Kembali
16
1
2022 Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 2 · 2 ISSN 2827-9107

LAYANAN PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI DIMASA PANDEMI COVID 19

Universitas Udayana; Universitas Udayana; Universitas Udayana

Abstract

The purpose of this research is to find out a concept of digital services that can be done and provide analysis in the application of communication to online services from university libraries in terms of providing services to students. The method in this study uses a literature study on scientific concepts related to library science and analysis of publications carried out by library institutions during the pandemic. Research data obtained through observations on several library websites. The data is processedand then presented in descriptive form. The result is the need for library services with digital concepts to make it easier for users to find information online
Keywords: college library · library service · covid-19 pandemic · digital library

Introduction

Informasi merupakan sebuah kebutuhanbagi masyarakat terlebih di era seperti sekarang, informasi sudah menjadi konsumsi pokok bagi masyarakat karena masyarakat mendapatkan informasi setiap harinya. Namum ditengah hausnya masyarakat akan informasi sebuah bencana virus melanda dunia yaitu covid-19. Adanya pandemi ini menyebabkan terhentinya seluruh kegiatan yang ada baik itu dari segi ekonomi sampai bidang pendidikan karena adanya himbauan untuk menjaga jarak dan tidak boleh keluar rumah, hal ini menyebabkan semua masyarakat baik bekerja maupun belajar dari rumah untuk mencegah tertularnya virus covid-19. Karena hal ini semua ruang publik yang berpotensi besar menyebarkan virusditutup termasuk perpustakaan sehingga kegiatan pemanfaatan informasi di perpustakaan tidak dapat berjalan. Namun lembagayang bergerak di bidang perpustakaantingkat internasionalyaitu IFLA (International Federation of Library Associations And Institutions) telah menciptakan panduanbagi perpustakaan yang ada di seluruh dunia untuk tetap memberikan layanan selama masa pandemiSuharso et al., (2020). Dimasa pandemi semua golongan diharapkan memantau informasi hanya dari siaran televise, radio, atau sosial media yang lain untuk mempersempit tingkat peneyabaran virus. Untuk mengetahui infomasi up-todate mengenai virus covid-19 masyarakat dapat memantau melalui berbagai media sosial yang ada seperti line, instagram, facebook, maupun twitter. Hal ini seharusnya menjadi peluang besar bagi perpustakaan dalam mempromosikan ataupun menyebarkan informasi melaui media sosial dan mengenalkan masyarakat dengan perpustakaan digital yang dimiliki, karena informasi dari perpustakaan juga sangat penting terlebih untuk mahasiswa dan siswa yang melalukan kegiatan pembelajarandari rumah. Tentudengan adanya digital librarymahasiwa yang tengah membuat tugas maupun sedang menyusun tugas akhir atau skripsi tidak kesulitan dalam mencari referensi. Perpustakaan sudah harus merubah koleksi fisiknya menjadi koleksi digital agar dapat semakin mengikuti perkembangan zaman dan tidak tertinggalkan karena sulit digunakan atau diakses dalam bentuk digital, karena pada masa mendatang perpustakaan harus siap menghadapi arus dari perkembangan teknologisehingga mau tidak mau perpustaakan pasti akan mendapat imbas dari perkembangan teknologi inikalau tidak berbenah. Contohnya saja ketika pandemi ini terjadi sehingga membuat masyarakat tidak dapat menggunakan perpustakaan secara langsung maka perpustakaan digital lah yang menjadi solusinya. Berdasarkan daribeberapa faktor perpustakaan perguruan tinggi, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah: 1.Bagaimanakah Iayananperpustakaan perguruan tinggi dimasa pandemi

Method

Penelitian yang penulis lakukan ini menggunakan studi pustaka kepada konsep keiImuan dalam bidang perpustakaan dan informasi. Studi pustaka yang terkait dengan kajian Iayanan perpustakaan dan menganaIisispublikasi serta paktek peIaksanaan oIeh Iembaga perpustakaan perguruan tinggi pada masa Pandemi. Data didapat dari pengamatan yang diIakukan padawebsiteperpustakaan universitasdalam danIuar Negeri daIam memberikan Iayanan secara onIine. Data yang teIah diperoIeh dioIah kemudian dijabarkansecara deskriptif

Result & Discussion

Adanya Kebutuhan Digital Library Teknologi yang semakin canggih menuntut perpustakaan harus mempunyai layanan yang menggunakan teknologi. Dengan adanya arus teknologi yang semakin berkembangan dan kebutuhan informasi masyarakat yang semakin meningkat sertaberagam membuat perpustakaan pada zaman sekarang harus memiliki perpustakaan digital. Dimana perpustakaan digital ini menggunakan teknologi dan diakses melalui internet sehingga memudahkan dalam pengunaannya, lebih efisien waktu dan tenaga.Perpustakaan digitaIsendiritidak wajib memiIiki koIeksi tercetakakan tetapi koIeksi yang diimput berbentuk digitaI. Tidak samasepertiperpustakaan tradisionaIdimana perpustakaan ini berkerjadibantu jaringan computer untuk pengoprasiannya. KoIeksi pepustakaan tradisionaImemiIiki 2 koIeksi yaitu koIeksi digitaI dan koIeksi fisik. Perpustakaan iniIah yang banyak ditemui di Indonesia dan Iuar negeri. Dengan adanya bantuan teknologi dapat mempermudah pustakawan daIam memberikan layanan, kemudahan ini juga dirasakan oleh pemustaka karena dapat mengakses Iayanan perpustakaan darimana saja. Layanan onIine yang diberikan oIeh perpustakaan seperti IayanansirkuIasisecaraonIine dimana pemustaka dapat meminjam dan mengembalikan buku tanpa harus ke perpustakaan tersebut, jadi lebih efisien waktu dan tenaga. Perpustakaan perguruan tinggi di era sekarang sudahbanyak yang menggunakan website contohnyaIibrary, Iib, atau apIikasi yang dapat diaksesapabiIa ada jaringan internet. Dengan adanya perpustakan digitaImaka perpustakaan tersebut juga memiIiki datayang dimanfaatkan untuk menghimpundata informasi yang dimiliki pepustakaan, dengan kata lain perpustakaan universitas juga harus menjadi temanbagi pengunjung. Putu Laxman PenditdalamWidayanti (2015)menyebutkan bahwasebuah pepustakaan sebaiknya menyediakan strategiyang sudah dibuatsecara terstruktur dan sistematisdaIam membantu pengunjungyang ingin mencari dan memanfaatkan infomasi dengan benar. Dengan adaya pepustakaan digital dipercaya bahwa rencana tersebut akan terpenuhi, dikarenakan dengan adanya perpustakaan digital ini perpustakaan dapat memberikan bimbingan atau layanan kepada pemustaka melaui fitur layanan yang telah disediakan.4.2Peran Komunikasi Informasi Perpustakaan berperan penting dalam memberikaninformasiyang dibutuhkan pemustaka, komunikasi adaIah bentuk penting daIam menjaIankan suatu perpustakaan yang dapatmendukung eksistensi perpustakaan tersebut.Dalam kegiatankomunikasi disuatuperpustakaan dimana pegawai perpustakaansebagai media penyampai informasidan diterima oleh pemustaka yang berperan sebagai penerima infomasi. Tahapdalam proses komunikasi juga memberikan dampakyang bisa mempengaruhi pepustakaan ataupun pengunjung daIam memanfaatan perpustakaan dengan baik dan benar, seIain ituadanya proses komunikasi di perpustakaan membuat perpustakaan dapat melakukan penilaian dalam hal mengembangkan dan lebih mematangkan layanannya agar proses komunikasi yang terjadi semakin membaik. Penggunaansosialmediamerupakan cara yang paling umum digunakan untuk mendapatkan update berita tekini. Melalui layanan media sosial ini, interaksi antara pengelola perpustakaan dan pemustaka dapat dioptimalkan.Informasi yang disediakanoleh perpustakaan selalu diharapkanoleh penggunayang membutuhkansumber dayauntuk melakukanpenelitian,dantugas kuliah.Proses komunikasi bersifatlangsung atautidak langsung. Interaksi langsungdengan pustakawan dapatterjadi di perpustakaan,dan interaksi tidak langsungdengan pustakawan dapatterjadisecara online, seperti situs web, obrolan, panggilantelepon, dan email. Kegiatankomunikasi dapat diIaksanakansecara tidak Iangsung melalui perpustakaan digitaI.Perpustakaandigitaldidirikan gunamelayankan kemudahanpenggunaankepada pemustakahinggaproses penemuaninformasi menjadi lebih lancer dan tepat guna. DigitaIlibraryjuga diperuntuhkansebagaialat untuk media mengiklankan suatu perpustakaan. Hal ini digunakan oleh perpustakaan elektronik universitas. Banyak universitas kinimengembangkan perpustakaan digitaIyangdimanfaatkanuntuk mempromosikanperpustakaan dan afiliasi kelembagaan.Oleh karenaitu, komunikasi informasi memegangperanpenting dalammeningkatkan pelayanan tidak langsungdi perpustakaan elektronik. Komunikasi informasi meningkatkankualitas konten informasidan meningkatkantampilan layanan.Hanya segelintir perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia yang memprioritaskan penyediaan informasi di perpustakaan digital. Misalnya Perpustakaan Universitas Diponegoro (UNDIP) mengefektifkan penyampaian informasi dengan menghadirkan perpustakaan dan segala isinya, termasuk informasi umum dan layananmengenai perpustakaan. Perpustakaan DigitaI bisa dilihatmeIalui websitenya, http://digilib.undip.ac.id/v1/,sebagai Iayanan e-journaI, pencarian katalog buku, yang didalamnya terdapatIayanan pengecekan indeks kesamaan meIalui aplikasiTurnitin. Juga meIalui InstitutionaI Repository Service http://eprints.undip.ac.id/.FungsionaIitas situs web iaIah untuk memungkinkan koIeksi, kapasitaskoIeksi, saran koIeksi, riwayat koIeksi, dan biodataanggota diperIuas. Kemudian daripada itu, Perpustakaan DigitaI yang dimiIikiPerpustakaan UNDIP juga menawarkan Iayanan komunikasi onlinedenganpustakawan viachat WhatsApp untukbidangIayanan, jurnal elektronik, koIeksiperpustakaan dan teknoIogi informasi.4.3 InovasidalamLayanan Perpustakaan dimasaPandemi Covid-19Pandemi ini dapat memberikan peluang bagi perpustakaan,khususnya perpustakaan tingkat universitas.Dalam situasi ini sekiranya banyak pemustaka yang merupakan mahasiswayang membutuhkanbantuan pustakawanuntuk mendapatkaninformasi darisumberperpustakaan dansumber Iainnya untuk kebutuhan-kebutuhan tertentu. Perpustakaan akademikdapat menggunakan dua metode untuk meniIai IayanandigitaImerekadan memberikan Iayananpada masapandemi ini. Jadi,1) danaperpustakaan. Pada masa kritisini, keberadaan perpustakaan harus diupayakan, karenabanyak mahasiswa yang butuh informasisebagai sumber referensi untuk tugas. OIeh karenaitu, keberadaanperpustakaan digitaI membuatsumberinformasitersebut dapat dengan mudah diakses dan digunakan pengguna yang berada diluar dari institusi. 2) kuaIitas yang Iebih baik. Anda dapat meningkatkan perpustakaandigital yang ada dan mengembangkan dengan kualitas yanglebih baik.Perpustakaan meningkatkankualitas sistem dan memudahkanpengguna untuk mengaksesdan mengoperasikannya. PeningkatankuaIitas sistem tersebutdapat dicapaidengan membangun situs webyang dirancang dengan baik. MisaInya, harus memilikitata letak yang jelas, menarik secara visual, dan beragam dalam konten informasi.Pendapat di atas memungkinkanperpustakaan untuk berinovasi.Inovasi inimembantu Opportunity Roledalam meraih keinginannya. lnovasiyang bisaditerapkanpadaperpustakaan perguruan tinggi antara lain: 1.Memberikan informasi mengenaiCovid-19.Adanya pandemi yang tidak terduga ini membuatgedung pepustakaan ditutup dan dialihkan pada perpustakaan digital yang dimiliki perpustakaansehingga perpustakaan digital memiliki akses untuk mengembangkan inovasi dalam komunikasi informasi. Contohnyaberita terbaru tentangkasus Covid-19 seperti banyaknya pasien covid dan jumlah kematian, Negara yang sudah tertular dan lainnya,serta dapat mengedukasi masyarakat atau mahasiswa tentang pentingnya social distancing atau cara pencegahan tertular covid-19 dengan media video yang telah terhubung ke youtube atau media lainnya.Dengan cara itu maka dapat menambah pengetahuan dan wawasan pemustaka terlebihmengenai virus covid-19. Selain mengenai berita covid perpustakaan juga bisa menyediakan referensi karya tulis ilmiah atau suatu penelitian dengan tema covid-19. Sebagian besar perpustakaanyang terdapatdi luar negeri mengoperasikaninovasi tersebut. Namun di Indonesia sendiri belum banyak perpustakaan digitnya yang melakukan inovasi ini. Ada segelintirperpustakaanyang menyalurkan berita mengenai virustersebut contohnyaPerpustakaan Politeknik Kesehatanmelalui website http://library.poltekkes-smg.ac.id/Covid-19/public/yang menyuguhkan informasi kesehatan seperti berita terkini mengenai kasus Covid-19. Data diperoleh secara nyata melaluihttps://api.kawalcorona.com/. Sementara itu, banyakperpustakaan universitasdi luar negerimemberikan informasi tentang aplikasidan layanan terbaru. Perpustakaan Digital CambridgeUniversity berinovasidengan menyuguhkanberbagai jurnalpenelitian yang berkaitan denganCovid-19. Penggunabisamelihatnyamelalui tautan pada situs webhttps://www.lib.cam.ac.uk/.2.Melakukan kerjasama antar perpustakaan.Inovasi selanjutnyayang bisadilakukan adalah memperbanyakkolaborasiperpustakaan. Beberapa perpustakaan bisa saling terlibat dalam kegiatan berbagi sumber daya atau kegiatan pemanfaatan potensi perpustakaan. Potensi ini dapatberupakoleksi,sumber informasidansumberdaya manusia. Suatu perpustakaan dapatmelakukan kegiatan kerjasama dengan cara saling bertukar atau berbagi koleksi dengan perpustakaan lain, memberikan pelatihan kepada pegawaiperpustakaan lain.Kegiatan kerjasama ini sudah banyak dilakukan oleh perpustakaan diberbagai Negara. Perpustakaanyang terdapat di Indonesia juga didoronguntuk mengikuti hal tersebutagar penggunadapat lebih mudah mendapatkankoleksi yang mereka butuhkan. Perpustakaandimasa pandemidapat berinovasidengan menyediakan layanan mutakhiryang dapat memenuhikeinginan masyarakat untuk mengisi waktu luang mereka.Misalnya, sebuahperpustakaan dapat menawarkanlayanan deliverykoleksi cetakdan pemutaran filmyang disediakandan dilayankanoleh Perpustakaan Bina Nusantara (BINUS)melalui websitehttp://library.binus.ac.id/. Layanan Antar Bukumerupakan layananyang bertujuan untukmengirimbuku kepadapengguna yang menggunakan jasakurir atauperpustakaan keliling. Layanan ini bisa dicontoholeh perpustakaan lain sesuai dengan kebijakanperpustakaan masing-masing. Misalnya,dalam hal pengiriman ke pemustaka, hanyabisameminjam maksimal2buku,dan area pengirimannyahanya bisa di pusat kota. Buku yang ingin dikembalikanakan dikembalikan dalam waktu satu minggu.Ada juga layananyang menyediakanpemutaran film perpustakaan dimana film yang ditayangkan merupakan filmgarapanIndonesia dan film luar negeri, tentunya layanan tersebut sangat digemari olehpengguna. Pada setiap penayangan film akan dimuai staff perpustakaan aka melakukan votingmelalui akun Instagramnyauntuk mencari tahufilm apa yang banyak peminatnya dan akanditayangkan padasitus web Perpustakaandalam jangka waktu yang telah ditentukan. Pertunjukan diadakansesuai denganjadwal yang telah ditentukanoleh perpustakaan. Andadapat memeriksajadwal siaran di situs web dan SNSpadaInstagramperpustakaa.Perpustakaan Bina Nusantarajuga menawarkanlayanan ini,hanya sajafilm diputardi perpustakaan yang sebenarnya. PerpustakaanBINUS harusdapat mengubah layanansementara untuk mempertahankanminat pengguna.

Conclusion

Kemajuan digitalisasisaat ini menjaditantangan bagiperpustakaan.Perpustakaan akademikharus beradaptasi dengan tren sosial. Perpustakaan pasti akan tertinggal jikatidak bisamengikuti perkembangan teknologi yang pesat. Akibatnya, keberadaanperpustakaan di masyarakat juga semakin melemah.Dengan itu perpustakaan wajib menumbuhkandigitallibraryyang bisa dilihat maupun didownload oleh pengguna melalui web ada dimiliki perpustakaan. Digitallibrarymemungkinkanpemakai pepustakaandengangampangmencariinformasi. Selain itu, masih banyakpengguna lebih memilihmencariinformasi di database situs weblintas platform,sehingga informasi yang tersedia lebihluas. Komunikasi merupakan faktor terpenting dalammengembangkan perpustakaan digital.Perpustakaan harusmemikirkandengan matanginformasi yang akan mereka layankan kepada penggunaagar pengguna lebihtertarik untuk mempublikasikaninformasi yang berikanoleh perpustakaan.Pada proses ini yang paling berperan penting disini adalah pustakawan karena dalam suatu perpustakaan pustakawan merupakan otak dari perpustakaan yang dapat menangani komunikasi informasi dalam situs web perpustakaan yang didukung teknologi informasi.Kemajuan teknologisaat inimemungkinkanperpustakaan universitasmenampilkan informasi dalambentuk yang lebihmenarik. Namun, kita harus mengingat bahwadalam konteksnyaperpustakaan adalahinstansiyang berkembangjadi usaha yang dapat dilakukan dalam pengembangan ini adalah memanfatkann kemajuan teknologi tanpa melupakan prinsip pustakawan yang telah tertanam di perpustakaan.