STRATEGI DAN TANTANGAN PRESERVASI DIGITAL DI PERPUSTAKAAN
Universitas Udayana; Universitas Udayana; Universitas Udayana
Abstract
This research purposes the strategies and challenges of digital preservation in libraries. This research uses a literature study because the data is collected through books, journal, and other sources. Data analysis which consists of data reduction, data presentation and drawing conclusions. The data collection technique in this research is by reading several source, analyzing the data, and concluding data. The result of this research found that there are several digital preservation strategies in the library such as technology preservation, refresh or update, migration, emulation, digital archeology, and converting digital data to analog. Libraries in carrying out digital preservation activities certainly have challenges that must be faced, such as the relatively short age of storage media, obsolescence of equipment, information security, and sudden loss of digital collection
Keywords:
digital library
· digital collection
· digital preservation strategy
· digital preservation challenges
Introduction
Kemajuan teknologi saat ini memilikidampak besar pada berbagai lembaga atau organisasi, khususnya perpustakaan. Perpustakaan saat ini harusterus berkembang mengikuti arus teknologi dan informasi. Beberapa tahun terkahir informasi yang disediakan oleh perpustakaan dan penerbit tidak hanya dalam bentuk tercetak saja melainkan sudah banyak informasi yang terkomputerisasi menjadi bentuk digital. Berdasarkan hal tersebut perpustakaan tidak hanya berbentuk gedung saja melainkan perpustakaan saat ini juga dapat berbentuk digital atau yang biasa disebut dengan digital library. Adanya perpustakaan digital memberikan banyak kemudahan bagi pengguna perpustakaan, dimana pengguna dapat mengakses informasi kapan saja, di manasaja serta pengguna tidak perlu untuk datang ke perpustakaan secara langsung. Pengembangan perpustakaan digital tidak hanya sampaipada tahap penciptaan saja, melainkan perpustakaan digital juga memerlukan tahapan preservasi. Pada perpustakaan tahapan preservasi bukan hanya dilakukan pada koleksi tercetak saja, tetapi koleksi digital juga memerlukan tahapan ini. Preservasi pada perpustakaan digital dilakukan sebagai upaya dalam melestarikan informasi yang terdapat di dalam perpustakaan digital seperti koleksi digitalagar dapat digunakan untuk waktu yang lama. Sekarangini keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memahami tentang kegiatan preservasi digital pada perpustakaan yang menerapkan digital librarymenjadi persoalan yang sangat penting dan harus segera ditangani. Sumber Daya Manusia (SDM) dapat memberikan dampak yang sangat besar terhadap keaslian serta kestabilan dari koleksi digital dalam sebuah tata kelola perpustakaan digital. Kegiatan preservasi digital ini hendaknya harus direncanakan sejak awal pembangunan perpustakaan digital serta dilaksanakan secara rutin agar koleksi dapat diakses dalam jangka waktu yang lama.Kegiatan preservasi digital di perpustakaan tentu memiliki tantangan yang sangat besar. Untuk menghadapi tantangan tersebut perpustakaan perlu menyusun strategi dalam preservasi digital, agar sebuah koleksi dapat diakses dalam jangka waktu yang lama serta meningkatkan kualitas kemudahan dan kecepatan untuk mengakses koleksi digital tersebut.Dalam prakteknya, preservasi digital sangat rawan dan memiliki resiko tinggi akan kehilangan informasi yang terdapat di perpustakaan digital. Oleh karena itu, strategi harus dibuat secara matang agar tidak menimbulkan efek yang signifikan dalam kegiatan preservasi digital ini. Namun, masih banyak perpustakan yang belum memiliki kebijakan yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan preservasi digital ini, sehingga kegiatan preservasi digital menjadi terhambat. Berdasarkan penjelasandi atas, penulis tertarik untuk meneliti suatu topik yang berhubungan dengan preservasi digital yang berjudul “Strategi dan Tantangan Preservasi Digital pada Perpustakaan”
Method
Penelitian ini menggunakan menggunakan metode penelitian Studi Kepustakaan. Metode ini dipilih karena salah satu ciri penelitian ini adalah melihat langsung data dan teks, tetapi data tersebut tidak dikumpulkan di lapangan. Data diperoleh melalui literature seperti buku dan jurnal. Menurut Sugiyono dalam Ramanda et al., (2019:124)menyebutkan bahwa studi kepustakaan mengacu pada penelitian teoritis dan beberapa referensi yang tidak dapat dipisahkan dari literature akademik.Teknik pengumpulan data pada studi ini yaitu dengan membaca beberapa sumber, Analisis data pada studi ini menggunakan teknik analisis data kualitatif Milles & Hubberman (2014)yang terdiri atas:1.Reduksi DataPeneliti memilih data sesuai dengan topik penelitian. Hal ini memudahkan peneliti untukmenarik kesimpulan.2.Penyajian DataData yang telah direduksi dapat disajikan oleh peneliti dalam bentuk tabel,grafik, dan lain-lain agar data lebih jelas dan lebih mudah dipahami.3.Menarik KesimpulanKesimpulan merupakan hasil akhir dari suatu penelitian yang dapat dijadikan sebagai refleksi
Discussion
Strategi Preservasi Digital di PerpustakaanStrategi merupakan sebuah upaya terencana yang dilakukan untuk mencapai keberhasilan dari sasaran yang dituju. Dalam kaitannya dengan preservasi digital, strategi hendaknya direncanakan dengan matang sebelum melakukan kegiatan preservasi digital. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kesalahan saat melakukan aktivitaspreservasi digital.Ada beberapa strategi yang dapat diterapkan oleh perpustakaan dalam melakukan kegiatan preservasi digital. Menurut Pendit (2008:262)menyebutkan bahwa strategi dalam kegiatan preservasi digital terdiri dari:1.Preservasi Teknologi (Technology Preservation)Kegiatan yang dilakukan dengan cara merawat segala bentuk Perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) yang digunakan untuk mengoperasikansistem perpustakaan digital. Preservasi teknologi dilakukan karena teknologi terus mengalami perkembangan, sehingga jika tidak dilakukan preservasi, informasi tersebut akan tertinggal dan pengguna tidak akan dapat menggunakan koleksi digital tersebut.2.Penyegaran atau Pembaruan (Refreshing)Strategi pembaruan ini dilakukan dengan memindahkan koleksi digital dari satu media ke medialain yang sejenisataubaru untukmenghindari keusangan teknologi.3.Migrasi dan Format Ulang (Migration and Reformatting)Strategi migrasi dilakukan dengan cara mentransfer koleksi digital dari satu komputer ke komputer lain untuk melestarikan objek digital. Selain itu,perpustakaan dapat mengganti format koleksi digital dengan format terbaru.4.Emulasi (Emulation)Strategi emulasi dilakukan dengan cara mengembangkan atau memperbarui perangkat lunak yang dapat mendukung fitur perangkat keras dan perangkat lunak yang sudah usang. Namun, tentunya strategi ini membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yangsangatterampil dalam teknologi.5.Arkeologi Digital (Digital Archeology)Strategi ini cukup dilakukan dengan cara memastikan fisik dari media masih dalam keadaan utuh, atau melakukan pembaruan tanpa mencobauntuk melakukan transfer data atau refreshperangkat lunak.6.Digital ke AnalogKoleksi dalam bentuk digital memiliki sifat yang cepat rapuh, sehingga diperlukan kegiatan pengubahan koleksi dari digital menjadi bentuk analog.Beberapa peneliti sebelumnya telah membuktikan bahwa strategi yang telah dipaparkan di atas sudah banyak diterapkan dalam kegiatan preservasi digital di perpustakaan. Musrifah (2017)menemukan bahwa strategi preservasi digital yang dipaparkan di atas sudah diterapkan pada Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dimana strategi preservasi digital yang diterapkan oleh perpustakaan tersebut yaitu: 1) Preservasi teknologi yang dilakukan dengan cara melakukan perawatan terhadap softwaredan hardwareyang digunakan untuk membaca dan menjalankan koleksi digital. 2) Strategi Back up, kegiatan ini dilakukan karena usia media penyimpanan 10 tahun. 3) Migrasi dan format ulang agar sesuai dengan format versi terbaru. 4) Strategi Penyegaran dari satu media ke media lainnya. 4.2 Tantangan Preservasi Digital di PerpustakaanMelakukan suatu aktivitaspasti memiliki tantangan tersendiri yang harus diatasi. Preservasi digital dalam penerapannya tentunya memiliki tantangan tersendiri yang harus dihadapi perpustakaan. Tantangan ini dapat diminimalisir dengan merencanakan strategi sebelum melaksanakan kegiatan preservasi digital. Tantangan yang dilaluioleh perpustakaan untukmelaksanakan kegiatan preservasi digital yaitu:1.Usia Media PenyimpananMedia penyimpanan data hanya bertahan sekitar 10 tahun, karena Keterbatasan usia penyimpanan tersebut, perpustakaan harus berupaya untuk menyalin koleksi digital untuk mengurangi risiko informasimenjadi usang karena berkurangnya kapasitas penyimpanan.2.Keusangan PeralatanPerangkat keras yang digunakan untuk menjalankan koleksi digital dapat bertahan sekitar 10 tahun, dan koleksi digital perlu dikembalikan ke format baru. Hal ini akan memerlukan biaya yang cukup banyak.3.Keamanan InformasiTeknologi yang semakin canggihdan majutidak dapat dipungkiri akan terjadi kebobolan data, sehingga koleksi akan dengan mudah untuk disalin. Keamanan dari data harus diperhatikan sebaik mungkin.4.Bila terjadi erortiba-tiba pada sistem akan menyebabkan koleksi digital hilang.Tantangan-tantangan dalam pelaksanaan kegiatan preservasi digital juga harus dilewati oleh Intitutional Repository Perguruan Tinggi di Indonesia yang diteliti oleh Anindita & Rizka (2019), dimana tantangan yang dihadapi yaitu kurangnya keterampilan Pustakawan dan minimnya pendanaan untuk melakukan kegiatan preservasi digital. Selain itu,pemahaman Pustakawan dalam kegiatan preservasi digital masih rendah, sehingga Pustakawan masih perlu untuk mengikuti pelatihan-pelatihan mengenai preservasi digital.
Conclusion
Berdasarkan penjelasanstudi di atas, dapat disimpulkan bahwa preservasi digital pada perpustakaan sangat penting untuk dilakukan, mengingat banyaknya pengguna yang mengakses perpustakaan digital terutama pada saatpandemi covid-19 ini. Preservasi digital merupakan upaya untuk menjaga agar koleksi digital tidak ketinggalan zaman dan mengikuti kemajuan teknologi. Dalam kegiatan preservasi digital pada perpustakaan tentu memiliki tantangan tersendiri yang harus dihadapi. Tantangan-tantangan preservasi digital seperti usia media penyimpanan yang hanya bertahan sekitar 10 tahun, keusangan peralatan, keamanan informasi yang dimana semakin cangginya teknologi saat ini sangat rentan terjadi kebobolan data, dan apabila sistem tiba-tiba eror akan menyebabkan koleksi hilang. Untuk menjawab tantangan tersebut, perpustakaan perlu mengatur strategi dalam kegiatan preservasi digital. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kesalahan dalam melakukan kegiatan preservasi digital. Strategi yang dapat dilakukan seperti preservasi teknologi, penyegaran, migrasi atau format ulang, emulasi, arkeologi digital, serta mengubah dokumen dari format digital ke bentuk analog.Berdasarkan kesimpulan di atas, terdapat saran yang dapatdiberikan kepada perpustakaan bahwasannya Dalam melakukan kegiatan preservasi digital, sebaiknya perpustakaan menggunakan sumber daya manusia yang sudah benar-benar memahami tentang teknologi. Peralatan yang mendukung kegiatan preservasi digital juga perlu untuk ditambahkan lagi, agar memungkinkan kegiatan preservasi digital yang optimal