Kembali
16
1
2023 Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 3 · 1 ISSN 2827-9107

DINAMIKA KEPUSTAKAWANAN DAN ARSIP DI BALI

Universitas Udayana; Universitas Udayana; Universitas Udayana

Abstract

Libraries and librarians who need each other and cannot be separated, a library without a librarian will work if there is no one to direct it and vice versa. Currently, librarianship activities are growing due to advances in information technology. This development requires librarians to be able to master information technology in practice which is becoming a global world trend. This change makes the library need to prepare a development strategy to face challenges and maintain library performance in meeting the information needs of increasingly diverse users. The development of the librarian system is something that is done to perfect the existing system including activities to study, develop, analyze, criticize the work of the library and examine the development of the librarian system. There is a relationship between libraries and archives, namely archives as evidence of an activity in the form of information media that is created and received by institutions or organizations and needs to be managed according to the needs of each institution or organization. In addition, it is also needed for simplification in managing and ease of carrying out the implementation process. In addition, a library needs to have goals that must be achieved so that it can keep abreast of developments, especially in the field of information technology and can continue to make technological improvements so thatmanaging activities in the library can run optimally
Keywords: Libraries · Librarians · Archives · Information Technology

Introduction

Berbicara mengenai kepustakawanan pastinya mengenai perpustakaan dan pustakawan yang dimana dua hal ini tidak bisa terpisahkan, perpustakaan dalam menghadapi peradaban mempertahankan peran buku sekaligus memanfaatkan adanya teknologi informasi baru.Pustakawan sendiriadalah tenaga yang berpengalaman dan selalu didorong untuk mengembangkan profesinya dan potensi yang dimiliki secara konsisten.Kepustakawanan adalah kegiatan maupun tugas pustakawan yang berkaitan dengan perpustakaan atau suatu usaha untuk melaksanakan tugas dan pengembangan perpustakaan.Kepustakawanan adalah kegiatan bersifat ilmiah dan profesional yang terdiri dari pelayanan, pengelolaan, serta pengembangan sistem kepustakawanan.Selanjutnya, perpustakaan adalah tempatuntuk menyimpan semua koleksi baik itu koleksi tercetak, hasil karya tulis, ataupun karya rekam. Setiap perpustakaan memiliki sejarah perkembangan yang berbeda-beda tergantung keadaan sosial ekonomi masyarakat suatu negara atau daerah tertentu.Perpustakaan di seluruh dunia termasuk Indonesia sangat bergantung pada keadaaan ekonomi, politik, maupun sosial.Perpustakaan harus membawa perubahan khususnyasebagai tempat yang menjadi pusatnya informasi dan ilmu pengetahuan yang dimana perpustakaan memiliki tuntutan untuk menjadi tempat yang tidak hanya sebagai infrastruktur yang memberikan kepuasan kepada pengguna atau masyarakat melainkan perpustakaan juga menjadi pusat pengembangan kemampuan pustakawan karena pustakawan adalah pengelola pengetahuan di setiap sumber daya informasi yang ada. Selain itu tugas pustakawan juga harus dapat mengelola pengetahuan atau lebih dikenal dengan knowledge management.Pada sebuah perpustakaan kegagalan atau kesuksesan dalam melaksanakan tugas maupun menyalurkan informasi di sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan dan juga kinerja dari pustakawan. Secara sempit kepustakawanan biasanya hanya berhubungan dengan kegiatan teknis yang sering dilakukan oleh pustakawan. Intinya kepustakaan adalah profesi yang memegang teguh nilai-nilai kehormatan, kualitas, dan kebersamaan. Oleh karena itu, perpustakaan haruslah berkembang menjadi tempat pengelolaan dan penyimpanan buku dan arsip yang kemudian juga menjadi bagian dari sebuah badan administrasi yang menyimpan dokumen atau informasi yang dimiliki oleh kantor ataupun lembaga pemerintah

Discussion

Kepustakawanan berasal dari terjemahan bahasa inggris “liberianship”yaituLiberian yang berarti pustakawan. Pustakawan merupakan orang yang bekerja di perpustakaan atau petugas perpustakaan yang mempelajari ilmu perpustakaan (Neufeldt, 1996:779). Sedangkan menurut Basuki (1993:3)kepustakawanan adalah segala aspek perpustakaan dalam menerapkan kepustakaan mulai dari pengelolaan, pengadaan, temu balik, penyebaran informasi, dan penerapan ilmu pengetahuan perpustakaan dalam berbagai kegiatan.Pustakawan yang ada bisa seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang memiliki tugas, wewenang, tanggung jawab, serta hak dalam melaksanakan kegiatan kepustakawanan. Jadi pengelola perpustakaan disebut sebagai pustakawan dan seluruh kegiatan mengelola perpustakaan disebut kepustakawanan. Untuk mencapai tujuan perpustakaan, diperlukan adanya motivasi kerja yang nantinya akan meningkatkan kedisiplinan, kesejahteraan, profesionalitas sebagai staf atau pustakawan dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugasnya.Kegiatan pustakawan Ada dua unsur dari kegiatan pustakawan yaitu: 1.Unsur utama1)Pendidikan.2)Pengelolaan perpustakaan3)Pelayanan perpustakaan4)Pengembangan sistem kepustakawanan5)Pengembangan profesi2.Unsur penunjang:1)Pelatihan pada Diklat fungsional/teknis pada bidang kepustakaan2)Dalam seminar/lokakarya di bidang kepustakawanan3)Keanggotaan dalam organisasi profesi4)Keanggotaan dalam tim penilai.5)Perolehan penghargaan atau tanda jasa6)Perolehan gelar atau ijazah kesarjanaan lainnya. Tugas pokok pustakawan:Pustakawanmemiliki tugas pokokyaitumelakukan semua kegiatan yang berhubungan dengan kepustakawanan seperti pelayanan, pengembangan, pengelolaan,serta menjalankan sistem kepustakawanan yang disesuaikan dengan jenjang jabatannya.Adapun tugas pustakawan sesuai dengan jabatannya antara lain:1.Tugas pokok pustakawan terampil yaitu:1)Mengelola perpustakaan dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan perpustakaandan juga melakukan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan kegiatan perpustakaan. 2)Melakukan pelayanan perpustakaan, seperti melakukan pelayanan teknisdan layananperpustakaan.3)Mengembangkansistem kepustakawanan termasuk perkembangan kepustakawanan. 2.Tugas pokok pustakawan ahli yaitu:1)Pengelolaan perpustakaan2)Perencanaan penyelenggaraan kegiatan perpustakaan3)Monitoring dan evaluasi penyelenggaraan kegiatan perpustakaan4)Pelayanan perpustakaan5)Pelayanan teknis6)Pelayanan pemustaka. 7)Pengembangan sistem kepustakawanan8)Pengkajian kepustakawanan.9)Pengembangan kepustakawanan.10)Penganalisisan karya kepustakawanan.11)Penelaahan pengembangan sistem kepustakawanan.Pustakawan di Bali Pustakawan merupakan salah satu pihak yang ikut serta dalammengelola dan mengembangkan perpustakaan baik terlibat secara langsung maupun tidak langsung. Adanya pustakawan di dalam perpustakaan membantu pemustaka dalam memanfaatkan perpustakaan untuk media akses pengetahuan tetapi masih banyak orang yang belum mengetahui keberadaan pustakawan.Melihat zaman global saat ini, pendidikan adalah sesuatu yang penting. Pendidikan adalah akar bagi setiap bangsa karena pendidikan adalah kebutuhan pokok bagi setiap orang untuk bisa menghadapi kehidupan. Pendidikan dapat diperoleh dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan memanfaatkan berbagai sumber informasi yang ada di perpustakaan. Mendengar kata perpustakaan pasti yang dibayangkan adalah kumpulan buku-buku yang disusun rapi pada rak di sebuah ruangan. Pendapat ini tidak salah tetapi bisa menimbulkan kekeliruan. Contohnya di toko buku, buku yang ada disusun secara rapi tetapi toko buku tersebut tidak bisa disebut sebagai perpustakaan. Pengertian perpustakaan memang tidak asing dengan istilah pustaka, pustakawan, kepustakaan, serta ilmu perpustakaan.Umumnya orang-orang memahami perpustakaan sebagai suatu bangunan yang menyimpan berbagai buku ataupun bahan pustaka lainnya. Perpustakaan sendiri adalah sebuah ruangan dalam suatu gedung yang berguna untuk menyimpan koleksi bahan pustaka seperti buku dan terbitan lainnya yang disusun secara khusus sesuai dengan peraturan yang ada (Basuki, 1991).Perpustakaan adalah organisasi nonprofit yang memiliki tujuan menjadi sarana untuk menyalurkan informasi kepada pengguna. Hal yang mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan perpustakaan dalam melaksanakan tugas dan menyalurkan informasi adalah kepemimpinan serta kinerja pustakawan. MenurutSugiyanto, perpustakaan merupakan unit kerja untukpenyimpanankoleksi yang diatur secara sistematis dan dipergunakan oleh pemakai sebagai sumber informasi.Menurut RUU perpustakaan pada bab 1 pasal 1 yang menyatakan perpustakaan adalah institusi yang mengumpulkan pengetahuan tercetak dan, kemudian mengelolanya dengan cara khusus guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para penggunanya melalui program cara interaksi pengetahuan.Perpustakaan merupakan tempat atau fasilitas penyediaan sarana bahan pustaka. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa perpustakaan adalah unit kerja yang berada di suatu institusi yang menyediakan koleksi bahan pustaka secara sistematis dan dikelola secara khusus sehingga dapat digunakan oleh pengguna sebagai sumber informasi. Di dalam perpustakaan terdapat 2 (dua) unsur utama yaitu: ruangan dan buku. Seiring dengan perkembangan zaman, koleksi di perpustakaan tidak hanya koleksi cetak melainkan juga terdapat koleksi non cetak sepertislide, film, dan lain-lainyang juga bisa dipergunakan sebagai sumber informasi. Semua sumber informasi ini akan disusun secara teratur agar nantinya dapat mudah ditemukan kembali.Keberadaan koleksi dalam sebuah perpustakaan sangatlah penting,jika perpustakaan mempunyai koleksi yang memadai dan lengkapmaka perpustakaan dapat memberikan layanan yang prima kepada penggunanya serta dapat memenuhi kebutuhan informasi penggunanya.Adapun perpustakaan khususnya perpustakaan perguruan tinggi memiliki tujuan yaitu memberikan informasi dan pelayanan yang dapat membantu kegiatan penelitian, pengadaan, dan pembelajaran guna mencapai Tri Dharma Perguruan Tinggi (Wiranto dkk, 1997). Di perpustakaan terdapatberbagai koleksi yang dapat memenuhi kebutuhan informasi para pengguna. Menurut Yulia (1993:3) koleksi perpustakaan adalah: 1.Karya cetak, contohnya seperti buku dan terbitan berseri.2.Karya non cetak, yang termasuk dalam jenis ini adalah rekaman suara, rekaman gambar,dan rekaman video.3.Karya berbentuk elektronik seperti disk, cakram, dan pita magnetis.4.Karya dalam bentuk mikro, contohnya adalah mikrofis dan mikrofilm. Saatini banyak fokus masyarakat yang memandang perpustakaan sebagai sebuah sistem,yang dimaksud dengan pernyataan ini adalah perpustakaan sebagai sistem terbagi menjadi beberapa unit kerja yang terintegrasi yang bertugas untuk mengolah, menyusun, dan melakukan pelayanan terhadap koleksi yang dimiliki sehingga perpustakaan dapat berjalan sesuai fungsinya.Perpustakaan ditempatkan sebagai suatu institusi yang menyediakan berbagai sumber informasi mulai dari ilmu pengetahuan, budaya, maupun teknologi. Di dalam perpustakaan terdapat beberapa istilah terkenal seperti pustakawan, kepustakawanan, ilmu perpustakaan, dan kepustakaan. Adapun penjelasan dari istilah di atas sebagai berikut:1.Pustakawan adalahseseorangyang mempelajari pendidikan perpustakaan secara formal danbekerjalangsungdi perpustakaan.2.Kepustakaanmerupakan bahan pustaka yang digunakan sebagai acuan untuk menyusun dan menghasilkan sebuah tulisan berupa artikel, laporan, buku, dan lain-lain.3.Ilmu perpustakaan termasuk ke dalam bidang ilmu yangmengkaji dan mempelajari berbagai hal tentang perpustakaan seperti koleksi, pelestarian, dan penyebaranilmu pengetahuan, budaya, dan teknologi serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.4.Kepustakawanan merupakansegala hal yang berhubungan dengan upayadalammenerapkan ilmu perpustakaan dan profesi kepustakawanan.Perpustakaan memiliki peran untuk selalu mempertahankan eksistensinya di masyarakat.Umumnya perpustakaan berperan sebagai penghubung antara pengguna dengan koleksi yang ada di perpustakaan, sebagai lembaga yang mendukung peningkatan minat dan budaya baca, membantu dalam meningkatkan kesadaran pentingnya untuk belajar, berkomunikasi dengan pengguna maupun pihak luar yang dianggap sebagai relasi dalam berkolaborasi ilmu pengetahuan dan komunikasi ilmiah lainnya, sebagai mediator, fasilitator hingga motivator bagi pengguna untuk bisa mengembangkan, memanfaatkan, dan berpengalaman dalam mencari informasi. Perpustakaan juga memiliki peran aktif sebagai agen pembangunan dan perubahan. Umumnya perpustakaan mempunyai beberapa fungsi yaitu sebagai berikut: 1.Fungsi yang mempunyai tugas untuk menyimpan berbagai koleksi berisi informasi yang terkadang tidak dapat dijangkau oleh siapa pun kecuali perpustakaan. 2.Fungsi informasiadalah perpustakaan memiliki fungsi untuk menyediakan bermacam-macam informasi yang dapat digunakan oleh pengguna.3.Fungsi pendidikanadalah perpustakaan sebagai sarana atau tempat belajar yang baik di lingkungan formal maupun non formal.4.Fungsi rekreasi atau hiburan yaitu perpustakaan berfungsi sebagai tempat untuk menikmati hiburan atau rekreasi. Perpustakaan biasanya menyediakan bahan pustaka yang bersifat menghibur contohnya: novel, puisi, cerita rakyat, dan lain-lain.5.Fungsi kultural adalah fungsi sebagai pendidik dan membantu mengembangkan rasa apresiasi terhadap budaya kepada masyarakat melalui berbagai aktivitas. Contohnya seperti pertunjukan, bedah buku, seminar, mendongeng, maupun pameran.Dalam undang-undang RI No. 43 tahun 2007 pada pasal 20 menyebutkan bahwaperpustakaan terdiri dari:1.Perpustakaan umum2.Perpustakaan nasional3.Perpustakaan sekolah4.Perpustakaan khusus5.Perpustakaan perguruan tinggiSedangkan jenis perpustakaanlainnya adalah perpustakaan digital dimana perpustakaan dapat diakses secara elektronik. Sistem perpustakaan adalah kumpulan segala cara yang dilakukan untuk melayankan berbagai informasi yang ada di perpustakaan kepada pengguna oleh pustakawan.Perpustakaan dapat berjalan dengan baik jika sistem layanan yang dimiliki dapat diterapkan dengan baik dan tepat guna. Adapun beberapa contoh sistem pelayanan yang ada di perpustakaan antara lain:1)Sistem pelayanan terbuka (Open Access)Sistem ini memberikan kebebasan kepada pengguna dalam mencari dan menemukan informasi yang diinginkan secara langsung. Sistem ini umumnya diterapkan di perpustakaan umum, sekolah, maupun perguruan tinggi2)Sistem pelayanan tertutup (Close Access)Sistem ini adalah sistem yang dilakukan secara tertutup dimana pengguna tidak diberikan akses secara langsung untuk mencari dan mengambil koleksi di rak karena staf maupun pustakawan yang akan melakukannya.Arsip Arsip adalahsebuah catatan informasi yang berfungsi untuk membantu kegiatan administrasi dan pengelolaan pada institusi tersebut. Semua hasil kegiatan yang dilakukan oleh institusi dan berupa dokumen itulah yang akan menjadi arsip. Saat ini, memang masih banyak institusi yang menggunakan cara konvensional sebagai salah satu cara yang digunakan dalam mendokumentasikan arsip. Walaupun demikian sudah ada beberapa institusi yang menggunakan cara digital dalam pengelolaan arsipnya. Cara ini muncul karena adanya perkembangan teknologi informasi khususnya di bidang komputer.Arsip menjadisumber informasi yang berfungsi untuk membantu kegiatan administrasi dan manajemen suatu institusi.Segala macam jenis kegiatan yang menghasilkan dokumen maupun proposal akan menjadi sebuah arsip. Arsip perlu penanganan yang serius seperti menatanya dengan baik dengan komputerlisasi sehingga membuat manajemen organisasi menjadi efektif, produktif, dan efisien serta memajukan institusi. Dalam melakukan digitalisasi pada sebuah dokumen harus dilakukan sesuai prosedur kearsipan yang ada. Hal ini dilakukan untuk menjaga keutuhan fisik maupun informasi yang terkandung pada arsip. Perkembangan teknologi informasi yang menunjang kehidupan masyarakat yang telah membawa banyak perubahan.Internet menjadi salah satu media dalam menyediakan dan menyebarkan informasi yang berdampak pada perubahan atau pertumbuhan informasi yang sangat luar biasa. Dampaknya dapat kita lihat dari adanyabeberapa perubahan. Contohnya seperti perilaku pengguna yang semakin banyak menggunakan teknologi informasi sehingga mendorong pertukaran informasi terjadi sangat cepat. Contohnya dapat dilihat pada penerbitan jurnal berbentuk elektronik atau e-journal.Pada sebuah perguruan tinggi peran jurnal sangat penting sebagai sumber informasi dan media komunikasi dalam publikasi penelitiandan sejenisnya. yang di mana mahasiswa dituntut agar banyak menggali informasi dari jurnal baik yang baru maupun lampau sebagai dasar dalam sebuah penelitian. Pada Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi kinerja seorang pustakawan dipengaruhi oleh adanya fasilitas kerja dan absensi Sasaran Kinerja Pegawai (SKP

Conclusion

Pustakawanbertugas dalam membantu, mencari, mengelola, menyajikan, menghimpun, dan menyebarluaskan informasi yang dimiliki oleh perpustakaan sehingga kebutuhan informasi para pengguna dapat terpenuhi. Semua pustakawan pada berbagai jenis perpustakaan yang ada dituntut untuk bisa menjalankan tugasnya secara optimal dan profesional. Pustakawan perlu mengetahui pengetahuan tentang pustakawan seperti tugas yang dilakukan oleh pustakawan agar dapat menanamkan dan membangun gambaran positif untuk perpustakaan khususnya bagi profesi pustakawan itu sendiri. Dengan perkembangan saat ini, maka dari pustakawan perlu adanya strategi dalam pengembangan sebuah perpustakaan. Perpustakaan dan arsip adalah hal yang saling berhubungan satu sama lain dimana arsip adalah bukti dari kegiatan yang dilakukan oleh institusi serta digunakan oleh lembaga pemerintahan, organisasi masyarakat, dan lain-lain. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pengelolaan arsip yang disesuaikan dengan kebutuhan.Dalam sebuah perpustakaan perlu adanya tujuanyangharus dicapai agar dapat mengikuti perkembangan khususnya di bidang teknologi informasi di manateknologi harus selalu melakukan perbaikan agar tujuan utama perpustakaan yaitu untuk mengelola perpustakaan dengan baik dapat tercapai