Tingkat Kemutakhiran Literatur Rujukan Dalam Artikel Ilmiah Pada Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keperawatan Universitas Riau Publikasi Tahun 2019-2021
Universitas Jember; Universitas Riau
Abstrak
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kemutakhiran literatur rujukan yang digunakan dalam penulisan artikel ilmiah pada Jurnal Online Mahasiswa (JOM). Penelitian ini mengkaji empat aspek penggunaan literatur rujukan yang dimuat dalam JOM, yaitu: 1) Aspek kemutakhiran literatur rujukan, 2) Jenis literatur rujukan, 3) Proporsi Bahasa literatur, dan 4) Perbandingan antara literatur elektronik dan literatur tercetak. Kajian ini menggunakan metode deskriptif dengan jenis kajian berupa analisis tingkat kemutakhiran literatur rujukan. Pengumpulan data dilakukan dengan menginventarisasi dan mendokumentasikan judul artikel, selanjutnya dilakukan pencatatan daftar pustaka yang digunakan sebagai sumber atau rujukan. Seluruh artikel ilmiah yang dipublikasikan pada JOM, dijadikan populasi sekaligus sampel, sebanyak 93 artikel teridiri dari 1823 rujukan dalam JOM terbit tahun 2019-2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Literatur mutakhir yang dirujuk 86,88%, sedangkan 13,12% rujukan lainnya sudah usang. 2) Jenis sumber literatur rujukan yang terbanyak berasal dari literatur primer, yakni 89.08% dan rujukan literatur sekunder 10,92%. 3) Proporsi bahasa rujukan menggunakan Bahasa Indonesia berjumlah 83.43%, sedangkan bahasa asing 16,57%. 4) Perbandingan literatur elektronik dan non-elektronik (cetak) tampak perbedaan sebesar 28’03% yang memakai sumber tercetak dan 71,97% sumber rujukan berasal dari sumber elektronik. Simpulan dari penelitian ini adalah keempat aspek penggunaan litertaur yang dijadikan rujukan oleh mahasiswa dalam mendukung konsep dan teori dalam penulisan artikel ilmiah sudah sesuai dengan kriteria penulisan ilmiah.
Abstract
The purpose of this study was to determine the level of up-to-date reference literature used in writing scientific articles in the Student Online Journal (JOM). This study examines four aspects of the use of reference literature contained in JOM, namely: 1) Aspects of up-to-date reference literature, 2) Types of reference literature, 3) Proportion of literature language, and 4) Comparison between electronic literature and printed literature. This study uses a descriptive method with the type of study in the form of an analysis of the level of up-to-date reference literature. Data collection was carried out by taking an inventory and documenting the title of the article, then recording the bibliography used as a source or reference. All scientific articles published on JOM were used as a population as well as a sample, as many as 93 articles consisting of 1823 references in JOM published in 2019-2021. The results show that 1) The current literature referred to is 86.88%, while the other 13.12% references are outdated. 2) The most common types of reference literature sources come from primary literature, namely 89.08% and secondary literature references 10.92%. 3) The proportion of reference languages using Indonesian is 83.43%, while foreign languages are 16.57%. 4) Comparison of electronic and non-electronic (print) literature shows a difference of 28'03% using printed sources and 71.97% of reference sources coming from electronic sources. The conclusion of this research is that the four aspects of the use of literature that are used as references by students in supporting concepts and theories in writing scientific articles are in accordance with the criteria of scientific writing.
Keywords:
Kemutakhiran
· literatur
· artikel ilmiah
· dan jurnal online
Introduction
Jurnal online saat ini telah menjadi tren dalam berbagai aktivitas para akademisi, terutama bagi dosen dan mahasiswa. Hampir tidak ditemukan dalam setiap lini aktivitas dosen dan mahasiswa yang sudah tidak mengenal jurnal online. Bagi mahasiswa tugas akhir sudah tidak asing lagi baginya, karena dalam penyelesaian tugas akhir selalu berhubungan dengan jurnal online. Jurnal online digunakan oleh mahasiswa sebagai sarana pencarian berbagai literatur dalam rangka menulis laporan hasil penelitian. Sehingga pada akhirnya jurnal online juga menjadi sarana tempat mempublikasikan artikel ilmiah yang dihasilkan. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) yang dimiliki setiap fakultas yang ada di Universitas Riau berfungsi sebagai wadah untuk mempublikasikan karya ilmiah yang dihasilkan mahasiswa. Jurnal online mahasiswa bidang keperawatan Universitas Riau adalah jurnal online yang berisikan artikel ilmiah hasil penelitian mahasiswa strata satu (S1). Jurnal ini diperuntukkan khusus bagi mahasiswa keperawatan Universitas Riau. JOM ini merupakan wadah untuk mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian. Setiap mahasiswa wajib untuk mengunggah karya ilmiahnya. Kemudian pihak perpustakaan bertanggung jawab untuk melakukan publikasi terhadap karya ilmiah yang dihasilkan. Kebijakan unggah karya ilmiah merupakan urusan wajib yang harus dipenuhi bagi setiap mahasiswa yang akan menyelesaikan studinya pada perguruan tinggi tempat mereka belajar. Urusan wajib ini merupakan aturan dari Kemendikbud Dikti yang telah diberlakukan bagi mahasiswa tugas akhir terhitung sejak September 2012. Bahan pustaka sangat penting untuk mendukung penulisan. Dalam penulisan artikel ilmiah dari dulu, sekarang dan akan datang tidak terlepas dari kewajiban untuk menggunakan berbagai sumber literatur atau bahan pustaka. Hal ini dimaksud sebagai bahan kutipan atau bahan rujukan dari karya ilmiah tersebut. Bahan pustaka digunakan untuk mendukung kebenaran dari uraian teori-teori yang digunakan di dalam karya ilmiah. Analisis dari bahan pustaka apabila digabung dengan buah pikiran peneliti akan menjadi suatu bagian dari penjelasan uraian teori. Kemudian, sumber literatur yang dikutip atau dirujuk akan dicantumkan pada daftar pustaka dari setiap karya ilmiah atau dalam suatu terbitan. Kutipan digunakan peneliti sebagai pedoman yang ilmiah untuk mendukung dan meningkatkan kualitas karya ilmiah. Dalam melakukan penelitian dan pengkajian diperlukan sumber rujukan atau literatur sebagai acuan, sehingga karya seorang penulis akan menghasilkan karya yang sempurna. Artikel yang baik akan diminati orang bila penulisan nya mengacu dan menggunakan literatur yang mutakhir. Sutardji (dalam Sopari, 2016) mengemukakan bahwa kemutakhiran suatu literatur dapat dilihat dari usia literatur tersebut. Semakin muda usia literatur maka informasi yang ada di dalamnya lebih mutakhir. Pada penulisan artikel tertentu, usia literatur yang lebih tua boleh saja digunakan jika informasi yang isinya, metode atau teorinya belum ada yang baru dan sumber literatur tersebut masih sangat relevan dengan topik penelitian. Kemutakhiran suatu informasi adalah relatif. Untuk mengetahui kemutakhiran literatur dapat dilihat dengan usia literatur yang dirujuk. Dalam berbagai tulisan dinyatakan bahwa penelitian di luar negeri setiap subjek memiliki tingkat keusangan literatur yang berbeda-beda, sesuai dengan bidang ilmunya. Misalnya untuk bidang kedokteran tingkat keusangan literatumya berusia 6,8 tahun, ilmu fisika berusia 4,6 tahun, fisiologi berusia 7,2 tahun, ilmiah berusia 8,1 tahun, botani berusia 10,0 tahun, matematika berusia 10,5 tahun, biologi berusia 12,9 tahun dan untuk bidang ilmu sosial kurang dari 2 tahun (Hartinah, 2002). JOM bidang keperawatan merupakan jumal yang memuat artikel hasil penelitian di bidang keperawatan. Jurnal ini dipublikasikan sejak 2014 secara online. Artikel ilmiah yang diunggah dalam jumal ini adalah artikel yang terkait dengan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan yang mengalami perkembangan pada setiap saat dan berkembang dengan cepat. Oleh sebab itu, kajian ini menjadi menarik diteliti karena memiliki perbedaan dan keunikan tersendiri dibandingkan dengan penelitian yang sudah pernah dilakukan oleh peneliti lain. Perbedaan dan keunikannya terletak pada subtansi kajian artikel ilmiah bidang keperawatan. Pada penelitian yang lain banyak mengkaji terkait dengan kemutakhiran literatur bidang pertanian, industri, perkebunan, kelautan, kebudayaan, pendidikan, pariwisata, dan lain sebagainya. Sampai saat ini belum ditemukan kajian terkait dengan penelitian yang dilakukan ini. Kajian terhadap artikel ilmiah bidang keperawatan ini dapat memberikan manfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan sangat penting manfaatnya bagi pembinaan dan pengembangan ketersediaan literatur bidang ilmu keperawatan di perguruan tinggi. Hal penting yang menjadi tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemutakhiran rujukan, jenis literatur yang dirujuk, proporsi bahasa literatur yang dirujuk, dan perbandingan antara literatur elektronik dan literatur cetak yang dirujuk dalam penulisan artikel ilmiah yang diunggah pada JOM bidang keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Riau. Tinjauan Pustaka Beberapa penelitian terdahulu berkaitan dengan kajian ini diantaranya adalah dari Maulidyah dan Sutardji (2018). Berdasarkan hasil penelitiannya bahwa kemutakhiran informaasi yang dirujuk berusia 0-10 tahun sebesar 65,4%. Lebih lanjut, penelitian yang dilakukan Puspitasari dan Irhandayaningsih (2020), hasil kajian menunjukkan bahwa secara deskriptif, sebanyak 57,90% sumber rujukan yang digunakan bersifat mutakhir dan sisanya sebanyak 42,10% bersifat tidak mutakhir atau usang. Berikutnya, Wilis (2013) juga melakukan penelitian. Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat kebaruan sumber acuan pada jurnal penelitian pertanian rata-rata 56% dari sumber acuan yang terbit 10 tahun terakhir. Sopari dan Christiani (2016) melakukan analisis terhadap karakteristik dan keusangan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia 0-9 tahun merupakan kelompok usia yang paling banyak dirujuk, yaitu sebesar 53,88%. Sejalan dengan itu, Sutardji, Maulidyah, dan Sankarto (2016), melakukan penelitian terkait dengan kemutakhiran sumber acuan pada beberapa jurnal lingkup badan penelitian pengembangan pertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebaruan usia rujukan umur 0-10 tahun pada jurnal primer sebesar 64%, sedangkan pada jurnal review 67,4%. Artinya adalah sumber literatur yang digunakan sebagai acuan atau rujukan merupakan literatur yang mutakhir. Berikutnya, Noer’Aida (2014), juga melakukan pengkajian terhadap hubungan antara tingkat jabatan fungsional peneliti dengan penggunaan bahan perpustakaan sebagai bahan rujukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang nyata antara jenjang peneliti dengan usia literatur yang digunakan sebagai bahan rujukan. Bahan rujukan yang digunakan peneliti merupakan sumber rujukan yang mutakhir. Hasan (2012) melakukan pengkajian terhadap tingkat kemutakhiran literatur rujukan dalam artikel ilmiah pada jurnal lingkungan koleksi UPT Perpustakaan Universitas Riau terbit tahun 2011. Kajian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui kemutakhiran literatur yang digunakan dan dirujuk dalam jurnal lingkungan terbitan Universitas Riau yang terdapat di perpustakaan Universitas Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literatur mutakhir yang dirujuk dalam jurnal lingkungan hanya berjumlah sebesar 34,38%, sedangkan litertaur yang lainnya sudah tidak mutakhir lagi, yakni sebesar 65,62%. Temuan yang dihasilkan dalam kajian ini adalah bahwa sumber literatur yang digunakan sebagai acuan atau rujukan merupakan literatur yang tidak mutakhir atau sudah usang. Temuan dalam kajian ini bertolak belakang dengan hasil peneilitian yang penulisan lakukan. Hakikat Literatur Rujukan Kata literatur dalam berbagai penjelasan yang dikemukakan bermakna semua karya tertulis yang dapat dijadikan rujukan atau acuan dalam berbagai kegiatan di bidang pendidikan dan bidang lainnnya karena dianggap memiliki keunggulan atau manfaat yang abadi. Pendapat lain mengatakan arti literatur adalah semua sumber informasi yang dapat dijadikan referensi oleh penggunanya. Dengan kata lain, literatur tidak harus berupa tulisan namun, bisa juga dalam bentuk film, rekaman, piringan hitam, laserdisc, dan benda lainnya yang dapat memberikan informasi bermanfaat Prawiro (2019). Menuru ALA Glossary of Library and Information Science (2012), literatur adalah suatu bahan bacaan yang dapat digunakan untuk berbagai jenis aktivitas, baik secara intelektual maupun rekreasi. Sumber literatur memiliki peran penting dalam penulisan karya ilmiah karena sumber literatur tersebut digunakan sebagai landasan teori dan acuan bagi penulis. Secara harfiah pengertian dari literatur atau yang disebut juga referensi adalah suatu informasi yang dapat digunakan sebagai rujukan dalam mempresentasikan gagasan atau ide seorang penulis (Mukhadis, 2017). Secara istilah dapat diartikan bahwa referensi adalah tebaran berbagai temuan atau gagasan yang telah diakui kebenarannya secara metodologis dan dapat digunakan untuk memperjelas suatu hubungan antar fenomena dalam topik kajian, sehingga terlihat jelas kaitannya secara teoretis yang dijadikan objek oleh penulisan. Dalam hal ini sumber literatur dapat berupa verbal, audio, visual atau gabungan dari keduanya yang dapat diyakini kebenarannya secara metodologis dan dapat digunakan sebagai gagasan yang disampaikan oleh penulis. Bentuk dari sumber literatur yang biasanya ditemui adalah buku, laporan penelitian, karangan ilmiah, skripsi, tesis, disertasi, ensiklopedia, buku tahunan, peraturan-peraturan, ketetapan-ketetapan, dan sumber-sumber lainnya (Mukhadis, 2017). Tujuan dilakukan kajian literatur dapat dipilah menjadi empat tahapan. Tahapan tersebut meliputi sebelum dan setelah menemukan masalah penelitian, selama dan setelah melakukan kegiatan penelitian. Tujuan tahapan sebelum menemukan masalah penelitian adalah berusaha menelusuri atau menjelajahi perkembangan dari bidang penelitian yang akan dijadikan suatu objek kajian. Tujuan akhir dari kegiatan ini adalah melakukan analisis kesenjangan mengidentifikasi, memilih dan menetapkan masalah penelitian yang potensi sumber referensi yang signifikan. Tujuan kegiatan kajian referensi setelah menemukan masalah penelitian, yaitu berusaha mencari dan konfirmasi terhadap berbagai informasi yang relevan dalam upaya mempertegas masalah yang akan dijadikan objek kajian dalam penelitian. Tujuan akhir dari kajian referensi pada tahapan ini adalah untuk memperkuat kerangka pikir dan memperluas wawasan peneliti dalam upaya menentukan alternatif penelitian yang dipilih.Tujuan kegiatan kajian referensi pada tahapan selama melakukan penelitian adalah untuk melakukan konfirmasi tatas masalah-masalah yang dipilih oleh peneliti dengan teori dan hasil penelitian yang ada serta memiliki kerelevanan terhadap objek kajian. Tujuan kajian referensi pada tahapan setelah menemukan jawaban atas masalah yang diteliti, yaitu untuk melakukan konfirmasi temuan terhadap teori dan temuan yang sudah ada. Hal ini dimaksudkan untuk menyamakan antara temuan pada ranah teori dengan temuan yang sudah ada (Mukhadis, 2017). Selanjutnya Lasa (dalam Sutardji, 2003) mengemukakan bahwa kegiatan merujuk pada sumber literatur yang akan digunakan oleh penulis memiliki beberapa tujuan tertentu. Setidaknya ada enam tujuan digunakannya sumber literatur, yaitu pertama, untuk membuktikan keaslian data; kedua, memperkenalkan terbitan asli yang ide dan konsepnya sedang dibahas; ketiga, memperdebatkan suatu pernyataan; empat, membenarkan suatu pernyataan; lima, mengoreksi karya sendiri, dan keenam, untuk mengkritik karya orang lain. Uraian pendapat yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa literatur rujukan adalah suatu informasi terbitan asli yang dapat digunakan sebagai rujukan dalam mempresentasikan gagasan atau ide seorang penulis baik yang bersumber dari koleksi elektronik dan ataupun yang bersumber dari non-elektronik atau tercetak. Kemutakhiran Literatur Mutu artikel ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal penelitian atau pengkajian dapat dinilai dari kemutakhiran sumber acuan yang digunakan sebagai rujukan. Kemutakhiran sumber acuan atau sumber rujukan yang dimaksud dalam hal ini adalah sumber primer dan kebaruan usia (tahun terbit) publikasi yang dirujuk. LIPI (2011) maupun Dikti (2014) telah mensyaratkan bahwa >80% acuan harus berasal dari sumber primer, dan tingkat kebaruan nya adalah 10 tahun terakhir (Maulidyah & Sutardji, 2018). Jadi, dapat dipahami bahwa sumber literature mutakhir sebagai mana yang telah diatur oleh LIPI dan Dikti adalah bahan rujukan yang masih berumur kurang atau sama dengan 10 tahun. Kemudian, Rifai (dalam Hasan, 2012), juga menyarankan dan menggarisbawahi pentingnya mengacu sebuah terbitan dengan usia tidak lebih dari sepuluh tahun. Tingkat kemutakhiran literatur rujukan dapat diketahui dari usia dan jenis literatur yang dirujuk. Maksudnya adalah bila literatur yang dirujuk itu berupa jurnal akan relatif lebih baru bila dibandingkan dengan prosiding dan buku (textbook). Hal ini dikarenakan bahwa literatur yang bersumber dari jurnal secara periodik terbit sepanjang tahun (Hasan, 2012). Menurut LIPI (2014) jurnal ilmiah memuat informasi terbaru dan kekinian. Pernyataan ini telah mempertegas bahwa sumber informasi dalam jurnal penelitian lebih aktual dari pada sumber literatur lainnya. Jenis Literatur Pada dasarnya sumber literatur dibedakan berdasarkan atas: lokasi penempatan koleksinya, tingkat kedalaman analisisnya, dan menurut sifatnya. Jenis literatur menurut lokasi penempatan koleksinya teridiri dari koleksi umum, dan koleksi referensi. Literatur koleksi umum merupakan literatur yang terdiri dari berbagai macam buku yang dibuat untuk tingkat pembaca dewasa. Jenis literatur ini biasanya diletakkan di rak terbuka dan bebas untuk digunakan oleh siapa saja sebagai sumber bahan bacaan. Literatur koleksi referensi merupakan literatur yang berisi sekumpulan informasi yang secara khusus dapat digunakan untuk menjawab berbagai macam pertanyaan yang dimiliki oleh penggunanya. Literatur jenis ini biasanya berbentuk kamus, buku pedoman, dan juga ensiklopedia (Suwandi, 2017). Literatur menurut tingkat kedalaman analisisnya terbagi atas literatur primer, literatur sekunder, dan literatur tersier. Literatur primer merupakan literatur yang dibuat dari hasil penelitian yang mana hasilnya belum pernah diterbitkan sebelumnya. Literatur jenis ini biasanya berisi berbagai macam gagasan ataupun teori-teori baru dari berbagai macam disiplin ilmu pengetahuan. Literatur sekunder merupakan literatur yang dibuat dengan merujuk ataupun mengutip hasil yang ada dalam literatur primer. Literatur sekunder biasanya berisi tentang teori-teori yang telah ditemukan sebelumnya dan cenderung tidak menampilkan temuan-temuan baru. Sedangkan literatur tersier merupakan literatur yang berisi berbagai macam informasi yang berupa petunjuk untuk bisa mendapatkan literatur sekunder. Beberapa contoh literatur ini yaitu bibliografi dari beberapa bibliografi, direktori dari direktori, dan lain-lain (Suwandi, 2017). Literatur berdasarkan sifatnya terdiri dari: dokumen tekstual, non-tekstual, dan campuran. Literatur dokumen tekstual merupakan literatur yang berisi berbagai macam teks tertulis yang dapat dibaca oleh penggunanya. Literatur dokumen nontekstual merupakan literatur yang berisi tentang informasi yang tertuang dalam bentuk selain teks seperti gambar, foto, suara, dll. Literatur dokumen campuran merupakan literatur yang isinya merupakan gabungan dari literatur tekstual dan literatur non tekstual. Jenis literatur yang satu ini biasanya dibuat setelah literatur dokumen tekstual dan literatur dokumen non tekstual telah diterbitkan (Suwandi, 2017). Pada hakikatnya, sifat dan jenis literatur tergantung pada penulisan sumbernya. Dengan demikian sebagai contoh penulisan sumber literatur pada karya ilmiah, dapat dilihat pada table 1. Tabel 1 Penulisan Sumber Literatur Pada Karya Tulis Ilmiah Sifat Jenis Sumber Literatur Contoh Penulisan Sumber referensi primer (primary source) “Terdapat pengaruh layanan library e-resources terhadap prestasi belajar mahasiswa pada perguruan tinggi Kota Pekanbaru (Hasan, 2021)”. Sumber referensi sekunder (secondary source) “Terdapat pengaruh layanan library e-resources terhadap prestasi belajar mahasiswa pada perguruan tinggi Kota Pekanbaru (Hasan, dalam Khusnun, 2021)”. Sumber referensi tersier (tertiary source) “Terdapat pengaruh layanan library e-resources terhadap prestasi belajar mahasiswa pada perguruan tinggi Kota Pekanbaru (Hasan, dalam Khusnun, dalam Zainuddin, 2021)”. Bentuk Sumber Literatur Secara umum sumber literatur yang digunakan sebagai landasan teori pada penulisan artikel ilmiah sebagai karya tulis ilmiah dibagi menjadi dua bila ditinjau menurut bentuknya yaitu sumber yang berasal dari bahan literatur cetak (printed materials) dan sumber yang berasal dari bahan literatur noncetak (non-printed materials) (Mukhadis, 2017). Sumber literatur yang tercetak (printed materials) merupakan semua jenis sumber literaturi yang tertulis dan tercetak. Sumber literatur cetak ini terbagi menjadi 2 jenis yang berbeda yaitu ditulis tangan (tidak diterbitkan) dan tercetak (diterbitkan). Beberapa contoh sumber literatur cetak antara lain buku ajar, majalah, dokumen resmi, majalah, surat, skripsi, tesis, disertasi, kamus, makalah dan lain-lain. Sumber literatur noncetak (non-printed materials) merupakan jenis sumber literatur yang tertulis maupun tidak tertulis yang disajikan dan dapat diakses dalam bentuk elektronik. Perkembangan teknologi yang semakin canggih membuat sumber literatur noncetak ini menjadi bahan pilihan rujukan yang digunakan dalam menulis karya tulis ilmiah. Sumber literaturi noncetak dapat memberikan kemudahan bagi para penulis atau peneliti untuk mendapatkan rujukan yang lebih banyak. Jenis literatur elektronik juga bisa diakses dimanapun dan kapanpun. Sumber literatur elektronik atau noncetak tidak hanya berupa hasil karya berupa tulisan seperti e-book dan jurnal elektronik namun juga dalam bentuk visualisasi video, film, slide dan juga dalam bentuk rekaman suara (Mukhadis, 2017).
Method
Pengkajian ini dilakukan terhadap 93 artikel ilmiah mahasiswa tugas akhir yang diunggah pada JOM Fakultas Keperawatan Universitas Riau dan telah dipublikasikan oleh Perpustakaan. Data disajikan dengan format tahun terbit, volume, nomor, jumlah artikel, dan jumlah rujukan. Data yang sajikan dapat dilihat pada tabel 2. Data artikel jurnal sebagian besar diunduh pada Desember 2021 dari situs web https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMPSIK. Data yang diperoleh, kemudian ditabulasi dan diolah menggunakan program excel. Parameter yang dikaji adalah (1) Kemutakhiran usia literatur yang dirujuk, (2) Proporsi sumber acuan yang dirujuk, dikelompokkan menurut jenisnya, yaitu sumber literatur primer dan sumber literatur sekunder. Rujukan literatur primer (primary literature) seperti: majalah/jurnal ilmiah, prosiding, laporan, undang-undang, peraturan/surat keputusan, makalah, skripsi/tesis/disertasi, dan koran. Sedangkan rujukan literatur sekunder (secondary literature) adalah bahan rujukan umum, seperti bibliografi, indeks, buku teks, dan katalog; (3) Proporsi bahasa literatur yang dirujuk, (4) Perbandingan antara literatur elektronik dan literatur tercetak. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh gambaran kemutakhiran sumber literatur yang dirujuk.
Result & Discussion
Pengkajian yang dilakukan ini semata-mata hanya untuk melihat secara komprehensif tingkat kemutakhiran sumber literatur atau acuan yang dirujuk pada artikel ilmiah yang dipublikasi oleh JOM Fakultas Keperawatan. Data kajian memperlihatkan JOM terdiri atas 3 volume. Setiap volume memiliki 2 nomor terbitan. Tabel 2 merupakan tabel terkait dengan jumlah artikel ilmiah dan jumlah literatur rujukan yang digunakan dalam penulisan artikel ilmiah hasil penelitian. Tabel 2. Data Jumlah Artikel Ilmiah dan Jumlah Rujukan Tahun Publikasi Volume Nomor Jumlah Artikel Jumlah Literatur Rujukan 2019 6 1 43 860 6 2 2 40 45 900 2020 7 1 15 288 7 2 11 195 26 483 2021 8 1 11 220 8 2 11 220 22 440 93 1823 Sumber : Data Primer, 2021. Tabel 2 menunjukkan bahwa pada tahun 2019 terdapat 45 artikel ilmiah yang dipublikasikan oleh JOM, dengan jumlah literatur rujukan yang digunakan mahasiswa sebanyak 900 rujukan. Kemudian, tahun 2020 terdapat 26 artikel ilmiah yang dipublikasikan, dengan jumlah literatur yang dirujuk mahasiswa sebanyak 483 rujukan atau acuan. Sedangkan tahun 2021 terdapat 22 artikel ilmiah yang dipublikasikan, dengan jumlah literatur yang dirujuk sebanyak 440 rujukan. Dari tabel 2. Juga diperoleh data secara fakta bahwa jumlah artikel ilmiah yang diunggah pada JOM dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Tahun 2019 terdapat jumlah artikel ilmiah sebanyak 45 artikel, tahun 2020 terdapat 26 artikel, dan tahun 2021 hanya terdapat 22 artikeh saja yang dipublikasikan pada JOM. Sehingga jumlah artikel secara keseluruhan berjumlah 93 artikel. Terjadinya penurunan jumlah artikel yang dipublikasikan pada JOM ini tidak berarti mahasiswa tidak membuat artikel ilmiahnya. Akan tetapi, artikel karya ilmiah mahasiswa tersebut sebagian besar diunggah dan dipublikasikan pada jurnal-jurnal online lainnya. Kemutakhiran Usia Literatur Yang Dirujuk Untuk mengetahui usia sumber literatur yang dijadikan rujukan dalam artikel ilmiah yang dipublikasi oleh JOM, dilakukan penghitungan dengan berpedoman pada tahun terbit acuan yang dirujuk yang tercantum dalam daftar pustaka setiap artikel. Tahun terbit publikasi tersebut diurutkan mulai tahun terbaru hingga tahun terlama, kemudian dikelompokkan dalam rentang waktu di bawah 10 tahun dan di atas 10 Tahun tanpa membedakan sumber/jenis rujukan. Untuk melihat kemutakhiran usia literatur yang dirujuk dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. Data Tingkat Kemutakhiran Usia Literatur yang Dirujuk Tahun Publikasi Volume Nomor Rujukan < 10 Th % Rujukan > 10 Th % 2019 6 1 752 87.44 108 12.56 6 2 32 80.00 8 20.00 2020 7 1 266 92.36 22 7.64 7 2 174 89,23 21 10,77 2021 8 1 187 85.00 33 15.00 8 2 192 87.27 28 12.73 1603 86,88 220 13,12 Sumber: Data Primer, 2021. Tabel 3 menunjukkan bahwa tingkat kemutakhiran usia literatur yang dirujuk oleh mahasiswa dalam penulisan artikel hasil penelitian yang dilakukan. Tampak dengan jelas seperti yang dipaparkan pada tabel 3 tersebut, yaitu: jumlah usia literatur yang dirujuk kurang dari usia 10 tahun sebanyak 1603 rujukan (86,88%) dan jumlah literatur yang dirujuk lebih dari usia 10 tahun adalah sebanyak 220 rujukan (13,12%). Dari data yang dipaparkan ini dapat disimpulkan bahwa mahasiswa dalam penulisan artikel ilmiah hasil penelitian yang dipublikasikan pada JOM telah merujuk kepada literatur yang mutakhir, yaitu telah menggunakan literatur yang masih up to date, terbit di bawah usia 10 tahun. Hasil penelitian yang dilakukan ini sejalan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan Dluha (2018). Hasil peneltian yang dilakukan mahasiswa Universitas Negeri Malang ini menunjukkan bahwa kemutakhiran usia literatur yang dirujuk dan dijadikan acuan dalam penulisan skripsi adalah sebesar 68,3%. Sedangkan sumber rujukan lain yang dinyatakan sudah using atau sudah tidak mutakhir lagi sebesar 31,7%. Artinya, bahwa sumber literatur mutakhir yang telah dijadikan acuan dalam penulisan skripsi juga lebih dominan bila dibandingkan dengan sumber literatur yang telah usang. Kemudian, hasil penelitian yang dilakukan Rahma (2017) juga menunjukkan bahwa keterkinian literatur yang dijadikan acuan termasuk dalam kategori mutakhir sebanyak 67,76%, sedangkan kategori tidak mutakhir atau usang sebanyak 31,81%. Kemutakhiran sumber rujukan suatu literatur lebih bersifat individu dan kondisional. (Hermanto, 2004). Apabila batasan yang dipakai untuk menilai kemutakhiran suatu rujukan berusia 0-10 tahun, maka proporsi usia rujukan mutakhir yang dirujuk dalam artikel ilmiah hasil penelitian mahasiswa ini telah menunjukkan nilai sebesar 86,88% dan ini dapat dikatakan telah mendapatkan predikat baik. Menurut LIPI (2014) untuk meperoleh predikat sangat baik, maka jurnal ilmiah harus memiliki derajat kemutakhiran pustaka atau acuan lebih dari >80% berusia 10 tahun terakhir. Selanjutnya, rujukan yang berusia >10 tahun semakin sedikit/jarang dipakai. Pemakaian rujukan yang sudah tua hanya diperbolehkan sepanjang informasi yang dimiliki relevan dengan topik artikel yang dibahas atau belum ada literatur yang baru. Jadi, dapat disimpulkan banwa kemutakhiran usia literatur yang dirujuk mahasiswa sebagai sumber atau acuan dalam penulisan artikel ilmiah yang dilakukan termasuk sumber yang mutakhir. Jenis Literatur Rujukan Untuk mengetahui jenis literatur rujukan dalam artikel ilmiah yang dipublikasi oleh JOM, dilakukan penghitungan dalam kelompok jenis literatur yang dirujuk. Jenis literatur yang dijadikan acuan dalam menulis artikel ilmiah hasil penelitian dibedakan atas dua jenis rujukan, yaitu sumber rujukan primer dan sumber rujukan lainnya. Nisbah sumber acuan primer berbanding sumber lainnya memiliki tiga kategori penilaian, yaitu jumlah sumber primer < 40% termasuk kategori tidak baik, jumlah sumber primer 40% - 80% kategori baik, dan jumlah sumber primer > 80% termasuk kategori sangat baik (Kemendikbud, 2014). Untuk melihat jumlah jenis sumber rujukan dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. Data Jumlah Perbandingan Antara Sumber Rujukan Primer dan Sekunder Tahun Publikasi Volume Nomor Sumber Rujukan Primer % Sumber Rujukan Sekunder % 2019 6 1 775 90.12 85 9.88 6 2 34 85.00 6 15.00 2020 7 1 269 93.40 19 6.60 7 2 167 85,64 28 14,36 2021 8 1 189 85.91 31 14.09 8 2 190 86.36 30 13.64 1624 89,08 199 10.92 Sumber: Data Primer, 2021. Output tabel 4 menunjukkan bahwa jumlah perbandingan antara sumber rujukan primer dan sekunder yang dijadikan sebagai rujukan atau acuan oleh mahasiswa dalam penulisan artikel hasil penelitian yang dilakukan. tampak seperti yang dipaparkan pada tabel 4. Sumber rujukan primer yang dirujuk berjumlah sebanyak 1624 rujukan (89,08%) dan sumber rujukan sekunder yang dijadikan sebagai rujukan berjumlah sebanyak 199 rujukan (10,92%). Dari data yang dipaparkan ini dapat disimpulkan bahwa dalam penulisan artikel ilmiah hasil penelitian yang dipublikasikan pada JOM telah merujuk bahwa literatur primer sudah mendominasi dalam rujukan. Artinya jenis literatur yang dijadikan sebagai sumber rujukkan merupakan literatur yang bersumber pada literatur primer. Dengan demikian, jenis literatur rujukan pada JOM berdasarkan nisbah pengukuran termasuk jumlah sumber primer > 80%, maka jenis literatur rujukan yang digunakan kategori sangat baik. Berbagai pedoman dalam menulis artikel ilmiah menyatakan bahwa perbandingan sumber literatur yang dijadikan rujukan atau acuan adalah 80% rujukan yang bersumber dari literatur primer dan 20% rujukan yang bersumber dari literatur sekunder. Bila batasan yang dipakai untuk menilai penggunaan jenis sumber literatur 80% untuk sumber primer dan 20% untuk sumber sekunder, maka, proporsi sumber rujukan primer digunakan sebagai acuan dalam penulisan artikel ilmiah hasil penelitian mahasiswa ini telah menunjukkan nilai sebesar 89,08%. Dengan perolehan proporsi sumber primer 89,08% dan sumber sekunder 10,92% maka dapat dikatakan bahwa artikel yang telah dihasilkan mahasiswa mendapatkan predikat sangat baik. Menurut LIPI (2014) untuk meperoleh predikat sangat baik, maka artikel ilmiah yang ditulis harus memiliki sumber primer lebih dari >80%, semakin sedikit rujukan pada sumber sekunder yang dipakai semakin lebih baik dan semakin lebih ilmiah karya yang dihasilkan. Sumber rujukan sangat tidak dianjurkan dari sumber sekunder, dan jika pun digunakan sebagai rujukan hanya diperbolehkan tidak lebih dari 20%. Hasil yang telah ditunjukan oleh penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan Sutardji, Maulidyah, dan Sankarto (2016). Hasil peneltian yang mereka lakukan menunjukkan bahwa proporsi sumber rujukan primer adalah sebesar 66-79% sedangkan sumber rujukan sekunder sebesar 21-34%. Artinya, sumber literatur primer yang dijadikan acuan dalam penulisan artikel ilmiah juga lebih dominan bila dibandingkan dengan sumber literatur sekunder. Proporsi Bahasa Literatur yang Dirujuk Untuk mengetahui proporsi bahasa yang digunakan dalam rujukan yang dipublikasi oleh jurnal online mahasiswa, dilakukan penghitungan dalam dua kategori penggunaan bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan bahasa asing. Untuk melihat proporsi bahasa dalam sumber rujukan dapat dilihat pada tabel 5. Tabel 5. Data Proporsi Penggunaan Bahasa Pada Artikel Ilmiah Mahasiswa Tahun Publikasi Volume Nomor Bahasa Indonesia % Bahasa Asing % 2019 6 1 711 82.67 149 17.33 6 2 32 80.00 8 20.00 2020 7 1 252 87.50 36 12.50 7 2 160 82.05 35 17.95 2021 8 1 185 84.09 35 15.91 8 2 181 82.27 39 17.73 1521 83.43 302 16.57 Sumber: Data Primer, 2021. Output tabel 5 merincikan dengan jelas bahwa jumlah perbandingan antara sumber rujukan yang menggunakan Bahasa Indonesia dan bahasa asing yang dijadikan sebagai rujukan atau acuan oleh mahasiswa dalam penulisan artikel hasil penelitian yang dilakukan, tampak seperti yang dipaparkan tersebut. Sumber rujukan dalam Bahasa Indonesia berjumlah 1521 rujukan (83,43%) dan sumber rujukan dalam bahasa asing berjumlah 302 rujukan (16,57%). Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan Dluha (2018), yang menunjukkan bahwa proporsi bahasa pengantar literatur rujukan yang paling banyak digunakan adalah Bahasa Indonesia, yaitu sebesar 77,8%. Sedangkan sumber rujukan lainnya dalam bahasa asing sebesar 29,2%. Artinya, bahwa sumber literatur Bahasa Indonesia dalam penulisan karya ilmiah juga lebih dominan bila dibandingkan dengan sumber literatur dalam bahasa asing. Sopari dan Christiani (2016) juga menghasilkan kajian bahwa bahasa literatur paling banyak dirujuk adalah literatur berbahasa Indonesia, yaitu sebesar 77,88%. Perbandingan Literatur Elektronik dan Tercetak Untuk mengetahui perbandingan antara literatur elektronik dan literatur non-elektronik (cetak) yang dijadikan sebagai rujukan dalam penulisan artikel ilmiah yang dipublikasi oleh jurnal online mahasiswa, dilakukan penghitungan dengan cara mencentang sumber literatur yang telah dicantumkan pada daftar Pustaka, lalu kemudian mentabulasikannya sesuai dengan form yang telah disediakan sebelumnya. Hasil tabulasi yang dilakukan tersebut dilakukan perhitungan sehingga diperoleh data perbandingan jumlah antara literatur elektronik dan literatur non-elektronik. Data jumlah lietaratur elektronik dan non-elektronik memiliki perbedaan jumlah yang sangat signifikan. Jumlah literatur non-elektronik (cetak) tidak banyak diminati. Tabel 6. menunjukkan data jumlah perhitungan yang dilakukan. Tabel 6. Data Jumlah Literatur Elektronik dan Non-elektronik Sumber:Data Primer, 2021. Output tabel 6 merincikan bahwa jumlah perbandingan antara sumber rujukan yang menggunakan sumber elektronik dan non-elektronik yang dijadikan rujukan adalah sumber rujukan elektronik berjumlah 1312 rujukan (71,00%) dan sumber rujukan non-elektronik berjumlah 511 rujukan (29,00%). Tabel 6 dapat disimpulkan bahwa mahasiswa dalam menulis artikel yang dipublikasikan pada JOM telah merujuk dari berbagai sumber literatur dalam bentuk elektronik. Sumber elektronik ini lebih dominan bila dibandingkan dengan sumber non-elektronik. Mahasiswa lebih memiliki kecenderungan untuk membaca bahan perpustakaan secara digital atau elektronik. Hasil peneltian ini didukung oleh Hasan (2013), menyatakan bahwa frekuensi penggunaan jurnal online atau elektronik lebih dominan bila dibandingkan dengan sumber non-elektronik, yaitu sebesar 67,86%.
Conclusion
Sebagai penutup dapat disimpulkan bahwa artikel ilmiah hasil penelitian mahasiswa bidang keperawatan yang dipublikasikan pada JOM periode 2019-2021 teridentifikasi sebanyak 93 artikel dengan jumlah literatur sebanyak 1823 sumber rujukan. Dari jumlah 1823 literatur yang dijadikan rujukan diperoleh informasi bahwa: 1) Kemutakhiran usia literatur yang dirujuk ditemukan hasil sebanyak 1603 rujukan (86,88%) usia rujukan yang kurang dari 10 tahun, dan sebanyak 220 rujukan (13,12%) usia rujukan yang digunakan lebih dari 10 tahun. Perolehan hasil sebesar 86,88% ini, maka sumber literatur yang digunakan berasal dari sumber yang mutakhir; 2) Jenis literatur yang dijadikan rujukan atau sumber dalam penulisan artikel ilmiah diperoleh hasil sebanyak 1624 literatur (89,08%) bersumber dari literatur primer, dan sebanyak 199 literatur (10,92%) bersumber dari literatur sekunder; 3) Proporsi bahasa rujukan yang dijadikan rujukan sebagai sumber dalam penulisan artikel ilmiah diperoleh hasil sebanyak 1521 literatur (83,43%) bersumber dari literatur menggunakan Bahasa Indonesia, dan sebanyak 302 literatur (16,57%) sumber literatur menggunakan bahasa asing. 4) Perbandingan antara lieteratur elektronik dan literature tercetak diperoleh hasil sebanyak 1312 rujukan (71,97%) dan sumber literatur non-elektronik atau sumber cetak sebanyak 511 rujukan (28,03%). Simpulan yang dapat diambil dari kajian ini adalah bahwa kemutakhiran sumber literatur yang dirujuk oleh mahasiswa tugas akhir dalam penulisan artikel ilmiah berasal dari bahan pustaka yang mutakhir, terbaru, dan kekinian (up to date).