Kembali
16
1
2021 Jurnal Pustakawan Indonesia Vol 20 · 1 ISSN 1410-5551

TINGKAT PRODUKTIVITAS PENERBITAN KARYA TULISILMIAH (Studi Kasus Peneliti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian)

Sekretariat Balitbangtan; BB Litbang Biogen; BPTP Banten

Abstrak

Peneliti sebagai komunitas pencipta dan pengguna pengetahuan ilmiah berperan penting dalampenelitian/pengkajian ilmiah. Peneliti BB Biogen memiliki kemampuan menulis KTI untuk mengekplorasi pemikiran, gagasan/ide agar dapat diketahui serta dimanfaatkan masyarakat luas dansebagai sarana komunikasi formal antara peneliti dengan lembaga induknya. Peneliti memilikiproduktivitas tinggi apabila peneliti banyak menghasilkan KTI yang diterbitkan di jurnal Semakin banyakdibaca dan dimanfaatkan sebagai referensi nasional dan internasional akan menghasilkan informasi/teori baru. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut khususnya mengukur produktivitas penulis di jurnaljurnal. Metode pengkajian mengunakan rancangan analisis dokumen pendekatan bibliometrik deskriptifdengan data kuantitatif publikasi yang telah diterbitkan tahun 2016-2020. Teknik pengumpulan datamengumpulkan publikasi peneliti. Pengkajian dilakukan di Bogor pada bulan Januari – Mei 2021. Berdasarkan hasil kajian didapat bahwa jumlah KTI peneliti BB Biogen kategori subjek tertinggi padasubjek tanaman pangan (269 naskah) yang diterbitkan nasional sebanyak 402 tulisan dengan tahun terbittahun 2016 (124 tulisan) melalui kolaborasi 4 penulis. KTI dengan jumlah judul terbanyak tahun 2016(129/25,75%) yang diterbitkan di jurnal dengan peneliti produktif Puji Lestari (71 judul) dari Kelompok Peneliti Biomolekuler. Sebaiknya peneliti BB Biogen lebih meningkatkan lagi dalam penebitanbereputasi internasional untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas KTI yang dihasilkan.

Abstract

Researchers as a community of creators and users of scientific knowledge play an important role inscientific research/study. CRDABGR researchers have the ability to write scientific papers to explorethoughts, ideas / ideas so that they can be known and utilized by the wider community and as a meansof formal communication between researchers and their parent institutions. Researchers have highproductivity if researchers produce a lot of scientific papers published in journals. The more they areread and used as national and international references, new information/theories will be produced. Further research is needed, especially measuring the productivity of writers in journals. The studymethod uses a descriptive bibliometric approach document analysis design with quantitative data forpublications that have been published in 2016-2020. Data collection techniques by collecting researchpublications. The study was conducted in Bogor in January – May 2021. Based on the results of thestudy, it was found that the highest number of CRDABGR researchers in the category of food plants(269 manuscripts) published nationally was 402 articles with the year published in 2016 (124 articles)through collaboration 4 authors. Scientific papers with the highest number of titles in 2016(129/25.75%) published in journals with productive researchers Puji Lestari (71 titles). It is advisablefor CRDABGR researchers to further improve their publications with international reputation toimprove the quality and quantity of scientific papers produced.
Keywords: produktivitas · karya tulis ilmiah · peneliti · BB Biogen · bibliometrik

Introduction

Peneliti sebagai komunitas penciptadan pengguna pengetahuan ilmiah mempunyai peran penting dalam penciptaan ilmu melalui penelitian ataupengkajian ilmiah. Untuk itu penelitidituntut memiliki pengetahuan, alat, danfasilitas lainnya yang memadai agar dapatmencapai hasil yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dorongan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan juga menjadi dasar bagipeneliti bidang pertanian untuk melakukankegiatan penelitian, pengkajian, percobaan,dan penemuan baru secara individualmaupun berkelompok dan bekerja sama. Menurut Sudhier & Abhila (2012) produktivitas publikasi berbagai kegiatansuatu lembaga penelitian menunjukkankontribusi lembaga penelitian dan penelitiyang terlibat dalam penelitian. Salah satuindikator keberhasilan lembaga penelitianadalah jumlah Karya Tulis Ilmiah (KTI)yang dihasilkan para peneliti atau lembagapenelitian yang bersangkutan. KTI yang dipublikasikan pada jurnalilmiah primer kategori Q1 dan Q2 menempati posisi sangat penting danstrategis dalam promosi jabatan fungsionaldan pengembangan karier peneliti. Informasi yang terkandung dalam publikasihasil penelitian termasuk informasi primer. Informasi jenis ini dibutuhkan oleh penelitidan ilmuwan lainnya sebagai rujukan/acuandalam kegiatan penelitian yang sedangberjalan atau yang akan datang. Oleh karenaitu, peneliti perlu memiliki kemampuandalam menulis KTI untuk mengekplorasipemikiran dan gagasan/ide agar dapatdiketahui dan dimanfaatkan masyarakatluas. KTI didefinisikan sebagai Karya tulisilmiah yang selanjutnya disingkat KTIadalah tulisan hasil litbang dan/atautinjauan, ulasan (review), kajian, danpemikiran sistematis yang dituangkan olehperseorangan atau kelompok yang memenuhi kaidah ilmiah (LIPI, 2014). Menurut Rufaidah (2008) motivasi mengembangkan ilmu pengetahuan menjadi alasan utama peneliti untukmelakukan kegiatan penelitian, pengkajian,dan percobaan, baik secara individualmaupun berkelompok atau bekerja sama. Komunikasi hasil penelitian terus dilakukanmelalui berbagai pendekatan dan mediaagar dapat diketahui pengguna atau dikembangkan lebih lanjut oleh penelitilain. Untuk mengkomunikasikan hasilpenelitian, diperlukan media antara lainmajalah ilmiah. Media ini sangat diperlukanoleh peneliti karena informasi yang dimuatlebih mutakhir dibandingkan dengan mediakomunikasi lainnya. Media komunikasimerupakan perwujudan upaya mengembangkan ilmu pengetahuan sertauntuk mendorong peneliti menghasilkantemuan baru. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan SumberDaya Genetik Pertanian (BB Biogen) merupakan unit pelaksanan teknis eselon IIB yang berada di bawah Badan Penelitiandan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian. Sebagai Lembaga penelitian, BB Biogenmemiliki empat kelompok peneliti (kelti)yakni Kelti Pengelolaan Sumber Daya Genetik, Kelti Biologi Molekuler, Kelti Biologi Sel dan Jaringan, dan Kelti Biokimia. Kelti Pengelolaan Sumber DayaGenetik (PSDG) bertugas melakukan karakterisasi, konservasi, identifikasi danpemetaan plasma nutfah pertanian (BBBiogen, 2020). BB Biogen memiliki kelompok peneliti (Kelti), diantaranya Kelti BiologiMolekuler bertugas untuk melakukan penelitian di bidang bioteknologi pertanianseperti aplikasi marka molekuler, rekayasagenetik, serta analisis genom. Kelti Biologi Sel dan Jaringan (BSJ) bertugas melakukan penelitian kultur sel dan jaringan gunaperbanyakan dan perbaikan tanaman, produksi metabolit sekunder dan konservasi tanaman secara in–vitro ataudalam lingkungan terbatas. Sementara Kelti Biokimia bertugas melakukan analisisbioprospeksi sumber daya genetik (SDG)dan perakitan kit deteksi dini terhadappatogen penyebab penyakit dan proteinfungsional penciri karakter penting SDGpertanian. Visi BB Litbang Biogen yaitu menjadilembaga litbang bioteknologi dan sumberdaya terkemuka dalam mendukung pertanian maju, mandiri, dan modern. Untuk mewujudkan visi tersebut secaraspesifik misi BB Biogen adalah: a) menghasilkan teknologi dan inovasi bioteknologi dan sumber daya genetikpertanian; dan 2) meningkatkan kapasitasdan akuntabilitas institusi. Kemampuan menyusun karya tulis ilmiah (KTI) sangat diperlukan terutamabagi pejabat fungsional dalam meniti karieruntuk mencapai ke jenjang yang lebihtinggi. Sebagai pemegang jabatan fungsional dipersyaratkan menghasilkankarya tulis ilmiah untuk kenaikan jenjangatau pemeliharaan jenjang fungsional. Padaumumnya, menulis karya ilmiah bertujuanmengaktualisasi diri dan memperoleh angkakredit (Suryantini & Setyorini, 2015), tidakdemikian dengan pandangan Sumarno (2010) bagi mereka yang memiliki dedikasidan integritas tinggi, menulis karya ilmiahbukan ditujukan untuk memperoleh angkakredit, angka kredit dan jenjang fungsionalberstatus sebagai dampak atau hasilsamping, bukan sebagai tujuan. Melalui kegiatan penelitian diperolehdata-data baru, selanjutnya diolah menjadiinformasi/ inovasi teknologi baru yangdapat ditulis menjadi karya tulis ilmiah agardiketahui dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Hasil dari aktivitas ilmiahhanya dapat diketahui jika penulis mengkomunikasikan temuannya melaluisuatu terbitan di antara komunitas ilmuwan(Garcia-Lopez 1999). Kajian Pustaka Antara hasil penelitian dan publikasiilmiah tidak dapat dipisahkan, sebagaimanaditegaskan oleh Sumarno (2010) ada penelitian harus ada publikasi ilmiah dantanpa publikasi ilmiah tidak perlu adapenelitian. Untuk itu, kemampuan menuliskarya ilmiah menjadi keharusan, mengingatpublikasi ilmiah merupakan salah satu tolokukur kinerja lembaga penelitian. Publikasiilmiah yang berkualitas, disamping dapatmenunjukkan kontribusi seorang penelititerhadap suatu lembaga penelitiannya(Sudhier & Abhila, 2012), juga merupakanajang untuk mempromosikan dan mengaktualisasikan diri, mempertahankaneksistensi diri dalam lingkungan ilmiahpada khususnya dan di masyarakat umumnya (LIPI, 2014). Menurut Rufaidah (2010) salah satu bentuk evaluasi yang dapat dilakukan untukmelihat sampai sejauh mana kegiatanpenelitian di Badan Litbang Pertanianberkontribusi dalam karya tulis ilmiah/publikasi peneliti adalah denganmengukur produktivitas. Berdasarkan pernyataan Andriaty & Sormin (2014) konsep sentral dalam prosessuatu publikasi adalah diciptakan, dikembangkan, dan dipelihara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalamhasil penelitian bahwa publikasi harus tetaprelevan dan berguna bagi orang-orang yangmenggunakannya. Oleh karena itu, analisispublikasi juga harus mencakup analisiskemampuan publikasi dalam memenuhi kebutuhan pengguna saat ini dan masadepan. Menurut hasil kajian Rushendi (2009)peneliti memanfaatkan publikasi untukbahan rujukan/referensi dalam kegiatanpenelitian, dan sebaliknya juga sebagaiwadah untuk menampung karya hasil-hasilpenelitian yang telah dilakukan, menambahpengetahuan tentang hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti lain danjuga sebagai sarana komunikasi formalantara para peneliti (invisible college), jugauntuk lembaga induknya. Dalam hasil penelitian Sutardji (2012)seorang peneliti dikatakan memilikiproduktivitas tinggi apabila peneliti banyakmenghasilkan KTI dan KTI tersebut diterbitkan pada jurnal. Semakin banyak KTI yang diterbitkan dalam jurnal, makaKTI akan makin banyak dibaca dan dimanfaatkan sebagai referensi nasionalyang selanjutnya akan menghasilkan informasi/ teori baru. Namun menurut Widuri & Prasetyadi (2018) perlu dilakukanpenelitian lebih lanjut khususnya mengukurproduktivitas penulis di jurnal-jurnal.

Method

Metode pengkajian mengunakan rancangan analisis dokumen melalui pendekatan bibliometrik secara deskriptifdan data kuantitatif publikasi yang telahditerbitkan oleh peneliti BB Litbang Biogenselama 5 tahun mulai tahun 2016-2020. Teknik pengumpulan data dengan mengumpulkan publikasi peneliti baikterbitan dari dalam negeri maupun luarnegeri. Parameter yang diamati antara laina) KTI berdasarkan kategori subjek/komoditas; b) KT berdasarkan terbitannasional dan internasional; c) KTI berdasarkan kategori tingkat kolaborasipenulis; d) KTI Peneliti BB Biogen berdasarkan tahun terbit; dan e) 10 besarpenulis yang paling produktif. Pengkajiandilakukan di Bogor pada bulan Januari –Mei 2021.

Result & Discussion

Hasil dan Pembahasan Karya tulis ilmiah adalah sebuah karya tulis yang disajikan secara ilmiahdalam sebuah forum atau media ilmiah. Karakteristik keilmiahan sebuah karyaterdapat pada isi, penyajian, dan bahasayang digunakan. Isi karya ilmiah tentubersifat keilmuan, yakni rasional, objektif,tidak memihak, dan berbicara apa adanya. Isi sebuah karya ilmiah harus fokus danbersifat spesifik pada sebuah bidangkeilmuan secara mendalam. Kedalamankarya tentu sangat disesuaikan dengankemampuan sang ilmuwan. Bahasa yangdigunakan juga harus bersifat baku,disesuaikan dengan sistem ejaan yangberlaku di Indonesia. Bahasa ilmiah tidakmenggunakan bahasa pergaulan, tetapiharus menggunakan bahasa ilmu pengetahuan, mengandung hal-hal yangteknis sesuai dengan bidang keilmuannya(Iskandar, D., 2021). Berdasarkan Tabel 1 bahwa jumlah KTI peneliti BB Litbang Biogen berdasarkan kategori subjek selama 5 tahunterakhir tertinggi pada subjek tanamanpangan sebesar 269 naskah dan teredahsubjek peternakan sebesar 11 naskah. Berdasarkan hasil kajian Sutardji (2011)didapat bahwa selama tiga tahun terakhir,tanaman pangan komoditas padi, jagung,dan kedelai merupakan komoditas unggulan Badan Litbang Pertanian danpaling banyak dibahas, karena merupakanbahan pangan pokok/utama dan memberikontribusi dalam perekonomian nasional,ketahanan pangan, dan kesejahteraanpetani. Tabel 1. Banyaknya KTI berdasarkan kategori Subjek Peneliti BB Biogen selama kuruntahun 2016-2020 No Subjek Tahun Jumlah 2016 2017 2018 2019 20201. Pangan 81 51 56 38 43 269 2. Perkebunan 17 24 13 6 11 71 3. Hortikultura 21 9 15 19 20 84 4. Sumber daya Genetik 10 26 5 0 25 665. Peternakan 0 1 5 2 3 11 Publikasi hasil penelitian di jurnal(terbitan berkala) ilmiah adalah salah satusegi penting dari kegiatan ilmiah, dengandipublikasikan maka temuan yang dihasilkan akan dikenal kemudian disitasioleh peneliti lainnya Berdaasarkan Tabel 2didapat bahwa kategori KTI berdasarkanterbitan nasional dan terbitan internasionalpeneliti BB Biogen selama kurun waktu 5tahun terbesar diterbitkan secara nasionalsebanyak 402 tulisan/naskah dengan tahunterbit tertinggi pada tahun 2016 sebesar 124tulisan. Jurnal nasional adalah terbitanberkala ilmiah bertujuan menampung/mengomunikasikan hasil-hasil penelitianilmiah dan atau konsep ilmiah dalamdisiplin ilmu tertentu. Memuat karya ilmiahdari penulis yang berasal dari sedikitnya 2institusi yang berbeda (www.nazroel.id). Tabel 2. Kategori KTI berdasarkan terbitan dalam dan luar negeri peneliti BB BiogenNo Tahun Terbitan Nasional Terbitan Internasional Jumlah 1. 2016 124 5 129 2. 2017 100 11 111 3. 2018 87 7 94 4. 2019 56 9 65 5. 2020 35 67 102 Kajian kolaborasi digunakan untuk mengetahui produktivitas dan jumlahpenulis serta menghitung tingkat kolaborasiditinjau dari organisasi asal dan kedudukanpenulis. Pendekatan lain yang digunakandalam kajian kolaborasi ialah membandingkan tingkat kolaborasi antarlembaga dan antar disiplin ilmu dalam suatunegara serta melihat kondisi yang melatarbelakangi penulis melakukan kolaborasi(Surtikanti 2004). Berdasarkan Tabel 3didapat bahwa kategori penulis peneliti BBBiogen selama 5 terakhir tertinggi kolaborasi 4 penulis dan terendah penulistunggal yaitu sebesar 61 tulisan. Sejalanpernyataan Rufaidah (2008) bahwa kajiankolaborasi banyak ditujukan pada konsepko-penulis daripada konsep subpenulis,karena untuk konsep subpenulis parameternya lebih jelas, batasannya lebihtampak, dan lebih mudah diukur. Dalamkonsep ko-penulis, kegiatan dikerjakansecara bersama-sama dan nama semua yangmelaksanakannya dicantumkan dalam karyamereka (Rufaidah, 2008). Tabel 3. Jumlah KTI berdasarkan kategori tingkat kolaborasi Penulis Peneliti BB Biogenselama 5 tahun terakhir No Penulis Tahun Jumlah 2016 2017 2018 2019 20201. Tunggal 23 15 20 0 3 61 2. Kolaborasi 2 penulis 22 25 23 4 7 813. Kolaborasi 3 penulis 32 20 9 10 26 974. Kolaborasi 4 penulis 35 24 24 9 23 1155. Kolaborasi 5 penulis 8 11 9 12 27 676. Kolaborasi >5 penulis 9 16 9 19 16 69 Karya ilmiah diperoleh oleh ilmuandari melalui pengamatan, peninjauan,wawancara, angket, penelitan dalam bidangtertentu, yang disusun secara sistematis,bahasa yang baik, objektif dan mudahdipahami serta dapat dipertanggung jawabkan. Pada Tabel 4 didapat bahwajumlah judul KTI terbanyak selama 5 tahunterakhir yaitu pada tahun 2016 sebanyak129 atau 25,75% dari total jumlah judulKTI. Menurut Widodo (2018) bahwa manfaat menulis karya ilmiah salah satunyadigunakan sebagai rujukan penelitianlanjutan bila ada seseorang yang hendakmembuat penelitian selanjutnya; memperoleh kepuasan dari segi intelektualyang berhubungan dengan penyajian gagasan atau ide sehingga menghasilkansuatu pengetahuan baru. Tabel 4. Jumlah KTI Peneliti BB Biogen berdasarkan Tahun Terbit selama 5 tahun terakhirNo Tahun Jumlah Judul KTI % 1. 2016 129 25.75 2. 2017 111 22.16 3. 2018 94 18.76 4. 2019 65 12.97 5. 2020 102 20.36 Menurut Sutardji & Maulidyah (2017) kuantitas dan kualitas karya tulisilmiah yang diterbitkan di beberapapublikasi jurnal dalam/luar negeri danprosiding merupakan salah satu indikatorkinerja institusi penelitian. Publikasi ilmiahdisamping memberi kontribusi pada institusi, juga dapat meningkatkan reputasibagi penulisnya. Besar/kecilnya kontribusipenulis terhadap publikasi ilmiah sangatberperan penting mendorong terciptanyainovasi/ teknologi baru bidang pertanianyang dengan mudah dapat diadopsi olehpara petani, sehingga berdampak padapeningkatan pendapatan dan kesejahteraanmasyarakat. Kategori KTI berdasarkan jenis tulisan diterbitkan peneliti BB Biogenselama 5 tahun terakhir tertinggi padakategori jurnal sebanyak 255 judul KTIdiikuti kategori prosiding sebanyak 143judul (Gambar 1). Berdasarkan pernyataan Lasa (2009), bahwa jurnal merupakanpublikasi ilmiah yang memuat tentang hasilkegiatan dalam bidang ilmu pengetahuandan teknologi. Informasi yang mendalamdan mutakhir biasanya terdapat dalam karyatulis dan rekaman berupa majalah ataujurnal ilmiah, karya laporan hasil seminar,prosiding, lokakarya serta karya ilmiah lainyang sangat spesifik dan mutakhir. Karyayang lebih baru dan mutakhir akan lebihbernilai bagi kepentingan penelitian danpengembangan (Widyastuti (2006). Menurut Soehardjan (1994) bahwa publikasi prosiding seminar merupakanajang pembelajaran bagi penulis pemula,karena artikel prosiding dianggap artikelyang belum final (Sutardji & Maulidyah2017). Gambar 1. Kategori KTI berdasarkan jenis tulisan diterbitkan peneliti BB Biogen selama 5tahun terakhir tahun (2016-2020) Karya Tulis ilmiah sangat besar peranan dan kedudukannya sehingga produktivitas penulisnya dijadikan sebagaiindikator untuk menunjukkan kemajuanilmu pengetahuan dan teknologi di suatuNegara. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penulis peneliti BB Litbang Biogenselama 5 tahun terakhir yang produktifyaitu Puji Lestari sebanyak 71 judul KTIdan Reflinur sebanyak 44 judul KTI dankeduanya dari Kelompok Peneliti Biomolekuler. Berdasarkan Irianto, P. (2017) produktivitas penulis merupakankemampuan dan kemauan seseorang untukmembuat karya tulis, baik berupa hasilpenelitian atau kritik karya sesuai denganbidang yang diminati. Pembuatan karyatulis ini dapat dalam menghasilkan barangdan jasa dari berbagai sumberdaya dengantujuan untuk meningkatkan kualitas dankuantitas pekerjaan yang dihasilkan. Selanjutnya menurut Anwar, C.M (2018)menyebutkan bahwa produktivitas menulisadalah banyaknya karya tulis yang dihasilkan oleh seorang dalam subjek yangbersangkutan dalam kurun waktu tertentu. Selengkapnya Daftar 10 besar Penulis yangpaling produktif peneliti BB Biogen selama5 tahun terkahir terdapat pada Tabel 6. Menurut hasil penelitian Sutardji &Maulidyah (2017) bahwa kesenjangan produktivitas antar penulis peneliti Balitbangtan masih cukup lebar padapeneliti yang paling produktif melalui karyabersama dengan tingkat kolaborasi penulisartikel terendah pada jurnal lebih dibandingprosiding. Tabel 6. Daftar 10 besar Penulis yang paling produktif peneliti BB Biogen selama 5 tahun terkahirNo. Nama Penulis Jumlah KTI 1 Puji Lestari 71 2 Reflinur 44 3 Rossa Yunita 31 4 I Made Tasma 26 5 Ragapadmi Purnamaningsih 24 6 Ali Husni 24 No. Nama Penulis Jumlah KTI 7 Endang G. Lestari 23 8 Joko Prasetiyono 23 9 Sutoro 20 10 Ika Roostika 20

Conclusion

Kemampuan menyusun KTI bagi seorang peneliti BB Biogen sangat diperlukan terutama dalam meniti karieruntuk mencapai ke jenjang yang lebihtinggi. atau pemeliharaan jenjang fungsionalserta mengaktualisasi diri dan memperolehangka kredit. Tingkat produktivitaspenerbitan KTI peneliti BB Biogen selamakurun waktu 5 tahun sebagian besar tanaman pangan pada terbitan di jurnalnasional melalui kolaborasi 4 penulis padatahun 2016 dengan penulis produktif Puji Lestari dari Kellti Biomolekuler. Sebaiknyapeneliti BB Biogen lebih ditingkatkan lagidalam penebitan bereputasi internasionaluntuk meningkatkan kualitas dan kuantitasKTI yang dihasilkan.