaan sehingga pengelolaan manajemen dan sistem layanan pada sebuah perpustakaan dapat lebih efektif dan efisien (Iswanto et al., 2019). Aplikasi INLISLite merupakan perangkat lunak (software) aplikasi otomasi perpustakaan yang dibangun dan dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) sejak tahun 2011. Penamaan INLISLite diambil dari perangkat lunak manajemen informasi perpustakaan terintegrasi yang dibangun sejak 2003 untuk keperluan kegiatan rutin pengelolaan informasi perpustakaan di internal Perpustakaan Nasional. Perpustakaan Universitas Andalas merupakan salah satu perpustakaan yang telah menerapkan aplikasi SLiMS pada perpustakaannya. Perpustakaan Universitas Andalas telah menerapkan aplikasi SLiMS sejak tahun 2013, sebelum menggunakan SLiMS, perpustakaan Universitas Andalas menggunakan aplikasi ISIS (Integrated Set Of Information System). Perpustakaan Universitas Andalas pertama kali menggunakan Slims versi 7 cendana, lalu dilakukan upgrade versi ke SLiMS 9 bulian. Aplikasi SLiMS pada Perpustakaan Universitas Andalas digunakan di beberapa bidang layanan yaitu automasi, administrasi, sirkulasi dan pengolahan. Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat juga terdapat perangkat lunak yang dikembangkan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yaitu Integrated Library System (INLISLite). Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat telah menerapkan aplikasi INLISLite sejak tahun 2010, sebelumnya menggunakan versi 3.0 lalu upgrade ke versi 3.1. Sebelum menggunakan aplikasi INLISLite perpustakaan ini menggunakan aplikasi QALIS (Quadra Library System). Aplikasi INLISLite pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat digunakan di beberapa bidang yaitu aoutomasi, sirkulasi, pengolahan, layanan perpustakaan Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara terhadap beberapa informan selaku pustakawan di UPT. Perpustakaan Universitas Andalas mengenai SLiMS 9 Bulian. Peneliti mendapatkan hasil sementara aplikasi SLiMS sudah dimanfaatkan oleh pustakawan dalam melakukan kegiatan yang ada pada perpustakaan. SLiMS dapat memberikan kemudahan bagi pustakawan dalam memberikan layanan kepada pemustaka secara cepat dan mudah. Namun, pustakawan butuh penyesuaian dalam pengentrian data dan ada beberapa tampilan yang berbeda antara SLiMS 7 cendana dengan SLiMS 9 bulian, sebelumnya Perpustakaan Universitas Andalas menggunakan SLiMS 7 cendana. Adapun fitur-fitur yang dirasa baru atau belum familiar bagi pustakawan, maka dari itu perlunya pelatihan yang diberikan kepada pustakawan setiap tahunnya. Observasi awal yang peneliti lakukan dengan beberapa informan selaku pustakawan di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat mengenai INLISLite V.3.1. Peneliti mendapatkan hasil sementara aplikasi INLISLite sudah berjalan dengan lancar dan telah digunakan oleh pegawai untuk beraktivitas di perpustakaan. INLISLite dapat memberikan kemudahan untuk perpustakaan dalam meningkatkan kinerja pustakawan dalam memberikan layanan kepada pemustaka secara cepat dan mudah. Namun, belum semua fasilitas menu yang ada di INLISLite digunakan, hanya sebagian menu yang digunakan dengan perubahan ke versi 3.1 ini. Sebelumnya buku memakai label biasa, sekarang sudah memakai label yang berwarna, lalu terdapat juga kendala di SDM (Sumber Daya Manusia) karena ada beberapa yang memiliki latar belakang tidak pendidikan perpustakaan dan kurang menguasai sistem INLISLite, serta sarana dan prasarana juga harus dilakukan untuk modernisasi perangkat komputer. Juga sering terjadi kekeliruan pada saat pustakawan menentukan nomor klasifikasi pada saat meentri data. Berdasarkan permasalahan yang ditemukan maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui persepsi pustakawan terhadap penggunaan SLiMS dan INLISLite di perpustakaan. Hasil penelitian tersebut berupa tanggapan atau pandangan pustakawan di UPT Perpustakaan Universitas Andalas yang menggunakan SLiMS dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat yang menggunakan INLISLite dalam bentuk perbandingan pendapat atau persepsi pustakawan, penelitian ini bertujuan untuk menjadi acuan perpustakaan dalam mengembangkan teknologi informasi pada penggunaan SLiMS dan INLISLite yang telah diterapkan pada perpustakaan. Dengan penelitian ini perpustakaan akan mengetahui apakah penggunaan aplikasi SLiMS dan INLISLite sudah berjalan dengan baik. Berdasarkan pemaparan tersebut, maka sangat diperlukan persepsi pustakawan dalam penggunaan SLiMS dan INLISLite di perpustakaan, sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “Persepsi Pustakawan terhadap Penggunaan SLiMS di UPT Perpustakaan Universitas Andalas dan INLISLite di Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat”.

Method

Jenis Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif menggunakan metode deskriptif. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan dalam bentuk katakata persepsi pustakawan terhadap penggunaan SLiMS di Perpustakaan Universitas Andalas dan INLISLite di Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat. Data yang akan diperoleh yaitu berupa hasil wawancara berupa pendapat, persepsi serta deskripsi untuk mengetahui tentang persepsi pustakawan terhadap penggunaan SLiMS di Perpustakaan Universitas Andalas dan INLISLite di Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat.

Result & Discussion

Hasil penelitian mengenai Persepsi Pustakawan terhadap Penggunaan SLiMS di UPT Perpustakaan Universitas Andalas dan INLISLite di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat yang akan dijelaskan terdiri dari: (1) persepsi pustakawan terhadap penggunaan SLiMS di UPT Perpustakaan Universitas Andalas; (2) persepsi pustakawan terhadap penggunaan INLISLite di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat; (3) Hasil Perbandingan Persepsi Pustakawan terhadap Penggunaan SLIMS di Hasil penelitian mengenai Persepsi Pustakawan terhadap Penggunaan SLiMS di UPT Perpustakaan Universitas Andalas dan INLISLite di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat yang akan dijelaskan terdiri dari: (1) persepsi pustakawan terhadap penggunaan SLiMS di UPT Perpustakaan Universitas Andalas; (2) persepsi pustakawan terhadap penggunaan INLISLite di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat; (3) Hasil Perbandingan Persepsi Pustakawan terhadap Penggunaan SLIMS di pustakawan berpresepsi terhadap aplikasi SLiMS melalui pengalaman dan latar belakang dari pustakawan tersebut. c) Situasi dan Kondisi Aplikasi SLiMS sangat membantu pustakawan dalam melayani pemustaka dan pustakawan juga memanfaatkan aplikasi SLiMS sesuai dengan kebutuhan pekerjaan dibidang masing masing, akan tetapi masih di jumpai kekurangan pustakawan dalam menggunaan SLiMS yakni tidak semua fitur-fitur yang terdapat di dalam aplikasi SLiMS dikuasai oleh pustakawan, namun untuk fitur-fitur yang sering digunakan pustakawan sudah dapat dikuasai dengan baik. SLiMS ini lebih lengkap dari segi fitur, kemudian dari penggunaannya mudah bagi pustakawan. Aplikasi SLiMS sangat berguna dalam membantu memberi pelayanan yang baik kepada pemustaka. aplikasi SLiMS dimanfaatkan oleh pustakawan sesuai kebutuhan bidang pekerjaan Pernyataan dari pustakawan sesuai dengan pengertian situasi dan kondisi menurut Hariandja (2006: 73-76) persepsi pustakawan terhadap aplikasi SLiMS yang menjadikan pekerjaan pustakawan lebih efektif. d) Ciri yang Ada Pada Orang Lain Alasan perpustakaan lebih memilih menggunakan aplikasi SLiMS dibanding aplikasi lainnya karena aplikasi SLiMS gratis, selalu update, dan pengoperasiannya mudah bagi pustakawan selain itu aplikasi SLiMS juga memiliki komunitas yang aktif sehingga setiap ada kendala dalam mengoperasiannya maka akan ada solusi dari permasalahan yang ditemukan tesebut. Aplikasi SLiMS memiliki kelebihan diantaranya; (1) mempercepat waktu pustakawan dalam bekerja; (2) mempermudah pustakawan dalam mengelola perpustakaan; (3) meningkatkan kualitas bekerja pustakawannya; (4) mampu memenuhi kebutuhan otomasi perpustakaan; (5) mampu berjalan di sistem operasi Linux maupun Windows. Adapun kekurangan yang dimiliki aplikasi SLiMS diantaranya; (1) tidak kompetibel dengan semua aplikasi; (2) tidak responsive dengan gadget. Pernyataan dari pustakawan sesuai dengan pengertian ciri yang ada pada orang lain menurut Hariandja (2006: 73-76) pandangan pustakawan terhadap aplikasi SLiMS yang dijadikan sistem otomasi diperpustakaan dibanding sistem otomasi lainnya yang terjadi karena adanya perbedaan pilihan sistem otomasi oleh perpustakaan. 2. Persepsi Pustakawan Terhadap Penggunaan INLISLite Penggunaan aplikasi INLISLite dapat mempermudah kegiatan pustakawan di perpustakaan. Persepsi yang baik terhadap penggunaan INLISLite didasari dengan manfaat yang dirasakan oleh pustakawan, semakin mudah pustakawan menggunakan aplikasi INLISLite maka semakin baik juga persepsi dari pustakawan tersebut. Adapun faktor persepsi dipengaruhi oleh 4 indikator yaitu; (1) stereotip; (2) persepsi diri; (3) situasi dan kondisi; (4) ciri yang ada pada orang lain. a) Stereotip Aplikasi INLISLite sangat membantu pustakawan dalam bekerja, namun komputer yang di gunakan untuk mengoperasikan aplikasi INLISLite di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat masih kurang, karena komputer yang tersedia bantuan dari Perpustakaan Nasional yang sudah sepaket dengan aplikasinya, namun sayangnya komputer tersebut kini sudah banyak tertinggal, karena merupakan komputer lama, adapun kekurangan lain dari aplikasi INLISLite ini seperti SDM yang masih belum maksimal dalam menggunakan INLISLite dan sarana pendukung berupa server yang ketika down mengakibatkan aplikasi INLISLite tidak bisa dioperasikan sama sekali. Adapun penyebab dari kurang maksimalnya SDM dalam menggunakan INLISLite berdasarkan wawancara dengan pustakawan adalah karena pada saat adanya pelatihan penggunaan aplikasi INLISLite tidak seluruh pustakawan dilibatkan dalam pelatihan penggunaan aplikasi INLISLite tersebut, hanya beberapa orang saja yang menjadi perwakilan untuk mengikuti pelatihan penggunaan aplikasi INLISLite tersebut sehingga masih banyak dari pustakawan yang belum mengerti menggunakan aplikasi INLISLite, bahkan ada beberapa pustakawan senior atau yang telah lanjut usia yang masih menggunakan metode manual dalam bekerja dibanding menggunakan INLISLite yang sudah otomatis. Pernyataan pustakawan ini sesuai dengan pengertian stereotip menurut Hariandja (2006: 73-76) penilaian yang diberikan oleh pustakawan terhadap aplikasi INLISLite berdasarkan ciri-ciri spesifik yang dirasakan oleh pustakawan tersebut. b) Persepsi Diri Persepsi diri merupakan kesan yang tumbuh dengan merasakan atau melihat bagaimana pustakawan dalam menggunakan INLISLite yang ada diperpustakaan. Berdasarkan hasil wawancara dengan pustakawan, dapat dilihat bahwa tujuan dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat menggunakan aplikasi INLISLite adalah: (1) membantu memperlancar dan memudahkan pekerjaan pustakawan; (2) membantu mempercepat proses keanggotaan, peminjaman dan pengmbalian; (3) kedepannya akan bisa dilakukan peminjaman mandiri; (4) pemustaka bisa langsung mencari OPAC dan katalognya secara online; (5) penghitungan stock opname setiap tahunnya dengan aplikasi INLISLite prosesnya lebih cepat; (6) membantu pengembangan sistem otomasi di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat. Pernyataan dari pustakawan sesuai dengan pengertian persepsi diri menurut Hariandja (2006: 73-76) pustakawan berpresepsi terhadap aplikasi INLISLite melalui pengalaman dan latar belakang dari pustakawan tersebut. c) Situasi dan Kondisi Penggunaaan aplikasi INLISLite sangat membantu kebutuhan pekerjaan pustakawan yang ada di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat mulai dari peningkatan kinerja dan kemudahan yang bersifat otomasi pepustakaan sehingga dengan adanya aplikasi INLISLite ini tidak hanya pustakawan yang terbantu melainkan juga pemustaka yang merasakan dampak peningkatan layanan yang ada di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat dengan adanya aplikasi INLISLite. Namun masih terdapat kendala yang memuat aplikasi INLISLite belum bisa dikatakan berjalan dengan maksimal, hal ini disebabkan karena peneliti menemukan permasalahan pada saat melakukan observasi dan wawancara, dimana pustakawan yang bekerja di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat masih belum sepenuhnya menguasai seluruh fiturfitur yang terdapat di dalam aplikasi INLISLite. pernyataan dari pustakawan sesuai dengan pengertian situasi dan kondisi menurut Hariandja (2006: 73- 76) persepsi pustakawan terhadap aplikasi INLISLite yang menjadikan pekerjaan pustakawan lebih efektif. d) Ciri Yang Ada Pada Orang Lain Alasan perpustakaan lebih memilih menggunakan aplikasi INLISLite dibanding aplikasi lainnya karena aplikasi INLISLite merupakan aplikasi dari Perpustakaan Nasional, dimana pedoman Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat adalah Perpustakaan Nasional meminta untuk seluruh perpustakaan yang ada di kabupaten/kota dan provinsi untuk menggunakan aplikasi INLISLite. pernyataan dari pustakawan sesuai dengan pengertian ciri yang ada pada orang lain menurut Hariandja (2006: 73-76) pandangan pustakawan terhadap aplikasi INLISLite yang dijadikan sistem otomasi diperpustakaan dibanding sistem otomasi lainnya yang terjadi karena adanya perbedaan pilihan system otomasi oleh perpustakaan. 3. Hasil Perbandingan Persepsi Pustakawan terhadap Penggunaan SLIMS di UPT Perpustakaan Universitas Andalas dan INLISLite di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Penelitian aplikasi SLiMS yang di lakukan di UPT Perpustakaan Universitas Andalas di lakukan dengan wawancara yang lebih mendalam guna mendapatkan data yang lebih banyak lagi mengenai persepsi pustakawan terkait dengan penggunaan aplikasi SLIMS. Dari wawancara tersebut pustakawan mengatakan bahwa aplikasi SLiMS sangat membantu pustakawan dalam bekerja dan pustakawan puas dengan fitur-fitur yang terdapat di dalam aplikasi SLiMS, namun dibalik kelebihan yang dimiliki oleh aplikasi SLiMS masih terdapat keluhan dari pustakawan yang menggunakan aplikasi SLiMS, dimana pustakawan merasakan bahwa sarana pendukung berupa server yang ketika down mengakibatkan aplikasi SLiMS tidak bisa dioperasikan sama sekali. Untuk penelitian selanjutnya dilakukan di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat yang menggunakan aplikasi INLISLite. pustakawan berpendapat bahwa penggunaan aplikasi INLISLite di Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat telah berjalan dengan baik, namun belum dapat dikatakan berjalan dengan maksimal dikarenakan pustakawan Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat masih menggunakan metode manual dan juga menggunakan aplikasi INLISLite. Ini terjadi karena pada saat dilakukan pelatihan penggunaan aplikasi INLISLite untuk pustakawan Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat hanya beberapa pustakawan saja yang dipilih untuk mengikuti pelatihan penggunaan aplikasi INLISLite, sehingga tidak semua pustakawan bisa memahami aplikasi INLISLite ini dengan baik, terutama pustakawan yang telah lanjut usia dan pustakawan yang baru masuk di Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat. Permasalahan kedua komputer yang tersedia banyak yang lama, dimana komputer tersebut merupakan hibah dari Perpustakaan Nasional, sehingga komputer yang ada di Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat spesifikasi komputernya sudah tertinggal dibandingkan komputer pada saat sekarang ini. Sehingga di takutkan ke depannya komputer tersebut tidak lagi dapat menssupport aplikasi INLISLite yang akan selalu update. Kesimpulan dari Persepsi Pustakawan terhadap Penggunaan SLiMS di UPT Perpustakaan Universitas Andalas dan INLISLite di Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat telah berjalan dengan baik, namun masih di temukan permasalahan yang membuat penggunaan kedua aplikasi ini belum berjalan maksimal sesuai dengan apa yang telah dijelaskan diatas dan pustakawan menyatakan sangat terbantu dan sangat puas dengan adanya aplikasi tersebut, namun kedepannya masih perlu adanya perbaikan sehingga kedepannya aplikasi ini bisa berjalan maksimal dan tidak ada lagi kendala yang ditemui dan dirasakan oleh pustakawan, baik dari pustakawan Perpustakaan Universitas Andalas yang menggunakan aplikasi SLiMS dan pustakawan Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat yang menggunakan aplikasi INLISLite. Sistem otomasi perpustakaan bisa semakin maju kedepannya dan pustakawannya bisa terbantu dan bekerja dengan maksimal

Conclusion

Hasil penelitian persepsi pustakawan terhadap penggunaan aplikasi SLiMS yaitu: (1) stereotip, pustakawan menyatakan bahwa penggunaan aplikasi SLiMS sudah memadai bagi pustakawan, aplikasi SLiMS tersebut sangat membantu pekerjaan pustakawan disetiap bidangnya, Adapun komputer yang digunakan oleh pustakawan dalam mengoperasikan aplikasi SLiMS sudah sesuai dengan standar dan pustakawan yang menggunakan aplikasi SLiMS sudah terbiasa dalam mengoperasikannya; (2) persepsi diri, pustakawan menyatakan bahwa aplikasi SLiMS ini meningkatkan kinerja, memudahkan pekerjaan, menjadikan pekerjaan lebih efektif dan aplikasi SLiMS sangat membantu meningkatkan mutu pelayanan di perpustakaan; (3) situasi dan kondisi, aplikasi SLiMS sangat membantu pustakawan dalam melayani pemustaka dan pustakawan juga memanfaatkan aplikasi SLiMS sesuai dengan kebutuhan pekerjaan dibidang masing masing, akan tetapi masih di jumpai kekurangan pustakawan dalam menggunaan SLiMS yakni tidak semua fitur-fitur yang terdapat di dalam aplikasi SLiMS dikuasai oleh pustakawan, namun untuk fitur-fitur yang sering digunakan pustakawan sudah dapat dikuasai dengan baik. SLiMS ini lebih lengkap dari segi fitur, kemudian dari penggunaannya mudah bagi pustakawan; (4) ciri pada orang lain, perpustakaan lebih memilih menggunakan aplikasi SLiMS karena gratis dan memiliki komunitas yang aktif sehingga setiap kendala selalu ada solusinya. Aplikasi SLiMS memiliki kelebihan diantaranya selalu update dan pengoperasiannya mudah bagi pustakawan. Kekurangannya diantaranya tidak kompatibel dengan semua perangkat komputer dan tidak responsif dengan gadget. Hasil penelitian persepsi pustakawan terhadap penggunaan aplikasi INLISLite yaitu: (1) stereotip, pustakawan menyatakan bahwa penggunaan aplikasi INLISLite di Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat bisa dikatakan sudah berjalan dengan baik, namun masih banyak di jumpai permasalahan dalam penggunaan aplikasi INLISLite terutama pada tenaga SDM yang masih banyak terkendala atau belum bisa menggunakan INLISLite dan sarana penunjang berupa komputer yang tersedia banyak merupakan komputer lama yang merupakan pemberian dari Perpustakaan Nasional, dimana spesifikasi komputer tersebut sudah tertinggal dengan perkembangan teknologi yang ada saat ini; (2) persepsi diri, pustakawan menyatakan bahwa dengan adanya aplikasi INLISLite di Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, kinerja pustakawan dapat meningkat, pelayanan kepada pemustaka juga akan semakin membaik, dan pekerjaan pustakawan akan menjadi lebih effektif, karena pustakawan tidak perlu lagi mengonsep kartu katalog, pustakawan sudah langusng bisa mengentrikannya ke dalam katalog dan berbagai kemudahan lainnya yang dirasakan oleh pustakawan; (3) situasi dan kondisi, pustakawan yang bekerja di perpustakaan daerah masih belum sepenuhnya menguasai seluruh fitur-fitur yang terdapat di dalam aplikasi INLISLite, hanya menguasai fitur-fitur utama saja sesuai dengan kebutuhannya masing-masing dan itu sekitar 80-90% saja dari seluruh fitur yang terdapat di dalam INLISLite, sayangnya masih ada sekitar 10% fitur-fitur yang belum dikuasai oleh pustakawan yang jika dimanfaatkan tentunya akan semakin memudahkan pustakawan; (4) ciri pada orang lain, perpustakaan lebih memilih menggunakan aplikasi INLISLite dibanding aplikasi lainnya karena aplikasi INLISLite merupakan aplikasi dari Perpustakaan Nasional, dimana pedoman perpustakaan daerah adalah Perpustakaan Nasional yang meminta untuk seluruh perpustakaan yang ada di kabupaten/kota dan provinsi untuk menggunakan aplikasi INLISLite.