Pengaruh Penggunaan Platform ChatGPT dalam Membantu Penyelesaian Tugas Sekolah Siswa (Studi Kasus SMA Fatih Billingual School)
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh; Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh; Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh; Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh; Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
Abstrak
Keberadaan ChatGPT telah membawa perubahan dalam berbagai bidang termasuk akademik dan pendidikan. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan pengaruh implementasi teknologi ChatGPT dalam membantu penyelesaian tugas sekolah siswa SMA Fatih Billingual School. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan metode survei pengumpulan data yang diukur dengan menggunakan skala Likert. Populasi pada penelitian ini adalah Siswa SMA Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School sebanyak 65 siswa. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 39 siswa dengan pengambilan sampel menggunakan rumus slovin dengan margin error sebesar 10%. Kriteria respondennya adalah siswa yang menggunakan ChatGPT dalam membantu mengerjakan tugas sekolah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ChatGPT berpengaruh besar dalam membantu penyelesaian tugas sekolah siswa SMA Teuku Nyak Arif Fatih Billingual School. Berdasarkan hasil uji hipotesis diketahui nilai signifikan yang diperoleh sebesar 0,008 sehingga dapat disimpulkan 0,000 <0,05 (diterima dan ditolak), artinya terdapat pengaruh implementasi platform ChatGPT dalam membantu penyelesaian tugas sekolah siswa. Oleh karena itu ChatGPT membantu dalam memberikan jawaban dan informasi referensi yang lebih relevan serta memberikan respon positif dalam menyelesaikan tugas dengan cepat.
Keywords:
ChatGPT
· Tugas Sekolah
· Motivasi Belajar
· Kreativitas Siswa
Introduction
Sebagai negara yang mengkonsumsi teknologi dengan kekayaan keberagaman serta potensi yang luar biasa, Indonesia telah memperlihatkan kemajuan yang signifikan dalam mengadopsi perkembangan teknologi (Prihatiningsih, 2022). Sebagai bentuk komitmen terhadap era digital yang akan datang kepada masyarakat Indonesia semakin memperlihatkan kesiapannya terhadap dinamika perkembangan teknologi. Peningkatan akses internet diseluruh negeri menjadikan suatu landasan utama dalam membangun pondasi masyarakat digital (Ahmadi, n.d.). Langkah progresif pemerintah melalui program “making Indonesia 4.0” di mana mencerminkan visi transformasi digital yang komprehensif. Inisiatif ini tidak hanya mencakup penerapan teknologi di sektor industri, tetapi juga melibatkan berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari layanan publik seperti pelayanan kesehatan digital, dan e-goverment (Cihuy, 2019). Dewasa ini perkembangan teknologi semakin hari semakin pesat yang telah memberikan dampak yang besar bagi manusia. Salah satu perkembangan teknologi saat ini yang berkembang ialah kecerdasan buatan Artificial Intelegence (AI) telah membawa perubahan besar dalam berbagai bidang termasuk akademik dan pendidikan. teknologi dapat digunakan manusia sebagai asisten bergerak layaknya robot namun keberadaannya berupa tampilan virtual dalam suatu sistem komputer (Han, 2018). Artificial Intelegence (AI) merupakan sebuah sistem yang menunjukkan bahwa tingkah laku cerdas dalam mencapai suatu tujuan tertentu, dimana penerapannya berupa program komputer yang berdiri sendiri atau tertanam dalam suatu perangkat keras yang memiliki kegunaan tertentu (Gema, 2022). ChatGPT dilakukan layaknya sebuah percakapan antara dua orang yang satu dengan yang lain untuk menggenerasi sebuah jawaban yang disesuaikan dengan pertanyaan yang diajukan (Saputra, 2023). Oleh sebab itu ChatGPT digunakan untuk menjawab sebuah kasus yang diberikan oleh pendidik dalam sebuah tugas. Dilihat dari sudut pandang pendidikan hingga aspek pendidikan itu sendiri, dimana terdapat dalam undang-undang No.20 tahun 2003 pasal 4 nomor 1, bahwa pendidikan dilakukan melalui kegiatan yang demokratis serta berkeadilan, berikutnya pasal 4 nomor 4 dijelaskan bahwa pengajaran dan pendidikan meningkatkan keinginan, kemauan untuk berkembang pada level untuk berinovasi dan kreativitas siswa (Alfaiz, 2023). Oleh karena itu, pendidikan memiliki tujuan untuk Improving inovasi dan berkemampuan kreatif sesuai dengan kapasitas dan minat bakat siswa, dimana bermuara pada pribadi yang dapat melakukan inovasi dalam proses studinya hingga menjadi aktor dari lingkungannya, berkarya dan dapat menghasilkan. Untuk meningkatkan kesadaran tersebut, siswa harus memahami perkembangan dari sebuah teknologi yang digunakan. Hal ini terjadi karena peningkatan inovasi teknologi dibidang pendidikan sangat dibutuhkan, guna mendukung proses pembelajaran di era saat ini. Bidang studi yang dikenal sebagai kecerdasan buatan pertama kali dipelopori oleh ilmuwan John Mc Carthy dan diperkenalkan secara terbuka kepada publik pada konferensi Dartmouth pada tahun 1956. Saat ini, kecerdasan buatan berada pada garis terdepan diprioritas banyaknya kalangan (Edi Supriyadi, 2022). Teknologi juga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar dapat bersaing di kancah global yang memberikan penawaran pembelajaran yang lebih menarik. Akan tetapi secara tidak langsung, teknologi dapat menggantikan peran guru dalam pemberian ilmu pengetahuan. Salah satu platform yang digunakan yaitu artificial intelegence (AI) yang dimana saat ini sering digunakan dikalangan siswa melalui platform chatgpt (Generative Pre-training Transformer). Selain mudah diakses oleh berbagai kalangan, ChatGPT juga mudah untuk ditemukan karena gratis dan tidak berbayar, hanya saja menggunakan internet untuk menlogin ke website ChatGPT. Kehadiran ChatGPT membuka peluang untuk memanfaatkan chatbot ini bagi pendidikan di Indonesia, khususnya dalam pengembanan kompetensi (skills) peserta didik yang diperlukan di abad ke-21. Terdapat enam kompetensi yang perlu mereka miliki di era education 4.0, yaitu berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas ditambah dengan dua kompetensi pendukung lainnya, yakni pendidikan karakter dan kewarganegaraan (Wahid Suharmawan, 2023). Dalam dunia Pendidikan penggunaan artificial intelegence (AI) perlu diperhatikan karena perkembangan AI sangat signifikan tidak dibarengi dengan pengetahuan yang memadai tentang penggunaan AI perlu diadakan tindakan pengawasan agar tidak terjadinya ancaman terutama kecurangan akademik, seperti plagiarisme. Meskipun siswa hanya menggunakan platform ChatGPT dalam membantu penyelesaian tugas, penggunaan ChatGPT juga perlu diterapkan kejujuran terhadap siswa. Seorang siswa bisa memanfaatkan ChatGPT dengan bijak, hal ini dikarenakan mampu mengembangkan keilmuwan secara benar dengan berfikir kritis dan kreatif, sehingga tidak sepenuhnya mengandalkan teknologi seperti penggunaan ChatGPT. Salah satu cara yang dilakukan siswa agar dapat berfikir kritis dan kreatif yang tidak hanya mengandalkan teknologi yaitu dapat dilakukan dengan cara pendekatan multifaset yaitu pendekatan yang memperhatikan berbagai aspek atau sudut pandang dalam suatu konteks. Salah satu metode pendekatan multifaset yaitu pengajaran dan bimbingan langsung dari para pendidik. Penggunaan metode ini dapat dilakukan seperti, integrasi teknologi yang seimbang, bimbingan dan pendampingan guru, serta melakukan diskusi terbuka secara langsung (R. Adinda, 2022). Penyelesaian tugas sekolah merupakan sesuatu kegiatan yang harus diselesaikan oleh setiap siswa, dimana tugas sekolah yang diberikan seorang guru merupakan materi pembelajaran yang sudah dipelajari di kelas. Akan tetapi pada kurikulum merdeka saat ini, seorang siswa diberikan kebebasan dalam berfikir dan memberikan gagasan mereka baik di kelas maupun dipenyelesaian tugas yang diberikan seorang guru. Sebagaimana disampaikan oleh Restu Rahayu dalam tulisannya mengatakan bahwa kunci dari keberhasilan dari adanya penerapan kurikulum di sekolah yaitu dengan adanya penggerak dari kepala sekolah dan guru yang ikut berpartisipasi, sehingga untuk melakukan perubahan sekolah ataupun guru dapat merubah mindset siswa untuk lebih berkembang dengan cara menggunakan ChatGPT sebagai bentuk perubahan maupun perkembangan dalam mempermudah proses belajar mengajar (Restu Rahayu, 2022). Salah satu keunggulan utama ChatGPT adalah dapat dengan cepat menganlisa ribuan makalah penelitian dengan menggunakan model dalam waktu kurang dari separuh waktu yang diperlukan untuk membaca secara manual. Oleh karena itu penggunaan ChatGPT dapat meningkatkan antusiasme siswa serta memberikan kemudahan dalam membantu mengerjakan tugas-tugasnya. Selain itu ChatGPT juga dapat membantu dalam pembelajaran mandiri, memungkinkan mereka untuk mencari jawaban atas pertanyaan mereka sendiri, serta memahami konsep yang kompleks, atau melatih pemahaman tanpa tergantung pada bimbingan langsung dari guru. ChatGPT bukan hanya memiliki latar belakang yang mampu memberikan hasil kepada penggunanya, tetapi juga menyajikan kelebihan dan kekurangan dalam penggunaannya. Dalam konteks pembelajaran, ChatGPT memberikan dampak yang cepat dan akurat dalam penyebaran informasi. Salah satu kelebihan utamanya adalah hasil kerja yang menyerupai manusia. ChatGPT mampu memberikan respons yang seolah-olah berasal dari manusia, mengikuti gaya bahasa, dan memberikan jawaban yang relevan. Dikembangkan oleh OpenAI dan didasarkan pada GPT-3.5, platform ini menggunakan teknologi deep learning untuk mempelajari bahasa manusia dari data teks yang sangat besar, sehingga dapat diterapkan dalam berbagai aplikasi seperti penulis otomatis, penerjemah otomatis, dan chatbot. Selain itu, ChatGPT menyediakan umpan balik instan yang sangat berguna dalam konteks pendidikan. Umpan balik ini membantu siswa mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan dengan cepat, serta memungkinkan pengalaman belajar interaktif yang memberikan penjelasan, bimbingan, dan umpan balik dalam waktu singkat. Kemampuan ChatGPT untuk merespons secara instan membuatnya sangat efektif dalam mempercepat proses pengambilan keputusan dan memberikan informasi yang relevan secara cepat. Ini sangat bermanfaat dalam situasi pembelajaran yang dinamis, di mana siswa membutuhkan jawaban cepat untuk melanjutkan proses belajar mereka. ChatGPT juga berperan dalam meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran dengan menyajikan konten yang menarik dan memudahkan interaksi antara siswa dan sistem. Dengan algoritma pembelajaran mendalam, ChatGPT mampu memproses data dalam jumlah besar dan menghasilkan hasil yang akurat, tanpa memerlukan intervensi manusia. Hal ini memungkinkan siswa untuk terlibat dalam percakapan yang bermakna tentang minat dan kebutuhan mereka, yang pada akhirnya meningkatkan keterlibatan dan pengalaman interaktif mereka selama proses belajar. Selain itu, ChatGPT membantu mengurangi waktu respons saat menangani pertanyaan layanan pengguna, menjadikannya alat yang sangat efisien dalam konteks pendidikan. Penting untuk diingat bahwa ChatGPT hanya berfungsi sebagai alat bantu dan tidak memiliki pemahaman seperti manusia. Meskipun memiliki akses informasi yang luas, ChatGPT hanya mampu merekam informasi hingga tahun 2021, sehingga pengguna harus bijak dan kritis dalam menggunakan informasi yang diberikan. Sebagai alat bantu belajar dan pemecahan masalah, ChatGPT menawarkan ide-ide yang dapat membantu mempermudah pengguna dalam menjabarkan pengetahuannya. Selain itu, ChatGPT dapat menjadi sumber kreativitas dan inspirasi bagi guru dalam merancang pembelajaran yang inovatif, dengan memanfaatkan ide-ide yang dihasilkan untuk mendukung proses belajarmengajar. Namun pada kenyataannya, dengan adanya ChatGPT sangat berpengaruh terhadap pembelajaran siswa dalam menyelesaikan tugas sekolah, yang dimana dapat mempermudah siswa dalam pembelajaran, serta dapat meningkatkan pemahaman materi yang dikerjakan. Selain itu ChatGPT dapat memberikan perangkat gratis dalam mengakses, dimana dengan ChatGPT siswa dapat berdiskusi melalui chat tentang pembelajaran yang belum dipahami. Akan tetapi sebagian siswa banyak mengalami penyalahgunaan penggunaan platform ChatGPT, dimana sebagian siswa menggunakan ChatGPT sebagai alat bantu penyelesaian tugas seutuhnya tanpa ada pertimbangan atau penambahan pembahasan lainnya. Hal ini mengakibatkan banyaknya kesamaan jawaban atau pembahasan yang didapatkan. Oleh karena itu siswa menjadi mudah percaya terhadap teknologi tanpa memverifikasi terlebih dahulu kebenarannya sehingga siswa menjadi malas untuk berfikir secara kritis dan kreatif, tidak percaya dengan diri sendiri yang mengakibatkan siswa hanya bergantung pada chatgpt. Padahal ChatGPT hanya memiliki pengeluaran kata yang singkat tidak mengeluarkan kata atau kalimat yang lebih detail sesuai dengan kebutuhan sesuai dengan pengguna inginkan. Penting untuk dilihat bahwa penggunaan ChatGPT harus selalu diperhatikan dalam penggunaannya dengan keahlian dan penilaian pakar manusia, dan hasilnya harus divalidasi sebelum digunakan dalam mengambil kesimpulan dari pertanyaan yang diberikan. Karena dalam penggunaan ChatGPT hanya dapat membantu meluruskan konsep cara berfikir dan mengalisa secara ringkas atas pertanyaan yang masih belum bisa dijawab secara luas. Dari hasil penelitian Muhammad Jafar Maulana, Penggunaan ChatGPT Dalam Pendidikan Berdasarkan Perspektif Etika Akademik mengatakan bahwa, dalam ranah pendidikan ChatGPT memberikan layanan bantuan dalam membantu mengerjakan tugas, memberikan materi pembelajarann, dan mengotomasi tugas administrasif. Dengan penggunaan ChatGPT, penggunaan layanan dapat berinteraksi, bertanya dan mendapatkan jawaban secara cepat (Maulana, 2023). Maka dari itu penelitian ini kemudian akan menguraikan secara rinci tentang Pengaruh Implementasi Teknologi ChatGPT. Dalam Membantu Penyelesaian Tugas Sekolah Siswa SMA Fatih Billingual School. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Implementasi Teknologi Platform ChatGPT Dalam Membantu Penyelesaian Tugas Sekolah Siswa (Studi Kasusu SMA Teuku Nyak Arif Fatih Billingual School.
Method
Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, yang di mana penelitian kuantitatif merupakan sebuah metode penelitian yang sistematika terhadap fenomena dengan mengumpulkan data untuk kemudian diukur dengan teknik statistik. Oleh karena itu penelitian ini juga dilakukan dengan pendekatan metode penelitian survei dan pengumpulan datanya akan di peroleh melalui penyebaran angket atau kuesioner penelitian dengan menggunakan skala likert. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu dengan teknik nonprobability sampling yang diterapkan dengan teknik pengambilan sampel ialah purposive sampling. Populasi pada penelitian ini adalah Siswa SMA Fatih Bilingual School sebanyak 65 siswa. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 39 siswa dengan pengambilan sampel menggunakan rumus slovin dengan margin error 10%. Adapun kriteria responden yang diutamakan adalah siswa yang menggunakan ChatGPT dalam membantu mengerjakan tugas sekolah.
Result & Discussion
Data hasil penelitian ini diuraikan berdasarkan fokus pernyataan penelitian yaitu penggunaan ChatGPT dalam membantu penyelesaian tugas sekolah siswa SMA Teuku Nyak Arif Fatih Billngual School. Penilaian pernyataan dalam kuesioner menggunakan skala likert seperti yang dijelaskan pada Tabel 1 berikut: Tabel 1. Penilaian Skala Likert Skala Keterangan 1 Sangat Tidak Setuju (STS) 2 Tidak Setuju (TS) 3 Setuju (S) 4 Sangat Setuju (SS) Adapun pernyataan dalam survei terbagi menjadi 2 bagian, dimana pernyataan tersebut dibuat berdasarkan beberapa indikator diantaranya; bagian pertama berisi pernyataan tentang platform Chatgpt, sedangkan bagian 2 berisi pernyataan berkaitan dengan penyelesaian tugas siswa. Hal ini dilakukan untuk melihat sejauh mana dampak pemanfaatan ChatGPT dalam menyelesaikan tugas sekolah di sekolah SMA Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School. Berikut merupakan daftar pernyataan yang digunakan dalam survei. Pernyataan tersebut telah dijawab oleh 39 responden sebagai sampel penelitian, dengan menggunakan jawaban dari skala likert 1-4 pada error 10%. Kelas Interval penelitian ini diperoleh dengan menggunakan rumus berikut: Tabel 2 berikut merupakan skala distribusi pendapat responden berdasarkan ukuran interval tersebut: Tabel 2. Penilaian Skala Likert Nilai Keterangan 1,00 – 1,75 Sangat Rendah 1,76 – 2,50 Rendah 2,51 – 3,25 Tinggi 3,26 – 4,00 Sangat Tinggi Tabel 3. Indikator Penelitian Variabel Indikator Platform ChatGPT (Variabel X) 1. Membantu dalam menyelesaikan tugas sekolah 2. Menerjemahkan teks 3. Memberikan ringkasan materi Penyelesaian Tugas (Variabel Y) 1. Pemahaman tugas 2. Penerapan konsep yang relevan 3. Kepuasan dalam penyelesaian tugas Indikator pada Tabel 3 merupakan kriteria dalam pembuatan pernyataan yang akan menjadi data kuesioner yang diserahkan kepada siswa yang menggunakan ChatGPT sebagai alat bantu penyelesaian tugas sekolah. Berdasarkan indikator tersebut, maka terdapat sejumlah pernyataan yang dimuat dalam kuesioner penelitian sebagaimana berikut: Tabel 4. Kuesioner Penelitian Variabel Kuesioner Platform ChatGPT 1. Anda merasa mudah menggunakan platfor ChatGPT untuk menyelesaikan tugas sekolah anda 2. Platform ChatGPT membantu anda dalam memahami materi Pelajaran yang sulit 3. Anda merasa lebih percaya diri dalam menyelesaikan tugas sekolah dengan bantuan ChatGPT Penyelesaian Tugas 4. Anda merasa lebih cepat menyelesaikan tugas sekolah dengan bantuan ChatGPT 5. Anda merasa kualitas tugas sekolah anda meningkat setelah menggunakan ChatGPT 6. Anda merasa lebih puas dengan hasil tugas sekolah anda setelah menggunakan ChatGPT Uji validitas kuesioner pada Tabel 4 di atas telah dilakukan kepada siswa SMA Fatih Bilingual School. Hasil uji validitas instrumen ini kemudian dianalisis dengan menggunkan SPSS versi 24.0 for windows. Berikut merupakan tabel hasil uji validitas: Tabel 5. Hasil Uji Validitas Variabel X Correlations X1 X2 X3 Total_X X1 Pearson Correlation 1 .492* ,332 .720** Sig. (2-tailed) ,027 ,152 ,000 N 20 20 20 20 X2 Pearson Correlation .492* 1 .531* .882** Sig. (2-tailed) ,027 ,016 ,000 N 20 20 20 20 X3 Pearson Correlation ,332 .531* 1 .781** Sig. (2-tailed) ,152 ,016 ,000 N 20 20 20 20 Total_X Pearson Correlation .720** .882** .781** 1 Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 N 20 20 20 20 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Tabel 6. Hasil Uji Validitas Variabel Y Correlations Y1 Y2 Y3 Total_Y Y1 Pearson Correlation 1 -,040 ,398 .579** Sig. (2-tailed) ,865 ,082 ,007 N 20 20 20 20 Y2 Pearson Correlation -,040 1 ,276 .684** Sig. (2-tailed) ,865 ,239 ,001 N 20 20 20 20 Y3 Pearson Correlation ,398 ,276 1 .789** Sig. (2-tailed) ,082 ,239 ,000 N 20 20 20 20 Total_Y Pearson Correlation .579** .684** .789** 1 Sig. (2-tailed) ,007 ,001 ,000 N 20 20 20 20 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Berdasarkan hasil uji validitas pada tabel 6 dan tabel 6, maka pernyataan pada kuesioner tersebut dinyatakan valid untuk df = 20-2 = 18, α = 0,1 atau 10% dengan memperoleh r tabel sebesar 0,378. Untuk uji reliabilitas, instrumen yang dianggap reliabel jika nilai Cronbach Alpha > 0,60 atau r alpha > r tabel. Dari hasil uji reabilitas, dapat dinyatakan bahwa pernyataan tersebut reliabel. Untuk df = 10-2 = 8; α = 0,1 atau 10% memperoleh r tabel, sebesar 0,549. Berikut merupakan hasil uji reliabilitas setiap variabel. Tabel 7. Hasil Uji Reliabilitas Variabel N ofItem (Jumah Item Pertanyaan) Cronbach Alpha Nilai Kritis Cronbach Alpha Keterangan Penggunaan Platform ChatGPT (X) 3 0,605 0,60 Reliabel Penyelesaian Tugas Sekolah (Y) 3 0,654 0,60 Reliabel Berdasarkan table 7 di atas hasil uji reliabilitas Croncbach’s Alpha untuk variabel X didapatkan nilai alpha yaitu sebesar 0,605, sedangkan variabel Y nilai alpha yaitu sebesar 0,654. Keduanya menunjukkan angka lebih besar dari 0,6. Maka dari itu dari hasil uji reliabilitas, semua item pernyataan dapat dinyatakan reliabel. Uji normalitas kolmogorov smirnov merupakan bagian dari uji asumsi klasik, dimana pada uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah nilai residual berdistribusi normal atau tidak. Oleh karena itu model regresi yang baik ialah memiliki nilai residual yang berdistribusi normal. Berdasarkan hal tersebut berikut merupakan hasil uji normalitas variabel X (Platform ChatGPT) dan variabel Y (Penyelesaian Tugas) Tabel 8. Uji Normalitas Variabel X dan Variabel Y One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N 39 Normal Parametersa,b Mean .0000000 Std. Deviation 1.15732995 Most Extreme Differences Absolute .105 Positive .063 Negative -.105 Test Statistic .105 Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. c. Lilliefors Significance Correction. d. This is a lower bound of the true significance. Berdasarkan hasil uji normalitas pada tabel 8, dapat diketahui nilai signifikansi 0,200 > 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal. Tabel 9. Tingkat Penggunaan Platform ChatGPT (X) Berdasarkan hasil pada tabel 9, skor tertinggi variabel X ditunjukkan oleh item pernyataan “Anda Merasa Mudah Menggunakaan Platform ChatGPT untuk menyelesaikan tugas sekolah” dengan skor rata-rata 3,67 dan masuk dalam kategori sangat tinggi. Sebanyak 28 orang atau sebesar 71,8% merasa mudah menggunakan ChatGPT untuk penyelesaian tugas. Skor tertinggi berikutnya adalah pernyataan “Platform ChatGPT membantu anda dalam menyelesaikan tugas sekolah” yang menunjukkan skor 3,62 dan juga masuk dalam kategori sangat tinggi. Sebanyak 26 atau sebesar 66,7% responden merasa ChatGPT membantu dalam penyelesaian tugas sekolah. Skor terendah dalam variabel X adalah pernyataan “Anda merasa lebih merasa percaya diri dalam menyelesaikan tugas sekolah dengan bantuan ChatGPT”. Item pernyataan tersebut menghasilkan skor 3,49 dengan kategori tinggi. Sebanyak 21 orang atau 51,3% responden merasa lebih percaya diri dalam menyelesaikan tugas sekolah dengan bantuan ChatGPT. Hasil di atas menunjukkan bahwa mayoritas responden merasa bahwa penggunaan ChatGPT sangat membantu dan memudahkan mereka dalam menyelesaikan tugas sekolah, seperti yang ditunjukkan oleh skor tinggi pada item pernyataan terkait kemudahan dan dukungan yang diberikan oleh platform tersebut. Namun, terdapat sedikit variasi dalam hal peningkatan rasa percaya diri, dengan skor terendah menunjukkan bahwa meskipun ChatGPT bermanfaat, efeknya terhadap kepercayaan diri siswa dalam menyelesaikan tugas tidak sebesar dampak pada kemudahan dan dukungan. Hal ini mengindikasikan bahwa sementara ChatGPT efektif dalam membantu penyelesaian tugas, mungkin diperlukan pendekatan tambahan untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam proses belajar mereka. Tabel 10. Tingkat Penyelesaian Tugas Sekolah (Y) Berdasarkan hasil pada tabel 10, skor tertinggi variabel Y ditunjukkan oleh item pernyataan “Anda merasa lebih puas dengan hasil tugas sekolah anda setelah menggunakan ChatGPT” dengan skor rata-rata 3,62 dan masuk dalam kategori sangat tinggi. Sebanyak 25 orang atau sebesar 64,1% merasa lebih puas dengan hasil tugas sekolah setelah menggunakan ChatGPT. Skor tertinggi berikutnya adalah pernyataan “Anda merasa lebih cepat dalam menyelesaikan tugas sekolah dengan bantuan ChatGPT” yang menunjukkan skor 3,36 dengan kategori tinggi. Sebanyak 16 atau sebesar 41% responden merasa ChatGPT membantu dalam penyelesaian tugas sekolah lebih cepat. Skor terendah dalam variabel Y adalah pernyataan “Anda merasa kualitas tugas sekolah anda meningkat setelah menggunakan ChatGPT”. Item pernyataan tersebut menghasilkan skor 3,13 dengan kategori tinggi. Sebanyak 9 atau 51,3% responden merasa kualitas tugas sekolah meningkat dengan bantuan ChatGPT. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan ChatGPT secara umum meningkatkan kepuasan siswa terhadap hasil tugas sekolah dan mempercepat proses penyelesaian tugas. Meskipun demikian, ada sedikit penurunan dalam persepsi mengenai peningkatan kualitas tugas, yang menunjukkan bahwa meskipun ChatGPT bermanfaat dalam meningkatkan kepuasan dan efisiensi, dampaknya terhadap kualitas tugas yang dihasilkan mungkin kurang signifikan. Temuan ini menyoroti bahwa, walaupun ChatGPT memberikan bantuan yang jelas dalam hal kepuasan dan kecepatan, mungkin perlu adanya strategi tambahan untuk memastikan bahwa kualitas tugas yang dihasilkan juga mengalami peningkatan yang signifikan. Tabel 11. Hasil Uji Heterokedasititas Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model B Std. Error Beta t Sig. 1 (Constant) 1.488 .906 1.641 .109 Platform_Ch -.054 .084 -.106 -.649 .520 a. Dependent Variable: RES2 Berdasarkan Tabel 11, hasil uji heterokedasititas di atas menunjukkan bahwa hasil nilai signifikansi 0,520 > 0,05, maka tidak terjadinya gejala heterokedasititas dalam model regresi. Pada uji regresi linier sederhana dilakukan untuk dapat mengukur besarnya pengaruh variabel ChatGPT (X) dan variabel penyelesaian tugas sekolah (Y). Untuk mengumpulkan data, maka dilakukan penyebaran angket kepada 39 responden. Hasil uji regresi linier pada penelitian ini yaitu: Tabel 12. Hasil Uji Regresi Linier Berdasarkan hasil uji analisis regresi linear sederhana pada tabel 12 menunjukkan bahwa hasil dari nilai constantan (a) memiliki nilai sebesar 5,979 dan nilai penggunaan media sosial Instagram (b/koefisien regresi) sebesar 0,383. Dengan menggunakan rumus Y = a+Bx maka nilai Y = 5,979 + 0,383x. Berdasarkan hasil persamaan tersebut maka diketahui bahwa nilai costanta sebesar 5,979 yang menunjukkan bahwa jika nilai penggunaan ChatGPT dihilangkan atau bernilai nol, maka nilai penyelesaian tugas sekolah sebesar 5,979 tanpa dipengaruhi variabel penggunaan ChatGPT. Kemudian nilai pada koefisien regresi penyelesaian tugas sekolah yaitu 0,383 yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan penyelesaian tugas sekolah sebesar 1%, maka akan meningkatkan nilai penggunaan ChatGPT sebesar 0,383. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara penggunaan ChatGPT dan penyelesaian tugas sekolah. Nilai konstanta sebesar 5,979 menunjukkan tingkat dasar penyelesaian tugas yang diharapkan tanpa adanya pengaruh dari ChatGPT. Sementara itu, koefisien regresi sebesar 0,383 menunjukkan bahwa setiap peningkatan 1% dalam penyelesaian tugas sekolah berhubungan dengan peningkatan penggunaan ChatGPT sebesar 0,383. Hal ini mengindikasikan bahwa ChatGPT memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan penyelesaian tugas sekolah. Dengan kata lain, semakin tinggi penggunaan ChatGPT, semakin besar pula peningkatan dalam penyelesaian tugas sekolah, mendukung efektivitas ChatGPT sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran. Tabel 13. Hasil Uji Determinasi Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .417a ,174 ,151 1,173 a. Predictors: (Constant), Platform ChatGPT Uji koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah diantara nol sampai satu. Berdasarkan Tabel 13, nilai koefisien determinasi ( R Square ) yang diperoleh sebesar 0,174. Hal ini membuktikan bahwa platform ChatGPT berpengaruh kecil terhadap penyelesaian tugas sekolah siswa. Terdapat faktor lain yang dapat mempengaruhi penggunaan platform ChatGPT yaitu adanya motivasi belajar, kemandirian siswa, proses pembelajaran, dimana dengan adanya ChatGPT dapat menjadi motivasi belajar meningkat serta dapat menjadikan siswa menjadi lebih mandiri dalam melakukan proses belajar tanpa ketergantungan dari guru dikarenakan adanya bantuan gagasan yang dapat dikembangkan oleh siswa dalam belajar maupun dalam membantu menyelesaikan tugas sekolah. Oleh karena itu, fungsi utama ChatGPT adalah menjawab tanggapan pengguna berdasarkan kata atau kalimat yang dimasukkan, dengan kemampuan untuk menanggapi hampir semua input, kecuali yang dianggap ilegal atau mengandung kekerasan (Edi Supriyadi, 2022). Selain itu, ChatGPT juga membantu mengurangi waktu dan upaya dalam menulis atau menjawab persoalan yang ada (Zen Munawar, 2023). Dalam penelitian ini, ChatGPT, sebagai model bahasa yang dikembangkan oleh OpenAI, dapat digunakan dalam berbagai konteks, termasuk penelusuran informasi dan penyelesaian tugas oleh siswa, yang memungkinkan mereka untuk berkembang secara efisien dan kritis, serta menghidupkan suasana kelas dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan nilai rata-rata total skor variabel Y diketahui sebesar 3,37 yang berarti bahwa secara keseluruhan penyelesaian tugas sekolah masuk dalam kategori cukup. Berdasarkan hal ini pengaruh platform ChatGPT terhadap penyelesaian tugas sekolah siswa bernilai relatif cukup yang berarti faktor utamanya ialah bahwa mereka berfikir bahwa menggunakan platform teknologi ini sebagai sumber tunggal untuk mencari jawaban tanpa adanya kompresi validitas atau kerahasiaan informasi tersebut. Faktor lainnya yaitu dengan kemampuan ChatGPT menjadikan kemerosotan keterampilan menulis siswa. ChatGPT memiliki keterbatasan dalam membedakan fakta dan opini, sehingga tidak dapat menyediakan informasi yang tepat dan relevan untuk situasi konteks yang diinginkan. Namun dalam hal ini dengan berkembangnya teknologi, kemampuan ChatGPT akan semakin baik dan dapat menjadi solusi yang lebih baik untuk aplikasi pemprosesan bahasa alami. ChatGPT tidak selalu dapat membedakan fakta dan opini secara jelas. Guru harus berhati-hati mengandalkan ChatGPT untuk informasi yang faktual dan akurat dalam mengajarkan pada siswa. Meskipun ChatGPT dapat memberikan bantuan dan umpan balik namun tidak dapat menggantikan interaksi manusia yaitu guru dan siswa. Penting bagi guru untuk tetap menjalin hubungan yang kuat dengan siswa dalam pembelajaran. Hal ini dikarenakan banyak siswa menggunakan ChatGPT dengan cara instan, yang dimana hasil dari jawaban yang dikeluarkan dari ChatGPT hampir keseluruhan di ambil tanpa mempertimbangkan atau memilah jawaban yang diambil, sehingga masalah seperti ini perlu adanya pendampingan dari guru untuk memandu jawaban yang telah didapatkan dari siswa melalui jawaban yang didapatkan dari ChatGPT. Hal ini dengan berkembangnya teknologi, kemampuan ChatGPT akan semakin baik dan dapat menjadi solusi yang lebih baik untuk aplikasi pemprosesan bahasa alami. Salah satunya ialah dengan kemampuan ChatGPT untuk menghasilkan teks yang beragam dan kohesif, dengan demikian siswa mungkin menjadi ketergantungan terhadap teknologi ini untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas menulis mereka serta mengabaikan betapa pentingnya pengembangan kemampuan menulis yang sebenarnya. Selain itu juga hal ini dapat dipertimbangkan beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas sekolah yaitu: 1. Adanya mutu tugas Tugas yang diberikan oleh guru memegang peran krusial dalam mengukur dan mengembangkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas mereka. Tugas yang dirancang dengan baik, relevan, dan disampaikan tepat waktu tidak hanya meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi, tetapi juga membantu mereka membangun keterampilan manajemen waktu dan tanggung jawab secara efektif. 2. Waktu penyelesaian tugas Waktu penyelesaian tugas memiliki peran yang sangat signifikan dalam proses belajar siswa. Tugas yang direncanakan secara optimal, dengan mempertimbangkan alokasi waktu yang tepat, tidak hanya membantu siswa dalam menyelesaikan tugas dengan lebih efektif, tetapi juga meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi serta keterampilan manajemen waktu mereka. 3. Dukungan sosisal orang tua Dukungan sosial dari orang tua sangat berperan dalam mempengaruhi kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas sekolah. Ketika orang tua terlibat secara aktif, memberikan bimbingan, motivasi, dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di rumah, siswa cenderung lebih termotivasi, disiplin, dan mampu mengatasi tantangan akademik dengan lebih baik. 4. Prokrastinasi akademik Prokrastinasi akademik dalam menyelesaikan tugas sekolah dapat secara signifikan menurunkan semangat siswa dalam menyelesaikan tugas. Ketika siswa menunda pekerjaan, mereka seringkali merasa terbebani oleh tenggat waktu yang semakin dekat, yang pada akhirnya dapat mengurangi motivasi, meningkatkan stres, dan menghambat kemampuan mereka untuk menghasilkan pekerjaan yang berkualitas serta memahami materi pelajaran dengan baik. 5. Platform ChatGPT Penggunaan platform ChatGPT dapat membantu siswa dalam menyelesaikan tugas dengan baik dan efektif. Platform ini dapat membantu siswa dalam memahami materi dan menyelesaikan tugas dengan lebih baik. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel penyelesaian tugas sekolah siswa sebesar 3,37 dalam penelitian ini menunjukkan bahwa siswa memiliki kemampuan yang cukup dalam menyelesaikan tugas sekolah. Berdasarkan hal tersebut dalam menggunakan platformChatGPT dalam penelitian ini telah menunjukkan pengaruh positif terhadap membantu penyelesaian tugas sekolah siswa. Dimana ChatGPT merupakan bentuk pengembangan keterampilan masa depan yang dapat dimanfaatkan oleh siswa, dimana dari platform chatGPT siswa dapat memperoleh keterampilan seperti pengolahan data, kecerdasan buatan. Atau pemprograman memalaui media pembelajaran otomatis dan analisis data. Kecerdasan buatan ini dapat membuat siswa untuk memudahkan menemukan sebuah informasi yang semua mencari informasi dengan membutuhkan waktu dengan lama, akan tetapi CahtGPT dapat memberikan akses informasi dengan cepat. Oleh karenanya dalam penelitian ini ChatGPT merupakan model bahasa yang dikembangkan oleh OpenAI dan dapat digunakan dalam berbagai konteks, dimana siswa dapat memanfaatkan dalam hal penelusuran informasi, penyelesaian tugas, dan lain sebagainya. Dengan penggunaan ChatGPT siswa lebih dapat berkembang dalam nalar pembelajaran yang lebih efisien dan kritis, sehingga siswa dapat menghidupkan suasana kelas dalam proses belajar mengajar.
Conclusion
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan tentang pengaruh implementasi platform ChatGPT dalam membantu penyelesaian tugas sekolah siswa (studi kasus SMA Fatih Bilingual School) dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh implementasi platform ChatGPT dalam membantu penyelesaian tugas sekolah siswa SMA Fatih Bilingual School. Pengaruh platform ChatGPT dibuktikan dengan hipotesis Ha diterima yang artinya terdapat pengaruh platform ChatGPT terhadap penyelesaian tugas sekolah siswa SMA Fatih Bilingual School, dengan hasil uji regresi linier, diperoleh nilai konstanta 5,979 dan koefisien regresi sebesar 0,383. Konstanta mempunyai nilai sebesar 5,979 yang artinya apabila variabel platform ChatGPT konstan maka penyelesaian tuga sekolah siswa sebesar 5,979. Platform ChatGPT sebesar 0,383 yang artinya apabila mengalami kenaikan 1 satuan maka akan meningkatkan penyelesaian tugas sekolah siswa sebesar 0,383. Uji signifikansi menunjukkan angka 0,000 < 0,05 berdasarkan hasil penelitian yang peneliti uraikan. Dengan melihat pembuktian hipotesis, maka dapat disimpulkan bahwa platform ChatGPT berpengaruh terhadap penyelesaian tugas sekolah siswa SMA faith Bilingual School. Kemudian persentase nilai koefisien determinasi sebesar 17% yang menunjukkan bahwa platform Chatgpt berpengaruh kecil terhadap penyelesaian tugas sekolah siswa SMA faith Bilingual School, untuk sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak disebutkan dalam penelitian ini. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa platform ChatGPT telah berpengaruh positif dalam membantu penyelesaian tugas sekolah siswa SMA Fatih Bilingual School.