RANCANGAN SISTEM PENILAIAN KINERJA PERPUSTAKAAN BERBASIS INDIKATOR KINERJA ISO 11620:2008 PADA LAYANAN TERBUKA PERPUSTAKAAN NASIONAL RI
Institut Pertanian Bogor; Institut Pertanian Bogor; Institut Pertanian Bogor
Abstract
Library performance measurement is one of a strategy to evaluate utilization of library resources. The objective of this study was to identify indicators needed to measure the performance and to design an counting system measurement at Open Service at National Library of Indonesia. The measurement indicators were based on ISO 11620:2008 consisting of 45 indicators. It was selected 10 indicators: 1) percentage of required titles in the collection (RTC); 2) shelving accuracy (SA); 3) staff per capita (LS); 4) collection turnover (CT); 5) loans per capita (LPC); 6) in-library use per capita (IUC); 7) library visits per capita (LVC); 8) percentage of target population reached (PTPR); 9) user satisfaction (AUS); 10) user services staff as a percentage of total staff (USSPTS). The indicators were selected through four stages: 1) selecting indicators related to activities in the Indonesia National Library and removing indicators related to activities that are not conducted in the institution; 2) removing indicators related to cost; 3) identifying and selecting indicators related to vision and mission by the questionnaire; 4) analizing the results of the questionnaire and setting the indicators that have an average value of the results greater than 0 as an selected indicator. The results of managements attitude that required the a performance counting system. System design was developed based on the system requirements and management’s needs. The system that was able to process data into information of performance. The system was integrated with the integrated national library system (INLIS) and the data that were not available in INLIS were manually input. Steps of system developing were defining use case, description use case, activity diagram, class diagram, sequence diagram, object role/relational mapping and entity relationship diagram.
Keywords:
information system
· ISO 11620
· library
· performance indicators
Introduction
Saat ini Perpusnas RI sudah mempunyai sistem informasi yaitu: Integrated National Library Information System (INLIS) terdiri atas empat modul yaitu back office, modul katalog online, modul keanggotaan, dan buku tamu. Menurut informasi dari web resmi www.inlislite. perpusnas.go.id bahwa dalam fitur laporan pada modul back office memiliki data laporan (data katalog, data koleksi, sirkulasi, pengunjung dan anggota). Saat ini manajemen membutuhkan informasi laporan kinerja layanan namun belum tersedia dalam laporan tersebut. Beberapa alasan perlunya dilakukan pengukuran kinerja yaitu pengukuran kinerja dianggap cukup penting, karena kinerja adalah state of condition dari suatu pelaksanaan kerja dalam mencapai sesuatu, kondisi, dan perubahan yang diinginkan (Saleh, 2013). Mengukur kinerja adalah mengumpulkan data ststistik dan lainnya yang menggambarkan kinerja perpustakaan dan menganalisis data tersebut dalam rangka untuk mengevaluasi kinerja. Manfaat pengukuran kinerja yaitu untuk kepentingan pengelolaan perpustakaan seperti pengembangan jasa layanan informasi dan produk perpustakaan; pemetaan anggaran seperti anggaran pengembangan perpustakaan dan lainnya (Saur, 2007). Pengertian kinerja menurut Kementrian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan, 2008) adalah unjuk kerja dan prestasi kerja atau hasil kerja yang diwujudkan dalam melakukan suatu kegiatan atau program atau mencapai tujuan dan sasaran tertentu. Indikator kinerja adalah ungkapan secara lisan atau simbol kuantitatif yang diperoleh dari data statistik perpustakaan yang digunakan untuk mengukur tingkat pencapaian kinerja perpustakaan merupakan dokumen yang disusun oleh ISO yang memuat cara-cara mengukur indikator kinerja perpustakaan dimana cara-cara tersebut sudah terstandar secara internasional (ISO, 2008). Jumlah indikator dalam standar tersebut 45, selanjutnya dilakukan penyeleksian berdasarkan kebutuhan saat ini. Sistem informasi adalah suatu ketetapan yang konsisten yang dikoordinir oleh satu set komponen yang bekerja secara bersama-sama dalam satu kesatuan dengan tujuan untuk membuat, mendistribusikan, dan mengolah suatu informasi (Ratzan, 2002). Dalam pengertian lain sistem informasi adalah kumpulan dari komponen yang terintegrasi seperti piranti lunak, piranti keras, data, manusia, jaringan, fungsi dan prosedur yang bekerja secara bersama untuk menyimpan, mengolah, menghasil-kan dan menyebarkan informasi (Bawden & Robinson, 2012). Sistem informasi yang dikembangkan untuk melengkapi sistem lama (INLIS) dengan mengguna-kan data dari sistem lama tersebut. Sistem baru akan mengolah data dan menghasilkan laporan informasi kinerja layanan. Kondisi yang ada perlu dilakukan kajian dan evaluasi terkait kebutuhan indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja layanan terbuka. Kajian ini menetapkan indikator ISO 11620:2008 yang dibutuhkan manajemen untuk mengukur kinerja layanan terbuka tersebut. Kerangka Pemikiran Munculnya kebutuhan informasi kinerja akan mendukung manajemen dalam pengambilan keputusan. Sistem berjalan saat belum memenuhi kebutuhan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut perlu kajian yaitu informasi pencapaian kinerja. Salah satu acuan untuk mengukur kinerja tersebut adalah ISO 11620. Untuk mempermudah dalam implementasi perlu model rancangan sistem. Sistem baru akan mengolah data dari sistem lama untuk menghasilkan 10 informasi kinerja sesuai ISO 11620:2008. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah memilih dan menentukan indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja unit Layanan Terbuka Perpusnas RI, dan membuat rancangan sistem informasi penghitungan indikator kinerja (SIPK) untuk memudahkan dalam penerapan pengukuran kinerja tersebut. Manfaat 1. Tersedianya indikator untuk mengukur kinerja Layanan Terbuka Perpusnas RI yang berbasis indikator ISO 11620:2008 sehingga manajemen layanan mempunyai arah, ukuran dan standar yang jelas dalam mengukur kinerja. 2. Tersedianya rancangan sistem informasi untuk mengukur kinerja Layanan Terbuka Perpusnas RI yang berbasis indikator ISO 11620:2008 sehingga implementasi pengukuran lebih mudah serta mampu menghasil-kan informasi kinerja yang cepat dan akurat. Ruang Lingkup 1. Penelitian dibatasi pada pengukuran kinerja di Layanan Terbuka Perpusnas RI. 2. Penelitian populasi dengan jumlah sampel 12 orang yang tediri atas pejabat dari eselon-4 sampai dengan eselon-1 yang bertugas pada unit kerja layanan. 3. Indikator pengukuran mengacu pada indikator ISO 11620:2008. 4. Kandungan informasi rancangan sistem mengacu pada indikator terpilih.
Method
Tahapan penelitian Tahapan penelitian ini dimulai dari perumusan masalah sampai dengan rancangan prototipe sistem (Gambar 1). Perumusan Masalah Pengumpulan dan Analisis Data Perumusan Kebutuhan Informasi Perumusan Indikator Kinerja Berbasis ISO 11620:2008 Pendefinisian Kebutuhan Sistem Evaluasi Rancangan Sistem Perancangan Sistem Penilaian Kinerja Perpustakaan Pembuatan Rekomendasi Gambar 1 Diagram Tahapan yang Dilakukan dalam Penelitian Tahap perumusan masalah adalah tahap awal dalam penelitian ini. Pada tahap ini masalah terakait topik penelitian dirumuskan sesuai dengan tujuan penelitian. Selanjutnya masalah yang ada didefinisikan dan diidentifikasi. Hasil akhir yang diperoleh pada tahap ini adalah terdefinisinya rumusan masalah. Tahap pengumpulan data adalah tahapan kegiatan untuk mengumpulkan data pendukung yang terkait topik penelitian. Data dikumpulkan melalui metode pengamatan langsung, dan penyebaran kuesioner. Target hasil pada tahapan ini adalah data yang mendukung topik penelitian ini terkumpul dan tercatat. Metode pengambilan sampel dengan pengambilan sampel secara keseluruhan populasi (Sugiyono, 2012). Prosedur analisis data meliputi pemberian skor terhadap item pertanyaan sesuai dengan skala, pemberian kode terhadap item-item untuk mempermudah perhitungan, menghitung, menganalisis dan menyimpulkan. Skala data yang digunaka (setuju (SS)=2, setuju (S)=1 ragu (R)=0, tidak setuju (TS)=-1, sangat tidak setuju (STS)=-2). Ketentuan hasil sikap adalah jika skor sikap (be/ei) > 0 maka keputusannya positif/menerima dan sebaliknya. Menurut Arikunto (2010) ada tiga langkah dalam analisis data yaitu persiapan, tabulasi, dan penerapan data sesuai dengan pendekatan penelitian. Analisis data penelitian ini dengan pendekatan sikap manajemen atau analisis sikap. Analisis data dengan pendekatan analisis sikap menurut Sunyoto (2011) meliputi sikap kepercayaan atau belief (bi) dan sikap keyakinan evaluation (ei). Sikap keputusan diperlukan jika untuk menentukan sesuatu. Analisis sikap ini bertujuan untuk menyimpulkan sikap kepercayaan dan keyakinan manajemen terkait pengukuran. Tahap perumusan indikator kinerja berbasis ISO 11620:2008 adalah tahapan kegiatan yang dilakukan untuk merumuskan indikator yang menjadi kebutuhan manajemen. Ke-45 indikator yang ada dalam ISO 11620:2008 dipilih berdasarkan keputusan responden hasil kuesioner. Tahap analisis kebutuhan sistem merupakan tahapan kegiatan untuk menentukan kebutuhan sistem baru. Tujuan akhir pada tahap ini adalah mencari kebutuhan yang diperlukan untuk merancang sistem baru, kebutuhan meliputi persyaratan piranti lunak, piranti keras, kebutuhan fungsional dan opersional. Tahap perancangan sistem penilaian kinerja perpustakaan adalah tahapan membuat prototipe sistem, rancangan tampilan, sistem navigasi, struktur tabel dan basisdata. Tahapan pengembangan prototipe sistem merupakan kegiatan dalam rangka membuat rancang bangun sistem penilaian kinerja sampai prototipe. Pengembangan sistem mengacu pada 5 tahap metode Prototyping yang didefinisikan oleh Pressman (2010) yaitu communication, quick plan, modelling quick design, construction of prototype, deployment delivery & feedback. Tahap pengujian sistem penilaian kinerja perpustakaan adalah tahapan yang dilakukan untuk menguji prototipe. Pengujian dilakukan pada skala lab untuk mengetahui apakah informasi yang dihasilkaan sesuai harapan manajemen. Tahap pembuatan rekomendasi adalah tahapan terakhir pada penelitian ini. Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan membuat rekomendasi ke instansi tempat penelitian berdasarkan hasil penelitian agar hasil penelitian ini bisa diterapkan sehingga manfaat dan hasilnya dapat dirasakan. Hasil akhir pada tahap ini adalah rekomendasi implement-tasi rancangan sistem penilaian kinerja.
Result & Discussion
Tahapan penelitian Tahapan penelitian ini dimulai dari perumusan masalah sampai dengan rancangan prototipe sistem (Gambar 1). Perumusan Masalah Pengumpulan dan Analisis Data Perumusan Kebutuhan Informasi Perumusan Indikator Kinerja Berbasis ISO 11620:2008 Pendefinisian Kebutuhan Sistem Evaluasi Rancangan Sistem Perancangan Sistem Penilaian Kinerja Perpustakaan Pembuatan Rekomendasi Gambar 1 Diagram Tahapan yang Dilakukan dalam Penelitian Tahap perumusan masalah adalah tahap awal dalam penelitian ini. Pada tahap ini masalah terakait topik penelitian dirumuskan sesuai dengan tujuan penelitian. Selanjutnya masalah yang ada didefinisikan dan diidentifikasi. Hasil akhir yang diperoleh pada tahap ini adalah terdefinisinya rumusan masalah. Tahap pengumpulan data adalah tahapan kegiatan untuk mengumpulkan data pendukung yang terkait topik penelitian. Data dikumpulkan melalui metode pengamatan langsung, dan penyebaran kuesioner. Target hasil pada tahapan ini adalah data yang mendukung topik penelitian ini terkumpul dan tercatat. Metode pengambilan sampel dengan pengambilan sampel secara keseluruhan populasi (Sugiyono, 2012). Prosedur analisis data meliputi pemberian skor terhadap item pertanyaan sesuai dengan skala, pemberian kode terhadap item-item untuk mempermudah perhitungan, menghitung, menganalisis dan menyimpulkan. Skala data yang digunaka (setuju (SS)=2, setuju (S)=1 ragu (R)=0, tidak setuju (TS)=-1, sangat tidak setuju (STS)=-2). Ketentuan hasil sikap adalah jika skor sikap (be/ei) > 0 maka keputusannya positif/menerima dan sebaliknya. Menurut Arikunto (2010) ada tiga langkah dalam analisis data yaitu persiapan, tabulasi, dan penerapan data sesuai dengan pendekatan penelitian. Analisis data penelitian ini dengan pendekatan sikap manajemen atau analisis sikap. Analisis data dengan pendekatan analisis sikap menurut Sunyoto (2011) meliputi sikap kepercayaan atau belief (bi) dan sikap keyakinan evaluation (ei). Sikap keputusan diperlukan jika untuk menentukan sesuatu. Analisis sikap ini bertujuan untuk menyimpulkan sikap kepercayaan dan keyakinan manajemen terkait pengukuran. Tahap perumusan indikator kinerja berbasis ISO 11620:2008 adalah tahapan kegiatan yang dilakukan untuk merumuskan indikator yang menjadi kebutuhan manajemen. Ke-45 indikator yang ada dalam ISO 11620:2008 dipilih berdasarkan keputusan responden hasil kuesioner. Tahap analisis kebutuhan sistem merupakan tahapan kegiatan untuk menentukan kebutuhan sistem baru. Tujuan akhir pada tahap ini adalah mencari kebutuhan yang diperlukan untuk merancang sistem baru, kebutuhan meliputi persyaratan piranti lunak, piranti keras, kebutuhan fungsional dan opersional. Tahap perancangan sistem penilaian kinerja perpustakaan adalah tahapan membuat prototipe sistem, rancangan tampilan, sistem navigasi, struktur tabel dan basisdata. Tahapan pengembangan prototipe sistem merupakan kegiatan dalam rangka membuat rancang bangun sistem penilaian kinerja sampai prototipe. Pengembangan sistem mengacu pada 5 tahap metode Prototyping yang didefinisikan oleh Pressman (2010) yaitu communication, quick plan, modelling quick design, construction of prototype, deployment delivery & feedback. Tahap pengujian sistem penilaian kinerja perpustakaan adalah tahapan yang dilakukan untuk menguji prototipe. Pengujian dilakukan pada skala lab untuk mengetahui apakah informasi yang dihasilkaan sesuai harapan manajemen. Tahap pembuatan rekomendasi adalah tahapan terakhir pada penelitian ini. Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan membuat rekomendasi ke instansi tempat penelitian berdasarkan hasil penelitian agar hasil penelitian ini bisa diterapkan sehingga manfaat dan hasilnya dapat dirasakan. Hasil akhir pada tahap ini adalah rekomendasi implement-tasi rancangan sistem penilaian kinerja. Data Responden Kriteria responden adalah pejabat Perpusnas RI dari eselon 1 sampai dengan eselon 4 yang terkait dengan layanan. Berdasarkan kriteria di atas terdapat 12 orang yang memenuhi persyaratan tersebut. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh populasi yang berjumlah 12 responden dijadikan sampel. Informasi responden mencakup usia, pendidikan, jabatan, jenis kelamin, dan bagian (Tabel 1). Tabel 1 Data Statistik Responden Jenis Kelamin Jumlah Persentase Laki-laki 5 42% Perempuan 7 58% Usia (Tahun) Jumlah Persentase <30 Tahun 0 0% 30-40 Tahun 1 8% 40-50 Tahun 4 33% >50 Tahun 7 58% Bagian Jumlah Persentase Layanan KK 3 25% Layanan KU 9 75% Pendidikan Jumlah Persentase SMA 0 0% Diploma 0 0% S1 3 25% S2 7 58% S3 2 17% Jabatan Jumlah Persentase Eselon 1 1 8% Eselon 2 2 17% Eselon 3 4 33% Eselon 4 5 42% Analisis Sikap Berdasarkan data hasil perhitungan sikap kepercayaan dan keyakinan manajemen terhadap pengukuran, disimpulkan bahwa manajemen percaya dan yakin pengukuran kinerja perpustakaan perlu dilakukan (skor 1.33) karena informasi hasil pengukuran dibutuhkan manajemen sebagai data pendukung dalam pengambilan keputusan (skor 1.08). Untuk mengukur perlu adanya acuan atau indikator untuk mengukur dan manajemen percaya dan yakin untuk mengukur perlu mengadopsi indikator yang terdapat dalam standar ISO 11620:2008 (skor 1.17). Siapa yang melakukan pengukuran, bahwa manajemen lebih percaya dan yakin jika pengukuran dilakukan oleh pejabat atau bagian manajemen karena lebih tepat sasaran (skor 1.08). Waktu pengukuran, manajemen lebih percaya dan yakin jika periode pengukuran dilakukan setiap tahun (skor 1.08) dan tempat yang dikehendaki manajemen pengukuran adalah bagian layanan terbuka karena bagian ini adalah lini depan tolak ukur keberhasilan (skor 1.00). Untuk mempermudah dalam implentasinya perlu dukungan sistem aplikasi sehingga mudah dalam mengakses informasi (skor 1.00). Analisis Indikator Berdasarkan hasil penjajagan sikap manajemen terhadap indikator yang digunakan untuk mengukur, disimpulkan bahwa manajemen lebih positif memilih 10 indikator dari 45 indikator dalam standar ISO 11620:2008. Secara rinci indikator tersebut adalah RTC kepanjangn dari percentage of required titles in the collection adalah persentase judul koleksi yang dibutuhkan (skor 1.50). Indikator ini digunakan untuk mengukur persentase judul buku yang dibutuhkan pengguna terhadap total koleksi berdasarkan judul. SA kepanjangan dari shelving accuracy adalah ketepatan pengerakan (skor 1.58). Indikator ini digunakan untuk menilai sejauh mana dokumen yang dicatat dalam katalog perpustakaan berada di tempat yang benar di rak-rak. LS atau staff per capita adalah staf perpustakaan per-kapita (skor 1.00). Indikator ini digunakan untuk menilai jumlah karyawan perpustakaan per 1000 anggota populasi untuk dilayani. Jumlah orang dalam populasi yang dilayani dapat dianggap sebanding dengan jumlah pekerjaan yang harus dilakukan. CT atau collection turnover adalah perputaran (skor 1.25). Indikator ini digunakan untuk menilai tingkat keseluruhan penggunaan koleksi pinjaman. Indikator ini juga dapat digunakan untuk menilai secara tepat koleksi dengan kebutuhan penduduk yang dilayani. Perbandingan antara jumlah item yang disirkulasikan oleh perpustakaan (koleksi yang dilayankan/ dipinjamkan keluar) terhadap populasi pengguna yang wajib dilayani (jumlah karyawan dan jumlah anggota pengguna terdaftar). Sirkulasi per-kapita merupakan jumlah rata-rata peredaran koleksi yang dipinjamkan ke pengguna yang terdaftar. LPC atau loans per capita adalah peminjaman per kapita (skor 1.17). Indikator ini digunakan untuk menilai tingkat penggunaan koleksi perpustakaan oleh populasi yang dilayani. Juga dapat digunakan untuk menilai kualitas koleksi dan kemampuan perpustakaan untuk mempromosikan koleksi yang digunakan. IUC atau in-library use per capita adalah bahan perpustakaan yang digunakan dalam perpustakaan per kapita (skor 1.33). Indiktor ini digunakan menilai jumlah koleksi perpustakaan yang digunakan di tempat. LVC atau dari library visits per capita adalah jumlah kunjungan ke perpustakaan per kapita (skor 1.42). Indikator ini digunakan untuk menilai keberhasilan perpustakaan dalam menarik pengguna dari semua layanan. PTPR atau percentage of target population reached adalah persentase target pemustaka yang dicapai (skor 1.08). Indikator ini digunakan untuk menilai keberhasilan perpustakaan dalam mencapai populasi target. AUS atau user satisfaction adalah kepuasan pemustaka (skor 1.50). Indikator ini digunakan untuk menilai sejauh mana pengguna puas dengan layanan perpustakaan secara keseluruhan atau dengan layanan lain. USSPTS atau user services staff as a percentage of total staff adalah persentase staf layanan terhadap total jumlah staf (skor 1.42). Indikator ini digunakan untuk menentukan upaya perpustakaan yang ditujukan untuk pelayanan publik dalam kaitannya dengan pendukung layanan. Pengembangan Sistem Pengembangan sistem mengacu pada lima tahapan yang didefinisikan Pressmann (2010) yaitu: communication, quick plan, modelling quick design, construction of prototype, deployment delivery and feedback. Pada fase communication dihasilkan secara umum fungsi sistem, batasan sistem, dan kebutuhan sistem. Fungsi sistem untuk membantu manajemen dalam menyiapkan informasi hasil capaian kerja. Batasan sistem meliputi batasan data dan batasan ruang. Data yang dibutuhkan oleh modul diantaranya data yang berasal dari sistem lama. Data lain yang dibutuhkan untuk melengkapi data masukan adalah laporan kunjungan, inventaris sumber daya, sirkulasi, dan data pegawai. Tabel 2 Kebutuhan Fungsional SIPK Modul Koleksi dan Sirkulasi Kode Fungsional Deskripsi US-001 Fungsi untuk login ke sistem SIPK US-002 Fungsi untuk melihat data di INLIS US-003 Fungsi untuk mengunduh data dari INLIS US-004 Fungsi untuk menginput data ke SIPK US-005 Fungsi untuk memperbarui data di SIPK US-006 Fungsi untuk mencetak laporan Untuk memudahkan pengolahan data, pembuatan tabel disesuaikan dengan kebutuhan sistem. Kebutuhan pengguna sistem diantaranya: melakukan migrasi data dari sistem lama, melakukan input data ke sistem baru, menampilkan informasi hasil perhitungan data, mencetak informasi hasil perhitungan. Fase quick plan. Hasil dari fase communication kemudian diwujudkan dalam perencanaan yang menghasilkan jadwal proyek dan analisis resiko (Gambar 2). Selanjutnya kegiatan tersebut dijabarkan dalam kegiatan proyek. Hasil identifikasi dasar penjadwalan meliputi: pembagian tugas, saling ketergantungan, kegiatan, alokasi waktu, batasan tanggungjawab, dan keluaran. mengidentifikasi kegiatan mengidentifikasi kegiatan ketergantungan mengestimasi sumber daya kegiatan menempatkan SDM sesuai kebutuhan membuat diagram proyek kebutuhan sistem diagram kegiatan Gambar 2 Kegiatan proses penjadwalan proyek Fase modelling quick design. Fase ini sebagai kelanjutan dari fase quick plan. Pada fase ini menghasilkan tiga model use case dan tiga model activity diagram untuk setiap use case. Model use case yang dihasilkan yaitu use case koleksi dan sirkulasi, use case kunjungan, dan use case sarana prsarana. Model use case modul koleksi dan sirkulasi (Gambar 3). Untuk setiap use case ada tiga activity diagram yaitu activity diagram modul koleksi untuk use case unggah file dan entri data, activity diagram modul koleksi untuk use case mencetak, memperbarui dan menghapus file, dan activity diagram modul koleksi untuk use case kalkulasi pencapaian kinerja. Model activity diagram modul koleksi untuk use case unggah file dan entri data (Gambar 4). Model activity diagram modul koleksi untuk use case mencetak, memperbarui dan menghapus file (Gambar 5). Gambar 3 Model Use Case Modul Koleksi dan Sirkulasi Operator Sistem INLIS klik unggah proses mengunggah berhasil simpan data unggahan pilih data unduhan tampilkan pesan tidak ya Operator Sistem SIPK klik input proses input pilih form masukkan data simpan Gambar 4 Model Activity Diagram Modul Koleksi untuk Use Case Unggah File dan Entri Data Gambar 5 Model Activity Diagram Modul Koleksi untuk Use Case Mencetak, Memperbarui dan Menghapus File Fase construction of prototype. Fase ini dilakukan proses perancangan sistem dan perancangan basis data dan model tes. Perancangan sistem direpresentasi-kan dengan class diagram. Class diagram yang dihasilkan yaitu, class diagram modul koleksi dan sirkulasi, class diagram modul kunjungan, dan class diagram modul lingkungan dan sarana prasarana. Model class diagram modul koleksi dan sirkulasi (Gambar 6). model ____________ -alias -models ........................ +findAll() +attribute() +relation() +rules() +search() +tableName() koleksi ____________ -bib_id -ISBN/ISSN -judul -tahun -jml_eks -lokasi ........................ +findAll() +attribute() +relation() +rules() +search() +tableName() +sumEks() +sumJudul() +getlokasi() +getEks() +getJudul() +getdtKoleksi() pengguna ____________ -id_pengguna -nama -katagori ........................ +findAll() +attribute() +relation() +rules() +search() +tableName() +sumPengguna() +getdtPengguna() koleksi-pengerakkan ____________ -bib_id -lokasi -keterangan .............................. +findAll() +attribute() +relation() +rules() +search() +tableName() +sumKoleksi() +getLokasi() +getsalahposisi() koleksi-dibaca ____________ -bib_id -id_pengguna -jumlah dibaca -tanggal ........................ +findAll() +attribute() +relation() +rules() +search() +tableName() +sumKolDibaca() +getdtKoldibaca() +getdtPembaca() koleksi-dipinjam _____________ -bib_id -id_pengguna -jumlah dipinjam -tanggal ........................ +findAll() +attribute() +relation() +rules() +search() +tableName() +getdtKoldipinjam() +getjmldibaca() +sumKolDipinjam() +getdtPeminjam Gambar 6 Model Class Diagram Modul Koleksi dan Sirkulasi Squence diagram digunakan untuk melihat jalannya komunikasi antar objek. Squence diagram yang dihasilkan yaitu squence diagram untuk melihat, mencetak dan mengunduh tabel dari sistem lama, squence diagram untuk mengunggah file, menginput data baru, memperbarui dan menghapus data, dan squence diagram untuk mengolah data menjadi informasi kinerja. Salah satu model squence diagram untuk melihat, mencetak dan mengunduh tabel dari sistem lama (Gambar 7). <<actor>> Operator <<entity>> Tabel Data Inlis <<boundary>> Proses Tampil Data <<entity>> Form Cari <<boundary>> Menu Utama 1:Pilih Menu Form Lihat() 2:Tampilkan Data Inlis() 3:Proses Menampilkan() 4:Melihat Data Tabel() 5:Tampilkan Data Inlis() <<actor>> Operator <<control>> Laporan Kinerja <<entity>> Form Laporan <<boundary>> Menu Utama 1:Buka Menu Utama() 2:Pilih Form Laporan() 3:Pilih Laporana Kinerja() 4:Tampilkan Laporan() 5:Cetak() <<actor>> Operator <<boundary>> Proses Mengunduh <<entity>> Inlis <<boundary>> Menu Utama 1:Buka Menu() 2:Tampilkan Form Unduh() 3:Menampilkan Data() 5:Render Data() 4:Proses Mengunduh Data() 6:Data Unduhan() Gambar 7 Squence Diagram untuk Melihat, Mencetak dan Mengunduh Tabel dari Sistem Lama Perancangan basis data direpresentasikan dengan menggunakan Entity Relational Diagram (ERD). Untuk mempermudah konversi dari objek ke relasional dibutuhkan Object Relational/Role Mapping (ORM) yang merupakan salah satu tool framework berfungsi untuk mempermudah programmer dalam memetakan tabeltabel yang digunakan dalam aplikasi pada basis data relasional ERD. Salah satu ORM Diagram ORM untuk memetakan data yang digunakan tabel “indikator LS” (Gambar 8a) Salah satu model ERD Gambar 8 (a) ORM (b) ERD Modul Koleksi dan Sirkulasi Perancangan logic basis data direpresentasikan menggunakan model relasional. Salah satu model relasional modul koleksi dan sirkulasi (Gambar 10). bib_id | isbn | tahun | judul | jml_eksp | lokasi id_pengguna | nama | katagori bib_id | id_pengguna | jml | tgl bib_id | id_pengguna | jml | tgl bib_id | lokasi | ket koleksi pengguna koleksi-dibaca koleksi-dipinjam koleksi-pengerakan Gambar 9 Model Relasional Modul Koleksi dan Sirkulasi Perancangan fisik basis data disajikan dalam bentuk deskripsi tabel. Salah satu perancangan fisik basis data modul koleksi dan sirkulasi tabel koleksi (Tabel 3). Tabel 3 Perancangan Fisik Basis Data Modul Koleksi dan Sirkulasi Tabel Koleksi No. Nama Field Tipe Lebar Keterangan 1 Bib_id Varchar 18 Primary Key 2 Isbn/issn Varchar 14 3 Judul Varchar 200 4 Tahun Year 6 5 Jum_eks Int 4 6 Lokasi Varchar 3 Rancangan tampilan sistem penilaian kinerja layanan terbuka, rancangan menu login (Gambar 10), rancangan menu utama (Gambar 11), rancangan menu laporan (Gambar 12), rancangan menu laporan (Gambar 13). Rancangan Login LOGO NAMA SISTEM DAN INSTANSI LOGIN LOGOUT Gambar 10 Rancangan Menu Login Sistem Penilaian Kinerja. Rancangan ini Digunakan untuk Membatasi Hak Akses Rancangan Menu Utama LOGO NAMA SISTEM DAN INSTANSI DOWNLOAD DATA DARI SISTEM LAMA MENU INPUT MENU UTAMA MENU LAPORAN Gambar 11 Rancangan Menu Utama Rancangan Menu Laporan LOGO NAMA SISTEM DAN INSTANSI LAPORAN KINERJA MENU LAPORAN laporan 1 laporan 2 laporan 3 laporan 4 buka laporan 5 laporan 6 laporan 7 laporan 8 laporan 9 laporan 10 cetak semua Gambar 12 Rancangan Menu untuk Meampilkan Informasi Hasil Pencapaian Kinerja Layanan Terbuka yang Terdiri atas 10 Informasi Rancangan isi laporan LOGO NAMA SISTEM DAN INSTANSI LAPORAN 1 adalah laporan kinerja terkait...... DETAIL LAPORAN 1 jumlah judul jumlah koleksi jumlah anggota terdaftar jumlah karyawan jumlah koleksi dipinjam jumlah petugas layanan jumlah pengunjung jumlah koleksi dibaca jumlah anggota aktif jumlah sirkulasi Mulai Tanggal Terakhir Tanggal Harian Bulanan Tahunan informasi kinerja berdasarkan ISO 11620:2008 Cetak Gambar 13 Rancangan Isi Laporan Implementasi rancangan diterapkan pada unit kerja Layanan Terbuka Perpusnas RI. Hasil penelitian ini berbentuk prototipe rancangan sistem sehingga sistem secara nyata belum bisa direalisasikan, maka untuk membuat sistem bisa digunakan perlu kajian pengembangan sistem dari prototipe menjadi sistem jadi. Pengujian sistem bertujuan untuk memastikan bahwa rancangan sistem telah memenuhi kebutuhan pengguna. Model pengujian dengan black box testing (Tabel 4). Tabel 4 Model Uji dengan Black Box Testing No Aplikasi Deskripsi Uji Kondisi Awal Skenario Uji Diharapkan 1 Halaman Utama Melihat halaman utama Halaman utama belum tampil Menulis alamat untuk mengakses Muncul Halaman home sistem 2 Login Melakukan login Menu Login masih kosong Input nama & sandi Login berhasil 3 Menu Tabel Melihat informasi Tabel dan data belum tampil Memilih salah satu tabel/data Muncul data/tabel 4 Informasi Hasil Kinerja Melihat informasi Belum menampilkan informasi Memilih informasi yang diinginkan Muncul informasi kinerja 5 Cetak File Mencetak laporan Belum tercetak Memilih file untuk dicetak Data/informasi tercetak Fase deployment delivery and feedback merupakan fase pemindahan sistem dari lingkup pengembangan ke lingkup penggunaan. Pada fase ini sistem prototipe telah selesai melewati fase construction. Delivery proses instalasi/ penyerahan hasil rancangan sistem di lingkungan pengguna. Feedback proses pengaduan pengguna kepada pengembang jika model sistem tidak sesuai. Rekomendasi Pengembangan Sistem Pada penelitian ini terdapat beberapa kendala diantaranya data bibliografi, data administrasi dan data terstruktur yang terdapat di Perpusnas RI secara umum kurang rapi dan kurang sistematis sehingga sulit dalam menghimpun, menganalisis dan menyimpulkan. Kondisi seperti ini akan menghambat kinerja sistem baru yang dikembangkan jika sistem ini sudah tahap implementasi. Berdasarkan temuan ini maka direkomendasikan perlu perubahan perbaikkan dalam manajemen sarana prasarana, penge-lolaan pangkalan data yang ada, dan perubahan struktur data
Conclusion
pulan dan Saran Penelitian ini menghasilkan sistem penghitungan kinerja yang berisi laporan pengukuran kinerja perpustakaan (library performance) sesuai standar untuk pengukuran kinerja perpustakaan dalam hal ini Layanan Terbuka Perpusnas RI. Laporan yang disajikan adalah laporan persentase judul koleksi yang dibutuhkan (RTC), ketepatan pengerakkan (SA), staf perpustakaan perkapita (LS), perputaran koleksi (CT), peminjaman perkapita (LPC), bahan perpustakaan yang digunakan dalam perpustakaan perkapita (IUC), kunjungan perkapita (LVC), persentase target pemustaka yang dicapai (PTPR), kepuasan pemustaka (AUS), dan persentase staf layanan terhadap total staf (USSPTS). Rancangan sistem peng-hitungan kinerja ini meliputi kebutuhan fungsional, kebutuhan nonfungsional, definisi use case, use case description, activity diagram, class diagram, sequence diagram, object-relational mapping dan rancangan fisik. Rancangan sistem yang dikembangkan saat ini sampai dengan model ORM oleh karena itu hasil rancangan ini belum bisa diterapkan secara nyata pada unit kerja tersebut. Dari kajian ini ada beberapa saran yang harus disampaikan untuk memenuhi laporan kinerja perpustakaan yang memadai, yaitu: pertama, pengembangan sistem perlu dilanjutkan dengan mengacu pada rancangan yang sudah dikembangkan sehingga menjadi sistem yang sempurna sampai dalam bentuk RDBMS; kedua, rancangan basis data saat ini menggunakan RDMBS untuk waktu mendatang menggunakan OODBMS; ketiga, cakupan indikator yang diukur saat ini terbatas pada 10 indikator untuk waktu mendatang pengukuran dengan indikator lainnya; keempat, acuan standar yang digunakan saat ini ISO 11620:2008 untuk waktu mendatang menggunakan ISO 11620:2014.