Kembali
16
1
2024 Jurnal Gema Pustakawan Vol 12 · 1 ISSN 2829-4920

Pengaruh Fasilitas Perpustakan, Kualitas Layanan dan Kinerja Pustakawan Terhadap Minat berkunjung Mahasiswa Universitas Lancang Kuning

Universitas Riau; Universitas Riau; Universitas Riau

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fasilitas perpustakaan, kualitas pelayanan, dan kinerja pustakawan terhadap minat kunjungan mahasiswa ke perpustakaan Universitas Lancang Kuning. Penelitian kuantitatif dengan desain kausal digunakan untuk mengukur hubungan antar variabel dan menganalisis pengaruhnya. Data dikumpulkan melalui kuisioner likert, observasi, dan dokumentasi dari 100 responden dengan metode random sampling berdasarkan rumus Slovin. Analisis data melibatkan statistik, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, uji t parsial, uji F simultan, dan pengujian koefisien determinasi. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa fasilitas perpustakaan, kualitas pelayanan, dan kinerja pustakawan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap minat kunjungan mahasiswa (Sig. 0,000 <5%). Dengan kata lain, variabel Fasilitas Perpustakaan (X1), Kualitas Pelayanan (X2), dan Kinerja Pustakawan (X3) secara bersama-sama memberikan dampak yang signifikan terhadap Minat Berkunjung Mahasiswa (Y). Kesimpulannya, peningkatan aspek-aspek ini dapat meningkatkan minat mahasiswa untuk mengunjungi perpustakaan Universitas Lancang Kuning Pekanbaru.

Abstract

This research aims to examine the influence of library facilities, service quality, and librarian performance on students' interest in visiting the library at Lancang Kuning University. Quantitative research with a causal design was employed to assess the relationships between variables and analyze their impact. Data were gathered through Likert questionnaires, observation, and documentation from 100 respondents, utilizing a random sampling method based on the Slovin formula. The data analysis encompassed statistical procedures, classical assumption tests, multiple linear regression, partial t-test, simultaneous F-test, and coefficient of determination testing. The results of the regression test indicate that library facilities, service quality, and librarian performance collectively exert a significant effect on students' interest in visiting (Sig. 0.000 <5%). In simpler terms, the variables Library Facilities (X1), Service Quality (X2), and Librarian Performance (X3) jointly contribute significantly to Student Visiting Interest (Y). In conclusion, enhancing these aspects holds the potential to elevate students' interest in visiting the library at Lancang Kuning University, Pekanbaru.
Keywords: fasilitas · kualitas layanan · kinerja Pustakawan · minat berkunjung

Introduction

Sesuai dengan fungsinya, perpustakaan merupakan bagian dari kebutuhan yang harus dipenuhi dalam kehidupan terutama mayarakat pelajar, mahasiswa, dan kelompok tertentu untuk menunjang kegiatannya. Namun kita menyadari bahwa sebagian masyarakat yang lain belum mendapatkan fasilitas dan layanan perpustakaan yang memadai. Hal ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk segera memperbaiki dan mengembangkan perpustakaan, menjadikannya sebagai pusat informasi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya untuk meningkatkan kecerdasan bangsa, termasuk kecerdasan spiritual, kecerdasan intelektual, kecerdasan pribadi, dan kecerdasan emosional, dan kecerdasan sosial (Sutarno dalam Sari & Jamil, 2016). Fasilitas perpustakaan harus selalu dikembangkan dan diperhatikan dengan cermat, karena fasilitas merupakan faktor utama dalam mengukur tingkat kepuasan pelanggan dalam memanfaatkan perpustakaan. Mahasiswa sebagai pelanggan ataupun pengguna di perpustakaan sangat membutuhkan berbagai macam pelayanan informasi dan fasilitas yang disediakan oleh pihak perpustakaan dalam rangka memenuhi hak dan kewajiban terhadap pengerjaan tugas-tugas akademik yang diberikan oleh dosen. Kinerja pustakawan dan fasilitas perpustakaan merupakan variabel yang sangat penting yang dapat membuat pelanggan (mahasiswa) puas dengan penggunaan perpustakaan. Wadwa dalam Husen & Nursia (2018) menyebutkan bahwa kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan yang diterimanya tercermin dari kesesuaian antara harapan dengan kinerja pelayanan yang diberikan. Kepuasan pelanggan biasanya terkait dengan kualitas jasa. Cullen dalam Rahayuningsih (2015) mengatakan bahwa “ada hubungan yang kompleks antara kedua istilah ini. Kualitas jasa kadang dianggap sebagai penyebab kepuasan pelanggan, begitu pula sebaliknya”. Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa untuk memperoleh kepuasan pengguna (pemustaka), perpustakaan harus memberikan pelayanan yang berkualitas. Pustakawan adalah pekerja informasi yang sangat diperlukan dalam mengumpulkan berbagai sumber informasi, mengolah, menyimpan, dan mendistribusikan kepada pelanggan atau informasi yang biasa disebut pengguna. Untuk menyampaikan informasi kepada pelanggan dibutuhkan keterampilan dan sikap petugas yang benar dan baik. Peran dari pustakawan dalam aktivitas pelayanan sangat penting, karena pustakawan sangat menentukan keberhasilan kegiatan pelayanan tersebut. Tentunya pada berbagai jenis perpustakaan, kinerja pustakawan yang baik sangat diperlukan, agar pelayanan yang ada di perpustakaan dapat memberikan kepuasan kepada pelanggannya. Salah satunya adalah perpustakaan perguruan tinggi. Kinerja perpustakaan diartikan sebagai efektivitas layanan yang diberikan oleh perpustakaan dan efisiensi sumber daya yang dialokasikan dan digunakan untuk menyiapkan layanan tersebut (Purnomowati dalam Nafiah & Husna, 2015). Diperlukan, agar pelayanan yang ada di perpustakaan dapat memberikan kepuasan kepada pelanggannya. Salah satunya adalah perpustakaan perguruan tinggi. Kinerja perpustakaan diartikan sebagai efektivitas layanan yang diberikan oleh perpustakaan dan efisiensi sumber daya yang dialokasikan dan digunakan untuk menyiapkan layanan tersebut (Purnomowati dalam Nafiah & Husna, 2015). Dari permasalahan yang telah disebutkan di atas, penelitian ini dilaksanakan untuk menilai sejauh mana fasilitas perpustakaan, kualitas pelayanan perpustakaan, dan kinerja pustakawan memengaruhi minat kunjung mahasiswa. Berdasarkan permasalahan di atas, peneliti memilih judul "Pengaruh Fasilitas Perpustakaan, Kualitas Pelayanan Perpustakaan, dan Kinerja Pustakawan terhadap Minat Berkunjung Mahasiswa Universitas Lancang Kuning. Tinjauan Pustaka Pelayanan perpustakaan dapat dipahami sebagai bagian dari organisasi non profit. Pelayanan perpustakaan sekolah perlu didasarkan pada aksioma bahwa pelayanan adalah pemberdayaan (Dakir, 2014; Risparyanto, 2019). Pelayanan perpustakaan prima akan bermanfaat bagi upaya peningkatan kualitas pelayanan perpustakaan sekolah bagi warga sekolah atau masyarakat sekitarnya sebagai pelanggan pemakai perpustakaan atau user atau Stakeholder. Kegiatan layanan perpustakaan merupakan inti (core) dari seluruh kegiatan perpustakaan. Keberhasilan sebuah lembaga perpustakaan sangat ditentukan oleh kualitas layanan perpustakaan. Layanan merupakan suatu kegiatan penyediaan bahan pustaka secara tepat, akurat, dan cepat dalam memenuhi kebutuhan informasi bagi pemakai. Tujuan perpustakaan memberikan layanan kepada masyarakat agar bahan pustaka yang telah dihimpun dan diolah sebaik-baiknya dapat dimanfaatkan oleh pembaca. Menurut Sinambela (2019) mengungkapkan bahwa kinerja adalah seperangkat hasil yang dicapai secara kuantitas dan kualitas dari pencapaian tugas-tugas yang dibebankan kepada seseorang, atau sekelompok orang, merujuk pada standar dan kriteria pencapai serta pelaksanaan pekerjaaan yang ditetapkan. Rismawati dan Mattalata (2018) mendefinisikan kinerja merupakan suatu kondisi yang harus diketahui dan dikonfirmasikan kepada pihak tertentu utuk mengetahui tingkat pencapaian hasil suatu konstruksi dihubungakan dengan visi yang diemban suatu perusahana serta mengetahui dampak positif dan negative dari kebijakan operasional. Menurut Suryabrata (2016) minat adalah kecenderangan dalam individu untuk tertarik pada suatu objek atau menyenangi objek tersebut. Hal ini berarti minat berkunjung adalah kecenderungan dalam individu untuk tertarik pada suatu objek sehingga terdorong untuk berkunjung atau mendatangi objek tersebut.

Method

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian kausal untuk mengukur hubungan–hubungan antara variabel, atau untuk menganalisis bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lain. Dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan skala likert, observasi dan dokumentasi. Populasi sampel yang digunakan sebanyak 100 pemustaka dalam hal ini mahasiswa ditentukan melalui Slovin. Jenis data yang digunakan merupakan data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, oservasi dan dokumentasi. Teknik pengukuran data melalui skala likert dengan melakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap instrument yang disusun. Adapun untuk Teknik Analisa data menggunak analisis bivariat dengan menggunakan aplikasi SPSS yang menghadirkan uji asumi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikoliniertias, uji autokorelasi dan uji heterokedastisitas. Untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih dilakukan analisis regresi linear dengan bentuk persamaan dibawah ini : Y=bo+b1X1+b2X2+b2X3+e Keterangan: Y: Minat Kunjung Mahasiswa bo: Koefisien Konstanta b1: Koefisien Variabel Independen X1: Fasilitas Perpustakaan X2: Kualitas Pelayanan X3: Kinerja Pustakawan e: kesalahan acak Berikutnya dilakukan uji hipotesis dengan uji t(parsial), Uji f(serempak/simultan) dan uji koefisien determinan. Untuk menilai seberapa besar pengaruh variabel x terhadap y digunakan koefisien determinasi yang merupakan koefisien korelasi yang biasanya dinyatakan dengan presentase. Nilai kategori koefisien korelasi menurut Husain Umar (2008) dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 1. Koefisien Korelasi No Bentuk Desimal Bentuk Persen Penjelasan 1 0 0% Tidak ada korelasi antar dua variabel 2 0 - 0.25 0% - 25% Korelasi sangat lemah 3 0.25 - 0.50 25% - 50% Korelasi cukup 4 0.50 – 0.75 50% - 75% Korelasi cukup 5 0.75 – 0.99 75% - 99% Korelasi sangat kuat 6 1 100% Korelasi sempurna Catatan : a) Tanda ( +) atau (-) hanya menunjukan arah hubungan b) Nilai r terbesar adalah +1 dan r terkecil adalah -1 c) R = +1 menunjukan hubungan positif sempurna, sedangkan r=-1 menunjukan hubungan negatif sempurna

Result & Discussion

Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas Tabel 2. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Tes One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Fasilitas Perpustakaan Kualitas Pelayanan Kinerja Pustakawan Minat Berkunjung N 100 100 100 100 Normal Parametersa,,b Mean 44.95 45.28 44.95 44.95 Std. Deviation 3.439 3.750 3.958 3.831 Most Extreme Differences Absolute .120 .146 .134 .102 Positive .075 .110 .134 .094 Negative -.120 -.146 -.117 -.102 Kolmogorov-Smirnov Z 1.199 1.459 1.345 1.021 Asymp. Sig. (2-tailed) .113 .028 .054 .248 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Pada variabel fasilitas perpustakaan 0,113, variabel kualitas pelayanan 0,028, variabel kinerja pustakawan 0,054, variabel minat kunjung 0,248. Hanya pada variabel kualitas pelayanan yang tidak terdistribusi secara normal karena memiliki nilai <0,05. b. Uji Multikolinieritas Tabel 3. Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolerance VIF 1 (Constant) 13.221 4.661 2.837 .006 Fasilitas Perpustakaan .380 .112 .341 3.404 .001 .699 1.431 Kualitas Pelayanan .165 .149 .161 1.102 .273 .328 3.049 Kinerja Pustakawan .160 .136 .166 1.176 .242 .354 2.826 a. Dependent Variable: Minat Berkunjung Nilai Toleransi dari ketiga variabel independen lebih dari 0,10 dan nilai VIF kurang dari 10,00 jadi disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah multikolinieritas pada model regresi. c. Uji Autokorelasi Tabel 4. Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .572a .327 .306 3.191 1.544 a. Predictors: (Constant), Kinerja Pustakawan, Fasilitas Perpustakaan, Kualitas Pelayanan b. Dependent Variable: Minat Berkunjung Tabel di atas menunjukkan nilai d (durbin watson) sebesar 1,544 sedangkan nilai dL sebesar 1,613. Sehingga dapat disimpulkan terdapat adanya autokorelasi karena nilai d (durbin watson) lebih kecil dari dL atau lebih besar (4-dL) yaitu (4-1,613). Maka dapat dikatakan hasilnya 1,544 (durbin watson)<1,613 (dL)>2,387(4-dL). d. Uji Heterokedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variabel dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Gambar 1 Uji Heterokedastisitas Bedasarakan output Scatterplots di atas diketahui bahwa: 1) Titik-titik data penyebar di atas dan di bawah atau di sekitar angka 0. 2) Titik-titik tidak mengumpul hanya di atas atau di bawah saja. 3) Penyebaran titik-titik data tidak membentuk pola bergelombang melebar kemudian menyempit dan melebar kembali. 4) Penyebaran titik-titik data tidak berpola. Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas, hingga model regresi yang baik dan ideal dapat terpenuhi. 2. Regresi Linier Berganda Tabel 5. Hasil Uji Regresi Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 13.221 4.661 2.837 .006 Fasilitas Perpustakaan .380 .112 .341 3.404 .001 Kualitas Pelayanan .165 .149 .161 1.102 .273 Kinerja Pustakawan .160 .136 .166 1.176 .242 a. Dependent Variable: Minat Berkunjung Dari persamaan regresi dapat diartikan dan diambil kesimpulan sebagai berikut: 1) Konstanta sebesar menyatakan bahwa jika variabel independen nilainya 0, maka keputusan faktor minat berkunjung adalah sebesar 13,221. 2) Koefisien regresi X1 (fasilitas perpustakaan) sebesar 0,380 artinya jika fasilitas perpustakaan mengalami kenaikan sebesar 1 satuan maka minat berkunjung (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,380. 3) Koefisien regresi X2 (kualitas pelayanan) sebesar 0,165 artinya jika kualitas pelayanan mengalami kenaikan sebesar 1 satuan terhadap minat berkunjung (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,165. 4. Koefisien regresi X3 (kinerja pustakawan) sebesar 0,160 artinya jika kinerja pustakawan mengalami kenaikan sebesar 1 satuan terhadap minat berkunjung (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,160. 3. Uji Hipotesis a. Uji t Parsial Uji t hipotesis yang diajukan sebagai berikut: • Ha1 : fasilitas perpsutakaan signifikan terhadap minat berkunjung mahasiswa • Ha2 : Kualitas pelayanan berpengaruh signifikas terhadap minat berkunjung mahasiswa • Ha3 : Kinerja pustakawan berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung mahasiswa • Ha4 : fasilitas perpsutakaan, kualitas pelayanan dan kinerja pustakawan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung mahasiswa Tabel 6. Hasil Uji t Parsial Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 13.221 4.661 2.837 .006 Fasilitas Perpustakaan .380 .112 .341 3.404 .001 Kualitas Pelayanan .165 .149 .161 1.102 .273 Kinerja Pustakawan .160 .136 .166 1.176 .242 a. Dependent Variable: Minat Berkunjung Diperoleh nilai sebagai berikut: 1. Variabel Fasilitas Perpustakaan (X1) T hitung untuk variabel X1 sebesar 3,404 dengan signifikansi 0,001<0,05. Variabel X1 mempunyai t hitung yakni 3,404 dengan t tabel=1,9849 (df 100 dengan signifikansi 0,05). 2. Variabel Kualitas Pelayanan (X2) T hitung untuk variabel X2 sebesar 1,102 dengan signifikansi 0,273>0,05. Variabel X2 mempunyai t hitung yakni 1,102 dengan t tabel=1,9849 (df 100 dengan signifikansi 0,05). 3. Variabel Kinerja Pustakawan (X3) T hitung untuk variabel X3 sebesar 1,176 dengan signifikansi 0,242>0,05. Variabel X3 mempunyai t hitung yakni 1,176 dengan t tabel=1,9849 (df 100 dengan signifikansi 0,05). b. Uji f Simultan Uji statistik F pada dasarnya bertujuan untuk mengetahui apakah semua variabel independen yang dimasukan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Tabel 7. Hasil Uji F ANOVAb Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 474.956 3 158.319 15.544 .000a Residual 977.794 96 10.185 Total 1452.750 99 a. Predictors: (Constant), Kinerja Pustakawan, Fasilitas Perpustakaan, Kualitas Pelayanan b. Dependent Variable: Minat Berkunjung Pada tabel di atas diperoleh nilai F hitung 15,554>F tabel 2,70 dan Sig. 0,000<0,005 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel independen antara lain fasilitas perpustakaan (X1), kualitas pelayanan (X2) dan kinerja pustakawan (X3) secara simultan dan signifikan berpengaruh terhadap variabel dependen yaitu minat berkunjung (Y). c. Uji Koefisien Determinasi (r2) Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar variabel dependen (Y) yang dapat dijelaskan oleh variabel independen (X). Tabel 8. Hasil Uji Koefisien Determinasi (r2) Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .572a .327 .306 3.191 a. Predictors: (Constant), Kinerja Pustakawan, Fasilitas Perpustakaan, Kualitas Pelayanan b. Dependent Variable: Minat Berkunjung Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui hasil uji determinasi pada output model summary dari analisis regresi berganda tepatnya pada nilai R Square sebesar 0,327. Jadi pengaruh fasilitas perpustakaan, kualitas pelayanan dan kinerja pustakawan terhadap minat berkunjung mahasiswa yaitu sebesar 32,7% sedangkan sisanya 67,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam variabel penelitian. Pengaruh Fasilitas Perpustakaan (X1), Kualitas Pelayanan (X2) dan Kinerja Pustakawan (X3) Terhadap Minat Berkunjung Mahasiswa (Y) Secara Parsial a) Pengaruh Fasilitas Perpustakaan (X1) Terhadap Minat Berkunjung (Y) Dari hasil menunjukkan bahwa angka koefisien regresi X1 (fasilitas perpustakaan) sebesar 0,380 artinya jika fasilitas perpustakaan mengalami kenaikan sebesar 1 satuan maka minat berkunjung (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,380.. b) Pengaruh Kualitas Pelayanan (X1) Terhadap Minat Berkunjung (Y) Dari hasil menunjukkan bahwa angka koefisien regresi X2 (kualitas pelayanan) sebesar 0,165 artinya jika kualitas pelayanan mengalami kenaikan sebesar 1 satuan terhadap minat berkunjung (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,165. Koefisien bernilai positif antara kualitas pelayanan terhadap minat berkunjung menyatakan bahwa kualitas pelayanan memiliki pengaruh yang positif terhadap minat berkunjung. c) Pengaruh Kinerja Pustakawan (X1) Terhadap Minat Berkunjung (Y) Dari hasil menunjukkan bahwa angka Koefisien regresi X3 (kinerja pustakawan) sebesar 0,160 artinya jika kinerja pustakawan mengalami kenaikan sebesar 1 satuan terhadap minat berkunjung (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,160. Pengaruh Fasilitas Perpustakaan (X1), Kualitas Pelayanan (X2) dan Kinerja Pustakawan (X3) Terhadap Minat Berkunjung Mahasiswa (Y) Secara Simultan Secara simultan ketiga variabel diatas yaitu fasilitas perpustakaan, kualitas pelayanan dan kinerja pustakawan berpengaruh secara bersama-sama. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji regresi yang menunjukkan bahwa dari tiga variabel fasilitas perpustakaan, kualitas pelayanan dan kinerja pustakawan dari hasil Uji Statistik F memperoleh nilai Sig. 0,000 (<5%) dalam artian kurang dari standarisasi α (0,005) yang artinya maka secara bersama-sama atau simultan variabel Fasilitas Perpustakaan (X1), Kualitas Pelayanan (X2) dan Kinerja Pustakawan (X3) berpengaruh signifikan terhadap variabel Minat Berkunjung Mahasiswa (Y).

Conclusion

Variabel Fasilitas Perpustakaan (X1) mempunyai hubungan yang searah dengan variabel Y. Hasil menunjukkan bahwa angka koefisien regresi X1 (fasilitas perpustakaan) sebesar 0,380 artinya jika fasilitas perpustakaan mengalami kenaikan sebesar 1 satuan maka minat berkunjung (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,380. Variabel Kualitas Pelayanan(X1) tidak memiliki kontribusi terhadap variabel Y. Dari hasil menunjukkan bahwa angka koefisien regresi X2 (kualitas pelayanan) sebesar 0,165 artinya jika kualitas pelayanan mengalami kenaikan sebesar 1 satuan terhadap minat berkunjung (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,165. Variabel Kinerja Pustakawan (X3) tidak memiliki kontribusi terhadap variabel Y (minat berkunjung). Hasil menunjukkan bahwa angka Koefisien regresi X3 (kinerja pustakawan) sebesar 0,160 artinya jika kinerja pustakawan mengalami kenaikan sebesar 1 satuan terhadap minat berkunjung (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,160. Secara simultan ketiga variabel diatas yaitu fasilitas perpustakaan, kualitas pelayanan dan kinerja pustakawan berpengaruh secara bersama-sama. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji regresi yang menunjukkan bahwa dari tiga variabel fasilitas perpustakaan, kualitas pelayanan dan kinerja pustakawan dari hasil Uji Statistik F memperoleh nilai Sig. 0,000 (<5%) dalam artian kurang dari standarisasi α (0,005) yang artinya maka secara bersama-sama atau simultan variabel Fasilitas Perpustakaan (X1), Kualitas Pelayanan (X2) dan Kinerja Pustakawan (X3) berpengaruh signifikan terhadap variabel Minat Berkunjung Mahasiswa (Y). Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel fasilitas perpustakaan, kualitas pelayanan dan kinerja pustakawan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung mahasiswa Universitas Lancing Kuning Pekanbaru.